Naruto : Become a hokage in another world. ( Betsu no sekai de wa hokage ni naru. )
Author : Chen Leo
Rate : T/M
Desclaimer : Masashi Kishimoto
Summary : Terlempar Ke sebuah retakan dimensi karena sebuah kesalahan kecil ketika mencoba Jurus baru nya. Naruto baru menyadari dia sekarang berada di dimensi lain. Dengan layar hologram yang menjelaskan level dan status nya yang serba Lv999! Warning : Overpower, AU, OOC, OC, RPG.
Chapter 4. Mendapatkan Job baru.
Sebelum Naruto menyadarinya, dihadapan nya terbentang padang rumput sejauh matanya memandang. Naruto menghirup nafas panjang dan menghembuskan nya dengan sangat santai. Akhirnya dia berhasil keluar dari hutan sialan itu.
Naruto bahkan tidak bisa tidur dengan nyenyak ketika malam karena hampir setiap saat monster monster menyerangnya. Untung saja hanya menempuh waktu dua hari memakai kecepatan biasa untuk sampai ke tempat nya sekarang. Dimalam pertama Naruto tidak tahan dan ingin cepat cepat keluar dari hutan itu. Tapi Kurama melarang nya, ini adalah kesempatan yang Bagus untuk nya mencari informasi tentang monster monster kuat dan mengumpulkan item sekaligus.
Sekarang dia sudah keluar dari hutan itu. Naruto memasang wajah sumringah sambil menatap Padang rumput didepan nya. Kemudian dia menatap Layar Inventori yang memperlihat kan banyak sekali kotak kotak inventori yang sudah terisi oleh item item yang Naruto peroleh dari monster selama perjalanan nya.
"Yoshh! Kita sudah keluar Kurama, item item yang kita Kumpulkan juga sudah banyak. Aku tidak sabar untuk bertemu orang orang didunia ini hehehe." Naruto terkekeh pelan saat memikirkan bagaimana orang orang didunia ini. Apa mungkin ada wanita dengan telinga kucing juga didunia ini? Naruto tidak sabar untuk menemui mereka.
"Hei Naruto, tujuan kita adalah untuk mencari tau bagaimana kembali ke dunia shinobi. Jangan melupakan tujuan mu. Untuk sementara kita akan didunia ini untuk bertambah kuat dan juga untuk mencari informasi untuk kembali ke dunia shinobi." Kurama takut kalau Naruto melupakan dunia lama nya, dan terbiasa tinggal didunia ini.
"Hei hei, kau tidak usah khawatir Kurama. Percayalah bahwa kita pasti akan kembali kedunia shinobi. Lagi pula banyak yang mengkhawatirkan ku disana." Naruto tersenyum sedih ketika mengingat dunia shinobi, sejujurnya dia sangat sangat merindukan teman teman nya. Tapi apa daya dia belum tau cara untuk kembali ke dunia shinobi.
"Baiklah,Sebelum kita melanjutkan perjalanan. Apa kau tidak bisa menyembunyikan Status mu? Akan berbahaya kalau mereka melihat status overpower mu"
"Kau benar Kurama. Apa aku bisa menyembunyikan status asliku, dan mengantinya dengan status palsu ketika orang mengeceknya."
Tiba tiba terdengar bunyi Ting dikepala Naruto.
Ting!
[ Skill Show Lies didapatkan. ]
[ Status Dibohongkan. ]
Status :
Name :
[ Uzumaki Naruto ]
Race :
[ Manusia ]
Job :
[ Orang Desa ]
Title :
[ - ]
Level : 10
HP : 4000 / 10.000
MP : 1000/ 5.000
SP : 2000 / 10.000
Straight : 5 [ Kondisi Cidera ]
Agility : 5 [ Kondisi Cidera ]
Dexterity : 5 [ Kondisi Cidera ]
Vitality : 4 [ Kondisi Cidera ]
Intelligence : 6 [ Kondisi Cidera ]
Skill : -
"Woaahhh aku mendapatkan skill baru Kurama. Apa segitu mudahnya mendapatkan skill didunia ini!"
