C ast :
ALL SUPER JUNIOR MEMBERS


#Chapter 18#

~The Fact~

"Tindakan yang benar benar nekad, Tuan Angel," seringai Siwon, "dan ucapan yang juga begitu beresiko. Sebegitu suka nya kah, kamu pada Tuan Vampire yang lemah ini?"

"Kau menyukai adikku, Hyung?" sergah Kangin.

Leeteuk hanya meringis. Sebelum dia mengingat masa lalu nya, ya, dia memiliki perasaan aneh dalam hati nya untuk Ryeowook. Walau dia di takut takuti Ryeowook, walau Ryeowook menculik nya, tetap saja perasaan itu tidak hilang. Bahkan, terang terangan di akuinya pada orang yang bersangkutan.

Tapi, setelah kebaikan hati Ryeowook yang menggunakan hampir dari sepertiga tenaga dalam nya untuk menyembuhkan sekaligus memulihkan ingatan nya, dia tidak lagi menyukainya. Menyayangi nya, mungkin. Tapi tidak ada rasa cinta lagi yang terlibat di hati nya.

Dan, dia mengakui pada semua orang bahwa dia menyukai Ryeowook, hanya untuk mengalihkan perhatian dari ingatannya yang kini pulih total. Terutama mengalihkannya dari Heechul dan Yesung. Dan, berhubung ada Siwon di sini, Leeteuk tak mau mengungkapkan bahwa ingatan nya telah kembali. Dia tahu, Siwon tidak berpihak penuh padanya. Mereka, para Wolfhound, bekerja di bawah kendali penuh oleh iblis. Dan iblis iblis itu adalah Heechul dan Yesung.

"Aku menyukainya," ucap Leeteuk, menatap Ryeowook yang pingsan. "Aku menyukainya walau dia menyukai orang lain."

"Tapi sekarang, dia...," Kangin terdiam sejenak. Lalu menundukkan wajahnya.

"Aku tak peduli," ucap Leeteuk lagi, mengelus dahi Ryeowook dengan hati hati. "bagaimana pun dan apapun kondisinya, aku tetap menyukainya."

"Eh, Tuan Angel," sela Siwon, "dari tadi aku penasaran. Kenapa kau bisa sebegitu tangguhnya menghadapi si Vampire tadi? Bahkan memenangkan pertarungan hidup mati seperti itu. Jangan jangan, kau merahasiakan sesuatu dari kami?" tembak Siwon langsung.

Otak Leeteuk berputar cepat. Alasan apa yang masuk akal untuk di berikannya pada Siwon ini?

"Bukankah kau memanggil ku Angel? Berarti seorang Angel harus bisa menang dari Vampire, kan?"

Siwon menggeleng. "Tuan Angel mulai sinting rupanya. Aku memanggil mu Angel, karena aku merasa kau seperti malaikat. Dan lagipula, aku tidak pandai menghapal nama. Tapi, hanya karena aku memanggil mu Angel, lantas kau merasa seperti malaikat dan yakin akan menang?"

"Kenyataannya, aku menang. Tak usah mendramatisir, Siwonnie."

"Tuan Angel ternyata memang sinting, rupanya." Siwon tersenyum simpul. Dia tahu, dugaan nya tidak salah.

Leeteuk hanya diam sembari tersenyum saja mendengar ucapan Siwon. Tentu saja, dia memang benar benar malaikat, dan yakin menang. Bukankah dulu, dia adalah malaikat perang terbaik yang di miliki Langit?

Leeteuk menoleh lagi pada Ryeowook. Ryeowook masih terpejam. Leeteuk menghela napas. Jika bukan karena Ryeowook berusaha menyembuhkan nya hingga mengorbankan sepertiga kekuatannya, dia pasti bisa menyembuhkan dirinya dengan cepat. Tambahan lagi, setelah mengembalikan ingatannya seluruhnya, Ryeowook sempat di hajar habis habisan oleh Donghae, lalu di pengaruhi sihir yang begitu kuat dari Eunhyuk. Dan dua kejadian ini di ketahuinya dari cerita Kangin padanya.

Leeteuk menggigit bibir. Membayangkan hukuman macam apa yang di terima Ryeowook dari Eunhyuk hingga membuat Ryeowooknya tak berdaya begini.

Dan, yang membuat Leeteuk takut, jika Ryeowook sadar nanti, melihat dirinya yang seperti ini, pasti...

Ah, Ryeowook tidak hanya sedih, dia pasti semakin membenci dirinya sendiri.

Dan Leeteuk tidak ingin Ryeowook semakin terpuruk.

Brakkk!

Pintu rumah yang sedang di tempati Leeteuk, Kangin, Siwon dan Ryeowook yang tengah pingsan itu, terbuka dengan keras.

