Season two chapter 12 : New Members
Disclaimer : Naruto dan beberapa chara bukan punya saya
"The Scientist "
Pair: Naruto U. X ...
Rating :T-M
Warning; Mungkin abal-abal ,typo,aneh, hancur,OCC, OC, AU. Bikin mata sakit dan perut mual.
"Victor" Monster voice.
'Victor' inner monster.
"Victor." inner conversation of monster.
" Victor " human inner conversation.
"Victor" humans talk.
'Victor' humans inner.
-Victor- stance
...
...
...
...
...
...
Sumarry : Pengkhianatan membuat jiwa seorang Avenger bangkit. Naruto, anak yang di berkati oleh dewa mengemban takdir untuk menguak rahasia awal mula munculnya kekuatan di luar logika. Mampukah Naruto menuntaskan takdirnya. Atau tetap di tujuannya memusnahkan organisasi yang telah membuat ayahnya mati. The Scientist repaired Season II
Sebelumnya di The Scientist.
"Anak muda bagaimana jika kita membuat sebuah taruhan?"
" Jika aku kalah?"
" Tentu saja kau harus menyerahkan katanamu itu!"
" Kalau begitu persiapkan dirimu untuk besok."
"Hn"
.
.
.
The Scientist chapter 12
Whuuusss
Suara angin yang berembus di sebuah lapangan yang sangat luas berbentuk bulat dan di kelilingi oleh dinding beton yang tinggi. Di puncak dinding itu terdapat ratusan kursi beton yang berjejer dengan rapi.
Di tengah lapangan, kini berdiri tiga orang yang saling berhadap-hadapan. Sosok yang pertama ialah seorang pemuda berusia kisaran 15 tahun, memiliki rambut hitam sepunggung yang mengenakan pakaian kimono berwarna hitam dengan sepasang robekan di kedua bahunya memperlihatkan kaindalamannya yang berwarna merah. Mengenakan sabuk yang terbuat dari kain berwarna merah yang di ikatkan di pinggangnya dan sebuah benang di kedua ujung baju bagian lengannya. Membawa sebuah pedang katana yang terselip di pinggang bagian kirinya.
Sosok kedua yaitu seorang pemuda berusia berkisaran 25 tahun. Dengan rambut nila panjang yang diikat model ekor kuda dan warna mata yang senada dengan rambutnya. Memakai umanori hakama ungu dan kimono ungu, tabi ungu muda dan geta hitam dengan haori dan tekkou ungu sambil membawa sebuah pedang tipis panjang punggungnya.
Dan sosok ketiga adalah kepala klan Uchiha sendiri yaitu, Uchiha Fugaku yang mengenakan pakaian bangsawan berwarna biru tua dengan lambang kipas di punggungnya.( ane bingung bajunya seperti apa jadi bayangkan saja sendiri.)
'Sebuah nodachi?' BatinNaruto melihat pedang yang ada di punggung orang yang dia perkirakan akan menjadi lawannya. Pedang katana itu memiliki panjang yang tak wajar yang kira-kira 150 cm dengan bentuk yang ramping dan juga sedikit melengkung.
" Baiklah, peraturannya sangat mudah." Ucap Fugaku menarik perhatian mereka berdua.
" Kau hanya perlu mengalahkan petarungku ini dan kau menang." Lanjutnya menjelaskan peraturan pada Naruto.
" Apakah kau paham?" Tanya Fugaku sambil menatap Naruto.
" Hn." Balas Naruto.
" Kalau begitu ... MULAI!" Teriak Fugaku sambil melompat mundur memberi ruang kepada Naruto dan petarungnya.
Whuuusss
Suara angin yang berembus kencang di sekitar mereka.
" ... "
" ... "
' Dia bukan remaja biasa.' Batin pemuda berambut Nila itu. Netra miliknya dengan tenang dan lembut melakukan observasi terhadap lawan tangguh didepannya.
' Aku harus berhati-hati.' Lanjutnya.
