Chapter 5

Seijuurou tak akan bisa melupakan malam itu. Malam kekalahannya secara telak oleh orang yang 'dibenci'nya.

Di malam itu, awalnya Seijuurou yang berkuasa, tapi itu awalnya, sejak kakaknya secara tiba-tiba mendorongnya, dan membuat posisi yang berlawanan, dia ada di atas, dan membalas ciuman Seijuurou dengan lebih lembut, tapi saking lembutnya Seijuurou tak bisa melepasnya, dia sudah mendorongnya sekuat tenaga tapi Takuya tak bergeming sedikit pun, meskipun nafasnya sudah sesak Takuya tak memperdulikannya dan melanjutkannya,melanjutkannya sampai ke tahap yang lebih dalam, dan lama kelamaan, Seijuurou kehilangan kendali dirinya, tubuhnya tak mau menuruti keinginannya, dan malah menerima Takuya dengan tangan terbuka. Akhir yang memalukan untuk seorang Akashi Seijuurou. Akhir kata : Seijuurou yang malang. *author ketawa evil*

Pagi hari esoknya...

Dia kelelahan dan bangun siang, saat membuka matanya, dia melihat kakaknya yang sedang memakai baju, sepertinya dia juga baru bangun dan mandi.

"Benar katamu Sei, kau benar-benar membuatku puas tadi malam" katanya dengan seringai jahilnya, yang bisa diartikan, dia sedang meremehkan adiknya yang masih terbaring di kasur itu.

Sejujurnya dia kesal dan tersinggung, tapi dia terlalu lelah, tak pernah ia sampai selelah ini walaupun tekanan seberat apapun dan pekerjaan sebanyak apapun diberikan padanya di rumah, dia merengut kesal, kekalahannya masih tak bisa ia terima, egonya masih tak bisa mempercayainya.

"Sampai jumpa" kata Takuya sambil melangkah pergi, meninggalkan adiknya yang tengah... entahlah, mungkin... menyesali keputusannya? Tidak, itu bukan kepribadiannya, mungkin... mengingat kembali...

Sensasi itu... perasaan itu... sentuhan itu... dadanya terasa sesak mengingat setiap kejadian tadi malam, dan wajahnya memerah tertutupi kedua tangannya, sayang sekali sudah tak ada seorangpun lagi di kamar itu.

'cih, sial...' gerutunya dalam hati.

.

Di dek...

"Ooh, Taku, kau sudah bangun rupanya, bagaimana tadi malam?" tanya pamannya yang sedang melihat-lihat dan mengawasi keadaan kapal dan awaknya.

"Aku yang menang, sudah jangan di bahas lagi, entar harga diri Seijuurou makin jatuh" jawab Takuya, dan mereka tertawa kecil.

"Yea... bagaimanapun juga da masih tergolong 'hijau', ngomong-ngomong kau tau kalau ketiga adikmu ini... ehem, tidak normal?"

"Tidak normal dalam artian hubungan, ya, dan dalam hal spiritualis, ya, meskipun belum bangkit."

"Spiritualis? Maksudmu mereka juga bisa sihir?" tanya Kagami menoleh pada Takuya

"Tak bisa sekuat aku, tapi bagaimanapun juga di darah mereka mengalir darah yang sama denganku, 'darah yang murni' dari kakek ibu, tapi aku heran kenapa tak menurun ke keturunannya selain aku dan adik-adikku itu" kata Takuya

Populasi penyihir di dunia ini hanya 10%, 30% manusia, 25% makhluk-makhluk ajaib, 15% makhluk tak kasat mata dan 20%-nya masih tak diketahui. Lalu, ada 6 ras 'nenek moyang' yang melegenda dan mempunyai kekuatan sangat bisa bahkan mengakhiri suatu zaman dan menciptakannya kembali. Mereka adalah Makhluk kuno yang keberadaan, wujud, bahkan namanya dirahasiakan, hanya pernah terlihat beberapa kali dan tertulis dengan info yang sangat sedikit dalam sejarah dunia. Membicarakan tentang penyihir, penyihir dengan darah yang murni adalah salah satu dari mereka, dan yang lainnya hanya non-blood, atau half blood.

