Halo...
Nah...penulis kini merasa ragu ada yang bisa mendengar suara penulis lewat bacaan. Abaikan saja.Disini penulis...menghargai ulasan yang telah diberikan. karena minat baca menurun, penulis menjadi ragu albahwa akan ada yang membaca cerita ini. Tapi bagimanapun cerita ini merupakan ajang penyaluran imajinasi penulis yang tak dapat tersampaikan dalam canon.
Crossover Narutox Sekirei.Pairing Utama : NarutoxKarasuba MinatoxMusubi
Diclaimer : Sayangnya Naruto dan Sekirei Secara legalisme bukan milik Author.
~selamat membaca~
...Kak!"
Sebuah suara berhasil mengusiknya tidurnya.
Naruto membuka matanya pelan, iris biru laut mengintip dari balik kelopak matanya yang terasa berat. Dia merasa sangat lelah.
"..Kakak!"
Pandangannya yang masih buram menangkap sekilas rambut coklat dan mata yang khawatir.
"Kakak Bangun!"
Sesuatu yang kecil, hangat, terasa menindih dan memukul-mukul dadanya. Cokelat. 'Ha...ya...to' Naruto mencoba membisikkan nama dari balita 4 tahun itu. Tapi suaranya bahkan tidak keluar. Dia mencoba lagi untuk ketiga kalinya.
"Haya...to"
Balita kecil itu tersentak, kemudian menatap langsung kearahnya, kearah sosok pirang pucat sang kakak yang balik menatap dengan biru kusam yang lelah. Lalu bibir kecilnya bergetar mengeluarkan isak tangis. Naruto mengusap mengusap punggung kecil adiknya pelan, sekuat tenaga mencegah tangannya untuk bergetar karena kekurangan tenaga.
"Bisa tolong ambilkan air?" Dia meminta dengan tawa yang tersendat, suaranya terdegar serak.
xxxx
"Namaku Namikaze Naruto."
Memperkenalkan dirinya didepan rekan kerja barunya, pemuda 14 belas tahun itu berdiri dengan bangga. Wajah pucatnya membawa banyak pertanyaan, tapi itu tidak akan aneh untuk orang-orang sepertinya. Dia telah menjadi mangang dari Minaka Hiroto,―orang yang dikatakan menjadi ilmuan terbaik digenerasinya―, setahun sebelum kelulusan resminya di Universitas.
"Namikaze?, kupikir margamu Mikogami" Disampingnya Takami Sasashi menyatakan kebingungannya.
"Mereka mengizinkan saya untuk tetap memakai nama keluarga saya sebelumnya, Sasashi-sama." Naruto menjelaskan.
"Nah...Tidak Masalah."
Naruto kemudian mengekor dibelakang wanita berambut raven itu ketika dia memberinya isyarat diam untuk mengikutinya, keluar dari ruangan.
xxxx
MBI... Mid Boi Informatics. Sebuah perusahaan berbasis teknologi tinggi dalam bidang farmasi yang secara relatif masih mengenggam predikat perusahan baru itu sudah menguasai jaringan ekonomi, teknologi, dan medis dunia. Kemajuan mengerikan itulah yang membuat Mikogami inc. Telah setuju untuk bekerjasama dan bahkan memberi izin atas bergabungnya Mikogami sulung dibawah pengawasan langsung CEO MBI, Minaka Hiroto. Terlebih dengan overteknology milik MBI, penyakit tak diketahui sang anak angkat mungkin dapat diatasi.
Namun 2 tahun setelah resmi bergabung tidak ada perkembangan apapun yang terlihat. Lalu ketika Naruto dibawa ke sebuah pulau pribadi direktur MBI dia tidak mengeluarkan komentar apapun saat dia dihadapkan dengan 4 wanita dan 1 pria dewasa yang menyambut kedatangannya di pulau Kamakura. Tugasnya sangat jelas, Dia akan bertanggung jawab atas kelima orang itu, sebagai Instruktur baru mereka. dia dan seseorang pria lain bernama Asama Takehito.
