Naruto : Become a hokage in another world. ( Betsu no sekai de wa hokage ni naru. )

Author : Chen Leo

Rate : T/M

Desclaimer : Masashi Kishimoto

Summary : Naruto merasakan pusing yang sangat hebat menderah kepala nya. Baru sesaat yang lalu dia sedang bersantai setelah berhasil menguasai jurus baru. Dan sekarang ADA NAGA RAKSASA TERBANG BERPUTAR PUTAR DIATAS KEPALA NYA! Ikuti Kisah sang pahlawan didunia baru yang tidak diketahui nya.

Warning : AU, Typo, OC, OOC, Newbie author, System RPG, DLL.

Chapter 2 . Tercipta nya Jurus legenda dan sebuah Kecelakaan Fatal.

Naruto dengan Gagah memakai Armor full body Gedoudama nya. Kedua pedang dan Tombak nya ia sarungkan ke sarung yang berada dibelakang tubuh nya. Armor Hitam gelap dan membawa kedua pedang dan satu tombak Naruto sekarang tidak lagi terlihat seperti Pahlawan yang membawa cahaya tetapi seperti Ksatria Kematian yang datang dari neraka.

"Hehehe, bagaimana kelihatannya Kurama. Apa aku sudah terlihat keren sekarang." Naruto terkekeh senang setelah melihat lihat Armor yang sudah berhasil dia buat. Dia mencoba mengerakan tubuh nya dan mencoba melakukan Taijutsu singkat untuk merasakan seberapa nyaman Armor itu.

"Buahaha, baru kali ini aku melihat mu sedikit keren Naruto. Selama ini mata ku sakit melihat baju mu yang terang benderang mengundang orang lain untuk melihatmu Naruto sangat berlawanan dengan ninja yang tidak ingin menarik perhatian." Kurama mengangguk senang melihat Armor yang sudah Naruto buat. Dia akhirnya bisa melihat sang partner terlihat sedikit cool. selama ini dia hanya melihat Naruto yang konyol dengan pakaian orange nya.

"Hei jangan menghina baju favorit ku! Armor ini memang terlihat cukup keren Kurama. Tapi menurut ku baju favorit ku jauh lebih keren Tau, huh! " Naruto melengoskan wajah nya kesal dengan perkataan kurama. Berani berani nya dia menghina baju Orange kesayangan nya.

"Apa yang kukatakan adalah fakta Naruto. Kau seharusnya mengganti baju mu sesudah pulang dari sini. Baju Orange mu itu sudah tidak ngetren lagi Naruto. Kau harus memikirkan fashion mu." Akhirnya setelah sekian lama Kurama mengutarakan isi hati nya tentang pakaian naruto yang menurut nya sangat norak.

"Ughh, Sekarang Armor nya sudah jadi terus bagaimana lagi Kurama? Aku bingung bagaimana cara ku untuk meningkatkan kecepatan." Naruto akhirnya mengalah. Dia duduk bersila digenangan air didepan kurama yang juga sedang duduk bergelung.

"Mungkin kau bisa membuat Jurus itu kalau kau bisa menguasai satu jurus terlebih dahulu. Jurus itu adalah jurus penambah kecepatan dan kekuatan milik Yondaime Raikage yaitu Raiton no Yoroi."

"Kalau kau berhasil menguasai jurus itu terlebih dahulu aku yakin ditambah kecepatan mu saat ini kau pasti bisa membuat jurus baru itu. Masalah nya apa kau bisa Naruto? Yang aku tau kau tidak mempunyai Elemen petir" Kurama mengakhiri penjelasan nya dengan mata menatap Naruto serius. Dia ragu apa Naruto akan berhasil setelah sampai sejauh ini.

"Aaarrghh, seandainya aku seperti Kakashi-sensei yang bisa menguasai seluruh elemen. Apa tidak ada yang bisa kita lakukan Kurama? Aku hanya mempunyai Elemen Angin." Naruto mulai memancarkan serangan mata memelas nya lagi kepada Kurama, Naruto tau partner nya ini pasti selalu punya solusi untuk nya.

