Siwon menatap dari kejauhan. Leeteuk yang sedang menyiapkan masakan masakan lezat nya, sibuk menata makanan di meja, sembari menunggu kedatangan dongsaeng kesayangan nya untuk makan bersama. Dan itu berlangsung setiap hari.
Siwon menyunggingkan senyum tipis nya. Malaikat yang satu itu, sedang di jebak oleh seorang Shinigami, apa dia tidak peduli? Atau bahkan tidak mengetahui hal itu sendiri?
Siwon ingat ketika Leeteuk datang padanya, membuat diri nya begitu gugup dan berhati hati, berusaha untuk menampilkan kesan terbaik kepada Malaikat istimewa itu, tapi yang di lakukan Leeteuk adalah mengakui pada nya bahwa dia menyukai seseorang.
Seseorang yang begitu bertolak belakang dengan nya, memiliki siluet gelap pekat, misterius, dan terasa mengerikan.
Seseorang yang tidak pernah di ingat oleh otak nya, namun mampu di simpan begitu detail oleh hati nya. Termasuk juga perasaan nya.
Dan Siwon merasa bodoh seketika menyadari betapa jujur nya kata kata tersebut. Kata kata penuh ketulusan yang tak terbantahkan, di ucapkan dengan suara penuh gemetar oleh Leeteuk.
Ya, mereka belum terlalu lama mengenal, perasaan seperti itu pasti butuh waktu, dan ia merasa akan baik baik saja, walau sedikit sakit di rasakannya, mendengar pengakuan Leeteuk yang seperti itu.
Tapi nyatanya, tidak semudah itu. Tanpa sadar, langkah tegap nya selalu kembali ke tempat dimana dia bisa melihat Malaikat itu memasak -tanpa menggunakan kekuatan, kemampuan khusus, atau apapun itu- , menggunakan keterampilan kedua tangan indah nya itu dengan begitu cekatan, dan tahu tahu saja, aroma masakan itu sudah menggelitik hidung nya. Setiap hari.
Siwon mendengus pelan sembari menarik ujung bibirnya, tatkala dongsaeng yang di tunggu oleh Malaikat nya itu telah muncul satu per satu. Dongsaeng yang tak pernah benar benar menjadi dongsaeng biologisnya. Heechul, si Iblis yang jatuh cinta dengan malaikat penyayang yang satu itu, lalu Ryeowook, yang tidak sepenuh nya malaikat, dan terakhir ada Donghae, Vampire yang juga tidak sepenuhnya adalah Vampire. Entah bagaimana caranya Leeteuk mengenal makhluk makhluk itu, bahkan bisa berteman akrab dengan mereka.
"Karena tunangan mu itu adalah Malaikat unik, Siwon-ssi."
Siwon berbalik. Dan mendapati sosok Yesung dengan sayap kemerahan miliknya. "Hallo."
Yesung tersenyum simpul mendengar sapaan Siwon yang bersahabat. "Kalian berdua sama-sama unik di mataku."
"Ketularan dia, kurasa," Siwon mengerling ke arah Leeteuk yang tidak menyadari ada percakapan antara Siwon-Yesung yang cukup terlihat.
Yesung tersenyum lagi, dan menarik sayap nya. "Kenapa tidak bergabung di sana?"
Siwon menggeleng. "Kau saja."
"Kau bisa menjaga nya dari Shinigami tidak waras yang mengincar Malaikat mu itu. Kau tahu tentang itu, kan?"
"Ikuti saja permainan Shinigami itu, Sung. Dia memang belum waktu nya untuk kalah dari Leeteuk."
Yesung mengangkat alisnya. "Apa? Kau membiarkan Shinigami itu merebut posisi mu?"
"Posisi macam apa yang akan di rebut oleh nya, Sung?" tanya Siwon sembari tertawa kecil.
"Sebagai tunangan Leeteuk? Kau mencintai nya, bukan?"
Sekarang Siwon yang mengangkat kedua alisnya. "Kau pikir, dia semudah itu mengambil Leeteuk? Kau pikir hati Leeteuk sedangkal apa?"
Yesung menggeleng sembari tersenyum simpul. "Leeteuk beruntung memilih diri mu."
