Cast :
ALL SUPER JUNIOR MEMBERS


"Sayang sekali, aku menyukai orang lain. Tapi karena kau sudah mengorbankan nyawa mu untuk ku, aku akan memberikan hak spesial untuk mu... - Yesung"


#Chapter 21#

"Leeteuk!"

Yesung yang pertama tiba, segera menyambut tubuh yang terlempar dengan sigap, dan membaringkan nya hati hati di pelukannya. Lalu kakaknya, dan yang terakhir adalah Hangeng.

Sementara Heechul langsung menyerbu ke arah Ryeowook, Yesung sadar akan posisi nya. Dengan berat hati, dia memindahkan tubuh Leeteuk kepada Hangeng, yang langsung memeluknya dengan erat seraya berulang kali memanggilnya.

Yesung menatap tubuh Leeteuk, dan menggenggam tangannya. Tangan malaikat yang biasanya selalu hangat itu, sekarang semakin mendingin. 'Inikah kematian yang di alami Malaikat?' gumamnya dalam hati.

Lalu saat sadar, Yesung menoleh ke arah Heechul, dan melihat Heechul tengah menyelubungi Ryeowook dengan asap hitam keunguan miliknya. Asap iblisnya yang mematikan.

Yesung segera berlari ke arah Heechul. Bermaksud untuk mencegah Heechul melakukan hal bodoh dan beresiko. Tapi lalu, Heechul membuat sebuah ruangan berbentuk bola dari kaca, dengan Heechul dan Ryeowook ada di dalamnya. Yesung mencoba memecahkan kaca itu, namun dia tahu, kekuatan kakak nya sedang memuncak karena emosi. Jika dia mengganggu kekuatan kakaknya, salah salah dia yang akan menjadi korban amukan dari kakaknya. Tapi dia tak peduli dengan hal itu, sekarang. Dengan kekuatan yang tak kalah besar, dia berusaha memecahkan bola kaca itu.

Dan dia berhasil. Bola kaca itu pecah dan pecahan bola kaca itu melukai sekujur tubuhnya. Asal tahu saja, jika bola kaca itu adalah kaca yang di buat manusia, setajam apapun kaca itu tidak akan melukai tubuhnya sedikitpun. Namun, bola kaca itu di buat dengan kekuatan dari iblis. Memecahkan nya, berarti menantang sang pembuat bola kaca itu. Jika kulit manusia yang terkena serpihan kaca itu, sudah pasti kulit mereka akan hangus. Intinya, kaca itu sangat mematikan, bahkan untuk iblis sekalipun.

Dengan tubuh yang berdarah darah, Yesung berusaha menahan kekuatan Heechul yang hendak membunuh Ryeowook.

Tapi tentu saja tidak berhasil. Yesung terlempar saat mencoba memotong kekuatan penuh Heechul yang membuat Ryeowook meregang nyawa. Tapi setidaknya, meski tidak bisa menyelamatkan Ryeowook, gangguan nya berhasil. Heechul melepaskan Ryeowook dari tangannya dan berbalik mengincar Yesung. Meskipun mereka berdua bersaudara sedarah, jika salah satu sedang mengeluarkan kekuatan nya yang di sertai emosi, mereka tidak akan bisa membedakan siapa korban mereka.

Tentu saja, demi menyelamatkan Ryeowook dan kakaknya, Yesung meladeni serangan dari kakaknya. Serangan mematikan terus di lancarkan Heechul, dan terus di hindari oleh Yesung. Entah berapa lama mereka bertarung, hingga Yesung mulai terdesak oleh Heechul. Kekuatan dan kecepatannya melemah, terlebih lagi karena sebelumnya dia terluka di sekujur tubuhnya. Saat Heechul memberikan satu serangan penghabisan, satu sosok kecil, memeluknya dan menjadikan dirinya perisai untuk Yesung.

"Sungmin!"

Yesung segera memeluk tubuh mungil yang perlahan berubah ungu. Dengan sisa kekuatannya, Yesung berbalik menghantam Heechul. Membuat Heechul terpental jatuh.

Yesung langsung membopong tubuh Sungmin yang ada di pelukannya. Dan dengan cepat mencoba mengeluarkan racun milik Heechul di tubuh Sungmin.