"Hehh itu Bagus Naruto. Sepertinya Keberuntungan selalu ada disampingmu sejak tiba didunia ini. Sekarang ayo cepat ke kota." Kurama cukup senang rencana mereka berjalan dengan lancar.
"Yoshh! Kita berangkat Kurama."
Naruto mulai berlari lagi menuju ke arah kota yang ditunjukan Sage mode.
Skip ' Time
Setelah berlari ala Ninja selama hampir setengah jam. Akhirnya Naruto sampai didepan gerbang besar Kota yang sudah berapa hari ini jadi tempat tujuan. Didepan gerbang itu terdapat sebuah posko penjaga yang diisi oleh dua orang prajurit dengan armor full body besar berwarna putih. Naruto langsung mendekati mereka berdua dengan wajah terlihat seperti kelelahan.
"Stop disitu! Siapa kau? Dan dari mana asalmu. Apa yang kau lakukan disini?" Naruto langsung dicercar pertanyaan dari salah satu penjaga.
"A-ahh, aku hanya seorang yang melaksanakan misi untuk mengalahkan goblin Penjaga-san. Tapi seperti yang kau lihat aku dikalahkan, untung saja aku berhasil kabur disaat saat terakhir." Naruto mulai akting nya didepan Penjaga itu. Dia menunjukan dengan wajah sedih, tubuh nya yang tidak mengenakan apapun kecuali celana yang sudah robek mendukung aktingnya. Semoga saja akting nya bisa mengecoh kedua penjaga itu.
"Apa maksud mu? Apa kau adalah seorang petualang yang sedang menjalankan misi? Bisa kau tunjukan Kartu petualang mu."
"A-ahh.. Aku kehilangan semua nya penjaga-san. Seperti yang kau lihat, aku tidak mempunyai apa pun lagi kecuali celana yang robek ini." Naruto menundukan kepala nya dengan wajah yang terlihat sangat menyedihkan. Dia sedikit terkejut saat ditanya Kartu petualang. Untung saja dia bisa menjawabnya dengan bijak.
Kedua penjaga itu dengan serempak melihat status Naruto yang sudah dibohongkan. Kedua penjaga itu melihat satu sama lain, terus menatap Naruto Mereka berdua berpikir mana mungkin orang seperti Naruto adalah orang yang mencurigakan apa lagi dengan status yang renda seperti itu.
"Baiklah baiklah, Kau kami izinkan masuk. Cepat buat lagi kartu petualangmu dan beli baju baru, dasar newbie." Kedua penjaga itu langsung mengizinkan Naruto masuk tanpa ada kecurigaan sedikit pun.
Naruto langsung mengucapkan terima Kasih dan dengan cepat cepat masuk kedalam gerbang.
Diam diam Naruto mengecek status salah satu penjaga itu.
" Status! "
Ting!
Name :
[ Morty ]
Race :
[ Human ]
Job :
[ Warrior Lv50 ]
[ Knight Lv60 ]
Title :
[ Gate Knight ]
Level : 60 [ Knight ]
HP : 70.000 / 70.000.
MP : 30.000 / 30.000.
SP : 60.000 / 60.000
Straight : 60 [ Kondisi Max Terpenuhi ]
Agility : 60 [ Kondisi Max Terpenuhi ]
Dexterity : 60 [ Kondisi Max Terpenuhi ]
Vitality : 70 [ Kondisi Max Terpenuhi ]
intelligence : 40 [ Kondisi Max Terpenuhi ]
Skill :
[ Spear Mastery Lv1 ]
[ Push Shield Lv2 ]
[ DLL ]
"Hehh? Level nya baru 60 Kurama tapi sudah menjadi penjaga Gerbang kota. Aku jadi penasaran berapa level tertinggi yang pernah dicapai orang orang didunia ini."
"Itu tidak penting Naruto. Yang penting adalah Job orang itu. Dia mempunyai dua Job dengan level nya masing masing. Apa mungkin kau juga bisa menambah Job mu. Kalau ku tidak salah lihat ada bacaan 999 Job mu masih kosong."
"Woah, apa benar bisa begitu Kurama? pasti akan menyenangkan kalau aku bisa Mempelajari Job lain."