"Hee... souka, dunia benar-benar sempit ternyata, ah, pelabuhan selanjutnya sudah kelihatan."

"Paman, kau menggunakan kecepatan penuh kapal lagi ya?"

"Aku ingin tugas ini cepat selesai, semakin cepat selesai, semakin banyak waktu luangku"

"Dasar, kalau kau main-main terus bibi bisa ngambek lagi lho, setelah selesai kita akan langsung pulang." Kagami menghela nafas kesal.

"tch, membosankan..." dan Takuya hanya tersenyum, kadang pamannya ini kekanakan memang, dan jadi hiburan tersendiri baginya.

.

.

.

.

.

Dan sampailah mereka pada Pelabuhan Amen, pelabuhan utama Kerajaan Barda. Dan Takuya yang sudah didandani agar mirip perempuan, memakai gaun yang di beli di pelabuhan sebelum ini, dan lainnya seperti aksesoris, gaun lain, sepatu, dan sebagainya di bawakan Kise dengan senang hati,

"Kalau boleh jujur, aku sedang bad mood sekarang jadi jangan cari gara-gara lebih dari ini denganku" kata Takuya dengan aura hitam pekat. Semuanya mengangguk cepat.

"Taku-chin, biar lekuk tubuhmu lebih mirip perempuan, aku sudah membuatkanmu ramuan, minumlah...ah, rambutmu juga akan jadi panjang, efek obatnya habis dalam 10 hari tanpa efek samping" kata Murasakibara, Takuya menghembuskan nafasnya kasar dan meminumnya sekali teguk.

"Puah! Rasanya buruk... seperti biasanya... ukh..." dan perlahan-lahan tubuhnya mulai berlekuk dan otot-otot yang sebelumnya ada sekarang sudah mengecil bahkan hilang, menyisakan bentuk tubuh gadis yang mulus, dan rambutnya memanjang sampai ke pinggang.

"Waah... manjurnya cepat sekali..." Kata Takuya terkagum-kagum, dia berubahnya cepat sekali, dari badmood jadi... ah sudahlah.

"Wuoookh! Kau cantik sekali Taku!" . "Ouuu! Manis!" . "Suit! Suit!" . "jadi pacarku yuk!" . "akhirnya kita punya cewek!" . "Takuya... aku terharu! Ternyata kau memang anak perempuan"

Bzzt BLAAAAARRRR

"Sudahlah, ayo kita pergi" kata Takuya tenang melangkah, diikuti yang lainnya(yang masih hidup) meninggalkan mereka yang hangus dan dibiarkan tergeletak begitu saja.

Dan sesampainya mereka pada istana kerajaan menaiki kereta, mereka menaruh barang-barang di ruangan pribadi yang di sediakan khusus tamu dan kebetulan, hari ini adalah pesta pertunangan pangeran kerajaan tersebut dengan putri dari penguasa negeri sebelahnya. Lalu setelah mendengar bahwa seseorang dari keluarga Akashi sedang ingin bertemu raja, para orang istana dan tamupun memperlakukan mereka dengan baik, bahkan keluarga raja sendiri yang menyambut kedatangan mereka tadi.

"Lihat mereka! Kya.. tampan sekali..." . "Kau benar, yang berjalan di depan itu pasti pewaris keluarga Akashi, auranya benar-benar memabukkan..." . "Dan, bukankah itu Kagami Taiga? Sang petualang yang terkenal itu? Bisnisnya mencangkup seluruh dunia lho" . "Lihat! Bajkan ada pewaris keluarga Kise juga! Dia jadi penjaga pewaris Akashi itu?" . "Tuan Akashi Seijuurou..." . "Hei, gadis yang bersama mereka itu manis ya..." . "mirip boneka! Cantik dan anggun sekali"

"Aah, pewaris keluarga Akashi sampai repot-repot datang kesini ada urusan apa ya?" tanya penasehat Raja sambil mengantar mereka ke kamar mereka

"Kami ingin berbicara dengan raja dan para petinggi. Ada urusan yang harus kami bicarakan dengan petinggi kerajaan" Jawab Seijuurou singkat

'Jadi dia penasehat itu? Melihatnya saja aku sudah tau kalau dia itu tidak beres' batin Takuya.