Setelah bisa mengeluarkan racun di tubuh Sungmin, Yesung segera menarik Ryeowook dengan kekuatannya untuk mendekat. Tapi saat akan mengeluarkan racunnya, kakaknya rupanya sudah kembali mendapatkan kekuatannya.

"Jangan menghabiskan kekuatan mu untuk hal yang sia sia," ucap Heechul. Datar dan dingin. Matanya menatap lurus ke arah Ryeowook. Heechul mengayunkan tangannya ke arah Ryeowook dan seketika, Ryeowook tak lagi bernafas.

"Apa yang kau lakukan?!" sergah Yesung, mendorong Heechul dengan wajah sengit. "Apa kau tahu resiko akibat membunuh seorang malaikat?!"

"Aku tak peduli," balas Heechul dengan wajah datar. "Kau pikir aku peduli? Aku hanya peduli dengan Leeteuk, dan orang yang ku pedulikan sudah di bunuh oleh malaikat yang bahkan tidak memiliki kekuatan apapun."

"Dia... tidak memiliki kekuatan apapun?" Yesung mengernyit. "Lalu, kenapa Leeteuk bisa..."

Yesung tak melanjutkan ucapannya. Dia segera berlari menghampiri Hangeng yang sedang berusaha menyelamatkan Leeteuk.

"Tak bisa," geleng Hangeng sedih. "Aku tak bisa menyelamatkannya. Hawa murni ku tidak bisa di terima oleh tubuhnya."

"Jangan kamu," cegah Yesung, saat Heechul mengulurkan tangan untuk menyalurkan hawa murni nya, "kau baru saja membunuh lagi, dan kali ini malaikat. Bukan saja hawa murni mu sudah tak ada lagi, tapi kau akan terancam di kutuk selamanya!"

Belum sempat Heechul menanyakan maksud Yesung, Yesung sudah memfokuskan diri untuk menyalurkan hawa murni miliknya ke tubuh Leeteuk. Benar saja. Hanya hawa murni milik Yesung yang bisa di terima oleh tubuh Leeteuk.

"Aku baru tahu bahwa dia tidak membunuh sama sekali selama dia menjadi iblis," gumam Heechul pelan, namun di dengar oleh Hangeng. Hangeng tersenyum simpul mendengarnya.

"Meski aku tidak pernah membunuh, aku juga tidak bisa menyalurkan hawa murni ku pada tunanganku sendiri. Kurasa, bukan hanya soal bunuh membunuh."

Heechul menatap Hangeng dengan pandangan bingung. Namun pandangannya teralihkan saat Yesung tersungkur jatuh bersamaan dengan Leeteuk yang juga jatuh dalam pelukan Yesung.

"Yesung! Ada apa dengan mu?!"

"Maaf Han," Yesung meringis pelan dan menoleh ke arah Hangeng yang juga menopangnya bersamaan dengan Heechul, memeluk Leeteuk yang kembali mendingin setelah sebelumnya sempat kembali hangat karena berhasil menyerap hawa murni milik Yesung, "aku tak bisa menyelamatkan tunangan mu."


"Jadi, apa pembelaan kalian?"

Di depan Heechul dan Hangeng, berdiri dengan wajah kaku dan dingin, Penguasa Istana Langit, yang memiliki kekuasaan tertinggi kedua setelah Pemilik Dunia, atau yang selalu di sebut oleh manusia dengan sebutan 'Tuhan'.

"Tak ada pembelaan, Yang Mulia."

"Tak ada? Jadi kalian mengakui bahwa kalian yang mencelakai Yesung, dan memusnahkan Leeteuk dan Ryeowook, dua Malaikat Penjaga Istana Langit?"

"Bukan kami, Yang Mulia," sergah Hangeng, namun Heechul menyentuh pergelangan tangannya.

"Ya. Hamba mencelakai Yesung, adik Hamba sendiri, dan juga Sungmin. Hamba juga, yang telah melenyapkan Ryeowook, dan menjadi penyebab kematian Leeteuk. Silakan Yang Mulia menghukum Hamba." jawab Heechul.

Yesung hanya mematung mendengar ucapan Heechul.

"Hukuman mu adalah, terikat dengan mereka berdua," ujar Penguasa Istana Langit, menatap Heechul, lalu beralih ke Hangeng. "Dan hukuman untukmu adalah, terikat pada iblis ini."

