Cast :
ALL SUPER JUNIOR MEMBERS
#Chapter 15#
~A Secret~
Kangin melemparkan Ryeowook dengan setengah kasar ke atas tempat tidur nya. Ryeowook mengamuk.
"Aku mau Master...," tangisnya. Kangin nyaris meledak mendengar cara Ryeowook memanggil Eunhyuk. Tapi dia menahan diri. Dengan menegarkan dirinya, dia mulai mengikat Ryeowook dengan erat, lalu setelah itu berusaha memakaikan baju yang pantas untuk Ryeowook.
Ryeowook meronta ronta sembari menangis dalam ikatannya dan berontak habis habisan saat di pakaikan baju oleh Kangin. Sampai baju nya melekat sempurna pun, Ryeowook tak berhenti menangis dan memanggil Eunhyuk dengan sebutan yang membuat emosi Kangin naik setingkat. Tapi Kangin mencoba mengatur emosinya, walaupun dengan susah payah. Karena biar bagaimana pun Ryeowook, dia tetap adik kandung nya.
Sementara yang di pedulikan, sedang menguling gulingkan dirinya di tempat tidur Kangin dan masih terus menangis. Kangin mendiamkan saja kelakuan Ryeowook. Berpura pura tuli dengan panggilan menjijikkan itu. Berusaha mencari cara menyembuhkan Ryeowook. Atau menunggu kabar dari Sungmin. Karena bagaimanapun cara Kangin menyembuhkan Ryeowook, sihir tidak mudah di patahkan.
"Seandainya aku bisa lebih kuat saat itu..," gumam Kangin sedih.
Mungkin itu sudah harus terjadi, tapi Kangin mengakui itu juga adalah kesalahannya, walau tidak sepenuhnya. Mengingat kejadian di malam itu, benar benar membuatnya depresi.
Malam itu, hanya Kangin dan Ryeowook di rumah milik mereka. Dan mereka sedang sibuk beradu debat, saat tiba tiba rumah mereka di serang oleh Sungmin. Hanya Sungmin, tapi mampu membuat Kangin yang mati matian melindungi Ryeowook, babak belur. Bahkan, dengan gerakan kilat, yang belakangan di ketahui Kangin sebagai gerakan normal para Vampire, Sungmin menarik Ryeowook yang ada di belakang Kangin, dan menggigit nya hingga setengah darah nya, dan sisa darahnya itulah yang terkontaminasi dan menyebabkan Ryeowook menjadi vampire. Dan itu juga yang terjadi padanya.
Dia masih ingat malam itu, ucapan Sungmin yang membuatnya meragukan siapa sebenarnya sosok vampire itu. Apa dia adalah makhluk penuh belas kasih yang terbalut dalam sosok mengerikan, ataukah memang dia sosok monster itu sendiri?
Kangin sendiri masih ingat, saat Sungmin menggigitnya, dia mengatakan jika hanya Ryeowook sendiri, dia akan kesepian. Maka Sungmin juga menjadikan Kangin seperti dirinya.
Dan, sampai mati, dia akan menyimpan rahasia yang satu itu dari Sungmin. Rahasia dia dan Ryeowook.
"Apa kamu memiliki adik selain Ryeowook?"
"Tidak."
"Jangan bohong padaku."
"Kau vampire, apa kau tidak bisa tahu bahwa aku sedang berbohong atau tidak?"
"Jika kau masih manusia, mungkin aku akan tahu. Tapi kau telah menjadi sebangsa dengan ku."
"Aku tidak berbohong. Aku hanya berdua dengan Ryeowook."
"Baiklah. Apa hukumannya jika aku tahu kau berbohong untuk masalah ini?"
"Kau boleh menyiksa kami dengan cara yang kau inginkan."
Kangin tersentak. Lalu melihat Ryeowook dengan tatapan ngeri.
Mungkinkah?
Jika Sungmin sudah tahu kebohongan mereka, lalu menyuruh Eunhyuk memperlakukan Ryeowook seperti itu. Untuk menyiksa Ryeowook dan dia bersamaan?
Kangin menggeleng. Dia tidak mungkin tahu.
Kalau Kim Kibum, adalah adik bungsu nya.
Adik bungsu yang tidak di sebutkan karena Kangin tidak ingin membunuh adik terkecilnya.
Adik bungsu, dan satu satu nya keluarga Kim yang masih manusia.
