Ditempat lain masih di area sekolah, terlihat sekumpulan lelaki yang sedang asik bermain basket.

"Ku dengar ada murid pindahan dari busan, mereka bilang ia sangat cantik" celetuk salah satu diantara mereka, yang tak lain adalah Lay.

"Benarkah? Aku belum melihatnya. Yak Yeol apa kau sudah melihatnya? Biasanya kau selalu tahu jika ada murid pindahan. Apa benar dia cantik? " tanya Jongdae seraya menatap Chanyeol penasaran.

"Biasa saja, aku sudah melihatnya tadi" ujar Chanyeol acuh seraya memainkan bola basket yang sedari tadi ia pegang.

"Oh bukankah dia orangnya? Itu yang sedang berdiri bersama Luhan" ujar Sehun seraya menunjuk kearah parkiran yang tak jauh dari tempat mereka latihan.

Dengan serentak mereka pun menolehkan kepala mereka kearah yang tadi Sehun tunjuk. Mino yang sedari tadi hanya diam dan menyimak teman-temannya berbicarapun sekarang ikut menoleh kan kepalanya.

Deg

Mino pov

"Ku dengar ada murid pindahan dari busan, mereka bilang ia sangat cantik"

"Benarkah? Aku belum melihatnya. Yak Yeol apa kau sudah melihatnya? Biasanya kau selalu tahu jika ada murid pindahan. Apa dia cantik? " Iya bukankah Chanyeol selalu tahu tentang murid yang pindah kemari, kenapa ia tak menceritakannya?.

"Biasa saja, aku sudah melihatnya tadi"

"Oh bukankah dia orangnya? Itu yang sedang berdiri bersama Luhan" Tunggu? Dia disini? Luhan? Kenapa dia bersama Luhan? Karena penasaran aku pun ikut menolehkan kepalaku kearah mereka.

Deg

"Wah dia benar-benar cantik" ujar mereka serentak. Yah dia memang cantik, sangat cantik.

"Lihat dia tersenyum sangat manis" senyuman itu, terlihat tak asing dimataku.

"Baekki kau kah itu?" Tapi bukankah seharusnya dia pindahan dari China, bukan dari Busan. Aish aku harus bertanya langsung, Luhan? Kenapa ia tak memberitahuku jika Baekhyun pindah kemari,rusa china itu memang.

Mino pov end

Kringggggggggg.

Terdengar bunyi alarm disebuah kamar bernuasa merah muda tersebut. Siapa lagi jika bukan kamar Byun Baekhyun. Tapi sayang bunyi yang begitu nyaring pun tak sedikitpun membuatnya terusik dari tidur nyenyaknya itu.

Cklek..

"Aish anak ini apa dia tidak pergi sekolah? Oh lihat bahkan ini sudah siang dan dia masih belum membuka matanya?" gerutu nyonya byun melihat anaknya masih bergelung dengan selimut hangatnya itu.

"Baekhyuniee ayo bangun sayang?" seraya menyibak selimut anak semata wayangnya nyonya byun kembali mencoba membangunkan anaknya itu.

"Lima menit lagi eomma" seru baekhyun seraya menarik kembali selimut yang sudah tersingkap dengan kakinya.

"Kau akan telat sayang, lihat sekarang sudah jam berapa hmm?" masih dengan nada lembutnya nyonya byun kembali membangunkan baekhyun.

"Huh, ini masih pagi eomma"

"Baekki ini sudah hampir siang sayang, cepat bangun atau kau akan terlambat!" bentak nyonya byun diakhir kalimatnya.

"Apa terlambat? Aish dasar jam bodoh, kenapa kau tak membangunkanku" seru baekhyun seraya mengambil jam yang tak jauh dari nakas nya, kemudian memul mukulnya.

"Eomma aku akan terlambat astaga" panik baekhyun seraya berlari kearah kamar mandi untuk segera membersihkan badannya.

"Anak itu kapan tidak cerobohnya" ujar nyonya byun seraya berlalu dari kamar anaknya itu.