Siwon tertawa kecil sekali lagi. "Hanya kau yang berpikir begitu, Sung."
"Maksud mu?"
"Sudah lah," Siwon menepuk bahu Yesung. "Bantu aku menjaga nya, Sung. Di antara semua nya, aku paling mempercayai mu untuk menjaga nya."
"Aku tidak suka di suruh suruh malaikat," kata Yesung dengan nada datar, "walaupun yang menyuruh ku adalah Ketua Penjaga Malaikat sekalipun."
"Aku tidak menjadi Ketua tanpa alasan," seringai Siwon tipis, "lagipula, aku hanya mengatakan sesuatu yang memang pasti kau lakukan. Ini bukan perintah, tapi tanggung jawab mu sepenuhnya."
"Hei, apa beda nya?!" teriak Yesung setelah terperangah sebelumnya. Namun Siwon sudah melayang jauh sebelum Yesung sempat bereaksi dengan kata kata nya.
"Sungie?" sapa Leeteuk, dan Yesung langsung berjengit kaget. Yang hanya di pandangi oleh Leeteuk dengan wajah bingung. Lalu menoleh ke belakang Yesung. "Siapa yang baru saja kau ajak bicara?"
Yesung menggeleng dengan cepat. "Harum sekali masakan mu."
Senyum Leeteuk tersungging manis. "Masakan selalu beraroma harum."
"Dan juga kerendahan hati mu."
Leeteuk membulatkan matanya. "Hati ku harum?"
Yesung tertawa kecil mendengar candaan Leeteuk. "Aku lapar."
"Bergabung lah. Heechul sudah sedari tadi menunggu mu."
Yesung mengangguk semangat. Dan melangkah ke arah meja makan yang telah di penuhi oleh spesies yang berbeda beda, di ikuti oleh Leeteuk di belakang nya.
"Lama sekali," gerutu Heechul saat melihat Yesung muncul. "Aku lapar menunggu mu."
"Sejak kapan iblis butuh makan?" sindir Yesung, sementara Leeteuk menepuk bahu nya, dan membuat Yesung duduk di tempat miliknya, di samping Heechul dan bersebrangan dengan Donghae, Vampire kecil yang pernah di tolong oleh Leeteuk. Di samping Donghae, ada Ryeowook, adik dari Leeteuk, duduk bersebrangan dengan Heechul. Adik yang tidak benar benar adik, yang terlihat seusia dengan Donghae, meskipun Ryeowook tentu saja lebih tua beberapa windu di banding Vampire kecil yang bahkan belum bisa mengendalikan kekuatan nya itu. Jangan lupa bahwa Ryeowook tumbuh di lingkungan para malaikat seperti Leeteuk. Jadi, wajar saja dia terlihat seperti anak remaja berusia 12 tahun seperti Donghae, meski kenyataan nya, usia nya lima kali lipat dari kelihatan nya. Lagipula, untuk para malaikat, usia itu memang masuk dalam golongan remaja. Jauh lebih terlihat masuk akal daripada kakak nya, Leeteuk. Untuk kasus Leeteuk, wajah nya benar benar penipuan bagi penglihatan. Yang tidak bisa di jelaskan secara lisan maupun tulisan.
"Sejak Leeteuk yang memasak," cibir Heechul, membalas sindiran adiknya.
Yesung hanya mendengus pelan, sementara Leeteuk tertawa kecil mendengar kedua nya.
"Untuk Donghae, aku sediakan menu khusus, seperti biasa," senyum Leeteuk, menyodorkan segelas cairan berwarna merah yang segera di sambut oleh Donghae dengan ceria.
"Waw. Terima kasih, kak," ujar Donghae, yang di balas anggukan oleh Leeteuk.
Heechul menatap Leeteuk yang kemudian duduk di tengah Heechul dan Ryeowook itu. "Seperti biasa?"
Leeteuk mengangkat bahu, sembari tersenyum simpul ke arah Heechul dan mengambilkan beberapa makanan ke piring milik Heechul. "Ayo makan."
Yesung hanya menarik senyum tipis mendengar komentar kakak nya, dan Ryeowook juga fokus dengan makanan yang ada di hadapan nya, sama sekali tidak berminat untuk mencampuri obrolan.
