Chapter 3 :The first step of change

Disclaimer : Naruto dan beberapa chara Bukan punya saya

"The Scientist "

Pair:

Rating :T-M

Warning; Mungkin abal,typo,aneh,ancur,OCC, OC, AU. Bikin mata sakit dan perut mual.

"Victor" Monster voice

'Victor' inner monster

"victor" humans talk

'Victor' humans inner

-Victor- stance

...

...

...

...

...

...

Sumarry : Bagaimana jika masa depan dibawa kemasa lalu. Apakah akan berakhir bagus? Atau malah akan membawa petaka?

.

.

.

..

Tap

Tap

Tap

Disebuah hutan yang penuh akan pohon yang beraneka ragam, terlihat sesosok anak kecil berambut merah berjalan sendirian di tengah hutan tersebut.

"Venom ... apakah kau bisa terlepas dariku?" Tanya Naruto.

" ... Tidak gaki." Terlihat dari lengan kiri Naruto keluar benda berbentuk kepala berwarna hitam dan menjawab pertanyaan Naruto.

" ... " Hening Naruto menunggu kelanjutan ucapan Venom.

"Bukan sekarang waktu yang tepat untukku menjelaskannya, lagi pula kita telah sampai di kawasan para bandit." Dan seperti ucapan Venom, terlihat di hadapan Naruto sekarang ada sebuah bangunan besar yang tak terawat. Bentuknya seperti benteng besar berbentuk kotak tingginya kira-kira sepuluh meter dengan beberapa lubang berbentuk persegi dan sebuah gerbang besar terbuat dari kayu dengan parit mengelilingi benteng tersebut.

"Kau benar, saatnya pembersihan." Gumam Naruto sambil melangkah mendekati bangunan itu.

Lompat

Whuuusss

Tap

Naruto lalu melompati parit itu dan mendarat di puncak benteng tersebut. Terlihat sekarang di hadapan Naruto beberapa tenda ukuran sedang yang muat untuk beberapa orang didalam-Nya dan sebuah tenda ukuran besar berdiri di tengah-tengahnya.

" Aneh." Ucap Venom dan berhasil mendapatkan perhatian dari Naruto.

"Apa maksudmu?" Tanyanya.

Drap

Drap

Drap

"Ada penyusup!" Seru seseorang berbadan kekar sambil membawa pedang tipe Longsword.

"Panggil ketua!" Seru yang lain. Terlihatlah sekarang Naruto sedang dikepung oleh puluhan bandit yang membawa berbagai senjata.

"Hanya seorang anak kecil?" Tanya seorang bandit.

"Benar dia anak kecil." Ucap beberapa bandit.

"Hei Nak! Apa yang kau lakukan di sini?" seru seorang bandit berambut Oranye diikat di bagian belakangnya.

" ... "

"Hei Nak jawablah!" Perintah si bandit rambut oranye.

"Rumah." Gumam Naruto.

"Huh?" Terlihat beberapa bandit bingung dengan kata yang meluncur dari dalam mulut Naruto.

Hei Nak apa yang kau bicarakan?" Tanya si rambut oranye mewakili beberapa bandit.

" ... "

"Rumah, pengakuan, dan kebahagiaan itulah yang kalian cari selama ini." Ucap Naruto setelah beberapa saat membungkam mulutnya.

" ... " Terlihat tubuh beberapa bandit tersentak saat mendengar ucapan Naruto.

Duuuaarrrrrrr

Di tempat Naruto berdiri tiba-tiba terjadi ledakan akibat seseorang pria dewasa yang terjun dari atas dan menghantam tempat Naruto sebelumnya dengan sebuah pedang besar.

"Jangan bercanda denganku bocah." Ucap seseorang dari balik asap.

" ... "

" ... "

Whuuusss

Sebuah angin datang dan menghembuskan asap debu di tempat itu, dan terlihat seorang pria besar dengan rambut hitam pendek acak-acakan dengan baju hitam tanpa lengan dan juga celana hitam panjang. Dia mengenakan perban yang menutupi mulutnya dan juga perban yang membelit tangan dan betis kakinya.

'Dimana bocah itu!' Matanya dengan liar melihat sekelilingnya mencari keberadaan Naruto

Tap

Suara Naruto yang baru saja menapakkan kakinya ke permukaan.

'Wah, tadi hampir saja!' Batin Naruto melihat tempatnya berdiri sekarang telah ditempati pedang besar yang menancap di tanah.

