Cast :
Leeteuk
Ryeowook
Ryeonni(?)
~Prolog~
Dalam takdir, tak ada yang mustahil. Walaupun setidak mungkin nya hal itu.
Dalam kehidupanku, untuk kedua kalinya, aku mencintai orang yang sama. Untuk kedua kalinya, aku ingin selalu melindunginya. Untuk kedua kalinya, aku menyerah tanpa syarat untuk melawannya. Aku tak bisa membela diri lagi.
Untuk kedua kalinya, aku terjebak dalam takdir yang sama.
#CHAPTER 2#
"Maaf. Hamba tak bisa. Harap Yang Mulia Putri sudi untuk mengerti," ucap Leeteuk, menundukkan kepalanya. Dia berlutut, tak berani untuk berdiri. Di hadapannya, seorang gadis mendesah kecewa.
"Jelaskan padaku, apa alasanmu..."
Leeteuk terdiam. Alasan apa yang cukup masuk akal untuk menolaknya?
"Yang Mulia Putri adalah anak dari Tuanku Raja, mana mungkin Hamba berani mempersunting Putri dari Tuanku Raja sendiri? Terlebih lagi, Tuanku adalah seorang Raja. Apa yang akan di katakan rakyat jika seorang putri dari raja, di sunting oleh laki laki dari keluarga yang bukan terpandang?"
"Kau adalah anak dari Perdana Menteri, Leeteuk ah. Apanya yang bukan terpandang?"
"Tetap saja, Hamba tidak sederajat dengan Yang Mulia Putri."
"Aku tahu alasan sebenarnya dirimu, Leeteuk ah."
"Hamba tidak mengerti maksud anda, Yang Mulia Putri."
"Aku tahu," Sang Putri menarik napas sejenak. Pandangan mata nya berubah tajam. Menatap Leeteuk yang masih tertunduk sembari berlutut. "Kau jatuh cinta pada adikku sendiri, Kim Ryeowook!"
Leeteuk tercekat mendengarnya. "Mana mungkin, Yang Mulia Putri. Hamba hanya lah penjaga pribadi Yang Mulia Pangeran.."
"Aku tak akan mengatakannya pada siapapun," potong Sang Putri, membuat Leeteuk kembali terdiam. "Untuk itulah aku mengatakan hal ini. Persuntinglah aku, dan aku tak akan mengatakan apapun tentang hal terlarang itu."
Mulut Leeteuk terbuka, siap untuk menolak lagi, saat Sang Putri melanjutkan ucapannya, "Aku melakukan ini untuk menyelamatkan adikku dari hal terlarang itu. Kau pikir aku lebih tahan dengan gunjingan mengenai suami ku yang tidak seberapa berkuasa dari ku, atau kah, mengenai adikku yang terlibat cinta terlarang dengan mu?"
Pertahanan Leeteuk runtuh. Dia tahu, pada akhirnya perasaan seperti ini adalah kesalahan. Dan dia tak ingin menarik Ryeowook dalam kesalahan ini. Cukup dia yang menanggung kesalahan macam ini.
Leeteuk berdiri, menatap Sang Putri dengan tatapan penuh arti. "Aku menerima tawaranmu. Tapi, satu hal, Ryeonni, aku tak akan pernah menyentuhmu. Tawaran mu ini, ku anggap sebagai hukuman dari mu karena telah mengetahui hal yang sebenarnya. Kau benar, aku memang menyukai Ryeowook. Itu sebabnya aku lebih memilih menjadi penjaga Ryeowook dibandingkan dengan mu. Dan berhubung aku sudah menyetujui tawaran mu, aku bisa memanggil mu apapun. Benar, bukan, Kim Ryeonni?"
"Terserah padamu, Leeteuk ah."
Kali ini, tanpa menunjukkan rasa hormat, Leetuk berbalik dan meninggalkan Ryeonni begitu saja. Ryeonni hanya bisa menghela napas.
"Ku pastikan hati mu akan menjadi milikku, Leeteuk."
Sesosok remaja laki laki, menyeruak masuk ke dalam acara, dan langsung memeluk erat gadis yang sedang berdiri tepat di depan altar, yang terlihat lebih tua beberapa tahun darinya.
"Jangan menikah, ku mohon. Aku tak mau kehilangan mu..." tangis remaja itu. Pengakuannya membuat semua orang yang ada di sana, terkejut.
"Ryeowook ah, lepaskan kakak mu." bujuk orangtua nya. Tapi Ryeowook bergeming. Dia justru mempererat pelukannya pada pinggang kakaknya.
"Tidak mau. Batalkan pernikahan mu sekarang juga, Kakak!"
"Kenapa?" Ryeonni mengelus kepala adiknya, sementara Leeteuk hanya memandangi Ryeowook dengan sedih. Teringat percakapannya semalam dengan Ryeowook. Ah, tidak. Pertengkarannya dengan Ryeowook.