"Bisa kau hentikan itu bodoh! Jangan menatap ku dengan mata menjijikan mu. Akan ku beri tau tapi hentikan tatapan mu menjijikan mu itu Naruto! "

"Huhh, Aku baru mengingatnya sih ekor lima Kokuou menguasai lima elemen disetiap ekor nya. Kita akan pakai cakra nya untuk menambah elemen dasar mu." Lanjut kurama setelah menatap Naruto dengan mata yang terlihat sangat menyeramkan karna kesal.

"Woohh! Apa berarti sekarang aku bisa menguasai semua elemen Kurama?" Mata Naruto langsung berlinang linang mendengar penjelasan Kurama. Ia tidak menyangkah hari ini akan datang.

"Seperti nya begitu Naruto, kau akan menguasai seluruh elemen kecuali elemen Yin. Sekarang tinggal kau yang memanfaatkan elemen elemen itu." Kurama menunjukan gigi nya yang runcing, dia juga senang karena partner nya sebentar lagi akan bertambah kuat, semakin kuat Naruto berarti tidak akan mudah untuk memisahkan mereka berdua.

"YOSHH! Baiklah mohon bantuan nya sekali lagi Teman."

Naruto mengacungkan Tinju nya kedepan, senyum bahagia tidak bisa disembunyikan dari wajahnya. Kurama juga mulai mengacungkan tinju nya kedepan, sampai tinju mereka berdua saling bersentuhan.

"Baiklah, Cakra Kokuou kuserahkan padamu Naruto. Semoga kau cepat bisa menguasai nya seperti ku dulu." Kurama mulai mengalirkan cakra Kokuou ke tubuh Naruto. Naruto yang sudah siap dengan mode sage of the six path bisa dengan mudah menerima cakra biju tersebut.

"Aku merasakan nya Kurama, aku mulai merasakan ke empat cakra elemen lain mengalir didalam tubuhku. Tidak terkecuali elemen Angin ku sepertinya bertambah kuat karna digabung dengan elemen angin Kokuou."

Naruto menatap telapak tangan nya yang ada lambang matahari pemberian Rikudou sennin. Dia merasakan Keenam elemen mengalir didalam tubuh nya, awal nya memang tidak beraturan tapi karena kosentrasi nya yang luar biasa dia mulai bisa meluruskan semua elemen nya.

"Baguslah kalau dengan mudah bisa menguasainya Naruto, sepertinya aku meremehkan mu. Sekarang kau hanya harus fokus menguasai elemen petir Naruto, Elemen lain kita pikirkan belakangan." Ternyata Kurama selama ini memang terlalu meremehkan partner nya. Kurama cukup takjub dengan kecepatan Naruto menguasai cakra bijuu ekor lima tanpa bantuan siapa pun.

"Hehh, sekarang kau baru mengakui ku kan. Aku sudah berbeda dari diriku yang dulu Kurama. Aku lebih kuat karena pengalaman pengalaman ku selama Perang dunia shinobi ke empat." Naruto cukup bangga karena akhirnya diakui Kurama kalau dia memang kuat.

"Baiklah aku akan mencoba nya diluar kurama. Mohon bimbingannya." Naruto langsung menghilang dari hadapan kurama karna sudah mengembalikan kesadaran nya diluar.

Naruto mengedip ngedip kan mata nya berapa kali untuk membiasakan cahaya matahari yang mengenai mata nya. Tanpa ia sadari sudah hampir setengah hari dia berlatih dengan Kurama. Naruto mulai menghilangkan mode sage of the six path nya dan kembali ke penampilan biasa nya.

"Kurama kita harus mencari tempat berlatih yang lain. Aku akan pingsan kalau sebentar saja duduk disini tanpa mode apa pun." Naruto tidak kuat kalau harus berlama lama duduk disini, dia harus menemukan tempat berlatih baru, yang nyaman dan sejuk.

Naruto langsung berlari masuk kedalam hutan untuk mencari tempat berlatih baru. Setelah hampir sepuluh menitan masuk kedalam hutan akhirnya Naruto menemukan Tempat yang tidak lagi asing bagi nya.

"Inii.. tempat kuberlatih Rasenshuriken dulu! Wahhh rasa nya sudah lama sekali aku tidak disini. Air terjun nya terlihat sama seperti dulu yang berbeda Pohon nya terlihat tambah banyak hahaha." Naruto tertawa puas setelah melihat lihat tempat yang sangat mengingatkan nya ini. Ini adalah tempat yang sangat strategis untuk nya berlatih.

