Cast :
ALL SUPER JUNIOR MEMBERS


#Chapter 20#

~Revenge or Conscience?~

"Apa bedanya mereka dengan orangtua ku?" gumam Leeteuk sedih. Ingatan nya kembali dimasa dia kecil saat menjadi manusia. Yesung dan Heechul datang ke tempat nya, ke dalam hidup nya, setelah kedua orangtua nya di nyatakan hilang dalam kecelakaan pesawat.

Dia yang saat itu masih kecil, memang benar benar lemah dan orang orang membenci nya. Hanya saja, saat kedua orangtua nya masih hidup, dia di perlakukan bagai pangeran. Dan setelah kedua orangtuanya meninggal, dia di perlakukan lebih rendah daripada sampah jalanan. Di anggap monster karena bisa mengubah rambut nya yang coklat terang menjadi warna warna yang sesuai dengan perubahan suasana hati nya. Merah jika dia marah, biru jika dia sedih, dan yang lebih menyeramkan, matanya juga berubah warna sesuai dengan rambutnya. Saat ini, dia tahu kenapa rambut dan matanya bisa berubah warna saat dia tidak bisa mengendalikan emosi nya. Itu karena, kekuatan malaikat nya masih terkunci, dan warna warna itu sebagai penanda bahwa dia tetap seorang malaikat.

Tapi tadi nya, dia berpikir bahwa Heechul dan Yesung berbeda dengan orang orang kebanyakan. Ternyata, mereka meninggalkannya juga. Menyedihkan sekali.

"Yaa! Yaa!" Kibum yang baru datang, langsung mengambil gelas yang ada di tangan Leeteuk, dan mengendusnya. "Kau meminum wine?"

Leeteuk mendongak ke arah suara. Lalu tersenyum yang menurut Kibum sangat menyedihkan. Mencoba mengambil lagi gelas wine yang ada di tangan Kibum. "Kembalikan."

"Shireo! Apa apaan kau Hyung? Kau sedang gila, huh?"

"Kembalii kaaannn," rengek Leeteuk, menggapai gapai gelas yang di jauhkan Kibum dari nya.

"Hyung!" Kibum mencoba menenangkan Leeteuk. Leeteuk merengut.

"Kibum jelek!" Leeteuk berdiri, lalu berjalan sempoyongan ke arah lemari milik Heechul. Lemari tempat minuman keras itu di simpan.

Kibum menarik Leeteuk, lalu memeluknya. Mencegah langkah Leeteuk lebih jauh. Mengelus punggung Leeteuk, untuk membuatnya tenang. Membuat Leeteuk justru menangis terisak di pelukannya.

"Kau kenapa?" tanya Kibum hati hati. Tapi Leeteuk tidak menjawab. Isakan nya semakin keras. Kibum mengelus punggungnya dengan hati hati. Tak lama, isakannya mereda, tapi dia merasakan pijakan Leeteuk juga melemah.

"Eh?" Kibum memperhatikan Leeteuk. Rupanya dia tertidur. Dengan hati hati, Kibum membopongnya ke kamar milik Leeteuk, dan membaringkan tubuh Leeteuk di atas ranjangnya.

Kibum memperhatikan dengan seksama, Leeteuk yang sedang pulas tertidur. Ada sesuatu yang berubah padanya. Membuat Kibum mengernyit heran.

"Kau mewarnai rambut mu menjadi hitam, Hyung?"


"Dia tidak pernah pergi ke kampus lagi, Hyung," ucap Kibum pelan, dengan ponsel yang tergenggam di tangan nya. "Kerja nya hanya mondar mandir di rumah, mengacak acak barang, mabuk, menangis, dan tidur. Dia benar benar kacau."

"Leeteuk Hyung kenapa?"

"Jangan kan cerita. Dia bahkan tidak mengucapkan apapun pada ku. Hanya memaki ku saat aku mencegah nya minum, atau saat dia ingin sendiri lalu mengusir ku. Dan perlu ku tegaskan satu hal. Dia tidak makan selama 3 hari."

"Apa?! Kenapa dia begitu?"

"Bukankah tadi aku sudah mengatakan nya? Aku tidak tahu." ucap Kibum jengkel.

"Tapi, Heechul dan Yesung juga tidak di sana?"

"Tidak. Aku tak mengerti apa yang terjadi. Tapi sepertinya, Leeteuk Hyung sedih karena mereka. Dan aku sama sekali tidak mengerti kenapa dia sesedih itu..."