"Hebat juga kau, bocah." Ucap si penyerang.

"Siapa kau, kenapa kau tiba-tiba menyerangku!" Ucap Naruto sambil memasang posisi siaga dengan pedang pendek yang dihunuskan kearah pria berpakaian serba hitam itu.

"Aku, Momochi Zabuza pemimpin kelompok bandit di sini. Dan alasanku menyerangmu adalah karna aku muak dengan ocehanmu itu!" Setelah ucapannya selesai Zabuza langsung berlari kearah Naruto sambil membawa pedang besarnya.

Syyaattt

Trang

"Ugh! T-tenaga yang besar." Ucap Naruto menahan tebasan pedang dari atas

Krak kraaak

'Si-sial! Bahkan pedangku retak menahan tebasannya.' Batin Naruto melihat retakan mulai menjalar dipedangnya.

Pyaaarrr

2'Gawat!' Panik Naruto sambil melompat ke belakang melihat pedangnya patah.

"Gawat pedangku patah!" Sambil melihat pedangnya yang telah terbagi dua.

"Aku pastikan kau tidak akan seberuntung barusan bocah!" Tiba-tiba Zabuza sudah ada satu meter di hadapan Naruto dengan posisi siap menebas kepalanya.

"Bos bahkan tidak segan-segan pada anak kecil." Gumam seorang bandit.

" Kau butuh bantuan Gaki?" Tanya Venom lewat telepati.

" Apakah harus ditanyakan lagi!" Batin Naruto sambil merunduk dan melancarkan sebuah pukulan kearah perut Zabuza.

Duak

"Ugh!" Sebelum pukulan Naruto mengenai perut Zabuza tiba-tiba sebuah tendangan lutut bersarang di perut Naruto

Duak

Brugg

Seakan tidak puas dengan satu tendangan, Zabuza langsung memberikan sebuah tendangan lagi di wajah dan membuat Naruto terlempar beberapa meter.

'Sa-s-sakit sekali.' Rintih Naruto berusaha bangun.

" Haah kau memang bukan apa-apa tanpa bantuanku." Ucap Venom dalam kepala Naruto. Perlahan-lahan Venom mulai membungkus tubuh Naruto.

"Venom dengan kesombongannya." Balas batin Naruto

"A-apa itu!"

"Mak-makhluk a-a-apa sebenarnya bocah itu!" Terlihat beberapa bandit terkejut dan mulai mengeluarkan keringat dingin melihat tubuh Naruto perlahan-lahan mulai berubah dan membesar.

" Mari paman! saatnya ronde kedua." Dan kini terlihat wujud Naruto telah berubah lebih tinggi dan kekar, dengan kepala hitam bermata merah besar tanpa pupil dan tanpa mulut.

" Menarik bocah." Seraya tersadar dari terkejutnya Zabuza mulai memasang posisi siap menyerang.

Sriiingggg

Dan tangan kanan Naruto tiba-tiba memanjang membentuk sebuah pedang.

" Mulai!/Mulai." Seru keduanya sambil melesat meninggalkan debu di tempat masing-masing.

Trang

Trang

Trang

Terlihat percikan api saat mereka beradu pedang.

Trang

" Sebenarnya apa tujuanmu datang kesini bocah." Ucap Zabuza sambil beradu pedang dengan Naruto.

Trang

" Berhenti Merampok pedagang yang ingin pergi ke wilayah klan Uzumaki." Balas Naruto.

" Huh? ... ah sekarang aku paham, rambut merah itu kau dari klan Uzumaki." Ucap Zabuza sembari mengingat warna rambut Naruto tadi.

" Kau benar aku dari klan Uzumaki, lebih tepatnya Uzumaki Naruto ... Itulah Namaku!" Sambil melesat kembali Naruto menghunuskan tangan kanannya kearah Zabuza.

Trang

Zabuza menahan tusukan Naruto dengan pilah pedang besarnya.

"Menarik bocah, aku dan komplotanku akan berhenti menjarah para pedagang." Ucap Zabuza membuat Naruto perlahan menurunkan tangan kanannya dan kembali menjadi semula.

"Asal kau bisa mengalahkanku!" Teriak Zabuza sambil menebaskan pedangnya.

'Sial tak akan sempat!' batin Naruto melihat pedang Zabuza beberapa inci lagi akan mencapai lehernya.

3cm

.

2cm

.