Naruto membayangkan dia bisa menjadi seorang Monster Tamer seperti diLN yang pernah ia baca. Pasti akan sangat menyenangkan kalau dia bisa menjinakan Monster hanya dengan sebuah mantra dan tidak perlu repot repot lagi bertarung.
"Ya mungkin kau bisa. Tapi sebelum itu sebaiknya kau harus ke Guild Petualang dulu untuk menjual item item mu Naruto. Kau harus membeli pakaian baru. Aku malu mempunyai seorang partner yang telanjang ditengah kota." Kurama menatap Naruto sinis. Apa orang ini sudah tidak mempunyai urat malu lagi? Bisa berjalan ditengah kota tanpa rasa malu sedikitpun, malahan memasang wajah idiot yang sangat menyebabkan.
"Arrgh, Dasar cerewet. Apa kau tidak lihat aku juga sekarang sedang menuju ke Guild petualang."
"Cihh, jangan sok tau dan bertanya saja Naruto! Jangan memperlambat perjalanan kita dengan kelakuan idiot mu."
"Yayaya, aku akan bertanya untuk mu Kurama. Dasar bawel, aku baru tau seorang Kyuubi juga bisa bawel." Naruto mengerucutkan bibir nya mencibir Kurama yang menurut nya sangat bawel.
Naruto melihat kiri dan kanan jalan, Jalan ini lumayan ramai oleh orang yang berlalu lalang. Kadang kadang terlihat sebuah kereta lewat dengan membawa banyak barang.
Kemudian mata Naruto menangkap dua orang wanita berambut pirang dan berambut hitam sedang berjalan kearah nya. Melihat pakaian mereka yang memakai armor kulit dan jubah panjang, bisa Naruto asumsi kan bahwa kedua wanita ini pasti seorang petualang. Naruto lalu mendekat dengan memasang wajah ramah.
"Maaf kalau menggangu sebelumnya. Kalau boleh tau dimana guild petualang dikota ini? Aah, maaf atas ketidaksopanan ku. Akan ku perkenalkan diri ku dulu. Nama ku uzumaki Naruto, panggil saja Naruto. Aku Petualang dari kota sebelah." Naruto langsung memperkenalkan dirinya ketika kedua wanita itu menatapnya.
"Ha'i tidak usah terlalu sopan Naruto-san. Nama ku adalah Brave, panggil saja Brave. Dan wanita yang ada disampingku ini adalah teman ku. Nama nya Evelyne, panggil saja Evelyn. Dan kau bertanya kepada orang yang tepat Naruto-san. Kami berdua adalah seorang petualang yang baru saja pulang habis menjalankan misi. Sekarang kami sedang menuju Guild petualang untuk melaporkan hasil dari misi kami. Ikutlah dengan kami Naruto-san. Kita akan bersama menuju guild. " Brave mengakhiri perkataan nya dengan sebuah senyuman kepada Naruto.
Naruto mengaruk belakang kepala nya karna blushing. Brave adalah wanita yang cantik dengan Nuansa bermartabat disekitar nya. Walaupun tersarung sebuah pedang di pinggang nya itu malah membuat daya tarik tersendiri sebagai seorang onee-san yang Tegas dimata Naruto. Lain hal nya dengan Brave yang terlihat sebagai seorang onee-san yang tegas dan bermartabat. Evelyne adalah seorang wanita dengan suasana lembut disekelilingnya. Wajah nya yang mungil dan raut wajah yang halus membuat perasaan Naruto sangat tenang saat menatapnya. Sekilas Naruto melihat Evelyne mirip seperti seorang wanita pemalu yang saat ini masih berada didunia nya, dunia shinobi.
"Ahh Terima kasih kalau tidak merepotkan Brave-san Evelyn-san. Hehehe apa tidak apa apa kita berjalan berdampingan seperti ini? Kalian tidak malu berjalan dengan ku kan." Naruto mengaruk belakang kepala nya malu saat mereka mulai berjalan.
"Ahahaha buat apa malu Naruto-san. Kami memakluminya, mungkin ada sesuatu yang terjadi yang membuatmu kehilangan baju mu."
"Humm, Brave-chan benar Naruto-san. Tapi kalau boleh kami tau apa yang bisa menyebabkan mu kehilangan bajumu."
