The Lost Memory
© fumiyo92
0
Chapter 1
0
Happy reading ~
Author POV
"Happy anniversary!" terdengar teriakan dari dalam rumah ketika Chanyeol dan Baekhyun baru saja membuka pintu kediaman keluarga Park. Yura, kakak Chanyeol, terus memandangi kedua pasangan yang terlihat sangat terkejut itu, ia terkekeh melihat ekspresi wajah Chanyeol dan Baekhyun lalu segera memeluk keduanya, "Happy anniversary Chanyeol-ah Baekhyunie" ucap Yura pada keduanya
Chanyeol adalah yang pertama menyadari keadaan itu, ia segera melepas pelukan noonanya itu, "Noona ada apa ini? Memang hari ini hari anniversary siapa?" tanya Chanyeol sambil memandang noonanya heran. Baekhyun yang sedari tadi berdiri disampingnya pun ikut memandang Yura heran.
"Tentu saja hari anniversary kalian berdua, bodoh" ucap Yura sambil memukul kepala Chanyeol pelan, "Ayo sekarang kita masuk eomma dan appa sudah menunggu kalian didalam" lanjutnya lalu menyeret Chanyeol dan Baekhyun yang masih kebingungan.
Sesampainya mereka di ruang keluarga, mereka melihat orang tua Chanyeol telah menunggu kehadiran mereka. Yura mendudukkan dirinya disamping orang tuanya, Chanyeol dan Baekhyun lalu mengambil tempat didepan orang tua Chanyeol. Mereka terlihat sangat terkejut ketika melihat sebuah kue telah berada diatas meja.
"Sebenarnya ada apa ini?" tanya Chanyeol lagi, ia masih terlihat sangat kebingungan
"Bodoh, bukankah sudah kukatakan tadi bahwa kami akan merayakan hari jadi pernikahan kalian berdua" ucap Yura
"Hari jadi pernikahan kami?" ucap Chanyeol heran, "Kami menikah baru enam bulan yang lalu noona" lanjutnya
"Iya noona. . . tidak usah merayakannya seperti ini. Pernikahan kami masih terlalu dini untuk dirayakan seperti ini" ucap Baekhyun yang sekarang sudah menyadari apa yang sedang terjadi, terlihat kekecewaan yang terpancar dari mata Yura ketika mendengar Baekhyun mengatakan itu, "Bukannya kami tidak menyukainya. Kami sangat menghargainya dan sangat berterima kasih karena kalian menyempatkan diri untuk mempersiapkan ini semua. Tapi aku merasa bahwa ini masih terlalu dini. Lagipula perayaan anniversary kan biasanya dilakukan jika kami sudah menikah selama satu tahun" lanjut Baekhyun ketika melihat kekecewaan dimata Yura.
"Baekhyun-ah . . anggap saja ini sebagai perayaan pesta pernikahanmu karena enam bulan yang lalu kita tidak merayakannya dikarenakan dua pria ini sibuk dengan pekerjaan mereka" ucap nyonya Park sembari memberikan senyuman hangatnya pada Baekhyun, "Lagipula kami tidak mau menantu kami merasa bahwa kami tidak menerimanya" lanjutnya
Baekhyun baru saja akan mengatakan sesuatu namun tuan Park memotongnya dengan menyodorkan dua tiket pada Chanyeol dan diterima oleh Chanyeol.
"Ini hadiah untuk kalian dari kami" ucapnya, Chanyeol dan Baekhyun hanya memandangi dua tiket yang kini berada ditangan Chanyeol, "Itu adalah tiket menuju pulau Jeju, kami sudah menyiapkan semua yang kalian perlukan disana. Kalian tinggal datang dan nikmati bulan madu kalian. Lagipula appa tahu kalian belum pergi berbulan madu sejak kalian melaksanakan upacara pernikahan enam bulan lalu karena kalian sama-sama sangat disibukkan dengan pekerjaan di kantor" telihat wajah Chanyeol dan Baekhyun memerah ketika appa Chanyeol mengatakan itu, "Anggaplah ini sebagai permintaan maaf dari kami" lanjutnya
Chanyeol dan Baekhyun kemudian membungkkukan badan mereka pada orang tua dan noona Chanyeol, "Terima kasih banyak" ucap mereka
"Sekarang ayo potong kuenya!" ucap Yura semangat dan menyerahkan pisaunya
Baekhyun mengambil pisau itu dari tangan Yura dan menggenggamnya, Chanyeol kemudian menggenggam tangan Baekhyun lalu keduanya memotong kue itu bersama. Yura yang memegang kamera langsung mengabadikan momen itu dikameranya.
