Chapter 2 : new Pathner

Disclaimer : Naruto dan beberapa chara Bukan punya saya

"The Scientist "

Pair:

Rating :T-M

Warning; Mungkin abal,typo,aneh,ancur,OCC, OC, AU. Bikin mata sakit dan perut mual.

"Victor" Monster voice

'Victor' inner monster

"victor" humans talk

'Victor' humans inner

-Victor- stance

...

...

...

...

...

...

Sumarry : Bagaimana jika masa depan dibawa kemasa lalu. Apakah akan berakhir bagus? Atau malah akan membawa petaka?

Uzumaki adalah sebuah Klan ternama yang berjaya pada masanya. Tetapi itu dulu saat lahir orang-orang hebat yang berasal dari Klan tersebut, sekarang klan Uzumaki hannyalah klan biasa di pandangan anggota kerajaan dan para Klan bangsawan yang lain. Mereka mulai menggeser status Klan Uzumaki menjadi Klan rendah yang tidak terlalu penting untuk Kerajaan Midland. Bahkan mereka dengan kejamnya mulai menarik mundur pasukan patroli kerajaan yang bertugas untuk menjaga keamanan jalan menuju klan tersebut, mengakibatkan banyak bandit atau magic beast yang menyerang kepada para pedagang membuat transaksi jual beli menurun membuat ekonomi Klan menurun drastis.

Uzumaki Arashi, itulah nama kepala Klan untuk saat ini. Suami dari Uzumaki Mito serta ayah dari Uzumaki Naruto dan Uzumaki Karin. Dulu dia adalah seorang yang disegani banyak orang dan Klan bangsawan lainnya, dia adalah seorang Uzumaki yang sangat berbakat dengan kemampuan magic chain yang sangat kuat terbuat dari mana murni yang dapat menyerap mana korban yang terlilit oleh rantai tersebut. Tetapi setelah sebuah tragedi terjadi entah kenapa dia mulai dipandang sebelah mata oleh mereka. Bangsawan lain mulai tak segan merendahkannya di depan umun dan membuat orang-orang dari Klan Uzumaki marah dan malu sehingga mereka mulai mengasingkan diri ke wilayah paling ujung kerajaan.

" ... " Hening di sebuah ruangan setelah Arashi menceritakan tentang keadaan putranya selama dia terbaring sakit.

Trak trak trak

Tiba-tiba lantai di sekitar Naruto retak oleh aura yang keluar dari dalam tubuh Naruto.

"Apakah itu benar Tou-sama." Desisnya yang menjanjikan penderitaan tanpa batas bagi siapa pun yang mengusiknya.

"Sayangnya itulah kenyataannya sekarang Anakku." Arashi mulai bersandar seraya menutup matanya. Dia paham kenapa putranya mengeluarkan reaksi dan tekanan aura yang begitu menyesakkan ini, dia sangat paham dengan perasaan yang tengah putranya rasakan. Marah, kecewa sedih, semua perasaan itu dia tahu jelas karna dulu dia juga merasakan perasaan itu juga.

"Akan kuhabisi mereka semua!" Janjinya dengan rembesan aura mana yang semakin membesar dan mulai mengguncang ruangan itu.

"Cukup Naruto!" Dan perkataan itu sukses membuat aura yang tak terkendali itu kembali pada tubuh Naruto.

"Aku tahu kamu marah, aku juga tahu kamu sangat kecewa dan sedih." Terlihat wajah Naruto tertutup surai merahnya dan tak tahu dia memasang ekspresi seperti apa saat ini.

"Tapi marah saja tidak cukup, Sedih hanya akan berakhir sia-sia, Dan kecewa tidak bisa merubah keadaan Klan kita menjadi lebih baik."

"Jadi ... jadikan perasaan sedih dihatimu itu motivasi untuk kau terus maju! Jadikan perasaan kecewamu sebagai pelajaran agar kejadian ini tidak terjadi lagi, dan Jadikan rasa amarahmu sebagai bahan bakar semangat untuk merubah keadaan Klan kita!"

Deg

Tiba-tiba tubuh Naruto menegang mendengar kata-kata motivasi dari Ayahnya.

"Hiks hiks." Terlihat aliran air mata mulai turun di kedua pipi Naruto dan terdengar suara isakan kecil keluar dari bibir Naruto.