Tiba tiba Ryeowook mengeluarkan pedangnya. Membuat semua orang terkejut, dan mundur menjauh. Ryeowook tak peduli dirinya telah mengacaukan pesta kakaknya. Dia menghunuskan pedangnya kearah Leeteuk.
"Ayo kita bertarung. Jika kau menang, kau akan mendapatkan Kakak ku. Jika aku yang menang, selamanya Kakak ku adalah milikku!"
"Apa kalah yang Yang Mulia Pangeran maksud, artinya adalah mati?"
"Kau mengenal ku dengan baik, Leeteuk!"
Ryeowook langsung menyerang Leeteuk. Yang hanya di hindari oleh Leeteuk tanpa perlawanan apapun. Juga di iringi oleh jeritan jeritan. Entah itu ketakutan atau kah mencegah perbuatan mereka.
"Hentikan, Ryeowook!" teriak Ryeonni, tapi Ryeowook tak mempedulikan. Dia menyerang Leeteuk secara membabi buta.
"Ryeowook! Hentikan atau aku akan membenci mu seumur hidup ku!"
Gerakan Ryeowook terhenti seketika. Dan Leeteuk hanya memiringkan kepalanya melihat serangan Ryeowook terhenti.
"Kak?" Ryeowook memandang sedih ke arah Ryeonni. Ryeonni mengatur napasnya.
"Jangan lakukan. Mengerti?"
Ryeowook menurunkan pedangnya. Menunduk sedih. Baru saja Ryeonni menghela napas lega saat adiknya mematuhi kata katanya, tiba tiba Leeteuk mendengus.
"Cih. Siapa yang tadi mengajakku bertarung dan bertaruh menang atau kalah?"
"Leeteuk ah. Jangan memperkeruh suasana!" sentak Ryeonni. Tapi Leeteuk tak peduli. Dia memang tak pernah benar benar mempedulikan putri raja yang satu itu.
Ryeowook kembali mendongak. Menatap Leeteuk tajam. Leeteuk balas menatap Ryeowook dengan pandangan meremehkan.
"Pangeran seperti mu, yang bahkan memiliki Pengawal Pribadi, mana mungkin bisa bertarung?"
"Leeteuk. Beraninya kau!"
Leeteuk mengangkat bahu. "Aku tahu itu, maka aku tidak melawanmu dari tadi. Lagi pula, tempat seperti ini tidak baik untukmu. Kau tak bisa leluasa bergerak, bukan?"
"Aku bisa!" Ryeowook menghunuskan pedangnya lagi.
"Tidak. Jangan! Leeteuk, tolong berhenti!" teriak Ryeonni panik.
"Di luar," ucap Leeteuk tenang, lagi lagi tak mempedulikan Ryeonni. "Ayo bertarung di luar dengan ku!"
Leeteuk melangkah keluar, di ikuti oleh Ryeowook dengan pedang yang masih di tangannya. Leeteuk memejamkan matanya sejenak.
"Kalau sampai kau menikahinya, aku benar benar akan membunuhmu, Leeteuk ah."
"Bunuh saja."
Leeteuk kembali menghela napas, teringat pertengkaran nya dengan Ryeowook semalam. Kemarahan Ryeowook padanya.
"Apa sekarang sudah bisa di mulai?" tanya Ryeowook dengan tatapan sadis. Leeteuk menatap dengan pandangan remeh.
"Tergantung kemampuan mu."
Tanpa peringatan, Ryeowook langsung menyerang Leeteuk dengan membabi buta. Ryeonni dan kedua orangtuanya hanya bisa berteriak panik melihat Ryeowook dan Leeteuk bertarung.
Dan di tengah pertarungan, Leeteuk yang memang hanya menghindar dari serangan serangan Ryeowook, melihat ke arah Ryeonni. Ryeonni sedang memandang ke arah mereka berdua. Pandangan yang familiar. Leeteuk menjatuhkan senjatanya, tepat ketika Ryeowook berlari ke arahnya dan menghujamkan pedang miliknya ke perut Leeteuk.
"Ryeowook ah...," desis Leeteuk, sementara Ryeowook tersenyum puas, "Saranghae..."
Tubuh Leeteuk pun luruh, begitu juga dengan Ryeowook. Tak menyangka kata terakhir Leeteuk untuknya. Air mata Ryeowook tiba tiba jatuh.
"Ini kah sebabnya kau tidak membalas serangan ku?" bisik Ryeowook tersendat.
Leeteuk mengangguk sekali. Dia meremas bahu Ryeowook. Menahan sakit yang nyaris melumpuhkan semua organ tubuhnya.
"Lagi lagi kau membunuh orang yang ku cintai, Kim Ryeowook!" Ryeonni berlari ke arah mereka berdua dengan kecepatan tinggi.
Leeteuk segera memeluk Ryeowook, berusaha melindungi Ryeowook dari serangan Ryeonni.
Tapi Ryeonni tidak menyerang Ryeowook. Dia melayang setengah badan, lalu tiba tiba membentangkan sayap.
