Chapter 8 : The fate of the Uzumaki clan

Disclaimer : Naruto dan beberapa chara bukan punya saya

"The Scientist "

Pair:

Rating :T-M

Warning; Mungkin abal,typo,aneh,ancur,OCC, OC, AU. Bikin mata sakit dan perut mual.

"Victor" Monster voice

'Victor' inner monster

"Victor." inner conversation of monster

" Victor " human inner conversation

"victor" humans talk

'Victor' humans inner

-Victor- stance

...

...

...

...

...

...

Sumarry : Terlempar ke dimensi lain dan menggantikan jiwa seorang anak kecil yang tengah sekarat. The Scientist repaired.

Sebelumnya di The Scientist

"Hahahahaha musnahlah kalian para serangga tidak berguna!"

Praaanggg

" Sepertinya kau membutuhkan bantuan ... Tou-sama."

" Akhirnya kau muncul juga ... Naruto."

.

.

The Scientist chapter 8

.

.

Hening tak ada yang bersuara saat Arashi mengungkapkan jadi diri dari sosok besar berarmor itu. Mereka semua terlalu terkejut saat tahu seorang anak kecil bertransformasi menjadi sosok besar di hadapan mereka. Lihatlah sosok itu mengenakan armor tebal di seluruh badannya berwarna hitam dengan beberapa bagian berwarna merah. Membawa sebuah pedang yang di tenteng dipundaknya berwarna silver (Pedang claymore). Yang kini berdiri dengan gagahnya.

" Aku suka ekspresi mereka." Ucap Venom dalam kepala Naruto.

Drap

Drap

Drap

Drap

" Ku rasa aku datang di saat yang tepat ne ... Tou-sama." Ucap Naruto memecahkan keheningan dan melangkah mendekati Arashi.

" Ya, kau datang tepat waktu putraku ... dan sepertinya kau membawa pasukan yang menarik." Balas Arashi melihat sebuah pasukan batu berdatangan.

.

.

Flashback

.

.

" Aku pemimpin dari pasukan suci the Immortal, Gust. Menghukum kalian karna telah merusak tempat suci kami." Seru sesosok kesatria batu.

" Kenapa banyak sekali masalah akhir-akhir ini." Keluh Naruto dengan tubuh mulai berubah kembali.

Drap

Drap

Braaakkkk

Tiba-tiba seorang kesatria batu besar menghantam godam ke arah Naruto. Tapi dengan cepat Naruto menghindar ke samping dan meluncurkan sebuah kepalan tinju.

Duakk

' Keras sekali!' Batin Naruto saat pukulannya mengenai perut kesatria batu itu.

" Pukulanmu terlalu lemah, Naruto." Komentar Venom saat melihat pukulan Naruto tak memberikan epek sedikit pun pada kesatria batu di hadapannya.

" Aku tahu itu." Balas Naruto sambil melompat ke belakang untuk menjaga jarak aman.

Syyyuuuttt

" Naruto! Merunduk!" Teriak Venom saat merasakan ada benda yang mendekat dan mengancam keselamatan inangnya.

Cleebbb

Sebuah tombak hampir saja menancap di tubuh Naruto jika saja dia tak segera melompat ke samping.

" Hah... Nyaris saja.'' Batin Naruto melihat sebuah tombak telah menancap di tempatnya berdiri.

Drap

Drap

"Si besar datang lagi." Ucap Venom.

Whuuusss

Sebuah godam tiba-tiba datang dari arah kiri mengincar kepala Naruto dan dengan cepat Naruto merundukkan kepalanya membuat godam itu hanya melewatinya.

Whuuusss

"Menghindar!"

Clebb

Sebuah anak panah menancap di tempat Naruto barusan dan hampir melubangi kepalanya.

Drap

Drap

Drap

Whuuusss

Tiba-tiba kesatria patung yang lain mengayunkan kapak besar dua sisi dari arah samping

" Sial mereka benar-benar tidak memberiku kesempatan." Runtuk Naruto sambil melompat ke sana-kemari menghindari ayunan kapak dan godam yang mengincar dirinya.

" Kau harus singkirkan dulu yang memegang senjata panah dan tombak dulu, baru singkirkan yang besarnya." Saran Venom kepada Naruto.

" Itu pantas untuk dicoba." Balas Naruto langsung melesat ke arah kesatria batu yang kini tengah bersiap melesatkan sebuah anak panah.

Syyyuuuttt

Sebuah panah diluncurkan ke arah Naruto, dan dengan cepat Naruto memiringkan kepalanya ke kanan dan terus melesat mendekati kesatria batu tersebut.