" Apakah kau hanya akan diam saja?" Tanya pemuda berambut nila itu terdengar mengejek Naruto karena dari tadi Naruto hanya diam memperhatikan dirinya.
" Hn." Gumam Naruto tak jelas dan mulai memasang kuda-kuda.
Clekkk
Sriiingggg
Suara pedang yang ditarik dari sarungnya terdengar mengalun merdu menandangak bahwa pertarungan akan segera dimulai. Pertarungan yang menentukan sia pemenang dan siapa pecundang.
" Ternyata kau orang yang cukup dingin ya." Ucapnya lagi sambil mulai memasang kuda-kudanya dengan Nodachi yang terancung pada Naruto.
Whuuusss
Traaanggg
Tiba-tiba Naruto menghilang dari tempatnya berdiri dan langsung melancarkan sebuah tebasan vertikal dan masih mampu untuk di tahan oleh Pemuda itu dan menciptakan bunga api di antara kedua katana berbeda tipe itu.
" Kau cepat juga ternyata." Ucapnya masih dengan nada yang terdengar mengejek.
" Hn." Gumam Naruto sambil melompat dan menjaga jaraknya.
Whuuusss
Whuuusss
Traaanggg
Traaanggg
Traaanggg
Traaanggg
Kedua pemuda itu menghilang dan melakukan aksi jual beli serangan dalam kecapan yang sangat sulit di lihat oleh mata biasa. Hanya terlihat belur hitam dan juga percikan api saat kedua belur itu bertemu dan bahkan Fugaku sendiri harus memakai magic eye : Sharinggan tingkat satu untuk bisa mengikuti pergerakan kedua pemuda itu.
' Ternyata bocah itu boleh juga.' Batin Fugaku. Dia terus mengamati pertarungan itu sampai-sampai memaksanya mengaktifkan Sharinggan tingkat kedua yang terlihat dari jumlah tomoe matanya yang sekarang ada dua berputar dengan lambat.
Whuuusss
"Boleh juga." Ucap Pemuda berambut Nila muncul disisi lapangan.
Whuuusss
" Hn." Jawab Naruto disisi yang lain menjawab ucapan pemuda itu.
" Perkenalkan, namaku adalah Sasaki Kojirou. Siapa namamu anak muda?"Tanya Pemuda berambut nila itu sekaligus memperkenalkan dirinya sebagai Sasaki Kojirou.
" Naruto." Jawab Naruto dengan tampang datarnya.
" Aish, kau dingin sekali." Ucap Sasaki mengomentari sifat Naruto. Dia mulai menaruh Nodachinya diantara ibu jari dan juga jari telunjuknya dengan kedua kaki yang dilebarkan dan di tekuk agak ke belakang.
" Hn." Balas Naruto mulai memasang kuda-kuda Hiten Mitsurugi.
" Ya aku pun tak peduli dengan itu." Ucap Sasaki.
Syuuuttt
Syuuuttt
Mereka berdua melesat dengan cepat dan mulai memotong jarak di antara mereka, memberikan set serangan teknik mematikan yang mampu mengalahkan lawan masing – masing.
Hiten Mitsurugi : Shukuchi
Shinsengumi-Kenjutsu : Gatotsu
Ucap mereka bersamaan menyebutkan teknik mereka berdua.
Traaanggg
Suara pedang yang berbenturan
'Teknik yang kuat!' Batin Naruto saat Shukuchinya dapat ditahan oleh Sasaki.
Creeekk
"Dimana kau mempelajari teknik Hiten Mitsurugi?" Tanya Sasaki yang nada bicaranya berubah menjadi lebih dingin dan tak terdengar mengejek lagi.
" Bukan urusanmu." Jawab Naruto dingin.
Creeekk
Sepertinya Sasaki tak puas dengan jawaban yang diberikan oleh Naruto terbukti dengan pedang yang semakin ditekan kearah Naruto.