"Tenang saja, saya sudah menjadwalkan pertemuan kalian besok siang di ruang konferensi, dan tentunya semua petinggi dengan senang hati akan hadir" kata si penasehat

Di kamar... setelah mengantar mereka si penasehat itu pergi.

"Sepertinya kita datang di saat yang tepat, dan syukurlah sampai sini semuanya berjalan lancar... Kak, jangan sampai kau berbicara sepatah katapun disini selain dengan kami. Mengerti?" kata Seijuurou masih dengan nada dingin dan tak menoleh sedikitpun.

"iya..." jawab Takuya malas. 'Lalu, ternyata Sei terkenal juga, padahal mereka mungkin hanya mengenalnya lewat tv atau koran. 'Bahkan paman juga' batin Takuya.

"Lalu, jika kau ingin keluar atau apapun, pastikan kau bersama seseorang" . "iya... kau cerewet kayak ibu saja, aku bukan anak kecil" . "Kalau kau tidak dibegitukan, entah apa yang akan terjadi nanti." . "Kayak aku ini pembawa onar saja" . 'tepat sekali' batin Seijuurou

"ahahaha! Lagipula apa kau mendengar mereka tadi! Mereka semua bahkan percaya kalau kau itu perempuan tanpa dirias sekalipun ahahaha! Aduh! Perutku! Perutku sakit! Ahahaha!" Kagami tergelak sambil memukul-mukul meja dan memegangi perutnya.

"Takuyacchi benar-benar manis-ssu! Aku tidak heran mereka berpendapat seperti itu-ssu!" Kata Kise bersemangat dan Murasakibara mengangguk menyetujui.

Ctik

"Setelah ini selesai, aku akan membuat kalian menderita dan tak akan melupakan hal itu seumur hidup..." Suara dan aura Takuya berubah menjadi menakutkan, Kagami, Kise dan Murasakibara begidik 'D-dia serius...' batin mereka bersamaan.

"Ja-jangan marah Takuyacchi... itukan pujian..." Takuya mendengus kesal, menggandeng tangan Seijuurou dan menggeretnya pergi dari sana

"oi, kau mau kemana?"

"Aku ingin keluar sebentar, kemana saja, bersama mereka sekarang menyebalkan sekali"

Mereka sampai di taman kerajaan, sama luasnya dengan taman runah keluarga mereka berdua, dan didekat sama ada gazebo elegan dan beberapa bangsawan sedang berbincang dan minum teh, di antara mereka adalah pangeran dan tunangannya.

"wah, sepertinya kesempatan datang lebih awal deh, sisanya kuserahkan padamu Sei" Kata Taku sambil menepuk pundak adiknya yang hanya menatapnya dengan matanya yang tajam.

"Aah, Tuan Akashi, tak kusangka kita akan bertemu lagi disini. Mau ikut bergabung dengan pesta minum teh kami?" sapa salah satu bangsawan

"Dengan senang hati" jawab Akashi dengan senyumnya yang tenang.

"Dan... boleh aku mengenal nona muda yang cantik ini?" tanya bangsawan lain

"Aah... namanya Haruna, tunanganku" katanya dan Takuya membelalakkan matanya kaget, lalu melihat kearah Sei dengan tatapan seakan berkata 'apa yang kau katakan?!' melihat itu Seijuurou malah menariknya mendekat dan melingkarkan tangannya di pinggang Takuya.

"Kami sudah kenal sejak kecil, dan aku menyukainya sejak pertama kali aku mengenalnya" katanya

"Hubungan yang manis sekali... kamu beruntung sekali nona Haruna..." sahut bangsawan wanita.

