Cast :
ALL SUPER JUNIOR MEMBERS
WARNING : NC17++ ; YAOI
RATED : M (MATURE)
NOTED : Di chapter ini, ada adegan dewasa nya. Kalau belum cukup umur, jangan coba coba buat baca, ya. Kalo masih bandel, resiko tanggung pembaca. Ngga terima bashing abis bacanya. Thanks.
#Chapter 13#
~The Punishment~
Bukk! Brakk!
"Eunghh..."
"Kau benar benar pencari masalah!" hardik Donghae berang. Sementara, Sungmin dan Kangin berusaha menarik Donghae menjauh dari Ryeowook yang sudah babak belur di hajar Donghae yang emosi.
Tadi, Ryeowook kembali ke mansion mereka dengan santai. Donghae yang melihatnya, langsung naik pitam dan menghajarnya bertubi tubi. Sementara Sungmin dan Kangin berusaha melerai Donghae yang memukuli Ryeowook tanpa ampun, Eunhyuk hanya diam menonton itu semua.
"Kau mau membuat keluarga ku musnah, heh?!" hardik Donghae lagi. Masih meronta ronta dalam pegangan Sungmin dan Kangin. "Lihat ulah mu itu! Kita bisa di musnahkan oleh iblis hanya karena ulah mu itu! Itu yang kau mau, heh?!"
Ryeowook mengangkat sebelah alisnya. Menyeringai walau wajah nya sudah di penuhi lebam akibat pukulan Donghae. "Jauh lebih baik jika makhluk seperti kalian, musnah!"
"Kauu!" Donghae merangsek maju, dan Sungmin serta Kangin segera menahan tubuh Donghae lagi.
"Eunhyuk ah!" teriak Sungmin, melihat Eunhyuk yang hanya diam saja. "Tolong bawa Ryeowook ke kamarnya!"
Eunhyuk segera mematuhi perintah kakaknya. Dia menarik bangun Ryeowook yang terduduk jatuh akibat di pukuli Donghae tadi. Kemudian menariknya lagi untuk pergi.
"Lepaskan!" desis Ryeowook. Dia berusaha berani, karena aura Eunhyuk membuat nya begitu takut, tapi hatinya menyuruhnya untuk bersikap berani. Tapi Eunhyuk hanya diam dan terus menarik Ryeowook.
Eunhyuk melemparkan dengan pelan Ryeowook ke dalam kamarnya, masuk dan mengunci pintu. "Lebih baik di sini," ucap Eunhyuk tenang. Ryeowook mengernyit.
"Kau mau menjaga ku supaya aku tidak kabur?" tanya Ryeowook, berusaha menatap Eunhyuk dengan berani. Eunhyuk tersenyum tipis.
"Bisa di bilang begitu."
Setelah mengatakan itu, tangan Eunhyuk terangkat. Mata Eunhyuk yang tadi nya berwarna abu abu pucat, tiba tiba berpendar kehijauan, dan mengarah pada Ryeowook. Seketika, Ryeowook terjatuh lagi sembari berlutut. Kemudian, Eunhyuk mendekati Ryeowook.
"Its time to play," bisik Eunhyuk pada Ryeowook, tepat di telinganya. Ryeowook mengerang.
Tiba tiba, Ryeowook bangun, dan menarik tangan Eunhyuk. Mendorongnya hingga ke tempat tidur milik Ryeowook, lalu melumat bibir tipis Eunhyuk.
Eunhyuk tersenyum di tengah tengah ciuman Ryeowook. Lalu dia merengkuh leher Ryeowook, dan membalas lumatan Ryeowook.
Ryeowook membuka seluruh baju Eunhyuk, yang hanya berupa kemeja panjang, sembari terus melumat bibir Eunhyuk dengan bergairah. Lalu ciumannya turun ke dada Eunhyuk, sementara tangannya kembali sibuk melucuti celana Eunhyuk.
"Er... good boy..." desah Eunhyuk, ketika Ryeowook dengan ganas mengulum nipple Eunhyuk bergantian. Kepalanya terdongak, menikmati sensasi yang Ryeowook berikan di tubuhnya.
Lalu Ryeowook kembali menyusuri tubuh ramping Eunhyuk, kali ini dengan lidahnya. Dia menjilati perut Eunhyuk, lalu turun lagi ke bawah.
Dan menemukan milik Eunhyuk di bawah sana. Ryeowook langsung memasukkan milik Eunhyuk dan melakukan blow job dengan penuh gairah. Membuat Eunhyuk menggelinjang nikmat di atasnya.
"Umh... ouh..."
Sementara Eunhyuk mendesah akibat perlakuan Ryeowook, Ryeowook membuka celananya sendiri sembari tetap mengulum milik Eunhyuk. Lalu kemudian memainkan dua kembar milik Eunhyuk juga dengan tangannya.
Tak lama, Eunhyuk menumpahkan cairan kental miliknya, yang kemudian di telan Ryeowook dan sebagian sisanya di tampung oleh Ryeowook memakai kedua tangannya. Dan lalu mengoleskan cairan itu di antara miliknya. Eunhyuk tersenyum tipis melihat kelakuan Ryeowook.
Ryeowook mencium lembut perut Eunhyuk. "Tandai aku, Master.."
"As your wish."
Eunhyuk lalu bangun, dan Ryeowook menungging di depannya. Eunhyuk mengelus lembut kedua benda kenyal milik Ryeowook, bersiap siap. Lalu... jleb.
"Ahhkk..." erang Ryeowook kesakitan.
Eunhyuk kembali mengeluarkan miliknya hingga setengah, lalu memasukkannya lagi dengan keras ke dalam lubang Ryeowook. Lagi lagi Ryeowook mengerang.
Gerakan Eunhyuk semakin kuat. Memasukkan miliknya berkali kali ke lubang Ryeowook tanpa ampun. Dan teriakan kesakitan Ryeowook berubah menjadi erangan nikmat.
"Jangan nakal lagi, Ryeowookie," ucap Eunhyuk lembut, di antara pergumulannya dengan Ryeowook, sementara Ryeowook hanya terus mendesah dan mengerang dengan wajah menikmati. "Atau aku akan terus menyihirmu menjadi kucing kami."
TBC-
Review, please ^^ Thanks~
