Cast :
ALL SUPER JUNIOR MEMBERS
"Sakit nya berada dalam sini. Sangat sakit, hingga aku tak bisa menahannya begitu lama. - Leeteuk."
#Chapter 28#
"Oh, Teuki ah, kenapa kau mulai hobi membolos, heh? Kau ini mau melepaskan beasiswa mu begitu saja?"
"Mian, Shindongie, dari kemarin banyak masalah di keluarga ku. Aku sampai jatuh sakit karena itu semua."
"Jinjja?" Shindong segera menempelkan tangannya ke dahi Leeteuk, "tapi seperti nya tidak panas."
Leeteuk tertawa kecil. "Kalau aku masih panas, aku tidak masuk lagi, Dongie."
"Oh ya, benar juga," Shindong nyengir lebar ke arah Leeteuk, "jadi, kau sakit apa? Sudah memeriksakan diri mu ke dokter?"
"Tidak ada yang bisa menyembuhkan sakit ku, bahkan dokter sekalipun, Dongie."
"Ah, wae?"
"Sakit nya berada dalam sini," ujar Leeteuk sembari menempelkan telapak tangannya ke dadanya, "sangat sakit, hingga aku tak bisa menahannya begitu lama."
"Kau putus dengan kekasih mu?"
Leeteuk tergelak. "Seperti kau pernah lihat aku memiliki kekasih saja, eoh?"
"Eh? Bukan kah kau sering bersama dengan dua hoobae kita itu? Kibum dan Henry, majja? Ku pikir kau berkencan dengan salah satunya."
"Aku kencan dengan keduanya, kau tahu?" balas Leeteuk masih tergelak.
"Wah, jinjja?" mata Shindong membulat mendengar jawaban Leeteuk, "uri Teuki jinjja daebak. Haha. Berkencan dengan keduanya? Bagaimana caranya? Aku juga mau populer seperti mu, Teuki ah. Ayo katakan padaku!"
Leeteuk menatap Shindong dengan geli, "Bukankah kau justru lebih profesional dalam suatu hubungan di banding aku?"
"Oh ya? Bagaimana kau tahu?"
"Tentu saja. Kau juga tahu pasti mengapa aku bisa tahu, Dongie."
Shindong balas menatap Leeteuk yang masih terlihat geli. Ikut tertawa. "Memang aku tak bisa meremehkan mu yah? Senang bertemu dengan mu, Leeteukie."
"Nado, Shindongie."
"Eunhyuk!"
Eunhyuk menoleh ke arah datangnya suara. "Oh, kau, Hae. Apa kabar?"
Donghae menyipitkan matanya. "Apa maksudmu?"
Eunhyuk hanya mengangkat bahu dan tersenyum manis. Enggan menjawab.
Donghae mengerutkan alisnya melihat tingkah Eunhyuk. "Mengapa kau meracuni Sungmin Hyung?"
"Salahnya sendiri mengapa mencegah ku membuat perhitungan dengan para iblis beserta teman teman tak berguna nya itu. Mengapa tidak kau tanyakan sendiri padanya?"
"Membuat perhitungan? Dengan siapa?"
"Kau tahu maksudku, Hae. Jangan bertingkah polos di depanku. Hanya aku yang boleh begitu, arra?"
Donghae menggelengkan kepalanya. "Aku memang tidak mengerti siapa yang kau maksud."
"Ah, Hae ku sayang sedang berpura pura saat ini. Apa kau sedang melindungi seseorang?"
"Kau juga tahu siapa yang ku lindungi, Hyuk. Kau dan Sungmin Hyung."
Eunhyuk menggelengkan kepalanya sembari menahan senyum. "Sesuka mu saja, Lee Dong Hae."
"Hyung~~~"
Leeteuk menoleh ke arah suara yang memanggilnya. "Henry?"
Henry berlari menghampirinya dan memeluk Leeteuk dengan erat. "Bogosippo."
"Nado bogosippo, Hen," ujar Leeteuk sembari mengelus punggung Henry, "Kenapa kau tidak muncul belakangan ini? Kau tahu, aku sakit," tambah Leeteuk, mengadu pada Henry.
"Oh jinjja?" Henry melepaskan pelukannya, menatap Leeteuk dengan cemas, "Sakit apa Hyung? Sudah ke dokter? Sudah minum obat?"