"Mendapatkan tunangan seperti tuan Akashi itu bagai impian semua wanita lho... seandainya umurku lebih muda 4 tahun yaa~" . "fufufu, nona Rosemary, anda sangat menarik.." . "Nona Hruka, bisa ceritakan kisah cinta kalian?" . "Aah! Ide yang bagus! Bisa ceritakan?"

Sekarang Takuya tak boleh berbicara atau semuanya akan berakhir, jadi dia akan memerankan peran seorang 'gadis yang bisu' sebaik-baiknya agar kasus ini berjalan lancar. Lalu Taku tersenyum, bia hanya tersenyum pada mereka dan menggunakan bahasa isyarat yang pernah dia pelajari.

'Maaf, tapi saya tidak bisa menceritakannya' arti dari isyarat itu. Dan hanya itu saja, mampu membuat sebagian besar para bangsawan wanita disana menangis. Bagi bangsawan, mengasihani seseorang adalah penghibur bagi hati mereka.

"pasti sulit bagimu... nona Haruna... di umur segini kamu sudah menanggung beban sebagai tunangan dari keluarga terpandang... lalu kecacatanmu ini pasti menjadi bahan olok-olok..." dan sejujurnya saat ini Takuya mulai kesal. Tapi dia masih tahan

'Taku-nii... berjuanglah! Lagipula Sei-nii-sama juga keterlaluan menempatkanmu di situasi seperti ini, seharusnya dia membiarkanmu mengawasi dari luar saja, daripada harus menyamar' .

' sayang juga aku tak bisa melihatmu dalam sosokmu sekarang' .

'Diam Shirou, jangan menggodaku disaat seperti ini, dan Tetsu...terima kasih atas perhatianmu'

'ahahaha, baiklah, semoga harimu semakin 'menyenangkan' kak'

'Berjuanglah Taku-nii'

.

.

.

Saat malam, ballroom istana sudah di penuhi oleh para tamu, Kagami, Kise dan Murasakibara sudah mempuyai pasangan mereka masing-masing, dan Seijuurou, tentunya harus berpasangan dengan Haruna(Takuya versi cewek) dan saat mereka berbincang dengan bangsawan lain(dan Taku hanya diam bosan) tiba-tiba seluruh pencahayaan disana satu-persatu di matikan. Lalu keluar ratu yang membawa fairy lamp, cahaya kecil yang di masukkan dalam mangkuk kaca, menjadi satu-satunya pencahayaan disana.

"Selamat malam, para tamu terhormat kami, sebelum memulai pesta dansa, bagaimana kalau kita bermain dulu sebentar? Bagaimana kalau kita main petak umpet? Tapi, ini bukan sekedar petak umpet biasa..." tawar ratu. Dan itu membuat semua undangan tertarik.

"Seusai keinginan anda Ratu, bagaimana cara mainnya?" tanya salah satu dari mereka

"Aku percaya bahwa kalian kesini membawa pasangan bukan? Para nona akan bersembunyi di seluruh bagian istana ini membawa fairy lamp yang disediakan, dan para pria akan mencari pasangannya, dan jika tak ketemu, sang pria tidak boleh berdansa..." ujar sang ratu.

'Nih Ratu bisa kekanakan juga...' batin Takuya sweatdrop.

"aba-aba untuk mencari akan di tangani oleh menantu saya, Lady Lethal. Dan untuk para gadis, dalam malam ini yang akan menjelma menjadi peri dalam hutan, mulailah bersembunyi." lanjut sang Ratu. Dan Para ladies pun berpencar sambil membawa lampu mereka.

'Aku benar-benar seperti telanjang memakai rok ini, bagian bawahku dingin banget' batin Takuya kesal.

"Nona Haruna!" panggil seseorang. Takuya hanya menoleh

'Ah, cewek yang tadi di pesta minum teh' lalu dia tersenyum saat gadis itu menghampirinya.

"Boleh aku ikut bersamamu? Aku takut gelap dan aku takut jika ada hal yang tak diinginkan terjadi" dan Takuya hanya mengangguk, itu adalah faktor ketakutan gadis yang paling klasik, apalagi kalau tipenya kayak begini.

