Naruto : Become a hokage in another world. ( Betsu no sekai de wa hokage ni naru. )
Author : Chen Leo
Rate : T/M
Desclaimer : Masashi Kishimoto
Summary : Terlempar Ke sebuah retakan dimensi karena sebuah kesalahan kecil ketika mencoba Jurus baru nya. Naruto baru menyadari dia sekarang berada di dimensi lain. Dengan layar hologram yang menjelaskanlevel dan status nya yang serba Lv999! Warning : Overpower, AU, OOC, OC, RPG.
Chapter 6 Mendapatkan rekan perjalanan.
.
" Aahhh segarnya.. Rasa nya Kimochi sekali sesudah mandi hehehe. Jadi ? Apa yang akan kita lakukan hari ini Kurama? " Naruto menatap pantulan tubuh nya yang kekar didepan kaca. Butiran air masih menetes dari sela sela rambut nya.
Setelah beberapa kejadian yang sudah ia lewati, Naruto menyewa sebuah penginapan sederhana yang cukup jauh dari pusat kota. Penginapan itu cukup terkenal dengan kemurahan hati pemilik nya.
" Bagaimana kalau kau mengambil Quest Naruto? Ambil Quest yang mengharuskan mu untuk keluar kota. Jadikan itu sebagai kesempatan untuk mencari informasi dunia ini. "
" Huumm.. Itu ide yang Bagus Kurama. Lagi pula badan ku terasa kaku walau cuma sehari tidak mengunakan Rasengan hahaha.. " Kumpalan cakra kecil berbentuk shuriken mulai berkumpul diujung telunjuk Naruto. Versi lain dari Rasenshuriken. Super Mini Rasenshuriken.
" Aku juga ingin bersenang-senang Naruto. Ayo kita cari lawan yang kuat hari ini. " Kurama menyeringai memperlihatkan taring taring tajam yang mencuat keluar dari mulut nya.
Naruto balas menyeringai mendengar ucapan partner nya. Dia juga tidak sabar menantikan eksistensi kuat yang berada didunia ini. Apakah didunia ini ada semacam dewa? Atau Raja iblis?
Naruto menghilangkan rasenshuriken mini nya. Dan mulai memakai pakaian nya. Setelah dirasa semua nya sudah lengkap Naruto segera pergi dari penginapan nya menuju Guild adventure.
.
.
- Chen Leo -
.
.
Diperjalanan menuju Guild Adventure Naruto melihat Brave dan Evelyn sedang berdebat dengan 3 orang pria, orang orang itu seperti nya petualangan juga. Naruto hendak membantu tapi orang orang itu sudah pergi dengan sendirinya.
" Brave-san, Evelyn-san? Apa yang terjadi? Siapa orang orang itu. " Naruto menepuk bahu Brave dan Evelyn dan menanyakan siapa orang itu tadi.
" Eehh? Naruto-san kah? Bukan apa apa kok. Cuma perdebatan antar anggota party. Mereka adalah anggota party yang diketuai oleh ku. "
" Tapi ketika aku mengambil salah satu misi. Mereka tidak mau dan malah keluar dari party ku. " Brave menjawab pertanyaan Naruto dengan ekspresi sedih. Padahal party itu cukup Bagus untuk membantunya Leveling.
" Memang nya Misi seperti apa yang mau kau ambil Brave-san? Bisa aku melihat Rincian nya? " Naruto penasaran misi seperti apa yang membuat anggota party brave 'melarikan' diri.
Brave merogoh kantong celana nya dan memberika kertas yang menjelaskan misi yang ia ambil.
Ting!
Quest : Membantu penduduk wilayah yang ditinggalkan.
Rincian : Diutara kerajaan terdapatlah sebuah Wilayah yang diurus oleh seorang kepala desa. Wilayah itu tidak Makmur dikarenakan tanah yang tidak subur, air yang sulit dijangkau, dan sering diserang oleh monster.
Kepala desa membutuhkan seseorang yang bersedia membantu nya dengan sukarela.
Reward : Ucapan terima Kasih penduduk.
