Chapter 6: the smell of betrayal
Disclaimer : Naruto dan beberapa chara bukan punya saya
"The Scientist "
Pair:
Rating :T-M
Warning; Mungkin abal,typo,aneh,ancur,OCC, OC, AU. Bikin mata sakit dan perut mual.
"Victor" Monster voice
'Victor' inner monster
"Victor."
" Victor "
"victor" humans talk
'Victor' humans inner
-Victor- stance
...
...
...
...
...
...
Sumarry : Bagaimana jika masa depan dibawa ke masa lalu. Apakah akan berakhir bagus? Atau malah akan membawa petaka?
Sebelumnya di The Scientist.
'Adamantine Sealing Chain! Ada penghianat di klan ini. Pantas saja tidak ada yang datang.'
'Tapi siapa?'
"Nak kau tidak apa-apa?"
" ... " 'Empat rantai berarti empat orang pengguna Adamantine Sealing Chain. Tapi apakah mungkin.'
"Maaf kami datang terlambat, saat kami mendengar ledakan yang besar kami langsung menuju kesini."
'Lebih baik aku sembunyikan dulu soal penghianat itu.'
"Tak apa Tou-sama, aku baik-baik saja."
The Scientist chapter 6
.
.
.
.
.
.
Setelah penyerangan yang dilakukan oleh sekelompok Assassin. Naruto dibawa ke ruangan rapat darurat untuk jadi saksi atas kejadian penyerangan tersebut.
"Jadi seperti itulah kejadiannya." Ucap Naruto mengakhiri.
" ... " Hening tak ada satu pun tetua klan yang bicara setelah Naruto menyelesaikan kesaksiannya
'Bagaimana sekelompok Assassin bisa menerobos masuk, sedangkan prajurit dan Assassin klan berjaga dengan ketat?' Batin Arashi tak mengerti.
"Arashi-sama ... kami para tetua telah sepakat, bahwa kami menentang pelantikan Uzumaki Naruto menjadi pemimpin klan karna masih terlalu muda untuknya menerima jabatan pemimpin." Tiba-tiba seorang tetua klan angkat bicara mengalihkan tujuan diadakannya rapat darurat ini dan membuat Arashi mengalihkan pandangannya kepada tetua itu.
"Ya itu benar. Dan jika Anda bersikeras ingin lengser dari jabatan Anda ..." Terjeda karena pintu rapat terbuka dari luar.
Krrieeettt
"Kami punya pengganti yang lebih baik." Lanjutnya bersamaan dengan masuknya Lucius.
" ... " Hening tak ada kata yang terucap dari mulut Arashi.
Degggg
Sebuah tekanan yang menyesakkan dada tiba-tiba keluar dari tubuh Arashi dan membuat semua orang yang berada di ruangan itu mengeluarkan keringat dingin.
" Apakah."
" ... "
" Apakah setelah semua yang dilakukan oleh Putraku kurang dimata kalian!" Raungan penuh akan nada kemurkaan keluar dari mulut Arashi.
" Aku memberikan kalian seorang pemuda yang akan memimpin klan menuju kejayaan. Tapi kalian semua lebih memilik seorang penghianat untuk menjadi pemimpin kalian!" Arashi tak habis pikir dengan jalan pikiran para tetua, mengapa mereka tidak bisa melihat potensi dari anaknya soal kepemimpinan dan lebih memilih Lucius yang jelas-jelas malah meninggalkan mereka saat keadaan klan sangat terpuruk.
' Ugh! Tekanan yang luar biasa!' Batin Naruto dengan sekuat tenaga menahan tubuhnya untuk tidak jatuh.
" Sadar dirilah kalian! Kalian Cuma sampah yang didaur ulang oleh putraku!" Terlihat para tetua menunjukkan raut wajah yang sangat tersiksa menerima tekanan yang dilancarkan oleh pemimpin mereka.
Kraakk
Kraakk
Area sekitar Arashi retak seakan-akan tidak kuat menahan aura yang dikeluarkan olehnya.
" Keputusanku sudah bulat! Jika kalian berlima tidak setuju dengan keputusanku ... silakan pergi dari klanku." Ucapnya berbarengan dengan nafsu membunuh yang mengerikan.
"Kita pergi Naruto. Masih banyak persiapan untuk pelantikanmu yang harus diselesaikan." Ucap Arashi sambil berdiri dan mulai melangkah keluar ruangan bersama Naruto.