" Akanku paksa kau mengungkapkannya." Ujar Sasaki begitu dingin.
" Coba saja." Balas Naruto.
Whuuusss
Tiba-tiba Naruto memutar tubuhnya kesamping dan melancarkan sebuah tebasan kearah Sasaki yang kini sedang terhuyung karena tak mampu mengontrol tubuhnya.
'A-apa!' Batinnya terkejut akan gerakan mendadak dari Naruto.
'Berakhir sudah.' Batin Naruto yakin serangannya akan mengenai targetnya.
Whuuusss
Traaanggg
" !"
" Kau cukup mengejutkanku. Tapi butuh usaha ekstra untuk mengalahkanku." Ucap Sasaki saat berhasil menahan tebasan dari Naruto.
Sekarang posisi Sasaki berdiri membelakangi Naruto dengan tangan di belakang memegang Nodachi yang menahan katana Naruto.
'M-m-ustahil!' Batin Naruto terkejut.
' Seharusnya tak ada yang bisa menahan serangan dalam posisi seperti ini!' Batinnya lagi.
" Ah, kau pasti terkejut." Ucap Sasaki
" Mungkin untuk seukuran knight biasa tak akan mampu untuk menahan seranganmu dan aku harus mengakuinya. Jika tadi aku tak menggunakan Shinsengumi-Kenjutsu, mungkin aku telah kalah saat ini." Jelas Sasaki membeberkan alasan dia selamat dari serangan Naruto.
" Shinsengumi-Kenjutsu." Gumam Naruto masih dapat didengar oleh Sasaki.
" Ya. Shinsengumi-Kenjutsu adalah sebuah teknik yang tidak hanya berfokus dalam serangan. Tetapi juga kecepatan dan juga pertahanan. Jadi..."
HiddenBlade - SwallowReversal
" Sekarang giliranku menyerang!" Teriak Sasaki di hadapan Naruto dengan tiga buah tebasan yang datang dari samping kiri, atas, dan juga kanan. Tebasan menentang hukum fisika yang dilakukan secara bersamaan tanpa menggunakan interval waktu semili detikpun!
' Apa!' Batin Naruto terkejut melihat serangan tiga arah yang kini mengepungnya.
' Jika kau benar-benar telah menguasai teknik itu, harusnya sebuah hal yang mudah untukmu menghindari serangan ini.' Batin Sasaki
'Tak akan sempat menghindar, tak ada cara lain!' Batin Naruto.
Hiten Mitsurugi : HozanKenbu
Naruto dengan cepat mengayunkan Katana-nya di sekitar tubuhnya tanpa memotong dirinya sendiri, menciptakan puluhan angin tajam yang mengelilingi tubuhnya tanpa celah.
Traaanggg
Traaanggg
Traaanggg
Kraakk
Serangan Sasaki dapat ditahan oleh Naruto dan bahkan mampu untuk mengembalikan keadaan di mana pedang Sasaki sekarang memiliki retakan yang lumayan besar.
'A-apa!' Batin Sasaki terkejut melihat Nodachinya memiliki retakan.
Hiten Mitsurugi : Ryutsuisen
Whuuusss
Belum habis keterkejutan Sasaki, sekarang dia terkejut kembali melihat Naruto tengah meluncur ke bawah siap menebas dirinya.
Traaanggg
Kraakk
Kraakk
Kraakk
Pyaaarrr
'Sial!' Batin Sasaki melihat Nodachinya terbelah dua karena menahan serangan Naruto.
Praaanggg
Suara patahan pedang yang terjatuh ketanah. Terlihat Sasaki kini berdiri mematung melihat Nodachinya yang tinggal separuhnya saja.
Bruuuggg
'A-a-aku k-kalah.' Batin Sasaki berlutut di hadapan Naruto.
Sreeekkk
Tap
Tap
Tap
Terlihat Naruto menyarungkan kembali pedangnya dan mulai melangkah mendekati Fugaku yang berdiri mematung melihat petarungnya dapat dikalahkan. Dia masih mencerna kejadian barusan dan juga kemampuan Naruto yang awalnya dia anggap sebelah mata tetapi kini terbukti dapat mengalahkan petarung andalannya.