- Terima | Tidak -
.
Layar Hologram secara tiba tiba muncul didepan mata Naruto. Naruto sudah tidak terkejut lagi karna ini misi kedua yang ia lihat. Ketika Naruto melihat misi otomatis ada layar hologram yang menjelaskan lebih rinci tentang misi tersebut. Itu cukup membantu Naruto.
" Anoo? Brave-san.. Bisa aku bergabung dengan party mu? Aku tidak tega membiarkan orang yang sedang membutuhkan bantuan begitu saja. " Naruto mengucapkan nya dengan senyum tulus. Walau sebenarnya ada tujuan dibalik apa yang dia katakan.
" Be-benarkah Naruto-san? Kau mau bergabung dengan partyku? Tentu saja boleh! Kami bersyukur dengan kedatanganmu diparty ini. "
Ting!
Kau telah menerima misi Rank D. Tenggang waktu tidak ditentukan. Kau bisa melihat misi didaftar misi.
.
Brave tersenyum manis karna anggota party nya bertambah. Lain hal nya dengan Evelyn. Gadis anggun dan cukup pemalu itu sejak Naruto sampai tidak bersuara suara.
" Evelyn-san? Apa ada yang salah diwajahku? " Naruto bingung apa ada sesuatu yang salah diwajahnya.
" Eeehh? T-tidak ada apa apa N-naruto-kun.. " Evelyn yang kedapatan basah sedang menatap wajah Naruto menjawab dengan terbata bata. Wajahnya merah padam, tanpa ia sadari dia menambahkan sufiks 'Kun' ketika memanggil Naruto.
Naruto sendiri juga sedikit blushing karna ucapan Evelyn.
" Anoo.. Baju mu keren Naruto-kun. Sangat cocok untukmu. " Evelyn memuji baju baru Naruto. Menurut nya Naruto sangat menawan memakai baju baru itu.
Naruto membeli baju baru karena baju lama nya sudah tidak layak pakai. Baju kaos panjang hitam dipadukan dengan jaket kulit berkerah. Naruto sengaja membuka jaket nya untuk memperlihatkan kalung pemberian Tsunade yang menjadi kenang kenangan nya dari dunia shinobi.
Sedangkan untuk celana. Naruto membeli celana hitam dengan strip putih disekitar paha nya. Cukup mirip dengan celana shinobi nya.
" Eehh? Begitukah menurut mu Evelyn-san? Makasih.. " Naruto tambah blushing dipuji oleh orang secantik Evelyn.
Senyum dibibir Brave berubah menjadi senyum menggoda. Melihat anggota party nya sedang malu malu begini sukses membuatnya gemas.
" Heeemmm.. Apa aku hanya menjadi nyamuk disini~ " Brave pura pura cemberut untuk mendapatkan perhatian Naruto dan Evelyn.
" E-eeh? B-bagaimana kalau kita menyiapkan keperluan kita untuk Misi relawan ini Brave-chan. " Evelyn berusaha mengubah topik, wajahnya sudah merah sekali. Sama persis dengan seseorang yang dikenal Naruto didunia shinobi.
" Hehehe.. Baiklah. Kalau begitu kau juga harus menyiapkan keperluan mu Naruto-san. Kita akan berkumpul digerbang kota jam 3 . Kami akan menyiapkan keperluan kami dulu.. Dahhh Naruto-kun~ " Brave mengedipkan mata nya menggoda Naruto.
" Ha'i Brave-san. Daahhhh. " Naruto melambaikan tangan nya sambil menatap Brave dan Evelyn yang semakin menjauh.
Setelah kedua wanita itu sudah tidak kelihatan lagi. Naruto mengambil Kartu petualang nya dan menempelkan ke lingkaran sihir kecil dikertas misi. Setelah merasa sudah masuk Naruto segera pergi dari tempat itu dan menyiapkan segala keperluan nya.
.
.
- Chen Leo -
.
.
Tujuan pertama Naruto adalah pasar swalayan. Setelah berputar-putar sedikit akhirnya Naruto menemukan pasar itu.
