"Xianie saat besar nanti kita harus terus bersama okay? Chanlie akan selalu ada didekatmu, dan akan terus menjagamu" ujar seorang anak kecil berumur tujuh tahun dengan nada yang sungguh-sungguh layaknya seorang anak dewasa ketika berbicara dengan lawannya tersebut.
"Chanlie janji? Kalau begitu Chanlie harus mau menjadi suami Xianie" seru gadis yang tak kalah kecil dari sosok laki-laki yang tadi berbicara.
"Hmm, akan Chanlie pikirkan dulu"
"Ah wae?~" ujar Baekhyun seraya mempoutkan bibir tipisnya itu.
"Hahaha Chanlie bercanda, iya kita akan menikah kelak. Ketika Chanlie sudah besar dan sukses, Chanlie akan langsung menjadikan Xianie sebagai Istri Chanlie selamanya. Chanlie janji"
"Yeay, Xianie sayang Chanlie"
"Chanlie lebih sayang Xianie"
"Baek?"
"Ah ya?"
"Kau melamun? Ada apa?"
Tiinn...tiinn...
"Tidak, ah Kang ajhussi sudah datang. Sebaiknya aku pulang dulu Mino-ah, terimakasih sudah menemaniku"
"Iya sama-sama Baek. Tolong jaga Baekhyun Kang ajhussi, dan berhati-hatilah ketika menyetir" ujar Mino kepada Kang ajhussi
"Baik tuan"
Mobil yang ditumpangi Baekhyun pun perlahan mulai tak terlihat lagi. Kini hanya Mino sendiri yang berdiri didepan gerbang dengan tatapan menerawang entah kemana, tapi matanya tetap menatap kearah dimana perginya mobil yang Baekhyun tumpangi itu.
Apa ia baru saja ditolak? Bahkan Baekhyun langsung melamun ketika ia menanyakan pertanyaan yang sebenarnya sangat mudah untuk dijawab. Apa mungkin Baekhyun sudah mempunyai kekasih? Tapi siapa kekasihnya, dan dimana dia. Ia bahkan belum pernah melihat Baekhyun dekat dengan lelaki manapun kecuali dia. Atau mungkin Baekhyun belum melupakan kekasih masa kecilnya itu. Hey tidak mungkin bukan? itu bahkan sudah belasan tahun berlalu.
Kini Baekhyun hanya duduk termenung dibalkon kamarnya, seraya memikirkan pertanyaan yang dilontarkan Mino tadi siang ketika menemaninya. Pertanyaan yang sangat mudah untuk dijawab. Tapi mengapa sangat sulit untuk diucapkan.
*Baekhyun pov
"Apa ia sudah mempunyai kekasih?"
Kekasih?
"Aishh kenapa pertanyaan itu terus berputar-putar dikepalaku?"
Kekasih ya? Kenapa Mino menanyakan itu kepadaku? Apa ia menyukaiku? Aish tentu saja iya, dia sahabatku. Atau jangan-jangan dia mencintaiku? Tapi mana mungkin dia mencintaiku. Dan kenapa dia bertanya seperti itu.
Jika berbicara soal kekasih, sebenarnya aku mempunyainya atau mungkin kekasih masa kecilku sejak di China dulu. Itu konyol bukan? Bahkan kami sudah merencanakan masa depan kami kelak sejak kecil.
Kami dulu bertetangga karena keluarganya sahabat keluargaku jadi kami sangat dekat, dan kami juga bersahabat. Saking dekatnya aku bahkan memanggil mama dan papa Park dengan sebutan Eomma dan appa, begitupun dengannya kepada orang tuaku.
Jauh sebelum aku dekat dan bertemu dengan Luhan dan Mino, aku lebih dulu kenal dan dekat dengannya. Park Chanlie namanya. Lelaki yang badannya sedikit berisi dan tinggi, mempunyai pipi yang sangat chubby tapi tak menghilangkan lesung pipitnya, dan juga mempunyai telinga yang lebar serta ehm tampan.
Ah bagaimana kabarnya sekarang? dia menghilang setelah memutuskan untuk pergi. Pergi dalam artian pindah. Ya dia harus pindah rumah, mengikuti bisnis keluarganya yang mengharuskannya untuk ikut serta meninggalkan China dan menetap di Seoul. Dari saat itulah aku kehilangan contact dengannya.
