Sebelumnya di The scientist

" Tujuanku kemari adalah untuk meminta izin berkelana selama beberapa tahun."

" ... "

" ... "

"Baiklah Nak, aku akan mengizinkanmu pergi."

"Tapi dengan satu syarat." Ucapnya lagi.

"Apakah itu Otou-sama ?" Tanya Naruto.

"Kau harus menguasai sihir original Klan kita ... Adamantine Attacking Chain dan Adamantine Sealing Chain."

.

.

The Scientist chapter 5

.

.

.

"Bagaimana menurutmu Venom?" Batin Naruto.

" Aku rasa tidak masalah bocah, lagi pula kau juga perlu teknik originalmu sendiri agar kau tidak terlalu bergantung pada kekuatanku." Jawab Venom.

"Mungkin kau benar."

"Nak? Kau baik-baik saja?" Arashi mulai kawatir melihat anaknya tak kunjung menjawab dan hanya berdiri dengan tatapan kosong.

" Huh?" Ucap Naruto bingung saat melihat tatapan kawatir dari ayahnya.

"Kau baik-baik saja Nak?" Ulangnya sekali lagi.

"A-ah ya aku baik-baik saja Otou-sama." Ucap Naruto.

" Kau yakin?" Tanya Arashi seakan kurang puas oleh jawaban Naruto.

"Ya Tou-sama, aku baik-baik saja. Dan soal syaratmu ... aku menyanggupinya." Ucap Naruto membuat wajah Arashi tersenyum mendengarnya.

"Syukurlah kalau begitu." Ucap Arashi.

"Kapan kita akan memulainya Tou-sama?" Tanya Naruto.

"Besok saja, lebih cepat lebih baik."

Hening setelah perkataan Arashi barusan, mereka berdua seakan tenggelam dalam pikirannya masing-masing.

"Tou-sama?"

"Ya, Naru?"

"Apakah Tou-sama ... memberitahu soal Venom pada Kaa-sama?" Tanya Naruto.

"Belum Nak, aku belum memberitahu ibumu pasal Venom."

" Lebih baik tak usah beritahu Kaa-sama soal Venom. Biarkan hanya Tou-sama dan kelompok Zabuza yang tahu soalnya." Ucap Naruto.

"Kenapa kau tidak ingin ibumu tahu Nak?" Tanya Arashi heran mengapa Naruto merahasiakan partnernya dari Ibunya sendiri.

" Bukan apa-apa Tou-sama, aku hanya merasa bahwa Kaa-sama lebih baik tidak mengetahuinya untuk sekarang." Perlahan raut wajah Naruto berubah menjadi sedih memikirkan ibunya melihat dia berubah dalam wujud Venom.

'Aku takut Kaa-sama menganggapku monster.' Batin Naruto.

"Baiklah Nak, aku mengerti." Ucap Arashi melihat raut muka anaknya.

.

.

.

Somewhere Unknown.

.

.

.

Di ruangan yang minim akan cahaya, terlihat lima sosok yang tengah duduk mengitari sebuah meja berbentuk bundar. Setiap sosok itu mengenakan sebuah jubah hitam yang menutupi seluruh tubuh mereka.

"Apa semua sudah hadir?" Tanya suara yang terdengar berat memecahkan keheningan dari keempat orang itu.

"Semuanya sudah hadir ketua."

" Bagaimana dengan perkembangan rencana kita?"

"Persiapan rencana kita sudah 40% berjalan ketua."

"Bagus, kita tidak perlu terburu-buru."

" Aku membawa berita buruk."

" Katakan."

" Menurut mata-mata kita di daerah klan Uzumaki, klan itu sudah mulai bangkit dan berangsur-angsur membaik."

"Uzumaki ya ..."

" Klan Uzumaki akan menjadi batu sandungan untuk rencana kita jika dibiarkan saja."

"Bagaimana bisa klan itu pulih?"

" Menurut laporan yang ada, anak si tua Arashi yang menjadi dalang dari semua ini."

"Anak yang mana? Bukannya kedua anaknya masih terlalu kecil?"

"Uzumaki Naruto ... Dialah penyebab utama klan Uzumaki bangkit."

"Mustahil! Bukannya dia tengah sekarat oleh sihir kutukan ketua, bagaimana mungkin dia bisa membawa perubahan yang besar dalam kondisi seperti itu?!"

"Di situlah keunikannya. Menurut laporan yang kita dapatkan anak itu sembuh dengan cara yang misterius bahkan di saat tabib desa itu memfonis umurnya tinggal satu minggu lagi. Dan setelah sembuh dia menjelma bagaikan orang dewasa yang terjebak dalam tubuh anak kecil"

"Bagaimana bisa?"

"Entah, yang penting sekarang adalah dia telah menjadi ancaman untuk rencana kita."

"Ketua, kirim salah satu dari kami untuk menghancurkan klan itu!"

" Tidak ... Aku mempunyai rencana yang lebih baik daripada harus mengotori tangan kita."

"Apa itu?"

"Hancurkan mereka dari dalam."

.

.

.

.

Skip time

.

.

Keesokan harinya di training ground terlihat dua sosok yang saling berhadapan.

" Nak sebelum aku mulai melatihmu, aku ingin tahu batas staminamu. Jadi untuk pertama-tama larilah kelilingi lapangan ini sampai kau tidak kuat lagi berlari." Ucap Arashi

"Hai, Tou-sama." Dan Naruto mulai berlari mengelilingi lapangan itu dengan tempo tidak terlalu cepat.