"Tunggu Nii-sama!" Teriak Lucius sambil mengejar Arashi dan Naruto.
" ... " Hening tak ada satu pun yang mengeluarkan suara setelah Arashi dan Naruto keluar dari ruangan itu.
" Bagaimana ini, Koziro. Arashi tidak mendengarkan masukan dari kita?" Tanya seorang tetua.
" Date, Honda, Fuuka. Siapkan pasukan sewaan yang berada di bawah kendali kalian."
"Dan untukmu, Sesomaru. Siapkan pasukan bayaran yang telah kita sewa, klan Uzumaki tak akan rugi jika sebuah keluarga ter hapuskan dari klan ini." Ucap tetua Koziro begitu dingin
"Hai!" balas mereka berempat.
.
.
.
" Jadi ini maksudmu kembali ke klan." Desis Arashi berbahaya.
" Bukan Nii-sama, ini semua bukan kemauanku! Tapi ini semua untuk kebaikan klan!" Bantah Lucius mencoba meyakinkan Arashi.
" Keparat! Jangan harap kau bisa mengambil hak putraku! Seorang penghianat sepertimu tidak akan pernah pantas memimpin klan ini!" Ucap Arashi kembali murka.
" Cukup Arashi! Kau terus menyebutku penghianat! Tapi lihatlah dirimu sendiri, tanpa putramu kau bukanlah apa-apa!" Teriak Lucius dengan menunjuk Arashi yang kini sedang menatapnya.
Wuuussss
Whuuusss
Tiba-tiba dari tubuh Arashi maupun Lucius keluar aura berwarna ungu yang mencoba saling mendominasi.
Kraakk
Kraakk
Tanah di sekitar mereka berdua tiba-tiba retak dan terlihat potongan-potongan kecil tanah yang melayang melawan hukum gravitasi.
" Cukup, Tou-sama! Ji-sama! Berdebat dengan emosi tak akan menghasilkan apa pun." Ucap Naruto menghentikan mereka berdua.
" Dan Ji-sama, bisakah Ji-sama memberikan aku dan Tou-sama waktu untuk membicarakan masalah ini berdua." Tambahnya lagi.
" Baiklah, Naruto-kun. Semoga kau bisa mengambil keputusan yang tepat untuk klan kita." Ucap Lucius sambil melangkah pergi meninggalkan mereka berdua.
" ... "
" ... "
" Baiklah Nak. Apa yang ingin kau bicarakan denganku?" Ucap Arashi setelah yakin bahwa hanya mereka berdua yang ada di sana.
" ... " Hening Naruto tak lekas menjawab pertanyaan dari ayahnya itu.
" Tou-sama klan kita terpecah menjadi dua kubu. Sepertinya pelantikanku kita tunda beberapa waktu." Dan akhirnya sebuah kalimat meluncur dari bibir Naruto setelah beberapa saat terdiam.
" Jika seperti ini terus bisa-bisa klan kita terpecah belah. Aku tak ingin itu terjadi Tou-sama." Tambahnya melihat ayahnya hanya terdiam. Naruto hanya tak ingin gara-gara dia menggantikan posisi ayahnya klan Uzumaki tercerai berai apalagi sampai menumpahkan darah sesama Uzumaki.
" Dan alangkah baiknya jika Tou-sama memikirkan ulang soal pelantikanku ini." Ucap Naruto berharap ayahnya mengerti akan kegelisahannya.
" ... Keputusanku telah bulat Nak." Ucap Arashi kukuh dengan pendiriannya membuat tubuh Naruto tersentak dia tidak menyangka ayahnya bisa seegois ini.
" Percayalah pada Ayah, ini adalah keputusan terbaik untuk klan kita." Ucap Arashi mencoba meyakinkan putranya.
" Tapi kenapa Tou-sama? Aku belum matang dalam segala aspek untuk menjadi seorang pemimpin." Ucap Naruto tidak mengerti akan jalan pikiran sang ayah dia bukannya tidak mau menjadi seorang kepala klan, tetapi dia merasa ini terlalu cepat untuknya. Lagi pula dia masih trauma untuk menjadi seorang pemimpin.
" Dengarlah putraku. Hanya kau di klan ini yang bisa kupercaya untuk menjaga klan kita. Aku tidak bisa percaya pada Lucius ataupun para tetua klan." Tersenyum teduh menghadap Naruto.
