Chanyeol masih terpaku, ia terdiam terlalu lama. Kaki membeku seolah ada paku yang menancap pada tempurung kedua kakinya.
Mencoba untuk mengerti
Mencoba untuk menterjemahkan semua nya
Baekhyun berlari cukup cepat dan nampak tergesa-gesa. Melihat sosok itu menjauh adalah satu hal baru yang datang didalam kehidupan nya. Moment yang tak pernah ia rindukan. Sebuah perpisahan setelah pertemuan jauh lebih baik dari pada kehilangan. Chanyeol mengigit bibir bawah nya sekuat mungkin. Tangan nya mengepal, ia harus menerima sebuah takdir yang tak dapat diubah.
...
23 mei 2014
"Yeol"
"Hum?" Chanyeol masih berkutik pada ponsel nya. Sementara makhluk yang tadi terus bersender di sebelah bahu nya tak pernah berhenti menggeliat.
"Yeol"
"Apa sayang ?" Tetap pada posisi chanyeol yang sama
"Kita main ski yuk"
Chanyeol menggeleng, tiba-tiba ia melepaskan satu tangan lain nya dari ponsel menyuruh si tangan kanan untuk bekerja melawan musuh lebih keras. Sementara tangan kiri nya menggenggam tangan baekhyun erat.
"Tangan mu sering mengigil kalau aku bawa ke bukit salju. Kita beli es krim aja ok ?" Chanyeol melirik kekasih nya sebentar lalu kembali fokus pada permainan nya. Baekhyun kecewa, ia menjauhkan tubuh nya dari chanyeol. Dan membuat laki-laki itu harus menghentikan permainan nya.
Ahss padahal tadi si kai baru saja hampir bisa aku kalahkan
"Kenapa sayang? Kamu marah ?" Tanya chanyeol khawatir. Namun baekhyun sama sekali tak ingin melirik nya sedikitpun. Kaki menendang-nendang meja. Chanyeol tau kekasihnya ini pasti sedang jengkel.
"Baekhyun sayang, aku minta maaf ok. Aku minta maaf aku yang salah. Please forgive me"
"Ski ski ski ski"
Chanyeol harus menarik nafas nya panjang, ia tau bagaimana sikap baekhyun jika ia memiliki keinginan yang kuat. Baekhyun tidak mudah merubah pikiran nya. Jika ia berpikir satu maka akan terus ia pikirkan sampai kapanpun.
"Tahun depan" chanyeol mengingat cara jitu seorang ayah yang sedang mengelabui anak nya di taman kala itu. Sang anak mengangguk dan percaya saja bahwa sang ayah akan mengabulkan nya tahun depan. Dan semoga itu terjadi pada baekhyun.
"Tahun depan ?"
Chanyeol tersenyum, apa ini artinya baekhyun sedang masuk dalam jebakan nya.
"Ehh yah tahun depan, i swear"
"Ok, tahun depan. Kalau begitu tahun yang sekarang aku minta sama kai aja"
"APA?!"
Baekhyun tertawa, hal yang paling disukai nya ketika melihat sang kekasih terlihat bodoh.
"BWAHAHAHAHAHAH"
"Yah! BYUN BAEK HYUN!" Chanyeol masih terbawa pedasnya perkataan baekhyun. Ia hampir tidak bisa membedakan mana candaan dan yang serius.
"Ok ok kita main ski, sekarang ! Detik ini juga !"
"Jangan, besok ada quis yeol. Aku bisa flu nanti"
"Terserah, kamu kan yang minta mau main ski tadi. Aku ajak kamu sekarang!"
"Yeolli aku bercanda"
Chanyeol yang tadi nya berdiri dengan emosi meluap-luap. Luluh dengan pancaran senyuman manis dari baekhyun.
"Jangan lagi yah kamu bikin bercandaan kayak begitu baek, aku gak suka. Apalagi kamu bawa-bawa nama orang lain buat gantiin aku. Apasih yang enggak aku lakuiin buat kamu sampe harus orang lain yang lakuiin itu buat kamu"
"Kamu marah?"
"Aku enggak marah, tapi aku mau ngingetin kamu satu hal"
"Apa?"
Chanyeol memiringkan sedikit posisi duduk nya. Wajah baekhyun nampak terlihat lebih jelas jika duduk dalam posisi tubuh seperti itu.
"Kamu butuh sesuatu 'panggil aku'. Apapun, kapanpun, dimanapun 'kamu harus panggil aku dulu sebelum orang lain"
Baekhyun mengangguk, ia mirip sekali dengan anak anjing dirumah chanyeol yang bernama toben. Penurut.
"Kamu prioritas aku baek, jangan ragu untuk minta apapun sama aku. But just one thing, kalau aku gak nurutin kemauan kamu itu bukan karena aku gak mau. Karena aku tau apa yang akan terjadi sama kamu selanjutnya. Kayak tadi, kamu udah tau punya alergi dingin kalau kena suhu ekstrim di luar kamu langsung sakit. Aku lebih baik kamu siksa aku di fisik dari pada harus lihat kamu sakit buat aku lebih tersiksa lagi di batin"
"Iyah -" baekhyun menatap chanyeol lekat. Wajah nya dicondongkan ke depan dan mengecup bibir sang kekasih "dasar bawel"
"APA?"
Baekhyun menggeleng, ia segera menjauh sebelum chanyeol berhasil menangkap nya dan menggelitiki nya hingga lanjut ke sebuah permainan yang menguras tenaga.
...
Baekhyun bersembunyi dibalik bangunan. Ia masih memperhatikan chanyeol meskipun harus dengan cara yang seperti ini.
Tidak
Ini jauh lebih baik.
Ia tak akan menyesal meninggalkan chanyeol dengan cara yang kejam seperti ini.
"Maaf, maaf chanyeol. Aku minta maaf" baekhyun terduduk bahu nya bergetar serta air mata nya mengalir deras. Entah sebagai apa dirinya sekarang ini, merasa bukan seorang manusia karena menyakiti sosok manusia yang lain.
Tapi ketahuilah lebih banyak sayatan kecil di dalam hatinya. Sebuah luka yang tak terlihat namun sangat kuat dirasakan. Baekhyun terus memperhatikan ke depan. Matanya yang sembab tak mampu dengan jelas melihat sosok chanyeol disebrang sana.
Dalam hati, ia ingin sekali memeluk chanyeol
Ia masih ingin bersanding dikehidupan nya
Ia masih ingin, menghabiskan sisa umur bersamanya.
Then there's you, at the end of my parched world
Oh it's you, you're the rain that wets it
For a long time deep inside my mind
Hidden these precious words
I love you, Oh, then there's you
"AKH! chanyeol -"
Next...
