Cast :
ALL SUPER JUNIOR MEMBERS


#CHAPTER 9#

"Jangan pernah berurusan dengan Kim Heechul," ucap Sungmin. Mengulangi kata kata itu di hadapan seluruh adik adiknya.

"Siapa dia?" tanya Kangin polos.

Sungmin menatap Kangin. "Dia adalah jenis iblis dengan kemampuan tinggi. Dan di sampingnya ada Yesung yang juga memiliki kemampuan yang berada tiga tingkat di atas kemampuan kita semua di jadikan satu."

"Sehebat itukah?" tanya Kangin takjub.

Sungmin mengangguk. "Itu hanya Yesung."

"Dengan Heechul yang kau sebut tadi?"

"Dia lebih mematikan. Kemampuan nya bisa di setarakan dengan Malaikat tingkat tinggi sejenis..."

Sungmin terdiam. Hampir saja dia menyebut nama malaikat di masa lalu.

"Sejenis siapa, Hyung?" tanya Ryeowook penasaran. Bola mata nya berkilat. Rasa penasaran mengusik nya. Tapi sebenarnya, itu lebih dari rasa penasaran. Dan Sungmin mengetahuinya.

"Kau menyukainya?" tebak Sungmin langsung. Ryeowook terbelalak.

"Ma- mana mungkin, kan?"

"Asal kau tahu saja," Sungmin menatap tajam ke arah Ryeowook, "dia sangat membenci mu. Jadi, hentikan rasa yang seperti itu dan menjauh lah dari mereka semua."

Namun, Ryeowook bukan lah tipe yang gampang di atur. Saat ini, dia sedang berada di atas atap rumah seseorang.

"Seperti kau bisa mengaturku saja," ucapnya seorang diri. Lalu terbang menembus kegelapan malam.


Hangeng sedang memperhatikan Kyuhyun dengan seksama, sementara Kyuhyun menceritakan kejadian saat Leeteuk datang ke rumahnya. Atau rumah Henry lebih tepatnya.

"Jadi... kau memanggilnya Angel?" tanya Zhoumi dengan raut wajah tertarik.

"Yap. Tapi tampak nya, dia tidak curiga sama sekali dengan penjelasan ku mengenai cara panggilku pada nya. Ku rasa, otak nya sudah di cuci bersih oleh para iblis itu," lanjut Kyuhyun lagi.

"Tidak seperti itu," ucap Hangeng menengahi.

"Lalu?"

"Seorang malaikat yang sesungguhnya, jika dia musnah atau mati di saat menjadi malaikat, dia hanya bisa memiliki dua kesempatan. Selama dia tidak menggunakan kesempatan itu, dia tidak akan berhenti terjebak dalam kelahiran yang berulang ulang. Dan selama itu terjadi, dia tidak akan mengingat kehidupannya terdahulu," jelas Hangeng.

"Kesempatan seperti apa?" tanya Siwon.

"Kesempatan untuk mengubah takdir nya, atau membalas dendam pada seseorang yang membuatnya musnah atau mati," jelas Hangeng lagi.

"Lalu, bagaimana caranya dia untuk membalas dendam atau mengubah takdir nya, jika dia sendiri melupakan kehidupannya yang dulu?" tanya Kyuhyun bingung.

"Ada tiga cara dan waktu untuk dia mengingat kehidupannya yang dulu. Satu, saat dia sekarat. Jika dia mau kehidupannya yang akan datang berubah, di saat itu, dia harus mengubah takdirnya. Sebelum dia benar benar mati.

"Dua, di saat dia nyaris mati, tapi hidup kembali. Maksudnya, saat dia mengalami kecelakaan fatal, misalnya. Hampir meninggal, tapi nyawa nya berhasil di selamatkan. Maka, seluruh ingatannya akan pulih, termasuk ingatan ingatannya di kehidupan masa lalu nya. Tapi yang ini sangat langka, meskipun bukan tidak mungkin tidak ada yang mengalaminya. Dan dalam kondisi ini, waktu yang dia miliki sangat banyak. Dia bisa memilih untuk membalas dendam, atau kah mengubah takdirnya."

"Kau tahu banyak, Han," ucap Zhoumi. Hangeng hanya mengangguk membenarkan ucapan Zhoumi.

"Lalu cara yang ketiga?"

"Itu..." Hangeng menggantungkan ucapannya, lalu tersenyum samar. Kemudian pergi tanpa menjelaskan apapun. Meninggalkan ketiga saudara nya yang menatap nya dengan bingung.


"Aku bosan," Leeteuk mengaduk jus buatannya tanpa minat. Di sebelahnya, Heechul menonton tivi di depannya, dan Yesung membaca buku. Keduanya menoleh bersamaan ke arah Leeteuk saat dia mulai mengeluh.

"Lalu kau mau apa?" tanya Yesung.

Leeteuk menatap Yesung dengan bibir mengerucut, lalu melirik Heechul dengan takut takut.

"Kenapa melirik ku?" tanya Heechul ketus.

"Tidak. Tidak."

