Naruto : Become a hokage in another world. ( Betsu no sekai de wa hokage ni naru. )
Author : Chen Leo
Rate : T/M
Desclaimer : Masashi Kishimoto
Summary : Terlempar Ke sebuah retakan dimensi karena sebuah kesalahan kecil ketika mencoba Jurus baru nya. Naruto baru menyadari dia sekarang berada di dimensi lain. Dengan layar hologram yang menjelaskan level dan status nya yang serba Lv999! Warning : Overpower, AU, OOC, OC, RPG.
Chapter 7 Menjadi Tuan tanah.
.
.
Suara suara burung sudah mulai bersaut saut an menandakan hari sudah meranjak pagi. Naruto merasakan kepala nya sangat pusing ketika ia ingin membuka mata nya, Tubuh nya juga tidak bisa ia gerak kan. Seperti sedang tertindih sesuatu, Apa yang sebenarnya terjadi?
" Ugghh... Stthhh Evelyn-san... " Naruto membuka mata nya dan melihat wajah Evelyn didada nya. Tapi mendadak tubuh Naruto membeku, mata nya bergulir kebawah dan melihat dua bongkahan besar menempel diperut nya.
Wajah Naruto langsung mendadak merah, Naruto mencoba mengalihkan pandangan nya. Tapi wajahnya kembali berkeringat dingin karna dikanan nya ada Brave yang hanya memakai pakaian dalam.
Wajah Naruto berkeringat dingin ia mati matian menahan Darah yang ingin muncrat dari hidung nya. Naruto coba mengingat ngingat apa yang sudah terjadi tadi malam...
- Flashback -
" Uggghhh.. E-evelyn-san.. Kau begitu cantik he he.. Aku menyukai mu. "
" Kau juga sangat menawan~ Brave-san huehehe.. Aku juga menyukai muu.. "
Mulut Naruto terus meracau setelah meminum beberapa gelas alcohol yang dibeli nya dipasar. Imbas nya adalah Wajah Evelyn dan Brave yang merona merah karna ucapan melantur Naruto.
" E-ettoo.. Naruto-kun sepertinya sudah mabuk, ayo kita masuk kedalam tenda Brave-chan. " Evelyn mencoba untuk mengalihkan suasana dengan mencoba memasukan Naruto kedalam tenda.
" Ha'i kalau lama lama dibiarkan dia pasti akan merepotkan kita Evelyn-chan, ayo kita masukan saja. " Brave juga kewalahan menghadapi Naruto. Tidak pernah ia sangka kalau seorang Naruto sebenarnya tidak kuat meminum alkohol. Kalau tau dia pasti sudah melarang nya untuk minum alkohol.
Brave dan Evelyn bergotong royong mengangkat tubuh Naruto kedalam tenda. Walaupun cukup merepotkan mengangkat tubuh pria yang notabe nya lebih besar dari tubuh mereka. Setelah bersusah payah akhirnya mereka berhasil memasukan Naruto kedalam tenda.
Setelah memasukan Naruto mereka berdua juga mulai masuk kedalam tenda. Evelyn dengan cekatan melantukan mantra pendek untuk memunculkan beberapa bola cahaya untuk menerangi tenda mereka.
" Brave-chan, apa Alkohol ini begitu memabukan? Naruto-kun saja tidak kuat meminum nya walau cuma beberapa gelas? " Setelah masuk kedalam tenda mereka berdua duduk disebelah kiri dan kanan Naruto.
" Hahaha, menurut ku tidak begitu Evelyn-chan, Alkohol ini biasa saja kok. Memang Naruto-kun saja yang tidak kuat minum alkohol. "
" aku jadi penasaran Brave-chan. Apakah boleh yah aku mencoba nya? "
" Tentu saja boleh Brave-chan, umur mu sudah bisa minum alkohol kannn. "
Brave menuangkan alkohol ke dua gelas dan memberikan satu gelas nya ke Evelyn.
" Ayo kita coba Evelyn-chan. Kita akan buktikan kalau Naruto-kun memang tidak kuat alkohol. "
" Baiklah, kita coba 1 gelas dulu yah Brave-chan. "
Baru saja tiga tegukan tiba tiba pandangan mereka berdua berubah buram. Tubuh mereka panas dingin dan pipi mereka juga mulai memerah. Tanpa mereka sadari mereka berdua sudah melepas pakaian yang mereka kenakan dan tertidur disamping tubuh Naruto.
