Cast :
ALL SUPER JUNIOR MEMBERS


"Pergi lah, jika kau bersikeras untuk pergi. Kau benar, aku memang sudah bisa menjaga diri ku sendiri. Terima kasih untuk semuanya selama ini." ~ LeeTeuk


#Chapter 23#

Tahukah kalian, bahwa Malaikat Penjaga, di sandingkan dengan Malaikat Maut, di Dunia Langit sana?

Selalu ada Putih dan Hitam dalam setiap kehidupan. Kontras, namun saling melengkapi. Itulah yang membuat Putih dan Hitam menjadi serasi.

Namun, jika salah satu menolak untuk melengkapi lainnya, apakah takdir mereka mengijinkan?


Leeteuk menarik bahu Hangeng dari belakang. "Cukup, orang asing. Aku tidak mengenalmu, dan tidak peduli tentang diri mu. Aku tidak ingin Heechul menyia nyiakan tenaga nya demi malaikat entah apa yang tadi kamu sebutkan dengan keras keras dan penuh kebanggaan itu!"

"Tapi kau juga malaikat...,"

"Aku bukan malaikat," ucap Leeteuk dengan tegas, "Aku hanya manusia yang butuh perlindungan Heechul dan Yesung!"

"Tidak ada manusia normal yang di lindungi oleh seorang Iblis, Soo," ucap Hangeng, "Yang melindungi manusia pada umum nya adalah Pemilik Dunia. Bukan Iblis."

Leeteuk menatap tajam ke arah Hangeng. Lalu beralih pada Heechul dan Yesung yang juga ada di hadapannya. Sementara yang lain... yah, anggap saja mereka adalah penonton yang baik hingga tidak bersuara sedikitpun, selain menyimak dengan penuh minat.

Tanpa mengatakan apapun, Leeteuk berbalik, lalu pergi menjauhi mereka semua. Tiga langkahnya yang pelan, dan terdengar lah isak kecil yang tersendat dari arah Leeteuk.

Heechul tercekat mendengar isakan Leeteuk. "Teuk..."

Leeteuk berbalik mendengar panggilan Heechul. Lalu tersenyum lemah ke arah nya. "Pergi lah, jika kau bersikeras untuk pergi. Kau benar, aku memang sudah bisa menjaga diri ku sendiri. Terima kasih untuk semuanya selama ini." Lalu dia mengedarkan pandangan nya ke semua orang. "Aku ingin istirahat. Tolong jangan mengganggu ku."

Dan dia masuk dan menghilang ke dalam rumah.

Kibum tanpa sadar segera melontarkan diri nya ke arah pintu, bermaksud menemaninya. Namun, belum sampai dia menyentuh ujung gagang pintu, dia terpental. Dan Kangin segera menangkap adik bungsu nya itu sebelum dia jatuh.

"Ada apa?" tanya Heechul yang baru saja tersadar setelah sebelum nya terpana mendengar kata kata sedih yang di ucapkan Leeteuk.

Yesung yang menjawab pertanyaannya. "Ingatkah kau, saat dia memblokir kamarnya karena tak ingin di ganggu? Kita sampai harus menggabungkan kekuatan penuh milik kita hanya untuk mengirimkan mimpi dan membujuknya keluar?"

Heechul menatap Yesung sejenak. "Maksud mu, saat dia menemukan mimpi tentang diri nya dan menolak untuk mengunci ingatannya?"

Yesung mengangguk. "Dengan kekuatan nya yang dulu tersegel rapat saja, kita tidak bisa menjebol blokade yang di ciptakan Leeteuk kecil. Apalagi dengan kekuatan nya yang kini sempurna?"

"Jadi maksud mu, kita harus membiarkan nya di dalam?"

Sekali lagi, Yesung mengangguk. "Lagipula, kita punya urusan dengan para Wolfhound yang kini mencoba memberontak."


Leeteuk sedang melakukan upaya penghancuran rumah nya. Dalam arti yang sebenarnya, tentu saja. Dia tahu, tepat di depan gerbangnya, perkelahian sedang terjadi. Namun dia tidak peduli sedikit pun. Dia lebih senang membanting seluruh barang pecah belah yang ada di dalam rumah nya. Hingga rumah nya lebih mirip kapal pecah, di banding rumah yang biasanya selalu rapi karena Heechul yang membereskannya.

"Ternyata kau suka memecahkan barang, ya," ujar satu suara halus nan rendah, memasuki indera pendengaran Leeteuk.

Leeteuk terdiam sejenak. Pandangannya mencari asal suara dan kemudian menemukan sosok itu sedang mendekatinya dengan gaya santai.

"Oh, ternyata hanya Vampire rendah yang mengganggu ku," ucap Leeteuk santai. Dan sosok itu hanya mengedikkan sebelah bahu nya.