Hangeng membulatkan matanya kaget. Namun, belum sempat dia bertanya, Penguasa Istana Langit itu sudah menjelaskan lagi.

"Kau harus tahu, dia terikat oleh dua Malaikat yang telah dimusnahkan nya. Dan kau terikat dengan nya. Kau harusnya sadar dengan posisi mu, tadi. Kau ini adalah Penjaga Leeteuk dan Ryeowook. Harusnya kau mencegah Heechul melakukan sesuatu yang buruk pada Ryeowook. Nyatanya, kau tidak melakukan apapun. Dan aku mengerti, dalam hati mu pun, kau mengharapkan kematian untuk Ryeowook. Kau cemburu padanya karena perasaan Leeteuk, dan memanfaatkan Heechul untuk membunuhnya."

Hangeng tak berkutik mendengar ucapan dari Sang Penguasa Istana Langit. Sementara Heechul terbelalak menatap nya.

"Satu lagi, Kim Heechul," ucapan tegas dari Penguasa Istana Langit membuat Heechul kembali menoleh ke arahnya. "Jika kau membunuh orang yang sama hingga tiga kali, maka bukan orang itu yang musnah, melainkan dirimu. Jadi, meskipun kalian memiliki garis takdir yang sama, jika salah satu diantara kalian berhasil mengubah takdir itu, maka keempat nya akan terlepas dari kutukan masing masing."

"Jika tidak?" tanya Heechul pelan.

"Jika tidak...," Penguasa Istana Langit menyunggingkan senyum tipis yang tampak seperti seringai, "maka kalian di anggap gagal. Dan orang orang yang nantinya terlibat dalam takdir kalian, akan ikut musnah. Dan tidak akan ada mereka lagi dalam dunia ini. Mereka akan di anggap tak pernah ada. Dan hanya kalian yang ingat bahwa mereka pernah ada dan musnah karena kalian."

"Aku tidak setuju!" protes Heechul keras. "Hanya aku yang bersalah. Mengapa kau melibatkan orang lain yang tak berdosa dalam masalah ini?"

Penguasa Istana Langit hanya tersenyum datar. "Kau iblis. Apa peduli mu dengan makhluk lain selain spesies mu? Ah, ralat. Kau juga tak pernah mempedulikan spesies mu sendiri."

"Tapi..."

"Cukup. Jangan terus menerus menginterupsi keputusan ku. Kau harus bersyukur bahwa kau hanya akan musnah jika membunuh orang yang sama tiga kali. Dan kau cukup menjaga agar tidak membunuh orang itu berkali kali. Mengerti?"

"Tidak. Tidak akan! Yang Mulia!"

Namun, Penguasa Istana Langit tidak lagi mendengarkan ucapan Heechul. Meninggalkan ruangan dimana ada Heechul, Hangeng, Yesung dan Sungmin berada, lalu menghilang dalam sekejap.

Heechul menoleh ke arah Hangeng. Memandang nya dengan wajah aneh. Seribu pertanyaan bergelayut dalam otak nya. Tapi, ada satu pertanyaan yang ingin ditanyakan nya sedari tadi saat dia mendengar ucapan dari Penguasa Istana Langit.

"Ada apa, Heechul?" tanya Hangeng. Wajahnya terlihat begitu lelah. Dan menyedihkan. Seolah sebelah hati dan separuh nyawa nya hilang. Itupun yang di rasakan Heechul saat ini. Separuh hati dan nyawa nya lenyap. Di bawa pergi oleh Leeteuk, yang kini sudah bercampur dengan udara, lantaran kematian seorang Malaikat adalah dengan berubah menjadi partikel udara dan debu.

"Apakah... kau tahu bahwa aku menyukai tunangan mu?"

Hangeng tersenyum. Lalu menoleh pada Sungmin. "Jika kau merasa lebih baik, kau bisa kembali ke kastil mu, Sungmin. Tapi jika kamu masih belum pulih, Yesung akan merawat mu hingga kau pulih."

Yesung membulatkan matanya mendengar ucapan Hangeng. Begitupun dengan Sungmin. Tapi mereka berdua tidak membantah. Yesung segera memapah Sungmin. "Memang sebaiknya kita berdua istirahat," ucapnya, lalu pergi dengan Sungmin.