.
.
.
- Flash Back End -
.
.
.
Naruto menyelimutkan selimutnya ke tubuh Evelyn dan brave. Dia langsung menyelinap keluar dari tenda secara diam diam, dia tidak ingin membangunkan mereka berdua.
Naruto menghela nafas lega setelah berhasil keluar dari tenda, Pagi ini adalah pagi yang sungguh sebuah ujian untuk Adik kecilnya. Untung saja dia berhasil mengendalikan nafsu nya. Yah dia pikir dia harus bersabar, sekarang adalah saat yang kurang tepat menurutnya. Dia harus menunggu lebih lama agar semua nya terwujud dengan sempurna.
Naruto melihat lihat sekitarnya dan mengingat ngingat Memori yang didapat dari Clone yang ia sebar tadi malam. Naruto tidak terkejut mengetahui kalau dalam satu malam 15 Clone yang ia sebar sudah mengetahui hampir seluruh persoalan dan informasi yang ada didunia yang ia tinggali sekarang.
Informasi pertama yang ia pahami adalah Tentang Nama Dunia, Benua, dan wilayah tempat ia berada sekarang.
Nama Dunia ini adalah Nord. Sama seperti Bumi cuma letak benua nya berbeda beda. Nord hanya memiliki 3 Benua besar. Benua Arciumvillia, Benua Friestien, dan Benua Monoarchien,
Yang pertama adalah Benua Terbesar dari benua lain nya. Benua yang Naruto tempati sekarang. Benua Arciumvillia, yaitu benua yang mayoritas penduduk nya adalah Human. Benua Arciumvillia dibagi menjadi 3 kekaisaran besar. Kekaisaran Varinia disebelah Tenggara, Kekaisaran Andorria disebelah Barat, dan Kekaisaran Muscovya disebelah Timur laut.
Dalam satu kekaisaran biasanya dipenuhi dengan ratusan kerajaan kerajaan kecil yang dihuni oleh seorang Bangsawan. Naruto sekarang berada diwilayah kekaisaran Andorria, disalah satu kerajaan kecil yang diurus oleh seorang bangsawan yang disini sudah dianggap sebagai Raja.
Selanjutnya Benua Friestien. Benua ini terkenal dengan Benua perdagangan. Benua ini tidak dihuni hanya oleh satu ras. Disini semua ras berkumpul tidak ada mayoritas dan minoritas semua nya sejajar. Dan yang lebih penting lagi benua Friestien adalah Benua terkecil dari ketiga benua lainnya. Karna ukuran nya yang lebih kecil, benua ini hanya dihuni oleh satu kekaisaran dan satu kaisar. Jangan remehkan benua ini karna ukuran nya, Clone Naruto saja sangat sulit untuk menyusup kedalam barak pelatihan benua ini. Menurut Naruto benua ini pasti diam diam merencanakan sesuatu.
Dan yang terakhir adalah Benua Monoarchien. Sebuah benua yang hanya dihuni Iblis! Benua ini adalah benua iblis. Musuh dari seluruh ras dari dua benua. Untung nya benua ini letak nya sedikit lebih jauh dari dua benua lain nya.
Menurut apa yang Naruto dengar dari petualang, Benua monoarchien disebut dengan benua iblis. 60 tahun yang lalu seorang Raja iblis muncul dan menginvasi kedua benua sekaligus. Dalam 1 minggu seluruh wilayah dikedua benua mengalami kerusakan parah. Invasi yang begitu mendadak tidak bisa ditanggulangi oleh orang orang yang berpengaruh pada saat itu.
Tidak ingin berdiam diri saja melihat apa yang dilakukan benua iblis. Kedua benua ini sepakat untuk bersatu. Mereka sepakat memanggil seorang Yuusha atau Pahlawan. Menurut legenda Pahlawan itu sangat kuat, dalam kurun waktu 3 Bulan dia sudah bisa mengimbangi Raja iblis sendirian. Kekuatan nya bisa mengeser Benua iblis agar tidak dekat dekat dengan kedua benua lain nya. Naruto tidak terlalu ambil pusing dengan legenda itu. Menurutnya itu terlalu di lebih lebihkan. Mana mungkin seorang manusia bisa mengeser sebuah benua! Tapi sekarang Yushaa sudah tiada, Efek samping dari kekuatan nya adalah berkurang nya umur sang pemilik. Memang benar sebuah kekuatan yang besar pasti memiliki resiko yang besar pula.