"Wajar saja," terdengar suara Ryeowook yang pelan, menyela percakapan Kibum dan Kangin melalui ponsel itu. Karena memang Kangin sengaja memperjelas suara nya agar Ryeowook juga bisa mendengar percakapan mereka.

"Maksud mu, Hyung?"

Ryeowook menghela napas pelan. Dia sejenak berpikir, apa akan membongkar kebenaran tentang Leeteuk, atau mengatakan sesuatu yang lain tanpa harus menyinggung rahasia Leeteuk itu sendiri. Lalu dia memutuskan untuk tetap merahasiakan nya. "Kau ingat dengan Kakak Cantik yang menjadi teman masa kecil kita dulu, Bum?"

Kibum terdiam sejenak. "Apa hubungan nya, Hyung?"

"Leeteuk Hyung, adalah Kakak Cantik itu."

"Mwo?!" ingatan Kibum kembali ke masa kecil nya. Masa di mana dia masih berusia 8 tahun, Ryeowook 9 tahun, dan Kangin 11 tahun. Tentu saja dia ingat dengan Kakak Cantik yang ia juluki karena tidak bisa memanggil dengan nama aslinya. Dan dia memanggilnya begitu, karena dia menyukai sosok yang cantik itu. Berusia satu tahun lebih tua dari kakak tertua nya, sosok cantik itu merupakan sosok yang membuatnya bersemangat belajar. Terutama saat ditemani oleh nya. Bahkan dia bisa mengatakan pada sosok cantik itu, untuk menjadi mempelai nya saat dewasa nanti.

Tapi lalu, mereka pindah dari Korea. Dan saat kembali 6 tahun kemudian, dia tidak lagi menemukan Kakak Cantik nya itu. Sebagai gantinya, dia menemukan Henry, menjadi teman sehati, lalu menemukan Leeteuk di kampus yang baru mereka tempati. Dan mereka berdua saling mengakui bahwa mereka sama sama menyukai Leeteuk, dan di sampingnya tanpa harus bersaing.

Mana sangka, Leeteuk yang di sukainya sekarang, adalah Kakak Cantik-nya yang di pinta nya menjadi mempelai nya, dulu?

"Kau tidak tahu, Bum?" tanya Kangin bingung. "Ku pikir, kau langsung mengenali Leeteuk Hyung karena melihat aura cantik nya yang selalu kau singgung singgung itu?"

"Dia namja, dan dia itu tidak cantik, Hyung," ucap Kibum, berusaha menenangkan jantungnya yang tiba tiba berdegup cepat.

Kangin terkekeh. "Dia itu lembut dan manis, Bum. Dia cantik."

Ryeowook tertawa pelan mendengar ucapan Hyungnya. "Tapi kau harus mendengar ucapan ku selanjutnya, Bum."

"Ah ne. Mian, Hyung."

"Leeteuk Hyung... dia itu... adalah anak tunggal. Kita semua tahu hal itu. Tapi yang tidak kita tahu, setelah kepindahan kita dari Korea, ada sesuatu yang terjadi pada Leeteuk Hyung. Sesuatu yang membuat nya sangat bergantung pada Heechul dan Yesung."

Kibum mengernyitkan dahi nya. Ah ya, dia ingat bahwa sosok cantik itu memang tidak memiliki kakak maupun adik. Jadi dia sangat senang bermain dengannya dan kedua Hyungnya. Kenapa tiba tiba, Heechul Hyung dan Yesung Hyung muncul?

"Kedua orangtua nya meninggal di kecelakaan pesawat."

Itu adalah fakta yang sudah di ketahui oleh Kibum.

"Tapi yang sebenarnya adalah, keluarga nya di bantai oleh sekelompok perampok."

"Apa?!"

"Dalam ingatan Leeteuk Hyung, dia berpikir, bahwa keluarganya, Kakek nya, bahkan pengasuhnya, meninggalkannya sendirian. Tapi yang sesungguhnya, keluarga nya justru di bunuh tepat di depan matanya sendiri. Bahkan, kecelakaan pesawat itu juga rekayasa. Di sengaja, oleh para perampok itu. Dan perampok itu... berniat melecehkan Leeteuk Hyung yang masih kecil, sebelum akhirnya membinasakannya. Dan, Yesung dan Heechul yang menyelamatkan nya."

Mau tak mau, Kibum jadi bergidik mendengar cerita Ryeowook. "Itu benar atau hanya karangan mu?"