.

Di tempat lain, lebih tepatnya kastil Klan Uzumaki. Terlihat Mito sedang memasak dibantu oleh Ram dan Rem.

"Ram, bisakah kau ambilkan aku garam!" Seru Mito agak nyaring.

"Hai, Nyonya!" Dengan gesit Ram mengambil bahan yang dibutuhkan oleh Mito.

"Ini Nyonya." Sambil menyerahkan guci kecil tempat menaruh pasir putih tersebut.

"Anda terlihat bersemangat sekali Nyonya. Ada apakah gerangan?" Tanya Rem yang sedang memotong sayuran.

"Hihihi tentu saja! Hari ini aku akan membuatkan bento untuk putraku." Seru sambil terkekeh membayangkan wajah Putra pertamanya itu.

"Kalian berdua tolong bantu aku ya!" Tambahnya

"Baiklah! Kami berdua akan membantu Anda dengan seluruh kemampuan kami!" Disambut dengan anggukan penuh semangat dari kedua gadis cantik itu.

.

Sementara itu terlihat Naruto masih mengelilingi lapangan walau peluh sudah membanjiri seluruh tubuhnya.

'T-tidak kuat lagi!' Batinnya, lalu

Bruuuggg

Akhirnya tubuh Naruto jatuh karna stamina yang terkuras habis.

Tap

Tap

Tap

Terdengar suara langkah kaki yang mendekati tubuh Naruto dan akhirnya sebuah bayangan menutupi wajah Naruto.

"Nak, aku sungguh kecewa melihat staminamu yang sungguh menyedihkan itu." Ucap Arashi sambil berdiri bersedekap dada di samping kepala Naruto.

"Aku haah baru bangkit haah dari sekarat haah selama bertahun-tahun haah haah lalu apa yang kau harapkan Tou-sama?" Tanya Naruto dengan Napas yang tidak beraturan.

"Hhaaahhh mungkin kau benar Nak. Beristirahatlah dulu setalah staminamu pulih kita lanjutkan latihan kita." Melihat keadaan putranya Arashi mulai melangkah ke sebuah pohon yang rindang dan mendudukkan pantatnya di sana.

"Kyyyaaaaa! Arashi-baka! Apa yang kau lakukan pada putraku!" Teriak seseorang yang menyita perhatian kedua orang tersebut. Mito melihat tubuh putranya yang penuh akan peluh dan debu sedang tergeletak di tengah lapangan

"T-t-tung-gu S-s-sayang aku b-b-bisa je-jelaskan!" Ucap Arashi tergagap melihat rambut sepunggung istrinya mulai berkibar layaknya ekor binatang buas.

Tap

Tap

Tap

"Kubunuh kau!" seru Mito sambil mulai melangkah ke hadapan Arashi.

Glek

'T-t-tamatlah su-s-sudah riwayatku.' Batin Arashi seraya menutup matanya menunggu malaikat maut datang menjemputnya.

"Tunggu haah Kaa-sama, aku baik-baik haah saja! Hanya haah sedikit kelelahan saja." Dan ucapan Naruto sukses menghentikan tindakan Mito yang sedang mencekit leher suaminya tersebut.

"Eh? Apakah itu benar Sochi?" Tanya Mito.

"Ya Kaa-sama." Ucap Naruto dengan nafas yang sudah agak tenang.

" Ah baiklah kalau begitu! Aku membuatkanmu bento Sochi, semoga kau menyukainya!" Seru Mito perlahan mendekati tempat Naruto berbaring diikuti Ram dan Rem.

"Terima kasih Kaa-sama, ayo kita makan sama-sama." Ucap Naruto.

"Venom untuk sementara waktu kau jangan dulu keluar." Batin Naruto.

" Baiklah Ningen, kau berhutang banyak daging setelah ini." Balas Venom menggema dalam pikiran Naruto.

Dan terlihat Naruto dan Mito mulai memakan bento yang Mito buat ditemani oleh Ram dan Rem. Sesekali canda dan tawa mengiringi suasana makan siang tersebut.

"Aku serasa melupakan sesuatu." Gumam Naruto.

"Kau mengatakan sesuatu Sochi?" Tanya Mito.

"Ah tidak Kaa-sama, mari kita lanjutkan makan kita." Ucap Naruto meneruskan makan siangnya.

Terlihat sosok bersurai merah panjang di dekat sebuah pohon dengan wajah yang sudah memucat dan mata yang memutih tersandar dipohon tersebut.

'Nasibku.' Batin Arashi.

.

.

.

Sudah dua minggu Naruto melakukan pelatihannya di bawah bimbingan Arashi dan selama itu hanya di fokuskan dalam peningkatan stamina saja.

"Tidak buruk, Nak. Selama dua minggu ini staminamu sudah meningkat pesat." Puji Arashi sambil menatap anaknya yang sedang terbaring di bawah pohon.

"Jadi haah apakah kita haah bisa fokus pada latihan haah Adamantine Attacking Chain dan Adamantine Sealing Chain?" Tanya Naruto dengan mata terpejam dan nafas yang terengah-engah.

"Kau bisa mulai latihan Adamantine Attacking Chain terlebih dahulu dan setelah itu baru Adamantine Sealing Chain." Ucap Arashi berhasil menarik perhatian Naruto.

"Kenapa tidak keduanya saja sekaligus?" Tanya Naruto.