Yang Naruto khawatirkan saat ini adalah eksistensi seorang Raja Iblis. Menurut apa yang dia dapat Pahlawan hanya bisa mengimbangi nya saja, dan menjauhkan benua nya agar mereka bisa melakukan sebuah genjatan senjata. Jadi berarti Raja iblis masih hidup didunia, dan dia kapan saja bisa melakukan sebuah invasi lagi.
Naruto tidak tau bagaimana kekuatan nya, Apakah sekelas seorang Kaguya? Atau malah lebih kuat?
Inti nya Naruto harus lebih kuat! Setidaknya sampai ia bisa melindungi diri nya didunia ini. Naruto tidak tau kapan ia bisa pulang kedunia Shinobi.
Maka dari itu dia harus menjadi yang terkuat agar tidak ada yang menghalangi nya untuk kembali ketempat asal nya.
Selanjutnya Informasi yang Naruto dapat adalah tentang Eksistensi yang terkuat didunia ini selain Raja iblis.
Masih banyak makhluk makhluk Over power yang masuk kedalam jajaran dewa dewa saking kuat nya. Seperti Dewa Naga, Dewa Roh, Dan Dewa Elf.
Kekuatan mereka tidak bisa diukur oleh orang orang didunia ini. Naruto saja hanya bisa mendapatkan Informasi berupa nama saja. Naruto tidak tau dimana lokasi Dewa dewa itu.
Naruto harus bertambah kuat, Level nya sekarang mungkin sudah Max 999. Tapi tidak mustahil kalau sebenarnya dia bisa melewati batas itu dan memasuki rana Dewa Dewi.
Naruto keluarkan air minum dari Inventori nya, dia teguk sedikit demi sedikit air dari dalam kantong kulit itu. Tenggorokan nya kering setelah mencerna informasi informasi itu, dia harus bisa bertahan didunia ini, dia harus bertahan sampai bisa kembali ke Dunia shinobi.
Dia harus meningkatkan Job kedua nya secepat mungkin. Akan sangat membantu kalau Job Necromancernya bisa mencapai Level sama seperti Level Job Shinobi milik nya.
Mengendalikan ribuan mayat, Membangkitkan mayat binatang buas kelas atas, akan sangat membantunya untuk farming. Dia bisa menyelesaikan sebuah Dugeon dan membasmi Hutan binatang buas dalam sekejab, Level nya akan naik secara drastis.
Tiba tiba Naruto merasakan niat membunuh dari belakang nya. Bukan dari binatang buas atau dari musuh.
Niat membunuh ini datang dari...
"" NARUTO-KUNNN! APA YANG SUDAH KAU LAKUKANNNN! ""
Burung burung dihutan itu langsung berhamburan terbang setelah mendengar teriakan itu. Naruto hanya mematung sambil berkeringat dingin..
Sepertinya kutukan Jiraya masih terus bersama nya walau sudah ada didunia lain...
.
.
- Chen Leo -
.
.
Naruto mengosok pipi kiri dan kanan nya yang memerah cap telapak tangan. Naruto menatap kedua gadis yang cengar cengir didepan nya.
" Kenapa kalian tidak mendengarkan penjelasan ku dulu.. Lihat apa yang kalian berdua lakukan pada pipi ku. " Naruto menatap tajam Evelyn dan Brave yang masih cengar cengir dihadapan nya.
" Hehehe... Gomenn-ne Naruto-kun aku khilaf tadi. Habis nya! Ketika kami bangun pakaian kami sudah lepas semua, semua wanita pasti akan melakukan yang sama. Benarkan Evelyn-chan. "
" Ha'i! Brave-chan benar Naruto-kun.. Naruto-kun tidak bisa menyalahkan kami sepenuh nya! "
Bukan nya mengoreksi apa kesalahan nya. Brave dan Evelyn malah menyalahkan Naruto dan tidak mau disalahkan sepenuh nya.
