Setelah acara tak sengaja bertabrakan tadi, kini Baekhyun dan Mino berada dikantin untuk mengisi perut mereka. Tak ada percakapan yang keluar, keduanya bungkam tak tahu ingin memulai pembicaraan dari mana. Karena jujur mereka terlalu canggung setelah sekian tahun tak pernah berjumpa, terakhir meraka bersama pun saat masa sekolah dasar. Dan kini mereka berada ditingkat senior high school. Jadi bayangkan saja bagaimana canggungnya mereka.

*Flashback

"Kau, apa benar kau Byun Baekhyun?"

"Ya? Memangnya kau siapa dari mana kau tahu namaku?"

"Mino-ah" lirih Luhan seraya menyentuh lengan Mino.

"Sstt, aku yang akan bertanya langsung padanya Lu" ditatapnya Luhan sebagai isyarat bahwa dia sendiri yang akan bertanya langsung kepada Baekhyun dan menyuruh Luhan untuk diam seraya meninggalnya berdua dengan Baekhyun.

"Baiklah, kalau begitu aku dan Kyungsoo akan kekantin duluan. Ayo kyung" ditarik tangan Kyungsoo agar segera meninggalkan mereka berdua dilorong kelas tersebut.

"Lu apa ada hubungan apa Baekhyun dengan Mino?"

"Ceritanya panjang Kyung, akan aku ceritakan jika sudah sampai di kantin"

"Kau benar-benar Byun Baekhyun? Gadis kecil yang sangat cengeng, manja dan si penyuka buah berwarna merah muda itu? Kau benar-benar dia?" diguncangnya pelan bahu Baekhyun untuk sekedar meyakinkan bahwa dihadapannya ini benar-benar Baekhyun temannya sewaktu sekolah di China dulu.

"Yak! Berhenti mengguncangkan bahuku. Tunggu, dari mana kau tahu semua tentangku? Dan siapa bilang aku cengeng hah? Kau, siapa kau sebenarnya? Jawab aku aishh" telunjuk lentiknya ia letakan didepan wajah mino yang tak kunjung menjawab apa yang Baekhyun tanyakan padanya, karena ia terlalu bahagia bahwa teman sekolahnya dulu benar-benar berada dihadapannya.

"Kau yang sekarang berbeda dengan kau yang dulu, dulu kau sangat manis dan pendiam. Sekarang kenapa kau sangat bar-bar begini baekhyunie?" diambilnya tangan baekhyun yang menunjuk tepat didepan wajahnya, kemudian digenggamnya tangan tersebut.

Mino mencoba mengingatkan Baekhyun dengan sedikit menceritakan sikap Baekhyun semasa kecilnya dulu. Agar dia kembali mengingat bahwa yang dihadapannya ini adalah Song Mino teman sekolahnya dulu.

"Apa aku mengenalmu? Kenapa kau tahu sikapku dulu? Ayolah jangan buat aku penasaran?" ia tarik tangannya yang sedari tadi digenggam oleh Mino.

"Kau tak mengingatku?"

"Sebentar, Luhan tadi menyebutmu ah kau, apa kau Song Mino bocah nakal yang sering sekali mengambil makananku?"

"Ya itulah aku, akhirnya kau mengingatku juga Baek" jawab Mino seraya terkekeh pelan.

"Kau, aishh maaf karena tak mengingatmu. Kau sungguh berbeda dengan yang aku lihat terakhir kali." Baekhyun pun tertawa kecil setelah tahu bahwa dihadapannya ini ialah teman sekolahnya dulu yang selalu menemaninya setelah 'dia' pindah dari China.

"Tak apa, aku tahu aku berbeda. Aku yang sekarang lebih tampan dari aku yang dulu" Benar Mino kecil sangat gendut, dengan mata sipitnya yang tak pernah terlihat karena pipinya yang chubby, berbeda dengan sekarang ia terlihat lebih tampan.