Naruto tertegun ketika mendengar suara Evelyne. Dia seperti tersedot kedalam sebuah ilusi yang sangat menenangkan. Naruto segera tersadar ketika tertinggal dua langkah dari mereka.
"A-ahh, aku diserang oleh Monster kuat ketika sedang menjalan misi untuk membunuh goblin. Untung saja aku tidak terluka, hanya barang barang dan baju ku yang hilang karna mereka." Naruto segera mengarang lagi sebuah cerita untuk meyakinkan Brave dan Evelyne.
"Astaga? Apa benar seperti itu Naruto-san. Kau kasihan sekali, apa kau juga kehilangan Kartu petualang mu." Evelyne langsung memasang wajah prihatin ketika mendengar cerita Naruto. Seperti yang Naruto tebak wanita ini masih polos sekali.
"Ha'i Evelyn-san. Aku juga kehilangan kartu petualang ku." Naruto menutup mata nya dan memasang wajah sedih untuk semakin meyakinkan mereka berdua.
"Baiklah, kita sudah sampai Naruto-san. Aku akan memberimu beberapa perak agar kau bisa membuat kartu petualangmu lagi." Brave menunjukan sebuah gedung yang cukup besar didepan mereka.
Gedung itu memiliki sebuah papan yang digambar Perisai dan pedang diatas nya. Jadi inikah Guild petualang itu? Guild ini sangat besar dengan dua tingkat lantai. Naruto penasaran untuk apa lantai dua nya.
"Ruto-san... Naruto-san.. ? Hei apa kau masih bersama ku disini? Halooo." Brave melampai lampaikan tangan nya didepan wajah Naruto.
"A-ahh, Maaf Brave-san aku melamun hehehe. Jadi ini guild petualang itu? Dan ngomong ngomong kau tidak perlu membantu ku Brave-san. Aku mempunyai banyak item dari inventori ku." Naruto menolak pemberian Brave sambil tertawa ringan. Naruto merasa sudah cukup bantuan mereka berdua dengan menunjukan arah guild petualang kepadanya.
"'Inventori?"'
Brave dan Evelyne saling menatap satu sama lain dengan tanda tanya diatas kepala mereka berdua. Mereka tidak mengerti apa itu inventori? Apa itu sejenis tas?
"Naruto sepertinya hanya kau yang bisa mengunakan inventori didunia ini. Sebaiknya jangan kau beri tau kepada siapa pun dulu bahwa kau mempunyai Inventori." Setelah tidak berbicara cukup lama dan hanya memperhatikan. Akhirnya Kurama membuka suara untuk mencegah Naruto menyebarkan cheat nya.
"Begitukah Kurama? Baiklah kalau kau bilang begitu. Tidak akan kuberi tau siapa pun tentang Inventori untuk sementara ini." Naruto dengan cepat memahami apa yang dikatakan Kurama. Akan sangat merepotkan kalau orang orang didunia ini tau tentang inventori nya.
"Naruto-san? Inventori itu seperti apa? Atau sejenis apa?." Evelyne menanyakan kepada Naruto dengan wajah bingung.
"Ahaha, maafkan aku Brave-san Evelyne-san. Inventori itu bahasa dari desa ku yang merujuk ke tempat penitipan barang. Aku sebelum bertemu kalian menitipkan item itemku ke post penjaga. Karena terlalu berat untuk keliling kota dengan membawah banyak item sekaligus hehehe." Naruto tertawa canggung sambil mengaruk belakang kepala nya. Alasan nya sangat sangat mencurigakan. Dia berdoa banyak banyak dalam hati agar kedua wanita ini tidak menanyakan lagi tentang Inventori.
"Ohhh seperti itu, jadi kau hanya ingin mengetahui letak Guild petualang terlebih dahulu baru nanti membawa item item yang kau dapat untuk menjual nya diguild petualang." Brave mengantuk anggukan kepala nya mempercayai ucapan Naruto.
"Baiklah, Terima Kasih banyak atas bantuan kalian Berdua Brave-san dan Evelyne-san. Semoga kita bisa bertemu dilain waktu." Naruto membungkukan tubuh nya untuk mengucapkan terima Kasih. Dan langsung berbalik pergi meninggalkan tempat itu.