"T-t-api kenapa harus secepat ini?" Dia tak mengerti kenapa Ayahnya ingin dia cepat-cepat naik Tahta.
" Karena aku percaya padamu." Ucap Arashi sambil tersenyum dan mengelus rambut putranya.
Degggg
Tiba-tiba tubuh Naruto menegang mendengar kata-kata ayahnya.
" A-a-aku-" Ucap Naruto tergagap, dia takut mengecewakan sebuah kepercayaan lagi. Cukup sekali dimasa lalu dia mengecewakan sebuah kepercayaan karna keegoisannya. Sekarang dia ingin menempa dirinya sebelum menggantikan posisi ayahnya.
" Tolong jaga klan ini untukku, Nak." Ucap Arashi sambil mulai berjalan kembali.
'Kenapa tiba-tiba hatiku terasa sedih.' Hati Naruto tiba-tiba tak tenang mendengar kata-kata Arashi.
" K-k-kenapa aku merasa kau akan pergi." Ucap Naruto dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
" Hahaha bicara apa kau, Nak? Aku akan senantiasa bersamamu." Ucap Arashi sambil tertawa.
'Maafkan aku Nak. Aku merasa tidak bisa menepati ucapkanku." Sebuah senyum yang terlihat begitu menyedihkan muncul di bibir Arashi.
'A-a-aku tahu kau berbohong Tou-sama. Tetapi jika ini yang kau inginkan.." Batin Narto dengan hati yang ia coba mantapkan.
"B-b-ba-aiklah, Tou-sama. Akan aku jaga klan ini sesuai amanatmu." Dan air mata itu akhirnya meluncur dari kedua mata Naruto.
'Terima kasih, Nak. Jikalau aku pergi pun .. aku bisa pergi dengan tenang.' Sebuah angin lembut menerpa wajah Arashi yang kini tengah tersenyum dengan damai.
'A-a-aku janji tak akan pernah membiarkan sesuatu terjadi padamu Tou-sama!' Batin Naruto menatap punggung kokoh ayahnya dengan air mata yang mengalir di kedua matanya.
" Nak." Panggil Arashi.
" ... " Naruto terdiam dalam langkahnya, seakan tuli akan panggilan dari ayahnya.
" Haah." Terlihat Arashi menghela napas melihat anaknya menangis dalam diam seperti orang yang tengah terguncang.
" Nak! Dengarkan aku." Ucap Arashi dengan nada yang lebih tinggi dan berhasil membuat tubuh Naruto tersentak.
" Percayalah semua akan baik-baik saja." Ucap Arashi mencoba meyakinkan putranya.
" Dan Nak. Aku mempunyai misi khusus untukmu." Ucap Arashi menyita perhatian Naruto.
" Pergilah ke Monumen Apocalypse di bagian barat klan kita." Ucap Arashi.
" U-untuk apa aku harus pergi ke sana Tou-sama?" Tanya Naruto dengan nada yang masih terdengar ragu-ragu di telinga Arashi.
" Nak dengarkanlah aku! Kau adalah calon seorang pemimpin. Jadi buang segala keraguan dihatimu! Karna tak pantas seorang pemimpin mempunyai sikap ragu-ragu!" Sungguh dia merasa tersiksa melihat mental anaknya seperti ini. Tetapi dia jauh lebih tak tega melihat anaknya dimasa depan menjadi pemimpin yang tidak memiliki hati yang setangguh singa dan mental yang sangat kuat baja.
" B-baik Tou-sama!" Ucap Naruto dengan suara yang dilantangkan.
" Bagus, dan untuk misimu adalah pecahkan misteri dari prasasti Apocalypse tersebut, kau akan ditemani oleh Hakku." Jelas Arashi.
" Kapan aku harus berangkat Tou-sama?" Tanya Naruto.
" Sebaiknya kau segera berangkat malam ini juga."
" Hai! Tou-sama." Ucap Naruto.
" Hakku!" Ucap Arashi dengan nada tinggi.
Whuuusss.
Tiba-tiba seorang Assassin berlutut di hadapannya.
" Hai Arashi-sama." Ucap sang Assassin terdengar.
" Kau akan pergi menemani putraku menjalankan misi malam ini." Ucap Arashi.
" Baik!"
