Cast:
ALL SUPER JUNIOR MEMBERS
#Chapter 33#
"Sudahkah kamu melaksanakan tugasmu?"
"Sudah, tapi..."
"Oh benarkah? Apa kamu berhasil?"
Eunhyuk menunduk, menghindari pandangan Masternya. "Tidak, Master..."
"Oh, aku seharusnya sudah menduganya. Kau tidak pernah berguna sama sekali. Bodoh. Kau terlalu santai dan membuang buang waktu! Ambil mutiara itu dalam minggu ini, atau kamu akan mendapat hukuman!"
Eunhyuk gemetar mendengar ancaman dari Masternya. "Bolehkah... aku bertanya? Mengapa... mutiara Master.. ada pada Malaikat itu?"
"Kalau kau ingin tahu, dapatkan lebih dulu mutiara itu! Aku tidak memperbolehkan mu bertanya sebelum tugas mu selesai dengan baik! Vampire bodoh!"
Dalam sekejap, orang yang selalu di panggil Master oleh Eunhyuk pun lenyap begitu saja dari kamar Eunhyuk. Dan Eunhyuk langsung terkulai lemas.
"Aku tidak sanggup membunuh orang lagi jika dia bukan makanan ku," keluh Eunhyuk, "bagaimana ini? Mengapa sulit sekali mencintai mu, Ryeowook?"
"Apa ini?" tanya Leeteuk, menatap tongkat yang ada di tangannya, yang seluruhnya berwarna putih.
"Tidak ingat?" balas Heechul. Leeteuk menggeleng.
"Sudahlah, jangan memaksa nya mengingat, Hyung," ucap Yesung. Menatap Heechul dengan pandangan iba. Semalam, Heechul dan Yesung berdebat semalaman hanya untuk menentukan apakah tongkat itu akan di perlihatkan atau tidak pada Leeteuk.
Saat pada akhirnya mereka sepakat untuk menunjukkan tongkat itu, Yesung tahu bahwa kakaknya sangat khawatir. Jika Leeteuk kembali mendapatkan ingatannya, mereka harus menyingkir lagi dari kehidupan malaikat itu. Dan itu yang tidak di inginkan oleh Heechul.
Namun apa boleh buat. Rencana Siwon telah di sepakati bersama, termasuk mereka berdua. Rencana yang sangat brilian, tapi mengandung resiko yang sangat tinggi pula.
Rencana yang melibatkan masa lalu, kejadian demi kejadian satu persatu telah terungkap.
Rencana yang mendorong Heechul dan Yesung, untuk bunuh diri bersama.
"Ini adalah barang kesayanganmu." Yesung mendengar Heechul mengatakannya dengan nada yang berat. "Barang yang menyeret mu sampai sini."
Leeteuk hanya memandangi Heechul. "Tak mengerti." Lalu beralih menatap Yesung. "Bisa kau jelaskan?"
Heechul mengerutkan dahi. Tatapan itu sangat jelas terbaca olehnya. "Kau mau aku atau Yesung yang menjelaskan?"
"Yesung saja."
Yesung hanya menahan senyum melihat raut wajah Heechul berubah kesal dan tatapan Leeteuk yang masih mengarah padanya. Ia mengangkat bahu. "Baiklah."
"Wookie, aku mau eskrim," rajuk Leeteuk.
Ryeowook meringis. Leeteuk sudah seharian merengek padanya untuk membawa nya ke taman. Sekedar berjalan jalan saja, alasannya. Namun sesampainya di taman, dia justru menarik narik Ryeowook untuk kesana kemari mencoba berbagai permainan.
Memang kedengaran sepele untuk manusia, tapi tidak untuk Vampire sejenis nya. Bagi yang belum tahu, taman adalah sejenis tempat di tengah keramaian kota, yang dibuat untuk berjalan jalan, atau sekedar istirahat saat bosan. Dan yang namanya taman itu tidak pernah sepi. Di ulang sekali lagi, TIDAK PERNAH SEPI. Jadi, seperti apapun sepi nya taman, pasti ada minimal dua sampai lima orang yang berkeliaran di sana.
Dan juga, yang namanya berjalan jalan di taman, memang bisa di lakukan saat pagi, siang, sore bahkan malam. Tapi, umumnya orang orang berjalan jalan di taman itu pasti di siang dan sore hari.
Dan dengan kedua keadaan itulah, Ryeowook terdampar, atau lebih tepatnya, terseret oleh Leeteuk, ke tempat yang penuh dengan manusia di siang hari seperti ini.
Karena itulah, dia berpakaian seperti mafia yang kehujanan : mengenakan jas hujan panjang dengan penutup kepala yang besar, memakai kacamata hitam yang lensa nya hampir menutupi pipi tirusnya, lalu mengenakan sepatu boot besar yang panjangnya hampir mencapai lututnya. Pakaian yang sangat menarik perhatian, berhubung cuaca di siang hari itu justru sedang cerah dengan matahari yang bersinar dengan panasnya.
Sekedar info saja, Ryeowook merupakan Vampire yang tergolong baru. Dia belum mencapai ratusan tahun sebagai Vampire, bahkan dia belum sampai tiga tahun menjadi Vampire.