1cm

.

Traaanggg

"Jangan pernah turunkan kewaspadaanmu dalam pertempuran bocah! Apa pun yang terjadi." Dan terlihat sebuah sulur menahan pedang Zabuza.

"Hah selamat. Terima kasih Venom."

"Saatnya serangan balasan!"

Sriiingggg

Dan tangan kanan Naruto kembali menjadi pedang yang siap menikam perut Zabuza.

Syyyuuuttt

" Mati!" Tiba-tiba Zabuza menghilang dari pandangan Naruto dan langsung muncul dibelakang-Nya.

'Ce-c-epat sekali!' Batin Naruto.

Traaanggg

"Bocah biar aku ambil alih!" Teriak Venom dalam pikiran Naruto.

"Baik, tapi jangan terlalu berlebihan." Setelah mendapat persetujuan dari Naruto Venom langsung mengambil alih kekuasaan tubuh Naruto.

" Gggrrrrrrrr." Geraman Venom membuat bulu kuduk beberapa bandit berdiri

"Groooaaa." Tiba-tiba bagian mulut Naruto terbuka dan mengeluarkan lidah yang sangat panjang dari mulut penuh gigi runcing tersebut.

" M-m-monster." Tubuh beberapa bandit bergetar melihat wujud Naruto kembali berubah. Terlihat sekarang tubuh yang semakin tinggi, urat yang menonjol berwarna merah dan otot yang semakin membesar. Mulut lebar yang menyeringai sesekali mengeluarkan lidahnya dengan beberapa sulur pendek berwarna hitam tampak bergerak di beberapa bagian tubuhnya.

Sreekk

Pegangan Zabuzapada pedangnya merasakan aura membunuh yang dikeluarkan musuhnya.

'Siap- ah bukan! Tapi makhluk apa sebenarnya dia.' Batin Zabuza dengan beberapa keringat yang keluar dari tubuhnya.

Syyyuuuttt

" Mati." Ucap Venom dibelakan Zabuza dengan tangan kanan yang runcing siap melubangi kepalanya.

Traaanggg

Zabuza langsung memutar tubuhnya menahan tusukan Venom.

Syyyuuuttt

Syyyuuuttt

Sulur-sulur di punggung Venom memanjang melilit dan mengangkat tubuh Zabuza.

'Sial!'

Duak

Tubuh Zabuza langsung dibanting dengan keras.

Duak

Duak

Duak

Duak

Seolah tidak puas, Venom membanting tubuh Zabuza beberapa kali.

'Ugh! Sakit sekali.' Rintih Zabuza.

'Oh tidak, jangan lagi!' Batinnya lagi saat tubuhnya mulai diangkat kembali

Whuuusss

Setelah Venom mengangkat tubuh Zabuza, Ia lalu melempar tinggi tubuh itu ke atas. Dan,

Sriiingggg

Duaakkkk

Kraakk

Venom langsung muncul di atas tubuh Zabuza dengan lengan kiri yang telah berubah menjadi godam raksasa dan langsung dihantamkannya pada tubuh Zabuza membuat beberapa tulang rusuknya patah.

Syyyuuuttt

Duaarrr

Suara tubuh Zabuza yang melesat dengan cepat dan langsung membentur tanah dengan kerasnya. Setelah beberapa saat asap debu mulai menipis memperlihatkan tubuh Zabuza yang terbaring di tahan dengan tanah yang retak seperti jaring laba-laba di belakang tubuhnya.

"Bos!" seru beberapa bandit.

" Uhuk! K-kau tidak main-main rupanya bocah." Ucap Zabuza dengan perban bagian mulut mengeluarkan darah.

Drap

Drap

Drap

Terlihat beberapa bandit yang membantu Zabuza untuk berdiri.

"Kami tak akan membiarkanmu melukai ketua kami lagi!" Seru pria berambut oranye memasang posisi siaga membelakangi Zabuza dan seorang bandit dengan pakaian hitam seperti jubah dan mengenakan topeng bermata bulat putih yang tidak menutupi bagian mulutnya.

"Cukup! Fu! Torune!" Ucap Zabuza sambil dipapah anak buahnya.

"Kalian berdua bukan tandingannya." Ucapnya lagi.

" Gggrrrrrrrr!"

Syyyuuuttt

Venom langsung meluncur kembali ke hadapan Zabuza dan anak buahnya.

