Takuya POV
Setelah aku mengaktifkan sihir segel terkuat yang ku tau, Aku berhasil menyegel The Hidden Ones, sekalian dengan makhluk yang menjadi 'Takao' kambali dengan bantuan Atsushi. Katanya sisi gelapku/diriku yang lain menyatu dengannya di kehampaan, karena itu dia terwujud dalam diriku, oh man. Kedengarannya memang kacau tapi yang telah lalu biarlah berlalu.
Dan ya, aku menaruh perkara ini lebih lanjut di suatu tempat di belakang kepalaku dan berniat melanjutkannya nanti, entah kapan
Tapi sesaat setelah aku menyegelnya aku langsung jatuh, aku tak bisa merapalkan sihir terbang, maupun pelindung, manaku habis tapi tidak seluruhnya. Setidaknya hanya cukup untuk menjaga agar aku tetap hidup, wadah mana yang ada dalam diriku juga bocor. Tentu saja dengan banyaknya kerusakan yang kuterima aku tak berharap banyak.
Keadaanku kembali seperti semula dalam semalam, misalnya.
Wujudku masih teridentifikasi sebagai manusia-yah, setengah manusia. Yep, rambutku jadi panjang banget dan beberapa bagian tubuhku memang menghitam dan berubah. Ngomong-ngomong aku ditangkap oleh Seishioru yang khawatir setengah mati, dia-enggak, si kembar itu benar benar berlebihan dalam menangani ini, aku memang tak bisa merapal sihir dan wadah manaku bocor, tapi selain luka fisik aku tidak apa-apa (mungkin). Sesaat setelah aku menjelaskan kondisiku sesuai yang kurasakan aku pingsan karena kehilangan banyak darah dan kecapekan secara mental dan fisik.
Yang begini tidak hanya aku rupanya, Atsushi juga kehabisan mana-nya, dia hampir menjadi sesuatu yang lain kalau tidak dicegah oleh Kise dan Midorima, mereka menyegelnya dan menyerahkan sisanya pada para penyihir besar saat tiba di kota. Paman Kagami yang memang awalnya manusia biasa yang terhubung dengan manaku juga langsung jatuh dari ketinggian. Ditangkap Nijimura-san yang sudah bangun beberapa waktu yang lalu. Keadaan Daiki-san sangat kritis saat jemputan datang meskipun telah mendapat pertolongan pertama dari penduduk atas arahan Shintaro. (aku mendengar hal-hal ini dari si kembar).
Keadaan di dataran hitam yang semula kacau balau langsung menjadi yang pertama menunjukkan sinar matahari dan langit biru setelah beberapa waktu berlalu, mereka juga tidak sadar sejak kapan sinar matahari menembus awan karena mereka semuanya sedang sibuk. Tanah yang mengapung di udara terjatuh dan dengan upaya terakhir di arahkan untuk mengubur jasad para penyihir Tenebris. Termasuk abu milik Hanamiya, sepertinya dia dikalahkan si kembar juga meskipun mereka sendiri nggak cerita.
Aku tidak sadarkan diri selama beberapa minggu, katanya aku dan Tetsuya terbangun pada saat yang sama, aku hanya bisa tertawa mengenai hal itu. Ngomong-ngomong aku tetap tidak bisa mengeluarkan mana maupun merapal sihir, rambutku sudah di potong tapi beberapa bagian tubuhku masih belum kembali. (iya, bisa kembali) lalu tangan dan mataku yang hilang juga di tangani dengan baik di rumah sakit kota Anzen ini. Aku punya aksesoris penutup mata yang sama dengan paman Kagami, kami menjadikan ini sebagai lelucon.
Lalu tak butuh waktu lama untukku rehabilitasi menggerakkan otot ku dan aku sudah bisa berjalan seperti biasa (atau berlari? Aku tak pernah mencobanya karena ini rumah sakit) aku tak bisa mencoba macam-macam karena aku masih dalam masa pemulihan dan kalau aku melakukan sesuatu dokter atau perawat yang menanganiku akan langsung tau, like idk how.
Aku mengunjungi kamar Tetsuya, lukanya lebih parah dariku dan penyembuhannya lebih lama, karena perbedaan kemampuan fisik, tampungan mana atau apalah, aku tak ingin berpikir saat ini. Kamar tetsuya mirip dengan kamarku yang penuh dengan hadiah, bedanya kalau tetsuya sampai membuat jalanpun sulit. Dia sempat muram pada awalnya, lalu aku menggodanya agar dia kembali semangat untunglah itu berhasil, (ternyata dia sangat perhatian pada penampilannya, aku nggak tau kalau Tetsu ternyata seperti itu) aku nggak tau harus gimana kalau moodnya jadi tambah parah, Sei dan Shirou akan membunuhku.
