JY present

Delinquent Student

.

Cast: JinHoon! OngNiel! JinSeob! HakWoong!
Jihoon, P! Jinyoung, B! Sungwoo, O! Daniel, K! Woojin, P! Hyungseob, A! Haknyeon, J! Euiwoong, L!
Rate: T+
Length: Chaptered
Disclaimer: Produce 101 members belongs to Mnet and their agencies, the plot is mine.

.
SPECIAL SPINOFF

.
.

Warning: Typo(s), too complicated, etc.
Don't forget to RnR juseyo!

.
.
.


"Eomma, kenapa Hyungseobie belum mau membuka mata? Apa dia tidak capek tertidur terus? Apa ia tak merindukanku? Kita 'kan sudah kemari," wanita berusia seperempat abad itu tersenyum sembari mengusap surai hitam anak kecil di hadapannya. Anak kecil berusia 7 tahun itu memajukan bibirnya lucu. Sementara di hadapan mereka, tampak sepasang suami istri tengah duduk di sebelah kasur dimana seorang anak kecil lain yang sepantaran tengah terbaring dengan selang oksigen menghias di hidungnya. Sebuah papan nama berukuran sedang tergantung di bagian selatan kasur.

'Ahn Hyungseob'

"Tidak, Hyungseobie rindu padamu tentu saja."

"Lalu kenapa ia tak membuka mata? Kita sudah kemari. Dia pasti marah padaku. Harusnya kita tak pergi ke Amerika kemarin."

Wanita yang semula duduk di sebelah kasur pasien bersama suaminya, berdiri menghampiri anak kecil yang sibuk menggerutu itu. Senyum masam melengkung di bibirnya. Tanpa sadar, genangan air mata menghias di pelupuk matanya.

"Tidak, Hyungseob tidak marah padamu. Ia tidak mungkin marah dengamu, sayang. Hanya saja.. kau tau bukan? Hyungseob sedang berusaha untuk membuka matanya saat ini."

"Apa tertabrak mobil sesakit itu, bibi?"

"Tentu, rasanya jauh lebih sakit daripada saat kau terjatuh dari sepeda."

"Kenapa begitu?"

"Karena–," air mata yang sedari tadi di tahan wanita itu menetes, perlahan mengalir di pipinya dan terjatuh ke lantai. Anak kecil di hadapannya melunturkan raut kesalnya melihat air mata itu. "– karena rasanya memang sangat sakit, sayang."

"Apa bibi menangis karena kesakitan juga? Minta dokter untuk melepaskan benda putih di lengan kiri dan kaki kiri bibi kalau bibi kesakitan!"

Wanita itu mengerjap. "Oh, ini?" dengan senyum terpaksa, ia menggoyangkan gips yang melekat di lengan kiri dan kaki kirinya. "Tidak tidak. Bibi kesakitan karena Hyungseob lebih sakit dari bibi."

"Hyungseob itu, huh."

"Em? Kenapa Hyungseob?"

"Sudah kubilang padanya bibi, kalau kesakitan, harusnya ia menceritakannya padaku."

Kembali, wanita yang terus di panggil 'bibi' itu tersenyum.

"Hyungseob pasti akan cerita, tapi besok saat dia membuka mata, okay?"

"Okay bibi!"


.

.


"Kau siapa?"

"Eh?"

"Eomma, dia siapa?"

"Bibi, ada apa ini?"

"Begini–"

"Kenapa dia tak pulang juga?"

"Aniya! Eomma, tunggu! Eomma, dia sudah membuka mata! Kenapa dia tak cerita denganku!"

.
.
.
TBC


a/n: Spin-offnya pendek yaaa?
Iya emang sengaja ehe /slap.
Hayoo~ Sudah mulai nebak-nebak nih pasti.
Awas, selama chap lain belum muncul, maka fakta sesungguhnya belum keluar ehe.
Bisa aja ini bukan Spin-offnya JinSeob kan?
Bisa aja.. ah tida mau spoiler dulu biar makin ena.
/kemudian dibakar massa/

.

XOXO,
Jinny Seo [JY]