Kali ini, Kangin harus menjaga nya. Walau sampai musnah sekalipun.
"Kau tidak pulang?"
"Pulang ke rumah dan sendirian, Hen. Aku bosan di sana. Hyungdeul ku tidak menemani ku lagi."
Henry mengangguk mengerti. Rahasia kecil Kibum yang juga di ketahuinya. Kibum memang bukan tipe orang yang bisa dengan mudah menceritakan permasalahannya. Masalah yang terjadi di saat mereka sedang berlibur 3 bulan ke Eropa. Masalah yang hanya dia yang tahu.
"Apa kau perlu hijrah ke rumah ku?"
"Aku lebih ingin ke rumah Leeteuk Hyung," cengir Kibum, "tapi pasti aku di maki maki jika mengendap terlalu lama di sana."
"Aku juga mau di sana," ucap Henry sembari bersungut sungut.
"Dan kita berdua akan membuat Heechul Hyung dan Yesung Hyung kerepotan," Kibum masih nyengir. Lalu tiba tiba terlintas ide di kepalanya.
"Yuk."
"Kemana?"
"Merepotkan kedua Hyung nya Leeteuk Hyung," seringai Kibum jahil. Henry membelalak.
"Kau tidak takut?"
"Ada Leeteuk Hyung. Pasti dia melindungi kita," cengirannya bertambah lebar.
"Ah...," Henry ikut nyengir. "Yuk."
Dan mereka berdua segera kabur dengan bersemangat setelah membayar makanan mereka, dan tentu saja membelikan makanan kesukaan Hyung mereka.
"Wah, rumah ku ramai dengan kalian," girang Leeteuk. Kibum dan Henry berpandangan, lalu menyeringai. Mereka sedang bermain di rumah Leeteuk. Atau mengacau, menurut Heechul.
"Kalian!" teriak Heechul gemas, saat mereka bertiga bermain perang bantal di kamar Leeteuk dan menimbulkan suara berisik yang sangat mengganggu, "Berisik sekali! Memangnya kalian pikir ini hutan?!"
"Bilang saja kalau kau ingin ikut bermain, Hyung," timpal Yesung santai.
Heechul mendelik sadis. Sementara Yesung hanya mengangkat bahu.
"Di hutan tidak ada bantal, Chul~ Chul~," rajuk Leeteuk. Dan yang lain membeo.
"Leeteuk Hyung benar, Chul Chul Hyung~."
"Ne, Chul Chul Hyung~."
Heechul menggeram frustasi. Bagi nya, di panggil Chul Chul jauh lebih mengganggu di banding teriakan mereka.
"Jangan panggil aku Chul Chul!"
"Wae, Chul~ Chul~?"
"Ne. Wae, Chul Chul Hyung~?"
"Wae wae wae? Chul Chul Hyung~?"
"Ku potong lidah kalian kalau berani mengatakan itu lagi!" Heechul melotot sadis. Ketiganya langsung terbungkam. Dengan mulut mereka yang melengkung ke bawah. Yesung terkikik geli melihat nya.
"Sebaiknya kau pasrah saja, Chul Chul Hyung," goda Yesung. Pelototan Heechul pindah ke Yesung.
"Dasar iblis kurang ajar! Sini kau biar ku patahkan sayapmu!"
Yesung melayang menghindar sembari tertawa.
"Coba di ingat ingat, kalau kau juga iblis," gelak Yesung, sementara yang lain mulai tertawa dan bersorak mendukung Yesung yang sedang melarikan diri dari Heechul, "dan sebelum kau bisa mematahkan sayapku, yang patah lebih dulu adalah tanganmu."
"Sial. Dia benar," maki Heechul. Lalu berbalik dan menatap ketiga manusia yang langsung terdiam karena di pelototi Heechul, "Kalau gitu, biar kalian yang menjadi mangsa ku."
"Huaaa!" Henry dan Kibum langsung lari berlindung di belakang Yesung. "Hyung, tolong!"
Leeteuk terkikik. "Heechul tidak suka manusia lain selain aku," ucapnya geli.
Heechul menoleh ke arah Leeteuk dengan wajah heran. Dan Yesung juga memandanginya sembari mengangkat sebelah alisnya.
Baru saja Heechul ingin menanyakan maksud ucapan Leeteuk, tatkala dua manusia yang memang terang terangan mendeklarasikan diri mereka sebagai penggemar berat Leeteuk, menunjukkan keposesifan mereka.