"Dengarkan Nak, Adamantine Attacking Chain adalah bentuk awal dari Adamantine Sealing Chain. Kau tidak bisa sampai angka kedua tanpa menghitung angka satu terlebih dahulu, apakah kau paham?" Jelas Arashi.

" Ya, aku paham Tou-sama." Jawab Naruto sambil mulai duduk bersandar di pohon tersebut.

" Baiklah pertama-tama akan kujelaskan apa itu Adamantine Attacking Chain." Ucap Arashi sambil ikut duduk di hadapan Naruto.

"Adamantine Attacking Chain adalah sihir spesial yang tidak membutuhkan pengucapan mantra terlebih dahulu itulah sebabnya seorang Uzumaki tidak membutuhkan Grimoire untuk menyimpan mantra sihir. Adamantine Attacking Chain adalah kumpulan mana padat yang hanya bisa dilakukan oleh seorang Uzumaki. Bentuk fisik Adamantine Attacking Chain seperti rantai pada umumnya, namun juga terdapat duri-duri lancip dalam setiap gulir rantainya. Untuk warna sejauh ini hanya ada dua jenis warna dari rantai itu, yaitu kuning keemasan dan Ungu terang. Rantai mana ini berfungsi sebagai sihir serangan, pertahanan, dan pengekang gerakan. Berbeda dengan Adamantine Sealing Chain, bentuk fisiknya mirip seperti Adamantine Attacking, tetapi tanpa duri dirantainya. Memiliki kemampuan yang lebih beragam, seperti menyerang, bertahan, mengekang, dan mampu membuatnya menjadi kekkai, bahkan jika seseorang yang menggunakannya sangat berbakat menggunakan teknik rantai Adamantine Sealing Chain Dapat menyerap mana dari orang yang dililit rantai tersebut dan menyalurkan mana yang diserap pada rantai tersebut membuat kekuatan cengkeraman rantainya menjadi lebih kuat dan versi lainnya adalah menyerap mana si korban dan mengirimnya kepada si pengguna rantai . Untuk contoh Adamantine Attacking Chain akan kuperlihatkan padamu." Jelas Arashi. Tiba-tiba sebuah rantai ungu terang berduri dengan ujung runcing seperti anak panah keluar dari punggung Arashi dan bergerak-gerak dengan pelan menghasilkan bunyi yang bergerincing." Ini adalah wujud dari Adamantine Attacking Chain dan untuk jangkauan serangnya adalah dekat, sedang, dan jauh." Ucap Arashi membuat Naruto berdecak kagum melihatnya.

'Benar-benar mana murni yang padat, aku bisa merasakannya.' Kagum Naruto.

"Baiklah pelatihan-"

"Sochi! Aku membawakanmu makan siang!" Teriak seseorang memotong ucapan Arashi.

"Haah baiklah, lebih baik kita makan siang dulu." Ucap Arashi. Dan terlihat Mito yang ditemani oleh Ram dan Rem sudah tiba di tempat kedua lelaki beda usia itu dan mulailah acara makan keluarga bahagia tersebut dan sesekali diiringi oleh tingkah konyol Arashi dan Mito yang berubah ke mode marahnya membuat ketiga sosok yang ada di sana sesekali tertawa melihatnya.

'Mungkin ini rasanya memiliki sebuah keluarga, begitu hangat dan nyaman." Batin Naruto menyentuh dada kirinya.

Tes

Tes

Tes

Terlihat beberapa tetesan air mata meluncur dari dagu Naruto.

" Kau harusnya sad-eh Sochi kau kenapa Nak?" Ucapan Mito terpotong saat melihat bahu anaknya bergetar dengan kepala menunduk dan beberapa air mata yang meluncur jatuh dari wajahnya.

Greebbb

"Kau kenapa sayang?" Ucap Mito memeluk Naruto sambil mengelus surai merah putranya itu.

" ... " Dan sepertinya Naruto enggan untuk membuka mulutnya.

"Tenanglah, Ibu ada di sini." Tenang Mito.

"Hiks aku bahagia hiks memiliki kalian berdua." Dan terdengar suara isakan kecil keluar dari mulut Naruto membuat senyum kedua orang tuanya merekah di bibir keduanya.

"Tenanglah jagoan kecil kami akan selalu disamping-Mu." Ucap Arashi ikut memeluk putranya.

'Aku janji akan menjaga kalian berdua, karna kalian adalah ... cahayaku.' Batin Naruto menikmati momen yang sangat berharga menurutnya.

'Kau akan menjadi penerusku yang hebat Nak.'

.

.

.

Skip time

.

.

Sudah hampir dua bulan Naruto berlatih mengeluarkan rantai mana Adamantine Attacking Chain dan sudah mulai ada perkembangan dimana sekarang Naruto sudah bisa mengeluarkan sebuah rantai mana tersebut. Dan warna rantai Naruto adalah warna kuning keemasan.

"Bagus Nak. Perkembanganmu sangat pesat jika dibandingkan dengan Uzumaki pada umumnya. Bahkan dulu aku membutuhkan waktu tiga tahun untuk sejajar dengan tahapanmu itu." Bangga Arashi.

" Sekarang mari kita pulang hari sudah menjelang malam. Pasti Ibu dan adikmu sudah menunggu kita di rumah." Ucap Arashi sambil melangkah pergi menuju kediaman utama klan Uzumaki.

