Cast :
ALL SUPER JUNIOR MEMBERS
#Chapter 34#
"Oke, mereka sudah terlalu lama pergi. Ini tidak baik untuk Ryeowook. Kau tahu kan, kalau.."
"Kami tahu," potong Hangeng, mencoba menenangkan Kangin yang panik. Sementara yang lain hanya terdiam karena di penuhi pikiran masing masing.
"Perasaan ku tidak enak," ucap Kibum, menatap ke sekelilingnya dengan tatapan cemas, "Hyung ku tidak bisa bertahan lama di tengah sinar matahari, dan Leeteuk Hyung... ah, aku cemas sekali."
"Mau menyusul mereka?" tanya Kangin pada Kibum, yang langsung di sambut anggukan cepat oleh Kibum.
Kyuhyun memiringkan tubuhnya mendekat ke arah Siwon. "Kau mencurigai sesuatu, Wonn?"
Siwon mengangguk perlahan. "Kau tahu kan siapa musuh kita?"
Kyuhyun mengangguk. "Hangeng, Eunhyuk dan Sungmin."
Senyum Siwon tipis membayang. "Ya. Han benar benar pandai berakting. Jika Tuan Henry tidak memanggil kita saat itu, mungkin bukan hanya Tuan Hen yang menjadi korban, tapi juga Tuan Angel."
"Tapi kita tidak punya bukti untuk menyeret Han," lirih Kyuhyun, menggigit bibir bawahnya dengan pelan.
Siwon menepuk pelan bahu Kyuhyun. "Kau percaya padaku, kan?"
Kyuhyun menoleh ke arah Siwon. Menyunggingkan seringai nya. "Kita ini teamwork. Jadi, libatkan aku dalam segala rencanamu."
"Oke, kau memang Vampire, tapi apa kau yakin mau meneruskan hal yang seperti ini?"
Ryeowook tersimpuh di samping Leeteuk yang memeganginya dengan panik. Wajah putih pucatnya tampak kebiruan, dengan pipinya yang tirus tampak lebam. Peralatan yang di kenakannya saat berjalan jalan dengan Leeteuk tadi sudah terlepas entah kemana, namun dia tidak peduli. Lagipula, mereka sedang berada di hutan belantara yang memiliki pepohonan rimbun dan tinggi. Tak ada sinar matahari yang bisa menerobos dengan ganas masuk dalam sela sela daun hijau itu, hingga tak mengganggu dan melukainya. Eunhyuk yang menariknya masuk ke hutan, karena langsung menyambar Leeteuk yang sedang berdiri di belakangnya dan lalu melarikannya masuk dalam hutan belukar.
"Apa? Kau lelah, eoh? Wajar saja. Usia mu berkali lipat dengan usia ku sekarang. Tentu saja dengan umur setua itu, akan mudah lelah walau hanya duduk agak lama!"
"Umurku berkali lipat, tentu saja begitu juga dengan kekuatanku!"
"Kalau begitu, untuk apa takut menghadapi ku?!"
Eunhyuk menahan geram di hatinya mendengar cemooh Ryeowook. Dia hanya mengincar Leeteuk, dan tidak ingin melibatkan Ryeowook lagi. Untuk apa Ryeowook masih bersikeras ingin bertarung dengannya? Mengapa kali ini Ryeowook mati matian melindungi Leeteuk? Apa kali ini, Ryeowook menyukai Leeteuk dan bukannya Heechul? Apa kali ini perasaan nya bisa berpindah? Jika bisa berpindah, mengapa bukan dirinya yang di pilih Ryeowook? Mengapa harus Leeteuk yang di sukai nya sekarang?
"Hei manusia," Eunhyuk menoleh pada Leeteuk, "Bagaimana pilihanmu? Kau mau sekali lagi melihat orang yang melindungimu meninggal? Kau menginginkan hal seperti itu terulang lagi? Wah, kau itu memang benar benar tidak punya hati, ya?"
"Jangan dengarkan dia, Hyung," ujar Ryeowook cepat, mengalihkan pandangan Leeteuk yang ketakutan dari Eunhyuk, "Dia mau mempengaruhimu. Kau tidak boleh terpengaruh oleh kata katanya."
"Tapi...," Leeteuk gemetaran sembari terus memegangi Ryeowook. Dalam hatinya, dia berkali kali menyesali tindakan dia tadi. Padahal, Ryeowook sudah membujuk nya untuk pulang. Tapi dia sendiri tidak menurut dan akhirnya membuat Ryeowook celaka. Lagi lagi, dia akan mencelakakan orang lain hanya karena ingin melindunginya.
"Dengarkan aku, dan tetaplah di sampingku," sentak Ryeowook, menarik Leeteuk untuk kembali ke belakangnya, lalu bangkit. Berdiri dengan tegak di depan Leeteuk. Menantang Eunhyuk.