"Kau ini ada-ada saja" kami pun tertawa bersamaan mengingat perkataan Mino yang membanggakan dirinya sendiri.

*Flashback Off

Dan disinilah mereka, duduk berhadapan dikantin yang semula sepi kini mulai banyak pengunjung yang memasuki area kantin. Jika kalian tanya dimana Luhan dan Kyungsoo, mereka tengah duduk bersama pasangannya masing-masing.

"Baek?"

"Mino?"

"Ah kau duluan Mino-ssi"

"Mino, panggil saja Mino tak perlu seformal itu. Lagi pula kita teman bukan? Apa pantas seorang teman memakai embel-embel ssi?"

"Maaf aku bingung harus memanggilmu apa, sudah lama sejak terakhir kali kita bertemu."

"Tak apa, ah ya bagaimana kau bisa disini? Kupikir kau masih di China. Dan kenapa kau siswi pindahan dari Busan Baek?"

"Ceritanya sangat panjang, setelah kau pindah ke Seoul dulu, tak lama keluargaku pun ikut pindah kemari, kami tinggal didaerah Busan karena perusahaan appaku berada disana. Aku melanjutkan sekolahku di Busan, maka dari itu aku dikatakan pindahan dari Busan bukan dari China, dan maaf karena tak memberitahumu jika aku pindah kemari, aku tak tahu harus memberitahu lewat apa. Dulu aku belum mempunya ponsel, mengirim suratpun aku tak tahu dimana kau tinggal."

"Jadi begitu, sudahlah tidak apa-apa. Yang penting sekarang kau sudah disini, aku jadi bisa melihatmu setiap hari, makanlah sebelum makananmu dingin." ujar Mino seraya melanjutkan makanannya yang semula tertunda karena obrolannya dengan Baekhyun.

"Ya."

Tak jauh dari tempat Baekhyun dan Mino, terlihat Luhan dan Kyungsoo yang sedang memperhatikan Baekhyun. Mereka lebih tepatnya Kyungsoo penasaran apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka berdua, setahu dia Baekhyun dan Mino tidak dekat bahkan baru saja bertemu tadi ketika mereka berencana mengisi perut masing-masing. Tapi kenapa Mino terlihat sudah lama kenal dengan Baekhyun? Sebenarnya apa yang tidak ia ketahui?

"Lu kau tak berniat menceritakan sesuatu padaku, antara mereka berdua?"

"Sesuatu apa Baby?"

"Aku tak bertanya padamu Jongin-ah, aku bertanya pada Luhan."

"Yak rusa jawab pertanyaan Baby Soo-ku"

"Memangnya apa yang harus diceritakan Xiou Lu? Hubungan siswi pindahan itu? "

Karena penasaran Sehun pun ikut bertanya pada Luhan, memangnya ada hubungan apa Mino dengan siswi pindahan itu. Setahu dia Mino orang yang sangat cuek terhadap wanita. Kenapa tiba-tiba sekarang dia terlihat dekat dengan siswi pindahan itu.

"Mungkin mereka teman" celetuk seseorang yang sedari tadi mulai jenuh dengan keadaan sekitarnya yang terus menerus menanyakan ada apa dengan siswi pindahan dengan Mino. Dan kenapa Luhan sedari tadi hanya diam saja, jelas-jelas dia tahu sesuatu. Membuatnya jenuh saja dengan pertanyaan teman-temannya yang terus menerus bertanya hal yang sama.

Serentak Kyungsoo, Jongin dan Sehun pun menolehkan kepalanya keasal suara yang baru saja membuka suara setelah lama hanya duduk dan sibuk dengan ponselnya.

"Dari mana kau tahu Hyung?"

"Hum dari mana Oppa tahu kalau Baekhyun dan Mino hanya teman?"