Duak

Sebuah tinju dilepaskan oleh Naruto ke arah wajah kesatria batu itu. Dan hanya mampu untuk menggeser sedikit patung batu tersebut.

"Sial! Bahkan yang terlihat paling lemah saja tidak mendapatkan epek yang banyak." Kesal Naruto sambil melompat mundur saat tiba-tiba beberapa kesatria batu menyerangnya bebarengan.

" Hmmm, kita harus menambah masa dari armor ini menjadi lebih berat dan tebal." Sebuah saran diberikan Venom kepada Naruto yang kini tengah menghindar dari serangan beberapa kesatria batu.

" Bagaimana caranya!? Membuat armor ini saja memerlukan mana yang lumayan banyak. Apalagi menambah masanya!" Teriak Naruto pada Venom dalam kepalanya.

" Gunakan kalungmu bodoh! Kalung itu memiliki energi tanpa batas yang mampu untuk melenyapkan sebuah planet dengan mudah. Jadi, jika hanya menambah masa armormu itu perkara mudah!" Jelas Venom.

" Bicara memang mudah! Tapi bagaimana aku harus berkonsentrasi untuk menarik energi kalungku di saat aku seperti ini!" Batin Naruto.

" Kau seolah menyuruhku menggambar lingkaran dan segitiga secara bersamaan!" Batinnya lagi.

" Kalau begitu biarkan aku yang menggambarkan lingkaran, kau fokus saja menggambar segitiganya ... sampai kau bisa melakukannya sendiri." Balas Venom sangat pelan di akhir ucapannya

" Baiklah kalau begitu. Mohon bantuannya." Ucap Naruto melepas kendali atas tubuhnya. Sebuah mulut tiba-tiba muncul di topeng armor bagian wajah Naruto dan mulai membentuk sebuah seringai yang lebar

" Baiklah,mari mulai babak kedua." Ucap Venom menantang para kesatria batu sambil menjulurkan lidahnya beberapa kali.

" Tolong beri aku waktu beberapa menit." Pinta Naruto.

" Hmmm, serahkan padaku." Balas Venom.

' Fokus, rasakan aliran energi kalungku dan tarik keluar, lalu alirkan pada tubuh Venom.' Batin Naruto.

Terlihat tubuh Naruto menjadi lebih gesit dan aktif memberikan serangan saat Venom mengambil alih tubuh Naruto. Membuat beberapa serangan kesatria batu bagaikan tak berguna di hadapannya.

Drap

Drap

Drap

" Mereka mulai menyerang bersama-sama." Batin Venom saat melihat sepuluh satria batu maju menyerangnya bersamaan.

Whuuusss

Whuuusss

Whuuusss

" Ck ini sulit juga kalau Cuma bisa menghindar tanpa balas menyerang."Dan seperti kata batin Venom. Dia dari tadi hanya bisa menghindari ayunan-ayunan senjata kesatria batu itu tanpa bisa balas menyerang.

Syuuuttt

Sebuah anak panah meluncur pada Venom dari arah belakangnya.

" Ini menyebalkan! Naruto, apakah belum selesai juga?!" Tanya Venom sambil merundung menghindari anak panah tersebut.

Whuuusss

Duaakkkk

Sebuah godam terayun dan menghantam Venom yang sedang merunduk membuat terpental cukup keras kearah belakang.

" Ohok!" Terlihat bagian mulut armor Venom mengeluarkan cairan merah kental.

" Ugh! sakit sekali!" Batin Naruto merasakan tulang rusuknya ada yang patah.

Whuuusss

Sebuah energi berwarna ungu tiba-tiba keluar dari tubuh Naruto dan perlahan membungkus seluruh tubuhnya mengobati luka yang barusan di dapatnya.

"Tapi energi yang kukumpulkan sekarang sudah cukup." Ucap Naruto dengan aura ungu yang semakin membesar.

" Bagus. Sekarang alirkan pada tubuhku, setelah itu aku yang akan ambil alih." Perintah Venom.

Whuuusss

Sriiingggg

Terlihat aliran energi yang membungkus tubuh Naruto mulai mengeluarkan cahaya yang sangat silau.

Dummmm

Hingga ledakan terjadi menghasilkan sebuah shock wave saat cahaya itu meledak membuat debu-debu beterbangan.

Venom combat clothes: power mode

Sriiingggg

Sebuah mata berwarna merah dan berbentuk garis tiba-tiba muncul dari balik debu-debu yang masih beterbangan.

Brug

Brug

Brug

Sebuah suara langkah kaki terdengar mulai melangkah. Terlihat sosok hitam besar mulai keluar dari balik debu-debu yang masih beterbangan.

" Kita mulai kembali." Seru sesosok hitam besar yang kini tengah berdiri dengan gagahnya.