Mata Eunhyuk berpendar hijau. Menatap Ryeowook yang ada di hadapannya, dengan hati gusar. Dia tak ingin mencelakakan Ryeowook. Tapi dia tak bisa mengatakan alasannya.
"Kenapa? Kau ragu menyerang Vampire di hadapan mu itu?" tanya Sungmin, tiba tiba muncul di samping Eunhyuk.
Eunhyuk terkesiap sesaat. "Kau mencampuri urusanku, Hyung."
Sungmin tersenyum sinis. "Tak usah terlalu percaya diri begitu. Aku juga punya urusan dengan dua makhluk ini."
"Siapapun, aku tak takut," ucap Ryeowook. "aku pasti membalas."
"Rasanya, aku yang akan takut," balas Sungmin. "Tapi walaupun aku takut, aku tetap akan melakukannya."
"Hyung!"
Sungmin menoleh ke arah Eunhyuk yang ada di sampingnya, yang sedang memegangi tangannya yang siap menyerang Ryeowook. Menyeringai melihat reaksi spontan yang Eunhyuk tunjukkan tanpa sadar.
"Tak ingin melukainya, eoh?" ujar Sungmin, tersenyum sinis ke arah Eunhyuk. "Tapi kau sudah melukainya lebih dari apa yang akan ku lakukan."
Eunhyuk menggeleng lemah. Jatuh dengan posisi berlutut. Masih memegangi tangan Sungmin. "Ryeowook, pergilah.."
Ryeowook terperangah tak percaya. Tapi langsung menarik lengan Leeteuk. "Ayo Hyung!"
Sungmin menggelengkan kepalanya melihat Leeteuk setengah terbang karena di tarik oleh Ryeowook yang merupakan Vampire. Lalu menepiskan tangan Eunhyuk. "Apa apaan kau?!"
"Ku mohon, Hyung. Siapapun boleh kau sakiti, asal jangan Ryeowook," pinta Eunhyuk sendu.
Sungmin menyeringai lagi. "Coba hentikan aku!"
Lalu dia segera melesat mengejar Ryeowook. Eunhyuk terpana sesaat, sebelum Donghae tiba tiba ada di sampingnya, lalu menariknya.
"Ayo bodoh," maki Donghae, "memangnya Sungmin Hyung akan kembali jika kau tetap mematung di sini?"
Dan keduanya segera melesat mengejar Sungmin yang sedang mengejar Ryeowook.
Hatiku berdegup kencang saat melihat mu...
Mataku tak bisa melepas pandangan ku dari mu...
Kau tersenyum untukku, kau menangis bersamaku...
Kau terlalu melindungiku, kau terlalu memperhatikanku, dan aku selalu ingin di lihat olehmu...
Kau bagai malaikat untukku...
Namun, apakah kau benar benar malaikat...?
"Ini gawat. Aku bahkan tak bisa mencium keberadaan mereka," ucap Hangeng frustasi.
"Aku tidak bisa mendeteksi Teuki," tambah Heechul panik.
"Tenangkan dirimu, Kim Heechul," ujar Yesung, namun matanya menyorot tajam ke arah Hangeng. Tapi lalu menggeleng. Kemudian mengalihkan pandangannya, dan terpaku saat Siwon dan Kyuhyun menatap lurus ke arahnya. Yesung membalas tatapan mereka. Dan tak lama, Yesung seolah bisa membaca arti tatapan mereka, walau mereka tidak berusaha mengatakannya secara langsung atau mengirimkan pikiran mereka pada Yesung.
"Akui saja bahwa Hangeng memang yang menyesatkan kalian agar tak bisa mencari dimana Leeteuk."
"Sekarang kalian mau melawan ku, eh?"
Ryeowook dan Leeteuk hanya menatap bingung ke arah depan mereka. Dan di depan mereka, sudah ada Donghae dan Eunhyuk yang berdiri membelakangi mereka berdua. Menjadikan diri mereka tameng untuk Leeteuk dan Ryeowook. Dari Sungmin.
Sungmin lagi lagi menggeleng. "Kau harus tahu siapa yang menjadi lawan dan siapa yang menjadi kawan. Tidakkah kalian sadar, siapa yang kalian lindungi?"
Keduanya menjawab serempak, "Aku melindungi seseorang yang kucintai."
Ryeowook dan Leeteuk berpandangan satu sama lain. Siapakah yang mereka maksud?
Sungmin menggeleng lagi. "Eunhyuk! Katakan padaku, siapa yang kau incar selama ini?"
Dengan pelan, Eunhyuk menjawab, "Leeteuk."
"Lalu kau, Donghae, siapa yang kau lindungi?"