"Sekarang ayo cium dia Yeol!" ucap Yura semangat
"Yah noona! Bagaimana bisa aku mencium Baekhyun dihadapan appa dan eomma" ucap Chanyeol dengan wajah yang memerah
"Aish . . appa dan eomma tidak akan mempermasalahkannya, benarkan?" ucap Yura sambil memandang appa dan eommanya
Terlihat orang tua Chanyeol hanya menganggukkan kepala mereka tanda setuju. Chanyeol kemudian menghela nafasnya lalu memandang Baekhyun yang masih menundukkan wajahnya. Bisa terlihat bahwa wajahnya telah memerah karena malu. Ia menyeringai melihat sikap istrinya itu, dengan perlahan ia mengangkat dagu Baekhyun dan memandang wajah istrinya yang memerah itu. Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Baekhyun lalu dengan cepat mencium bibir merahnya. Yura tentu saja tidak lupa untuk mengabadikan momen itu dikameranya.
"Chanyeol" panggil appanya yang membuat Chanyeol mengalihkan pandangannya, "Kalian akan berangkat besok pagi, jadi sebaiknya kalian membereskan barang-barang kalian" lanjutnya
"Tapi appa, bagaimana dengan pekerjaanku? Aku belum menyelesaikannya" ucap Chanyeol
"Kau tidak usah mengkhawatirkan pekerjaanmu Yeol. Appa dan Yura yang akan mengurusnya. Kau juga Baekhyun, kau tidak usah memikirkan pekerjaanmu eomma yang akan mengurusnya untukmu" ucap tuan Park
"Terima kasih appa, eomma dan noona juga" ucap mereka
"Ya sudah sekarang sana bereskan barang-barang kalian" ucap nyonya Park
Chanyeol dan Baekhyun kemudian beranjak dari tempat duduk mereka dan berjalan menuju kamar mereka dilantai dua. Setelah selesai membereskan semua barang bawaan mereka, mereka pun pergi tidur.
000
Pukul delapan pagi, keluarga Park sudah berada di bandara untuk mengantar Chanyeol dan Baekhyun pergi ke Jeju. Setelah melihat Chanyeol dan Baekhyun menaiki pesawat mereka dan melihat pesawat itu lepas landas merekapun kembali pulang untuk melanjutkan aktivitas mereka masing-masing.
Selama perjalanan Baekhyun menyenderkan kepalanya dipundak Chanyeol. Senyuman tidak pernah lepas dari bibir tipisnya. Ia merasa sangat bahagia sekarang karena dia bisa berlibur dengan orang yang sangat dicintainya.
"Aku sangat bahagia Yeol. Aku tidak pernah berpikir bahwa kita akan pergi berbulan madu, tapi berkat keluargamu sekarang kita bisa berangkat berbulan madu" ucap Baekhyun sambil memainkan jari jemari Chanyeol
"Ya . . aku yakin kita pasti akan bersenang-senang selama kita berbulan madu. Ah aku tidak sabar untuk berduaan dengan istriku yang cantik ini, sepertinya bercinta di pinggir pantai akan menyenangkan" ucap Chanyeol dengan nada menggoda
"Yah Chanyeol jangan mengatakan itu!" ucap Baekhyun, wajahnya kini sudah kembali memerah
"Memangnya mengapa sayang?" ucap Chanyeol kembali menggoda Baekhyun
"Kita sedang berada ditempat umum Yeol. Kau tidak maukan orang-orang disini mendengar pembicaraan kita" ucap Baekhyun sambil sedikit mengerucutkan bibirnya
"Baiklah baiklah, maafkan aku sayang" ucap Chanyeol dengan cengiran khasnya lalu mengecup bibir Baekhyun dengan cepat, "Aku akan memastikan bahwa bulan madu kita akan penuh dengan malam panas dan suara desahanmu" lanjutnya sambil terkekeh yang kemudian dihadiahi oleh pukulan pelan di lengannya.
"Mesum kau Yeol! Aku tidak tahu kau mendapatkan kemesumanmu dari siapa karena appa tidak terlihat seperti orang yang mesum" ucap Baekhyun sembari membenamkan wajah memerahnya di dada Chanyeol
Chanyeol hanya terkekeh melihat tingkah lucu istrinya itu, ia kemudian memeluk tubuh Baekhyun dan mengecup pucuk kepalanya dengan sayang.