"Maafkan Tou-san Nak, terlalu banyak beban yang Tou-san berikan padamu." Sesal Arashi sambil mulai berjalan kearah Naruto.

Tap

Dan Tangan itu menyentuh pundak Anaknya yang masih menangis sambil menundukkan kepalanya.

"Aku memang Tou-san yang tidak ber-"

"Tidak Tou-sama! ... kau adalah Tou-sama yang paling kubanggakan. Kau adalah motivasiku untuk terus maju. Dan aku berjanji akan merubah keadaan Klan kita menjadi lebih baik lagi! ... Aku berjanji." Seraya mengangkat kepalanya dan menatap kedua mata Ayahnya, Naruto mengucapkan sebuah janji dengan keyakinan hati yang mantap dan tak akan pernah tergoyahkan.

"Tentu Nak aku yakin kamu pasti bisa memenuhi janjimu."

Hanya kata banggalah yang sekarang tengah Arshi rasakan.

Dia telah menemukan Heir selanjutnya yang memiliki semangat seorang Uzumaki sejati.

"Tapi aku perlu waktu untuk menepatinya." Ucapnya sekali lagi.

"Tenang saja Nak aku tak akan menuntutmu cepat-cepat." Seraya membelai rambut merah itu penuh kasih.

.

.

.

Skip time

.

.

Setelah waktu berlalu tibalah saatnya makan malam bagi keluarga Arashi. Terlihat beberapa Maid dengan cekatan membereskan dan menyiapkan makanan untuk makan malam Keluarga kepala Klan tersebut

Dret dert

Suara beberapa kursi yang ditarik, sekarang terlihat Arashi beserta keluarganya telah menduduki kursi masing-masing dan mulai acara makan malam tersebut

Tring tring tring

Dentingan suara peralatan makan dan piring.

"Tou-sama." Ucap Naruto sukses menarik perhatian penghuni ruangan tersebut kecuali si bungsu yang adem ayem menyantap makanannya.

"Ada apa Nak?" Sambil berhenti makan dan memperhatikan sang putra yang kini menatapnya.

"Apakah Tou-sama tahu tempat para bandit yang selalu membuat masalah di sekitar wilayah Klan kita?" Dan ucapan itu sukses membuat hati kedua orang tua Naruto dan beberapa Maid yang ada di sana menjadi waswas.

"Tentu Tou-san tahu ... bolehkah Ayah tahu kenapa kau menanyakan perihal tempat para Bandit?" Dengan penasaran Arashi menanyakan Alasan Naruto bertanya tentang masalah itu.

"Bisa beritahu aku dimana tempatnya?" Perkataan Naruto itu sukses membuat semua orang terbelalak kaget.

"Untuk apa kamu tahu Sochi?" Dan akhirnya Mito tidak bisa menahan untuk tidak bertanya pada putranya. Jujur dari awal percakapan ini perasaannya sudah tidak enak untuk dirasakan, dan perkataan Naruto berikutnya hampir membuat dia terkena serangan jantung.

"Aku ingin mengunjungi tempat itu."

"Tidak! ... Kaa-san tidak mengizinkanmu pergi ke sana!" teriak Mito.

"Untuk apa kamu pergi ke sana Nak?" Tanya Arashi setelah berhasil meredakan rasa terkejut akibat dari perkataan putranya tersebut.

"Untuk kebaikan Klan Tou-sama." Bungkam, ucapan Naruto berhasil membungkam seluruh penghuni ruangan itu.

"Tetap saja Kaa-san tidak mengi-"

"Di sebelah barat Klan ... Kau akan menemukan sebuah benteng di arah sebelah barat, itulah markas para bandit itu." Potong Arashi dan itu berhasil mendapatkan hadiah berupa pelototan mata dari orang yang dia potong perkataannya.

"Arashi! Apa yang kau katakan!" Murka Mito mendengar ucapan Arashi seolah menyetujui putranya pergi ke tempat para binatang buas.

"Tenang saja Mito, aku percaya pada putra kita." Dan ucapan itu sukses membuat perasaan Mito tambah panas.

"Bicara apa kau! ... Umur Putraku baru 11 tahun dan kau mengizinkannya pergi ke sarang bandit! Dimana letak otakmu!" sambil menunjuk dan nafas yang memburu Mito meluapkan segala amarahnya.