Hangeng masih memandangi arah kepergian Yesung dan Sungmin hingga beberapa saat, lalu suara Heechul membuatnya tersadar. "Apa sudah bisa kau ceritakan?"

Hangeng menghela napas. "Kau boleh menceritakan ini pada Yesung, tapi tidak pada Sungmin. Di kemudian hari, anak Vampire itu akan menyebabkan masalah untuk kita."

Heechul mengangguk, meski tak mengerti maksud perkataan Hangeng. Ilmu nya belum secanggih itu hingga bisa membaca masa depan seperti Hangeng. "Ceritakan lah."

"Aku dan Jung Soo, di jodohkan..."

"Jung Soo?" potong Heechul.

Hangeng mengangguk. "Nama asli nya adalah Jung Soo. Dan aku adalah Han Kyung. Kami bertunangan sejak kecil, karena kedua orangtua kami bersahabat. Tapi, dulu aku tak pernah mempedulikannya. Dia selalu membuatkan makanan yang kemudian akan ku buang. Aku selalu pergi jika dia mendekat. Aku juga selalu kasar setiap kali dia mencoba mengajak ku mengobrol. Aku benci padanya yang tidak menolak perjodohan itu, dan justru mencoba mendekatkan dirinya pada ku. Dan itu sudah sangat lama berlalu."

"Lalu, aku yang bosan selalu menghardiknya setiap kali dia datang, akhirnya mengajukan syarat padanya. Jika dia berhasil melewati ujian untuk menjadi Penjaga Langit, maka aku berjanji akan memakan setiap masakan yang dia buat."

Heechul tertawa kecil dengan airmata yang mengalir perlahan di sudut matanya, "masakan Leeteuk selalu enak. Aku suka sekali masakannya."

Hangeng ikut tersenyum mendengar komentar Heechul. "Tapi jika dia tidak lulus, dia tidak boleh dekat dengan ku, dan harus membatalkan perjodohan kami. Tak di sangka, dia lulus dengan hasil yang begitu gemilang. Tak pernah ada lulusan yang begitu baik seperti nya. Bahkan aku juga tidak secemerlang dirinya. Intinya, aku kalah dalam syarat itu. Aku harus memakan seluruh masakannya. Aku tak mengerti mengapa dia begitu mudah mendapatkan nilai cemerlang padahal aku tak pernah melihatnya berlatih. Aku selalu melihat, dia sedang memasak saja. Dan akhirnya aku memaksanya bertarung, karena aku tak mau menerima begitu saja kekalahan ku dan memakan masakan dari nya."

"Dia menangis, kau tahu?" ujar Hangeng lagi, menoleh pada Heechul sembari tersenyum. "Dia memohon padaku supaya tidak memaksanya untuk bertanding. Dia takut dia melukaiku. Tapi justru itu yang kuharapkan. Dia belum bisa mengendalikan kekuatannya. Jika dia melukaiku, itu adalah alasan yang bagus untuk membuatnya merasa bersalah, lalu memaksanya untuk membatalkan perjodohan. Aku sangat jahat padanya."

Heechul mengangguk. "Sampai sekarang kau masih jahat padanya."

Hangeng tertawa kecil. "Aku tak pernah bisa menandingi kebaikannya."

"Lalu?" tanya Heechul, mengembalikan arah pembicaraan mereka.

"Lalu, dia hampir membunuhku. Satu inci pedang nya dari kulitku, dan dia seolah tersadar hingga dengan cepat menarik pedangnya, namun justru melukai dirinya sendiri. Kau tahu bagaimana cara dia menarik pedangnya? Dia memegang mata pisau yang hanya berjarak satu inci dari kulitku dengan telapak tangannya. Menyebabkan goresan yang sangat dalam di telapaknya dan tak bisa sembuh dengan sempurna."

"Dia meminta maaf padaku, dan dia bilang, dia akan menuruti keinginanku. Tapi dia mengajukan keinginannya padaku. Dia ingin aku memakan masakannya untuk yang pertama dan terakhir kalinya."

"Aku menyanggupi keinginannya. Jadi, dia memasak sesuatu untukku. Dan, saat pertama mencoba nya, saat itu juga, aku menyesal tidak pernah memakan seluruh makanan yang dia masak untuk ku."