"Leeteuk Hyung," ucap Donghae, menatap lurus ke arah Sungmin.
"Dan siapa yang kau lindungi, Eunhyuk?"
"Ryeo... wook..."
"Aku mengincar Ryeowook dan Leeteuk. Dan tidak melindungi siapapun! Jadi, siapa yang harus ku hadapi? Kaliankah, adik adikku tersayang? Dan Eunhyuk, kau harus menghadapi Donghae jika mengincar Leeteuk. Jadi Donghae, kau menghadapi aku dan Eunhyuk jika masih bersikeras melindungi Leeteuk!"
Ryeowook melangkah pelan ke samping Donghae. "Dan juga aku!"
Donghae melirik ke arah Ryeowook. Tersenyum simpul. "Boleh juga kau, Magnae."
Ryeowook ikut melirik ke arah Donghae. "Terpaksa turun tangan jika hanya mengandalkan mu."
Tanpa peringatan, Sungmin segera menyerang Ryeowook. Donghae terperangah sejenak melihat Ryeowook yang tiba tiba terhempas kebelakang, yang di tangkap oleh Leeteuk dan kemudian ikut terpental.
"Hyungg!" Eunhyuk ikut panik melihat Ryeowook terhempas seperti itu.
Sungmin mengangkat bahu. "Salah siapa dia lengah dan lemah?"
Selanjutnya, Sungmin kembali menyerang Ryeowook dan Donghae terpaksa meladeni Eunhyuk karena Eunhyuk mulai membabi buta menyerang Leeteuk dan dirinya. Dan Leeteuk, hanya melihat mereka sembari memundurkan langkah nya saat serangan serangan Sungmin atau Eunhyuk mengincar dirinya.
Dan seketika, ingatan tentang Henry kembali bermunculan di otaknya. Ingatan yang di hilangkan Shindong karena kasihan melihat temannya itu tak mau keluar dan hanya menyesali dirinya. Beserta ingatan ingatan tentang cara menggunakan kekuatannya. Yang juga di hilangkan Shindong untuk menipu yang lainnya demi mengetahui kebenarannya.
Ingatan ingatan yang sebenarnya di simpan dalam mutiara hitam, yang juga ada dalam tubuhnya.
Saat Donghae dan Ryeowook terhempas bersamaan di depannya, dia terpaku sejenak, dan menatap kedua pelindungnya. Donghae yang tampak membiru di sekujur tubuhnya, dan Ryeowook yang sebelumnya sudah memiliki luka, kini luka itu tampak menghitam karena di tambah oleh luka luka baru yang di dapatnya. Seketika tubuh Leeteuk terasa dingin.
Tanpa mengatakan apa apa, dia melangkah ke depan, menghadang kedua Vampire yang mencelakai Donghae dan Ryeowook. Menatap mereka tanpa ekspresi.
Sungmin dan Eunhyuk mengenali tatapan itu. Tatapan itu adalah tatapan Leeteuk yang dulu pernah menyerang mereka hingga sekarat.
"Hai, kita bertemu lagi," ucap Leeteuk, yang langsung membuat semua yang ada di sana menggigil.
Namun Sungmin melangkah maju menantang Leeteuk.
"Sudah ingat dengan jati diri mu sebenarnya, Malaikat?"
Leeteuk menarik tipis bibirnya, membentuk senyum sinis. Yang terlihat mengerikan namun mempesona, menurut Heechul.
Ah ya, Heechul dan Yesung langsung bisa menemukan Leeteuk, saat aura Malaikat Leeteuk kembali menguar. Dan mereka datang tepat saat Leeteuk dan Sungmin hampir duel satu lawan satu.
Dan Yesung langsung berdiri tepat di hadapan Sungmin. Menjadikan dirinya perisai untuk Sungmin.
"Teuki, hentikan!"
Leeteuk tak bergeming. "Kenapa aku harus menuruti mu, Kim Jong Woon?"
Terpana sesaat dengan panggilan Leeteuk untuknya, Yesung memandangi Leeteuk beberapa lama.
Dan kelengahan itulah yang di gunakan Leeteuk. Dengan kecepatan yang bahkan menakuti Sungmin, dalam sekejap Leeteuk sudah merenggut kerah Sungmin, untuk kemudian membantingnya ke tanah. Sama persis seperti perkelahian mereka yang pertama.
Dan tanpa membuang waktu, Leeteuk menyerang Eunhyuk. Eunhyuk sigap dengan serangan mendadak Leeteuk, namun dia kalah cepat. Hanya selisih detik, Leeteuk mampu mencekal lengan Eunhyuk, kemudian memukul tepat di rongga dada Eunhyuk. Pukulan itu membuat Eunhyuk membeku beberapa saat, mati rasa dengan semua rasa sakitnya, untuk kemudian dia merasakan kesakitannya menyebar ke seluruh tubuhnya.