"Yang di ingat Leeteuk justru adalah karangan dari Heechul," sergah Ryeowook. "Dia sengaja membuat Leeteuk Hyung tidak bisa mengingat dengan jelas. Karena kenangan itu begitu mengerikan untuk anak berusia 13 tahun. Bahkan, itu masih terdengar mengerikan untukku."

"Kenapa kau tahu?" tanya Kangin yang sedang meringis ngeri mendengar cerita Ryeowook.

"Saat aku menyembuhkannya waktu aku menculiknya dulu, aku melihat di dalam ingatannya, ada selubung memori. Dan saat aku melihatnya, aku tidak berani membuka selubung itu. Itu akan membuat Leeteuk Hyung depresi dan kurasa Heechul tahu itu. Itu sebabnya, dia mengikat seluruh memori Leeteuk Hyung, dan memasukkan memori karangannya ke dalam otak Leeteuk Hyung. Aku hanya membuka beberapa selubung yang kulihat cukup baik untuknya." Termasuk membuka memori Leeteuk tentang ingatannya sebagai malaikat. Tapi tentu saja Ryeowook tidak memberitahukan itu pada Kangin dan Kibum.

"Lalu, sepanjang tahun, Heechul dan Yesung memastikan, bahwa selubung mereka cukup kuat untuk tidak terbuka sendiri selama beberapa waktu, dan terus mencoba untuk mengeluarkan memori buruk yang ada di dalam pikiran Leeteuk Hyung. Aku tahu itu, karena ingatan ingatan tentang Heechul dan Yesung yang mengeluarkan kemampuannya itu juga terekam dalam ingatan Leeteuk. Dan semua itu juga di selubungi."

"Intinya," sela Kibum, "Dalam otak Leeteuk Hyung sekarang ada banyak selubung memori? Itu maksud mu, kan?"

"Ya. Dan tidak. Ibaratnya, memori Leeteuk Hyung sekarang seperti maze yang menyesatkan. Dan dia sendiri juga sedang tersesat dalam maze yang di ciptakan Heechul dalam kepalanya."

"Oh ya? Bagaimana bisa?"

Ryeowook ingin sekali mengatakan, bahwa sekali dia membuka ingatan Leeteuk Sang Malaikat, dia tidak lagi bisa menembus ingatan itu, begitupun dengan Heechul dan Yesung. Jadi, dia tidak bisa membantu Leeteuk lagi. Tapi dia berusaha untuk bungkam. "Intinya, jika bukan karena Heechul dan Yesung, dia tidak akan hidup lebih lama sampai saat ini. Dan mungkin itu juga yang ada di dalam pikiran Leeteuk Hyung. Itulah sebabnya, mereka berdua sangat berpengaruh terhadap kondisi psikis nya sendiri."

Sebenarnya, itu hanyalah dugaan Ryeowook. Dan saat membuka selubung memori malaikat dalam ingatan Leeteuk, maka memori nya sebagai malaikat penyembuh yang ada di kepalanya juga bermunculan.

"Berpengaruh pada kondisi pkisis?" gumam Kibum pelan. "Lalu aku harus bagaimana, Hyung?"

Tentu saja Ryeowook tidak tahu. "Bisakah kau melindungi nya semampu mu? Dengan kondisi nya yang seperti itu, aku tidak yakin dia bisa melindungimu. Tapi aku juga khawatir dengan nya. Mian, Bum. Kami memaksa mu tinggal dengannya agar kamu selamat, tapi justru kamu yang harus menjaga nya."

"Ah, gwaenchana Hyung. Aku pasti akan menjaga nya."

Setelah memutuskan sambungan telepon, Kibum memejamkan mata nya sembari meringis. Dia tidak tahu, betapa sulit dan tragis nya kehidupan Leeteuk kecil setelah tak ada dirinya. Informasi yang baru untuknya ini membuatnya pusing, karena terlalu banyak memutar otak.

Benarkah Leeteuk Hyung nya yang sekarang, adalah Kakak Cantik yang merupakan cinta pertama nya? Dalam ingatannya, Kakak Cantik nya itu memiliki tubuh ramping dan anggun, rambut yang panjang sebahu, senyum yang lembut dan dewasa, dan memiliki sifat yang tenang dan agak pendiam, hingga sampai sebelum mendengar fakta itu dari Hyung keduanya, dia selalu mengira Kakak Cantik nya itu adalah seorang yeoja. Sementara Leeteuk Hyung yang di kenalnya bersifat manja, tidak bisa mengendalikan emosi dirinya, agak egois, dan tidak pendiam sama sekali. Apakah mereka berdua orang yang sama?