Leeteuk mengangguk saja, mengiyakan pertanyaan Henry.
"Lalu? Dokter bilang apa? Kenapa kau sudah masuk? Apa tidak istirahat? Dari kapan kau sakit?"
Leeteuk nyengir. "Aku harus menjawab yang mana lebih dulu, Hen?"
"Eum... jawab yang pertama saja dulu. Apa kata dokter?"
"Aku tidak ke dokter."
"Mwo? Kau bilang tadi sudah ke dokter?"
"Memang aku mengatakannya?"
Henry melemparkan tatapan protes pada Leeteuk, namun menahan kata kata yang ingin di lontarkannya.
Leeteuk menyunggingkan senyum polosnya, "Wae, Hen?"
Henry menggelengkan kepalanya. "Apa kau merindukan ku, hingga jatuh sakit? Aku cuti dari kuliah hingga dua minggu, apa kau mencari ku selama itu?"
Leeteuk menatap Henry, menimbang jawaban apa yang harus di berikannya. Malaikat itu tidak boleh berbohong, bukan? Tapi siapa dia sekarang? Dia sekarang adalah manusia, kan? Apa manusia boleh berbohong? "Aku mencari mu. Aku merindukan mu."
"Kau sedang berbohong, Hyung?" tanya Henry sembari tersenyum manis.
Leeteuk menggeleng dengan cepat. "Mana mungkin aku berbohong?"
"Yah, hanya perasaan ku saja. Tapi aku juga tidak tahu apa kau sedang membohongi ku atau apa. Aku hanya tahu kau sedang menyembunyikan sesuatu dari ku. Entah untuk melindungi ku ataukah ada alasan lainnya."
"Tidak. Tidak. Aku benar benar mencari mu dan merindukan mu."
Henry tersenyum sekali lagi. Menatap balik ke arah Leeteuk yang sedang menatapnya dengan tatapan yang mencoba meyakinkannya. "Aku tahu. Terima kasih untuk semua itu."
Leeteuk sedang berhadapan dengan Eunhyuk lagi. Dan kali ini, Leeteuk sedang berlari mati matian, dengan Eunhyuk yang sedang melayang, mengejar di belakangnya.
"Kau tidak bosan terus berusaha seperti itu, eh? Kau bisa lebih cepat dari ku, kau bisa membunuh ku dalam sekejap. Untuk apa menyakiti diri sendiri?"
Leeteuk tidak menjawab. Dia terus berlari.
"Ah ya, percuma bicara dengan manusia bodoh seperti mu. Baiklah, ku ikuti kemauan mu."
Eunhyuk melayang dan berdiri tepat di hadapan Leeteuk. Leeteuk terpaku melihat Eunhyuk.
"Ma- mau apa, kau?"
Eunhyuk mengernyit melihat Leeteuk. "Kau kenapa? Aku kesini karena ingin mengatakan aku mau mengikuti keinginan mu. Aku bersedia bekerja sama dengan mu asal kau mau membantu ku melepaskan diri. Bagaimana?"
Leeteuk menatap Eunhyuk dengan ketakutan. "Jangan mendekat! Siapa kau?! Apa maksudmu?! Kau mau membunuh ku ya?!"
"Eh? Kau gila atau apa sih?" tanya Eunhyuk bingung. Namun, saat melihat sinar mata Leeteuk, Eunhyuk terperangah.
"Kau... hilang ingatan?!"
TBC-
jrengg jreenggg~~~~
hy hy~ setelah saia bersemedi(?) 7 hari 7 malam, saia mendapatkan TBC yg tak terduga(?) kkk~ asli pengen nendang banget authornya ngga sih, TBC di chapter ini ? hahaha *ketawa puas*
nah, berhubung semua nya punya satu pertanyaan yang seragam~~ jawaban dari seseorang yg paling tenang di sini adalaahhh~~~ *mukul gendang* master nya eunhyuukk~~~ ^^ masternya eunhyuk di sini siapa yaa? tenang aja, chapter depan masternya eunhyuk mulai berkiprah(?) koq^^ kkk~ oke lah, satu pertanyaan kalian udah terjawab yah, next chapter jangan lupa minta komen nya yah *wink wink* gomawooo~~