" Dan untuk penjelasannya putraku akan menjelaskannya di perjalanan dan sebaiknya kalian segera berangkat."
" Baiklah Tou-sama. Aku bersiap dulu, Hakku berkumpul 30 menit dari sekarang di depan gerbang."
" Baik Naruto-sama. Kalau begitu aku undur diri."
Whuuusss
Dan Hakku menghilang dari tempatnya.
'Dengan begini kau akan sibuk untuk sementara waktu Nak. Biarkan masalah ini menjadi masalah terakhir yang akan kutangani sebagai pemimpin klan." Batin Arashi melihat putranya melesat meninggalkannya.
.
.
.
Sudah tengah malam tetapi Naruto dan Haku terus memacu kuda mereka menuju tempat yang dituju.
" Naruto-sama, sebaiknya kita beristirahat terlebih dahulu. Tidak aman meneruskan misi di keadaan gelap seperti sekarang." Saran Haku dengan memacu kudanya lebih cepat agar bisa sejajar dengan Naruto.
Ngiiikkk
Suara pekikan kuda saat Naruto menarik tali kudanya
" Kau benar Haku. Lebih baik kita istirahat terlebih dahulu." Ucap Naruto sambil turun dari kudanya dan diikuti oleh Haku yang kini tengah mulai membuat tenda. Setelah selesai membangun tenda dan api unggun.
" Haku. Laporkan keadaan klan akhir-akhir ini." Tanya Naruto sambil membetulkan kayu bakar.
" Hai Naruto-sama. Saat ini di sekitar wilayah Klan kita ada beberapa aktivitas mencurigakan dari beberapa kelompok Assassin yang beberapa kali terlihat di sekitar klan." Jawab Haku.
'Assassin? Apakah mereka kelompok yang sama dengan yang menyerangku tadi sore?" Batin Narto menerka-nerka.
" Apakah ada lagi?" Tanyanya.
" Beberapa prajurit klan juga mulai menunjukkan gerak-gerik mencurigakan." Ucap Haku.
' Ada apa sebenarnya ini?' Batin Naruto mulai aneh dengan semua rentetan kejadian akhir-akhir ini.
" Haku sebaiknya kita beristirahat silih berganti dan kamu beristirahatlah terlebih dahulu." Perintah Naruto.
" Hai, Naruto-sama." Ucap Haku mulai beranjak dan masuk ke dalam tenda.
' Semoga saja apa yang kupikirkan tidak terjadi.'
" Naruto, ada beberapa orang yang mengawasi kita." Tiba-tiba suara Venom terdengar dikepala Naruto.
" Awasi saja gerak-gerik mereka Venom."
" Baiklah, tetap waspada." Ucap Venom mengakhiri koneksi dengan Naruto.
.
.
.
.
Keesokan harinya Naruto dan Haku melanjutkan perjalanan mereka menuju monumen Apocalypse. Dalam perjalanan, mereka kadang dihadang oleh para Magic beast dan beberapa Assassin yang menghadang mereka. Namun bisa dengan mudah disingkirkan oleh Naruto maupun Haku. Sesampainya mereka di sana.
" Jadi ini monumen Apocalypse itu." Ucap Naruto kagum dengan beberapa puing batu dan patung batu kesatria dengan tiga macam. Patung yang pertama adalah patung dengan ukuran lebih besar dari dua jenis patung lainnya yang mengenakan armor yang menutupi seluruh tubuhnya. Memiliki bentuk kepala lonjong bergaris melengkung ke atas untuk lubang matanya dan sebuah tanduk seperti ujung anak panah dan pelindung bahu berbentuk setengah lingkaran yang berukiran kepala banteng di masing-masing pelindung bahunya. Sebuah lambang salib tercetak di dadanya dan mengenakan sabuk seperti rantai. Terdapat selembar kain berwarna merah yang menutupi area pribadinya dengan pelindung paha yang tebal di masing-masing pahanya dan terdapat dua buah rantai yang menyambungkan di kedua pelindung paha tersebut.
Patung kedua seukuran orang dewasa normal dengan armor yang lebih mini malis. Memiliki kepala seperti paruh elang dengan sayap di samping kepalanya dan sebuah lubang membentuk huruf V sebagai lubang matanya. Memiliki armor seperti sepasang sayap terbalik di bagian depannya lengkap dengan pelindung lehernya dan pelindung bahu berbentuk kepala elang serta sepasang pelindung tangan. Mengenakan pelindung paha di kaki kirinya saja dan sebuah jubah merah yang hanya menutupi bagian bawahnya saja kecuali bagian depan kaki kirinya.