"Teuki! Apa yang kau lakukan di sini?!" teriak Heechul, menghambur ke arahnya dan langsung menariknya menjauh dari Ryeowook dan Kangin. Matanya berkilat keunguan. Memelototi Kangin yang duduk tenang di samping Ryeowook.

Mata Kangin membulat kaget melihat kemunculan mereka, tapi dia tidak berkomentar apapun. Sementara Siwon tersenyum tenang.

"Kenapa kau bisa di sini, Chul Chul?" tanya Leeteuk, kembali menjadi manusia yang di kenal mereka semua.

"Berterima kasih lah pada Siwon, yang melindungi mu. Dia mengikuti mu dan memberitahu kami di mana kau berada. Kenapa kau dekat dekat dengan Vampire, eh?"

"Aku... tidak tega melihat Ryeowook kesulitan," ringis Leeteuk, merasa tidak enak pada Kangin. Tapi dia tidak heran jika Siwon memberitahu pada Heechul dan Yesung. Dan sebenarnya, dia juga sudah menduga hal ini.

"Itu resiko nya karena mengganggu Iblis!" sentak Heechul. Dan Leeteuk mengerucutkan bibirnya.

"Aku sering mengganggu mu, tapi aku tidak pernah mendapat hukuman yang seperti Ryeowook," ucapnya sedih. "Aku tidak mau Ryeowook ku kenapa kenapa. Aku ingin dia sembuh. Heechulie, tolong dia..."

"Aku tak akan pernah menolong orang yang menyusahkan mu, Leeteukie! Kau harus tahu itu!"

Lalu Leeteuk di tarik oleh Heechul keluar dari rumah persembunyian, sekaligus rumah yang pernah di gunakan oleh Ryeowook untuk menyekap dan menyembunyikan Leeteuk.

Yesung dan Siwon mengikuti Heechul dan Leeteuk yang menuju mobil Yesung. Tapi lalu Leeteuk melepaskan cekalan tangan Heechul, lalu berdiri tegak, dengan tatapan mata yang langsung menatap Heechul. Mata yang berkaca kaca.

"Kenapa tidak mau membantu Ryeowook?"

"Teuki..." Heechul meraih tangan Leeteuk, tapi Leeteuk mengelak.

"Kau tidak mau membantu Ryeowook, aku tidak mau ikut dengan mu," ucap Leeteuk sembari terisak. Melihat lelehan airmata di pipi Leeteuk, membuat kilat ungu yang menghiasi mata Heechul kembali menjadi warna matanya yang normal. Cokelat terang yang menenangkan.

"Leeteukie..."

"Kenapa kau jadi begini, Teuki?" Yesung yang maju menggantikan Heechul, merengkuh Leeteuk dengan lembut. Yang tidak di tepis oleh Leeteuk. "Kau juga tahu, kami semua mencemaskan mu."

"Aku tahu," Leeteuk terisak dalam pelukan Yesung, "tapi aku juga mencemaskan Ryeowook. Tak bisakah kalian memahami perasaan ku?"

Yesung menatap Heechul. Dan Heechul menghela napas.

"Aku akan menyembuhkan nya. Tapi dengan satu syarat. Kau mau memenuhi syarat itu, Teuki?"

"Aku mau. Apapun akan ku lakukan demi Ryeowook."


"Aku baru tahu kau bisa di kalahkan oleh manusia, Hyung," ledek Donghae, sementara Eunhyuk hanya menyunggingkan senyum tipis.

"Dia itu bukan manusia, Hae," dengus Sungmin. "Seharusnya aku memang tidak pernah ikut campur dengan urusan mereka."

"Masalahnya, kau masih mengharapkan Yesung. Benar, kan?"

"Sama saja seperti mu yang diam diam menyukai Ryeowook, Hyuk," balas Sungmin santai. "Tapi, aku tak akan pernah menyihir Yesung seperti kau menyihir orang yang kau sukai hingga bersedia di sentuh oleh mu."

"Dia yang menyentuhku, Hyung," senyum Eunhyuk, "lagipula, kami menikmati sentuhan kami satu sama lain. Dan lagipula, bagaimana cara mu menyihir Yesung, yang bahkan bisa membunuh mu hanya dengan sekali gerakan? Sebelum menyihirnya, kau sudah lenyap lebih dulu."

Donghae berdecak. "Sebenarnya aku juga tidak setuju dengan ulah kalian berdua, kau tahu? Sungmin Hyung menyeret kita semua dalam masalah antara malaikat dan iblis. Sementara Eunhyuk, dia melecehkan kaumnya sendiri. Yang bahkan adalah keluarganya."

"Lalu kau? Bersama Kangin, menyembunyikan adik bungsu nya. Apa itu namanya keluarga?"