" Tepati janjimu." Bisik Naruto saat berdiri di samping Fugaku.
Tap
Tap
Tap
Dan Naruto pun kembali melangkah meninggalkan arena tersebut.
'Sial!' Batin Fugaku geram menerima kekalahannya.
.
.
.
.
Skip time
.
.
.
.
Pagi yang cerah kini menyelimuti kerajaan Britania Raya. Banyak warga yang telah melalukan aktivitasnya seperti berdagang, membeli kebutuhan sehari-hari, berangkat kesuatu tempat, hingga mencuri?
Di pinggiran kota Praha terdapat sebuah danau sangat besar dengan air yang sangat jernih dengan mengeluarkan sedikit uap yang menambah keindahan dari danau tersebut.
Di sekitar danau tersebut terdengar kicau beberapa burung yang saling bersahutan dan juga angin yang berembus sepoi-sepoi menggoyangkan pepohonan dan rumput-rumput di sekitar danau itu seirama dengan hembusan angin.
" 97, 98, 99, 100." Terdengar suara seorang pemuda yang entah menghitung apa dari arah pinggiran danau tersebut.
" Haah, haah, lumayan melelahkan." Gumam seorang pemuda bersurai hitam sepunggung yang kini tengah berbaring diatas rerumputan tanpa mengenakan pakaian atas dan memperlihatkan kulit putih bagian atas yang memiliki roti sobek di bagian perutnya.
Tap
Tap
Tap
" -Fu-Fugaku-sam-ma memanggil A-n-nda." Ucap seorang Maid yang baru saja datang. Maid itu memiliki wajah yang sangat cantik dengan rambut hitam panjang yang diikat dengan gaya ponytail, memiliki mata berwarna ungu dengan bentuk tubuh yang sangat di dambakan kaum hawa.
Maid itu kini tertunduk malu dan sesekali mencuri pandang pada tubuh bagian atas Naruto yang kini bermandikan keringat dan terlihat menggoda Imannya.
Gleek
' Aku mau menyentuh itu.' Batin sang Maid tergoda sambil memperhatikan perut kotak-kotak Naruto.
" Hn, aku akan segera ke sana." Ucap Naruto sukses menyadarkan sang Maid dari lamunan nyelenehnya.
Blus
Terlihat kini wajah sang Maid memerah padam bahkan dikepalanya terlihat sedikit mengeluarkan uap yang mengempul.
' Apa yang baru saja kupikirkan!' Batinnya malu pada dirinya sendiri.
" Mesum." Ucap Naruto sambil melangkah melewati sang Maid, membuat rasa malu sang Maid kian bertambah
" B-b-b-BAKA!" Teriak sang Maid melesat mendahului Naruto.
" Hn." Sebuah senyum kecil tercipta di wajah yang selalu datar itu sambil mulai memunguti pakaiannya dan mulai memakainya.
.
.
.
Skip time
.
.
" Jadi?" Tanya Naruto memecahkan keheningan yang terjadi hampir satu jam.
Kini Naruto tengah berdiri di hadapan Fugaku, Mikoto, dan Sasaki dengan Fugaku yang duduk disebuah kursi dengan Mikoto serta Sasaki yang berdiri di samping kiri dan kanannya di sebuah ruangan yang terlihat seperti ruangan kerja. Dari awal Naruto masuk ke dalam ruangan itu, pandangan Fugaku tak pernah lepas dari katana hitam miliknya yang kini tersarung dengan manis di pinggang kirinya.
Jika saja ia adalah Naruto yang dulu, mungkin sekarang dia akan tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajah Fugaku yang terlihat seperti anak kecil yang kehilangan mainan incarannya. Tetapi dia harus membuang jauh-jauh pikiran untuk tertawa itu karna harus menjaga imegnya.