Naruto menghembuskan nafas lega setelah berjalan cukup jauh dari guild petualang tempat Brave dan Evelyne berada. Dia takut akan ditanya tanya lagi kalau berlama lama disitu, maka nya Naruto langsung pergi setelah mengucapkan terima Kasih.
Sekarang Naruto pikir dia harus mengeluarkan item item itu dari Inventori. Bisa terjadi kegemparan kalau orang orang tau kalau dia mempunyai tempat penyimpanan yang sangat efesien dan dapat dibawah kemana saja tanpa menambah beban yang punya sedikit pun. Belum saat nya dia membeberkan rahasia nya kepada orang-orang didunia ini. Naruto belum tau seberapa kuat master master yang ada didunia ini.
" Inventori! "
Ting!
Inventori :
Penyimpanan : 71 Item
Kapasitas : 928 Masih kosong
Naruto segera mengeluarkan item item yang dia dapat dari inventori, dan meletakan nya diatas kulit sebuah banteng yang juga merupakan item nya juga. Setelah merasa semua nya sudah masuk kedalam kulit itu Naruto segera mengikat nya dengan kencang agar tidak terjatuh ketika dia bawah ke guild petualang.
Naruto segera pergi dari tempat itu dan berjalan kearah guild petualang dengan membawa Item item yang sudah dikumpulkannya didalam sebuah kulit. Disepanjang jalan kadang kadang Naruto melihat para wanita wanita muda menatap nya dengan mata penuh nafsu. Hal itu membuat Naruto bergidik ngeri dan mempercepat jalan nya.
Setelah berjalan sekitar 10 menit akhirnya Naruto sampai kedepan guild petualang. Tanpa menunda nunda waktu Naruto langsung masuk karena penasaran guild petualang itu seperti apa didalam.
"W-woahhh... I-ini berbeda sekali dengan apa yang kupikirkan." Naruto langsung tercengang setelah melihat kedalam. Didalam sangat ramai rupa nya, ada yang hanya duduk duduk mendiskusikan sesuatu, ada juga yang sedang memilih milih misi Didinding dinding yang dibuat seperti mading dengan penuh Kertas misi.
Ketika Naruto masuk ada beberapa orang melihat ke arah nya. Penampilan Naruto yang tidak memakai apa pun selain celana, membuat tubuh nya terekspos dengan jelas. Apa lagi dengan membawa kantong besar yang terbuat dari kulit itu. Naruto sukses menarik perhatian diguild ini. Karena tidak tahan menjadi pusat perhatian Naruto dengan cepat mendekati seorang Resepsionis wanita.
"E-ettoo.. Dimana aku bisa menjual barang barang ini?." Naruto langsung bertanya kepada resepsionis wanita dihadapan nya.
"Aku sendiri yang bertugas diguild untuk membeli item item yang dijual para petualang. Panggil aku Anna untuk memperlancar transaksi ini. Boleh kulihat Kartu petualangmu?"
"Panggil aku Naruto Anna-san. Kartu petualang ku hilang saat sedang dalam perjalanan pulang kesini. Apa masih bisa dibuat lagi?." Naruto mengatakan itu sambil meletakan Kantong besar nya didepan resepsionis Anna.
"Tentu saja bisa Naruto-san. Biaya membuat Kartu Guild adalah dua perak. Kau juga bisa membuat nya disini setelah kami memberi uang atas item item mu."
Anna membuka Kantong besar Naruto, dan langsung terkejut ketika melihat item item yang ada didalam nya.
"Naruto-san, apa kau mengumpulkan item item ini sendirian? Yang kulihat level mu tidak terlalu tinggi? Bagaimana bisa kau mengumpulkan item item ini?" Anna mengatakan itu sambil melihat level Naruto. Dia bingung bagaimana bisa seorang yang baru Level 10 bisa mendapatkan item item ini sendirian.
"Aahh, tentu saja bukan. Aku hanya menjualnya disini. Item item itu punya petualang tingkat B yang saat ini sedang menjalankan misi. Dia mengenalku cukup dekat sampai mempercayaiku untuk menjual item item nya."