Itu sebabnya, dia belum bisa menahan rasa hausnya saat insting Vampire nya bekerja mengendus aroma darah dari tubuh tubuh manusia yang lalu lalang di sekitarnya. Dan di tambah sengatan sinar matahari yang bisa membuat tubuhnya hangus, membuat nya membenci keputusannya saat mengiyakan permintaan Leeteuk.
"Kenapa tidak meminta Kibum menemanimu?"
"Kau tidak suka bersama ku?" Leeteuk merengut. Ryeowook menghela napas mendengar nya. Jujur saja, dia juga sebenarnya sangat senang saat Leeteuk sudah kembali pulih dari rasa sedihnya. Entah manisan jenis apa yang sudah diberikan Yesung padanya, sampai sampai tingkah Leeteuk saat sudah keluar dari kamar nya begitu manis melebihi gula gula, dan sangat kekanakan. Jauh lebih parah dari saat Heechul dan Yesung masih bersamanya dulu. Dan kalau boleh jujur, kondisi Leeteuk yang seperti ini agak gawat, menurutnya.
"Baiklah. Kau mau eskrim apa? Setelah ini kita pulang, ya? Sudah sore. Sudah tiga jam kita di sini," bujuk Ryeowook.
Leeteuk menggaruk kepalanya. Mengerucutkan bibirnya. "Aku masih mau main," ucapnya dengan bibir yang melengkung kebawah.
Ryeowook meringis lagi. Buat nya, ini sama saja dengan penyiksaan tingkat tinggi. "Aku akan memanggil Kibum jika kau masih mau main. Aku mau pulang. Aku tidak mau menemani mu lagi."
"Wookie jahat," ucap Leeteuk dengan mata berkaca kaca dan bibirnya yang masih melengkung ke bawah.
Ryeowook menatap Leeteuk. Hampir saja dia luluh, namun dia bertekad akan menyeret Leeteuk pulang. "Kau mau pulang atau ku tinggal di sini?"
Tapi Leeteuk justru merajuk. Dia langsung jongkok, mendekap kedua kaki nya dengan tangannya, sembari menyembunyikan wajahnya ke dalam sela sela pelukan kakinya.
"Hyung, jangan seperti ini," Ryeowook akhirnya ikut jongkok, mencoba menarik Leeteuk bangun, namun Leeteuk bersikeras tetap dalam posisi nya. Perasaan Ryeowook yang sedari tadi tidak enak, sekarang mulai gelisah.
"Hyung... ayolah...," Ryeowook masih berusaha membujuk Leeteuk.
Tapi Leeteuk tetap diam. Dia justru mendekap kepalanya semakin dalam.
"Wah, ada anak kecil yang sedang merajuk rupanya."
Ryeowook tersentak mendengar suara itu, dan rasanya ada ribuan tembok tinggi yang mendadak runtuh seluruhnya dan menimpa nya saat melihat sosok itu. Rupa nya perasaan tidak enak nya dan rasa gelisah nya itu karena sosok ini. Sosok yang selalu mengincar Leeteuk. Eunhyuk.
Dan rasanya agak tegang, mengingat seluruh perlakuan Eunhyuk padanya. Terutama karena membuatnya terpuruk dan trauma sampai sekarang.
Leeteuk mengangkat kepalanya saat mendengar suara familiar yang tak bisa di kenalinya. Dan menemukan Ryeowook sedang mematung menatap ke depan, namun tidak melihat padanya, melainkan kearah di belakang punggungnya. Jadi dia ikut menoleh ke arah belakangnya.
Dan menemukan Eunhyuk yang tengah tersenyum ke arah Ryeowook. Senyum yang terlihat manis dan lembut, namun sangat lebih dari cukup untuk membuat Leeteuk juga mematung seperti Ryeowook.
"Hai, kucing ku, apa kabar?"
Ryeowook segera menarik Leeteuk untuk berdiri, lalu menariknya ke belakang punggungnya. "Ada apa, Kakak Vampire ku?"
"Oh, rupanya kau masih ingat jika aku adalah saudara mu?"
"Tentu saja. Karena kakak mu lah yang menyeret dan memaksa ku untuk mengikutinya!"
"Yah, aku bersyukur untuk itu," senyum Eunhyuk lagi, "karena akhirnya aku memiliki kucing."
Ryeowook melotot mendengarnya. Namun masih menahan diri berhubung ada Leeteuk di belakangnya.
"Ayo pergi," lirih Leeteuk. "Aku tidak ingin..."
Hati Ryeowook mencelus mendengar ucapan Leeteuk yang tidak di teruskannya. Tentu nya dia sedang mengingat Henry saat ini. Dan kali ini, dia tidak ingin itu kembali. Namun, takdir harus berubah.
Dengan tegas, Ryeowook merentangkan kedua tangannya di antara Leeteuk dan Eunhyuk.
"Jika kau berani, hadapi aku!"
TBC-
hy all ^^ update sekarang, bkl berubah jadi 2 minggu sekali yah~ ^^ coz sekarang udah memasuki 3 chapter terakhir nii~~ so, see you all in two next weeks(?) hahahah :D paaii~
