Cerita ini terinspirasi dari anime Yaoi Jepang berjudul Kami-sama Darling yang dibuat oleh Aiba Kyouko. Aku hanya mengganti nama tokoh dan beberapa alur cerita mungkin sedikit berbeda.
Selamat membaca!
.
.
.
'Semenjak orang asing itu datang, kejadian-kejadian aneh selalu bermunculan. Sebenarnya apa yang sudah aku lakukan?'
"Ah Yoongi!"
Sebuah panggilan dari arah belakang mengintrupsi langkah kaki Yoongi yang akan memasuki kelas. Yoongi membalikkan badannya dan tersenyum ketika melihat sang pemanggil.
'Cantik'
"Hai Lisa." Sapa Yoongi. Ia melirikkan matanya ke samping yang langsung bertemu pandang dengan orang di sebelah Lisa.
"Hai juga Rose." Sapanya kembali. Yoongi sedikit tertawa dalam hati kala ia melihat Rose sedikit bersemu karenanya. Oh, apakah ini tandanya ia akan punya pacar? Thanks to Kami-sama!
"Hai juga Yoon. Eh, tentang group date yang kita bicarakan di email.. Um..."
"Kenapa? Lisa sudah pilih tempatnya?"
"Um.. Aku.." Lisa mendadak gugup. Siapa yang tidak gugup man, ini Yoongi loh, Yoongi! Pria cantik dengan gummy smilenya yang memikat hati para pria dan wanita. Yahh,, walaupun tidak populer seperti Jimin dan Namjoon sih, tapi tetap saja dirinya kan pria.
"Kalau kau ingin ikut, berkencan denganku saja Yoon!" Tiba-tiba Rose sudah berdiri di hadapan Yoongi. Yoongi melebarkan matanya kaget, begitu juga Lisa yang hanya bisa mengedipkan matanya.
"Heh enak saja! Rose, bisakah kau cari yang lain dan jangan mengambil Yoongiku?!" Mata Lisa berkilat marah dan memandang Rose sengit.
Sementara Rose juga tak mau kalah, ia balik memandang Lisa dan menjulurkan lidahnya.
"Makanya gerak cepat, siput Thailand."
"Kau mau mati ya?!"
"Aku maunya Yoongi! Wleee"
"Heh dia itu punyaku. PUNYAKU. Kau sama BamBam saja sana!"
"Tidak mauuuuuuu! Aku alergi dengannya! Iyuhhh.. Huhuhu Yoongi!"
Sementara Yoongi yang diperebutkan hanya menunduk dan menutup wajahnya dengan tangan, malu total karena mereka bertiga menjadi bahan tontonan orang.
'Sampai sekarang aku belum dapat pacar! Huhuhu eomma, bagaimana ini. Aku tidak mau jadi perjaka tua!'Mana gadis-gadis ini seperti singa kelaparan! Aku belum siap disantap oleh mereka di ranjang! Hihhh.'
"Yoon! Yoongi! Kau dengar aku?" Yoongi tersentak. Dengan cepat ia menengadahkan wajahnya. Belum sempat ia membalas, sebuah tarikan kuat ia rasakan pada pinggangnya.
'Heol, benang ini lagi.'
"Yoongi! Siapa diantara kami yang akan kamu pilih?!"
"Aku saja Yoon! Aku!"
"Jangan pilih dia Yoongi! Aku saja!"
"Aku!"
"Aku!"
"Diam siput Thailand! Yoongi milikku!"
"Dia punyaku, mawar busuk!"
"Siapa yang kau panggil mawar busuk hah?! Dasar siput!"
"Kau mawar busuk! Wleee, bau ketek! Hihhh!"
Sementara itu, Yoongi berusaha melepas benang merah yang melilit pinggangnya. Sesudah terlepas, ia mengedarkan pandangannya dan seketika terlonjak ketika menemukan Taehyung sedang berdiam di pojokkan sambil menatapnya.
'Hiyaaaa! Dia lagi! Aku takut! Eomma!'
"Yoongi! Jangan lari! Ya! Yoongi!"
Teriakkan Rose dan juga Lisa tak Yoongi hiraukan. Dirinya terus berlari keluar kampus hingga kaki-kaki kecilnya membawanya pulang ke rumah. Dirinya tak habis pikir, sebegitu inginnya kah mereka berdua berkencan dengannya?
.
.
.
"Hahh... Hahh.. Akhirnya sampai juga di rumah. Sial, gara-gara mereka aku harus skip kelas. Dan apa-apaan benang merah itu tadi, Taehyung ada di sana? Dia mengikutiku ya?"
Yoongi melepas sepatunya dan melemparnya asal ke halaman. Ia lalu merogoh kantung celananya, niatnya ingin membuka pintu rumah, tetapi kemudian Yoongi menyerngit ketika dirasanya pintu tersebut tidak terkunci.
"Kenapa ini tidak dikunci? Apa ada orang di dalam? Sharon Ahjumma?"
Yoongi mengendap-endap masuk ke dalam rumahnya, ia menyalakan saklar lampu dan melihat ke sekililing. Aman.. tetapi tidak ada tanggapan dari ahjumma tukang bersih-bersih iiu. Lalu, siapa yang ada di dalam? Mungkinkah pencuri?