Patung ketiga
Adalah patung dengan ukuran orang dewasa normal dengan menggunakan armor yang mengenakan armor merah yang menutupi bagian belakannya ( Armornya gust berserk)
Setiap patung batu itu membawa senjata masing-masing membawa perisai dan senjata seperti kapak, godam, dan pedang yang besar untuk patung pertama. Patung kedua membawa senjata seperti, sabit, tombak, dan panah. Terakhir membawa senjata pedang kembar dan pedang satu tangan untuk patung ketiga. Seluruh patung batu itu jika dihitung berjumlah dua puluhan lebih yang bertebaran dimana-mana
" Haku sebaiknya kita berpencar. Jika kau menemukan sesuatu beri tanda dan aku akan pergi ke tempatmu." Perintah Naruto.
" Hai! Naruto-sama." Dan dengan itu mereka berdua mulai berpencar.
'Hmmm batu apa itu?' Batin Naruto sambil mulai mendekat ke sebuah batu berbentuk persegi panjang dengan bagian atasnya terdapat sebuah batu berbentuk kotak tipis.
'Tulisan apa ini?' Memperhatikan sebuah tulisan yang asing dimatanya terukir memenuhi batu persegi panjang tersebut.
" B-b-ba-gaimana mungkin bahasa itu ada di sini!" Tiba-tiba Venom berseru terkejut melihat bahasa yang tak asing lagi baginya.
'' Apakah kau tahu tentang tulisan aneh ini Venom?'' Naruto heran saat tiba-tiba Venom berbicara seperti orang yang terkejut.
"Tentu saja! Ini adalah bahasa kuno planet asalku, Planet Klyntar!" Ucap Venom masih dengan nada terkejut.
"Apakah kau bisa menerjemahkannya untukku Venom?" Naruto mulai tertarik dengan apa yang dituliskan dalam prasasti yang ada di hadapannya itu.
" Hanya sebagian dari tulisan ini yang bisa kubaca, sisanya aku kurang mengerti." Ucap Venom membuat rasa penasaran Naruto bertambah.
" Tak apa, tolong bacakan untukku." Ucap Naruto.
" Sebuah bangsa yang berjaya. Mereka kaum langit yang bersatu di bawah pimpinan seorang garis keturunan. Mereka tetap abadi sampai kapan pun. Mereka prajurit yang paling berani di jajaran pemberani. Mereka prajurit yang paling terkuat di antara yang terkuat. Mereka prajurit yang paling setia di antara yang setia. Mereka adalah Prajurit suci The Immortal ... hanya itu yang bisa kubaca Naruto."
" Prajurit suci The Immortal." Gumam Naruto saat mendengar kata-kata terakhir Venom.
Sriiingggg
Tiba-tiba tulisan prasasti di hadapan Naruto mengeluarkan cahaya yang lumayan terang.
"A-a-apa ini?!" Ucap Naruto terkejut dengan kejadian di hadapannya itu. Dan tiba-tiba tanah berguncang hebat membuat tubuh Naruto oleng.
" A-ada apa ini!" Ucap Naruto terkejut.
Dug
Dug
Dug
Dug
Muncul empat buah batu berbentuk persegi panjang tipis dari dalam tanah dan terus naik ke atas.
Dan sekarang terlihat lima prasasti yang memiliki gaya tulisan yang berbeda beda setiap prasastinya.
'Aku seperti pernah melihat gaya tulisan ini, tapi dimana?' Batin Naruto mengamati setiap prasasti itu.
"Haah itu bahasa Hieroglif mesir, hindi, swahili dan bahasa ibrani kuno." Ucap Venom membantu Naruto mengingat tulisan prasasti itu.
" Eh! Kena-"
" Aaaarrrrrrggggghhhh." Tiba-tiba sebuah teriakan mengagetkan Naruto dan memotong ucapannya.
"Haku!" Teriak Naruto sambil melesat kearah teriakan itu.
Tap tap tap
Terlihat kini di hadapan Naruto Tubuh Haku yang berdiri membelakanginya.
" Haku, kau kenapa?" Tanya Naruto.