Bagi seorang pria, kehilangan pasangannya di pesta dansa adalah hal yang sangat memalukan, jadi kalau mereka tak bisa menemukan pasangannya, mereka bakal malu seumur hidup. "Untuk para pria, silahkan mulai mencai pasangan kalian" dan aba-aba untuk mencari dimulai.

Ajang seperti ini terkadang di adakan untuk mengusir kebosanan akan acara yang monoton, dan untuk para bangsawan, dari permainan seperti ini mereka bisa sedikit 'bermain api'.

"Lho? Bukankah anda countess dari negara X? Pasangan anda sedang di arah sebaliknya"

"Oh, anda tuan dari keluarga Y ya? Benarkah begitu? Wah, kebetulan sekali"

"Benar, kebetulan yang menyenangkan" lilin tertiup dan hanya kegelapan malam yang tau perbuatan mereka setelah itu.

Taku dan seorang 'teman baru'nya sampai di suatu menara dan mereka sedang di lantai paling atas. Di sebuah ruangan yang cukup tua. Temannya bersembunyi di lemari tua yang ada di sana, yang sialnya hanya cukup 1 orang.

"Lady Haruna, kalau mau anda bisa sembunyi disini, saya akan mencari tempat lain." Tawar gadis itu.

'Ooh, dia gadis yang baik' batin Takuya, dia menggeleng dan tersenyum, dan menutup puntu lemari itu

Dia berjalan mengambil kain putih besar disana dan melingkarkannya hingga seluruh badannya tertutupi, berharap dia bisa terlihat seperti hantu dan tak akan ditemukan oleh siapapun, istana ini besar, pasti ada 1-2 makhluk tak kasat mata mendiami menara ini. Saat dia akan berjalan di sebelah lemari tempat gadis itu bersembunyi, tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka.

'Oh ayolah, masa baru mau sembunyi udah ketemu aja nih?' gerutu Taku dalam hati, saat dia menoleh ke arah pintu, berdirilah sosok pria bertuxedo dan memakai topeng, kulitnya putih pucat dan perawakannya seperti remaja umur 17 tahun.

"Ooh... apa yang kutemukan disini? Sesosok 'hantu' yang sangat mempesona..." kata pria itu. Otomatis Taku melangkah mundur dengan ekspresi ketakutan(tapi Cuma akting)

"Jangan takut nona, perkenalkan, namaku Hanamiya, bisa dibilang aku adalah salah satu orang yang berkuasa di Tenebris, dan kau.." seketika itu juga Taku sudah berada di pelukan pria itu "... milikku"

Dan selanjutnya bibir mereka bertemu, Takuya terkejut, sangat, dan di saat yang sama Seijuurou yang sedang mencari 'tunangan'nya itu berhenti di dekat sana, menyeka keringatnya dan melihat ke atas, matanya menangkap pemandangan itu. Dan seketika dadanya sakit, emosinya meluap, sebelum pikirannya bekerja, reflek tubuhnya membawanya menaiki menara itu.

"Kau! Dasar bejat! Lepaskan nona Haruna!" temannya melompat keluar dari lemari dan berlari kearah mereka, lalu Hanamiya mengangkat tangannya tepat di depan wajah gadis itu dan ...

BRUUUK gadis itu kehilangan kesadarannya. Sebenarnya Takuya ingin membantu gadis itu dan menghajar pria ini, tapi, tubuhnya tak bisa bergerak.

'Sial, sihir pelumpuh! Dan apa katanya tadi? Tenebris? Dia terus terang sekali' batin Takuya.

"Mari ikutlah bersamaku Nona, tak sia-sia aku ikut acara membosankan ini, si penasehat itu terus memaksaku untuk ikut karena ada pewaris Akashi yang sekaligus menjadi perwakilan dewan dunia kesini..." katanya sambil mengangkat tubuh Takuya, menopang pinggang dan kakinya dengan kedua tangannya.

'apa hubungannya dia dengan si penasehat?'