"Aku sangat mencintaimu Baek" ucap Chanyeol
"Aku juga sangat mencintaimu Yeol" gumam Baekhyun
"Tidurlah sayang, aku akan membangunkanmu jika kita sudah sampai nanti" ucap Chanyeol ketika melihat Baekhyun beberapa kali menguap
Baekhyun menganggukan kepalanya dan mulai memejamkan matanya. Tidak lama setelah itu terdengar dengkuran halus yang menandakkan bahwa Baekhyun kini telah tertidur. Chanyeol membenarkan posisi tidur Baekhyun supaya lebih nyaman dan menatap wajah Baekhyun intens. Ia membelai lembut surai hitam legam Baekhyun dan sesekali mencium pucuk kepala istrinya itu.
"Terima kasih telah hadir di kehidupanku sayang, aku sungguh sangat beruntung bisa memiliki seseorang sepertimu di sampingku" ucap Chanyeol pada sosok Baekhyun yang tengah tertidur
Chanyeol kemudian mengeratkan pelukannya pada tubuh istrinya dan kemudian memejamkan matanya untuk beristirahat.
000
45 menit kemudian mereka akhirnya sampai di pulau Jeju. Seseorang dari hotel telah menunggu untuk menjemput mereka. Sebelum pergi ke hotel mereka diajak berjalan-jalan dahulu lalu dilanjutkan dengan makan malam dan setelah itu mereka baru pergi ke hotel. Keluaga Chanyeol memang sudah mempersiapkan semuanya untuk Chanyeol dan Baekhyun, mereka memilihkan hotel terbaik yang berada di Jeju untuk mereka. Kamar yang dipilih juga memang kamar yang dikhususkan untuk pasangan yang sedang berbulan madu. Pemandangan dari balkon kamar itu terlihat sangat indah. Setelah selesai mandi Baekhyun berjalan menuju balkon dan menikmati pemandangan malam yang sangat indah itu.
Baekhyun masih menikmati keindahan malam itu ketika ia merasakan seseorang melingkarkan tangannya di pinggangnya dan menumpukan kepalanya dibahunya. Baekhyun merilekskan tubuhnya mengetahui Chanyeol lah yang kini tengah memeluknya.
"Pemandangannya indah kan Yeol" ucap Baekhyun
"Hmm. . . pemandangannya memang indah. Tapi dipelukanku kini ada malaikat yang terlihat lebih indah daripada pemandangan malam ini" ucap Chanyeol sambil sesekali mencium leher jenjang Baekhyun
"Kau pasti hanya menggombal Yeol" ucap Baekhyun sambil sedikit menggelinjang karena geli
"Aku tidak menggombal, aku mengatakan yang sesungguhnya" ucap Chanyeol, "Tidak ada yang lebih indah dan lebih cantik dari pada dirimu sayang" lanjutnya sambil kembali mencium leher Baekhyun
"Yeol hentikan. . . geli" ucap Baekhyun ketika Chanyeol terus menciumi lehernya
Chanyeol secara tiba-tiba membalikkan tubuh Baekhyun dan mencium bibir tipis milik Baekhyun. Tidak ada nafsu didalam ciuman itu, yang ada hanyalah kasih dan sayang Chanyeol untuk Baekhyun. Tak lama setelah itu ciuman mereka berubah menjadi lumatan-lumatan yang sedikit panas. Chanyeol kemudian melepaskan panggutan bibir mereka dan kemudian menggendong Baekhyun bridal style lalu membaringkan tubuh mungil itu di ranjang mereka. Chanyeol kemudian menindih tubuh mungil itu dan kembali mencium bibir tipis milik istrinya itu.
"Kau sudah siap sayang?" tanya Chanyeol
Baekhyun merasakan wajahnya memanas dan Chanyeol hanya menyeringai melihat sikap istrinya itu, "S-Siap untuk a-apa Yeol" ucap Baekhyun gugup
Chanyeol kemudian kembali mencium leher jenjang Baekhyun dan sedikit menjilatnya, ia juga tidak lupa untuk meninggalkan tanda dileher putih itu. Setelah itu Chanyeol beralih ke telinga Baekhyun, diciumnya telinga istrinya itu, "Siap untuk pergi ke surga bersamaku sayang" bisik Chanyeol kemudian menjilat daun telinga Baekhyun
Terlihat Baekhyun menggigit bibirnya untuk menahan desahan yang akan keluar dari mulutnya, namun tetap saja ia tidak bisa menahan desahannya karena perlakuan Chanyeol terhadapnya.