Heechul menggeleng melihat kelakuan Leeteuk, yang sudah di ketahui oleh Yesung dan Ryeowook juga, bahwa gelas yang berisi cairan merah yang di berikan Leeteuk pada Donghae, juga tercampur setetes darah milik Leeteuk. Dan sisanya adalah sari buah, karena Leeteuk adalah Malaikat. Leeteuk tidak bisa mengambil setetes pun darah dari mahkluk apapun, oleh karena itu, dia mengubah citarasa sari buah, dengan tambahan satu tetes darah milik nya. Dan kemudian mengubah warna dan juga kepadatan sari buah itu, menjadi serupa dengan warna dan kekentalan darah yang biasanya di konsumsi oleh para vampire seperti Donghae.
Dan berhubung darah milik Leeteuk adalah jenis darah yang tak pernah tersentuh oleh kaum Vampire, tak ada yang tahu bagaimana reaksi darah itu di tubuh mereka. Leeteuk juga tahu, pasti ada konsekuensi untuk perbuatannya itu, dan itu sebabnya, dia hanya memberikan Donghae setetes. Karena jika vampire yang meminum nya, seberapa pun, atau walau darah malaikat hanya mengenai bibir para vampire itu, darah itu hanya menjadi racun untuk para vampire itu sendiri. Reaksi yang di ketahui hanya oleh para malaikat, karena tidak pernah ada vampire yang hidup setelah menghisap darah dari malaikat.
Tapi, saat Leeteuk dengan suka rela memberikan darah nya kepada Donghae di pertemuan pertama mereka, Donghae tidak menunjukkan reaksi itu. Donghae memang hanya menghisap sedikit, tapi jika bibir vampire bahkan tidak boleh menyentuh darah malaikat, Donghae pasti tidak selamat, karena telah dia menelan beberapa tetes darah Leeteuk.
Itu sebabnya, Leeteuk merasa jika selama ini reaksi yang di ketahui oleh para malaikat agak sedikit berlebihan. Menurut nya, vampire bisa meminum darah malaikat, tapi hanya dalam dosis yang sedikit. Karena vampire terbiasa menghisap darah makhluk hidup hingga habis, vampire terdahulu yang pernah mencoba menggigit malaikat, menghisap darah malaikat itu hingga habis. Dan karena darah malaikat memang berbahaya jika di minum dalam jumlah banyak, vampire tersebut pasti binasa setelah mendapat efek negatif dari darah vampire tersebut.
Dan melihat Donghae pun mendapat efek negatif dari meminum darah nya, itu sebab nya Leeteuk tidak memberikan banyak.
Mengapa Leeteuk tetap memberikan setetes darah nya pada Donghae walaupun sudah mengetahui bahwa dengan setetes pun sudah bisa berefek negatif dalam tubuh Donghae?
Karena, efek negatif nya hanyalah menekan nafsu liar Donghae sebagai Vampire, itu sebab nya tidak ada yang mencegah Leeteuk melakukan nya. Leeteuk juga tahu, bahwa meneteskan darah nya dalam minuman Donghae bisa membuat Donghae terikat dengan dirinya, dan membuat Donghae juga memiliki beberapa kekuatan miliknya, tapi dia tidak keberatan untuk itu.
Satu lagi efek yang di dapatkan Donghae setelah meminum tetesan darah Leeteuk, yaitu, dia jadi memiliki hati yang lembut, mudah tersentuh, dan lebih ramah dibanding Vampire kebanyakan. Entah itu efek negatif atau efek positif untuk Donghae, Leeteuk memutuskan itu yang akan di tinggalkan dalam diri Donghae jika suatu saat Leeteuk tidak lagi di samping Donghae. Lagipula, Vampire yang lembut dan ramah terdengar menyenangkan, bukan?
"Dia terlihat menikmati nya," ujar Ryeowook dengan cuek, sembari mengunyah makanan yang ada di piringnya. Dan Donghae yang di sebelahnya tidak menggubris obrolan yang lain, hanya meminum cairan merah dalam gelas nya itu dengan pelan pelan. Menikmati setiap kali cairan itu menyentuh bibirnya, dan dia akan menjadi yang terakhir selesai daripada yang memang mengunyah makanan.