" Haaahhh ini ambillah." Ucap Fugaku sambil menyerahkan sebuah cincin emas dengan bandul berbentuk seperti peti harta yang terbuat dari emas juga.
" Dalam cincin itu terdapat 1000 koin emas beserta sedikit tambahan dari istriku sebagai rasa terima kasihnya atas tindakan heroikmu waktu itu." Jelas Fugaku dengan wajah yang tak rela. Sebenarnya dia bukannya tak rela kehilangan koin emasnya, sungguh bahkan jika ia memberikan satu juta koin emas kekayaannya tak akan pernah habis. Perasaan tak rela datang karena ia harus mengikhlaskan katana yang sangat bagus yang kini tersemat di pinggang bocah berambut hitam di hadapannya.
" Untuk budak yang kujanjikan kau sudah bertemu dengannya tadi." Ucap Fugaku membuat raut kebingungan tercetak di wajah Naruto.
" Maksudmu?" Tanya Naruto.
" Akeno masuklah." Mengabaikan pertanyaan Naruto. Fugaku menyuruh seseorang untuk masuk kedalam ruangan itu.
Clekkk
Suara pintu yang terbuka memperlihatkan seorang gadis berambut hitam ponytaildan mengenakan pakaian seorang Maid hitam putih.
" Hai, Fugaku-sama." Ucap sang Maid atau yang tak lain bernama Akeno yang kini berdiri di samping Naruto dan tak menyadari tatapan tajam dari pemuda berambut hitam itu.
" Akeno mulai sekarang tuanmu adalah pemuda berambut hitam yang ada di sampingmu dan mulai sekarang kau tak memiliki tanggung jawab apapun lagi pada kebangsawanan Uchiha." Jelas Fugaku membuat keterkejutan terlihat di wajah Akeno.
Blusss
Seketika, warna wajah Akeno berubah saat beradu pandang dengan Naruto yang kini masih menatap tajam dirinya.
"H-h-hai Fugaku-sama." Ucap Akeno malu-malu sambil memainkan ujung rok Maidnya.
" Hihihi." Mikoto hanya bisa terkikik geli melihat sikap malu-malu dari Akeno yang menurutnya sangat lucu.
" Urusanku telah selesai di sini." Ucap Naruto sambil mulai melangkah keluar.
" Eh?! Kau tak mau menginap beberapa hari lagi Naruto-kun?" Tanya Mikoto saat melihat Naruto telah berdiri di hadapan pintu.
" Tidak." Jawab Naruto seadanya.
" Bolehkah aku tahu ke mana kau setelah ini?" Tanya Mikoto sekali lagi.
" Mencari informasi tentang keluargaku." Jawab Naruto.
" Apa tak sebaiknya kami mem-"
" Tak usah. Itu bukan urusan kalian." Jawab Naruto langsung memotong perkataan Mikoto.
" Ggrrrr dengar bocah aku hanya memperingatimu di luar sana pasti banyak yang menginginkan katana milikmu. Tak seperti diriku yang masih secara kesatria ingin merebut katana itu, mungkin yang lain akan melakukan cara paksa untuk merebutnya dari tanganmu atau-" Fugaku tampaknya mulai geram dengan sifat Naruto yang menurutnya sangat seenaknya, tetapi sepertinya dia masih berbaik hati dengan memperingati Naruto. Atau mungkin ada maksud lain.
" Aku tak peduli. Jika mereka mengusikku..." Jawab Naruto menggantung dengan kepala yang sedikit menunduk.
Clekkk
" Maka aku tak segan untuk menebas mereka."Lanjutnya memperlihatkan separuh wajahnya yang kini berwarna hitam dan bermata putih dengan aura teror yang seketika memenuhi ruangan tersebut.
Degggg
' A-apa itu!'
'Tekanan yang sungguh mengerikan.'
'M-m-monster.'
' Na-Na-Naruto-sama.'