"Gawat! serang dia!" Ucap Fu melihat Venom kembali melesat.

"Hyaaaa!"

"Kita hajar dia!"

"Lindungi bos!" Seru beberapa bandit berlari sambil membawa senjata masing-masing.

Syyyuuuttt

Syyyuuuttt

Dan Sulur-sulur Venom langsung memanjang mengarah ke para bandit dan langsung mementalkan.

Duak

Duak

Duak

"Aaarrrgg!"

"Aaarrrgg!"

Dan para bandit langsung terpental begitu sulur tersebut menghantam mereka.

Syyyuuuttt Greeb

Tangan kanan Venom langsung melesat dan mencekik leher Zabuza membawanya ke hadapan mulut Venom yang terbuka lebar seolah-olah ingin memakan kepala Zabuza.

"Bebaskan bos kami!"

"Hentikan!"

"Jangan!"

"Aku mohon hentikan!"

" Tidak bos!"

"Apa yang akan kau lakukan monster!" Terlihat wajah cemas dan panik dari beberapa bandit saat melihat Venom akan memakan Zabuza.

" Cukup Venom!" Batin Naruto membuat tangan Venom yang membawa tubuh Zabuza berhenti bergerak di hadapan mulutnya.

" Cih! Padahal sedikit lagi aku akan dapat makan siang." Balas Venom sedikit kesal karna gagal memakan Zabuza.

"Mungkin lain kali." Tan tubuh Venom mulai berubah kembali ke bentuk perubahan pertamanya dimana mulut itu mulai tertutup seolah tak pernah ada dan tubuh yang kembali seperti ukuran semula.

"Maafkan aku, saat perubahan keduaku kadang aku tidak bisa mengontrolnya." Ucap Naruto saat telah mendapatkan kontrol sempurna dari tubuhnya dan melepaskan tangannya dari leher Zabuza.

'T-t-tadi itu ny-nyaris saja.' Batin Zabuza setengah syok melihat mulut Venom yang sangat lebar sedang terbuka dan memperlihatkan taring-taring dan juga lidah yang sangat panjang beberapa senti di hadapannya.

"T-t-tak apa bocah ... dan aku menyerah." Ucap Zabuza.

"Mulai besok kami akan pinda-"

"Tidak." Potong Naruto dengan wujud kembali menjadi normal.

"Ikutlah bersamaku dan akan kuberikan kalian rumah tempat kalian pulang." Ucap Naruto membuat beberapa bandit tersentak.

"Apakah kau serius bocah?" Tanya Zabuza sambil menatap mata Naruto mencari kebohongan atas perkataannya barusan.

"Aku sangat serius, Zabuza-san. Bukannya itu yang kalian inginkan?" seraya mengulurkan tangannya pada Zabuza.

"Dari mana kau tahu bocah?" Ucap Zabuza serius.

"Itu ... "

.

.

Flashback

.

.

" Aneh." Ucap Venom dan berhasil mendapatkan perhatian dari Naruto.

"Apa maksudmu?" Tanyanya.

"Ini aneh ... aku tidak bisa merasakan hawa jahat apa pun dari mereka." Ucapnya membuat Naruto berpikir.

"Apakah kau ... bisa merasakan niat dan hawa jahat?" Tanya Naruto memastikan

"Huh! Bukan saja hawa jahat ... aku bisa merasakan niat jahat dan membaca pikiran seseorang tanpa orang yang kubaca ingatannya sadari!" Ucapnya membanggakan kemampuannya.

"Hei! Siapa itu!" Ucap seseorang di belakang Naruto.

Kalau begitu buktikan." Bisik Naruto yang hanya bisa didengar Venom

"Baiklah."

Syyyuuuttt

Tiba-tiba sebuah sulur hitam muncul dari punggung Naruto yang langsung melesat dan menangkap wajah dari bandit di belakang Naruto.

" Hmmpp! hmmpp!" Suara si bandit tak jelas.

"Sekarang siapkan dirimu, aku akan mengirim ingatan yang kudapat padamu." Ucap Venom saat berhasil mendapatkan ingatan si bandit.

Beberapa saat kemudian

" Jadi kisah klasik Robin hood huh?" Gumam Naruto pelan setelah mendapatkan ingatan dari Venom.

"Baiklah sudah kuputuskan soal bandit-bandit ini." Sambil melompat dari atas benteng.

Bruuuggg

"Suara apa itu!"

"Ada penyusup!"