" ... " Akan tetapi Haku tak kunjung menjawab dan tetap berdiri layaknya patung.
"Haku? Kau baik-baik saja?" Ucap Naruto yang perlahan mulai mendekat.
"Naruto jangan mendekatinya! Aku bisa merasakan hawa jahat berkumpul ditubuhnya." Ucap Venom memperingati Naruto.
" Ehehehehe." Tiba-tiba kedua bahu Haku bergetar dan diikuti suara kekehan yang menyeramkan.
Gleek
'Kenapa tiba-tiba menjadi menyeramkan?' Batin Naruto.
" Ahahahaha! Akhirnya! ... Akhirnya aku bebas!" Suara kekehan Haku berubah menjadi tawa jahat yang menakutkan bagi siapa pun yang mendengarnya.
" Bersiaplah, dia bukan gadis Assassin itu." Ucap Venom.
Sriiingggg
" Baiklah."
Tiba-tiba kedua tangan Naruto berubah menjadi duri hitam dan mulai memasang kuda-kuda.
" Huuh?" Kepala Haku tiba-tiba berputar 180 derajat dan menatap Naruto yang mematung melihat kejadian itu.
Gleek
'L-l-lehernya berputar!' Batin Naruto menjerit melihat apa yang dilakukan oleh Haku.
" Aah korban pertama!" Seru Haku yang memutar tubuhnya dan langsung melesat kearah Naruto.
Duaakkkk
Haku tiba-tiba melayangkan sebuah tinju kearah Naruto dan dapat ditahan oleh Naruto dengan cara menyilangkan kedua duri tangannya.
Sreeett
'Kuat sekali!' Batin Naruto saat tubuhnya terseret ke belakang akibat pukulan dari Haku.
" Lumayan untuk ukuran mortal sepertimu." Ucap Haku dengan suara yang berubah menjadi lebih berat.
" Ugh! Haku, apa yang terjadi denganmu!" Ucap Naruto mulai tak kuat menahan tinju penuh energi itu.
" Naruto, dia sedang dirasuki oleh makhluk lain." suara Venom terdengar dikepala Naruto.
" Huh? Apa maksudmu?" Tanyanya
Duak
Sebuah tendangan tiba-tiba menyapa pinggang kiri Naruto.
Duuggg
Suara benturan antara tubuh Naruto dan sebuah reruntuhan.
'Ugh, mantap sekali tendangannya.' Batin Naruto sambil perlahan bangun.
" perhatikan kedua matanya." Terlihat mata ungu terang menggantikan mata hitam milik Haku. Terdapat tato berbentuk tiga cakaran berwarna merah yang memenuhi area mata kiri Haku.
Cring
Cring
''Kau benar, sepertinya Haku sedang di bawah kendali seseorang atau lebih tepatnya sesuatu.'' Dua buah rantai berwarna emas muncul dari balik punggung Naruto.
" Bersiaplah! dia datang kembali." Ucap Venom melihat Haku kembali melesat menuju Naruto.
" Keturunan Enkidu!" Teriak Haku sambil menambah kecepatannya saat melihat rantai emas di punggung Naruto.
Cring Sriiingggg
Sebuah rantai Naruto melesat mencoba melilit tubuh Haku. Tetapi gerakan Haku terlalu cepat untuk bisa digapai oleh rantai Naruto.
' Sial! Lincah sekali!' Batin Naruto melihat Haku terus menghindari rantainya dan terus melesat mendekatinya.
Criing
Rantai yang tersisa tiba-tiba melingkari seluruh tubuh Naruto dan menjadikannya sebuah pelindung.
Duaakkkk
Suara benturan antara tinju Haku dan pelindung rantai itu.
Cring
Cring
Suara rantai yang saling bergesek menghasilkan bunyi bergerincing.
Sriiingggg
Tiba-tiba rantai pertama melesat mencoba melilit Haku dari belakang.
" Tidak berguna." Ucap Haku melirik rantai dibelakannya yang hanya berjarak beberapa meter lagi dari tubuhnya.
Criiingggg
Whuuusss
Dan Haku melompat ke atas menghindari terjangan rantai tersebut.
' B-b-ba-gaimana mungkin!' Batin Naruto terkejut karena di titik buta pun serangannya bisa diketahui.
" Kau lebih lemah daripada leluhurmu." Ucap Haku mencoba menyulut emosi Naruto.