Leeteuk menoleh ke arah Ryeowook, dan mengangguk menyetujui. Di sertai sedikit sesal, mengapa dia tidak bisa memberikan Ryeowook darah miliknya juga seperti dia memberikan nya pada Donghae.
Karena Ryeowook memang bukan adik kandung nya. Ryeowook yang sebenarnya hanyalah bayi manusia yang berpotensi menjadi penguasa lalim, atau iblis tingkat satu, sebelum di ambil oleh Leeteuk dan di bawa ke Langit Atas.
Saat itu, Leeteuk sedang berpatroli di daerah perbatasan antara dunia langit dan dunia manusia, dan menemukan seorang balita sedang menggendong seorang bayi, dalam posisi duduk, dan tubuh mereka terendam separuh dengan darah. Entah bagaimana cara mereka berdua berada dalam kubangan penuh darah itu, hingga Leeteuk menggunakan kekuatan nya untuk melihat apa yang terjadi pada mereka berdua saat itu.
Ternyata, mereka terjebak dalam Perang Dunia II yang menimbulkan korban nyawa yang tidak sedikit, dan kedua orang tua mereka menyembunyikan mereka di sebuah ruang bawah tanah, menempatkan mereka kedalam keranjang besar yang biasa di gunakan sebagai tempat penyimpanan makanan, menyembunyikan kedua anak mereka di dalam nya, dan beberapa detik setelah orang tua mereka menutup tempat tersebut, puluhan bom menghantam tubuh orang tua mereka, dan juga ratusan orang lain di daerah tersebut, dan hujan darah tak dapat di hindari. Darah darah tersebut tentu saja mengalir ke tempat yang lebih rendah, dan itu adalah tempat keduanya berada.
Dan meskipun tempat mereka di sembunyikan adalah tempat penyimpanan makanan, makanan makanan tersebut telah terendam oleh darah yang sudah tidak bisa lagi di pastikan dari apa saja. Makanan yang telah terendam oleh darah itulah yang di konsumsi oleh si kakak bayi itu. Sang kakak rupanya tahu bahwa adik nya hanya butuh susu, hingga dia hanya memberikan adiknya susu yang di fermentasi yang ada di tempat tersebut. Dan saat susu tersebut habis, dan sang kakak akan memberikan darah tersebut untuk adiknya agar tidak kelaparan, saat itulah Leeteuk datang dan menyelamatkan mereka.
Leeteuk menangis sembari menggendong mereka, menyelamatkan mereka dari kematian, atau bahkan lebih dari itu. Sang kakak, walaupun Leeteuk mati matian mengeluarkan darah yang mengandung kebencian dan dendam itu dari tubuhnya, rupanya sepuluh hari terendam dalam kubangan darah, dan hanya mengkonsumsi makanan yang telah bercampur darah, sudah cukup membuat sang kakak yang awalnya hanya bayi manusia, menjadi iblis tingkat II, yang tidak bisa di ubah kembali oleh Leeteuk. Leeteuk hanya bisa menaruh mutiara hitam ciptaan nya di dalam tubuh sang kakak, agar bisa mengendalikan kekuatan dan aura jahat yang menyelubungi si kakak. Dan mempercayakan pengasuhan si kakak kepada adik angkat Ibu nya yang kebetulan bukanlah Malaikat, seperti Ibu nya. Serta memberi nama baru pada si kakak, yaitu Kim Shin Dong.
Sementara si adik, di bawa oleh Leeteuk karena masih bisa di bersihkan dari darah tersebut, dengan cara di basuh oleh Lumpur yang hanya terdapat di Langit Atas. Sayang nya, Leeteuk tidak ingin si adik di lupakan oleh kakaknya, jadi, dia menghapus seluruh keburukan dalam diri si adik, dalam raga, jiwa dan pikiran. Dan membuatkan mutiara kuning yang berfungsi menekan keburukan yang mungkin akan muncul lagi, dan terhubung oleh mutiara hitam yang telah di buat nya untuk Shindong, si kakak. Tapi, hanya si kakak yang mengingat si adik, sementara si adik tidak memiliki ingatan apapun tentang kakaknya. Tapi karena si adik memiliki mutiara kuning dalam dirinya, dia akan bisa mengetahui jika kakaknya ada di hadapan nya. Berhubung Leeteuk memilih untuk mempertemukan keduanya suatu hari nanti, adik itu di rawat nya sendiri, dan di beri nama Kim Ryeo Wook.