Flashback End

"Dari mata kalian, aku bisa melihat semuanya ... rasa ingin diakui, kesepian, dan kebahagiaan. Itulah yang kalian inginkan." Ucap Naruto.

" ... "

" Hahahahaha kau Naif bocah!" Sambil tertawa Zabuza membalas ucapan Naruto.

"Kami bandit yang kerja kami hanya merampok dan menjarah, kami semua sudah bahagia dengan kehidupan kami seperti ini." Lanjutnya.

" Jadi hentikan omo-"

"Ku pikir aku tidak tahu alasan kalian merampok!" Potong Naruto.

" ... "

"Kalian Merampok untuk membantu rakyat miskin dan juga tertindas di kerajaan kan!" Tubuh Zabuza tersentak mendengar ucapan Naruto.

" Da-da-dari mana kau-"

"Tak penting bagaimana aku mengetahuinya ... kau pikir dengan kau dan anak buahmu saja cukup untuk merubah keadaan mereka? Kau pikir kerajaan akan diam saja atas semua tindak tandukmu? Suatu saat pasti kalian akan ditangkap juga oleh kerajaan atau yang paling buruk dibunuhnya." Muka Zabuza langsung mengeras mendengar ucapan Naruto.

"Kau tahu apa bocah! Kau dan bangsawan lainnya sama saja! Kalian hanya mementingkan diri sendiri! Kalian hanya bisa memanfaatkan kami rakyat biasa untuk kepentingan kalian! Kalian hanya makhluk hina yang ego-"

"Aku tahu itu Zabuza!" Potong Naruto.

" Karna itulah aku di sini untuk merubah itu semua." Lanjut Naruto.

"Tidak semua bangsawan seperti pandanganmu. Masih banyak yang peduli pada nasib rakyat-rakyat kecil. Aku akan tunjukan padamu bahwa aku beserta klanku tidaklah sama dan akanku ubah nasib kalian beserta rakyat yang kalian bela menjadi lebih baik." Ucap Naruto menarik perhatian seluruh bandit terhadapnya.

"Bagaimana kau akan melakukannya bocah." Ucap Zabuza sambil perlahan berdiri di hadapan Naruto.

"Aku tidak bisa melakukannya."

"Keh! Sudah kudug-"

"Tapi dengan bantuan keluargaku, teman-temanku, klanku, dan juga kalian ... Maka pasti aku akan berhasil! Aku pasti bisa menolong rakyat kecil! Aku pasti bisa merubah nasib kalian! Maka dari itu ... Ikutlah bersamaku dan kita raih impian yang kita inginkan serta kupastikan kebahagiaan kalian di tempat yang bisa kalian sebut RUMAH!" Sambil mengulurkan tangannya ke hadapan Zabuza.

Sriiingggg

Sriiingggg

Sriiingggg

Tiba-tiba Zabuza beserta seluruh bandit mengangkat pedangnya dan membuat Venom mulai membungkus tubuh Naruto kembali.

"Kau tawarkan kami Rumah dan kebahagiaan ... Maka akan kami tawarkan kau kesetiaan dan juga pedang kami!" Seru Zabuza sambil mulai bersujud ala kesatria di hadapan Naruto diikuti oleh seluruh bandit anak buahnya.

" ... " Naruto terdiam tak menyangka dengan apa yang dilakukan Zabuza dan bawahannya.

'Hehehe menarik.'

"Sekarang apa yang harus kami lakukan boc- ah tidak! Tetapi Naruto-sama." Ucap Zabuza seraya mulai bangkit diikuti para bandit.

"Kita akan pergi dari sini menuju klan Uzumaki dan bawa semua barang berharga yang ada di sini, aku akan mulai merombak besar-besaran klank- bukan tapi klan kita semua!" Ucap Naruto mulai melangkah menuju gerbang dan diikuti oleh Zabuza.

"Kalian dengar titah junjungan kita!"

"Yaaaa!"

"Hidup Naruto-sama!"

"Diberkatilah kau!"

Teriak para bandit mulai membereskan barang-barang mereka dan jarahan mereka semua.

"Fu! kirim pesan pada seluruh Assasin kita yang sedang bertugas, suruh mereka untuk kembali."

"Kita semua akan pulang." Ucap Naruto di depan gerbang benteng besar itu.

.

.

.

.

.

Tbc

Hai semua! Terima kasih atas doa serta dukungannya untukku T.T aku terharu