Perempatan muncul dijidat Naruto. Apa yang dipikirkan kedua wanita ini, bahkan setelah menamparnya mereka tidak mau disalahkan. Naruto hanya bisa menghembuskan nafas berat. Dia juga tidak bisa berbuat apa apa..
Karna cewek tidak pernah salah.. Dan jika mereka salah maka kembali pada kalimat pertama..
Naruto mengetahui kalimat itu dari seseorang, jadi dari pada mereka berdebat disini naruto memilih mengalah dan mengakhiri salah paham ini.
" Baiklah baiklah.. Kita anggap masalah ini selesai.. Hari sudah mulai siang, kita harus segera melanjutkan perjalanan kita. " Naruto segera membereskan peralatan berkemah mereka, dan memasukan semua kedalam Inventori nya.
Evelyn dan Brave masih saja menatap Naruto yang mengeluarkan inventori dengan mata berbinar binar. Padahal mereka sudah berkali kali melihat nya.
Setelah membereskan semua peralatan mereka, Naruto merenggang kan tangan nya dan menatap Evelyn dan Brave.
" Kalau kita berjalan seperti sebelumnya. Mungkin kita akan sampai ketika matahari terbenam.. "
Naruto memiringkan tangan nya membentuk handsel Bunshin.
" Kage Bunshin no jutsu. " Asap meledak dan memperlihatkan ke lima clone Naruto dihadapan mereka.
" Jadi untuk menghemat waktu kita, dan agar kita sampai lebih cepat, apa kalian mau berada di gendongan ku selama perjalanan? " Naruto menatap Evelyn dan Brave mencoba melihat dari wajah mereka, mereka mau atau tidak.
" E-ehh? G-gendong? Aku belum pernah digendong laki-laki selama ini. T-tapi kalau Naruto-kun berbicara begitu baiklah, aku menurut saja Naruto-kun. " Evelyn dengan Ekspresi malu malu nya sangat mengemaskan dimata Naruto.
" Y-yah kalau memang tidak ada pilihan lain apa boleh buat. Asal kau tidak macam macam! " Brave dengan sikap Tsundere nya membuat Naruto geli sekaligus sweatdrop.
" Yoshh! Kalau begitu kita tunggu apa lagi, ayo berangkat! "
' Dua orang dari kalian mengendong Brave dan Evelyn. Dan tiga sisa nya membersihkan Wilayah didepan dan sekitar jalur kita. Laksanakan! '
Naruto dengan perintah batin dengan cepat ditanggapi oleh para Clone nya, Tidak mau menunggu lama mereka langsung pergi dari tempat itu meninggalkan jejak Api unggun dan bekas perkemahan.
.
.
- Chen Leo -
.
.
Setelah Hampir 4 jam mereka melanjutkan perjalanan mereka, akhirnya dihadapan mereka terlihat sebuah tanah tandus yang tidak ada pohon sama sekali.
Naruto, Brave dan Evelyn belum melangkah sedikit pun dari perbatasan yang memisahkan hutan yang rimbun dan asri, dengan sebuah tanah tandus yang sepanjang mata melihat hanya ada tanah, tanah dan tanah yang tandus. Ini sudah seperti gurun tapi isi nya bukan pasir tapi tanah yang mengeras.
" Apa apa an ini? Kenapa disana sangat tandus sedangkan disini masih hijau dengan pohon dimana mana? " Naruto mengobservasi sekeliling nya. Pasti ada sesuatu yang membuat tanah didepan nya dan tanah yang ia injak sekarang sangat berbeda.
Naruto memejamkan mata nya dan dengan cepat warna kuning khas mode sannin sudah melekat dimata nya. Naruto maju kedepan, dan menyentuhkan tangan nya dengan tanah didepan nya.
" Hmmm... Jadi begitu... Tanah ini beracun, pantas saja tanah nya begitu gersang, sangat tidak cocok untuk ditinggali. " Naruto menggelengkan kepala nya dan mencoba untuk merasakan energy kehidupan disekitar nya.
" Sekitar 2 kilo meter lagi dari sini, disitu letak desa nya. Kita harus cepat karna aku hanya bisa merasakan berapa puluh energy kehidupan, itupun sudah sangat lemah. "
" Ha'i! Kita tidak boleh terlambat. "
" Ayo cepat kesana Naruto-kun. Kita harus menyelamatkan mereka. "
Wajah cemas sangat jelas diwajah Evelyn dan Brave, keperdulian mereka seperti nya lebih tinggi dari siapapun. Naruto cukup kagum kepada merek.