Henry dan Kibum langsung menyerbu Leeteuk, lalu memegang lengan Leeteuk di kanan dan kirinya. Atau memeluknya, lebih tepatnya.
"Leeteuk Hyung milik ku!" ucap Henry.
"Leeteuk Hyung cuma buat ku!" tambah Kibum, menimpali Henry.
Heechul menggaruk belakang kepalanya dengan wajah bingung, sementara Yesung tertawa tertahan.
Leeteuk mengerucutkan bibirnya. "Tapi aku mau nya Ryeowook."
Kibum langsung melepaskan pelukannya di lengan Leeteuk. "Apa?"
Henry juga memandangi Leeteuk dengan tatapan yang sama dengan Kibum, hanya saja dia tidak berkomentar.
Yesung jauh lebih tanggap di bandingkan Heechul yang jaraknya lebih dekat dengan tiga manusia itu, tapi tampak blank setelah mendengar Leeteuk menyebut nama 'Ryeowook'.
Yesung lebih tanggap dengan reaksi Kibum. "Kenapa kau terdengar begitu syok, Kibum?"
"Ah... ne?"
"Kenapa...," Yesung memperlambat bicaranya, "... kau terdengar begitu... syok?"
Kibum menundukkan kepalanya. Leeteuk memandangi wajah Kibum, ingin tahu apa yang terjadi pada dongsaeng kesayangannya itu.
Henry yang maju, lalu memeluk Kibum. Dan kemudian menoleh ke arah Yesung yang juga tengah menatapnya dengan penuh selidik.
"Kau tidak perlu tahu, Hyung!"
"Yeah," Yesung tersenyum sinis, yang terlihat menakutkan di wajah datarnya, "aku mungkin tidak perlu tahu kenyataan bahwa sebenarnya Kibum adalah..."
"Cukup!" Kibum menatap Yesung dengan pandangan memohon. Yesung mengangkat sebelah alisnya, tapi cukup berbaik hati untuk tidak melanjutkan ucapannya demi Kibum.
Kibum menyunggingkan senyum lemah ke arah Yesung, yang menyiratkan rasa terima kasih, lalu berpaling pada Leeteuk yang sedang kebingungan. Meski masih dalam pelukan Henry, tapi Kibum meraih telapak tangan Leeteuk dan menggenggamnya perlahan.
"Hyung, siapapun yang kau suka, aku tetap menyukai mu."
Lalu dia melepaskan pelukan Henry. "Aku mau pulang, Hen. Bisa temani aku?"
"Ne." Henry mengangguk tegas. "Aku akan menemani mu bahkan jika kau mau ke neraka sekalipun."
"Aku belum mau mati, Hen," Kibum tertawa lirih, "kau ini."
Henry ikut tersenyum. Lalu dia menggandeng tangan Kibum. Tanpa mengatakan apapun, dia menarik Kibum meninggalkan rumah Leeteuk, sementara Leeteuk terheran heran melihat kelakuan kedua dongsaengnya yang meninggalkan dia begitu saja.
"Apa aku salah bicara?" tanyanya heran pada dirinya sendiri, setelah Kibum dan Henry berlalu dari hadapannya.
Heechul yang tadinya sempat syok juga lantaran Leeteuk terang terangan mengakui dia menyukai Ryeowook, juga kebingungan dengan sikap Henry. Dia mengerti mengapa Kibum syok, tapi dia tidak mengerti kenapa Henry meninggalkan mereka semua tanpa mengatakan apapun, padahal setahunya, Henry adalah anak yang, selain tidak mungkin mengacuhkan Leeteuk begitu saja, dia juga sangat menjaga kesopan santunan nya.
"Tentu saja salah," jawaban ini di berikan oleh Yesung. "Kau membuat mereka berdua patah hati."
"Aku sudah sering menolak mereka," ujar Leeteuk lagi, "tapi selama ini mereka masih sopan dan menganggap ku."
"Menolak, tidak sama dengan mengumumkan bahwa kau menyukai orang lain. Tidak mengerti, eoh?" tanya Yesung lagi. Leeteuk menggeleng.
"Ku harap mereka tidak marah pada ku," ucap Leeteuk dengan wajah sedih, "aku sayang sekali pada mereka."
TBC-
Belum end nih, tapi boleh lah di kasih komen dulu^^ kayaknya ff ini bakal lebih panjang dari yang saia prediksi.
Mind to review? ^^