"Tenanglah Kaa-sama ... aku akan baik-baik saja." Terlihat Naruto berjalan mendekati ibunya dan mulai menenangkannya.

"T-t-api Sochi hiks aku tak mau hiks kehilanganmu lagi." Dan air mata Mito membayangkan putranya akan pergi lagi.

"Aku janji Kaa-sama, aku akan baik-baik saja dan akan membawa pulang jalan keluar dari masalah bandit ini."

"Hiks t-tap-"

"Suuttt ... percayalah padaku Kaa-sama." Dan perlakuannya sukses mendapat anggukan dari Ibunya.

"Bawalah masa depan yang cerah untuk Klan kita Sochi."

"Serahkan padaku Kaa-sama ."

.

.

.

Skip time

.

.

.

Esok harinya terlihat Naruto dengan tas ransel kecil terpasang dipunggungnya sedang berdiri di depan gerbang Klan dengan beberapa anggota Klan yang mengantar kepergiannya.

"Hati-hati di jalan Sochi, makanlah yang cukup dan jangan suka pilih-pilih makanan. Jangan terlalu percaya sama orang asing, jaga kebersihanmu dan jaga juga kesehatanmu, selalu pakai pakaian hangat jika cuaca sedang dingin atau malam hari dan cepatlah pulang Putra kesayanganku." Terlihat Mito masih kurang rela putra satu-satunya pergi meninggalkan dirinya.

"Tentu Kaa-sama ... Kaa-sama juga jaga kesehatan selalu." Sambil memeluk ibunya.

"Pesanku sama seperti Kaa-sanmu Nak." Seraya mengelus rambut anaknya yang sekarang berada di pelukan istrinya.

"Oni Hiks.. Cepat hiks pulang." Sambil ikut memeluk sang Kakak.

"Tentu Imouto ... baiklah semuanya aku pamit doakan aku membawa hasil yang memuaskan ya!" Pamit Naruto memulai langkah awal perubahan yang akan menentukan nasib Klan Uzumaki.

"Sampai jumpa!/ Hati-hati di jalan ya!" Ucapan beberapa orang yang ikut mengantar kepergiannya dari gerbang Klan.

Terlihat Naruto sudah semakin jauh dari gerbang dan pada akhirnya tidak terlihat lagi oleh mereka.

'Hati-hati di jalan Sochi, dan cepatlah kembali.'

Batin sang Ibu, sementara itu dikamar Naruto.

Krak Krak Krak

Terlihat sebuah telur yang retak di beberapa bagian dan mulai hancur mengeluarkan kabut dikamar itu.

Sriiingggg

Tiba-tiba sepasang mata merah terbuka dan perlahan sebuah siluet mulai terlihat.

Whuuusss

Prang

Dan siluet itu pun melesat memecahkan kaca entah pergi ke mana, meninggalkan kamar Naruto yang penuh cangkang telur dan pecahan kaca.

Back to Naruto

Naruto pov

Hanya pohon yang rindang sejauh mataku memandang benar-benar cocok kalau dijadikan tempat bersembunyi bandit dan buronan kerajaan. Bandit ya ... cih lihat saja nanti akan kubuat Klanku bangkit dan berdiri kokoh menopang dirinya sendiri, saat itu tiba bersiaplah menerima balasan dariku orang-orang brengsek!

Srek srek

Suara apa itu! Sumbernya dari semak-semak di sampingku. Perlahan kupasang posisi siaga dan coba kuraih pedang pendek yang ada di pinggangku

Srek srek

Suara itu semakin dekat! Dan semak yang sekarang ada di hadapanku mulai bergoyang-goyang dengan kencang

Roooaarrrrr Bruk

Sesosok makhluk berwarna putih sebesar anjing melompat ke wajahku dan membuat aku terjungkal ke belakang.

"Hei Hei apa apaan ini!" Sambil kucoba untuk menyingkirkan makhluk ini yang terus menjilati wajahku, sial makhluk ini! Pasrah saja.

.

Normal pov

.