Sosok itu mengenakan armor tebal di seluruh tubuhnya dan sebuah lingkaran didadanya yang bersinar mengeluarkan cahaya ungu (Bayangin hulkbuster berwarna dominasi hitam dan bergaris merah ) armor itu lebih besar dari armor pertama yang tadi di kenakan oleh Naruto.

Drap

Drap

Drap

Seorang kesatria batu besar berlari dan langsung mengayunkan godamnya ke arah armor baru Naruto.

Whuuusss

Duaakkkk

Dan Naruto berhasil menahan godam itu dengan punggung tangannya saja.

" Sekarang giliranku!" Ucap Naruto sambil meluncurkan sebuah pukulan ke arah kepala kesatria batu itu.

Duaakkkk

Dan serangan itu sukses membuat kesatria batu terseret beberapa meter ke belakang.

" Lumayan. Walau itu tak membuatnya terpental tapi itu sudah cukup." Komentar Venom membuat perasaan kesal hinggap di hati Naruto.

" Hei! Ini sudah maksimal tahu! Kau pikir mudah menyerang batu berjalan ini!" Protes Naruto tak terima akan kata-kata Venom.

" Ya, ya, ya. Terserah apa katamu saja. Tapi teman Assassinmu telah dibawa oleh pimpinan patung itu kearah monumen itu." Memberi tahu keadaan Haku yang tadi tengah pingsan.

" Apa!" Teriak Naruto terkejut oleh informasi yang baru saja Venom katakan.

"Kenapa kau baru memberi tahuku sekarang!" Teriak Naruto sangat kesal sambil mulai melesat ke arah tempat yang di katakan Venom.

" Kau tadi sedang berkonsentrasi menarik energi. Dan walaupun aku memberitahukanmu tadi, itu tak akan berguna dan malah hanya membuyarkan konsentrasimu." Jelas Venom membuat perasaan kesal Naruto perlahan menyurut.

" Kau benar. Lebih baik kita cepat menolong Haku. Perasaanku tidak enak."

.

.

.

Terlihat di pandangan Naruto, kini Haku tengah terbaring di sebuah batu berbentuk persegi panjang dengan di kelilingi oleh beberapa kesatria batu. Terlihat kesatria batu yang mengaku Gust mendekati Haku dan mulai menarik pedangnya.

Sriiingggg

Tiba-tiba Gust mengangkat pedangnya bersiap akan menebas kepala Haku yang kini masih belum sadarkan diri.

"Sial armor ini terlalu berat!" Batin Naruto sambil melesat secepat yang ia bisa.

" Hukuman dijatuhkan." Ucap Gust menebaskan pedangnya.

" Tidakkkk! Haku!" Teriak Naruto menambah kecepatannya secepat yang ia bisa untuk menyelamatkan Haku.

Deg Deg

Terlihat gerakan seluruh dunia tiba-tiba menjadi lambat saat pedang Gust terayun ke arah leher Haku.

Deg Deg

'Bagaimana ini, Haku dalam bahaya.'

Deg Deg

'Apakah aku akan gagal lagi?'

Deg Deg

'Aku tidak mau nyawa bawahanku kembali melayang di depan mataku.'

Deg Deg

' Aku mohon jangan lagi!'

Deg Deg

" AKU TAK MAU GAGAL LAGI!"

Wuuuunnggghh

Tiba-tiba muncul sebuah pendorong di punggung Naruto yang kini tengah mengumpulkan energi berwarna ungu.

Whuuusss

Dan tiba-tiba Naruto terbang melesat ke arah tempat Haku berada.

" Hentikan!" TeriakNaruto.

Perlahan-lahan muncul sebuah pedang berwarna silver ditangan kanan Naruto yang muncul entah dari mana.

.

.

Di sebuah kastil yang sangat megah terlihat gadis berambut pirang panjang yang kini sedang memandang dua buah pedang yang saling bersilangan.

Pedang pertama berwarna silver dengan pegangan pedang berwarna hitam dan sambungan antara bilah dan gagang pedangnya berwarna emas. Terdapat sebuah simbol berbentuk seperti perisai dengan sebuah huruf Y dan sebuah palang di bilah pedang tersebut (Ex-Calibur Arthuria Pentragon)

Pedang kedua berwarna silver ke selurahnya .

" Ex-Calibur dan Claymore." Gumam gadis itu memandang kedua pedang itu dengan mata shapirenya yang indah.

Sriiingggg

Tiba-tiba pedang silver yang bernama Claymore perlahan menghilang dari tempat itu membuat gadis kecil itu tersentak dan buru-buru memanggil ayahnya.

.

.

.