Tanpa sadar, Kibum melangkahkan kaki nya ke kamar Leeteuk. Lalu membuka pintu kamar Leeteuk dengan perlahan. Dia menatap dalam, Leeteuk yang sedang terlelap. Di perhatikan wajah Leeteuk itu, dan lalu, terlintas ingatannya di saat ia masih kecil. Biasanya ingatannya tentang Kakak Cantik nya itu selalu samar. Namun saat ini, terasa jelas sekali.

Dalam ingatannya, dia sedang berbaring di tempat tidur yang sama dengan sang Kakak Cantik, dan melihat wajah yang seperti malaikat itu, sedang tertidur dengan pulas dan damai.

Wajah itulah yang kini ada dalam ingatan masa kecilnya, dan wajah yang ada di hadapannya kini. Kibum seperti melihat dèja vù.

"Betulkah kamu adalah cinta pertama ku, Hyung?"


"Rupanya, satu keluarga bahagia, sedang berkumpul di sini."

Kangin dan Ryeowook berjengit saat menyadari pemilik suara itu. Hanya Kibum yang menatap ke arah pemilik suara dengan pandangan bertanya tanya.

"Hai, Kim Kibum," ujar Sungmin, menyunggingkan senyum nya yang kini terlihat dingin bagi Kangin dan Ryeowook ke arah Kibum, "Aku adalah kakak dari kakak kakak mu. Kita adalah keluarga."

Dengan kata lain, dia adalah Vampire yang memusnahkan kehidupan kedua Hyung nya. Dan kini mengincar dirinya. Seperti yang sudah di jelaskan oleh kedua Hyung nya, waktu itu. Sekaligus memaksa nya untuk tinggal di rumah Leeteuk demi melindungi dirinya sendiri. Tapi, yang ada justru dia yang melindungi sang pemilik rumah, berhubung sang pemilik rumah sedang dalam keadaan depresi tingkat tinggi. Atau semacamnya.

Dengan gerakan cepat ala vampire, Sungmin mengacungkan tangannya ke arah Kibum, berniat mencekik nya. Namun, tangannya di tahan oleh Kangin yang kini ada di depan Kibum. Juga Ryeowook yang ada di samping Kangin. Membentengi Kibum dengan tubuhnya.

"Jangan berani menyentuh Dongsaeng ku."

Sungmin menyeringai tipis. "Oh, aku tidak berani, Kangin ah. Aku hanya ingin menyapa adik ku juga."

Lalu Eunhyuk datang. Melangkah pelan pelan menghampiri keempatnya. "Bagaimana, Hyung? Apa aku ketinggalan sesuatu yang seru?"

"Tentu, Hyukkie. Kau hampir melewatkan acara perjumpaan kita dengan adik kita yang misterius."

Kibum melangkah mundur satu langkah, sementara Ryeowook dan Kangin bergeming di tempat mereka. Dan dari posisi Kibum, dia bisa melihat dengan jelas, tubuh kedua Hyung nya gemetar. Begitupun dengannya. Saat Eunhyuk datang, tiba tiba dia merasa menggigil ketakutan.

"Yah, untung aku tidak telat, benar kan, Hyung?" ucap Eunhyuk lembut. Tangannya terulur menyentuh Ryeowook yang sepertinya terpaku di tempat. Dan Kibum bisa melihat, tubuh Hyung nya yang satu itu begitu gemetar dengan hebat. Seolah menahan sesuatu denganggg mati matian.

"Jangan sentuh mereka!"

Dengan satu kalimat yang terdengar dingin itu, semua menoleh ke arah sumber suara.

Leeteuk Hyung nya yang tadi, di lihat nya sedang tertidur pulas, sekarang berjalan dengan badan tegak, dan sorot mata menakutkan.

Yang tidak pernah di lihat Kibum sebelumnya.

Yah, agak gila memang, tapi Kibum justru terpesona dengan aura menakutkan Leeteuk, di saat justru nyawa nya sedang di ujung tanduk.

"Kalian hadapi aku," lanjut Leeteuk, "siapa yang berani by one? Atau mau mengeroyok ku? Boleh juga. Aku butuh revenge saat ini. Sekaligus mengasah kemampuan ku."