"Akhirnya kau pulang juga, kucing kecil." Tiba-tiba suara berat menyapa indra pendengaran Yoongi. Yoongi membalikkan badannya cepat dan terkejut ketika menemukan Taehyung sudah berada di belakangnya, lengkap dengan smirk maut andalannya.
"K..Kau! Apa yang kau lakukan di rumahku?! Uwahhhhh.. Kau melayang?!"
"Rumahmu? Ini rumah kita, sayang. Oh, tentu saja aku melayang, aku kan dewa, bisa apa saja." Ujar Taehyung bangga. Yoongi mendecih kesal, ia menaruh tas nya ke meja dan terduduk malas di kasur lipatnya.
"Daripada mirip dewa, kau lebih mirip setan, Taehyung-ssi." Yoongi tergelak dalam tawanya. Perempatan imajiner muncul di dahi Taehyung. Apa kata Yoongi tadi? Tampan begini dikata mirip setan? Mirip Kim Woo Bin sih iya.
Secepat kilat, Taehyung mendorong Yoongi yang masih tertawa dan menindih Yoongi di bawahnya. Kemudian Ia menyatukan kedua tangan Yoongi ke atas kepala dengan benang merah miliknya.
"Gyahhh! Lepaskan! Lepaskan aku, brengsek!"
"..."
"Taehyung brengsek! Lepaskan aku!"
"Tidak sebelum kau diam dan dengarkan aku." Taehyung bangkit dan menyenderkan tubuhnya di dinding. Ia tidak berkata apa-apa dan hanya menyilangkan kedua tangannya.
Atmosfer ruangan seketika berubah menjadi mencekam. Yoongi diam dan memandang Taehyung lamat-lamat. Dengan berat hati Yoongi menganggukkan kepalanya. "Iya.. Iya.. Aku diam. Tapi lepaskan benang ini dulu, juseyoo."
Taehyung menggeleng, "pertama, mari kubantu kau duduk dulu." Tanpa menyentuh Yoongi, Yoongi terduduk dengan sendirinya dengan tangan yang masih berdiam di atas kepala. Ia terkejut dan jantungnya berdegup kencang. Tidak terhitung berapa kali ia terkejut hari ini atas perilaku manusia ajaib di hadapannya.
"Ka..Ka..Kau.." Yoongi terbata.
'Sebenarnya kau ini siapa Taehyung-ah?'
"Kau benar-benar tidak mengenalku?" Wajah Taehyung berubah sendu. Yoongi terperanjat.
"Apa yang kau maksud dengan 'kau tidak mengenalku', Taehyung-ssi? Kita baru saja bertemu dan... Dan kita tidak pernah bertemu sebelumnya." Yoongi melirih di akhir kalimatnya. Ia tercekat melihat wajah Taehyung yang semakin muram.
'Tapi sepertinya Taehyung mengenalku, but, how? We haven't meet, for god's sake.'
"Ingat baik-baik Yoongi! Aku tahu kau pasti ingat padaku!"
Taehyung melompat dan bersujud ke depan Yoongi dan berteriak di hadapan pemuda tersebut.
"Aku tidak tahu siapa kau! Demi dewa, Taehyung! Kita baru sekali ini bertemu!" Balas Yoongi sambil teriak pula. Taehyung memegang bahu Yoongi dan menggigit bibirnya pelan.
"Ingat-ingat lagi bodoh! Jangan menyerah terlalu cepat! Ini bahkan baru 10 tahun yang lalu, Yoongi!"
"Aku tidak bodoh Taehyung! Aku memang tidak ingat! I still don't get it!"
"Itu mudah! Geezz, anak muda jaman sekarang! KAU HANYA PERLU MENGINGATNYA YOONGI!"
"Aku tidak tahu orang yang aku bahkan belum pernah bertemu Taehyung! Berhenti memaksaku! Hiks... Aku.. hikss. Aku tidak tahu, huhuhuhu. Jangan hiks membentakku. Huhuhuhu."
"Aku mengerti.. Maafkan aku. Jangan menangis lagi, hatiku sakit." Taehyung menyeka air mata di wajah Yoongi yang masih sesegukkan.
"Hikss. Ja.. hat. Hikss. Taehyung jahat. Huhuhu."
"Jangan menangis, Yoongi. Maaf. Maaf. Cup cup cup.. Sudah ya, jangan nangis lagi."
Tak lama tangisan Yoongi berhenti. Setelah dirasa pemuda manis itu sudah tenang, Taehyung melepaskan ikatan benang merah miliknya dan mengusap kepala Yoongi pelan.
'Eh, kemana benangnya?'
"Umm Tae.." Ujar Yoongi serak
"Ya?" Taehyung tersenyum simpul dan kembali bangkit. Diliriknya Yoongi yang masih memandang dirinya dengan penuh tanya.
"Kau terlihat tertekan, ada apa? Apa yang aku lakukan kemarin sampai membuatmu jadi seperti ini? Maafkan aku."
