Warning : TYPO(S) bertebaran,bahasa tidak sesuai EYD,OOC berlebihan,Garing,DLL
.
Summary : Suki desu merupakan kalimat klise untuk menyampaikan perasaanmu pada orang yang kau sukai namun,prakteknya sangat sulit dilakukan.
.
.
SUKI DESU
.
Damonenprinz
.
Chapter 2 : Homework ? I wanna play ?!
"Menuntut ilmu merupakan kewajiban para pelajar . Padahal ilmu tidak bersalah kenapa pula harus dituntut !? . Kan kasihan ilmunya jika setiap pelajar menuntutnya , kalau ilmunya kalah dipengadilan lalu masuk penjara gimana !?"
Yeahh.. itu hanyalah suatu pemikiran fantastis yang terlintas di otak Nanodayo seorang Haruno Sakura . Ketahuilah semuanya bahwa itu hanya alibi untuk tidak datang ke sekolah . Sesungguhnya Sakura suka datang ke sekolah tapi jika sudah dihadapkan dengan musuh para siswa *read:tugas* , ingin sekali Sakura mengacungkan jari tengahnya kearah guru teroris yang disinyalir bernama Hatake Kakashi . Sakura lelah ! sungguh ! Ia lelah dengan musuh para siswa ! . Apalagi jika sudah membahas soal yang membuat otak pusing 2 keliling . Ditambah guru teroris yang seenak kokoro-nya memberikan tugas yang jika di hiperbola-kan layaknya gunung fuji yang bertambah tinggi akibat minum susu z*e.
Sekali lagi !
Sakura lelah.. ! sungguh !
Kokoro-nya sudah tidak kuat menanggung beban yang diberikan guru teroris ter-nanodayo di sekolahnya .
.
Gara-gara musuh para siswa , Sakura tidak bisa bermain monopoli di rumah Itachi hari ini .
Gara-gara musuh para siswa , Sakura harus memutar otaknya yang terkadang harus diupgrade seminggu sekali .
Gara-gara musuh para siswa , Sakura tida bisa menonton Eren dan Levi heichou yang selalu ditayangkan pada hari minggu di salah satu stasiun televisi swasta anak-anak .
"ARRGHHH..." Sakura mengerang frustasi,mengacak surai senada Sakura musim seminya secara brutal ketika menemukan soal yang membuat otaknya mendidih . Menghela nafas lelah , Sakura mengambil ponselnya dan mulai mengetik pesan pada salah satu kontak di nomor ponselnya .
To : Chicken Butt
Sub : SOS
Bantu aku ! ini darurat !
.
Sasuke Uchiha adalah nama dari bungsu keluarga uchiha tentu saja . Ia tengah duduk atau lebih tepatnya berguling-guling di karpet bergambar ular yang katanya lagi ngetrend ? . Tidak ! ia bukannya tidak ada kerjaan , hanya saja ia terlalu malas untuk pergi keluar hari ini bersama kakaknya untuk bersenang-senang di suatu tempat liburan yang penuh dengan princess berbaju kelap-kelip . Memikirkannya saja membuat Sasuke bergidik ngeri . Secara ia sudah SMA ! dan ia harus bisa menjadi panutan tetangga-tetangganya ! .
Heleeh ..
Karena ia sudah menolak ajakan Itachi akhirnya ia berakhir tragis .. hmm maksudnya berakhir berguling-guling ria di karpet ularnya . Ia mengakui bahwa dirinya bosan setengah hidup .
LIME!
Suara yang berasal dari Smartphonenya menghentikan aktivitas berguling-guling rianya . Ia curiga barangkali Itachi kembali mengajaknya ke tempat tersebut .Ponselnya ia buka dan menampakkan pesan atas nama Jidat Lebar . Sasuke mengernyit heran "tumben ia mengirimiku pesan ?" . Sasuke hanya tersenyum aneh dan membalas pesan Sakura .