Setelah acara menjilati selesai kini makhluk itu sedang duduk meringkuk di pangkuan Naruto. Sekarang terlihat makhluk putih bersisik layaknya kadal lengkap dengan dua pasang kaki depan dan belakang. Berkepala seperti kadal dengan empat pasang tanduk dikeliling kepalanya dan dua buah tanduk yang lebih besar dari yang lainnya berbentuk seperti telinga kelinci. Memiliki Sepasang sayap putih besar yang menutupi punggungnya dan dua pasang sayap mirip sirip ikan dipangkal dan ujung ekornya. (Dragon White Fury)

Tiba-tiba kepala hewan sejenis reptil atau naga tersebut bangun dan menatap mata Naruto. Sekarang terlihat mata biru seperti kucing berpupil vertikal yang sangat indah.

"Hehehe." Suara tawa yang dipaksakan dikeluarkan oleh Naruto saat beradu tatap dengan naga itu.

Gggrrrrr

Geraman aneh keluar dari mulut naga tersebut dan dia mencoba menyeringai memperlihatkan mulut bersih tanpa gigi. Perlahan tangan Naruto terangkat secara perlahan mencoba untuk memegang naga itu.

Tap

Dan akhirnya telapak tangan Naruto berhasil mendarat di kepala naga tersebut.

Gggrrrrr

Geraman lain keluar dari mulut tanpa gigi itu saat Naruto mulai mengelus kepalanya.

"Dari mana kamu berasal?" Sambil terus mengelus kepala itu.

Gggrrrrr

Dan hanya geraman sebagai jawabannya.

"Siapa namamu?" Tanya sekali lagi seraya mulai melepaskan tangannya dari kepala si putih.

GGGRRRRR

Geraman marah keluar dari sang naga dan dua kaki depannya langsung menangkap tangan Naruto yang masih mengambang dikepalanya

Tap

Dan sang naga berhasil menangkap tangan Naruto dan menaruhnya dikepalanya kembali.

"Kau manja sekali." Gumamnya, melihat tangannya tidak dilepas dan masih dipegangi oleh sang naga.

"Baiklah karna kau tidak memberi tahuku asalmu." Ucap Naruto.

"Mulai hari ini kau akan ikut denganku dan menjadi temanku." Sepertinya perkataan barusan mulai menarik minat sang naga.

"Dan karna kau tidak memberi tahuku namamu, mulai sekarang aku akan memanggilmu ... ."

"Amayakasa reta ryū (Naga yang manja) ... Amaryū itulah namamu sekarang." Dan disambut jilatan di wajah kembali oles sang naga atau Amaryū mulai sekarang.

"Baiklah lebih baik kita berburu ikan disungai aku tahu kau lapar." Ucapnya sambil bangkit berdiri.

Setelah beberapa saat menangkap ikan dengan cara ditombak menggunakan bambu runcing atau ditangkap langsung oleh Amaryū dengan lumutnya. Sekarang terlihat tumbukan ikan yang lumayan banyak di dekat api unggun yang baru saja dinyalakan oleh Naruto.

Sraakk sraakk

Suara kayu yang diraut oleh Naruto untuk dipergunakan menusuk dan membakar ikan. Dan sekarang beberapa ikan yang telah terpasang rapi mengelilingi perapian tersebut.

"Cobalah." Ucap Naruto sambil mendekatkan seekor ikan bakar ke depan mulut Amaryū.

Endus sambil mendekatkan moncongnya pada ikan bakar tersebut, dan terlihat mulut tanpa gigi yang perlahan terbuka.

Sriiinggg

"Wow!"

Tiba-tiba mulut itu penuh dengan gigi-gigi yang sangat tajam dan langsung memakan ikan bakar yang disodorkan Naruto.

Kunyah-kunyah dan semakin melambat dan berhenti sambil menatap aneh Naruto.

"Apa?" Risi akan tatapan Ama.

Gleek

Suara sesuatu yang ditelan oleh si naga. Kepak dan Ama mulai terbang ke dekat tumpukan ikan

Brruusss

Lalu tiba-tiba dia langsung menyemburkan api berwarna biru pada tumpukan ikan tersebut.

"Hei! sisakan aku juga beberapa ikannya!" melihat Ama sedang melahap ikan yang barusan dia bakar.

Krasak krasak

Tiba-tiba semak-semak di sekitar tempat itu bergoyang dengan kencang

"Groooaaa."

Keluar beberapa makhluk berwarna hijau berbentuk seperti manusia kerdil.