Yesung menarik ujung bibirnya ke atas melihat Leeteuk kembali mengaduk aduk jus di depannya itu dengan tampang bosan maksimal. Ia lalu berdiri.

"Mau ku ajak kebut kebutan?" tanya Yesung, mengulurkan tangannya pada Leeteuk. Leeteuk langsung mendongak. Matanya berbinar menatap Yesung. Baru saja dia akan menyambut tangan Yesung, tatkala Heechul langsung menepiskan kedua tangan mereka.

"Sudah ku bilang, jika Leeteuk keluar akan bahaya!" sentak Heechul.

Yesung menatapi Heechul dengan sebelah alis terangkat. Tapi dia mengerti kekhawatiran Heechul pada Leeteuk. Dia juga tahu, malam ini, akan ada tamu tak di undang. Untuk itulah, mereka berjaga jaga sedari tadi.

"Aku bosan, Chull Chull," rungut Leeteuk.

"Berhenti memanggilku dengan nama begitu. Aneh."

"Tapi lucu kan?"

"Terdengar tidak pantas sih," Yesung mengangkat bahu, "tapi memang lucu."

"Yaa!" Heechul berteriak. "Tidak pantas. Tidak lucu. Dan tidak boleh di kumandangkan lagi!"

Leeteuk nyengir. "Chull~ Chull~," ulangnya.

Heechul mendelik ke arahnya. Dan tawa Leeteuk terlepas. Dia senang sekali menggoda Heechul. Dia tahu Heechul tidak akan marah hanya karena dia iseng menggodanya.

"Yang sabar, Hyung," Yesung menepuk pundak Heechul, membuat delikan Heechul mengarah pada Yesung sekarang. Leeteuk tertawa lagi. Dan saat itu juga, terdengar ketukan dari pintu rumah mereka.

Heechul mendahului mereka semua menuju ke arah pintu.

"Kau diam di sini," ucap Yesung pada Leeteuk yang sedang memandangi kegesitan Heechul hanya demi membukakan pintu untuk tamu. Dari dulu, Heechul paling malas membuka pintu. Dia selalu menyuruh Leeteuk yang membuka nya. Kenapa sekarang tidak?

"Kenapa?" tanya Leeteuk tanpa sadar. Dia berdiri untuk menyusul Heechul, tapi Yesung menahannya.

"Diam di sini."

Jika Yesung sedang serius pun, Leeteuk juga takut padanya. Dengan patuh Leeteuk mengangguk, dan Yesung segera bergabung dengan Heechul di ruang depan. Depan pintu utama, lebih tepatnya.

Heechul menatap dengan wajah datar, tamu yang saat ini ada di depannya. Namun tamu yang tidak di undang ini hanya menyeringai.

"Hai sayang. Manis sekali, kau langsung membukakan pintu untukku," sapa tamu itu. Heechul mendengus.

"Kau mau mencari masalah dengan ku?"

"Aku datang untuk menemui mu. Aku tidak bisa menahan rindu ini padamu..."

Srtttt. Bugghh.

"Akhh!"

"Berniat merayu kakak ku, Kim Ryeowook? Atau harus ku panggil, Lee?" seringai Yesung. Berjalan menghampiri Ryeowook yang terkapar kesakitan. Sementara Heechul di belakang Yesung, menutup pintu rumah dan mengunci nya agar Leeteuk tidak keluar.

"Hah! Kau tidak akan berani membunuh ku!" ejek Ryeowook. Walau masih kesakitan akibat kekuatan Yesung yang di hantam padanya.

"Untuk apa kau kesini?"

"Menemui Kim Heechul, kekasih pujaan ku."

"Kau gila? Lihatlah siapa dirimu," ejek Heechul.

"Kau lebih gila lagi, Sayang. Kau menyukai si manusia lemah itu. Siapa yang gila sekarang?" seringai Ryeowook.

"Tetap saja kau yang gila," sahut Heechul santai.

"Cih."

"Pergi dari sini sebelum aku menanam mu di aspal dan melihat mu lenyap di bawah sinar matahari!" ucap Yesung datar.

"Oh ya, tuan Yesung? Apa menurutmu aku bisa meleleh hanya karena matahari?" Ryeowook tertawa meremehkan.

"Ingat siapa dirimu," Yesung tersenyum sinis, "kau adalah Vampire. Musuh alami Vampire adalah matahari."

Ryeowook tercekat. 'Sial, aku lupa aku Vampire' rutuknya dalam hati.

Melihat diam nya Ryeowook, ganti Heechul dan Yesung yang menertawainya. "Vampire bodoh."

"Kau mencari masalah dengan kami tanpa memperhitungkan bahwa kau adalah Vampire rendahan yang bahkan tidak bisa keluyuran seenak nya di bawah sinar matahari, eum?"

Ryeowook hanya menggeram.

"Hei, biar ku beritahu rahasia menarik tentang seseorang," lanjut Heechul, dengan wajah iblisnya, "rahasia yang lebih menarik daripada tentang diriku. Yaitu rahasia tentang kakak Vampire mu itu. Lee Sungmin."

TBC-


Thanks for your reading and review.

And then, please give me your review^^ Gomawo^^