To : Jidat Lebar
Resub : SOS
Bantu apa ? -_-
Sasuke menyentuh layar dengan tulisan send . dan melempar sembarang ponselnya ke arah sofa .
LIME!
Namun,ponsel tersebut kembali berbunyi tanda pesan masuk . Dengan malas Sasuke mengambil lagi ponselnya dan membukanya .
To : Chicken Butt
Sub : SOS
Pokoknya bantu aku ! akan kujelaskan jika kau sudah sampai di rumahku ! . Ini kondisi darurat Sas ! . Aku tunggu 5 menit !
Sasuke semakin mengernyit heran atas tingkah ajaib tetangganya itu . Minta bantuan kok ngotot banget sih ?! .Ingin rasanya Sasuke sleding jidat lebarnya itu . Dengan ogah-ogahan Sasuke bangun dari posisi nyamannya dan segera ke mansion Haruno .
.
.
.
"Kenapa kau lama sekali sih Dasar Chicken butt !"
Perempatan siku muncul kala bungsu Haruno itu protes atas keterlambatannya . Hell ! sejak kapan ia membuat kesepakatan akan datang dalam waktu 5 menit ! . Seharusnya kedatangan dirinya itu disyukuri bukan diumpati . Dengan kesal Sasuke menjitak jidat lebar Sakura itu .
Pletak .
"Sakit bodoh ! kenapa kau menjitak jidatku !" Sakura meringis menahan sakit dari jitakan maut Sasuke .
"Kau yang bodoh ! apanya yang daruratnya ? kalau bukan hal penting aku mau pulang !" Sasuke berujar ketus dan menatap tajam Sakura . Gadis ini tidak tahu malu sekali meminta tolong tapi mengumpati dirinya juga . Tahu begini ia lebih memilih guling-guling manja di karpet ularnya .
"Ini darurat Sas ! Masuk dulu makanya dan tunggu aku di ruang tamu"
Sasuke hanya menghela nafas kasar dan segera masuk ke mansion Haruno . Ia berjalan menyusuri ruang tamu dan duduk di salah satu sofa empuk disana . manik kembarnya menyusuri koleksi boneka-boneka yang memakai baju gothic lolita dipajang di salah satu lemari . Sasuke yakin seratus persen itu milik Sasori .
Selang beberapa menit berikutnya Sakura datang dengan beberapa buku yang dibawanya dari kamar . Dan menjatuhkan buku itu di atas meja dekat sofa yang Sasuke duduki . Sasuke menaikkan sebelah alisnya menuntut jawaban .
"Nah bantu aku untuk menyelesaikan pr sialan ini ya Sas" Sakura berujar dengan cengiran polosnya . Membuat Sasuke melotot tajam pada Sakura .
"kenapa tidak kau kerjakan sendiri sih ?" Sasuke sewot sendiri karena minggu terakhir liburannya dicekcoki pekerjaan rumah Sakura . Bukannya Sasuke tidak mau , hanya saja ia terlalu malas saat ini . Kenapa tidak dari kemarin coba anak ini buatnya ?
"Kau bodoh atau dungu sih ? Justru karena aku tak paham makanya kutanya padamu , ingat Sas malu bertanya sesat di jalan"
"Bacot ! Kenapa tidak dari kemarin buatnya ? Ini kan tugas yang diberikan untuk 2 minggu dan besok akan dikumpul bodoh"
"Ya makanya ini darurat Sas !"
Sejenak pemuda itu diam dan menghela nafas kasar . Percuma berdebat dengan Sakura dan kebiasaan buruknya yang selalu membuat pekerjaan rumah dengan waktu yang mepet karena sibuk menonton kartun-kartun tidak jelasnya itu . Bikin emosi saja .
"Jadi, bagian mana yang belum selesai ?" Bungsu Uchiha itu mencoba mengalah dengan makhluk pink di depannya ini .
"Se . mu . a . nya heheh"
Twitch
Perempatan siku muncul di dahi Sasuke . 'Yang benar saja' batinnya dan hanya dibalas cengiran kuda dari gadis pinky itu .