"Aku hanya menebak, tanyakan saja pada Luhan bukankah siswi pindahan itu sahabatnya"

"Yang dikatakan Chanyeol itu benar. Kami bertiga berteman cukup dekat sewaktu sekolah dasar dulu. hanya saja setelah keluarga Mino memutuskan pindah ke Seoul, tak lama keluarga Baekhyun lun ikut pindah kedaerah Busan. Kami bertiga pun lostcontac dan tak tahu kabar masing-masing bagaimana"

"Jadi kalian bertiga berasal dari China?"

"Ya begitulah. Aku dan Mino sudah dekat dari awal masuk High School meskipun kami tak sedekat dulu. Dan ya sekarang aku beruntung kami sudah betemu kembali"

Melihat mereka telah kembali bersama, membuat Luhan senang sekaligus lega akhirnya pertemanan mereka pun kembali bersatu. Tak terasa dulu mereka masih kanak-kanak dan sekarang mereka sudah tumbuh dewasa. Waktu siapa yang tahu.

Entah kenapa melihat siswi pindahan itu bersama Mino membuat Chanyeol kesal. Kesal karena mengetahui mereka berteman baik, dia sendiri bingung kenapa dia bisa kesal seperti itu. Jelas-jelas mereka tak ada hubungan apapun. Karena jengah melihat mereka berdua saling melontarkan candaan, akhirnya Chanyeol pun berjalan mendekat kearah tempat mereka makan.

"Hyung kau mau kemana?"

"Menagih sesuatu" ucap Chanyeol seraya melangkahkan kakinya kearah Baekhyun.

"Byun Baekhyun!"

Merasa namanya dipanggil Baekhyun pun menggerakkan badannya kearah sumber suara yang ada dibelakang tubuhnya. Siapa yang memanggilnya dengan nada seperti itu?.

"Kau! Tiang caplang!"

"Cih! Pendek, kau lupa sesuatu Noona Byun pendek?"

"Yak kau! Apa? Memangnya apa yang aku lupakan? Oh sebaiknya kau pergi saja, aku tak merasa punya urusan denganmu"

"Lantas siapa yang tadi pagi aku tolong, dan menawariku makan siang bersama?"

"Baek? Ada apa ini" Merasa ada yang aneh Mino pun mencoba bertanya kepada Baekhyun, tapi sayang pertanyaannya sama sekalintak digubris oleh Baekhyun. Tunggu, apa ini ada hubungannya dengan Chanyeol yang juga telat masuk tadi pagi?

"A-apa? Aku ti-tidak!"

"Kau iya!"

"Ti-tidak kau salah dengar, ya salah dengar"

"Telingaku yang caplang ini masih berfungsi asal kau tahu saja." kata Chanyeol seraya menekankan kata 'caplang' sehingga membuat Baekhyun yang mendengarnya menelan ludah susah.

"Aishh Baiklah kau ingin makan apa?"

"Aku tak ingin makan, aku bisa membelinya sendiri tanpa uangmu itu"

"Lalu jika kau tak ingin makan untuk apa mendekatiku?"

"Mendekati? Siapa yang mendekatimu Noona? Kau terlalu percaya diri."

"A-apa?"

"Aku ingin kau menjadi pelayanku selama satu minggu ini. Dan tak ada penolakan! Deal aku pergi dulu. Sampai ketemu besok Noona Byun pendek jangan sampai lupa kau.pelayanku" tanpa memberi izin Baekhyun untuk menyerukan pendapatnya Chanyeol pun langsung bergegas pergi tak ingin mendengar protesan Baekhyun yang pasti akan membuat telinganya panas.

"Yak Park Chanyeol sialan"

TBC

Hai hai hai, ada yang nunggu ceritaku tidak? Sudah pasti gk ada :v

Hari ini Yoora Eonni wedding guys:' kugakuadhh ceye megang tanggannya yoora erat bngt keliatan gk rela:'))

Ada yang kobam sama momen cb pas mau foto bareng gk? Klo ada samaan uhhhhh :"v

Jangan lupa voment ya mwahh