Traaanggg

Suara benturan antara dua buah logam. Pada saat-saat terakhir Naruto sampai di tempat Gust dan langsung menahan tebasan Gust yang sebentar lagi akan memenggal leher Haku.

'Tebasannya sungguh kuat!' Terlihat tangan Naruto bergetar karna menahan tebasan Gust.

Sring

Suara pedang Gust yang ditarik membuat Naruto kembali bersiaga.

" Sial! Situasinya tak memungkinkanku untuk-'

" Kau adalah kesatria terpilih." Ucap Gust membuat Naruto kebingungan.

" Pedang suci Claymore menjawab perasaanmu untuk melindungi temanmu." Ucap Gust menyadarkan Naruto akan pedang yang kini ada dalam genggamannya.

'Aku baru sadar aku memegang sebuah pedang.' Batin Naruto.

" Pedang itu tiba-tiba muncul saat kau melihat Assassin itu hampir mati." Tiba-tiba Venom angkat bicara soal pedang itu membuat Naruto mengangguk paham

" Kami pasukan suci the Immortal menjawab takdir yang mengikat kami dengan pedang suci Claymore, untuk bertempur sampai mati bersama pemegang pedang suci." Sambil mulai bertekuk lutut di hadapan Naruto.

" Khekhekhekhe Si sialan yang beruntung." Terdengar Venom yang tengah terkekeh dalam pikiran Naruto melihat keberuntungan Naruto yang terus mengalir. Dia tak habis pikir akan jadi apa sekuat apa Naruto di masa depan dengan seluruh kekuatan yang kini dia miliki.

Drap

Drap

Drap

Suara langkah berat Naruto yang kini mendekati tempat Haku berbaring. Naruto lalu menjulurkan tangan kanannya ke arah kepala Haku.

Sriiingggg

Tiba-tiba dari tangan kanan Naruto keluar pendar berwarna ungu yang kini meresap masuk ke dalam tubuh Haku.

" Nggg." Sebuah erangan keluar dari mulut Haku yang kini mulai menunjukkan tanda-tanda akan terbangun.

" Ugh, di mana aku?" Gumam Haku.

"!" Tanpa sengaja Haku melihat sosok hitam besar yang kini ada di hadapannya.

Whuuusss

"Siapa kau!" seru Haku sambil memasang posisi siaga.

" Tenanglah. Ini aku Naruto." Ucap sosok itu sambil membuka armor bagian kepalanya menunjukkan kepala bersurai merah.

" Ah, Naruto-sama! Maafkan atas ke tidak sopananku barusan." Ucap Haku sambil menundukkan kepalanya.

" Hmmm tak apa, secepatnya kita periksa seluruh tempat ini dan kembali ke klan. perasaanku tak enak dari saat kita berangkat." Ucap Naruto.

.

Flashback end

.

" Sekarang aku tahu kenapa kau begitu percaya pada putramu di usianya saat ini." Gumam Koziro tersadar dari rasa terkejutnya dan berhasil menyadarkan para tetua yang kini mengeluarkan keringat dingin.

Gleek

' Kami tak yakin bisa mengalahkan pasukan itu.' Batin Assassin bayaran melihat betapa mengerikannya pasukan batu yang kini berkumpul di hadapan sosok hitam besar itu. Mereka tak yakin pedang mereka mampu untuk meninggalkan sebuah goresan. Bahkan mereka juga tak yakin sihir biasa mampu untuk mementalkan satu saja dari sosok kesatria batu tersebut. Benar-benar pasukan yang menakjubkan.

" Jadi ini anak yang berhasil selamat dari sihir kutukan ketua kami?" Tiba-tiba Riser bertanya mengalihkan perhatian mereka semua.

" Tak terlihat seperti anak kecil menurutku." Komentarnya.

" Itu karna sihir ketuamu sangat lemah." Ucap Naruto mengejek ketua Riser dan berhasil membuat emosi Riser tersulut di lihat dari wajahnya yang memerah dan mengeras.

" Apa kau bilang!" Teriak Riser dengan api yang mulai berkobar di tubuhnya.

" Ketuamu sangat lemah bahkan membunuh anak kecil saja tidak bisa." Ucap Naruto membuat amarah Riser semakin memuncak.

" Kubunuh kau! Assassin! Fokuskan serangan pada si hitam brengsek itu!" Teriak Riser memerintahkan para Assassin yang kini sudah berkumpul dibelakang-Nya.

" The Immortal. Maju." Gumam Naruto memberi perintah pada pasukan batunya.

Drap

Drap

Drap

Suara langkah dari pasukan the Immortal yang kini memotong jarak dengan pasukan Riser.

