Cast :
ALL SUPER JUNIOR MEMBERS
"Untuknya, aku akan menjadi pelayan mu." – Eunhyuk
#Chapter 24#
Salahkah jatuh cinta pada orang yang mencintai orang lain?
Salahkah jika ingin membuat orang yang di cintai ikut mencintai kita?
Tak bolehkah? Di larangkah?
Lalu bagaimana cara menghilangkan rasa cinta itu sendiri?
"Hei, Tink."
"Berhenti memanggilku begitu, Jae!"
Eunhyuk tertawa lucu. "Daripada ku panggil 'Kurus'?"
"Kurus?"
"Ya. Mau?"
"Memang arti Tink itu apa?"
"Tak ada."
"Kau mengerjai ku ya?"
"Tidak. Aku mencintaimu, tahu?"
Ryeowook menghela napas. "Terus saja berkata begitu."
"Itu kenyataan. Memang kenapa?"
"Aku tidak suka anak kecil."
"Masa bodoh. Penampilan boleh lebih kecil, tapi kemampuan tentu kalah jauh."
"Masih kecil, sudah sombong begitu. Aku lebih tidak suka lagi. Sifat mu buruk."
"Yaaa! Kau sadis sekali!"
"Biar. Aku lebih suka dengan Heechul. Dia baik, sopan, perhatian pada ku. Dia juga tidak sombong dengan kemampuannya. Selalu melindungiku dan Leeteuk. Dia juga dewasa. Tidak seperti mu."
"Apa salahnya? Kau kejam sekali, Tink. Kau menghancurkan hati ku hanya dengan kata kata. Bukankah aku juga selalu memperhatikan mu?"
"Oh? Hati mu hancur? Baguslah. Jadi kau tidak perlu kesini terus. Lagipula, aku juga tidak butuh di perhatikan mu."
"Kau begitu kejam, Tink. Apa kau ini benar benar malaikat? Kau tidak seperti Kakak mu."
Ryeowook mendorong tubuh Eunhyuk. Menatapnya dengan marah. "Jangan samakan aku dengannya. Dia bukan Kakak ku. Wajar jika kami tidak sama. Lagipula, kau pikir aku suka menjadi Malaikat seperti ini? Pura pura baik untuk melakukan hal yang tidak di sukai. Dan kau benar benar berpikir bahwa Leeteuk itu baik? Dia pernah hampir mencelakakan tunangannya, kau tahu?!"
"Kenapa kau jadi marah, Tink?"
"Karena kau membandingkan ku dengan nya. Aku tidak suka!"
"Kau pikir aku suka di bandingkan dengan orang yang kau sukai, Tink? Aku juga tidak suka. Aku juga ingin marah pada mu, Tink. Tapi aku ingin bersikap baik padamu. Itu sebabnya aku menahan amarah ku."
Ryeowook tersenyum meremehkan. "Oh ya? Lalu kau pikir aku peduli dengan perasaan mu? Kau dan perasaan mu itu tidak penting. Lebih baik kau pergi saja sekarang."
"Aku tahu," Eunhyuk beranjak bangun. "Tapi aku berjanji akan membuat mu mencintai ku, Tink."
"Yah, ku tunggu. Sampai langit runtuh. Hahaha."
"Kau menyesal melakukan ini dengan ku, Ryeowook ah?"
Ryeowook menggeleng. "Apapun untukmu. Aku sudah memberikan hati dan tubuhku untukmu. Tak masalah jika aku juga harus memberikan nyawa ku untuk mu."
"Tapi kau tahu resiko seorang malaikat melakukan ini, kan?"
Sekali lagi, Ryeowook menggeleng. "Jika aku takut dengan itu, maka aku tak akan melakukan nya. Kenyataannya, aku sudah ada dalam pelukanmu. Kau sudah memiliki ku. Kau sudah menandai ku. Aku sepenuhnya milik mu."
"Kau terlalu nekad, Ryeowook ah. Kau boleh menolakku tadi."
"Aku tak ingin menolakmu. Aku yang menyerahkan diri padamu."
"Bagaimana jika kau di hukum? Aku tidak ingin kau musnah, Ryeowook ah."
"Itu resiko ku. Sampai mati, aku tak akan menyesalinya."
"Ryeowook ah..."
"Percayalah padaku, Heechul. Aku tak akan menyeretmu dalam masalahku."
Mata hijau Heechul berkilat. "Aku juga tak akan membiarkan mu begitu saja, Ryeowook ah."