"Hai Tou-sama." Ucap Naruto seraya bangkit dan mengikuti jejak ayahnya.

Whuuusss

Tiba-tiba di hadapan Arashi muncul orang berpakaian serba hitam dengan sebuah topeng putih polos berambut merah layaknya seorang ninja.

"Ada apa?" Tanya Arashi melihat seorang Assassin berlutut di hadapannya

"Maaf Arashi-sama, Anda dan Naruto-sama ditunggu diruang rapat oleh para tetua klan."

"Ada gerangan apa para tetua berkumpul dan mengadakan sebuah rapat?" Tanya Arashi heran kenapa ada rapat mendadak.

"Hamba kurang mengetahuinya Arashi-sama." Jawab si Assassin.

"Baiklah, kau boleh pergi." Izin Arashi.

"Hai, hamba mohon undur diri." Dan dijawab anggukan kepala dari Arashi.

" Baiklah Nak, sepertinya makan malam harus menunggu sebentar lagi."

"Tak apa Tou-sama." Ucap Naruto yang memperhatikan percakapan ayahnya dari awal sampai akhir sang Assassin datang.

"Baiklah ayo kita pergi." Ucap Arashi merubah tujuan awalnya.

.

Disebuah ruangan yang membentuk melingkar terlihat kursi dan meja yang mengelilingi ruangan tersebut (Bayangkan saja ruang rapat di Konoha).

Sesampainya mereka berdua di ruangan rapat klan terlihat beberapa tetua klan sudah duduk di masing-masing.

"Baiklah karna Arashi dan Naruto sudah sampai di sini maka kita mulai saja rapat ini." Naruto langsung menyipitkan mata mendengar seorang kakek-kakek berbicara seakan kedudukannya lebih tinggi daripada ayahnya.

" Ada perihal apa sampai kalian mengadakan rapat tanpa konfirmasi dariku terlebih dahulu." Ucap Arashi dengan nada kurang bersahabat.

"Kami mengadakan rapat ini untuk anggota klan kita yang sudah pulang kembali."

"Siapa yang kau maksud?"

"Dengar Arashi, mak-"

Degggg

Tiba-tiba hawa gelap memenuhi ruangan tersebut dan membuat si kakek-kakek terdiam seketika.

"Sekali lagi kau memanggil pemimpin Klan dengan tidak hormat ... Kami pastikan kau tidak akan memiliki kepala kembali." Desis Naruto dengan suara yang berubah menjadi suara Venom lengkap dengan bayangan Venom yang tengah menyeringai memperlihatkan gigi-gigi berwarna merah menyala.

Keringat mulai keluar dari wajah para tetua klan yang hadir. Mereka merasakan hawa membunuh yang sangat mengerikan saat menatap mata merah dari bayangan hitam yang kini berdiri tepat di belakang anak pemimpin klan mereka.

"Aku rasa itu cukup, Nak." Ucap Arashi saat melihat para tetua kesulitan untuk bernafas.

"Baiklah Tou-sama." Dan dengan itu bayangan hitam tersebut menghilang bersama hawa yang menyesakkan dada, membuat semua orang bisa kembali bernafas dengan bebas.

'Bocah ini!" Batin salah satu tetua klan.

"Y-yang saya maksud adalah-"

Clekkk

Tiba-tiba pintu ruangan itu kembali terbuka memperlihatkan dua orang bersurai merah panjang yang memasuki ruangan tersebut.

"Tadaima ... Arashi Nii-sama."

"Kau!"

.

.

.

.

Disebuah ruangan yang mirip ruang Tahta dalam sebuah istana dengan beberapa lilin yang menyala dalamnya membuat ruangan tersebut menjadi minim akan pencahayaan. Terlihat seseorang yang mengenakan jubah hitam sedang duduk di sebuah singgasana dengan seorang lagi yang kini sedang bersujud ala kesatria di hadapannya.

" Aku sudah berhasil mengontak orang dalam yang kita miliki di klan Uzumaki ketua." Ucap sosok yang kini tengah bersujud tersebut dan terdengar seperti suara perempuan.

" Bagus, bagaimana tanggapannya?" Tanya orang yang dipanggil ketua.

"Dia siap bertindak kapan saja, sesuai yang ketua inginkan." Ucapnya lagi.

" Kalau begitu suruh dia memulai kekacauan di klan itu." Ucap ketua.

"Hai! Ucapmu adalah perintah untukku." Ucap sosok tersebut dengan mulai berdiri dan meninggalkan si ketua yang terduduk di kursi kebanggaannya.

'Kita lihat sejauh apa kau bisa mengatasi masalah yang akan datang, Uzumaki Naruto."

.

.

.

.

" Untuk apa kau kembali Lucius Gremory." Desis Arashi dengan nada yang penuh penekanan saat mengucapkan marga dari salah-satu mereka berdua.

'Siapa paman itu?" Batin Naruto yang memperhatikan salah satu dari kedua orang yang baru saja datang tersebut.

"Jadi dia keponakanku yang telah membawa cahaya baru untuk klan kita." Ucap orang yang dipanggil Lucius dan mengabaikan decihan Arashi yang pertanyaannya telah diabaikan.

'Keponakan?' Batin Naruto mengangkat sebelah alisnya.

"Ah, kau tidak memperkenalkan diriku pada keponakanku sendiri Nii-sama?"

"Untuk apa aku memperkenalkan penghianat sepertimu pada anakku." Jawab Arashi begitu dingin membuat sebuah tanda tanya muncul dikepala Naruto.