Pasar yang Naruto datangi adalah pasar utama yang menjual segala kebutuhan dikota ini, jadi Naruto tidak heran kalau pasar ini sangat besar dan ramai.
Mulai dari bahan makanan mentah sampai bahan makanan yang sudah dimasak. Semua nya tersedia disini. Bahkan ada makanan kaleng yang bias dibeli petualang yang ingin menjalankan mii jangka panjang.
Karna didunia ini tidak ada yang bisa menggunakan inventori seperti Naruto. Mereka hanya bisa membawa beberapa barang saja, Makanan kaleng adalah makanan praktis yang tidak banyak memakan tempat. Walaupun rasa nya tidak enak. Makanan kaleng adalah yang paling populer dikalangan petualang.
Kalau Naruto sih tidak perlu mikirin semua itu. Dengan Inventori nya dia bisa membawa sebanyak banyaknya makanan.
" Kecap, gula, garam, minyak sayur, peralatan masak, dll. Yosshh.. Sekarang tinggal membeli bibit sayur dan buah. " Selain menjual bahan makanan pasar ini juga menyediakan bibit sayur dan buah. Ya nama nya juga pasar.
Kepintaran Naruto yang sudah menyentuh Poin 999 membuat pikiran Naruto lebih maju kedepan. Dia bisa merincikan sesuatu dan memperkirakan apa saja yang akan ia lalui dikedepan nya. Sangat berkebalikan dengan Naruto yang semberono dimasa lalu.
Naruto memperkirakan dia akan lama melaksanakan misi tersebut. Kalau dia hanya membeli bahan makanan bisa dipastikan bahan makanan tersebut akan habis dalam kurun waktu 2 minggu.
Tapi kalau dia membeli bibit sayur dan buah. Itu akan bertahan lama dan bisa bertahan berbulan Bulan kalau pintar dibudidayakan.
Setelah mengambil semua yang dia butuhkan akhirnya Naruto berjalan keluar dari pasar itu.
" Kecap, gula, garam, minyak, sayur, Kuali, 1 set alat makan,... ..., Bibit palem, Bibit apel, Bibit Pear,... ..., Bibit Lobak. 10 kilo perbibit nya. Total belanjaanku adalah 40 Koin emas. " Orang orang yang mendengar apa yang dikatakan Naruto melonggo kebingungan.
Naruto dengan cekatan mengangkat dua karung besar belanjaan nya. Sekali lagi dia membuat orang orang dipasar itu melotot. Tubuh yang proposional tidak besar, tapi sanggup mengangkat barang sebanyak itu. Sangat mengangumkan.
Setelah cukup jauh dari pasar swalayan itu, Naruto masuk kedalam salah satu gang. Tujuan nya adalah memasukan barang barang itu kedalam Inventori. Naruto tidak ingin menarik perhatian dengan membawa barang sebanyak itu.
Naruto segera pergi dari situ setelah selesai memasukan semua barang nya kedalam Inventori.
Tujuan kedua nya adalah Toko buku. Tujuan nya jelas, Naruto ingin mempelajari cara membudidayakan bibit bibit yang sudah dia beli.
Karna kepintaran Naruto sudah tidak diragukan lagi. Mempelajari cara bertani sama seperti mempelajari Kage bunshin menurut Naruto. Cukup mudah.
Setelah membeli beberapa buku Naruto segera berganti haluan menuju toko berikut nya.
Toko ketiga yang Naruto kunjungi adalah toko pedang dan armor. Ketika dia dalam Job Shinobi bahkan Monster Rank S tidak akan bisa melukai nya. Tapi ketika Naruto sedang dalam job Necromancer dia membutuhkan sebuah alat untuk melindungi nya. Naruto juga ingin melihat bagaimana proses membuat pedang dan armor. Mungkin dimasa depan dia membutuhkan nya.
.
.
- Chen Leo -
.
.