"Yoshhh Langsung saja bisa kan Kurama. Yang perlu ku lakukan adalah mengeluarkan elemen nya dulu dan merasakan sensasi nya." Naruto langsung mengambil salah satu daun yang jatuh didekat kaki nya. Dan mulai mengalirkan cakra elemen petir yang membuat Daun tersebut langsung terkoyak koyak tidak beraturan.

"Hahaha! Kau bukan lagi seorang genin atau chuunin Naruto. Cara itu tidak efektif untuk mu. Kau sudah mempunyai kosentrasi yang luar biasa. Langsung saja mencoba salah satu jurus petir yang kau tau." Kurama tertawa terbahak-bahak melihat Naruto berlatih memakai Daun. Dia bingung Naruto itu kuat tapi dia sangat bodoh tentang apa saja kecuali bertarung.

"Hah? Apa benar bisa langsung melakukan salah satu Jurus Kurama? Aku kan belum terbiasa."

"Kau coba dulu Bodoh! Mengeluarkan Jurus cuma butuh Kosentrasi yang kuat. Semakin kuat kosentrasi mu semakin Kuat pula jurus mu." Kurama sedikit kesal dengan Naruto yang memasang wajah bodoh. Dia sedikit menyesal mempunyai partner yang seperti Naruto.

"Baiklah kalau kau bilang begitu Kurama. Akan kucoba salah satu Jurus sasuke yang paling mudah, Yaitu Chidori." Naruto mengangguk kan kepala nya mengerti atas perkataan Kurama.

Naruto mulai menyiapkan tangan nya untuk membuat segel. Segel tangan chidori adalah Sapi - Kelinci - Monyet - Naga - Tikus - Burung - Sapi - Ular - Anjing - Harimau - Monyet. Naruto membuat segel tangan dengan kecepatan sedang tidak terlalu cepat dan juga lambat.

"Sapi - Kelinci - Monyet - Naga - Tikus - Burung - Sapi - Ular - Anjing - Harimau - Monyet. Chiidorii! " Naruto mengarahkan tangan nya kebawah meniru gerakan sasuke dan mulai mengalirkan Cakra elemen petir nya dengan kosentrasi sedang ke arah tangan nya.

Kilatan kilatan petir berwarna kuning mulai keluar dari tangan nya. Menyelimuti tangan kanan Naruto sampai tangan nya tidak terlihat lagi.

"Woahh aku berhasil Kurama! Dan kenapa petir ku berwarna kuning tidak seperti Elemen petir biasa nya?" Naruto melihat tangan nya yang terselimuti Chiidori dengan mata yang terkagum kagum.

"Cakra Bijuu dan cakra manusia itu sudah pasti berbeda. Yang berarti warna, sifat, dan kekuatan nya juga jauh berbeda Naruto. Sekarang coba kau hancurkan pohon didepan mu itu dengan Chiidori."

Naruto langsung menganggukan kepala nya dan menatap pohon besar didepan nya dengan mata serius. Naruto langsung berlari dengan cepat kearah pohon itu, bersiap mengarahkan tangan nya dan ketika sudah dekat Naruto langsung menusukan tangan kanan nya ke arah pohon itu.

" Chiidorii! Tik.. DUAARRRR! "

Suara Naruto dan ledakan menggema diseluruh Hutan. Pohon tempat Naruto mencoba Chiidori nya sudah tidak terlihat lagi karena terhalang oleh debu. Lama kelamaan Debu mulai menghilang dan memperlihatkan Naruto yang berdiri didepan pohon tadi yang sudah menghilang, hanya menyisahkan bagian atas nya yang tergeletak tidak jauh dari Naruto.

"A-aku Berhasil... Yoshha! Aku berhasil Kurama! Hahaha.. Tidak kusangka kalau akan semudah ini. Dan apa apaan dengan kekuatan serangan ini! " Naruto terkagum kagum melihat pohon yang sudah hilang didepan nya. Dia menatap tangan nya dengan senyum puas.

"Hehh, seperti yang sudah ku katakan kau itu sudah mahir berkosentrasi Naruto. Menguasai mode sage of the six path jauh lebih sulit dari pada jurus jurus seperti ini. Kau hanya tidak menyadarinya." Kurama juga tersenyum puas dengan perkembangan Naruto.