Batin Keempat orang itu saat merasakan dan melihat separuh wajah Naruto. Mereka tak tahu apa yang terjadi atau makhluk apa sebenarnya Naruto, tetapi yang pasti mereka tahu bahwa sosok di hadapan mereka bukanlah sosok sembarangan.
" Aku pergi." Ucap Naruto sambil mulai melangkah keluar.
" Eh!? Tunggu aku! Fugaku-sama, Mikoto-Sama, Sasaki-sama. Aku pamit dulu." Ucap Akeno tersadar dan mulai membungkuk kearah mereka bertiga.
" Ah! Ya, pergilah." Ucap Fugaku mulai tersadar dari rasa terkejutnya.
" Naruto-sama! Tunggu aku!" Teriak Akeno mulai berlari mengejar Naruto.
" ... "
" ... "
" Kau lihat itu Sasaki?" Tanya Fugaku memecahkan keheningan setelah Akeno pergi meninggalkan ruangan itu.
" Hai. Tapi-" Jawab Sasaki menggantung. Sasaki kini tengah mengingat wajah dan juga sensasi yang baru saja dia rasakan.
Dia sungguh tak menyangka atas kejadian barusan yang membuatnya seolah dirinya seperti seekor tikus yang berdiri dihadapan seekor singa. Dia masih ingat dengan sensasi yang menusuk jiwanya dan membuat dia hanya bisa berdiri mematung menunggu ajalnya. Dan yang paling membuatnya terkejut adalah pemilik hawa tersebut adalah seorang remaja belasan tahun.
" Makhluk apa sebenarnya Naruto-san itu.." lanjutnya
" Entahlah..." Jawab Fugaku.
"Yang pasti kita tahu sekarang, bahwa dia bukan pemuda biasa." Lanjutnya sambil memandang tajam pintu tempat sosok Naruto dan Akeno keluar.
" Sasaki aku memiliki misi untukmu."
" Mulai sekarang kau ikutlah dalam perjalanan Naruto dan laporkan perkembangan bocah itu."
" Hai Fugaku-sama." Balas Sasaki.
" Katakan padanya bahwa kau disuruh olehku, dan tak bisa ditolak." Ucap Fugaku.
" Sekarang pergilah!" Perintahnya pada Sasaki.
" Kalau begitu hamba mohon undur diri Fugaku-sama, Mikoto-Sama." Pamit Sasaki.
" ... "
" Anata ... kenapa kau menyuruh Sasaki untuk ikut dalam perjalanan Naruto-kun?" Tanya Mikoto heran kenapa suaminya memberi tugas yang mendadak untuk Sasaki.
" ... " Diam itulah yang Fugaku lakukan saat ini, dia masih bergelut Dengan pikirannya soal masalah barusan.
" Aku memiliki firasat bahwa bocah itu akan membawa sesuatu yang besar kedepannya." Jawab Fugaku membuat Mikoto tambah kebingungan.
" Lalu hubungannya?" Tanyanya lagi.
" Aku tertarik untuk mengetahui firasatku, dan jika dia adalah ancaman bagi kerajaan ini ... aku harus segera menyingkirkannya sebelum dia menjadi ancaman yang tak dapat ditangani."Ucap Fugaku dengan penekanan di kalimat terakhirnya.
.
.
.
.
Di keramaian kota Praha terlihat dua orang bersurai hitam menembus ramainya jalan utama kota tersebut. Banyak orang yang menatap dua orang itu dengan berbagai ekspresi yang beragam, seperti iri, kagum, cemburu, dan tatapan penuh puja dari para gadis remaja yang dilayangkan pada wajah rupawan Naruto.
" Naruto-san." Sayup-sayup Naruto dan Akeno mendengar teriakan seseorang yang memanggil Naruto.
" N-na-Naruto-sama, s-sepertinya ada yang memanggilmu." Ucap Akeno sedikit terbata-bata. Dia masih agak sedikit canggung.
" Hn."
