Cast :
ALL SUPER JUNIOR MEMBERS
#Chapter 7#
"Chull~~ Chull~~, jemput aku," ucap Leeteuk dengan suara bergetar menahan tangis.
"Yaaa! Kau dimana?! Kenapa malam sekali baru menelpon ku?!" di seberang sana, Heechul berteriak teriak saking cemasnya terhadap Leeteuk. Di tambah suara Leeteuk yang sangat dia kenali saat ini. Leeteuk sedang ketakutan.
"Chull~~ ppaliii~~," Leeteuk menangis juga. Tubuhnya merapat ke boks telepon sambil gemetaran dengan hebat.
Yesung yang mendengar percakapan Heechul - Leeteuk itu segera memandangi Heechul, dengan tatapan tanya.
"Aku jemput! Kamu dimana?!" teriak Heechul panik, membuat Yesung menggelengkan kepalanya.
"Dia itu iblis, tapi kok bodoh sekali?" gumam Yesung, yang di balas delikan maut dari Heechul. Tapi hanya sebentar.
"Aku akan menjemputmu. Tunggu aku!" ucap Heechul terburu dan segera menyeret Yesung.
"Ayo kita jemput Leeteuk!"
"Kau tahu dimana dia?" sebelah alis Yesung terangkat. Memandang meremehkan ke arah kakaknya yang menurutnya sangat idiot.
"Aku iblis," geram Heechul, "aku tahu dimana dia!"
"Tapi tadi kau menanyakan lokasi nya padanya. Padahal dia terdengar begitu ketakutan," ledek Yesung lagi, sembari menyelinap masuk ke dalam mobil miliknya. Heechul duduk di sebelahnya.
"Banyak bicara! Cepatlah. Perasaan ku tidak enak!"
Yesung menjalankan mobil. "Kau itu iblis yang benar benar bodoh. Kenapa tidak terbang? Lebih cepat sampai di sana ketimbang aku yang naik mobil."
Heechul terdiam sejenak. "Oh iya, ya?"
Tanpa menunggu ucapan Yesung lagi, Heechul segera melesat ke angkasa, terbang mencari dimana Leeteuk. Firasatnya mengatakan, Leeteuk dalam masalah. Dan memikirkan itu, Heechul semakin panik dan melesat dengan kecepatan mengagumkan miliknya.
Yesung menggelengkan kepalanya lagi. Menyetir juga dengan kecepatan tinggi. Meski cemas dengan Leeteuk, dia berusaha tetap tenang. Itu sebabnya dia selalu bisa berpikir hal remeh yang tidak mungkin di pikirkan Heechul jika panik. Heechul juga sebenarnya bukan orang yang gampang panik. Hanya saja, dari ratusan tahun lalu, dia memang agak posesif dan gampang panik jika mendengar Leeteuk sedang dalam kesulitan. Apalagi kini wujud nya manusia.
"Semoga kau baik baik saja, Teuki."
Leeteuk terjerembab jatuh. Air wajahnya sudah panik bercampur kesakitan. Orang yang di ada di belakangnya hanya melangkah mendekatinya dengan suara ketukan sepatu miliknya yang terdengar menakutkan untuk Leeteuk.
"Sebenarnya, siapa kamu? Kenapa mengejarku?" ringis Leeteuk, menahan airmatanya dan berusaha menyembunyikan ketakutannya. Walau tubuhnya gemetaran dengan hebat.
Orang itu tersenyum miring. "Kau tidak mengenalku, tapi lari dari ku? Tidak kah kau tahu itu tidak sopan?"
"Kau terlihat seperti orang jahat, makanya aku lari," jawab Leeteuk polos. Dia menarik dirinya mundur tatkala orang itu mendekatinya dengan langkah pelan namun menakutkan.
"Terlihat seperti orang jahat, eh? Kau benar, aku memang jahat. Dan sekarang aku lapar."
"Kau mau ku belikan makanan?" tanya Leeteuk dengan takut. Tubuhnya tetap mundur mundur hingga dia terpojok di tembok dengan posisi terduduk.
"Membelikan ku makanan? Jangan repot repot," seringai orang itu, "kamulah makananku."
"Apa kamu sejenis monster yang memakan manusia?"
"Kau itu cukup berani juga menghadapiku, ya? Itu hanya sekedar mengulur waktu, atau memang penasaran?" Sekarang, orang itu berjongkok tepat di depan Leeteuk, dan membelai pipi Leeteuk. Sementara yang bersangkutan sudah menggigil ketakutan.