"Tapi, aku tak mengatakan itu padanya. Sebaliknya, aku membiarkan dia pergi dari ku. Dia berlatih dengan tekun menjadi Penjaga Langit yang baik dan tangguh. Dan aku melihat semuanya. Karena sejak itu, aku jatuh cinta padanya."

"Jatuh cinta hanya karena masakan?" tanya Heechul dengan takjub.

Hangeng menggangguk dan tertawa. "Yah, aku payah, bukan? Jatuh cinta padanya di saat orang yang kita cintai justru menjauh dari kita karena keinginan kita. Payah, dan menyedihkan."

"Tapi, lalu, aku melihat Soo milik ku dekat dengan Ryeowook. Soo begitu memperhatikan Ryeowook, bahkan hingga detil kebutuhan Ryeowook pun di sediakannya. Tapi sayangnya, Ryeowook jatuh cinta padamu..."

"Tunggu!" Heechul menatap kaget. "Dia benar benar menyukaiku?"

Hangeng hanya menggeleng. "Aku juga tidak pasti. Tapi kurasa, Soo juga tidak benar benar mencintai nya. Mungkin, perasaan sayang kepada adik, lebih tepatnya. Tapi aku juga tidak tahu pasti. Dan tetap saja, aku cemburu."

"Kau juga cemburu pada ku?" tanya Heechul dengan suara pelan.

Hangeng tertawa lirih. "Jelas. Aku tidak buta, Kim Heechul, untuk melihat dengan jelas betapa kau memuja tunangan ku. Dia begitu lembut dan baik hati. Dia bahkan memperlakukan mu dengan sangat baik. Seperti dia memperlakukan ku dulu. Dan aku justru menolak perhatian nya. Setelah itu, dia tidak lagi menoleh pada ku. Dia memiliki orang lain yang di urusnya dengan sangat baik."

"Sebenarnya," ucap Heechul pelan, "dia menyukai mu. Setiap kali aku duduk di meja makan di dapur tempat dia sedang memasak, dia selalu mengatakan "seharusnya ada satu orang lagi di meja ini". Dia selalu mengatakan itu setiap kali menghidangkan masakan nya di hadapan ku, Yesung dan Ryeowook. Aku tak tahu siapa satu orang itu. Tapi mendengar cerita mu tadi, aku tahu yang di maksud Leeteuk adalah dirimu."

"Benarkah?" Hangeng menatap Heechul dengan wajah takjub.

Heechul mengangguk. "Lalu, apa maksud dari Yang Mulia, yang mengatakan bahwa kau memanfaatkan ku?"

Hangeng terdiam lama. Lalu menghela napas. "Ryeowook mencari ku, dia mengatakan bahwa aku adalah orang terkejam yang pernah di temuinya. Aku menyakiti Soo, membuatnya sedih, bahkan melukai nya. Tapi lalu dia berkata, jika aku tak bisa membunuh nya, dia akan membantu ku membunuhnya."

"Apa?!"

Hangeng tersenyum pedih. "Dia mengatakan hal itu kemarin malam. Karena takut dia melakukan sesuatu pada Soo ku, aku berusaha mencari mu dan Yesung. Bagaimana pun, aku tidak ingin Soo melihat bahwa aku melindunginya. Keinginan yang salah, karena dia sudah terbunuh lebih dulu oleh seseorang yang dianggapnya sebagai adik nya. Aku terlambat menolong Soo yang ku cintai. Dan, yang baru saja terjadi di depan kita semua, tadi. Sebenarnya, aku tidak bermaksud memanfaatkan mu. Hanya saja, aku juga tidak peduli apakah Ryeowook mati atau tidak. Aku hanya mempedulikan orang yang pernah ku sakiti, dan akibatnya, aku tidak membantu Yesung mencegahmu melakukan perbuatan itu. Aku hanya terus menyalurkan hawa murni ku terus menerus. Yang juga terus menerus gagal karena hawa murni milik ku keluar lagi dari tubuh nya. Membuatku histeris dan panik."

"Ah ya, Yesung ku sangat baik." gumam Heechul, tersenyum lirih. "Dia memecahkan konsentrasi ku saat akan membunuh Ryeowook, menyebabkan dirinya terkena hujan pecahan kaca yang membuat dirinya terluka parah. Lalu masih mau bertarung dengan ku, menyelamatkan Sungmin yang terkena kekuatan ku. Menarik Ryeowook dan berusaha menyelamatkan nya, dan menyalurkan hawa murni miliknya untuk Leeteuk. Harusnya dia menjadi Malaikat juga, seperti Leeteuk."