"Sebutkan keinginan mu."
"Aku... ingin membantu Ryeowook."
"Membantu apa? Kau yang berbuat ulah."
Eunhyuk menunduk dalam. "Aku tahu. Itu sebabnya, aku tak ingin dia menderita."
"Bagaimana jika di tukar dengan jiwa mu?"
"Mak- maksud mu?"
"Jiwa mu, akan selama nya bersama ku. Sampai nanti, kau akan terus mengabdi pada ku seumur hidup mu. Sampai kau mati, kau tidak akan bisa lepas dari diriku. Tubuh mu, adalah milik ku. Hanya tubuh. Aku tidak peduli dengan hati dan pikiran mu. Apa kau bersedia?"
Eunhyuk terdiam lama. Memikirkan dengan begitu hati hati. Lalu dia menganggukkan kepalanya sekali. "Untuknya, aku akan menjadi pelayan mu."
"Selamat malam."
"Ryeowook? Ah, kau mengagetkan ku."
Ryeowook tersenyum tipis. "kau itu malaikat maut. Hanya sapaan pelan begitu saja kau kaget?"
Hangeng ikut tersenyum. "Maaf. Aku sedang melamun, tadi."
"Melamunkan apa? Kakak ku, kah?"
"Tepat sekali."
"Tahukah kau, Han, kau itu adalah Malaikat yang paling jahat pada Kakak ku?" ucap Ryeowook tiba tiba.
Hangeng terpana sesaat. Lalu menunduk sedikit. "Ya. Aku tahu."
"Lalu kenapa masih memikirkannya? Kakak ku sudah tidak memikirkan mu."
Hangeng tersenyum samar. "Aku tak perlu di pikirkan. Yang penting aku bisa menjaganya."
"Malaikat maut seperti mu, menjaga malaikat penjaga seperti kakak ku? Yang benar saja."
"Tak boleh kah?"
"Tidak juga," Ryeowook tersenyum sinis, "Tapi karena kau begitu jahat padanya, ku pikir kau akan melenyapkan nya."
"Ryeowook... apa maksud mu?"
"Kalau kau tidak tega, lalu aku akan membantu mu. Ku pastikan besok dia sudah tidak akan bertugas lagi seperti biasa."
"Ryeowook!"
Namun, Ryeowook sudah menjauh dari tempat Hangeng. Hangeng menatap nya khawatir.
"Apa maksudnya? Apa yang harus ku lakukan?"
"Berhenti mengganggu adikku!"
Alis Eunhyuk bertaut. "Ada apa, Malaikat Penjaga?"
"Jangan pura pura! Kau yang selama ini menyamar menjadi Heechul, kan? Itu salah satu kemampuanmu! Kau juga yang mengendalikan Ryeowook! Bahkan kau juga yang mengotorinya sebagai Malaikat Kecil! Kau mempengaruhi Ryeowook lewat perasaannya pada Heechul, dan melimpahkan semua hasil kerja kotor mu itu pada orang lain yang tak bersalah!"
Eunhyuk bangkit berdiri. Menatap Leeteuk dengan tajam. "Tak bersalah? Iblis itu yang paling bersalah karena membuat Ryeowook menyukai nya! Namun Iblis itu terus mendekati mu dan tak mempedulikan perasaan Ryeowook. Kalian bertingkah mesra dan melukai hati Ryeowook terus menerus. Kalian berdua harus mendapatkan balasannya!"
Leeteuk membalas tatapan Eunhyuk dengan sengit. "Siapa yang kau maksud dengan kalian? Aku? Heechul? Harusnya aku yang memusnahkan mu. Urusan dengan Sungmin dan keluarga Vampire lainnya menyusul. Yang penting, tak ada lagi yang meracuni Ryeowook dengan otak licik mu itu!"
"Kita lihat, siapa di pihak siapa, Malaikat Penjaga," Eunhyuk tersenyum riang. "Ku pastikan Ryeowook adalah milikku!"
"Berani menyentuhnya sekali lagi, aku benar benar akan memusnahkan mu!"
Dalam sekejap, Leeteuk melancarkan sinar putih miliknya yang langsung menghantam Eunhyuk.
"Ini hanya peringatan, Vampire! Jangan pernah mengganggu Ryeowook lagi!"
Eunhyuk hanya menyeringai, menatap kepergian Leeteuk yang meninggalkannya dalam keadaan luka. "Aku tak akan pergi hanya karena di ancam seperti itu."