"Aku tidak mau membunuhnya, Hyung."

"Sadar atau tidak, Lee Donghae? Kau ini adalah mesin pembunuh. Sama dengan kami berdua."

"Aku tahu. Tapi, aku tak ingin melihat Ryeowook kedua, Hyung. Aku memang tidak terlalu menyukai Kangin dan Ryeowook yang baru bergabung dengan kita beberapa bulan terakhir ini, tapi aku merasakan kesedihan mereka, Hyung. Aku bisa mengerti sikap berontak nya Ryeowook, dan sikap murung nya Kangin. Jika mereka melihat adik bungsunya juga kau habisi, perasaan mereka akan sama dengan ku yang melihat kalian berdua di lenyapkan."

"Sedih, maksud mu?"

"Tentu saja lebih dari itu. Rasa marah, geram, dan pasti, akan membalas dendam. Bagaimanapun caranya."

"Dan kau lebih memilih mengkhianati kami?"

"Hyung, sadar atau tidak, kau yang lebih dulu mengkhianati kami. Tidak ada takdir, yang melibatkan kita, para Vampire, dalam urusan malaikat itu. Kau mengikuti anjuran Hangeng karena kau ingin Yesung. Iblis yang pernah kau selamatkan dengan mengorbankan nyawa mu. Aku justru mencoba menyelamatkan saudara ku."

"Hae ya, kau rupanya sudah di cuci otak oleh Kangin, hm?"

"Hyuk, asal kau tahu, aku kasihan dengan Kangin. Pertama, hanya karena dia adalah kakak dari Kim Ryeowook, lantas dia harus merelakan kehidupan manusianya dan bergabung bersama kita. Siapa yang menyeretnya ke sini? Tak lain dan tak bukan adalah Hyung kita sendiri, Lee Sungmin."

"Lalu," Donghae melanjutkan ucapannya, "Kedua, dia yang merupakan kakak yang bertanggung jawab, dan sangat menyayangi adiknya, harus di paksa menerima kenyataan, bahwa adiknya di perlakukan dengan sangat tidak adil. Oleh mu. Mungkin dia lebih memilih aku yang memukul Ryeowook, ketimbang kau yang melecehkan jiwa dan raga Ryeowook. Setidaknya, aku hanya melukai fisiknya. Bukan merendahkannya seperti itu."

"Dan ketiga," Donghae menatap Sungmin dengan pandangan yang menghakimi, "kau sekarang mau mengincar Kim Kibum? Mau menuntaskan saran dari Hangeng? Tidakkah kau sadar dan lebih baik melepaskan mereka? Asal kau tahu saja, Kangin tidak lemah. Dia berusaha menerima takdir nya yang sekarang walau itu bukan kesalahannya. Takdir sebenarnya adalah mewarisi perusahaan orangtuanya, dan menikah. Dan merawat adik adik nya yang baik. Bukan menjadi vampire yang menyedihkan hanya karena di gigit Vampire gila yang cuma mencari simpati."

"Sekarang kau mengataiku gila?" sergah Sungmin sengit.

"Lalu apa lagi namanya?" tantang Donghae. "Aku tidak berusaha menjadi Vampire baik hati, Hyung. Aku tahu aku masih pembunuh. Tapi kita adalah Vampire terhormat, yang bahkan hanya menghisap darah yeoja di malam purnama saja. Itupun hanya untuk mempertahankan kehidupan kita. Bagaimana mungkin kau menodai status terhormat kita dengan menghisap darah namja di malam tanpa purnama, bahkan menjadikan manusia sebagai vampire dan mengangkatnya menjadi keluarga?"

Melihat Sungmin dan Eunhyuk terdiam, Donghae melanjutkan ucapannya. "Jangan menyalahkan Hangeng karena situasi ini. Kau yang serakah karena berharap bisa memiliki Yesung. Semua keputusan terletak di tangan mu. Yang menyeret kami dalam masalah, adalah kamu, Si Sulung!"


"Aku... dimana?"

"Wookie, kau sadar? Syukurlah," ucap Kangin dengan wajah lega. Ryeowook memandangi nya bingung.

"Kita dimana, Hyung? Seperti nya tidak asing."

"Di rumah tempat kau menyembunyikan Leeteuk. Dan... rumah kita."

"Ah," Ryeowook mencoba mengingat ingat. "Si malaikat?"

"Kenapa kau ikut ikut memanggil nya begitu?"

Ryeowook memandangi Kangin. "Memang menurut mu dia apa? Sejenis siluman?"

"Tentu saja tidak," Kangin tertawa lirih, "dia manusia biasa. Seperti Kibum."

Ryeowook terdiam. Rupanya Hyung nya belum tahu. Jadi, dia hanya tersenyum.