Aku sudah berusaha mencarinya, tapi nihil. Eomma dan appa bahkan tak berniat membantuku. Mereka bilang aku harus mencarinya sendiri, tanpa bantuan mereka. Mereka itu benar-benar tak ingin memberitahu sedikitpun informasi tentang keluarga Chanlie. Padahal mereka tahu dengan jelas dimana keluarga Park tinggal.
Park Chanlie, apa dia masih mengingatku? Atau bahkan dia tak mengingatku. Aish tidak mungkin dia bilang dia akan selalu mengingatku. Aku yakin, dia pun akan mencariku, seperti aku yang mencarinya.
*Baekhyun pov end
Acara sarapan dikeluarga Byun berjalan dengan sangat khidmat, tak jarang mereka menanyakan bagaimana hari-hari Baekhyun ketika di Kampus. Mereka juga saling melemparkan candaan dan gurauan. Tak segan Nyonya Byun memukul pelan tangan Tuan Byun ketika Tuan Byun tak sengaja menggodanya atau menceritakan masa mereka berpacaran dulu. Suasana sarapan yang tak membuat canggung. Sungguh sangat terlihat keluarga yang sangat bahagia bukan.
"Baekhyuniee hari ini kau pulang cepat tidak?" Nyonya Byun kembali membuka suara setelah mereka selesai menyantap sarapannya.
"Sepertinya tidak, ada tugas yang harus Baekkie kerjakan dulu eomma, memangnya ada apa? Tidak biasanya eomma bertanya kapan aku pulang"
"Tidak ada, eomma hanya bertanya sayang. Yasudah cepat minum susunya sayang"
"Huh nde eomma" tak ambil pusing, dan tak ingin bertanya lebih jauh. Baekhyun pun kembali melanjutkan kegiatan meminum susu favoritnya itu.
"Mino-ah akhir-akhir ini kau jarang berkumpul dengan club basket, kemana saja kau?"
"Hey kau tak tau Chen? Bukankah belakangan ini dia sibuk dengan Baekhyun, anak pindahan itu. Bukankah seperti itu Mino-ya?" Ujar Lay seraya merangkul Mino.
"Oh benarkah? Sedekat apa kau dengan Baekhyun? Ya Mino jawab pertanyaanku"
Mereka berjalan beriringan menuju kelasnya masing-masing, diiringi dengan banyak pertanyaan yang menurut Mino sangat tak penting.
"Ck kalian berisik!" matanya tak sengaja melihat sosok wanita yang amat sangat ia kenali tengah berjalan bersama temannya, ia pun melangkahkan kakinya lebih cepat dari pada tadi. Meninggalkan temannya yang saling meneriaki namanya.
"Yak Song Mino!"
"Hai Baek? Kau sudah sarapan?"
baekhyun yang sedang berbincang dengan temannyapun menoleh kearah suara yamg menyapanya.
"Oh hai. Aku sudah tadi dirumah." Song Mino sosok yang bertanya padanya, jika mengingat tentang pertanyaannya kemarin. Baekhyun rasa dia tak benar-benar serius bertanya seperti itu.
"Baguslah"
"Ya Mino-ah kau tak bertanya padaku?" Luhan yang sedari tadi hanya diam melihat bagaimana interaksi Baekhyun dan Mino pun kini mulai bertanya pada sahabat kecilnya itu.
"Memangnya harus?"
"Ck apa karena Baekhyun sudah disini, kau langsung melupakanku? Hebat sekali" apa dia benar-benar lupa ketika Baekhyun masih dichina, dia bahkan selalu menempel pada Luhan. Layaknya prangko yang tak bisa dilepas dari surat.
"Hahaha aku hanya bercanda, bagaimana aku melupakan rusa secantik dirimu Lu."
"Kau, ah sudahlah. Baek, Kyung ayo kita ke kelas" menyesal dia bertanya jika ujungnya dia sendiri yang terkena gombalan Mino.
"Baik, aku kekelas dulu mino-ah"
"Kami ke kelas dulu Mino-ssi"
"Yasudah, belajar yang rajin Baek, Kyungsoo dan kau juga Xiou Lu. Jangan hanya Sehun yang kau pikirkan."