"Pipi yang halus dan putih ini," wajah orang itu mendekat, menjilat pipi dan sebagian leher Leeteuk, membuat Leeteuk semakin ketakutan, "pastinya sangat lezat. Sayang kau namja. Jika yeoja, kau sudah ku santap dari awal."
"Mak-maksudnya?"
"Hentikan menanyakan hal yang tidak perlu, Teuki." Heechul datang dan langsung menendang orang itu jauh dari hadapan Leeteuk. Dan menarik Leeteuk bangun. Spontan, Leeteuk menyembunyikan dirinya di balik tubuh Heechul.
Orang itu menyeringai. Bangkit dari jatuh nya. "Bertambah lagi mangsa ku."
"Lama tidak berjumpa, Kim Ryeowook."
Orang yang sedari tadi meneror Leeteuk itu menatap Heechul heran. "Kau mengenalku?"
"Menurutmu?"
"Harusnya tidak. Buktinya aku tidak tahu siapa kau."
"Itu sih karena kau memang bodoh," balas Heechul santai. Tapi sebenarnya dia takut dengan Ryeowook.
Takut jika orang yang sedang berlindung di belakangnya itu akan jatuh lagi dalam takdir yang sama.
"Sial. Kau pikir bicara dengan siapa, heh?"
"Bukankah tadi sudah ku sebutkan nama mu?"
"Persetan. Kembalikan makanan ku!"
"Hei, sopan sedikit. Lagipula, kau tidak butuh dia, kan? Cari saja orang lain!"
Suara deruman mobil menghentikan Ryeowook yang hendak menyahut lagi. Dua mobil bersamaan. Mobil Chevrolet merah milik Sungmin, bersamaan dengan Ferrari biru milik Yesung, berhenti tepat di antara mereka berdua. Keduanya keluar. Sungmin menghampiri Ryeowook, sementara Yesung menghampiri Heechul dan Leeteuk.
Heechul dan Yesung menatap tajam ke arah Sungmin, dan begitupun sebaliknya.
"Jadi," Heechul menyeringai, "sekarang, Kim Ryeowook yang suci, telah menjadi sebangsa dengan mu, Lee Sungmin?"
"Tak ada urusan dengan mu, Kim Heechul. Urus saja urusan mu dengan Jong Woon."
Leeteuk melirik dengan takut takut ke arah Yesung, sementara Heechul dan Yesung masih menatap sengit Sungmin.
"Lalu kalian akan berurusan dengan kami jika bangsa kalian yang lain berani menyentuh manusia milik kami," ucap Yesung ketus. "Hanya sedikit peringatan, saat ini."
Yesung menyentakkan kaki nya sekali, dan dalam sedetik, ada di hadapan Ryeowook dan Sungmin.
Sungmin maju melindungi Ryeowook, namun bahu nya di tahan oleh Yesung. Dengan gerakan cepat, dia menarik Ryeowook, lalu melempar Ryeowook dengan keras kembali ke tanah.
"Ahhkk!"
"Sedikit peringatan, katamu?!" sentak Sungmin. Dia menghalangi Yesung menyerang Ryeowook lagi dengan tameng tubuhnya.
"Minggir, Sungmin!"
"Tidak. Dia adikku sekarang!"
"Kau tahu aku tak akan melukai mu, kan?"
"Aku tahu!"
"Jadi, minggir dari hadapan ku!"
"Jong Woon!" Sungmin menahan tubuh Yesung yang merangsek maju. "Musnahkan aku dulu sebelum kau menyentuh adikku!"
Yesung menatap tajam pada Sungmin. Kedua nya saling menatap dalam jarak hanya 5 senti.
"Kalau aku mau, aku bisa memusnahkan mu sekarang juga, Lee Sung Min!"
"Aku tahu. Dan aku juga tahu kau tak mau menyakiti ku. Aku menjadikan diri ku perisai pelindung untuk adik adik ku. Jadi, musnahkan aku jika kau masih ingin menghajar Ryeowook ku!"
Yesung mundur selangkah. Lalu berpaling ke arah Ryeowook. "Berterima kasih lah pada Hyung mu ini. Jika tidak, mungkin kau yang akan musnah!"
"Jadi, sekarang nama mu adalah Lee Ryeowook, eoh?" ucap Heechul.
"Bukan urusan ku juga, sih," tambah Heechul enteng, sebelum Sungmin atau Ryeowook menyahut ucapannya. "Tapi, kita akan berurusan dengan serius, jika kau mendekati manusia ku lagi. Beri tahu adik mu itu, Lee Sungmin!"