"Baiklah apa aku bisa langsung saja mencoba Raiton No Yoroi Kurama. Aku merasa bisa melakukan apa pun sekarang hahaha."

"Hehh, kau bisa mencoba nya sekarang Naruto. Dan jangan sombong dulu, Raiton no Yoroi adalah jurus tingkat tinggi."

"Ughh, Sekarang akan kucoba memakai Raiton no yoroi dengan cakra sedang." Naruto mengakhiri ucapan nya dengan mata yang sudah tertutup.

Dia mulai berkonsentrasi untuk mengalirkan cakra elemen petir keseluruh tubuh nya. Setelah merasa cakra elemen petir nya sudah merata diseluruh tubuh nya. Naruto mulai bersiap siap untuk mengeluarkan jutsu nya.

"Raiton no Yoroi, Release! " Naruto langsung membuka mata nya. Dan mengeluarkan Cakra Elemen petir diseluruh tubuh nya. Naruto sudah bersiap kalau jurus nya akan gagal atau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Tapi diluar dugaan cakra elemen petir nya mulai membungkus seluruh tubuh Naruto. Naruto mulai merasakan ada perbedaan. Kekuatan dan kecepatan nya bertambah setelah seluruh tubuhnya diselimuti elemen petir itu. Rambut kuning Naruto langsung berdiri keatas, sangat mirip ketika Raikage mengeluarkan jurus nya. Hanya saja petir yang menyelimuti tubuh Naruto berwarna Kuning. Ini membuat Naruto sangat mirip dengan character anime sebelah.

"Entah kenapa sekarang aku tidak terkejut lagi Kurama. Terserah kau mau mengatakan aku sombong atau apa. Aku mulai merasakan bisa menguasai semua jenis jurus sekarang." Naruto melihat tanah dibawah nya mulai retak retak karena tidak kuat menahan kekuatan nya.

"Cih,. Aku tidak peduli, yang pasti kau tidak boleh menyombongkan dirimu kepada orang orang."

"Tentu saja Kurama! Aku tidak akan mungkin melakukan sesuatu yang menjijikan seperti itu."

"Yaya, aku mempercayaimu Naruto. Sekarang coba seberapa cepat kau bisa bergerak dengan Jurus itu."

"Yoshh! Aku tidak akan mengecewakan mu Kurama!"

Naruto mulai memasang kuda kuda sambil menatap air terjun didepan nya. Naruto menyipitkan mata nya dan dengan sekali kedipan Naruto sudah berada didepan air terjun itu, belum berhenti disitu Naruto mengalirkan cakra ditelapak kaki nya dan mulai berjalan secara vertikal dipermukaan air terjun yang bergerak turun.

"Aku bisa melihat nya, Semua hal disekeliling ku termasuk air terjun ini terlihat sangat lambat." Naruto terus berjalan sampai berada tepat diatas air terjun itu.

"Kurama sepertinya perhitungan mu memang tidak meleset. Aku hanya memakai raiton no yoroi. Tapi pergerakan ku sudah sangat cepat hingga bisa berjalan dipermukaan air terjun. Bagaimana kalau digabungkan dengan Mode sage of the six path. Aku yakin pasti akan berhasil!"

Naruto tersenyum puas karena telah berhasil menguasai Raiton no Yoroi, sekarang tinggal satu langkah lagi maka dia bisa mewujudkan jurus itu.

"Naruto perhitungan ku memang tidak pernah meleset. Kau pasti bisa membuat jurus baru mu terwujud sekarang." Kurama tersenyum sombong karena perhitungan nya selalu benar.

"Baiklaahhh! Sekarang saat nya Kurama! Sebuah Jurus legenda akan tercipta Hari ini." Seperti biasa ketika sedang senang, Naruto langsung mengacungkan tinju nya kedepan dan berteriak.

Naruto langsung berjalan kesamping menuju sebuah lapangan kosong. Naruto berdiri tenang ditengah lapangan itu. Aura cakra mulai keluar dari tubuh nya. Dan dengan sekejap Naruto mulai berubah menjadi mode sage of the six path.

Belum berhenti sampai disitu, Ke lima gedoudama dibelakang nya mulai berubah menjadi armor full body seperti sebelumnya, tiga armor yang tersisa mulai berubah menjadi dua pedang dan satu tombak.