'Apakah hanya aku yang tidak mengerti di sini?' Batin Naruto kebingungan dengan suasana yang begitu canggung menurutnya.

" Abaikan saja ucapan Kakakku Nak, dia memang seperti itu." Ucap Lucius yang melihat raut kebingungan tercetak jelas di wajah Naruto.

"Perkenalkan Aku adalah Uzumaki Lucius adik dari Uzumaki Arashi, dan perkenalkan pemuda yang disamping-Ku adalah Sirzech Uzumaki putra pertamaku." Ucap Lucius memperkenalkan dirinya dan sosok di sampingnya itu yang kini tengah tersenyum padanya.

"A-ah baik, aku Uzumaki Naruto. Salam kenal paman." Ucap Naruto sambil melirik Arashi yang kini sedang menatap tajam dirinya.

'Hiiii seram!' Batin Naruto melihat tatapan Ayahnya.

"Arashi-sama, yang kami maksud adalah Uzumaki Lucius beserta keluarganya yang akan kembali kepada klan kita." Jelas tetua klan yang mendapat teguran dari Naruto.

"Dan berikan aku alasan untuk menerimanya kembali di klan ini." Ucap Arashi masih dengan nada yang begitu dingin.

"Nii-sama, aku mohon padamu berikan aku beserta keluargaku kesempatan untuk menebus dosa-dosaku dimasa lalu."

'Sebenarnya ada apa ini? Kenapa ayah terlihat begitu membenci adiknya sendiri?" Batin Naruto yang sedang mengamati tindakan dari orang yang mengaku pamannya tersebut.

"Bahkan bila kau memintaku untuk melakukan yang merenggut nyawaku akan kulakukan. Asal itu demi kebaikan klan." Ucap mengagetkan penghuni ruangan tersebut, kecuali Arashi tentunya.

"Saya mohon padamu Ji-sama berikan kesempatan bagi keluargaku." Ucap Sirzech seraya bersujud di hadapan semua orang.

"Sirzech! Apa yang kau lakukan!" Teriak Lucius kaget akan tindakan anaknya dan tak hanya Lucius yang terkejut melihat tindakan Sirzech seluruh penghuni ruangan bahkan Arashi sendiri terkejut melihat tindakan keponakannya itu.

"Tou-sama?" Tanya Naruto melihat ayahnya sedang menggertakkan giginya.

" Ini kesempatan terakhirmu Lucius." Ucap Arashi sambil berdiri dari duduknya.

"Sekali lagi kau melakukan kesalahan yang sama ... Aku pastikan kepalamu akan menjadi pajangan di perapianku." Ucap Arashi dengan bayangan yang menutupi separuh wajahnya.

"Dan hari ini aku umumkan bahwa Uzumaki Naruto akan dilantik menjadi Kepala klan selanjutnya dua minggu yang akan datang. Rapat ini aku tutup." Sambil melangkah pergi membuat seluruh orang yang berada di ruangan itu terkejut bukan main.

"T-t-tunggu dulu Tou-sama!" Teriak Naruto sambil mengejar Sang ayah yang telah menghilang dari balik pintu

"Terima kasih Nii-sama, aku berjanji akan mendedikasikan hidupku untuk klan kita." Dengan tubuh yang membungkuk kearah Arashi.

'Ya dan kupastikan kau tak akan pernah memenggal kepalaku.' Batin Lucius sambil tersenyum misterius.

.

.

" Tou-sama, bukankah ini terlalu cepat?" Tanya Naruto saat berhasil mengejar ayahnya.

"Aku tahu kamu terkejut Nak. Tapi ketahuilah bahwa ini adalah pilihan terbaik untuk kejayaan Klan kita." Jelas Arashi terdengar ambigu ditelinga Naruto.

"T-tapi Tou-sama, aku rasa Tou-sama terlalu terburu-buru mengambil keputusan."

" ... "

"Lagi pula aku masih perlu belajar banyak untuk menjadi seorang pemimpin." Ucap Naruto dengan sedikit nada sedih terselip dalam kata-katanya.

'Aku tak ingin kejadian itu terulang kembali.' Batinnya mengingat kejadian di dunianya dulu.

"Dan soal perubahan, aku bisa memberi Tou-sama beberapa ide tanpa harus aku yang menjadi pemimpin klan." Ucap Naruto masih mencoba merubah pendirian Arashi.

"Naruto ... besok kita tuntaskan latihanmu, aku mempunyai pirasat bahwa akan terjadi sesuatu yang besar sebentar lagi." Dan ucapan Arashi berhasil membuat tubuh Naruto tersentak.

'Kenapa hatiku ikut gelisah?' Batin Naruto.

"Itu ikatan batin namanya ningen." Ucap Venom menjawab pertanyaan Naruto.

"Dan sepertinya kau juga harus melatih kekuatanku ningen aku juga merasakan firasat buruk untuk ke depannya." Ucap Venom membuat perasaan Naruto tambah tak menentu.

'Baiklah aku rasa jadwal latihanku akan mendapat porsi tambahan.'

.

.

.

" Tadaima!" ucap Arashi dan Naruto berbarengan.

"Sepertinya Kaa-sama dan Karin ada diruang makan." Duga Naruto.

"Baiklah ayo kita ke sana." Ajak Arashi pada Naruto. Dari ruang tengah mereka sayup-sayup mendengar suara beberapa orang yang tengah berbincang.