Kata para ahli itu mana-ku akan pulih seperti sedia kala dua tahun kemudian, dan untuk Atsushi selama tujuh bulan. Jangka waktunya nggak adil bangeeettt, penanggung jawabnya siapa? Aku ingin protes!
Aku bertemu Nijimura-san saat mengunjungi kamar Aomine-san. (semua yang berangkat ke dataran hitam dapet kamar VVIP, I'm speechless). Hadiah kesembuhan untuk Aomine-san juga macam-macam tapi ada persamaan dari semuanya, ada aja 1000 bangau di setiap kamar, entah siapa yang membuatnya kami sangat menghargainya dan benar benar berterima kasih.
Meskipun lukanya belum kering, tapi sepertinya luka itu akan membekas banget, luka melintang di dada yang jauh lebih panjang dan dalam dari pada milikku. Luka di mukanya sudah kering jadi perbannya sudah di lepas, tapi tetap membekas. Kita berdua sama-sama memiliki banyak bekas luka dan jahitan hahaha.
Kita bertiga ngobrol bareng sampai waktu berkunjung habis, dan aku juga harus kembali ke kamarku. Karena arahnya sama aku dan Nijimura-san lanjut mengobrol tentang Aomine-san. Sepertinya Nijimura-san telah mengalami hal yang buruk. Nijimura-san tidak mengalami luka yang serius tapi lukanya juga banyak, sepertinya dia juga banyak kehilangan darah dan kesadarannya masih sering terganggu, dia yang bangun paling akhir.
Malamnya Ryota, Shin dan Atsushi menemaniku hingga larut malam, kami ngobrol dan memainkan beberapa game kecil hingga aku mengantuk. Saat berpisah mereka menunjukkan afeksi masing-masing padaku, jujur saja, meskipun mereka sering seperti ini terutama Ryota, aku masih malu. Hahaha, kurasa sekarang wajahku merah sampai telinga.
Third POV
Malamnya, habis mengunjungi Aomine, saat nijimura pulang ke apartemennya, dia tiba-tiba ingat masa lalu, sebelum berangkat ke dataran hitam.
Waktu itu, mereka lagi minum bersama, bukan untuk perayaan apa-apa, hanya ingin saja. Bosnya wajahnya sudah merah waktu itu tapi matanya masih fokus, Nijimura yang seperti otomatis memposisikan dirinya punya rasa tanggung jawab mengantar bosnya pulang tak ingin terlalu mabuk.
Bosnya-Aomine Daiki bilang begini "Nijimura, kalo aku pensiun sewaktu-waktu, kau gantiin ya. Aku mau cepet cepet pensiun, biar bisa skididipapap sawadikap biskuit ahoy tiap hari ama bini."
Nijimura hampir mati keselek tulang ikan laut waktu itu, dengan panik dia minum sake banyak banyak (minumannya cuma ada itu), karena itu dia juga langsung tumbang, Nijimura terlalu mabuk, jadi dikira mimpi. Dia nggak memikirkannya setelah pagi hari yang kacau besoknya.
Tapi esoknya di markas Aomine bilang lagi "Betewe yang kemaren beneran lho" Nijimura Keselek(2) ludah sendiri.
Sekarang Nijimura jadi berpikir lagi untuk mencemaskan komandan sangklek itu.
Setiap harinya di rumah sakit semua seperti berjalan lambat dari sudut pandang yang berangkat di medan pertempuran, setiap hari begitu lamban, damai, dan terasa tidak nyata. Takuya bergulung santai di kasur kamar rawatnya karena nggak tiap hari dia bisa malas-malasan. Kalau ada yang mengganggu selain orang yang bertanggung jawab seperti wali atau perawat-dokter, dia akan mendesis ganas seperti kucing dan melempar mereka keluar. Berjalan selama seminggu.
"ITS ME TIME" berkali kali teriakan itu terdengar dari kamarnya. Nggak ada yang mengerti jalan pikirannya emang. Udah dari dulu begitu. Kise sampai nangis diluar pintu, Midorima mendengus berat, pasrah di belakang pemuda bersurai kuning, dan Murasakibara sibuk makan di kantin karena dia bisa milih makan apa.