Minaka telah menyebut mereka 'sekirei'. Dan 'sekirei' tersebut telah diidentifikasikan sebagai no 01-05 disamping nama untuk diri mereka. Ada 108 dari mereka. Dan sepertinya mereka benar-benar meragukan kemampuannya bahkan mulai khawatir tentang kesehatannya, karena, Berdasarkan Deskripsi langsung; Naruto kecil, lebih kecil dari mereka. Dan wajah pucat dan sakitnya memberikan poin negatif plus plus untuk kekuatannya. Bukan jaminan terbaik untuk para mahluk berkekuatan super itu.
Merasa dominasinya sebagai instruktur akan terancam, Naruto menyuruh mereka memperlihatkan kemampuan mereka secara bebas di sebuah area kosong menurut peta pulau Kamikura. Dia menganalisis kemampuan tempur mereka dengan mudah dimana semuanya telah tercantum dalam data mereka. Ketiga dari mereka memilih pedang sebagai senjata dengan dua lainnya adalah tipe pengguna angin dan tipe Otak. Dengan pengecualian sang pillar, keempat sekirei yang telah dipaksa tumbuh lebih cepat itu secara kebetulan merupakan yang terbaik dari 103 sekirei lainnya untuk menangani situasi perang.
Usia mereka hanya 7 tahun. Dan Naruto menggunakan informasi itu sebagai senjata.
"Aku Naruto. Panggil aku 'Sensei'." Suara tenangnya saat itu adalah perintah.
Keempat sekirei dalam barisan mengagguk termasuk sang pillar yang meski masih memiliki keraguan, tetap mencoba 'kesabaran' yang telah dikatakan Asama-san dan menilai remaja pucat. Tapi sekirei 04 menolaknya, karena sejauh anggapannya, remaja pucat itu tidak terlihat berbeda dengan ratusan pria berseragam yang dibunuhnya. Dia menantangnya bertarung, Lalu dengan dengan cepat dikalahkan.
"Kekuatanmu luar biasa, Tapi itu hanya kekuatan." Naruto berkata datar, menatap gadis perak yang kalah dengan Pedang mengancam di pangkal lehernya. Peringatannya jelas, 'menyerah atau mati'.
"Kau perlu belajar lebih banyak, Gagak kecil"
Dengan itu Naruto berbalik untuk berjalan pergi, Luka hasil tusukan nodachi si no zero four yang tergores dalam dan berdarah terlihat punggungnya. Tapi dia masih mampu berjalan tegak, meninggalkan gadis perak yang masih membeku ditanah.
"Aku...kalah."
Sementara itu dari kejauhan, para penonton yang dibuat takjub mulai berkomentar. Miya bahkan telah menganggukkan kepalanya, Kazehana menyenggol Mutsu disampingnya dan berbisik 'dia kuat' ditelinga Mutsu yang sudah mulai waspada. Sementara Matsu memilih diam.
Dan dilain tempat, Minaka sudah mengeluarkan tawa aneh dari tenggorokannya. Dia sudah mengawasi semua pertarungan kilat sekirei dan mangangnya. Takami masih takjub atas kemenangan kilat si jenius. Bagaimanapun peryarungan itu hanya berlangsung 20 menit yang merupakan waktu emas dari Manusia yang mengalahkan sekirei.
Namikaze Naruto meski telah terluka berhasil mengalahkan sekirei 04, Karasuba.
"Kau sudah melebihi harapanku, Naruto-kun." Katanya puas.
Dengan itu tawa anehnya terus berlanjut, sampai Takami mengambil tindakan untuk memukulinya, dengan batu.
Yang entah dipungutnya darimana.
Itu misteri.
Xxxx
Cafeteria digedung MBI yang baru dibangun dipulau Kamakura secara khusus menjadi sepi ketika siang hari dan ketika para sekirei datang setelah Selesai berlatih atau kembali dari medan perang.