"Goblin!"

Gggrrrrr

Dan di sambut geraman Ama.

"Sepertinya mereka mencium bau ikan bakar kita." Ucapnya memperhatikan goblin-goblin yang membawa beberapa senjata seperti kapak gada dan tombak ditangan mereka.

"Groooaaa!" komando seorang goblin yang terlihat lebih besar daripada yang lain membawa sebuah pedang besi.

Wuuussss

Suara gada yang diarahkan ke kepala Naruto dan dengan teming yang tepat Naruto merunduk dan langsung melompat ke belakang menghindari tusukan sebuah tombak yang diluncurkan pada perutnya.

"Ama balas serangan mereka!" Perintah Naruto sambil berlari mengambil pedangnya.

Roooaarrrrr Brruusss

Sambil mengepakkan sayap dan terbang Ama berteriak dilanjutkan menyemburkan api birunya.

Kiiaakkk

Kiiaakkk

Jerit dua goblin yang terbakar api biru tersebut.

Siiiuuutttt Siiiuuutttt

Beberapa anak panah api diluncurkan dari dalam hutan menargetkan Ama yang masih menyemburkan apinya.

Cleb Cleb

Roooaarrrrr

Dan beberapa sebuah anak panah berhasil menembus bagian sayap dan perut Ama dan membuatnya terjatuh dari acara terbangnya.

Bruuuggg

"Ama!" Teriak Naruto melihat Ama terjatuh.

"Beraninya kalian!" Perlahan tubuh Naruto di tutupi oleh sesuatu benda yang berwarna hitam. Benda itu terus merayap memenuhi tubuh Naruto.

Grroooaaaarrr

Teriak makhluk berwarna hitam yang tak lain adalah Naruto. Terlihatlah sekarang tidak ada sosok anak berumur sepuluh tahunan, melainkan sesosok hitam setinggi orang dewasa dengan mata merah dan beberapa benda seperti urat berwarna merah tercetak di beberapa bagian

Syyyuuuttt

Syyyuuuttt

Beberapa anak panah melesat pada sosok Naruto

Cleb cleb cleb

Dan semua anak panah itu sukses menancap ditubuh hitam besar tersebut. Namun semua anak panah tersebut seolah-olah terisap ke dalam tubuh itu dan

Syyyuuuttt

Syyyuuuttt

Panah berwarna merah langsung meluncur dari dalam tubuh jelmaan Naruto dan melesat ke pada beberapa goblin yang bersembunyi sambil mulai membidik Naruto kembali

Kiiaakkk

Kiiaakkk

Teriakan beberapa goblin yang mati dengan panah tertancap di keningnya.

"Roooaarrrrr!" terlihat si pemimpin goblin tidak terima bawahannya mati langsung melesat diikuti bawahannya yang tersisa.

Trang

Trang

Trang

Suara benda tajam yang beradu.

Gggrrrrr

Geraman yang dikeluarkan Naruto saat bertatapan muka dengan sang pemimpin goblin. Tiba-tiba leher dari jelmaan Naruto memanjang dan langsung membuka mulutnya dan melahap kepala goblin tersebut.

Bruuuggg

Suara tubuh tanpa kepala yang terjatuh di hadapan para anak buahnya yang mematung melihat sang ketua mati.

"Ngiikk ngiikk!" dan sisa goblin yang masih hidup langsung lari terkocar-kacir meninggalkan mayat pemimpinnya itu. Perlahan namun pasti wujud Naruto kembali seperti semula dan hanya menyisakan tangan kirinya yang masih berwarna hitam.

"Haah haah apa ini." Sambil melihat tangan kirinya.

Sriiingggg

Tiba-tiba tangan kirinya memiliki sepasang mata yang terbuka dan menatap dirinya.

"Apa ini!" Teriak Naruto kaget.

"Gggrrrrrrrr tenanglah Ningen." Sebuah suara yang berasal dari tangannya.

" Makhluk apa kau! Keluar dari tubuhku sekarang juga!" Teriaknya tampak ketakutan.

" Khekhekhe apa itu caramu berterima kasih padaku yang telah menyelamatkanmu dari makhluk hijau tidak berguna itu?" Tawa aneh keluar dari tangannya dan tiba-tiba tangannya berubah menjadi sebuah kepala hitam lengkap dengan mata dan mulutnya.