Whuuusss

Whuuusss

Duaarrr

Duaarrr

Para Assassin Riser menembakkan berbagai macam sihir ke arah pasukan Immortal yang kini tengah melaju ke arah mereka.

Drap

Drap

Drap

Tetapi sepertinya sihir dari para Assassin tak ada satu pun yang mempan pada pasukan itu yang kini terus melaju tanpa dan mulai berlari.

" Sihir tak mempan pada mereka tuanku, apa yang harus kami lakukan?" Tanya seorang Assassin pada Riser yang kini semakin termakan oleh amarah.

" Sialan! Panggil pasukan Wyvern kita ubah klan ini menjadi lautan api!" Teriak Riser dengan seringai jahatnya.

" Baik!" Balas Assassin itu.

Kwooooonnngggggg

Sebuah trompet yang seperti terbuat dari tanduk lembu di tiup oleh seorang Assassin membuat para pasukan Riser mundur secara perlahan meninggalkan raut kebingungan di wajah pasukan klan Uzumaki.

Groooaaa

Terdengar raungan binatang dari atas langit yang gelap gulita.

Whuuusss

Whuuusss

Terlihat beberapa siluet yang melesat di atas langit mendekati pasukan Uzumaki.

" Itu penunggang Naga!" Teriak seorang Assassin bayaran.

Bruuuussssss

Bruuuussssss

Para naga itu menghembuskan nafas api ke arah pasukan Uzumaki yang kini tengah kocar-kacir mencari tempat berlindung.

Sriiingggg

Sriiingggg

Arrrgggghh

Panas! Arrrgggghh

Tolong aku!

Beberapa pasukan masih sempat membuat sihir pertahanan dan sebagian lagi harus rela mati terpanggang oleh hembusan para Wyvern itu.

" Hahahahaha bakar semua serangga itu!" Tawa jahat Riser melihat pasukan Uzumaki banyak yang mati terpanggang.

" Sial! Aku tak mengira mereka memiliki pasukan Wyvern!" Teriak Koziro.

Destruction magic : laser beem

Destruction magic : destroyer ball

Destruction magic : Giant cannon

Whuuusss

Whuuusss

Duaarrr

Duaarrr

Terlihat beberapa sihir berhasil menjatuhkan para Wyvern yang masih menyemburkan apinya. Membuat raut terkejut tercetak di kedua belah pihak. Tetapi beda dengan Lucius yang malah tersenyum mendengar nama sihir yang baru saja menjatuhkan beberapa Wyvern tersebut.

" Maaf ayah, kami terlambat." Terlihat Sirzech dan beberapa orang datang mendekati Lucius.

" Pasukan tambahan dari klan Gremory telah tiba." Ucap Sirzech.

Grroooaaaarrr

Raungan seekor Naga putih yang tiba-tiba menarik perhatian semua orang.

" Akhirnya kau terbangun." Gumam Naruto menarik perhatian Arashi.

.

Flashback

"Ama apakah kau baik-baik saja?" Tanya Naruto melihat Naga putih itu beberapa kali hampir menabrak pohon di depannya.

Grrrrr

Dan hanya geraman lemah yang menjadi jawabannya.

" Venom, kau tahu apa yang sedang terjadi pada Ama?" Tiba-tiba sebuah kepala hitam keluar dari lengan kiri Naruto.

" Dia di paksa tumbuh secara tidak wajar oleh energi yang ada dalam kalungmu." Ucap Venom membuat raut tak mengerti tercetak di wajah Naruto.

" Lalu?" Tanya Naruto.

" Itu artinya dia akan memasuki siklus hibernasi para naga yang beranjak dewasa." Jelas Venom.

Duaaakkkkk

Suara benturan antara tubuh Ama dan sebuah pohon berhasil mengagetkan mereka berdua.

" Benar-benar Naga yang bodoh." Gumam Venom sweetdrop.

" Ya kau benar, sepertinya dia akan mulai hibernasinya." Gumam Naruto ikut sweetdrop melihat Ama tak kunjung bangun.

" Lebih baik kau pindahkan dia ke gua terdekat agar tak ada yang menemukannya." Saran Venom.

" Baiklah."

.

.

.

Flashback end

.

.

.

" Kau tahu tentang Naga itu, Nak?" Tanya Arashi.

" Tentu... dia adalah-"

Brusss

Sebuah tembakan api berwarna biru di keluarkan oleh Naga itu yang melesat menuju seekor Wyvern yang sedang terbang.

Duaaaaaarrrrrrrrrrr

Terjadi ledakan yang lumayan hebat saat tembakan Naga putih itu mengenai tubuh Wyvern tersebut.

Whuuusss

Blaarr

Tiba-tiba Naga putih itu melesat dan mendarat di depan Naruto.