Tak lama baekhyun pun turun sambil berlari kecil menuruni tangga.

"Eomma baekki sarapan disekolah, bye baekki berangkat dulu" seru baekhyun seraya mengecup pipi eommanya tersebut.

"Hati-hati dijalan sayang"

Baekhyun pov

"Ayolah kumohon jangan sampai terlambat" mohonku seraya berlari kearah gerbang yang ternyata sudah tertutup itu.

Aish bagaimana ini? Sudah jelas aku terlambat, dan akan susah untuk membujuknya agar membukakan gerbang.

"Kim Sonsaengmin, bolehkah aku masuk? Kumohon~" ujarku seraya mengeluarkan aegyo andalanku, siapa pun akan luluh jika aku mengeluarkan jurus andalanku itu.

"Tidak! Dan aku tak akan luluh dengan aegyo mu itu anak muda" bagaimana mungkin dia menolak aegyo ku ini? Menyebalkan.

"Ayolah saem, aku mohon~"

"Tidak!"

"Biarkan saja dia masuk. Aku yang akan mengurusnya nanti" Siapapun itu aku sangat berterimakasih padanya.

Karena penasaran akupun menoleh kearah belakangku. Dan ternyata, dia salah satu siswa populer itu. Telinga itu terlihat tak asing. Kurasa aku pernah melihat nya, tapi tak mungkin dia bukan? Jelas-jelas yang mempunyai telinga seperti itu banyak.

"Tapi Chan- aish baiklah kalian boleh masuk, dan jangan sampai aku melihatmu kembali terlambat seperti sekarang ini noona" ujarnya menyadarkan dari lamunanku tentang telinga lebar yang sangat mirip dengan temanku dulu. Seraya menatapku tajam dia pun membukakan gerbangnya. Apa-apaan tatapan itu.

"Ne saem, gomawo" ujarku seraya membungkukkan badan. Dan segera mengikuti langkah Chanyeol yang tak jauh didepanku.

"Kau yak, aish tunggu aku" kataku berusaha mensejajarkan langkah kaki ku yang pendek dengannya.

"Ada apa?" cih dingin sekali sikapnya.

"Namamu Park Chanyeol bukan? Terimakasih telah menolongku."

"Tak masalah" masih dengan nada dinginnya dia menjawab. Sombong sekali dia.

"Sebagai gantinya aku akan mentraktir mu makan siang bagaimana?" oh ayolah jika bukan karena rasa terimakasihku mana mungkin aku mau mentraktirnya.

"Tak usah" -cihh

"Tidak bisa, pokonya kau harus makan denganku. Ayolah sebagai rasa terimakasihku padamu, hanya untuk kali ini." memangnya siapa yang ingin mengajakmu makan terus menerus.

"Kau murid pindahan itu kan? Siapa namamu? "

"Ya? Bagaimana kau tahu? Aku Byun Baekhyun"

"Oh, tak penting. Selain pemaksa kau juga cerewet ya" ujarnya sera menampilkan seringai yang amat sangat menyebalkan dimataku.

"Mwo?"

"Kurasa kau tak tuli bukan? Dan satu lagi tak usah mengajakku makan bersama. Aku tak butuh makan dengan gadis jelek dan pendek sepertimu." ujarnya seraya berlalu.

"Apa? Awas saja kau sialan. Akan kubuat harimu tak tenang karena telah menghinaku" Teriakku.

Baekhyun pov end

"Kau dari mana saja jam segini baru datang? Masih untung Park sonsaengnim belum masuk" Ujar Luhan ketika melihat Baekhyun mendudukkan dirinya didepan dia duduk.

"Kau terlambat Baek?" Tanya Kyungsoo yang kebetulan duduk bersama dengan Baekhyun.

"Ya aku terlambat Kyung, dan lebih sialnya aku terlambat dengan salah satu siswa populer sekolah ini."

"Siapa?" tanya Luhan.