.
.
.
Setelah selesai dengan 150 butir soal Fisika dan antek-anteknya gadis pinky itu terkapar di karpet siputnya . Jarum jam telah menunjukkan pukul 8 malam . Tidak terasa 7 jam lebih ia menghabiskan waktu dengan membahas soal-soal sialan itu dan sekarang perutnya meronta minta diisi .
"Sas kau lapar ?" Sakura bertanya dengan posisi telentang di karpet dekat sofanya .
"Hmm" Sasuke hanya membalass dengan gumaman .
"Sebentar aku memasak dulu !"
"Memangnya kau bisa memasak ?"
"Tentu saja bisa!" Sakura segera beranjak dari posisinya dan segera menuju ke dapur . Untuk urusan dapur itu dipegang oleh ibunya atau dirinya jika sang Ibu tidak ada . Para maid dirumah ini hanya bekerja membersihkan seluruh mansionnya kecuali kamarnya dan Sasori . Karena sang Ibu tidak ingin anaknya menjadi manja dan pemalas.
Gadis pinky itu mulai menjelajahi isi kulkasnya dan mengambil beberapa bahan . Ia sudah memutuskan akan membuat nasi goreng seafood karena tidak mau repot . Setelah menyiapkan bahan-bahan , Sakura memakai apron dan mulai memanaskan minyak goreng .
Sementara itu Sasuke sudah tepar karena berusaha mengajari Sakura tadi . Ia sudah lelah memutar otak agar Sakura bisa memahami materi yang padahal menurut Sasuke itu sangat mudah ! . Tak ayal kadang Sasuke menggetok kepala Sakura dengan kotak pensil besi milik Sakura . Mengajari Sakura itu memang menguras tenaga lahir batin . Jadi , ia hanya guling-guling tidak jelas di karpet siput Sakura sambil sesekali mengecek ponselnya . 10 menit kemudian Sasuke mulai bosan menjelajahi internet lalu ia pun menyusul Sakura yang fokus berkutat dengan masakannya . Lalu duduk di salah satu kursi dan menumpu sebelah kepala di atas meja makan .
"Aku tidak percaya kau bisa memasak forehead,kupikir kau akan meledakkan dapur" Sasuke menatap punggung Sakura yang masih sibuk mengaduk semua bahan menjadi satu dalam wajan penggorengan .
" Aku tidak sepertimu yang meledakkan dapur hanya karena menggoreng telur ! Lagipula apa yang bisa dilakukan oleh chicken butt sepertimu sih selain belajar !" sungut Sakura .
"Sejak kapan aku meledakkan dapur ! Jangan fitnah !"
"pffft- fitnah apanya ? Itachi-nii mengatakan hal itu padaku tempo hari bodoh !"
"ck keriput sialan itu selalu saja bocor" umpat Sasuke kesal . Sementara Sakura menghidangkan makan malamnya di atas piring .
Sesi debat unfaedah itu diakhiri dengan Sakura yang meletakkan sepiring nasi goreng seafood di hadapan Sasuke .
"Makanlah !" ujar Sakura singkat dan duduk di hadapan Sasuke .
"Kau tidak sedang meracuniku kan ?" Sasuke menatap nasi goreng di hadapannya dengan ragu .
"Bacot banget sih ! Kalau ngga mau ya gak usah dimakan " Sakura berkata sarkas dan mulai berdo'a , mengabaikan sosok pemuda yang tengah menatap dirinnya dengan jengkel . Sebelum akhirnya sang pemuda juga ikut menyantap makanannya tanpa banyak bacot lagi .
Mereka makan dengan tenang dan tidak berbicara karena memang mereka sudah lapar setengah mampus menghadapi soal-soal fisika yang kelewat kampret menurut Sakura .
Tbc
Chapter 2 is up setelah setahun hiatus nulis ! Saia sering sekali terkena writeblock !