Sungmin mengangguk kaku, sementara Heechul sudah menarik Leeteuk untuk naik ke mobil Yesung, lalu duduk di samping pengemudi. Yesung mengikuti Heechul dan Leeteuk, dan masuk ke mobil nya. Dia membelokkan mobilnya 180 derajat sebelum akhirnya melesat meninggalkan Sungmin dan Ryeowook.
Ryeowook terdiam. Sementara Sungmin kini memandanginya dengan tajam.
"Kenapa kau mencari masalah dengan manusia itu?"
"Aku... lapar!"
"Apa kau tidak tahu bahwa dua makhluk yang bersama manusia itu bukan makhluk sembarangan?"
"Mereka... siapa, Hyung?"
"Yesung adalah.. orang yang ku cintai, dan Heechul adalah kakaknya," Sungmin mendengus, "mereka adalah iblis tingkat tinggi. Kita hanya vampire. Mereka bisa dengan mudah menghabisi kita dalam sekejap, kau tahu? Mereka bahkan bisa membunuh malaikat!"
"Apa?!"
Sungmin membantu Ryeowook berdiri, dan memapah Ryeowook memasuki mobilnya. Lalu berputar untuk masuk ke bagian kemudi mobil.
"Mereka pernah membunuh Malaikat," ucap Sungmin, menatap Ryeowook dengan sadis. "mereka bisa melakukan apapun dengan mudahnya. Jadi, tolong jangan mencari masalah lagi dengan mereka!"
"Malaikat...," Ryeowook tercengang, "malaikat seperti apa yang mereka bunuh, Hyung?"
Seperti kamu. Tapi tentu saja Sungmin tak mau mengucapkan nya. Jika Ryeowook tahu dia adalah Malaikat, maka dia akan berbahaya bagi Sungmin dan keluarga nya.
"Aku akan secepatnya pulang. Kau bisa beristirahat dan memulihkan kondisi mu yang sekarang."
"Bagaimana kau bisa bertemu dengan mahkluk mengerikan itu sih?!" Heechul berteriak histeris pada Leeteuk. Leeteuk menundukkan wajah.
"Mian..." ucap Leeteuk lirih. Dia takut jika Heechul berteriak seperti itu padanya. Jika Heechul marah, Leeteuk bisa di gantung di langit langit kamar sehari semalam. Hukuman dari iblis memang jauh lebih sadis daripada hukuman dari manusia.
"Sudahlah, Hyung," ucap Yesung. Dia menarik Leeteuk, lalu memeluknya. Dalam pelukan Yesung, Leeteuk terlihat seperti anak kecil yang di lindungi ayahnya dari amukan ibunya. "Kenapa kau tidak istirahat saja, Teuki?"
"Eum..." Leeteuk hanya menggumam. Setelah sedari tadi di mobil, dia diam saja mengendalikan ketakutannya, sampai di rumah pun, dia masih ketakutan. Di tambah marahnya Heechul padanya. Sekarang, setelah di peluk Yesung, dia merasa sedikit lebih tenang.
"Bagaimana jika dia terluka? Bagaimana jika aku terlambat menyelamatkan nya? Bagaimana jika dia tidak punya waktu lagi untuk mengulur waktu? Tadi dia hampir di gigit!" jerit Heechul frustasi.
"Kenyataan nya, kamu berhasil menolong nya, Hyung," ucap Yesung. "Dia baik baik saja sekarang. Apalagi masalah nya?"
Heechul kebingungan sejenak. "Terserah lah!" lalu melayang ke kamar nya kemudian membanting pintu kamarnya.
"Chullie marah pada ku," isak Leeteuk pelan.
"Dia tidak marah. Dia khawatir padamu. Istirahat?"
Leeteuk mengangguk, lalu Yesung menggendong Leeteuk dengan mudah, kemudian melayang ke arah kamar Leeteuk.
"Sungie?!" pekik Leeteuk tertahan. "Kenapa aku di gendong?"
"Kau tidak tahu kalau kaki mu sedari tadi gemetar?"
"Eum...," Leeteuk memandangi kaki nya, "tidak."
"Jadi, diamlah saja di gendongan ku jika kau tidak mau jatuh."
Leeteuk diam. Dan Yesung membaringkan nya di ranjang miliknya. Dia menyelimuti Leeteuk. "Istirahatlah. Kau sudah terlalu lelah malam ini."
"Eum.., Sungie...?"
"Ya?"
"Gomawo.."
Yesung tersenyum. "Cheonma, Teuki."
Yesung menutup pintu kamar Leeteuk, dan bergegas ke kamar kakaknya, Heechul.