"L-Lakukan apa yang kau inginkan Yeol" ucap Baekhyun tepat ditelinga Chanyeol
000
Selama bulan madu mereka, Chanyeol dan Baekhyun pergi ketempat yang berbeda-beda setiap harinya. Walaupun Baekhyun tidak bisa berjalan dengan bebas karena apa yang telah dilakukan Chanyeol, ia masih sangat menikmati bulan madunya itu. Mereka pergi ke semua tempat rekreasi yang berada di Jeju dan mencoba semua makanan yang ada disana.
Hari ini adalah hari terakhir mereka di Jeju sebelum mereka kembali ke Seoul keesokan harinya. Terlihat Baekhyun kini tengah menonton televisi ketika Chanyeol menghampirinya dengan membawa sebuah brosur ditangannya. Ia duduk disamping Baekhyun kemudian menarik tubuh istrinya itu untuk duduk dipangkuannya.
"Sayang ayo kita pergi mendaki" ucap Chanyeol
"Huh? Mendaki?" tanya Baekhyun
"Iya . . dalam brosur ini dikatakan bahwa tempat ini sungguh sangat menarik. Lagipula sekarang kan sedang musim semi, pasti banyak pohon dan bunga yang sedang bermekaran disana., lalu setelah kita mendaki kita akan memakan ramyun di gunung nanti. Pasti akan sangat menyenangkan" ucap Chanyeol
"Benarkah?! Kita bisa memakan ramyun di gunung?" tanya Baekhyun bersemangat
Chanyeol hanya tertawa melihat reaksi Baekhyun, kemudian ia menganggukan kepalanya. Dengan segera Baekhyun pun turun dari pangkuan Chanyeol dan mulai menarik tangan Chanyeol, "Kalau begitu ayo kita segera pergi!" ucapnya bersemangat
Sesampainya mereka di gunung Hallasan, mereka mulai mendaki bersama dengan orang-orang yang memang akan mendaki. Mereka mengambil foto bersama disetiap kesempatan yang mereka punya. Mereka terus mendaki hingga mereka menemukan kedai ramyun yang berada disana. Baekhyun langsung menarik lengan Chanyeol untuk memasuki kedai tersebut dan iapun dengan segera memesan dua porsi ramyun untuk mereka berdua.
Setelah selesai memakan ramyun mereka kembali mendaki namun tidak sampai puncak karena akan memakan waktu yang cukup lama untuk mencapai puncak gunung tersebut. Mereka menikmati pemandangan dan tidak lupa mengabadikan momen itu dengan kamera yang mereka bawa. Pada sore hari mereka pun mulai turun karena rombongan yang lain pun sudah mulai turun.
Matahari sudah tenggelam ketika mereka sampai di bawah dan Chanyeol pun memanggil taksi untuk mengantar mereka kembali ke hotel. Di dalam taksi terlihat Baekhyun yang menyenderkan kepalanya dipundak Chanyeol dan ia terlihat terus menguap.
"Kau lelah sayang?" tanya Chanyeol
Baekhyun terlihat menganggukan kepalanya dan kembali menguap. Chanyeol kemudian merangkul pundak Baekhyun.
"Tidurlah, nanti aku akan membangunkanmu" ucap Chanyeol
"Tapi kau juga pasti merasa lelah Yeol. Kau saja yang tidur biar aku yang nanti membangunkanmu" ucap Baekhyun
"Tidak apa-apa sayang, kau saja yang tidur" ucap Chanyeol, "Ayo, sekarang tidurlah" lanjutnya sembari mengusap surai hitam Baekhyun
Tidak lama setelah itu Chanyeol dapat mendengar nafas teratur Baekhyun yang menandakan bahwa ia sekarang tengah tertidur. Chanyeol kemudian menumpukan kepalanya diatas kepala Baekhyun kemudian memejamkan matanya. Chanyeol tidak tahu apa yang selanjutnya terjadi namun kurang dari satu menit kemudian ia mendengar suara dentuman yang keras dari luar taksi dan teriakan supir taksi itu. Mengetahui bahwa ada sesuatu yang tidak beres terjadi, Chanyeol dengan segera membuka matanya dan membawa Baekhyun kepelukannya. Ia memeluk tubuh Baekhyun dengan sangat erat, berusaha untuk melindungi tubuh mungil itu dari akibat yang akan terjadi, beberapa detik kemudian taksi yang mereka tumpangi itu terbalik dan berputar-putar dengan tidak karuan.
*tbc*
A/n
Yaaa seperti janjiku tadi, aku post chapter satunya...
gimana? harus kah dilanjut? ditunggu reviewnya yaa, terima kasiih chuu ^3^