"Wahh Naruto-san pasti adalah orang yang sangat jujur dan baik yah. Sampai bisa dipercayai tingkat B semudah itu." Anna dengan mudah mempercayai kata kata yang keluar dari mulut Naruto.
Sambil mengobrol ringan dengan Naruto, Anna mulai menghitung berapa total Uang yang Naruto dapat. Mata uang didunia ini adalah Gold, Perak, dan tembaga. 1 Gold adalah 100 perak, sedangkan 1 perak adalah 100 tembaga.
"Baiklah, ini dia Uang dari penjualan item item mu Naruto-san pas 50 gold sudah Kami potong 2 perak untuk pembuatan Kartu guild mu." Anna memberikan sebuah kertas dan sebuah kantong kecil yang berbunyi gemerincing kepada Naruto.
"Apa kau bisa menulis dan membaca Naruto-san? Isi kertas ini untuk pembuatan Kartu petualang mu."
Naruto Lihat tulisan yang ada di formulir yang anna berikan. Huruf nya sama seperti yang diajarkan didunia shinobi. Tentu saja Naruto bisa membaca dan menulisnya. Naruto mengambil pena dan tinta yang Anna berikan, lalu mengisi semua yang ditanyakan diformulir itu dan meneteskan darahnya disebuah matrai diformulir itu. Setelah mengisi semua nya Naruto langsung memberikan lagi formulir itu kepada anna.
"Oke, Kartu petualang ini fungsi nya untuk mengambil misi dan mengambil reward atas misi mu. Kartu ini tidak berguna kalau dipegang orang lain selain pemilik nya. Jadi Naruto-san tidak perlu takut kalau menghilang kan nya. Dan soal tingkatan. Naruto-san sekarang berada ditingkat F, kau bisa menaikan nya dengan terus mengambil misi yang sulit. Nanti Huruf F dikartu mu ini akan berganti kalau kau naik tingkat Naruto-san." Setelah mengakhiri penjelasan nya Anna memberikan Kartu petualang Naruto yang sudah selesai dibuat dari alat dibelakang nya.
"Terima Kasih Anna-san. Ohh aku hampir lupa. Apakah aku bisa mendapatkan job baru Anna-san? Job pertama ku kurang menguntungkan untuk ku bertarung." Naruto tersenyum canggung terlihat sangat memperihatinkan dimata anna. Bagaimana bisa seorang petualang dengan Job Orang Desa? Mungkin begitulah yang ada diotak anna.
"Ya, kau bisa Naruto-san. Maximal job yang bisa orang pelajari adalah lima. Setiap pertambangan job maka biaya nya juga semakin mahal. Untuk menambah Job kedua kau harus membayar 40 Gold Naruto-san."
"Kalau begitu aku mau menambah Job ku Anna-san. Aku akan meminjam uang ini dulu. Nanti akan kubayar walau dengan mencicil." Naruto masih melakukan akting nya dengan sempurna didepan anna.
"Baiklah, Kalau itu memang keinginanmu Naruto-san. Ikuti aku.. " Anna menatap Naruto dengan wajah kasihan lalu menyuruh Naruto untuk mengikuti nya ke lantai dua.
Sesampainya dilantai Dua Naruto melihat hanya ada beberapa orang yang sedang berada dilantai itu. Armor yang mereka kenakan Bagus Bagus, senjata yang mereka pakai juga terlihat kuat kuat. Mungkin lantai ini khusus Tingkat B keatas.
Naruto mengikuti anna sampai kesebuah ruangan. Ditengah ruangan itu ada sebuah bola lampu raksasa yang Naruto tidak tau apa faedahnya.
"Naruto-san, teteskan darahmu kesini." Anna menunjukan sebuah cawan kecil yang terhubung dengan bola lampu besar itu.
Tanpa basah basi Naruto meneteskan lagi darahnya kecawan kecil itu. Bola lampu besar didepan nya mulai bercahaya. Dan mulai muncul Job job yang bisa Naruto pilih dipermukaan Bola lampu itu.
"Wahh, Job yang cocok dengan Naruto-san lumayan banyak yah. Sekarang pilih Job mana yang cocok dengan mu Naruto-san."