Sungmin segera menangkap tangan Leeteuk sebelum Leeteuk melancarkan pukulan lagi pada Eunhyuk, tapi Sungmin sendiri sudah mengalami luka dalam untuk semua anggota organ dalam tubuhnya yang berfungsi. Hingga tangkapan itu sebenarnya adalah tindakan bunuh diri untuknya. Namun dia tahu ada yang akan melindunginya.
Benar saja. Yesung segera memutus kontak mata Leeteuk dan Sungmin sebelum Leeteuk menyerap seluruh kekuatan Sungmin dan menghancurkan Vampire itu dari dalam tubuhnya.
Salah satu dari sepuluh kekuatan Leeteuk yang mengerikan. Yaitu menyerap kekuatan musuhnya dan menghancurkan bagian dalam tubuh musuhnya hanya melalui kontak mata.
Tapi Leeteuk tak ingin meladeni Yesung yang jelas jelas memancingnya untuk bertanding dengannya. Dia tahu upaya Yesung untuk mengalihkan perhatian ke arah nya.
Leeteuk kembali fokus menyerang Eunhyuk, namun Yesung juga membentengi Eunhyuk dengan tubuhnya, hingga serangan Leeteuk lenyap di udara.
"Teuki, hentikan. Kau ini malaikat!" ucap Heechul, yang sedari tadi hanya menonton bagaimana Sungmin dan Eunhyuk yang bukan hanya kewalahan, tapi juga ketakutan. Dan adiknya yang pontang panting menjadikan dirinya perisai di sana sini.
"Kau tidak berniat bergabung dengan mereka, Chullie? Mengingat kalian adalah satu kubu," balas Leeteuk, "dan melihat Yesung sangat melindungi para Vampire itu. Ah, dan juga dirimu, Shinigami Kyung!"
"Tidak, terima kasih," sahut Heechul, "aku tidak sebaik adikku yang mau mau saja menerima pukulan dari mu. Aku takut pada mu, tahu? Lagipula aku tak punya urusan dan hutang piutang pada Vampire Vampire tak tahu diri macam mereka."
"Hyung, sudahlah," Yesung menengahi, lalu berpaling pada Leeteuk, "terima kasih telah menahan seranganmu untuk ku, Teuki."
Leeteuk menatap Yesung. Dengan senyum tipisnya kembali membayang. "Oh kau pikir kepintaran ku hanya sampai sini, Yesungie?"
"Jangan gegabah, Soo!" ucap Han Geng, langsung ikut menyeruak maju, berhadapan dengan Leeteuk.
"Ah, Shinigami Kyung sudah bisa bicara rupa nya? Tak perlu merisaukan apa apa. Yang penting aku tidak menyerangmu. Itu sudah cukup bukan?"
"Soo! Keluarkan saja mutiara hitam itu! Jangan membuat dirimu sama dengan Iblis Iblis itu!"
"Yaa! Apa yang kau katakan, Han?! Kau mengejekku dan Yesung, eh?!"
"Aku tidak tertarik pada saran mu, terima kasih," balas Leeteuk dengan nada dingin, "aku hanya akan mengubah takdir semua orang dengan membunuh satu orang. Hanya satu orang. Tak perlu ada korban lagi karena diriku. Dan dia," Leeteuk tiba tiba menunjuk Eunhyuk, menatapnya dengan sadis, "dia sudah mengorbankan banyak orang karena ulahnya sendiri. Entah aku harus kasihan padanya atau justru membunuhnya pertama kali!"
"Bunuh saja dia pertama kali," celetuk Siwon yang sedari tadi menempatkan dirinya di barisan belakang, berjalan maju mendekati Leeteuk dengan langkah tenangnya, yang di ikuti dengan tatapan bingung oleh Kyuhyun dan tatapan kaget oleh Zhoumi.
Leeteuk tersenyum tipis mendengar ucapan ringan milik Siwon, "Menurutmu begitu kah?"
Siwon mengangguk sekali. "Kau itu Malaikat, Tuan Angel. Dan berhubung otak mu sudah berkali kali di cuci oleh beragam tangan, jelas saja kau tak bisa menemukan semua jalan keluar ini secepat yang di inginkan. Namun kurasa, memang sekarang lah waktu yang tepat untuk melenyapkan satu orang itu dan mengembalikan keadaan yang seharusnya."
"Kau tahu juga rupanya, Siwon ssi?"
Siwon tersenyum manis mendengar pertanyaan tersirat Leeteuk, "Karena mu, Tuan Angel."
TBC-
H-1 Leeteuk's Day on July 1st 2015 \^_^/ and I'm back with new chapter^^ Mind to review again? :) Thanks~