"Hmm.. Tentang itu.. Kemarin kau mabuk dan berdoa di kuil..."
"Hah? Berdoa?" Yoongi memiringkan kepalanya bingung.
Flashback
Ah.. Aku ingat. Kemarin aku sedang mabuk bersama Jaebum dan Mingyu..
"Hey hik Yoongi, kau hik masih belum dapat pacar hah? Hahahahha, hik dasar jomblo! Hik!"
Mingyu sialan.
"Jika aku bisa dapat satu, aku pasti sudah pacaran bedebah."
"Kau harus cepat dapat pacar dan nikah Yoon! Hik.. Jangan sampai nanti kau jadi perawan tua. Hahhahahaha." Kali ini si Jaebum bau sampah yang berbicara. Awas saja nanti, aku potong burung kalian berdua!
"Jaebum hik bego. Yoongi kan hik pria. Masa jadinya perawan? Hahahahha."
"Aku lupa hik. Yoongi kan cantik, makanya belum dapat pacar dan jadi perawan tua hahahahha."
Aku yang masih setengah mabuk hanya memandang datar mereka berdua yang kini berjoget ria di tengah-tengah kerumunan orang. Dasar sinting, bukan temanku!
"Aku mau pulang!"
"Dadah cantik! Hahaahhah!"
"Sial! Sial! Sial!"
Aku berjalan sempoyongan dengan berpegangan ke dinding. Pusing sekali rasanya. Sial, harusnya aku tidak mabuk hari ini. Mingyu dan Jaebum sialan. Aku kutuk kalian berdua.
"Haruskah aku berdoa agar dapat pacar? Hngggg, ah ada kuil."
Flashback end
"Ya, dan kau berteriak, menyumpahi aku agar dapat pacar, memaki-maki aku karena kau belum juga dapat pacar. Huh, mendengarnya saja aku sudah tidak kuat." Taehyung mengusap wajahnya kasar. Kalau diingat-ingat lagi, dirinya yang saat itu sedang tidur nyenyak terbangun dan terjatuh dari tempat tidurnya karena teriakan Yoongi di kuil. Benar-benar menyebalkan.
"Lalu?"
"Lalu kau berdoa, khusyuk sekali, agar kau menjadi populer, dan agar banyak gadis-gadis yang mendekatimu. Aku kasihan padamu, jadi aku kabulkan."
"Jadi tadi pagi..."
"Ya.. Perihal Lisa dan Rose yang mengejarmu, itu perbuatanku. Seperti yang kau inginkan, aku mengabulkannya."
"Ba.. Bagaimana kau tahu kalau aku yang berdoa hah? Kau menguntitku?!"
"Hhhh. Sudah kubilang berapa kali, Yoongi. Aku, Kim Taehyung, adalah seorang dewa di yang tinggal di kota khusus dewa. Apa kau masih tidak percaya?"
Yoongi menganga. Manusia ajaib di depannya ini beneran dewa ya?
"Well.." Lanjut Taehyung. "It's fine. Aku sudah mengabulkan permintaanmu dan kau juga sudah merasakan efeknya kan? Fufufufu." Taehyung mengeluarkan benang merah miliknya lewat telunjuk dan memainkannya.
"Woahhh woahhhh. Benda itu ternyata keluar dari tanganmu?" Yoongi menatap Taehyung dengan rasa penasaran yang besar. Benang itu, benang itu kan yang selalu melilitnya?!
"Ini disebut 'red string'. Siapapun dewa yang sudah punya benang ini, akan menemukan pasangan hidupnya dan menjadi terikat selamanya dengannya. Jika pasangan hidup kami menginginkan sesuatu, maka kami juga akan turut menginginkan itu. Dan apapun yang pasangan hidup kami rasakan baik itu sakit atau senang, akan kami rasakan juga, bahkan lebih parah." Jelas Taehyung panjang lebar.
'Benang itu.. Seperti yang ada di komik romansa yang sering aku baca.. Normalnya, benang merah ini akan keluar jika dewa sudah bertemu pasangan hidupnya. Apa itu artinya..'
"Aku sudah menunggu 10 tahun untuk ini Yoongi. Sekarang giliranmu untuk mengabulkan permintaanku."
"Per.. Permintaan apa?!"
"Ayo jadi pengantinku!"
TBC!
Notes:
Haloooooo, aku kembali akhirnya.. Hahhahaha..
Maaf membuat kalian menunggu lama sekaliii, 3 bulan lebih ya? Maaaffffff bangettt aku sibuk ujian dan bekerja. Tapi kemarin ujianku sudah beres dan kerjaanku juga sudah beres total sampai akhir bulan nanti.. Hehehe. Jadi aku up sekarang sebagai permintaan maafku..
Sebagai gantinya, chapter ini aku buat panjang lohh.. 1600 kata lebih, wawww rekor ya..
Aku tidak akan panjang lebar, semoga kalian suka dengan ceritanya..
Jangan lupa vote dan komen, karena aku selalu menunggu itu semua
Terimakasih. Arigatou. Kamsahamida. Xie-Xie. Thank You.
Bandung, 17 Januari 2019
-Ugi.