Sedangkan di pihak Tetsuya, dia selalu overwhelmed oleh kasih saying dan perhatian dari kedua kakak kembarnya. Meskipun mereka nggak mau cerita kenapa ada bekas cakar di lengan dan wajah mereka ditambah lagi baju mereka sedikit berantakan, meskipun pekerjaan mereka sekacau apapun mereka selalu tampil prima tanpa celah soalnya.
Aomine di kamarnya meladeni tingkah pesangannya-Aomine Shouichi dengan terpaksa dan perasaan terganggu yang ditahan seadanya. "Kenapa kau melihatku seperti itu Daiki? Kau terganggu akan kehadrianku? Kau tak ingin aku disini?" dan bla-bla-bla PLUS, lelaki bermata rubah itu tersenyum lebar dengan lengkungan bibir yang mengganggu penglihatnya. "Enggak, sudah kubilang aku nggak terganggu! Ya tuhan…" Aomine Daiki mengusap wajahnya, lelah, gemes pingin nampol, tapi sayang.
Di pihak Nijimura, yang sekarang menggantikan posisi bosnya yang masih dirawat, sedikit kerepotan menangani kekacauan yang ada, iya sih dia dibantu bawahan Aomine Daiki, tapi itu malah menanbah sakit kepalanya saat mereka berulangkali minta maaf atas apa yang dia katakan!
"Jangan minta maaf karena hal gak perlu! Diam dan kerja sana!"
"Huweee maaf! Maaf!"
Di kejauhan, Hayama ketawa sampai guling-guling bareng para mata-mata di chapter 3
Tolong beri Nijimura istirahat, para bintang dilangit. (yah, disini mereka bebas berdoa pada apa saja)
.
.
.
.
.
Kagami dan Aomine berjalan bersama di koridor, membicarakan entah apa dan emosi karena perbadaan pendapat, nggak berubah sejak mereka remaja. Hingga mereka sampai di ruangan santai.
Diruangan itu ada beberapa mesin penjual makanan dan minuman, bangku-bangku berbusa yang empuk dengan berbagai tatanan, jalan setapak dengan kerikil putih, Lalu di pohon di tengah ruangan tak beratap itu, beberapa sangkar burung di gantung di dahannya dan dedaunan hijau serta bunga yang ditata apik sedemikian rupa agar tak terlalu terlihat ramai. Satu dari beberapa bagian dari rumah sakit yang jadi favorit pasien.
Di bangku berbusa yang di tata melingkar dan berkelompok, Aomine dan Kagami melihat sekumpulan anak muda yang seperti kelompok serigala di musim salju, bertumpuk dan terlihat nyaman, dan pusatnya adalah, mungkin si Alpha, alias putra tertua dari keluarga Akashi.
"Keponakanmu ini... kita meleng bentar dia udah jadi king harem aja, dalam genre berbeda sih"
"Lu ngomong apaan tolol"
.
.
.
.
.
FIN
AAANNNDDDD DOOONNNNEEEEEE YEAAAHHHHH WHOOOOOOOHOOOOO! *lempar confetti, tiup terompet*
SELAMAT TAHUN BARU SEMUA! (maaf telat ngucapinnya haha, bagiku feel tahun baru berakhir pas februari)
TOLONG BERITAU AKU GIMANA MENURUT KALIAN ENDINGNYA
Aku nggak berharap banyak sih haha
TAPI!
Terima kasih banyak atas semua dukungannya! Terima kasih banyak juga untuk semua yang masih bertahan di fandom ini, di website ini, bahkan masih ngikutin cerita ini, bersamaku, aku bangga dan terharu. Aku mau nangis, beneran, aku nggak percaya ini beneran berakhir, akhirnya!
Tapi yah, sepertinya hype knb sudah berkurang drastic disini, haruskah aku pindah lapak?
NON! Aku akan tetap disini! Entah sampai kapan, WE WILL SURVIVEEEEE
SHOUT OUT FOR!
Yose Hyuann, GreenPsycho, Rin Merianti, IreneRyuki, Dhia484, Lhiae932, Yuuki, Yoga205, Hinata Natsune, EmperorVer, Yumi Ishikawa, Saya, rovi-chan, vina rizki, para guest yang entah siapa kalian, Byeongari'sDaughterInYourArena, Damonenprinz, Diana844, Dimas222, DonatKentang, HimeKItsune26, Kleinn, Lucia Michaelis, Mel-985, Miyo Yuuki753, MutiahDwi, Nawel07, Princess of Darkness.2351, Venus Issebelle Angelic, bilaaaaa, herma1728, itsalwaysbeme, , mytalicious, ppettyppari, ryuuka and yuran, ChiyakiRyuu,
Terima kasih banyak dan sampai jumpa lagi!