"Sepertinya, aku sudah di hukum jiwa dan raga oleh para Vampire itu, iya kan, Hyung?" senyum Ryeowook kini terlihat lemah. Kangin memandanginya dengan wajah penuh rasa bersalah.

"Maaf, tak bisa menjaga mu dengan baik."

Rasanya Ryeowook ingin menghambur memeluk kakak satu satu nya itu. "Tak perlu begitu, Hyung. Ini adalah takdir ku."

Ya, memang. Hari dimana dia membantu Leeteuk memulihkan seluruh ingatannya, adalah hari dimana seluruh nya terungkap jelas.

Dia adalah adik dari Leeteuk, sang malaikat, di kehidupan sebelumnya. Yang otomatis, juga merupakan malaikat.

Dia mengalami reinkarnasi bersama dengan Leeteuk sebagai manusia, karena, menurut Leeteuk, mereka berdua harus mengubah takdir masing masing agar tidak terjebak lagi dalam kehidupan yang berulang terus menerus.

Itu artinya, mereka berdua, harus memiliki perasaan sebagai adik kakak, dan tidak lagi memiliki perasaan yang bertolak belakang. Membenci dan mencintai.

Bahwa mereka harus mengubah takdir mereka sendiri, atau membalas dendam.

Dengan membunuh orang yang telah menyebabkan mereka berdua mati sebagai malaikat.

Siapa lagi kalau bukan Heechul?

Lucu sekali. Sampai sekarang, dia masih merasa mencintai Heechul dan membenci Leeteuk. Tapi dia harus membunuh Heechul yang di cintainya, dan bekerja sama dengan Leeteuk yang di benci nya. Hati nya masih tak rela untuk melakukannya.

Tapi lalu, dia ingat dirinya sekarang. Vampire lemah dan kotor. Dijadikan budak seks oleh orang yang mengaku sebagai keluarganya. Dia merasa begitu kotor dan terhina. Dan meskipun dia tahu dia dalam pengaruh sihir, tetap saja dia merasa diri nya lemah.

Dan yang terlintas di dalam pikirannya hanya satu.

Lebih baik mati.

Tiba tiba, Kangin memeluknya. "Aku tak tahu harus bagaimana. Mereka tahu kalau bukan hanya ada kita, tapi juga Kibum. Aku sudah mencelakaimu, dan aku takut, karena aku, Kibum juga akan celaka."

Ryeowook tercengang mendengar ucapan Kangin. "Kibum? Mereka tahu Kibum?"

"Aku yang memberitahu mereka..." tubuh Kangin terasa bergetar di pelukan Ryeowook. Ryeowook mengernyit.

"Kau tidak mungkin memberitahu mereka, Hyung!"

"Aku menemui Leeteuk, meminta bantuan nya untuk menyelamatkan mu. Dia bertanya ada apa dengan mu, jadi aku menceritakan perjanjianku dengan Sungmin."

"Perjanjian bahwa jika dia menemukan Kibum, dia boleh menyiksa ku dan kamu?"

Kangin mengangguk pelan. "Aku merasa dia menyuruh Eunhyuk melakukan.. eum... itu.. padamu... karena... eum... dia tahu aku berbohong..."

"Dan...?"

"Dan mereka mendengar pembicaraan ku dengan Leeteuk. Seolah aku mengakui sendiri di depan nya kalau aku mempunyai adik lain selain dirimu..."

Ryeowook menghela napas dan terpejam. Kenapa semuanya menjadi serumit ini?

"Kita harus menjaga Bum, Hyung," ucap Ryeowook dengan suara lemah dan bergetar.

"Aku tahu. Tapi, bagaimana caranya?"

"Bagaimana jika kita, meminta Kibum untuk tinggal dengan kita?"

"Kita hanya akan mempercepat pencarian Sungmin terhadap Kibum!"

Ryeowook memejamkan mata nya lagi. Lalu, terlintas bayangan Leeteuk dalam otak nya.

"Panggil Kibum, dan beritahu dia apa yang terjadi pada kita. Lalu, paksa dia untuk tinggal dengan Leeteuk! Eottae?"

Kangin menatapnya. "Good idea!"

TBC-


Aye aye, Sir^^ chapter 18 apdet^^ Wahh, saia suka melihat respon dari para readers saia yang antusias sama Leeteukie yang bersifat unyu(?) kkk~

Oh ya, jangan bosen bosen bacanya ya^^ di chapter chapter ini, udah mulai terungkap rahasia demi rahasia yang saling berhubungan, loh^^ memasuki ending soalnya^^ Jangan bosen bosen juga buat review dan kasi saia masukan ya^^ kritik juga boleh koq :D biar saia makin semangat apdetnya. hehehe :D

So, mind to review and review again? ^^ gomawo~~ *bow*