Naruto menatap satu persatu job yang terpampang dipermukaan bola lampu raksasa itu. Mulai dari Job aktif seperti Warrior. Sampai Job pasif seperti Sculptor atau Chief.
Tiba tiba bibir Naruto tersenyum sumringah, tidak ia sangkah Job yang dia sukai juga ada didunia ini. Monster Tamer! Job yang bisa menjinakkan Monster menjadikan nya bawahan kita. Naruto senang sekali sampai dia lupa untuk bernafas(?)
Tapi ada Job misterius yang membuat Naruto menaikan alis nya satu. Sebuah Job dengan warna hitam menyelimuti Tulisan nya.
"Necromancer?"
Naruto tidak tau job seperti apa Necromancer itu. Disemua LN yang pernah dia baca tidak ada yang menjelaskan tentang Job Necromancer?
"Hei Anna-san. Job Necromancer itu seperti apa? Bisa kau jelaskan kepada ku." Naruto menunjuk Job Necromancer dengan tangan kanan nya.
"Ya, Necromancer adalah sebuah Job yang lebih menjurus ke Sihir Hitam Naruto-san Eeh? Apa kau baru saja menunjuk nya tadi!?"
Tiba tiba Tubuh Naruto terselimuti oleh awan gelap yang sangat pekat sampai sampai tubuhnya tidak kelihatan lagi oleh anna.
Ruangan itu berubah menjadi gelap dan terlihat sangat menakutkan. Anna langsung mundur berapa langkah menjaga jarak dari Naruto.
Setelah beberapa menit berlalu, Awan hitam yang menyelimuti tubuh Naruto mulai pergi. Sekarang terlihat Naruto sedang berdiri sambil menatap bingung apa yang baru saja terjadi pada tubuhnya.
"Kurama apa kau merasakan nya? Ada kekuatan baru masuk kedalam tubuh ku? Apakah itu sesuatu yang negatif dan membahayakan ku?" Naruto bingung apa yang baru saja terjadi pada tubuhnya?
"Ya Naruto, ada kekuatan baru masuk kedalam tubuhmu. Itu memang bersifat negatif tapi tidak akan membahayakan mu." Kurama juga merasakan bahwa tempat nya sekarang tidak dihuni oleh dirinya saja.
Anna langsung menghampiri Naruto ketika efek disamping tubuh Naruto sudah menghilang.
"Anna-san, bisa kau jelaskan apa yang baru saja terjadi? Perasaan ku mulai tidak enak." Naruto menatap anna dengan wajah serius.
"Naruto-san... Kau telah memilih profesi sebagai Necromancer." Anna mengatakannya dengan wajah perihatin.
""Apa?""
Sekarang tatapan Anna kepada Naruto tidak akan berubah. Perihatin dan kasihan.
- Continue -
Woaahhh ヽ(´▽`)/ kita bertemu lagiii, Author mengucapkan terima Kasih banyak buat yang sudah ngeriview dichapter 3 .
Author cukup terkejut oleh riview yang tiba tiba melonjak dari 20 sampai ke 70? ヽ(´▽`)/ Author sangat senang hingga ingin membuat 2 chapter sekaligus. Tapi author berpikir ヽ(´▽`)/ Tangan author tidak akan kuat jika mengetik dua chapter sekaligus.
Dichapter ini Naruto saya buat mendapatkan job baru yang didapatnya karena tidak sengaja, Job Necromancer. Buat yang bingung Job ini seperti apa. Sedikit penjelasan dari author, Necromancer itu penyihir hitam yang bisa membangkitkan mayat hidup rendah seperti, skeleton dan zombie. Sampai Mayat hidup kelas tinggi Bone Dragon. Job ini saya dapat karena terinspirasi dari LN LMS [ Legendary Moonlight Sculptor. ]
Sama seperti dichapter 3 author membutuhkan support dari teman teman yang suka dengan fanfict author dengan cara mengriview fanfict author ini. Satu riview sangat berarti sebenarnya, sangat senang ketika membaca riview riview yang positif dari teman teman tentang fanfict author. Mungkin itu saja yang bisa author sampaikan. Semoga bisa ketemu dichapter 5 .
Author Cen ヽ(´▽`)/ Cabuttt...