Jam sudah menunjukan pukul 3 Tepat dan Naruto belum sampai digerbang kota. Beberapa saat kemudian, Naruto datang dengan hanya membawa satu bila pedang. Brave dan Evelyn yang sudah datang duluan menatap bingung Naruto.
" Maaf aku terlambat Brave-san Evelyn-san hehehe. Ada sedikit urusan yang harus kulakukan tadi. " Naruto datang dengan wajah cengengesan. Kebiasaan lama nya yang suka mengeruk belakang kepala nya ia terapkan lagi didunia ini.
" Itu tak apa Naruto-san, kami juga baru sampai. Ano ada yang ingin kami tanyakan. Dimana barang barangmu Naruto-san? " Brave dan Evelyn menatap Naruto dengan wajah bingung. Apa mungkin Naruto tidak punya Uang maka nya dia tidak membeli apa pun? Kecuali pedang?
" Eehh? Kalau itu... Akan kuceritakan diperjalanan saja okey.. Ayo kita berangkat. " Naruto tersenyum canggung dan langsung berjalan keluar gerbang.
Brave dan Evelyn melihat satu sama lain dan hanya mengikuti Naruto keluar gerbang. Walau masih ada rasa penasaran apa yang nanti akan Naruto ceritakan.
.
.
- Chen Leo -
.
.
Angin berhembus dengan lembut menerpa wajah mereka. Padang rumput luas itu sangat Indah dilihat seperti ombak dilautan.
Naruto dengan wajah serius menatap Brave dan Evelyn yang juga balik menatap nya bingung.
" Sebelum aku menceritakan nya. Apa kalian bisa berjanji tidak menceritakan ini kepada siapa pun? " Naruto menatap kedua wanita itu dengan ekspresi serius. Jujur dia memang sudah mempercayai dua wanita dihadapan nya ini. Tapi ini masih ingin mendengar nya langsung dari mulut mereka.
" Eehhh? Apa se serius itu Naruto-san? Hmmmm... Baiklah aku dan Evelyn tidak akan menceritakan nya kepada siapa pun. Janji. "
" Ha'i aku tidak akan menceritakan nya kepada siapa pun Naruto-kun. Janji. "
Mendengar apa yang sudah mereka ucapkan. Naruto sedikit lega. Setidaknya mereka sudah berjanji tidak akan menceritakan nya kepada siapa pun.
" Baiklah.. Sebenarnya aku punya penyimpanan yang terhubung ke dimensi lain Brave-san Evelyn-san. Aku menyebutnya Inventori. " Naruto memperlihatkan Inventori kepada mereka.
Naruto juga mempraktekkan nya dengan mengambil salah satu bibit yang dibeli nya.
" A-apa ini nyata Naruto-san!? A-astaga ini sangat berguna kau tau! Ini penyimpanan teraman didunia! " Brave tidak bisa menjaga martabat nya sebagai sesosok Onee-san yang berwibawa seperti sebelumnya dan malah meledak melihat Naruto mengambil barang dari inventori.
" Kalau kau ada penyimpanan itu. Maka kita tidak perlu takut akan beban membawa sesuatu Naruto-kun. Itu sangat berguna sekali. " Evelyn menatap Tangan Naruto yang tiba tiba menghilang dan tiba tiba mengambil bibit. Kalau memang ada penyimpanan dimensi lain itu sangat keren. Walau mereka tidak bisa melihat atau meniru nya.
" Hehehe... Karna ini begitu hebat aku ingin kalian merahasiakan nya dari siapa pun. " Naruto tersenyum geli melihat tingkah kedua party baru nya itu.
" Eehhh tentu saja Naruto-san. Aku kan sudah janji tidak akan menceritakan nya ke siapa pun. Iya kan Evelyn-chan. "
" Ha'i Brave-chan benar Naruto-kun. Kami janji tidak akan menceritakan nya ke siapa pun. "
Naruto tersenyum senang. Mempunyai temen perjalanan tidak buruk juga sepertinya.
" Sebenarnya aku mempunyai banyak rahasia Brave-san Evelyn-san. Tapi nanti kalian akan tau sendiri seiring berjalan nya waktu. " Naruto tersenyum kecil menatap wajah kedua rekan baru nya.
