Cast:
ALL SUPER JUNIOR MEMBERS
#CHAPTER 10#
"Hai manusia, kita bertemu lagi," ucap Ryeowook.
"Va- vampire...," Leeteuk berjengit. Kaki nya mulai melangkah mundur.
"Tidak secepat itu," ucap Ryeowook. Dengan cepat, dia menangkap Leeteuk, lalu menariknya. Dan kemudian membawa nya terbang.
"Yaaa!" Leeteuk berteriak ketakutan.
"Tenang saja, aku menculikmu bukan untuk memakan mu."
"Lalu?"
"Untuk menjadikan umpan bagi kekasihku, Kim Heechul!"
"Perasaan ku tidak enak," gumam Henry. Kibum menoleh ke arahnya.
"Kenapa?"
"Coba kau pikir," Henry menghadap ke arah Kibum, "memangnya Leeteuk Hyung pernah bolos hingga seminggu begini?"
"Kita mahasiswa, kan? Ku rasa wajar saja," ucap Kibum tenang. Tapi dalam hati, dia mengakui ucapan Henry benar.
"Wajar untuk mahasiswa lain. Tapi tidak wajar buat Leeteuk Hyung!" kecemasan mewarnai wajah Henry. "Ayo kita datangi rumah nya."
"Sekarang?"
"Tentu saja," Henry berdecak. "Tak apa kita bolos sehari. Toh kita sudah jadi anak baik selama ini karena Leeteuk Hyung."
"Oke!" Kibum berkemas. Dan keduanya langsung melarikan diri dari kampus, berlawanan dengan mahasiswa lainnya yang berjalan masuk.
"Sedang apa, Tuan?" sapa Kyuhyun, saat melihat Henry dan Kibum sedang celingukan di depan rumah Leeteuk.
"Husk! Bantu aku masuk ke rumah ini!" teriak Henry.
"Tidak sopan masuk ke rumah orang lain tanpa permisi." Heechul muncul dari belakang Kyuhyun.
"Oh, Heechul Hyung!" sapa Kibum dan Henry bersamaan.
Heechul hanya melirik sekilas kearah keduanya. Dia tahu siapa mereka. Teman manusia Leeteuk yang paling baik. Dan menyukainya. Jika di kampus, Heechul memercayakan tugas menjaga Leeteuk pada kedua orang yang ada di belakangnya itu.
"Leeteuk Hyung tidak masuk kuliah sejak seminggu lalu," lapor Henry langsung.
"Kau terlalu mencemaskan kekasih mu itu sampai tidak menyadari kemunculan kami, Tuan?" Hangeng berseru di belakangnya.
Henry dan Kibum segera berbalik. Ternyata, Kyuhyun membawa pasukannya.
Yesung keluar dari mobil Ferrari biru nya sambil mendengus. "Kalian semua harus masuk kedalam!"
Satu persatu, -Hangeng, Siwon, Zhoumi- keluar dari mobil Porsche putih milik Hangeng. Lalu mengikuti Yesung.
"Kami?" tanya Kibum.
"Kalau kau peduli dengan Leeteuk, silakan masuk," ucap Heechul yang ada di depannya tanpa menoleh, lalu mendahului mereka semua masuk kedalam dan duduk di ruang tamu.
"Oke, ada yang aneh di sini," bisik Kibum pada Henry.
Henry mengangguk. "Ku rasa begitu. Masuk saja dulu," ucap Henry dengan suara tertahan.
Keduanya masuk bersamaan. Di ikuti dengan yang lainnya, dan yang terakhir adalah Yesung. Menutup pintu rumah dan menyegelnya.
"Jadi, kita mulai darimana?" tanya Yesung, menatap Heechul yang sedari tadi diam dengan wajah menyeramkan.
"Aku...," Heechul menghela napas. "Dua hari yang lalu, Ryeowook mengirimkan surat padaku."
Kibum dan Henry hanya terpaku sejenak, saat mereka melihat selembar kertas melayang layang mendekati Heechul lalu jatuh di meja yang ada di tengah tengah mereka semua.
"Bau darah si Angel," ucap Siwon langsung.
"Ya. Dia menggunakan darah Leeteuk untuk menulis surat ini," Heechul menggeram. Namun masih bisa mengendalikan kemarahannya.
"Apa?!" teriak Henry dan Kibum.
"Hyung! Kau yakin ini bau darah nya?!" tanya Kibum dengan suara yang menyentak.
Siwon mengangguk pelan.
"Aku menahan manusia milik mu, Kim Heechul. Jadikan lah aku kekasihmu, atau dia akan menjadi makananku yang sempurna di purnama nanti." Hangeng membacakan keras keras isi surat itu. Lalu menoleh ke arah Heechul.
"Ini sebabnya kau menyuruhku dan Zhoumi untuk menjemput Siwon dan Kyuhyun lalu datang kerumah mu, Hyung?"
Heechul mengangguk.
"Kami sudah mencari nya dari seminggu lalu," jelas Yesung yang terdengar lebih tenang. "Tapi kurasa, Ryeowook sudah menyembunyikan bau darah Leeteuk hingga kami tidak bisa melacaknya."
"Lebih besar kemungkinan bahwa dia sudah di bunuh!" mata Heechul berkilat. Aura iblisnya muncul.
"Tidak mungkin," Yesung berusaha menenangkan kakaknya. "Ryeowook ingin kau. Bukan Leeteuk."
"Bagaimana kalau sekarang, kau jelaskan pada kami, siapa Leeteuk itu," ucap Zhoumi tiba tiba, "dan apa resiko nya jika dia mati kali ini?"
Henry dan Kibum terbelalak mendengar kata kata Zhoumi. Lalu menoleh langsung ke arah Heechul.
Heechul menghela napas. "Baiklah."
TBC-
Yah, maap pake banget yah, di chap ini -lagi lagi- kependekan : but, buat para readers ku tercinta, tak henti2nya saia mengucapkan terima kasih sebanyak2nya krn ttp nungguin ff gaje inii *pelukcium*, so, much thanks for you too :
~neko chan: maap yak, kependekan :( hehe, kelompok silumannya kan berbaur sama manusia, jadi mereka kayak manusia juga donk :D salah satu aktifitas nya yah, kerja :D and then, so much thanks for your review^^
~xelo: iya ni, saia lagi buntu, jd pendek bet. maap yaak : eum, belum tau juga sih, sejarahnya bkl keulang atau engga, tungguin aja yah ^^ and then, so much thanks for your review^^
~yunitaelf: kyu ngga flirting koq^^ dia emg udah tau, soalnya, maklum deh, kan insting nya siluman lebih tajam(?) heheh xD siwon abis ini bakal habis2an jagain teuki koq. tungguin aja yah^^ dan, yap. wookie di sini emg keras kepala bingit kayak batu(?) hahah XD and then, so much thanks for your review^^
~guest: waw, wookie di puji seme nih. heheh, ini udah lanjut loh xD and then, so much thanks for your review^^
~angelika park: teuki banyak yang ngelindungin koq, tenang aja^^ kurang panjang yah? hiks maap yak : di usahakan sepanjang2nya deh di next next nya. and then, so much thanks for your review^^
Jongmal gamsahamnida buat readers ku, reviewers ku, and many more supporter ku^^ jangan bocen2 yah, nungguin ff ini. aku lagi nyiapin kejutan di akhir2 chapter nanti. so, jangan bosen2 juga ngasih saran, komen, pertanyaan, bahkan kritik sekalipun ke aku ya^^ aku merasa sangat di dukung dgn adanya masukan dari kalian semua^^
next, mind to review? :D