" Dan begitulah cerita Arashi Nii-sama dulu pernah digigit anjing."

"hahaha ternyata pamanku sekonyol itu."

Sesampainya mereka berdua di ruang makan.

"K-kau! Apa yang kau lakukan di sini!"

"Yo! Nii-sama mulai hari ini aku dan keluargaku akan tinggal di kastil utama bersamamu." Ucap Lucius membuat Arashi mematung seketika.

"TIDAAKKK!"

Bruuuggg

Suara teriakan yang disusul oleh jatuhnya tubuh Arashi.

.

.

.

Skip time

.

.

Sudah beberapa hari keluarga Lucius tinggal di kastil utama klan Uzumaki. Dan Naruto telah mengenal anggota keluarga pamannya tersebut mulai dari istri sang paman yang bernama Vanelana Gremory dan si anak sulung yang telah dikenalnya Sirzech Gremory dan anak bungsunya yang bernama Rias Gremory dengan rupa mirip Sirzech hanya saja versi perempuan. Dan saat pelatihan terakhirnya dengan sang ayah Naruto menanyakan alasan kenapa ayahnya terlihat begitu membenci pamannya itu, akan tetapi ayahnya hanya menjawab.

" Saat keadaan klan kita di titik paling krisis, Lucius meninggalkan klan kita dan malah bergabung dengan klan Gremory. Hanya itu yang perlu kau ketahui." Seakan ada hal yang ditutupi Arashi membuat rasa penasaran Naruto kian menjadi.

'Kau menyembunyikan sesuatu Tou-sama, aku bisa merasakannya.' Batin Naruto.

.

Beberapa hari setelah itu, Naruto melakukan latihan diam-diam dalam bimbingan si lumpur hidup untuk memaksimalkan kekuatan saat penggabungan.

"Cukup mengesankan tidak hanya bisa menutupi sebagian tubuhmu dengan tubuhku kau juga sudah bisa membuat Armormu sendiri." Ucap Venom.

Terlihat kini Naruto telah mengenakan sebuah Armor berwarna hitam legam dengan pelindung yang seperti metal menutupi tubuh bagian atas yang menutupi sampai lehernya untuk pelindung bahunya berbentuk bundar dengan duri-duri kecil yang mencuat ke atas. Dua buah pelindung tangan yang sama memiliki duri-duri. Serta Sepatu baja yang melindungi sampai lutut kakinya tak lupa duri-duri yang mencuat ke bawah.

Mengenakan jubah hitam panjang bertudung yang menutupi kepalanya memperlihatkan mata hitam besar dengan pinggiran berwarna merah, jubah tersebut berwarna hitam yang memiliki lambang Klan Uzumaki di tengah jubah tersebut (Bayangkan saja Armor Agent Venom tanpa lambang laba-laba dan mengenakan sebuah jubah)

"Kenapa kau membuat Armor seperti ini Naruto?" Tanya Venom.

"Aku membuat Armor ini untuk menyeimbangkan antara kecepatan, kekuatan, dan juga pertahanan. Walau ada beberapa bagian yang membatasi gerakanku dan juga ada beberapa titik lemah yang bisa diserang musuh." Jelas Naruto sambil melihat Armor yang membungkus tubuhnya.

" Apa nama mode Armor ini?" Tanya Venom dengan nada kagum akan penjelasan Naruto.

"Aku belum memikirkan nama Armor ini, tetapi 100% mode ini siap digunakan." Ucap Naruto.

' Tiga hari lagi ya.' Batin Naruto mengingat acara pelantikannya akan di selenggarakan entah kenapa percakapan malam itu bersama ayahnya membuat hatinya tak bisa untuk tenang.

" Kau tak perlu gugup Naruto aku yakin semua akan baik-baik saja." Hibur Venom untuk memenangkan perasaan dari inangnya.

"Ya kau mungkin benar." Perlahan wujud Naruto kembali seperti semula dan memperlihatkan seorang anak berusia antara 10-11 tahun.

" Baiklah untuk hari ini cukup sekian lati-"

" Menghindar Naruto!" Teriak Venom.

Wuuussss

Whuuusss

Tiba-tiba dari dalam hutan meluncur lima buah bola api sebesar mobil yang mengarah pada Naruto.

" Sial!" Runtuk Naruto sambil mencoba menahan bola-bola api yang meluncur ke arahnya.

Blaarrrrr

Blaarrrrr

Blaarrrrr

Terjadi ledakan yang sangat keras di tempat Naruto sebelumnya dan meluluh-lantahkan area di sekitarnya.

Tap

Tap

Tap

Terlihat beberapa orang berpakaian ninja mendarat di dekat tempat Naruto barusan.

" Apakah berhasil?" Tanya salah satu dari mereka.

"Kukira akan su-"

Sriiingggg

Jleb

Tiba-tiba sebuah rantai berwarna emas meluncur dari dalam hutan dan menancap tepat dijantung Assassin tersebut membuat rekan-rekannya membelalakkan mata melihat kematian yang begitu cepat

"Siapa kalian, dan kenapa kalian menyerangku?" Tanya Naruto dengan nada yang begitu dingin.

"Bunuh!" komando seorang Assassin yang diperkirakan sebagai ketuanya.

Syuuuttt

Syuuuttt

Syuuuttt

'1, 3, 5 ada lima orang Assassin yang menyerangku. Dan dua lagi bersembunyi di atas pohon.' Batin Naruto menghitung musuhnya.