"Siapa lagi kalau bukan tiang caplang itu, aish aku benar-benar membencinya. Lihat saja akan ku balas nanti." ujar Baekhyun menggebu tanpa memperdulikan Luhan dan Kyungsoo yang sedari tadi menatapnya kini mulai saling berpandangan, dan mengedikkan bahunya tanda mereka tak mengerti dengan apa yang Baekhyun bicarakan.

"Maksudmu Chanyeol? Memangnya apa yang dia lakukan baek, sampai-sampai kau begitu kesal?"

"Tadi aku terlambat dan dia membantuku untuk bisa masuk kemari, karena ingin membalaskan perbuatannya aku berusaha mengajaknya makan bersama, tapi apa? Dia menolakku dan mengataiku cerewet, pendek dan juga jelek. Ahh jika aku tak ingat ini disekolah sudah ku habisi dia. Aish jinjja" ujar baekhyun seraya menahan emosinya.

"Lalu apa yang akan kau lakukan?"

"Entahlah aku bingung, tapi lihat saja aku akan benar-benar membuat harinya tak tenang nanti"

"Park Sonsangenim datang segera bersiap" ujar ketua kelas memberitahu seraya menyuruh mereka untuk merapihkan duduknya.

Terlihat seorang lelaki tampan sedang berjalan dilorong kelas yang tampak sepi dikarenakan sedang adanya kegiatan belajar. Dengan santai dia melangkahkan kakinya kedalam kelas yang ternyata sedang melanjutkan kegitan belajarnya. Dengan tak sopannya dia berlalu dan duduk dikursinya. Sonsaengnim yang sedang menjelaskanpun hanya bisa menghela napas dan kembali melanjutkan kegiatannya menjelaskan materi.

"Cepat selesaikan tugas kalian lalu kumpulkan dimeja saya sebelum pulang sekolah, sekian untuk hari ini."

"Dari mana saja kau, nyonya Park bilang kau sudah berangkat dari pagi hyung." ucap Sehun yang tadi pagi berniat berangkat sekolah dengan Chanyeol akan tetapi dia sudah berangkat duluan.

"Seperti tak tahu Chanyeol saja kau" Seru Kai seraya bangkit dari kursinya mendekat kearah Sehun.

"Diamlah aku mengantuk" kata Chanyeol seraya menidurkan kepalanya diatas meja.

"Tinggalkan saja dia, ayo kita ke kantin" ucap Kai berlalu keluar dari kelasnya.

"Yasudah ayo"

"Yak Luhan jangan sampai ketika dikantin nanti kau kembali meninggalkan kami berdua" ucap baekhyun mengingatkan agar Luhan tak kembali meninggalkannya hanya untuk makan dengan lelaki yang dia sukai itu.

"Memangnya kenapa, lagipula Kyungsoo yang sudah sering aku tinggalkan pun diam saja. Tidak seperti kau."

"Yak kau ini" ujar Baekhyun seraya memukul kecil tangan Luhan. Kyungsoo yang melihat pun hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat sahabatnya yang kini saling memukul itu.

Karena tidak memperhatikan jalannya Baekhyun yang semula masih memukul Luhan pun tak sengaja bertabrakan dengan seorang lelaki yang berjalan berlawanan arah dengannya.

Brukk

"Yak kalau jalan itu lihat-lihat, kau tak lihat didepanmu itu ada yang sedang berjalan eoh?" ujar Baekhyun marah.

Lelaki yang menabrak Baekhyun, yang kita ketahui ternyata Mino itu pun mengulurkan tangannya untuk membantu Baekhyun berdiri.

"Kau ini lain kali lihat-lihat jangan asal menabrak" ujar Baekhyun seraya menerima uluran tangan Mino, karena merasa aneh tangannya yang tak kunjung dilepaskan Baekhyun pun memberanikan diri untuk menatap Mino yang saat ini sedang menatapnya dalam.

"Ada apa?" tanya Baekhyun bingung.

"Kau, apa benar kau Byun Baekhyun?"

TBC

Jangan lupa read and review ya :)