" Baiklah... Kalian berdua berpegangan. Aku akan mengeluarkan kecepatan penuh ku. "
Dengan sedikit tersenyum menyeringai, kaki Naruto dan kedua bunshin nya terselimuti oleh Cakra Kurama. Dengan seperkian detik. Tanah yang diinjak Naruto dan Bunshin nya hancur dan dengan secepat kilat mereka mulai berlari dipadang tanah tandus itu.
Brave dan Evelyn menelungkupkan wajah mereka ke punggung Bunshin Naruto. Mereka tidak sanggup melihat kesamping atau kedepan, jadi mereka hanya memejamkan mata dan berharap sampai secepat mungkin.
Mereka sudah tidak terkejut lagi dengan kekuatan Naruto, dengan kecepatan secepat kilat ini siapa yang bisa menandingi Naruto didunia ini.
Tidak lama kemudian, sebuah pagar desa yang terbuat dari Kayu yang cukup besar dan tinggi terlihat didepan mereka.
" Wow... Ini sebuah desa yang besar sepertinya.. "
Naruto terpelonggo melihat gerbang desa didepan nya. Meskipun tidak sebesar gerbang konoha, tapi ini cukup besar untuk sebuah desa yang ditinggalkan.
Naruto melihat ke sekitar gerbang, tidak ada prajurit atau orang yang berjaga. Seperti yang sudah Naruto perkiraan. Orang orang didesa ini hampir 90% meninggal. Dan yang tersisa sepertinya sekarang sedang menunggu ajal nya dipusat desa.
Naruto langsung saja ke arah pusat desa tanpa berhenti, jalan disekeliling nya sangat sepi. Untung saja mereka siang hari, mungkin kalau malam Naruto tidak akan berani kesini sendirian.
" Naruto-kun! Itu mereka...! " Evelyn dengan cepat berteriak sambil menunjuk orang orang yang tiduran ditanah yang tandus dan hari yang panas ini.
" Aku bisa merasakan hawa keberadaan mereka sedikit lagi menghilang! Naruto ku cepat turunkan aku. Aku akan membantu mereka. "
Brave dan Evelyn dengan cepat menuju ke arah kumpulan penduduk desa yang sudah tiduran berjajar menunggu kematian mereka.
" Minna-san! Apa yang kalian lakukan disini! Jangan menyerah aku akan menyembuhkan kalian semua. " Evelyn dengan cepat mendatangi salah satu orang yang didekat nya.
" Mereka membutuhkan Air! Mereka semua dehidrasi. Naruto-kun apa kau punya banyak persedian Air. Aku mohon berikan kepada mereka. " Evelyn dengan wajah memelas menatap Naruto.
" Tanpa kau beritahu pun aku pasti akan memberikan nya Evelyn-chan! " Naruto dengan cepat membuka Inventori nya dan memberika 2 Botol Air kepada Evelyn.
" I-ini masih kurang Naruto-kun... Mereka membutuhkan banyak air... Air ku dan air mu tidak akan bisa menyelamatkan mereka.. " Evelyn terduduk lemas sambil menangis. Brave juga memasang wajah sedih sambil memeluk Evelyn yang sedang menangis.
" T-tidak u-usah bersedih Nona. M-mungkin m-memang takdir kami, M-meninggal sepeti ini. " seorang kakek yang sudah sangat tua dan kurus tersenyum lembut sambil menatap Evelyn yang sedang menangis.
Naruto yang sedari tadi diam, rupa nya sedang memikirkan apa yang bisa ia lakukan untuk membantu orang orang ini. IQ nya yang sudah Level MAX membuat Otak nya bekerja sangat cepat, otak nya terus berpikir apa yang bisa ia lakukan untuk mendapatkan air yang banyak.
Air.. Air yang melimpah.. Air.. Hujan!?
Mata Naruto melebar setelah mendapatkan pencerahan, kenapa lama sekali untuk nya memikirkan Hal ini.
" Baiklah! Gomen Sasuke! Seperti nya aku harus meniru jurus mu disini. Doa kan aku bisa melakukan nya! "
Naruto melompat mundur dan berdiri diatas sebuah rumah yang tidak jauh dari pusat desa itu.