Trang

Trang

Trang

Terlihat beberapa Assassin melakukan serangan dengan silih berganti dan dapat ditahan oleh rantai mana Naruto.

'Kerja sama mereka sungguh bagus.' Batin Naruto dengan posisi tubuh tetap berdiri ditempat-Nya.

wahai dewi air terjang musuhku.

Tenggelamkan dia dalam kegelapan abadi.

sihir air : ombak tinggi

"Sial! Ternyata salah satu dari mereka adalah seorang wizard!" ucap Naruto menatap sebuah ombak setinggi lima meter bergerak dengan ganasnya menuju tempatnya berdiri.

Sriiingggg

Cleb

Sebuah rantai keluar dari telapak tangan Naruto dan menancap di sebuah pohon yang besar dan tiba-tiba rantai tersebut tersedot ke dalam telapak tangan Naruto membuat tubuhnya tertarik pada pohon besar itu.

Byuurrrs

Suara ombak yang menggulung apa saja di hadapannya.

Syyyuuuttt

Syyyuuuttt

Beberapa pisau kecil meluncur ke tempat Naruto bersembunyi.

'Mereka benar-benar tidak memeriku kesempatan.' Batin Naruto sambil mengeluarkan dua rantai dari punggungnya.

Trang

Trang

"Rubah tanganmu Naruto dan serang balik mereka." Ucap Venom dalam kepala Naruto.

" Baiklah." Perlahan-lahan kedua tangan Naruto berubah menjadi hitam legam dan kembali berubah menjadi dua duri yang panjang.

Syyyuuuttt

" Ayo mulai!" Teriak Naruto meluncur pada beberapa Assassin yang berdiri di sebuah pohon.

Trang

Trang

Trang

Tebasan demi tebasan mereka saling luncurkan untuk menjatuhkan lamannya masing-masing.

Syuuuttt

Sebuah tebasan berhasil memotong beberapa helai rambut Naruto.

'Cih mereka benar-benar bisa memanfaatkan momen dengan baik.'

Syyyuuuttt

"Mati!" Sebuah tusukan tiba-tiba datang dari arah belakan tubuh Naruto.

Sriiingggg

Sriiingggg

Dua buah sulur hitam langsung muncul dari punggung Naruto dan menahan gerakan tubuh si penyerang.

Cring

Craaassss

Dan muncul lagi sebuah sulur yang memiliki ujung seperti kampak memotong kepala Assassin yang terlilit tersebut.

"Dua jatuh tinggal lima." Ucap Venom.

You are a creature born of fire

You're eternal with the flames of the sun

Burn and destroy my enemy

Fire magic: phenex bird fire storm

Tiba-tiba sebuah burung api keluar dari lingkaran sihir dan mengibaskan sayapnya mengakibatkan sebuah tornado api.

'Mereka benar-benar berniat untuk membunuhku!' Batin Naruto menatap horor tornado api yang melaju ke arahnya.

"tidak ada cara lain! Venom perubahan kedua!" Batin Naruto.

Venom combat clothes.

Terlihat tubuh Naruto mulai dibungkus oleh Venom membentuk Armor yang tadi.

"Nama yang bagus." Ucap Naruto sambil merentangkan kedua tangannya dan membuat sebuah perisai besar yang menutupi seluruh tubuhnya.

Bruussss

Dengan ganasnya tornado api itu melahap pohon tempat Naruto berdiri membuat Naruto ikut terbakar didalam-Nya.

'Panas sekali!' Batin Naruto tetap mempertahankan perisai hitamnya. Dan setelah beberapa saat akhirnya badai api itu mengecil dan hanya menyisakan beberapa api yang masih menyala di beberapa tempat.

" Aku rasa itu cukup." Ucap si penyerang saat tidak merasakan hawa kehidupan Naruto lagi.

Syyyuuuttt

"A-pa!" sang wizard Assassin terkejut saat melihat sebuah anak panah meluncur dari tempat Naruto tadi

Jleb

Dan Assassin itu mati dengan panah yang menancap tepat di keningnya.

' Singkirkan dulu penyerang jarak jauhnya, baru aku bisa bebas menyerang.' Tap

Tap

Tap

"Aku tanya sekali lagi. Kenapa kalian menyerangku." Ucap Naruto sambil melangkah keluar dari dalam api yang membara.

Degggg

Jantung para Assassin serasa berhenti saat melihat sosok yang mengenakan jubah hitam berdiri di hadapannya

'A-a-aku r-ragu kami bisa mengalahkannya.' Batin pesimis seorang Assassin.

" K-kita serang bersama-sama." Ucap si ketua yang terdengar nada yang serat akan keraguan didalamnya.

"Ayo!" Komando si ketua meluncur kearah Naruto

Syyaattt

Syyaattt

Syyaattt

"Cih keras kepala." Ucap Naruto ikut meluncur kearah para Assassin itu.

Trang

Trang

Trang

Jual beli tebasan diluncurkan mereka menghasilkan percikan api di tempat itu

Syyyuuuttt

Sebuah tebasan mengarah pada punggung Naruto yang sedang menahan serangan dari depan.

Jleb

Terlihat tubuh si Assassin membeku merasakan perasaan dingin menerpa tubuhnya saat sebuah sulur hitam muncul dan menusuk jantungnya.