" Hahaha.. Begitu kah Naruto-san. Kalau begitu aku akan menunggu sampai semua rahasia mu terbongkar Naruto-san. " Brave tertawa kecil menanggapi ucapan Naruto.
" Kami juga mempunyai banyak rahasia Naruto-kun. Nanti kau juga akan tau sendiri. " Evelyn tersenyum manis menatap wajah tampan Naruto. Sudah lama sekali dia tidak berbicara seringan ini dengan seorang pria.
Tanpa mereka sadari Padang rumput itu sudah mulai habis, dan mereka masuk kedalam hutan yang menjadi rute perjalanan mereka.
.
.
- Chen Leo -
.
.
Ketika mereka sudah sampai ditengah hutan. Matahari sudah tidak terlihat lagi, hutan itu gelap gulita. Karna akan berbahaya kalau melanjutkan perjalanan dengan kondisi gelap gelapan begitu. Akhirnya mereka sepakat untuk beristirahat dan berkemah.
" Kita akan berkemah disini saja Brave-san Evelyn-san. Hari sudah malam. Kita juga belum makan malam kan? " Naruto mengeluarkan Tenda ukuran jumbo yang sudah dibeli nya.
" Enak nyaaaa~ Kami para petualang tidak pernah membawa tenda karna menambah banyak beban. Kami hanya membawa kantong tidur. " Brave tersenyum masam membayangkan selama ini dia selalu tidur dialam bebas ketika sedang menjalankan misi.
" Karna kita sekarang party kalian boleh tidur ditenda ku Brave-san Evelyn-san. Aku akan berjaga. " Naruto mengatakan itu selagi memasang tenda nya. Tenda itu cukup besar kalau saja tidak ada inventori Naruto juga tidak akan membawa nya.
" Heeeehhh.. Tidak tidak tidak itu tenda mu Naruto-kun. Aku tidak akan tidur ditenda kalau kau masih berjaga diluar. " Evelyn langsung menolak mendengar usulan Naruto. Dia tidak mau tidur nyaman ditenda sedangkan Naruto berjaga sendirian sepanjang malam.
" Hahaha.. Tenda nya kan besar, pasti cukup untuk kita bertiga. Nanti kita akan berjaga bergiliran. Lagian aku percaya Naruto-kun tidak akan macam macam dengan kami. " Brave akhirnya menganti sufiks San dinama Naruto menjadi Kun. Mungkin dia merasa lebih dekat sekarang.
" K-kalau aku sih... Terserah saja baik nya gimana. A-aku juga percaya kepada Naruto-kun kok. " Evelyn mengatakan nya dengan menghadap kebawah, wajahnya merah padam.
' Apa Apa an dengan Situasi ini!? Apa mereka tidak tau kalau aku seorang Pria Normal!? Mana mungkin aku tidak tergoda oleh mereka! Kami-sama tolong aku.. ' Naruto berkeringat dingin memikirkan pilihan apa yang akan ia pilih. Jujur Naruto tidak munafik. Dia laki laki Normal yang selama ini pacaran saja tidak pernah.
" Y-yaahh kalau kalian bilang begitu sih ya sudah kita tidur bertiga saja ha ha ha... " Naruto mengaruk tengkuk nya sambil tertawa canggung.
Dia tidak akan melewatkan kesempatan ini! Inilah yang dia tunggu tunggu. Dulu ketika ia masih kecil ajaran ero-sennin nya ia abaikan . Sekarang dia sungguh sungguh menyesal meremehkan ajaran pak tua itu.
" Kita harus memeriksa wilayah disekitar sini dulu Naruto-kun. Aku takut ada Monster buas didekat sini. " Brave mengambil pedang nya dan berniat memeriksa wilayah disekitar mereka.
" Tunggu Brave-san. Biar aku saja. Kau tidak perlu membahayakan dirimu. Akan ku ungkapan salah satu rahasia ku. " Naruto langsung berdiri setelah selesai memasang tenda.