"Jangan sombong, Manusia rendah," ucap Sungmin dengan nada angkuh. "Kau jelas tidak punya keberanian dan kekuatan melawan kami berdua."

Leeteuk hanya menatap datar ke arah Sungmin. "Rupa nya seekor Vampire tidak bisa berkaca pada kejadian lalu. Atau lupa ingatan? Yah, tidak heran. Kemampuan kalian yang terbesar adalah kemampuan membuat orang lain lupa ingatan. Jadi, pasti kalian juga menggunakan kemampuan itu untuk melupakan kejadian memalukan saat itu."

Sungmin menatap nya dengan emosi. Leeteuk yang saat itu di lawannya, adalah Leeteuk yang lembut dan tenang, serta berusaha keras menahan kekuatannya yang asli. Sementara yang di hadapannya ini, adalah Leeteuk yang dingin dan manipulator, dengan sorot mata menakutkan dan tajam.

Pandangan Leeteuk beralih ke arah Ryeowook, Kangin dan Kibum. "Kangin, aku mempercayakan kedua adik kita pada mu."

Dengan patuh, Kangin melangkah mundur seraya menarik Ryeowook dan Kibum. Dan Leeteuk menggantikan posisi Kangin. Berada di hadapan Sungmin dan Eunhyuk.

"Apa yang kalian inginkan, akan kalian dapatkan setelah mengalahkan ku."

Sebelum Sungmin menyahuti ucapan Leeteuk, tiba tiba Leeteuk hilang dari pandangannya, yang lalu berada di depan Eunhyuk, dengan tangan yang mencekik leher Eunhyuk.

Lalu dalam sedetik, Leeteuk menghantamkan tubuh Eunhyuk ke dinding rumahnya. Lalu berpaling pada Sungmin dengan sorot mata yang terlihat kejam dan tanpa perasaan.

"Next?"

Sungmin secepat kilat menghampiri Eunhyuk yang sedang mengerang kesakitan, mencoba membantu nya berdiri, tapi kecepatan Leeteuk saat ini benar benar menakuti Sungmin. Baru saja Sungmin mengulurkan tangan ke arah Eunhyuk, lalu dia merasa tubuhnya melayang.

Leeteuk sedang mencekik lehernya di tangan nya yang kanan, dan leher Eunhyuk di tangannya yang kiri. Dan dalam sekejap, mereka berdua ada di luar rumah Leeteuk. Yang lalu di hempaskan oleh Leeteuk ke aspal jalanan, dengan kekuatan mengerikan yang di rasakan Sungmin. Serasa membuat seluruh tulang yang menjadi kerangka tubuhnya selama ini menjadi patah atau remuk. Atau mungkin keduanya, berhubung Sungmin merasakan sakit yang amat sangat di sekujur tubuhnya.

"Berani mencari masalah dengan ku, akan ku buat kalian merasakan kutukan yang di gunakan Eunhyuk untuk menyiksa ku," Leeteuk menyeringai, "yang tentu saja sudah dirasakannya sendiri, berhubung dia tidak bisa menyentuhku sama sekali."

Lalu di hadapan Leeteuk, muncul Yesung dan Heechul. Yang jelas jelas berdiri di depan Eunhyuk dan Sungmin yang tengah terkapar tak berdaya karena di hantam oleh Leeteuk.

"Leeteukie, cukup!"

Leeteuk tetap menatap dengan tatapan datar nya yang sedari tadi di pasangnya. "Siapa kalian?"

"Teuki? Kau melupakan ku?" tanya Heechul dengan nada pelan dan terdengar terluka. Sementara Yesung hanya menatap Leeteuk dengan tidak percaya.

"Ah ya, tentu aku ingat." Leeteuk menyunggingkan seringai tipis, "dua iblis yang bekerja sama untuk membantu vampire gila yang sok jago tapi sebenarnya adalah pecundang sejati."

"Leeteukie, apa yang terjadi padamu?"

Leeteuk memiringkan kepalanya sedikit, dan hanya menatap ke arah Heechul. "Time to revenge!"

Dengan perlahan, Leeteuk berjalan ke arah Heechul, yang rupanya hanya berdiam diri di tempatnya. Sama sekali tidak berusaha menghindar.

"Hyung! Ku mohon, jangan sakiti Heechul..."

Di antara Leeteuk dan Heechul, Ryeowook berdiri, merentangkan tangannya. Melarang Leeteuk untuk maju lagi. Sementara Kangin dan Kibum tercengang melihat ulah Ryeowook yang tak terduga itu, Leeteuk hanya memicingkan matanya.