"Kenapa harus selalu kau yang membunuh Leeteuk ku? Kenapa harus selalu kau yang mencintai ku? Aku tak pernah ingin bersama mu. Aku ingin bersama Leeteuk!"
Leeteuk mendongak. Tak percaya pada penglihatannya. Lalu samar samar, otaknya mulai mengenali Ryeonni.
"Kim... Heechul?"
"Benar. Ini aku, Malaikat ku!"
Heechul/Ryeonni mengulurkan tangannya, dan dari telapak tangannya, keluar asap hitam keunguan. Dan mengarah pada Ryeowook.
"Kakak, tolong... uhuk... jangann..." Ryeowook tercekik asap hitam keunguan milik Heechul/Ryeonni.
"Ryeonni! Hentikan! Dia adikmu!" jerit kedua orang tuanya. Heechul/Ryeonni menoleh kebelakang, lalu mendengus.
"Nama ku Kim Heechul. Dan dia bukan adikku. Dua kali dia membunuh Malaikat ku, dan dua kali juga dia harus mati di tanganku."
"Apa?" Leeteuk yang masih sadar walaupun seluruh tubuhnya sudah mati rasa, menatap Heechul/Ryeonni. "Apa kau juga membunuh Ryeowook ku di atas sana?"
"Ah, sayang sekali saat itu kau sudah mati duluan sebelum aku sempat membunuh Ryeowook," ucap nya sembari menatap tanpa dosa ke arah Ryeowook yang tengah kehabisan napas. "padahal saat itu aku lebih menikmati rasa ku untuk membunuh nya."
"Kak... kak..." Ryeowook berusaha menggapai Heechul/Ryeonni, tapi di abaikan.
"Aku tidak suka kau mencintai nya! Aku tidak suka dia mencintai ku! Dan karena dia, kamu lenyap dan terlahir sebagai makhluk lemah ini! Tapi melihat kondisi mu, kurasa aku masih bisa mengobati mu agar kau tidak mati. Sementara, adikku," dia menyeringai, "biarkan saja mati mengenaskan seperti itu!"
"Kau boleh..." Leeteuk susah payah menjawab Ryeonni yang memang memiliki wajah yang sama dengan Heechul karena mereka adalah satu, "membunuh... nya... . Tapi aku... tidak sudi... hidup... bersama iblis... seperti... mu..!"
Leeteuk menggenggam erat pedang yang masih bersarang di perutnya. Dengan sisa tenaganya, dia mencabut pedang milik Ryeowook itu, lalu kembali menikam perutnya sendiri. Darah segar mengalir semakin banyak dari tubuhnya, membuat Heechul/Ryeonni menjerit lagi.
"Jangan lakukan!"
Leeteuk tak pernah peduli pada siapapun. Dia menatap Ryeowook yang nyaris hilang kesadaran, lalu sekali lagi, dengan sisa kekuatan terakhir nya, dia mencabut lagi pedang di perutnya, lalu melempar pedang itu ke arah Heechul/Ryeonni. Seketika, asap yang menyelubungi Ryeowook lenyap, dan Ryeowook bisa bernafas lagi.
Leeteuk terhempas ke tanah. Dalam pikirannya yang kembali ke masa lalu, dia mengerti mengapa saat ini dia masih begitu sangat mencintai Ryeowook. Rupanya, ini adalah salah satu takdirnya yang di inginkan nya.
Mati di tangan Ryeowook.
TBC-
Wohooo.. udah update nii updateee,, senengnyaaa \^,^/
yap, thanks to my all reader^^ jeongmal gomapta *bow* en neomu neomu gamsahaeyo sama readers yang udah review^^ *tebar kiss kiss sambil bow(?)*
so much thanks, for:
~ryeohyun09 : betul, chingu^^ teukwook, ryeoteuk, ato apalah itu sebutan pairingnya, pokoknya itu *author gaje* nah, untuk yg manggil teuki, nanti (rencananya) bakal di jelasin menjelang akhir akhir chapter gitu. tungguin aja yak chingu^^ thanks buat review nyaa ^^
~tata. : Donghae? bisa jadi bisa jadi *elus jenggot(?)* tapi sebenarnya aku belum ada kepikiran buat masukin Donghae di sini. mungkin dia bisa masuk, kalo lulus seleksi *halah* tapi sejauh ini sih aku emang belum dapet feel donghae nya mau di taro jadi apa(?). heheh, thanks buat review nyaa ^^
~ .75470 : Annyeong^^ hm? brothership? yah, cinta terlarang dari dulu ampe sekarang kan emang brothership ya ngga sih? xixixi :D hayoo, "kekasih adiknya" itu siapa yah, kira kira...? *pose mikir* hihihi :D ini udah update koq ^^ thanks buat review nya yaa^^
so, semoga chap 2 ini bisa sedikit ngasih kalian clue yah^^ anyeong^^