"Aku di ancam oleh kakak mu.."
"Diancam bagaimana? Untuk apa?"
"Katanya, aku tidak baik untuk mu, hanya meracuni mu, hanya memanfaatkan mu, dan..."
Ryeowook mendekati Heechul. Memegang kedua tangan orang yang begitu di cintainya. "Kamu tidak seperti itu, Heechul..."
Heechul yang ada di hadapan Ryeowook menggeleng. Menepis pelan tangan Ryeowook. "Kata kakak mu, dia akan membunuh ku jika dia melihatku masih berdekatan dengan mu."
"Kita lihat, siapa yang akan di bunuh nya," ujar Ryeowook sinis. Heechul menatapnya khawatir.
"Maksudmu?"
"Aku juga akan membunuhnya. Karena dia berusaha merebut mu dari ku. Itu yang akan ku lakukan. Jadi, kau tenang saja."
"Tidak boleh," ucap Heechul panik. "Dia sangat kuat, Ryeowook. Jangan menantangnya. Lagipula, dia kakak mu."
Ryeowook menggeleng dengan mantap. "Bagi ku, dia hanya pengasuh. Dia tidak pernah menjadi kakak ku. Dia juga begitu jahat karena mencoba merebut mu. Aku ingin memberi pelajaran untuk nya!"
Tubuh Leeteuk terhempas karena sinar putih yang di keluarkan Ryeowook. Ryeowook berpaling pada Heechul yang ada di belakangnya. Tersenyum manis.
"Kau lihat? Dia kalah oleh ku..."
"Maaf, membuat mu begini," ucap Heechul yang ada di hadapan Ryeowook. Suara itu bersamaan dengan teriakan teriakan yang mempedulikan Leeteuk. Hanya mempedulikan Leeteuk.
Heechul yang ada di hadapan Ryeowook perlahan menghilang. Dan di belakang Ryeowook, suara Heechul yang terdengar dingin, perlahan menyadarkannya.
"Kau membunuh malaikat yang ku sukai. Kau membunuh kakak mu sendiri. Aku tak akan memaafkan mu!"
"Hee... chul?" ucap Ryeowook lirih. "Kenapa?"
Tanpa menyahuti Ryeowook, Heechul membangun bola kaca yang di sertai asap miliknya yang beracun. Mata nya berkilat. Karena kilatan itu, Ryeowook semakin sadar.
'Dia bukan Heechul yang bersamaku...'
'Dia bukan Heechul yang mencintaiku...'
'Heechul yang ada di hadapan ku ingin membunuh ku...'
Seketika, semuanya tiba tiba terlihat jelas.
'"Ryeowook, jangan dekati Heechul yang sekarang mendekati mu. Dia berbahaya!"'
'"Apa urusan mu, Malaikat Penjaga?!"'
'"Dia bukan Heechul yang sebenarnya. Dia hanya akan mencelakakan mu."'
Kakaknya benar. Heechul yang tiba tiba mendekatinya dan kemudian selalu di samping nya, dengan Heechul yang kini ada di hadapannya sembari melayang mengeluarkan asap racunnya itu sama saja. Keduanya ingin mencelakakannya. Lalu, mana Heechul yang di cintainya?
"Saranghae, Kim Heechul..." ucapnya dengan jelas, sebelum asap racun itu menutup pernafasan dan pandangannya.
Ini salah. Perasaan ini salah. Namun Ryeowook tak peduli. Yang mana pun Kim Heechul itu, dia bersyukur sudah memiliki masa masa indah bersamanya walau singkat. Dia bersyukur memiliki Kakak yang begitu baik padanya, dan dia juga menyesal untuk itu.
Kakak yang baik itu, mati di tangannya.
"Kakak, aku akan membalas kebaikan mu dalam takdir kita berikutnya. Takdir yang berbeda dengan perasaan kita saat ini..."
Samar samar, Ryeowook mendengar suara Eunhyuk yang terdengar jauh. "Tink... maaf. Aku akan menebus kesalahan ku atas kejadian yang menimpamu saat ini. Hanya ini yang bisa ku lakukan untuk mencegah kemusnahan mu karena kesalahan ku. Untuk itu, aku akan tetap di sisi mu, sampai kau jatuh cinta dengan ku..."
"Aku bersumpah akan membantu kakak ku membunuh mu, Lee Hyuk Jae!"
TBC-
To Be Continued sampai minggu depan ya~ happy reading ^^ jangan lupa komennya ya~ ^^