" Patnerku yang lain."

Grroooaaaarrr

Raung naga itu membentangkan kedua sayapnya. Naga putih itu memiliki ukuran sebesar bus dengan sebuah permata berwarna biru tepat di keningnya memiliki tanduk-tanduk yang panjang di kepalanya dan sisik yang tebal memenuhi seluruh tubuhnya.

Naga itu atau yang bernama Ama kini tengah merundukkan kepalanya dan mendekatkan moncongnya pada Naruto.

" Kau tumbuh terlalu cepat." Gumam Naruto sambil mengelus kepala sang Naga.

Grrrrrrrr

Geram sang Naga sambil memejamkan kedua matanya.

" Apakah tidurmu nyenyak?" Tanya Naruto sambil terus mengelus kepala sang Naga.

Grrrrrrrr

Dan lagi-lagi sebuah geraman menjadi jawaban atas pertanyaan Naruto.

" Bisakah kau bantu aku." Pinta Naruto.

Grrraaaa

Seolah mengerti akan ucapan Naruto, Ama mulai membuka kedua matanya dan menatap Naruto.

" Tolong musnahkan semua naga lemah itu." Ucap Naruto membuat Ama perlahan bangkit seraya mulai membuka kedua sayapnya dan kembali melesat terbang.

Grroooaaaarrr

Whuuusss

" Aku tak tahu harus berekspresi seperti apa lagi Nak. Kau membawa terlalu banyak kejutan untukku." Ucap Arashi sambil melihat Ama yang kini tengah bertarung di angkasa melawan para penunggang naga dan para Wyvernnya.

" Immortal! Hancurkan mereka yang berani menginjakkan kaki mereka dengan niat buruk pada klan ini!" teriak Naruto

" Kita juga! Sebagai saudara klan Uzumaki, Gremory tak boleh kalah!" Teriak Sirzech membuat pasukan yang di bawanya melesat ke arah pasukan Riser.

Terjadi pertempuran yang sangat dahsyat di malam itu. Dentingan pedang dan lemparan sihir terjadi dimana-mana yang memakan korban jiwa yang tak sedikit. Tapi walaupun pasukan Uzumaki banyak yang gugur tak ada sedikit pun perasaan takut di hati mereka untuk membela rumah mereka.

" Brengsek! Kenapa bala bantuan malah berdatangan!" Terlihat Riser kesal melihat keadaan yang malah berbalik menekannya.

" Tidak ada cara lain." Perlahan kobaran api membungkus tubuh Riser.

Aku memanggilmu.

Makhluk abadi yang tak pernah padam.

Makhluk yang bersinar dalam kegelapan.

Bakar semua musuhku menjadi abu.

Penuhi perintahku.

Penuhi panggilanku!

Legendary magic beast : PHOENIX!

Whuuusss

Tiba-tiba api yang memenuhi tubuh Riser semakin membesar dan membesar. Dari dalam api itu keluar sepasang sayap api yang membentang dan berkibas membuat api di sekelilingnya mulai padam memperlihatkan burung api raksasa yang kini terbang di atas Riser.

Kyaaaaaakkkk

Pekikan burung itu menarik perhatian Naruto dan yang lainnya.

"S-sial Itu Phoenix! Familiar bertipe Legendary!" Teriak seorang tetua.

" Biar aku dan Ama yang urus Pria itu dan burungnya. Kalian urus sisanya." Ucap Naruto membuat yang lainnya terkejut.

" Tunggu Nak! Phoenix bukanlah makhluk sembarangan. Dibutuhkan sepuluh penyihir tingkat tinggi untuk bisa menjinakkan makhluk itu." Ucap Arashi memperingati putranya.

" Kau tak perlu risau Tou-sama, aku-"

" Riser sudah cukup." Tiba-tiba sebuah suara berat memotong ucapan Naruto.

Whuuusss

Tiba-tiba muncul sosok baru yang kini berdiri di samping Riser. Memiliki tubuh tinggi besar dan mengenakan jubah yang menutupi seluruh tubuhnya.

" Mr.3 kenapa kau menggangguku." Desis Riser terdengar berbahaya. Dia kesal karna saat dia akan menggunakan sihir terkuatnya malah di ganggu oleh sosok yang kini ada disamping-Nya.

" Kau terlalu banyak membuang waktu. Lagi pula Mr.2 dan Mr.4 sudah siap melakukan operasi Buster call."

Deg

Tiba-tiba tubuh Riser tersentak saat mendengar ucapan dari orang yang disebutnya Mr.3.