Bruuuggg

Dan Akhirnya tubuh itu tumbang saat tidak mempunya tenaga untuk menopang berat tubuhnya.

'Ini gawat! Dia tidak memiliki titik buta untuk diserang!' Batin si ketua Assassin saat melihat kematian anak buahnya.

Melihat keadaan kurang menguntungkan Assassin di hadapan Naruto melompat mundur dan tanpa disadarinya sebuah sulur sudah terikat di kaki kanannya.

'Sejak kapan!' Batinnya terkejut.

" Ketua! Kalian berdua mundur dan laporkan hasil misinya biar aku-"

Jleb

Sebuah sulur tajam tiba-tiba menembus kepalanya dan membuat kata-katanya menjadi kata terakhir dalam hidupnya.

"S-sial! Kau pergilah biar aku yang menghadapi monster ini." Perintah si ketua.

"Baik." Ucap Assassin itu melesak ke dalam hutan.

'Ini aneh, seharusnya akan ada beberapa orang datang kemari saat ledakan pertama terjadi.' Batin Naruto kebingungan karna tidak ada yang datang menolongnya.

Syyyuuuttt

" Tak akan kubiarkan kalian lari!" Teriak Naruto melesat mengejar Assassin yang melarikan diri.

Syyyuuuttt

" Lawanmu adalah aku." Ucap ketua Assassin sambil menebaskan pedangnya kearah Naruto.

Traaanggg

" Cih kau cukup menyebalkan juga." Sambil menahan tebasan pedang itu menggunakan sebuah duri yang muncul ditangan kanannya.

Traaanggg

Traaanggg

Traaanggg

Serangan keduanya sangat cepat dan hanya meninggalkan sebuah blur yang berhadapan dengan epek percikan api ditengah-Nya.

Syyyuuuttt

Syyyuuuttt

Sebuah Sulur-sulur hitam melesat dan mencoba melilit si Assassin .

'Cih aku akan tamat jika tertangkap!' Terlihat Assassin itu yang tengah melompat-lompat menghindari Sulur-sulur hitam itu.

Greeb

'Bagaimana bisa!' Batinnya terkejut saat sebuah sulur muncul dari dalam tanah dan langsung melilit kaki kirinya.

Greeb

Greeb

Dan dua buah sulur langsung menangkap tubuhnya dan membawanyapada Naruto.

" Katakan siapa yang menyuruhmu." Desis Naruto di hadapan Assassin tersebut.

" ... " 'Tidak ada cara lain.'

" Cepat katakan!"

"Kita akan mati bersama."

Sriiingggg

Tiba-tiba tubuh si Assassin bercahaya sangat terang dan terus bertambah terang.

"Naruto menghindar!" Teriak Venom.

'Si-sial tak akan sempat!.'

" Matilah!"

Cuuuiiinggg

Duuaarrrr

Sebuah ledakan yang amat besar menyapu habis hutan tempat Naruto berlatih memperlihatkan awan debu yang membumbung tinggi ke langit.

Duk

Duk

Duk

Suara bebatuan yang terjatuh akibat sihir pemusnah itu.

"Uhuk Uhuk sial! Dia melakukan bom bunuh diri." Terlihat kondisi Naruto yang sangat mengenaskan dengan beberapa bagian Armor seperti separuh wajah dan tangan kiri telah menghilang.

'Adamantine Sealing Chain! Ada penghianat di klan ini. Pantas saja tidak ada yang datang.' Batin Naruto terkejut melihat di setiap ujung kekkai terdapat sebuah rantai mana berwarna emas yang mulai memudar bersama hilangnya kekkai yang mengurungnya.

'Tapi siapa?'

Tap

Tap

Tap

Tap

"Nak kau tidak apa-apa?" terlihat ayahnya beserta seorang tetua paman dan Sirzech datang menghampiri Naruto dengan raut wajah yang kawatir.

" ... " 'Empat rantai berarti empat orang pengguna Adamantine Sealing Chain. Tapi apakah mungkin.' Batin Naruto curiga.

"Nak jawab aku!" Paksa Arashi saat melihat anaknya hanya menatap dirinya.

"A-aku tak apa Tou-sama." Tersadar dari lamunannya.

"Maaf kami datang terlambat, saat kami mendengar ledakan yang besar kami langsung menuju kesini." Sesal Arashi.

'Lebih baik aku sembunyikan dulu soal penghianat itu.'

"Tak apa Tou-sama, aku baik-baik saja."

.

.

.

.

.

TBC.

TBC.

Hai semua sudah lama saya gak update. Disini masa lalu Naruto terkuak sedikit. Dia adalah mantan seorang pemimpin yang gagal dikehidupan lalunya dan dia pemimpin jenis apa? Itu masih dirahasiakan. Dan muncul sebuah organisasi yang menjadi dalang dari memburuknya klan Uzumaki dan sekaratnya Naruto.

Ada beberapa reviews yang saya perhatikan

Yang pertama soal kemiripan dengan story TWO sebenarnya saya sudah jauh-jauh hari memikirkan story saya sebelum saya membaca story buatan Phantom-senpai hanya saja saya belum bisa membuat akun Fanfic menjadikan imajinasiku tak tercurahkan

Kedua untuk wordnya sebenarnya saya juga sayamenambahkan tetapi itu memerlukan beberapa hari untuk siap di publikasikan hehehe

Dah itu saja dari saya.

Sampai jumpa lagi.

.

.

.

.

chapter 5 complete