" ... " Hening tak ada jawaban dari Naruto karna terlalu shock melihat kejadian barusan 'Venom?' Batin Naruto mengetahui makhluk hitam itu.

"Kau benar ningen itulah namaku." Seperti bisa menjawab pertanyaan Naruto barusan.

"Kenapa kau bisa ada dalam tubuhku?"

"Aku datang bersama kalung dan Naga bodoh di sana itu."

"Ah Ama!" Teriak Naruto seraya berlari menuju Naganya.

"Kau tidak apa-apa sobat."

Gggrrrrr

Dan hanya geraman lemah sebagai jawabannya.

"Bagaimana ini luka Ama sangat parah dan jika dibiarkan dia akan mati!" Naruto terlihat panik.

"Kau memiliki batu yang penuh akan kekuatan, kenapa tidak gunakan itu untuk menyembuhkannya?" Melihat Inangnya panik Venom lalu memberi solusi pada Naruto.

"Bagaimana cara." Sambil menoleh melihat dan

DooooonGGGGGG

"K-k-kenapa tanganku sepanjang ini." Ucapnya Sweetdrop melihat Venom yang menempel di tangan kirinya sedang memakan mayat dari tubuh sang goblin dengan lahapnya.

"Abaikan saja aku, dan caranya rasakan aliran kekuatan yang ada di kalungmu lalu tarik keluar kekuatan dari batu itu dan pusatkan kananmu. Tapi ingat jangan terlalu besar jaka kau tak ingin peliharaanmu mati meledak." Ucapnya menghentikan acara makannya sejenak.

'Baiklah fokus dan rasakan aliran mana ka-'

Krauk krauk

'Fokus rasa-'

"Hmmm lezatnya."

Twicc

'Fokus ra-'

Endus endus

terlihat kepala Venom mengendus endus udara sekitar dan mulai bergerak serta kembali memanjang, pemandangan itu tak luput dari pandangan Naruto.

Twicc twicc

'Fok-'

"Ah di sana masih ada beberapa daging segar."

"Bisakah kau tenang dan diam!" Teriak Naruto

"Nyawa seseorang dipertaruhkan di sini!" Tambahnya sekali lagi.

"Ah abaikan saja ak-"

"MANA BISA BEGITU!" Teriak Naruto dengan kepala yang membesar dan beberapa air liur yang berhamburan.

'Cih, harus fokus dan rasakan aliran mana di kalungku.'

Sriiingggg

Terlihat sebuah pendar berwarna ungu mulai terlihat dari kalung Naruto

'Tarik secukupnya dan alirkan pada tangan kananku.' Batinnya memberi perintah. Cahaya ungu itu lalu merambat pada tangan kanannya dan mulai berkumpul ditangan Naruto.

'Hangat.'

'Anak yang berbakat.' Batin Venom melihat Naruto berhasil melakukan instruksinya dalam sekali percobaan.

Whuuusss

Terlihat aura ungu mengelilingi tubuh Ama. Perlahan-lahan luka di sayap dan bekas panah yang menancap diperutnya Ama perlahan menutup. Dan tulang-tulang yang tadi bergeser akibat jatuh dari ketinggian mulai kembali ke posisi semula.

'Aku yakin dengan bakat seperti ini, beberapa tahun lagi anak ini akan menjadi seorang yang melegenda di dunia ini.' Batin Venom sekali lagi.

Dan akhirnya Ama mulai bangun saat sudah tidak merasakan sakit lagi di tubuhnya

Kepak-kepak

'Kenapa tubuhnya membesar secepat ini?' Sambil memperhatikan tubuh Ama yang sekarang sudah sebesar singa dewasa.

"Itu karna aura yang dia serap dari kekuatanmu bocah!" Seakan bisa menjawab batin Naruto.

"Kenapa dari tadi kau seolah mampu membaca pikiranku?" Ucap Naruto kebingungan

"Aku memang bisa melakukannya karna kita sekarang berbagi tubuh."

.

.

.

.

.

.

TBC.

Terima kasih untuk raiders-san yang telah meninggalkan jejaknya.

Oke ditunggu Reviews selanjutnya dan sampai jumpa lagi!

.

.

Chapter 2 is Chomplete.