"Ck Aku tahu!" mereka ber empat pun berjalan menuju kelasnya masing-masing.
Kring... Kring...
"Baek, Kyung aku pergi menemui Park Songsaengnim, aku disuruh mengerjakan sesuatu oleh beliau. Kalian pergilah dahulu ke kantin nanti aku menyusul"
"Ah baiklah~" ucap Baekhyun dan Kyungsoo.
Sepeninggalan Luhan, mereka berduapun berjalan kearah kantin dengan sesekali melanturkan candaan. Tak jarang mereka membicaran menu apa yang akan mereka pesan.
Menurut Kyungsoo, Baekhyun itu sosok yang sangat mudah bergaul. Jadi wajar jika banyak yang ingin dekat dengannya. Termasuk Mino sahabatnya sendiri. Bahkan tak jarang banyak sekali lelaki yang menyatakan perasaannya padanya. Padahal ia baru saja pindah kesini, Tapi sayang tak ada satupun yang ia terima.
"Maaf aku sudah mempunyai kekasih"
Seperti itulah tolakan halus yang Baekhyun katakan pada lelaki yang menyatakan perasaan padanya. Padahal dengan jelas Kyungsoo tak pernah melihat Baekhyun dekat dengan lelaki mananpun, atau sibuk dengan ponselnya. Tapi entahlah, hanya Baekhyun dan tuhan yang tahu.
"Byun Baekhyun!"
Chanyeol dan temannya yang tak lain Jongin dan Sehun kini berdiri dihadapan Baekhyun yang menatapnya dengan mata yang hampir keluar dari tempatnya, berbanding terbalik dengan Kyungsoo yang menatap mereka dengan pandangan kagum.
"A-apa yang kau lakukan disini?"
"Tentu saja menemuimu, kau pelayanku jika kau lupa."
"Kau! sialan"
"Apa kau baru saja mengumpat? Berani sekali kau dasar pendek"
"Cih! Apa yang kau inginkan?"
"Temani aku makan, dan tak ada penolakan"
"Apa?! Tapi a-aku Kyung--"
"Kyungsoo bisa makan denganku Baek"
"Iya tak apa Baek, aku bisa makan bersama Jongin dan Sehun."
"Tapi Kyung~ kumohon bantu aku~" ucap Baekhyun lirih diakhir kalimatnya.
Baekhyun berusaha meminta bantuan kepada Kyungsoo, tapi sayang karena cara berfikir Kyungsoo yang sungguh sangat lambat membuatnya sama sekali tak membantu Baekhyun. Bukannya membantu, dia malah membiarkan Chanyeol menariknya
"Huh? Bantu apa Baek?" Karena tak mengerti dengan isyarat yang Baekhyun ucapkan, dia pun kembali bertanya maksud dari kata bantu aku itu apa.
"Ck kau terlalu lama, dan Kyungsoo kau tak perlu membantunya. Aku pinjam temanmu dulu"
"Ah ya silahkan Chanyeol Oppa"
"Kyungiee~" lagi, Baekhyun kembali meminta bantuan Kyungsoo. Tapi sayang semua itu percuma ia lakukan.
"Makan yang banyak Baekkie~"
Kini tinggalah Kyungsoo, Jongin dan Sehun. Sehun tak habis pikir kenapa Jongin yang memiliki kadar kemesuman tinggi itu mempunyai kekasih yang sangat polos.
"Ada apa Sehun Oppa?"
"Tidak ada, kalau begitu ayo kita makan. Cepat pesankan aku makanan, kalian juga pesanlah yang ingin kalian makan."
"Cara bicaramu seperti kau yang akan membayar makanan yang kami pesan" ujar Jongin, seraya di iyakan oleh Kyungsoo. Sehun yang mendengarnya hanya menggedikan bahu tanda bahwa ia tak peduli dengan apa yang Jongin bicarakan. Lantas Jongin dan Kyungsoopun melangkahkan kakinya menuju tempat dimana mereka bisa memesan makanan.
TBC
Hai aku kembali, seperti biasa jangan lupa voment ya guyss :'v
Tembus 500 aku update lagi... Ppaippai *tebarkiss