BRAAAK

"Siapa kau? Mau apa kau dengannya?" Seijuurou datang dengan nafas yang tersengal-sengal. Dia menatap tajam kearah pria yang menggendong 'tunangan'nya secara romantis itu.

"Wah-wah... siapa sangka aku akan bertemu denganmu secepat ini, tuan Akashi Seijuurou, hmm? Aku mau menjadikannya istriku" katanya enteng dengan seringai di wajahnya

'WHAT THE-?!' sumpah, Takuya ingin mencincang habis pria ini, dan memberikannya ke para binatang buas yang kelaparan di luar sana.

"Lepaskan dia, apa kau tidak tau tuan? Dia tunanganku" katanya sarkastik dan berjalan mendekat.

Pria yang diketahui bernama Hanamiya itu menjulurkan lidahnya "Kau pikir kau siapa?" dan melompat dari jendela di dekat sana. Memegang tali yang berasal dari pesawat dan bergelantungan di udara.

"Jika aku sudah memutuskan, tak ada siapapun yang berhak melawanku" lanjutnya dengan seringai yang lebih lebar. Kini mereka berdua sudah jauh dari jendela dan kalau Seijuurou melompat, dia pasti akan jatuh.

'Kenapa orang berkarakter seperti ini harus ada lagi sih? menyebalkan sekali' Batin Takuya. 'Aah, aku benar-benar tak menduga situasinya bakal seperti ini'

"release" mantra pelepas dari segala sesuatu yang berkaitan dengan fisik. Sihir tak perlu mantra yang muluk asal ada tekad yang kuat untuk mewujudkannya secara nyata. Taku terlepas dari pelukan pria itu dan jatuh.

"TAKUYA!" panggil Seijuurou dan dia ikut melompat dan berhasil mendapatkannya.

"Bo-?! Apa yang kaulakukan?!" teriak Takuya kepadanya, lalu Sei memeluk Takuya dengan sebelah lengannya, dan mengayunkan tangannya sekuat tenaga.

Dan bersamaan dengan ayunan tangannya, api besarpun muncul, anehnya, api itu tidak panas sama sekali dan berhasil menyelamatkan mereka berdua yang terjun dari ketinggian itu.

"Yah... yah... sayang sekali kelihatannya kau masih malu-malu denganku, lady yang manis, tapi dalam waktu dekat kau pasti akan jatuh kepelukanku, untuk waktu pertemuan pertama kita aku rasa cukup sampai disini saja, sampai jumpa" dan pria bertopeng itu pergi dengan pesawatnya.

Nafas Seijuurou masih tersengal dan dia masih memeluk Takuya dengan kedua lengannya, semakin erat, Takuya bisa merasakan kekhawatiran yang tersirat dari sana. Takuya hanya bisa memandangi langit dan mendengar suara malam dan nafas adiknya yang memburu.

"Jika tau hal ini akan terjadi... seharusnya ku menyuruhmu untuk tetap tinggal di kamar..."

"Tak biasanya kau menyesal seperti ini Sei"

"Apa kau tidak sadar apa yang barusan terjadi ha? Apa yang akan kau lakukan jika aku tak datang tadi?!"

"Tapi buktinya tadi kau datang kan? Itu sudah berlalu, jangan disesali" sesaat kemudian terdengar desahan nafas yang dihembuskan kasar, lalu Takuya merasa tubuhnya terangkat. Dia melihat ke arah pria yang mengangkatnya.

"Ryouta? Bukannya kau mencari pasanganmu?"

"Memang, tapi dirimu lebih penting, aku akan membawamu kembali ke ruang istirahat, setelah merasa sudah baikan, Takuyacchi harus kembali ke ballroom istana." Katanya sambil tersenyum

"Baiklah, oh iya, di lantai teratas menara ini ada gadis yang sedang pingsan, bisakah kau mengurusnya Ryouta? Lagipula akan aneh kalau kau membawaku, peranku saat ini-gegara perkataan bodoh seseorang-adalah tunangan dia" kata Takuya sambil melirikkan matanya kearah adiknya yang sudah berdiri dan memasang poker face andalannya.