" Keh! Jadi seperti itu ... Maaf pertarungan kita cukup sampai di sini saja, sebenarnya aku ingin memusnahkan kalian dengan tanganku sendiri. Tetapi ketua sudah memanggilku." Ucap Riser menghilangkan Familiarnya.

" Kita mundur!" Teriak Riser menarik pasukannya yang masih tersisa.

Whuuusss

Belum sempat semua Anak buah Riser mundur tiba-tiba dari langit muncul sinar yang sangat terang memusnahkan seluruh benda yang di laluinya.

" Cih mereka tidak memberi kita waktu!" Kesal Riser mulai menghilang bersama Mr.3.

" Gawat!"

"Sihir sebesar itu tak akan bisa ditahan!"

" Kita semua akan mati."

"inilah akhir klan Uzumaki."

Terdengar teriakan panik dari kedua kubu melihat cahaya itu semakin mendekat ke arah mereka.

" Kita coba Adamantine Sealing Chain!" Teriak Arashi. Mulai memunculkan beberapa rantai mana.

" Ohok!" Tiba-tiba dari mulut Arashi keluar darah membuat Naruto dan yang lainnya kawatir dibuatnya.

" Mana kita sudah terkuras banyak saat pertempuran tadi." Gumam Koziro melihat keadaan Arashi.

" Tou-sama dan yang lainnya dengarkan aku! Aku memiliki rencana untuk menyelamatkan kita. Tapi aku membutuhkan bantuan kalian semua!" menarik perhatian mereka semua

" Apa itu adik sepupu?" Tanya Sirzech mulai melangkah mendekati Naruto.

"Kalian keluarkan sihir pertahanan terkuat kalian! Soal mana biar aku yang mengurusnya. Kalian cukup sentuh rantai manaku dan aku akan mengalirkan manaku pada kalian!" Teriak Naruto membuat sebagian besar mereka terkejut dan mengeluarkan ekspresi tak yakin. Mereka pikir Naruto boleh saja kuat ralat sangat kuat malahan tapi untuk menyalurkan mana dan membagi kepada mereka semua itu terdengar mustahil.

" Nak apa kau gila! Manamu tak akan cukup untuk di bagi pada kami semua." Bentak Arashi sambil mencoba berdiri.

" Ayahmu benar Nak, manamu tak akan cukup untuk memulihkan kami semua." Ucap Lucius berjalan mendekati Naruto.

Criiingggg

Criiingggg

Criiingggg

Criiingggg

"Tou-sama, percaya padaku." Ucap Naruto sambil mengeluarkan rantai mananya.

" Walaupun kalian musuhku, tapi jika ingin selamat ikuti ucapanku!" Teriak Naruto pada Assassin bawahan Riser yang tersisa.

" Venom tolong bantu aku. Alirkan dan juga stabilkan rantai Adamantine Attacking Chain. Aku akan menarik mana dari power stone dan mengirimkannya pada mereka semua." Pinta Naruto melalui batinnya.

"Naruto dengarkan aku, tubuhmu belum mampu menanggung beban yang akan diterima dari penarikan mana yang terlalu berlebihan. Itu hanya akan membuat tubuhmu terbebani." Ucap Venom memperingati Naruto. Memang benar kekuatan yang besar selalu membawa pengorbanan yang besar pula.

" Tapi tak ada cara lain Venom! Kita mulai kehabisan waktu di sini!" Ucap Naruto masih tetap pada keputusannya. Menurutnya ini adalah jalan satu-satunya untuk kelangsungan klan Uzumaki.

" Baiklah terserah apa katamu saja." Balas Venom menyerah akan sifat Naruto yang Keras kepala.

"Terima kasih." Ucap Naruto mulai melepas kendali pada tubuhnya.

Whuuusss

Tiba-tiba tubuh Naruto terbungkus aura berwarna ungu yang kini menjalar pada rantainya.

Degggg

Tubuh orang-orang yang tengah memegang rantai Naruto tersentak saat menerima aliran mana yang sangat melimpah.

Whuuusss

Whuuusss

Whuuusss

" I-i-ini!"

" M-mustahil!"

"S-sungguh menakjubkan!"

" A-aku merasa bisa melakukan apa saja dengan mana sebanyak ini!"

Tiba-tiba tubuh mereka mulai terbungkus aura berwarna Ungu terang. Mereka semua merasakan tubuh mereka mulai membaik seperti sediakala saat aura itu membungkus tubuh mereka.

AaaAaaarrggggghhhhh

Teriak Naruto berusaha menarik energi lebih banyak lagi.

" Tunggu apa lagi! Cepat buat pertahanan terkuat kalian, Kita tak punya banyak waktu lagi! Immortal kalian juga!" Teriak Naruto menyadarkan mereka semua dari kekagumannya.