"Tapi aku mengerti mengapa dia mau menguras tenaga terakhir yang berupa hawa murni nya untuk menyelamatkan Soo," ucap Hangeng lagi. Heechul menoleh padanya.

"Mengerti apa?"

Hangeng mencondongkan wajahnya pada Heechul. "Yang ini, jangan ceritakan pada Yesung. Bahkan, kau harus berpura pura tidak tahu."

Heechul mengernyit. "Kenapa memangnya?"

"Karena Yesung tidak mau perasaan nya ada yang tahu," balas Hangeng, "itu sebabnya dia tidak pernah menunjukkannya."

"Oh ya? Apa itu?"

"Yesung menyukai sosok Soo juga. Aku tahu itu, karena dia sering tanpa sadar menatap Soo dengan tatapan aneh yang membuat Soo agak risih. Tatapan lembut yang hanya di berikan untuk seseorang yang di sukai."


"Aku baik baik saja," ucap Sungmin pelan, saat dilihat nya Yesung berusaha menggunakan tenaga dalam nya lagi untuk menyembuhkan luka nya, padahal Yesung sendiri sedang terluka parah.

Yesung menatap lurus ke arahnya. "Aku tidak mengerti, mengapa kau melompat ke arah ku dan melindungi ku hingga seperti itu? Kau juga tahu, tindakan mu itu hanya mengantarkan nyawa saja."

Sungmin meringis mendengar pertanyaan Yesung. "Apa aku harus menjawab jujur?"

Yesung mengangguk. "Aku ingin tahu apa alasan mu."

Sungmin balas menatap Yesung, lalu tersenyum manis. "Karena aku menyukai mu."

Yesung mengernyit. "Kau..."

"Aku tahu, aku baru berusia 15 tahun! Aku tahu aku masih kecil dan tidak pantas mengatakannya! Apalagi menyukai seseorang dari klan yang berbeda. Tapi..." Sungmin menunduk, memainkan jarinya yang bertaut. "aku tahu kau hanya menganggap ku teman. Hanya menganggapku adik. Tapi, kau selalu menemani ku bermain. Kau selalu membelikan barang barang lucu yang ku sukai. Kau begitu baik. Salahkah aku menyukai orang yang begitu baik pada ku?"

Yesung menggeleng. Tertawa pelan. "Aku hampir tertipu dengan akting mu, Sungmin. Jangan bercanda seperti itu lagi. Aku bisa mencium mu jika sekali lagi kau mengatakan hal yang tidak masuk akal itu."

Sungmin cemberut. "Aku mau di cium oleh mu. Jadi akan ku katakan sekali lagi. Aku suka dengan mu!"

Yesung tertawa lebih keras. "Aku bukan penyuka anak kecil."

Sungmin mendelik. "Aku suka. Aku suka. Aku menyukai mu!"

"Hei, hentikan. Ini sudah tidak lucu. Kau benar benar mau ku cium?" Yesung memberengut.

"Coba laksanakan ancaman mu pada ku," tantang Sungmin. "Aku memang menyukai mu."

Yesung segera menarik Sungmin mendekat ke arah nya. Hingga ujung hidungnya menempel dengan ujung hidung Sungmin. Menatap nya tajam. "Kau serius dengan perkataan mu?"

Sungmin menelan ludah. Takut dengan sikap Yesung yang tiba tiba seperti itu. Tapi, dia tidak ingin Yesung menganggap nya bercanda. "Aku serius."

"Buktikan pada ku," ucap Yesung lagi.

Belum sempat Sungmin menanyakan maksud Yesung, bibirnya sudah di tempeli bibir Yesung.

"Buktikan pada ku, Lee Sungmin," bisik Yesung, sementara bibir nya masih menempel dengan bibir Sungmin. "Buktikan bahwa kau memang menyukai ku."

Sungmin tersadar. Yesung hendak mempermainkan nya. Sekali iblis, tetaplah seorang iblis. Tapi tetap saja, dia melakukan apa yang Yesung inginkan. Bibirnya bergerak membuka. Melumat bibir Yesung yang sedari tadi menempel di bibirnya.