" Yoshh! Saat nya mengabungkan nya dengan Raiton no Yoroi ! Hahhhhhh!" Naruto mulai berteriak menyemangati diri nya. Seperti sebelumnya Elemen petir berwarna kuning mulai menyelimuti tubuh Naruto. Armor gedoudama full body ditubuhnya mulai terselimuti percikan percikan petir kuning.

Setelah merasa sudah mengaktifkan nya sepenuhnya. Naruto langsung melihat lihat suasana disekitar nya. Dia bingung apa jurus nya sudah berhasil? Kenapa seperti tidak ada perubahan sama sekali. Hanya keadaan disini tiba tiba sunyi. Bahkan suara angin saja tidak ada.

"Naruto sepertinya kau sudah berhasil. Keadaan sunyi ini adalah bukti nya. Bahkan suara juga berhenti Naruto. Jurus mu bekerja." Kurama langsung berbicara setelah melihat Naruto yang sepertinya linglung. Kurama cukup terkejut melihat perkembangan jurus Naruto.

"B-benarkah sudah berhasil!? Akan ku coba bergerak Kurama!"

Naruto menghembuskan nafas untuk tenang dan langsung melihat sisi seberang lapangan. Dengan wajah serius, Naruto mulai berlari kencang menuju ke seberang lapangan. Tapi tidak seperti apa yang mereka khawatirkan selama ini. Tidak ada terjadi sesuatu yang menakutkan. Jurus Naruto seperti tidak ada efek samping. Dia berlari sangat cepat dan dengan sangat cepat pula menyeimbangkan diri nya.

"Kurama sepertinya perhitungan mu salah kali ini. Aku tidak merasakan ada efek negatif dari jurus ini." Naruto mengatakan nya sambil mencoba beberapa taijutsu sage.

"Hehh, aku masih ragu Naruto. Kau melakukan sebanyak ini tanpa ada rintangan sama sekali. Ini terlalu mudah." Kurama malah gelisa karena tidak terjadi sesuatu yang dia perkiraan selama ini. Dia percaya sebentar lagi pasti terjadi sesuatu.

"Kau tenang saja Kurama. Malah akan mudah kan kalau tidak terjadi sesuatu yang aneh."

Naruto mengatakan itu sambil mencoba kedua pedang nya. Naruto cukup bisa memakai teknik pedang. Dia belajar cukup banyak memakai pedang ketika latihan bersama bee dipulau kura kura dulu.

Tanpa Naruto sadari. Disalah satu tebasan pedang nya berhasil merobek celah dimensi. Celah itu semakin besar tanpa Naruto sadari karena lagi sibuk mencoba jurus baru nya.

"Naruto lihat dibelakang mu Bodoh! Ada sebuah robekan dimensi! Cepat pergi dari tempat ini! "

Namun Kurama sudah terlambat. Tarikan oleh celah dimensi itu terlalu kuat, Bahkan oleh Jurus baru Naruto. Naruto sudah terlambat untuk menghindar, tubuh nya tertarik dan masuk kedalam lubang dimensi itu.

Naruto langsung pingsan karena tidak kuat menahan kekuatan penghancur didalam lubang dimensi itu. Dia cukup beruntung karena masih memakai Armor gedoudama dan tubuh nya masih terselimuti Raiton no yoroi. Kalau saja dia tidak memakai kedua hal itu. Pasti tubuh nya sudah hancur sekarang karena tidak kuat menahan kekuatan penghancur sebuah lubang dimensi. sekarang tubuh Naruto terombang ambing ditengah tengah dimensi, takdir nya sudah diujung tanduk sekarang.

- Continue -

ヽ(´▽`)/ Maaf klo dah ngk sabar para raiders-san. Chapter 3 udah mulai didunia lain kok ヽ(´▽`)/ Dan saya Kasih sedikit penjelasan. Didunia itu sistem nya Seperti game RPG. Sistem Level, Misi, drop item, dll.

Nahh jangan bosen dulu yah raiders-san. Chapter 3 udah mulai Arc baru didunia baru. Oke~ ヽ(´▽`)/ jangan lupa Riview yah. Riview sangat sangat berarti bagi author buat ngelanjutin Chapter nya. ヽ(´▽`)/ jadi onegaii yah...