" Siapa kau! Dan siapa yang kau maksud leluhurku!" Tanya Naruto mengabaikan hinaan dari Haku.
" Aku adalah Humbaba, penjaga hutan dan Beast of Gods." Ucap sosok yang merasuki Haku memperkenalkan dirinya.
" Dan leluhurmu yang ku maksud adalah, Enkidu sang pesuruh dewa teman dari si brengsek Gilgamesh." Ucapnya lagi.
" Humbaba? Aku tak pernah dengar kisahmu ataupun sejarahmu."
" Gggrrrrr tentu saja! Aku mati dan tersegel sebelum era ini lahir! Gara-gara Si bangsat Gilgamesh! Temanku Enkidu menghianatiku." Ucap Haku/Humbaba dengan aura hijau lumut mulai merembes keluar dari dalam tubuhnya.
" Dan untuk membalas penghianat Enkidu." Ucap Haku menatap Naruto.
" Naruto, berhati-hatilah." Ucap Venom memperingati Naruto.
" Venom aktifkan mode pertama."
" Baiklah."
" Akan kumusnahkan seluruh keturunannya!"
Venom Combat clothes Aktif.
Bersamaan dengan melesatnya Haku, tubuh Naruto mulai terbungkus kostum hitam dan membuat ukuran tubuhnya membesar layaknya orang dewasa, lalu ia ikut melesat kearah Haku.
Duaaakkkkk
Suara benturan kedua tinju Haku dan Naruto.
" Lumayan, keturunan Enkidu." Ucap Haku melompat mundur dan kembali melesat melancarkan sebuah tendangan yang mengincar kepala kanan Naruto.
Whuuusss
Saat hampir mengenai kepalanya, Naruto terlebih dahulu merunduk dan meluncurkan sebuah tinju dari tangan kanannya kearah perut Haku.
Duaakkk
Haku atau Humbaba masih sempat menangkap tinju Naruto dengan tangan kanannya sebelum tinju itu mengenai targetnya. Kaki kiri Haku yang masih mengambang di atas kepala Naruto tiba-tiba meluncur ke bawah mengincar bagian belakang kepalanya.
Syyyuuuttt
Dua buah sulur hitam muncul dan langsung melilit kaki kiri Haku.
" Terima kasih Venom." Ucap Naruto sambil meluncurkan sebuah upercut dengan tangan kirinya.
" Bisa apa kau tanpa aku." Balas Venom
Duaakkkk
Dan upercut itu sukses mengenai dagu Haku membuatnya terpental ke belakang.
Bruuuggg
" Beraninya ... " Ucap Haku perlahan bangkit berdiri.
" Akan kubunuh kau!" seru Haku saat bangkit sepenuhnya dengan sebuah aura hijau mengelilinginya yang bergerak dengan liar.
Wahai alam dengarkanlah panggilanku.
Patuhi perintahku dan tunduklah di bawah kekuasaanku.
Hancurkan musuh yang menghalangi jalanku.
Musnahkan musuh yang berani menentangku.
Datanglah!
Destructive wood dragon!
Kraakk
Kraakk
Braaakkkk
Tiba-tiba tanah di antara Naruto dan Haku retak dan terus memanjang dengan bagian tengah menyembul ke atas seperti didorong dari dalam.
Braaakkkk
Grroooaaaarrr
Dari dalam tanah tiba-tiba muncul seekor Naga kayu berbentuk panjang seperti ular dengan dua pasang kaki depan dan belakang memiliki hidung seperti tapir dan bermata berwarna kuning yang mengaum menunjukkan keganasannya.(Naga kayu Hasirama senju)
" Hohoho lawan yang menarik." Ucap Venom yang melihat seekor Naga di hadapannya.
Gleek
'Aku tidak yakin bisa mengalahkannya.' Batin Naruto mulai ragu melihat betapa besarnya Naga panggilan Haku.
" Jangan takut, kau adalah calon pemimpin dan juga partner dari symbiote paling kuat. Jadi buang rasa takutmu dan hancurkan Ular kayu di hadapanmu itu!" Ucap Venom memberi dorongan semangat kepada Naruto.
" Kau benar! Aku tidak boleh takut pada hal seperti ini!" Seru Naruto meluncur dengan cepat.
Grroooaaaarrr
Raungan Naga tersebut seolah menyambut Naruto.