Dan Yesung membalasnya. Setelah bertautan cukup lama, Yesung melepaskan tautan nya. Menyeringai tipis. "Kau tahu aku ini iblis, bukan?"

Sungmin mengangguk pelan. Matanya nanar menatap Yesung. Baginya, di perhatikan Yesung serta segala sikap baiknya saja sudah membuatnya bahagia, dan juga memusingkan. Apalagi di sentuh oleh Yesung hingga seperti ini.

"Sayang sekali, aku menyukai orang lain. Tapi karena kau sudah mengorbankan nyawa mu untuk ku, aku akan memberikan hak spesial untuk mu, Lee Sungmin."

"Kau menyukai orang lain?" ulang Sungmin. Sama sekali tidak mendengarkan ucapan Yesung yang lain.

"Seumur hidup mu, aku tidak akan pernah menyakiti dirimu. Dan aku juga akan selalu melindungi mu," ucap Yesung, tidak mempedulikan pertanyaan Sungmin dan tatapan Sungmin yang terluka yang menatap nya. Lalu dia menyatukan kedua tangannya di depan dadanya, kemudian merenggangkannya perlahan. Di antara kedua telapak tangannya, ada sesuatu yang bersinar. Sebuah kalung.

Yesung mengenakan kalung itu pada Sungmin, yang langsung menghilang saat Yesung dengan sempurna mengenakan nya. "Aku menganggap mu adalah adik yang ku sayangi. Tapi aku tidak bisa membalas perasaan mu. Itu sebabnya, aku hanya bisa memberikan mu kalung itu. Kalung itu akan memberitahukan ku, jika kau berada dalam bahaya. Aku akan ada di sana untuk menolong mu."

"Aku benci pada mu, Kim Jong Woon!"

"Sebaiknya begitu," Yesung mengangguk. "Karena kita tak akan pernah bersama."

Dan Sungmin hanya bisa memandangi kepergian Yesung dengan hati yang serasa pecah berantakan karena orang yang baru saja meninggalkan nya tadi.

"Demi apapun yang ada di dunia ini, akan ku buat kau menjadi milikku, Kim Jong Woon!"

TBC-


Dear my readers, and my reviewers yang udah jadi my darling^^ udah chap 21 ajah nih yaa ^^ di chap skarang, kalo pada ga ngeh, chap ini di bagian mana,,, saia kasi tau bocorannya kalo di chap ini tuh adl flashback dimana semuanya mulai terjadi^^ misteri nya uda mulai terungkap semua, tapi masih ada satu ato dua misteri lagi yang blm ketauan jelas, so, ikutin terus yaa^^

and then, saia mo ucapin very very tengkyu buat my darling:

Teukteukteuki: Masih donk~~ kekuatan malaikat kan ngga gampang hilang, hehe^^ and as your wish, darl^^ jadi, ikutin terus yaa ^^ thanks for your review, darl^^

nekochan: wookie masih benci teuki soalnya dia anggap teuki tuh beruntung^^ tapi, di next chap dia bkl baik sama teuki loh^^ hm, yg nyamar itulah yg masih saia simpan sampai skrg meskipun sbnrnya clue nya udah jelas banget di chap2 sebelumnya loh, darl^^ nah, betul^^ Soo itu adl nama kecil malaikat teuki^^ dan masternya eunhyuk,,,, akan saia simpan sampai ending xixixi, jadi, ikutin terus yaa ^^ thanks for your review, darl^^

yunitaelf: hayo tebak~~ teuki tega ngga, kalo bunuh heechul? hehe, jadi2an nya(?) heechul dan masternya eunhyuk akan saia simpan di ending, darl,, biar seru heheh meskipun harusnya uda banyak clue yg nunjukin siapa yg nyamar jadi heechul^^ eum, chul sama yesung pergi, bkl ada penjelasan di next chap, jadi, ikutin terus yaa^^ thanks for your review, darl^^

tyateuki13: nasibnya naas yah? :( abisan saia suka kalo nulis yg teukinya menderita(?) haha ~~ eum, yah gitu, kalo dia ngga inget, saia yg bingung ini ff nya mau dibawa kemana, hehe :p sipp, thanks dukungannya ^^ jadi, ikutin terus yaa ^^ thanks for your review, darl^^

Last this chap~~ Mind to review? ^^ gomawo^^