'Grrr menyebalkan sekali!' Batin Akeno.
" Hoi! Naruto-san!" Terdengar lagi teriakan dari arah belakang mereka yang terdengar jelas.
"Naru-" Sebelum Akeno menyelesaikan kata-katanya Naruto terlebih dahulu memotongnya.
" Aku juga mendengarnya, mesum." Potong Naruto dengan sedikit ledekan.
" K-k-kau-!" Akeno hanya bisa mangap-mangap tak jelas mendengar ucapan terakhir dari Naruto.
" B-BAKA!" Teriak Akeno yang tak tahu harus bilang apa lagi.
" Haah, haah, akhirnya terkejar juga." Ucap Sasaki yang baru saja muncul dengan nafas yang tak teratur.
" Kenapa kau mengejarku?" Tanya Naruto sambil melirik Sasaki yang kini sedang tertunduk mencoba mengatur nafasnya.
" Haah aku ingin haah ikut dalam perjalananmu haah." Jawab Sasaki sambil menatap Naruto.
" Pergilah." Usir Naruto meneruskan langkahnya yang tadi sempat terhenti oleh kedatangan Sasaki.
" Ayolah tak ada salahnya aku ikut." Bujuk Sasaki sambil melangkah mengikuti Naruto.
" Lagi pula akan lebih baik jika semakin banyak yang membantumu." Bujuknya lagi masih mencoba untuk merubah pendirian Naruto.
" Terserah." Jawab Naruto dengan nada dinginnya.
" Apakah kau mengizinkanku ikut!?" Tanya Sasaki begitu senang.
" Hn." Gumam Naruto tak jelas meninggalkan Sasaki yang diam kebingungan.
" Apa arti 'hn'mu itu!" Teriak Sasaki mencoba mengejar Naruto kembali karena tak paham arti Hn-nya itu.
" Sudahlah Sasaki-sama." Ucap Akeno sambil menepuk pundak kiri Sasaki.
" Sasaki." Ucap Sasaki menyebutkan Namanya.
" ?" Terlihat raut kebingungan di wajah Akeno saat mendengar Sasaki menyebut namanya.
" Panggil saja aku Sasaki tanpa emblem-emblem apapun." Ucap Sasaki menjelaskan perkataannya.
" Baik! Sasaki-san." Ucap Akeno.
" Maksud dari Naruto-sama adalah dia mengizinkanmu untuk ikut bersama kami." Jelas Akeno menjelaskan maksud Naruto.
" Ternyata seperti itu." Ucap Sasaki memandang punggung Naruto.
" Jadi Naruto, ke mana tujuan kita sekarang?" Tanya Sasaki mencoba menyejajarkan posisi mereka.
" Mencari informasi East Union di sekitar kota." Jawab Naruto membuat tubuh Sasaki sedikit tersentak.
" East Union? Apa itu?" Tanya Akeno ikut dalam percakapan itu. Dia terasa asing saat mendengar kata East Union yang diucapkan oleh Naruto.
" Aku pernah mendengar tentang organisasi ini." Gumam Sasaki membuat langkah Naruto terhenti dan langsung memandang Sasaki dengan tajam.
Degggg
Tiba-tiba aura membunuh menyebar disekitar tubuh Naruto. Membuat mereka yang sialnya ada disekeliling Naruto mengalami sesak nafas dan juga tubuh yang membatu.
'A-a-ada apa ini!.'
'N-n-naruto-sama.'
Batin Sasaki dan Akeno yang kini sedang jatuh berlutut.
" Katakan." Desis Naruto
.
.
.
.
.
.
TBC
.
Hai! Udah lama gak up hehehe maaf banyak aktifitas yang harus dijalani akhir-akhir ini jadi maaf untuk para Raiders-san dan Author-san yang menunggu up cerita geje ini hehehe.
Udah sekian dari saya sampai jumpa lagi lain waktu!
Thank to.
Lang-san
Fau-san
.
.
.
The Scientist chapter 12