" Serang dia!" Seru Haku memerintahkan Naga kayunya. Membuat Naga itu melesat dengan rahang yang terbuka.
Whuuusss Duaakkkk
Hampir saja Naruto dilahap Naga itu jika saja dia tidak buru-buru menghindar ke samping. Naruto terus melesat menuju ke arah Haku tanpa menyadari sebuah kibasan ekor mengarah padanya.
Duaakkkk
Tubuh Naruto terpental dan meluncur menghancurkan reruntuhan yang ada di jalur luncurnya.
Duaarrr
Dan akhirnya berhenti dan menghancurkan sebuah reruntuhan yang kini telah menguburnya.
" Lihatlah Enkidu! Salah satu keturunanmu telah kukalahkan! Hahahaha." Raut kepuasan muncul di wajah cantik Haku saat melihat Naruto tertimbun reruntuhan.
" setelah ini akan kuhancurkan seluruh keturunanmu dan juga si brengsek Gilgamesh!" Ucapnya.
" J-j-jangan bercanda brengsek!" Terlihat sebuah tangan mulai keluar dari puing reruntuhan itu disusul oleh sebuah tubuh berwarna hitam.
Gggrrrrrrrr
Terlihat sekarang sosok hitam tanpa armor berdiri dengan kepala yang tertunduk dan mengeluarkan sebuah suara geram.
" Babak yang sebenarnya baru dimulai!" Seru Naruto atau Venom meloncat ke atas Naga tersebut dengan tangan kanan yang mulai membengkak membentuk sebuah godam raksasa.
" Rasakan ini!" Seru Naruto mengayunkan godamnya ke kepala Naga kayu itu.
Duaakkkk
Kraakk
Kraakk
Terlihat dari area sekitar kepala naga yang terkena hantaman godam Naruto mulai retak dan terus membesar.
Zrraaasss
Dan akhirnya kepala naga itu hancur menyisakan tubuhnya saja.
" Selanjutnya kau." Desis Naruto dengan tangan kanan kembali normal tak lupa dengan seringai yang menyeramkan.
" Sialan kau! Uhuk Uhuk, kenapa harus sekarang!" Teriak Haku dengan tiba-tiba terbatuk yang mengeluarkan darah.
"Sepertinya tubuh Haku kelebihan beban, sekaranglah waktu yang cocok untuk mengalahkannya." Ucap Naruto.
" Kau benar." Balas Venom melesat ketempat Haku.
Duuuaakk
Sebuah upercut diluncurkan oleh Venom membuat tubuh Haku terpental keatas.
" Jangan harap ini selesai." Ucap Venom sambil meloncat dan menyusul tubuh melayang Haku.
Duuuaakk
Ugh!
Sebuah pukulan bersarang pada perut Haku.
Sriiingggg
" Masih belum!" Tiba-tiba Venom mennghilang dan muncul dibawah siap menyambut tubuh Haku.
Duuuaakk
Dan sebuah tendangan dilepas oleh Venom membuat tubuh Haku meluncur dan membentur sebuah reruntuhan.
Duuaarrrr
Aarrrggghh
Perlahan kedua mata Haku kembali seperti semula dan tato cakaran merah itu pun juga menghilang.
Sriiingggg
" Cukup Venom! Sepertinya Haku telah terlepas dari kendali Humbaba ." Ucap Naruto menghentikan tindakan Venom yang akan menusuk Haku dengan tangannya.
" Baik-"
D
DRAP
DRAP
DRAP
Suara beberapa langkah mendekat ke arah Naruto.
' Sial! Apa lagi sekarang.'
JRREEENGGGGG
Sekarang di sekeliling Naruto telah berdiri puluhan patung batu dengan senjata yang terhunus padanya.
" Aku pemimpin dari pasukan suci the Immortal, Gust. Menghukum kalian karna telah merusak tempat suci kami."
.
.
.
.
.
.
TBC
Hai semua! Maaf upnya lama, soalnya rada susah membuat adegan pertempuran hehehe, ini juga gak tau bagus atau jelek tapi aku sudah berusaha semaksimal mungkin kok.
Untuk beberapa chapte ada sedikit perubahan soal panggilan orang tua Naruto agar lebih konsisten hehehe
Oke di tunggu kritik dan sarannya.
Sekian dan terima kasih.
.
.
.
Chapter 6 is Chomplete.