"A-apa?" wajah Kise menampilkan ekspresi syok, matanya membulat dan dia menatap adik 'tuan'nya itu.

"Tuntutan keadaan" Kata Sei datar, lalu dia menengadahkan kedua tangannya "Serahkan dia padaku" lanjutnya dengan nada bicaranya yang biasa terdengar sarkastik.

"Maaf Akashicchi, aku adalah guardian Takuyacchi dan ini adalah salah satu tugasku untuk menjaganya" balas Kise dengan nada rendah

"Ryouta, apa kau lebih senang aku dan keluargaku menjadi bahan pembicaraan? 'Tunangan pewaris Akashi bersama dengan pewaris keluarga Kise di pesta dansa' itu tidak lucu kawan, mulut manusia lebih berbahaya dari mulut monster" kata Takuya

Dengan keberatan yang teramat sangat Kise menyerahkannya ke Seijuurou dan berlari ke dalam menara. Di gendongan Seijuurou Takuya merasa aneh, harga dirinya sebagai kakak dan laki-laki terluka, terbesit perasaan sebal karena dengan mudahnya jatuh ke tengan musuh seperti itu. Dia mendecih kesal.

"Ada apa? Apa kau merasa direndahkan karena aku menggendongmu?" ujar Seijuurou dengan seringainnya. Takuya tak menghiraukannya.

"Setelah misi ini selesai aku akan masuk sekolah sihir Mistgound" kata Takuya singkat. Seijuurou melebarkan matanya, terkejut, lalu kembali ke ekspresi datar dan seriusnya.

"Kenapa?" tanya Seijuurou.

"Bukan urusanmu" jawab Takuya dingin.

.

.

.

Sesampainya di ballroom, Takuya sudah bisa menggerakkan tubuhnya dan berjalan berdampingan dengan Seijuurou, di dalam ruangan itu beberapa pria tampak sedang bermuka depresi karena tak bisa berdansa, dan wanitanya enak-enakan berbincang dengan lady lain. Lalu dia mengedarkan pandangannya ke arah lain. Dan mendapati gerombolan gadis yang mengelilingi pira yang di kenalnya.

'Aah, hal biasa kalau itu adalah Ryouta' batinnya mengacuhkan kode minta tolong dari guardiannya itu.

"Aah, Ta-Haruna, kau sudah kembali, bagaimana Kau menemukannya Sei?" tanya Kagami mendekati mereka dengan pasangannya.

"Di menara, dia bersembunyi dengan temannya di sana" jawab Sei

"Teman? Ooh, gadis yang dibawa Ryouta, aku ingin mendengar ceritamu, tapi saat ini kita nikmati saja pestanya" Kata Kagami dan dibalas anggukan Takuya dan pasangannya.

"Lady Haruna!" panggil gadis tadi mendekati Takuya. Takuya menoleh "A-apa yang terjadi di menara? Kamu baik-baik saja kan?" lanjutnya sambil berbisik. Takuya lalu tersenyum dan mengisyaratkan tidak ada yang terjadi setelah itu dan dia diselamatkan Seijuurou, mendengar itu gadis itu menghela nafas dan mengajak Takuya ikut bergabung dengannya dan beberapa bangsawan lain, tapi ditolak dengan halus.

Saat dansa Seijuurou tak bisa mengalihkan pandangannya dari kakaknya, tidak sedetikpun, terperangkap dengan senyum dan iris biru langitnya, dan Takuya balas menatapnya lembut dengan tersenyum semata untuk mendalami perannya saja. Beda pandangan ternyata :v

'sayang sekali aku tak bisa menemukannya saat petak umpet tadi...' batin nista para bangsawan pria.

.

.

.

TBC

"Tiba tiba atap istana runtuh dan rata dengan tanah!"

"apa kau sudah yakin dengan ini tuan Hanamiya?"

"Kuharap kita akan segera bertemu kembali nona manis"

"Tak akan kubiarkan seorangpun yang tak berdosa terluka!"