"Hai, kita bertemu lagi. Akhir akhir ini kita lumayan sering bertemu, ya? Haha."

"Sepertinya kau suka sekali menemui ku, ya? Memang nya apa urusan mu dengan ku?"

"Oh, kau tidak tahu siapa aku dan apa urusan kita?"

"Coba ya, biar ku ingat dulu siapa dirimu. Ah, kau adalah penipu dan peniru paling ulung. Manipulator pikiran dan penindas melalui aura. Penyiksa yang keji dan pengganda bayangan paling lihai. Oh, dan satu hal lagi. Slave doll yang haus akan belaian dari Masternya. Bagaimana mungkin aku tidak mengenalmu, Lee Hyuk Jae, atau mungkin..., Eunhyuk?"

Eunhyuk menyunggingkan senyum nya yang manis. "Kau tahu banyak tentang aku."

"Tidak sebanyak kau tahu tentang aku. Bagaimana caramu menerobos blokade rumah ku?"

"Hal yang mudah. Yaitu masuk kedalam rumah mu sebelum kau memblokir rumah mu ini."

"Lalu bagaimana kau tahu aku akan masuk kedalam dan memblokir rumah?"

"Kau lupa? Aku pembaca pikiran. Tidak sulit untuk membaca pikiran milik Wolfhound jadi jadian itu di masa akan datang."

Leeteuk tersenyum simpul mendengarnya. "Kau ternyata lebih lihai dibandingkan dengan Si Sulung."

Eunhyuk masih menyunggingkan senyum manisnya itu, "terima kasih untuk pujian nya."

"Kau belum menjawab pertanyaan ku. Apa urusan mu di sini? Ingin membunuh ku seperti keinginan mu sebelum sebelumnya?"

"Ah, kau tahu aku menginginkan yang lebih di dalam diri mu selain nyawa mu, Malaikat."

"Ah, aku tak tahu," Leeteuk menggeleng santai, "coba kau ambil, mungkin itu bisa menjadi milikmu."

"Ah, ternyata Malaikat yang satu ini tidak tahu bagaimana cara menyayangi nyawa nya, ya? Mau ku beritahu sesuatu?"

"Tak perlu. Aku masih ingat untuk tidak berurusan dengan manipulator pikiran semacam mu. Kau yang mengingatkan ku, tadi."

"Ah ya, tentu saja. Dan kau juga pasti tahu kalau aku tidak akan bisa melawan mu, Malaikat."

"Sudah pasti, Vampire. Kau benar benar nekad sudah memasuki rumah ku seorang diri."

"Tak apa. Aku lebih suka melihat dan mengenal mu secara pribadi begini ketimbang selalu di temani Hyung ku, yang, omong omong, sedang menetralisir racun milikku sekarang."

Leeteuk mengernyitkan dahi nya. "Seingatku tadi aku tak memberikannya kutukan mu yang penuh racun tadi."

Eunhyuk menyeringai. "Aku yang meracuninya."

Mata Leeteuk membelalak sedikit. "Kenapa?"

"Seperti yang kau tahu," Eunhyuk mengangkat kedua bahu nya kali ini, "Aku memiliki dua saudara, namun semuanya berada di jalan yang berbeda dengan ku."

Leeteuk kembali tersenyum. "Kau menyindir adik mu?"

"Tidak. Itu kenyataan. Hae dan Hyung ku tidak berada dalam satu jalan dengan ku. Hyung ku terlalu buta dengan Yesung, dan adikku terlalu memuja mu. Sedangkan aku? Kau juga tahu apa tujuan ku. Bukankah kau bisa membaca keinginan ku?"

"Jadi, apa keinginan mu?"

"Menyelamatkan Master ku, tentu saja. Dengan mutiara hitam yang ada di tubuhmu itu. Jelas?"

Leeteuk mengangkat kedua bahu nya. "Silakan ambil. Bukankah kau juga tahu resiko nya?"

Eunhyuk tersenyum lagi. "Itu adalah derita ku sendiri."

Perlahan Eunhyuk mendekati Leeteuk, sementara Leeteuk menutup kedua matanya. Diam di tempatnya hingga Eunhyuk mendekat ke arahnya.

"Maaf, Malaikat," ucapan Eunhyuk dalam hati terdengar oleh Leeteuk, "setidaknya satu takdir seseorang telah berubah karena mu."

Eunhyuk mengulurkan tangan kanan nya ke arah dada Leeteuk. Lalu sinar kehijauan yang terang menyinari tangannya, kemudian melingkupi tubuh Leeteuk. Namun, tiba tiba Leeteuk sudah berada sangat dekat dengan Eunhyuk, lalu merengkuh leher Eunhyuk yang ternyata adalah daerah sensitif Vampire itu.

"Le... pas..." konsentrasi Eunhyuk memudar saat disadari nya lengan Leeteuk sudah memeluk lehernya.