Dengan cepat tangan Naruto membentuk sebuah Headsel.
" Katon : Goka Mekkyaku! "
Dengan mengalirkan banyak sekali cakra ke dimulut nya. Naruto menyemburkan Api yang sangat besar dari mulut nya, Hampir seluruh langit dikota itu tertutup Api. Keadaan kota yang sudah sangat panas tambah panas karena jurus Api Naruto.
" N-Naruto-kun! Apa yang sudah kau lakukan! Kau mau membunuh mereka semua! " Evelyn dengan mata yang masih berkaca kaca menatap marah Naruto.
Tapi Naruto mengabaikan nya dan mulai merangkai segel tangan lagi.
" Chidori : Nagashi! " Tangan Naruto yang terselimut petir ia arahkan ke atas. Sebuah petir berbentuk tombak menjalar ke atas puluhan meter panjang nya.
Naruto tersenyum menatap Evelyn dan Brave yang menatap tajam diri nya. Dengan perlahan asap yang dikumpulkan Naruto dari jurus pertama nya mulai terkumpul didekat chidori nagashi nya. Asap hitam yang semula dikit mulai memenuhi langit dan membuat sinar matahari tidak kelihatan lagi.
" A-apa yang akan terjadi? B-bukan kah T-tanah kami sudah mati... T-tidak pernah turun hujan hampir sudah 10 tahun.. " Kakek itu menatap langit yang bewarna hitam dan mengeluarkan jilatan jilatan petir.
Tidak lama kemudian Hujan mulai turun, semula hanya gerimis tapi lama kelamaan hujan itu sangat lebat dan membasahi seluruh pelosok Desa dan are disekitar nya.
Orang orang yang tadi nya hanya menanti kematian mereka mulai membuka mata dan mematahkan mulut mereka untuk meminum air.
" A-air? "
" I-ini air asli. "
" I-ini Kekuatan Dewa! Dewa telah turun kebumi. "
" Air Air! Horee "
"" Terima kasih dewa! Terima kasih dewa! ""
Suara suara kebahagian mulai membanjiran desa itu seperti hujan yang membasahi mereka. Tubuh mereka yang lemah gemulai mulai bisa berdiri tegak, dan menatap Naruto seperti menatap Dewa.
Tiba tiba mereka dengan kompak bersujud didepan Naruto, salah satu orang berdiri paling depan berbicara kepada Naruto.
" Wahai Kami-sama, Terima kasih telah turun dikota kami terima kasih. Kami kira anda sudah meninggalkan kami, tapi sepertinya kami salah besar. Anda masih peduli kepada kami terima kasih terima kasih. "
Orang itu terus bersujud dan membenturkan kepala nya ditanah.
" H-hei-hei! Sebelumnya akan ku jelaskan.. Aku Bukan Dewa! Aku hanya manusia biasa yang membantu kalian. Aku tidak berhak kalian puja. " Naruto mengeruk kepala nya sambil menatap mereka semua.
" Tidak! Walaupun kau bukan dewa, kami tetap akan mengidola kan mu Naruto-san. Kau adalah penyelamat kami! Kami akan patuh dibawah perintah mu."
" Maksud kalian? Aku tidak mengerti. "
Naruto membalas nya dengan bingung.
" Dengan kata lain.. Kami ingin Naruto-kun menjadi pemimpin kami disini! Terima lah Naruto-kun. Arahkan lah kami menjadi lebih baik, jadilah pemimpin kami. "
"" Jadilah Pemimpin kami! Kami mohon "" Mereka dengan serempak memohon kepada Naruto. Tanah ditempat itu sampai bergetar karena mereka semua berbarengan bersujud kepada Naruto.
" A-aku... Menjadi seorang pemimpin? Hokage? "
" A-apa Aku tidak salah dengar. "
.
.
.
.
- Continue -
Gomen yah baru Up. Sibuk banget duta dan mood nulis juga jarang dapet. Seperti biasa kalau kalian menyukai ffn ini, silahkan riview nya jangan lupa.
Akan segera saya update kalau riview nya menyenangkan. Dan maaf sebelumnya bisa dichapter ini banyak kesalahan.
Hehehe. Baiklah.. See you next chapter guys.. Dadahhh