"Kenapa?"

"Aku...," sesaat Ryeowook tak bisa berkata kata, "aku menyukai Heechul..."

Pandangan Leeteuk kembali ke arah Heechul. "Kau sudah tahu bahwa ingatan ku telah kembali sepenuhnya?"

"Sejak kau kembali tanpa luka sedikitpun meski di tawan oleh Ryeowook, aku mencoba memasuki alam pikiran mu. Tapi tidak bisa. Sejak itulah aku tahu bahwa ingatan mu tentang jati diri mu sudah kau dapatkan kembali," ucap Heechul dengan suara lembut, "tapi aku selalu lupa bahwa kau sudah memiliki ingatan itu, dan tetap saja memperlakukan mu seperti manusia yang lemah. Maafkan aku. Aku tak pernah bisa mempercayai mu."

Leeteuk masih memandangi Heechul. "Kau tahu Ryeowook telah membuka kekuatan terbesar ku, yang selama ini kau bungkus mati matian dalam ingatan ku?"

Ryeowook mengernyit. Bagaimana Leeteuk tahu bahwa Heechul selalu berusaha membungkus ingatannya? Seingatnya, dia tidak membuka selubung bagian itu.

Leeteuk menatap Ryeowook dengan senyum yang meremehkan. Bersamaan dengan Heechul dan Yesung yang juga langsung menatap Ryeowook dengan pandangan khawatir. Rupanya, pikiran Ryeowook terbaca dengan jelas oleh Leeteuk, Heechul dan Yesung.

Leeteuk mengibaskan tangannya dengan pelan. Dan sebagai akibatnya, Ryeowook yang ada di antara dia dan Heechul, langsung terpental ke samping.

"Hyung!" Ryeowook berteriak, antara menahan rasa sakit, dan juga mencoba mencegah Leeteuk menyakiti Heechul. Dan tubuh Ryeowook seketika di tahan oleh Kangin.

"Jangan mendekat, bodoh!"

"Tapi dia ingin menyakiti Heechul ku, Hyung...!" ronta Ryeowook.

Kangin tidak menjawab. Dia tetap mempertahankan Ryeowook di tempatnya sementara Leeteuk maju lagi mendekati Heechul. Dan kemudian, tangannya melingkar di leher Heechul. Heechul menatap nya dengan tatapannya yang lembut.

"Warna rambut mu berubah, Teuki," ucap Heechul lembut, menarik pelan ujung rambut Leeteuk yang tengah mencekik nya, "selama dengan ku, warna rambut mu selalu cokelat. Tak ada di sampingku, apakah kau mengubah warna nya menjadi hitam? Ataukah suasana hati mu yang berubah? Apakah aku terlalu menyakiti mu hingga membuat mu begini? Ah ya, memang lebih baik jika kau membunuh ku saja. Semuanya salah ku, Teuki..."

Yesung menatap kakaknya dengan cemas. Sementara Sungmin dan Eunhyuk yang berdiri di sampingnya juga panik melihat sikap Heechul yang tidak melawan sama sekali.

"Kamu yang menyebabkan ku terbunuh oleh Ryeowook...," gumam Leeteuk pelan, tidak menanggapi pertanyaan Heechul, "kau menyihir Ryeowook agar menuruti kata katamu. Membuatnya dalam pengaruh sihir sehingga tidak sadar dengan apa yang di perbuatnya. Kau memutarbalikkan fakta dan membuat Ryeowook percaya bahwa dia bisa bersama dengan mu. Mana ada iblis dan malaikat bisa bersama?"

"Menyihir?" Heechul mengerjap bingung. Dia tidak ingat memiliki kemampuan itu sebelumnya.

"Mata hijau mu, membuat Ryeowook lupa siapa dirinya. Membuat Ryeowook patuh dengan dirimu. Hingga bahkan bisa dengan tanpa perasaan memusnahkan ku."

Mata hijau? "Kau juga tahu, Teuki, bahwa mata ku saat mengeluarkan kemampuan itu adalah warna ungu."

Leeteuk tidak menjawab nya. Dia mengeratkan cekikan di leher Heechul.

Heechul memejamkan matanya. Dia selalu pasrah jika Leeteuk memutuskan untuk membunuhnya. Walaupun di cekik tidak akan membuatnya mati secepat itu.

"Soo ya..."

Tubuh Leeteuk membeku. Suara itu...?

TBC-


Mind to review? ^^