" Baiklah ayo semuanya!" Teriak Sirzech.

Sriiingggg

Sriiingggg

Sriiingggg

Sriiingggg

Muncul puluhan pelindung yang bersatu membentuk sebuah kubah yang melindungi seluruh klan Uzumaki.

Duaaaaaarrrrrrrrrrr

Benturan antara sinar penghancur dan sihir pelindung yang mengguncang daratan di sekitarnya.

"Ugh! Benar-benar sihir yang kuat!"

Kraakk

Kraakk

Sebuah retakan mulai muncul di sihir pelindung itu.

" Ayo! Kerahkan seluruh kemampuan kalian!" Teriak Arashi.

Aaaaarrrgggggggghh

Teriak Naruto menyalurkan energi lebih banyak lagi.

" Naruto, Cukup! Tubuhmu tidak akan kuat lagi!" Teriak Venom membuat beberapa orang di dekatnya terkejut.

" A-aku harus terus berjuang!" Ucap Naruto sambil terus menarik energi semakin besar.

AaaAaaarrggggghhhhh

"Ji-j-jika tidak klan Uzumaki." Ucap Naruto.

"Cukup Nak, dari sini aku yang ambil alih." Ucap Arashi membuat raut kebingungan tercetak jelas di wajah mereka.

Whuuusss

Sriiingggg

Sebuah lingkaran sihir tiba-tiba tercipta di bawah kaki Arashi.

" Arashi-sama! Jangan bilang kau akan-" Ucap Koziro terpotong oleh Arashi.

"Tak ada cara lain Koziro." Balas cepat Arashi.

"Tapi sihir itu bisa membunuhmu!" teriak Koziro membuat mereka semua terkejut, terutama Naruto.

" A-ayah, apakah itu benar?" Tanya Naruto menghentikan penarikan energinya membuat aliran energi yang mengalir pada pasukan gabungan terhenti.

"Aku tahu, tapi untuk keselamatan klan ini. Nyawapun akan kupertaruhkan!" Teriak Arashi mengabaikan ucapan Naruto.

" Dan Lucius, tolong bimbing putraku. Kau benar dia terlalu muda untuk memimpin klan ini, maka aku tunjuk kau sebagai pemimpin berikutnya sampai Putraku siap." Ucap Arashi memberi wasiat terakhir.

"Hai Nii-sama, akan kulakukan perintahmu." Ucap Lucius sambil menundukkan kepalanya. Terlihat beberapa tetes air jatuh dari wajah Lucius. Beberapa saat yang lalu memang dia berniat menyingkirkan kakaknya karena menurutnya ideologi kakaknya hanya akan menghancurkan klan ini, tapi saat melihat pengorbanan langsung sang kakak, ia serasa tak rela jika hari ini adalah pertemuan terakhir mereka.

" T-t-tou-sama, Hiks a-a-aku mohon hiks ja-jangan lakukan itu" Ucap Naruto mulai terisak-isak. Padahal dia telah berjanji pada dirinya sendiri untuk melindungi keluarga barunya. Tapi kenapa takdir seolah mempermainkannya. Disaat dia telah mendapatkan sosok yang di idam-idamkan yaitu orang tua. Sekarang dia harus kehilangan salah satunya, ayahnya. Sosok yang mengajari kerasnya kehidupan, sosok yang telah membimbingnya menjadi seorang pejuang tangguh, sosok yang paling dia hormati. Dan alasan sang ayah pergi adalah gara-gara dirinya yang tak mampu untuk melindungi klannya.

Sriiingggg

Tiba-tiba sihir itu bertambah luas dan memenuhi area tempat pertempuran itu berlangsung.

Special Magic Uzumaki : Uzumaki barrier

'Semoga kalian baik-baik saja, Naruto, Mito, Karin.' Batin Arashi sambil menutup kedua matanya.

Whuuusss

Sebuah kubah mulai muncul dari lingkaran sihir tersebut.

Kraakk

Kraakk

Pyaaarrr

Whuuusss

Duaaaaaarrrrrrrrrrr

Setelah berhasil menerobos masuk ke dalam sihir pelindung itu. Cahaya pemusnah itu langsung melesat dan meledak menghancurkan tempat klan Uzumaki tanpa sisa.

" Misi selasai."

.

.

.

.

.

.

Tbc

Hai semua! Apa kabar? Semoga kalian semua sehat selalu.

Oke di sini adalah akhir dari arc ini dan chapter depan adalah penutup dari season 1

Sekian untuk kali ini

Terimakasih karna sudah meluarkan waktu untuk membaca storyku

Di tunggu Reviews dari raiders sekalian!

.

.

.

Chapter 8 is Chomplete.