"Kenapa sih kau mengomelinya seperti itu?!" gerutu Yesung setelah masuk ke kamar Heechul. Heechul menatapnya tajam.
"Lalu? Kau menyalahkan ku?! Kau tidak tahu bagaimana perasaan ku, kan?! Apa yang kau tahu, hah?!"
"Aku hanya tahu kalau kau mengkhawatirkan nya," balas Yesung, "dan aku juga tahu bahwa Leeteuk takut jika kau marah seperti itu padanya. Delapan belas tahun kita bersamanya. Dan dia selalu seperti itu jika kau marah padanya. Ketakutan. Bahkan dia masih gemetaran dalam pelukan ku tadi! Kau tidak perlu marah pada nya seperti tadi. Kau sudah menyelamatkan nya. Bukankah itu cukup?!"
"Bagaimana jika seandainya aku telat, tadi?!" Heechul membalas Yesung.
"Tapi kau tidak telat. Kau menyelamatkannya. Jangan berandai andai hal yang tidak terjadi, Kim Heechul! Yang penting adalah, mulai sekarang kita harus memperketat penjagaan kita pada Leeteuk."
"Aku tahu itu," gerutu Heechul.
"Tapi...," Yesung mengerutkan alis. "kenapa Ryeowook bisa menjadi vampire? Dan kenapa dia harus menjadi keluarga Sungmin?"
"Kau masih menyukai Sungmin?" ejek Heechul. Yesung mendelik ke arah nya.
"Tidak salah? Bukan aku yang suka dia, tapi dia yang menyukaiku. Saat aku di serang Ryeowook waktu itu saja, dia menjadikan dirinya tameng untukku."
"Ya, ya, ya," jawab Heechul, "itu sebabnya kan, kau tidak bisa memusnahkan Ryeowook tadi? Karena perjanjian konyol yang kau buat dengan Sungmin saat itu."
"Heii! Dia menyelamatkan ku. Dan selamanya aku tak akan menyakitinya. Aku memang iblis, tapi aku mematuhi janji yang ku buat sendiri!"
"Terserah lah," ucap Heechul. "Tapi asal kau tahu saja, perjanjian mu itu tidak berlaku pada ku. Jika aku yang membunuhnya, kau tidak akan melarang ku, kan?"
"Tentu saja ku larang, dasar iblis bodoh!" maki Yesung. "Kau lupa dengan kutukan kita?"
"Kan aku berniat membunuh Sungmin," seringai Heechul.
"Dan membuat semua adik adik nya murka? Kau juga tahu kan, kalau Sungmin itu adalah 'pengendali'? Jika dia musnah, lalu adik adik nya tak akan bisa mengendalikan kekuatannya."
"Kita bisa mengatasi mereka," ucap Heechul santai.
"Selain bodoh, kau mulai gila juga rupanya," cibir Yesung. "Kita hanya berdua. Dan adik adiknya mungkin bisa kita atasi. Tapi bagaimana jika mereka memanggil bala bantuan?"
"Kita lenyapkan mereka sebelum itu terjadi, adik ku sayang."
"Dan membahayakan Leeteuk?" seringai Yesung. "Kita membunuh mereka semua. Lalu kita juga musnah di serbu bangsa vampire. Bagaimana dengan Leeteuk? Apa menurut mu, dia tidak akan di incar oleh vampire vampire itu?"
Heechul terdiam. Berpikir.
"Lalu apa aku harus mengembalikan ingatan nya lagi? Agar dia kembali jadi malaikat?" gumam Heechul sedih.
"Kalau dia kembali ingat, dia akan menyerang mu, Heechul ah," ucap Yesung mengingatkan.
"Asal dia bisa menjaga diri nya sendiri..." gumam Heechul.
"Kenapa tidak kembali ke tempat di mana seharusnya kita tinggal?"
"Dengan membawa Leeteuk?" Heechul terbelalak.
"Dia akan meratakan kita semua dengan tanah jika kita mengajaknya ke sana, Heechul ah. Apa sekarang cinta mu pada Leeteuk mulai membuatmu gila?"
"Aku belum gila!" teriak Heechul frustasi. "Tapi aku nyaris gila saat melihat adegan tadi."
"Wae?"
"Aku takut takdir nya kembali lagi..."
TBC-
Update juga akhirnya^^ sampai di chapter ini, kalian pasti udah nebak donk, kapan aja aku ngupdate nya? hehe :D yapps, seminggu sekali, di hari senin, aku bkl update next chapter. So, tunggu minggu depan lagi ya, utk update chap 8 nya^^ see you in chap 8. Paii~~
Last, mind to review? ^^