Hanya saja, hingga kini, Leeteuk belum menemukan waktu yang tepat untuk mempertemukan kembali Shindong dan Ryeowook. Mungkin bisa saja di atur sedemikian rupa, apalagi dia sendiri adalah Malaikat, tapi Leeteuk tidak mau menggunakan kekuatan untuk menciptakan waktu. Dia tahu itu untuk tujuan yang baik, namun dia lebih ingin Ryeowook terlebih dahulu dewasa, mampu menekan dan mengendalikan kekuatan dengan lebih baik, sehingga saat bertemu, mereka tidak bertarung karena pengaruh mutiara ciptaan nya yang memang berlawanan fungsi akibat penyesuaian dengan tubuh yang di isi nya. Walaupun sebenarnya, kedua mutiara itu terhubung satu dengan lainnya.
"Anak kecil, minum saja perlu waktu lama," cela Heechul kesal. Yang langsung di pelototi oleh Leeteuk, sementara Donghae yang di sindir cuek saja seolah tak mendengar apapun.
"Jangan dengarkan paman yang suka iri, Hae. Lebih baik bergaul dengan kakak kakak baik seperti ku dan kakak Malaikat, betul tidak?" Yesung mengulurkan telapak tangan nya, yang langsung di tepuk dengan semangat oleh Donghae.
"Betul sekali," seru Vampire remaja itu dengan suara ceria, khas diri nya -dan setengah Leeteuk- sembari mengangguk angguk setuju.
"Siapa paman iri?" sergah Heechul. "Aku? Paman? Dan kamu menyebut dirimu Kakak? Tolong di ingat ya, beda usia kita sangat dekat, jadi seharusnya kamu sadar bahwa kamu juga sudah sangat pantas di panggil paman," lanjut Heechul panjang dengan nada menggerutu.
Yesung mengangkat bahu. "Beda 600 tahun itu tidak dekat, sama sekali."
"Itu hanya berbeda sekitar 6 tahun di dunia manusia, Sung." Leeteuk menambahkan, dan Heechul segera membusungkan dada mendengar pembelaan Leeteuk, "tapi memang Yesung tidak terlihat seperti paman, menurut ku," lanjut Leeteuk, dengan pose seperti berpikir, membuat Yesung dan Donghae sekali lagi membuat tepukan dengan dua tangan mereka, dan Heechul langsung cemberut lagi.
"Tapi Heechul juga tidak terlihat seperti paman," Leeteuk tersenyum kecil ke arah Heechul, lalu berpaling ke arah Ryeowook, "benar kan, apa yang ku katakan, Wook?"
Ryeowook mengangkat bahu nya. "Sama cantik nya dengan diri mu." Lalu meninggalkan meja makan itu begitu saja.
"Anak itu sama sekali tidak berubah perangai nya," gerutu Heechul. Sementara Leeteuk hanya melongo.
"Aku? Cantik? Sepertinya jenis kelamin ku belum berubah."
"Hei, tidak usah memusingkan itu," tegur Heechul. "Bagaimana kalau kau memusingkan tentang perangai nya saja? Yang sama sekali tidak cocok dengan status yang di sandangnya selama ini. Kau yakin itu adik mu?"
Leeteuk memandangi Heechul. Ya, Heechul memang tidak tahu apapun tentang Ryeowook. Dan entah kenapa, Ryeowook terasa lebih mendekati Heechul. Dalam hal perangai, dan entahlah. Ada perasaan lain yang mengusik Leeteuk di antara Heechul dan Ryeowook. Perasaan itu tak bisa di jelaskan. Namun tak bisa juga di tepis begitu saja. Perasaan bahwa ada yang salah. Seharus nya, perasaan itu bukanlah di antara Heechul dan Ryeowook. Tapi, Shindong dan Ryeowook. Tak ada hubungannya dengan Heechul. Sama sekali tidak ada. Seharusnya.