Dia menatap Brave dan Evelyn dengan serius. Tiba tiba daerah disekitar mata Naruto berubah Kuning. Dan pupil mata nya berubah menjadi seperti mata kodok.
" N-naruto-kun? Apa yang kau lakukan? Aku tiba tiba merasakan kekuatan yang besar berkumpul ditubuhmu. " Sontak Evelyn yang notabe nya seorang Mage terkejut. Dia bisa merasakan ada nya kekuatan besar datang dari luar masuk ketubuh Naruto.
Brave juga bisa merasakan ada perbedaan ditubuh Naruto. Walaupun dia tidak bisa merasakan secara langsung. Tapi dia yang memiliki Job seorang Fighter bisa merasakan kekuatan Naruto bertambah.
" Ini dinamakan Senjutsu. Kekuatan yang berasal dari alam. Kekuatan yang tidak terbatas bagi yang sudah menguasai nya. " Naruto tiba tiba membentuk handsel tangan.
Kage Bunshin!
Tiba tiba ada semacam ledakan asap putih disekeliling mereka. Mereka yang hanya diterangi cahaya Bulan melihat dengan jelas Naruto yang tiba tiba bertambah setelah asap tersebut menghilang.
Total ada 20 Naruto disitu. Clone Kage bunshin sukses membuat Brave dan Evelyn terpelonggo terkejut. Mereka seperti melihat hantu disiang bolong. Bagaimana mungkin ada skill yang bisa menggandakan seseorang?
" I-inikah salah satu rahasia mu Naruto-kun? Astaga.. Tidak pernah kusangka bisa mendapatkan party seperti dirimu Naruto-kun. " Brave menggosok gosok mata nya menatap Clone Clone Naruto dengan seksama.
" K-kau hebat Naruto-kun. Kau bisa menggandakan dirimu. " Evelyn menatap berbinar binar ke clone Naruto.
Naruto asli tersenyum kecil melihat respon kedua wanita itu. Ini kedua kali nya ia merasa lucu atas respon mereka.
" Mereka cuma Clone ku Brave-san Evelyn-san. Mereka saja yang akan memeriksa daerah disekitar sini. Jadi Brave-san cukup duduk dan masak disini. "
Naruto menatap Bunshin Bunshin nya. Melakukan kontak batin antar Bos dan clone.
' 15 dari kalian akan berpencar keseluruh dunia ini untuk mendapatkan Informasi. Akan kuberi 5% dari cakra ku dan Kurama per clone nya. Pastikan kalian tidak ketauan atau pun menghilang. 5 Clone lagi akan memusnahkan Monster yang didekat sini. Jangan menarik perhatian, lakukan dengan seperlahan mungkin. Sekarang Bubar! '
Bunshin Naruto dengan serempak menghilang dari tempat itu. Itu semakin membuat Brave dan Evelyn menatap Kagum Naruto. Sedikit demi sedikit keluatan Naruto mulai terbongkar.
Akhirnya mereka bertiga memasak makan malam dengan bahan bahan yang dibeli Naruto. Naruto mencoba meminum Bir yang dibeli nya dipasar. Kata nya sih bir itu hanya sedikit mengandung Alcohol maka nya Naruto berani mencoba nya.
Karena malam mulai dingin mereka mulai masuk kedalam tenda dan mulai bersiap siap tidur.
Bagaimana kelanjutannya? Apa yang terjadi pada malam itu? Kenapa author menskip nya? Apa terjadi sesuatu?
- Continue -
Karna otak author lagi cairrr oleh riview salah satu dari kalian. Maka nya author bisa update Kilat. Hehehe.
Seperti biasa. Author menantikan Riview riview berharga dari teman teman. 1 riview aja berharga bisa jadi motivasi. Ngk ada riview yah terpaksa discon. Mood author suka dateng pas lihat riview riview dari kalian.
Yang ingin ngasih Saran Oc / Kritikan silahkan pm atau Add aja Fb author Kicen Anileo. Ntar kita diskusi bareng.
Chen Leo Cabutttt...