Leeteuk mendekatkan bibirnya ke telinga Eunhyuk. Menghembuskan napas perlahan di sekitarnya. Membuat Eunhyuk menggeliat tak nyaman.

Lalu, Leeteuk mengarahkan telunjuknya ke leher Eunhyuk. Membuat belaian halus yang membuat Eunhyuk mendorong Leeteuk jauh dan otomatis memutuskan juga konsentrasi Eunhyuk saat akan mengambil mutiara milik Leeteuk.

Leeteuk tersenyum meremehkan, sementara Eunhyuk berusaha mengendalikan dirinya sembari menatap Leeteuk dengan sorot mata marah.

"Malaikat gila! Kau sengaja menyentuh ku, eoh? Kau tahu itu kelemahan ku dan kau memanfaatkan nya!"

"Siapa yang gila di sini? Vampire yang coba coba menantang kekuatan yang jauh lebih kuat darinya, ataukah Malaikat yang menggunakan otaknya untuk menjatuhkan musuhnya dengan mudah?"

Eunhyuk menyunggingkan seringainya. "Menggunakan otak? Oh, bukankah malaikat yang ada di hadapan ku ini justru sengaja memancing ku karena ingin."

"Ingin...? Jangan menggunakan kata yang ambigu begitu, Hyuk Jae. Itu bisa di salah arti kan oleh manusia polos seperti ku."

"Salah arti?" Eunhyuk masih menatap Leeteuk, dan kini menyeringai. "Lalu apa yang kau artikan karena kata kata ambigu ku tadi?"

"Ingin... membunuh mu?"

"Kau sudah akan melakukannya sejak awal jika itu memang keinginan mu, Malaikat."

"Masalahnya, aku tidak terlalu pintar untuk mengira siapa otak di balik semua ini. Buktinya, aku baru bisa menebak diri mu terlibat, baru baru ini."

"Oh, kau tahu aku terlibat? Memang kejadian apa yang membuat mu yakin bahwa aku terlibat?"

"Kejadian masa lalu, tentu saja. Mungkin kau sangat pandai meniru. Namun ternyata kau tidak bisa menduplikasi juga kekuatan dan daya tahan tubuh seseorang. Atau barangkali, saat akan menduplikasi, kau tidak tahu persis bagaimana objek yang akan kau duplikasi kan."

Eunhyuk memamerkan senyum manis nya lagi. "Yah, aku memang hanya menduplikasi outside, dan untuk inside, itu murni kemampuan ku."

"Itulah kelemahan yang kau tunjukkan. Cacat cela yang baru ku ingat sekarang. Aku menyesal tidak membunuh mu dari awal."

"Wah, jika kau membunuhku lebih awal, kehidupan mu tidak akan menarik, Malaikat. Dulu kau begitu mencintai Shinigami yang di jodohkan padamu. Lalu menyukai Tink kecil milikku. Dan sekarang kau ingin memberikan hati dan raga mu pada iblis yang jelas jelas menjadi penyebab kematian mu. Bukankah kehidupan mu menarik?"

Leeteuk menatap datar Vampire yang ada di hadapannya. "Bukan Heechul penyebab kematian ku."

"Tapi dia membunuh Tink kecil ku."

"Itu semua karena perbuatan mu!" kecam Leeteuk. "Dari awal, itu semua ulah mu. Kau menyukai Ryeowook, namun tidak suka saat Ryeowook mengagumi Heechul. Kau mengubah diri mu menjadi Heechul, mendekatinya, dan menodai kepolosan malaikat kecil yang di milikinya. Karena kamu, Ryeowook terancam musnah, dan kau tahu itu. Dan agar Ryeowook tidak di salahkan dan dimusnahkan, kau memanipulasi pikiran Ryeowook, bahkan menyihirnya agar dia membunuh ku. Kau melakukan semua itu dalam wujud Heechul. Kau melakukan semua itu dan melimpahkan akibat masalah itu pada Heechul!"

"Harus ku akui, kau sudah jauh lebih pintar saat menjadi manusia ketimbang saat menjadi Malaikat, dulu."

"Karena mutiara hitam yang kini ada di tubuhku, membuatku memiliki hati yang licik dan jahat, seperti Master mu!"

"Harusnya kau tahu berterima kasih. Jika bukan karena mutiara itu, kau tidak mungkin bisa bertahan hidup dengan dua iblis yang berkeliaran di samping mu, Leeteuk!"

"Sudah, cukup, Manipulator. Lebih jauh lagi kau mempengaruhiku, maka kita akan berduel sesungguhnya."

"Ancaman mengerikan," senyum Eunhyuk, "Tapi aku ingin tahu kemampuan aslimu."

"Kalau begitu," Leeteuk menyiapkan dirinya, "aku tak akan ragu lagi."

TBC-


Next update. Minta review nya yaa^^ gomawo :D