Karena itu, cafetaria menjadi yang tempat aman untuk merenung bagi Namikaze Naruto. Ramen favoritnya bahkan sudah mendingin. Hal yang mengeluti pikirannya adalah; 'kenapa' Minaka hiroto menugaskannya secara khusus bagi para sekirei?. Mereka jelas terlalu kuat untuk manusia, dan melatih mereka akan menjadi bencana. Apalagi dengan pengetahuan bahwa Asama Takehito sudah melakukan tugasnya dengan sangat baik dalam menyesuaikan 4 sekirei lainnya. Dengan hasil pemusnahan total para tentara yang menginfansi pulau beberapa tahun lalu.
Naruto merasa nyawanya terancam jika keahlian bertarungnya adalah omong kosong. Dia lega selalu bisa mencegah nodachi zero four untuk menusuk jantungnya.
Menghela nafas lelah, Naruto melepaskan sepasang tangan yang memeluknya dari belakang. Dua bukit kembar terasa menekan punggungnya.
"Sekirei 03, Kazehana." Dia berkata tegas. Mengeluarkan peringatannya, lelah. Kalau dipikir-pikir dia belum mengambil istirahat yang tepat setelah mengalahkan gagak kecil itu lagi kemarin.
"Eeh... kamu terlalu serius, Naru-sensei!."Kazehana merengek memprotes. "Hari ini cerah, tidak ada perang, tidak ada musuh!. Bersantailah sedikit, sensei!." Lanjutnya ceria.
Naruto hanya menghela nafas ketika ancaman-ancamannya akhirnya menjadi tak berguna sedikitpun. Akibatnya para sekirei itu semakin akrab dengannya. Terutama zero four―dalam artian yang lain―yang selalu mengajaknya 'berkencan' dalam arena semenjak kekalahannya. Disetiap kesempatan.
Dari sanalah asal suara bisikan batinnya untuk segera meninggalkan MBI.
"Naruto!."
'panjang umur' ujar suara jiwa kecilnya. Dia melirik malas ke arah si 04, Karasuba yang terlihat bersemangat yang terbukti oleh raut haus darah diwajahnya.
'semangat untuk membunuhku'
"Maaf, gagak kecil. Tapi aku memiliki urusan dengan Takehito." Naruto meminta maaf dengan wajah menyesal palsu terbaik yang bisa dikerahkannya. Dia sudah sangat siap untuk mengkamping hitamkan Asama. "sekarang" tambahnya cepat, bergegas bangkit dari duduknya, melempar sekirei 03, Kazehana dalam prosesnya. Dia harus keluar dari situasi sebelum keberuntungannya untuk hidup berakhir. Karasuba terlihat kesal, tapi mungkin memiliki janji untuk memotong Takehito yang malang. Naruto mencoba tidak terlibat.
xxxx
"jadi...kenapa kau kesini?" Takami melirik Naruto, sambil tetap berfokus pada 5 sekirei kecil didepannya. No. 06-10 yang telah disesuaikan. 4 perempuan dan 1 jenis aneh, mungkin laki-laki.
"Aku butuh tempat berlindung." Jawab Naruto acuh. Masih melihat kebelakang. Mengantisipasi kemunculan gagak favoritnya. Sebuah tangan kecil menarik-narik bajunya. Rambut dan mata cokelat dengan wajah polos kekanakan. Membuat Naruto teringat akan adik semata wayangnya dirumah kediaman Mikogami, Tokyo. Nah, meski mereka tidak memiliki hubungan darah.
"Hey... Nak, siapa namamu?." Sapanya ramah. Menatap gadis kecil itu lembut.
"Yume!." Gadis kecil itu menjawab ceria. Menyebutkan namanya.
"Nama yang indah. Yume-chan, berapa usiamu?." Dia kembali bertanya ramah. Gadis cokelat itu mengangkat jarinya, menghitung.
"8!" Yume menjawab yakin, tersenyum lebar kearahnya. Usia yang sama dengan gagak favoritnya. Naruto membenarkan letak kacamata potternya dan tersenyum ketika mengingat fakta itu. Fakta yang jelas sudah tidak berguna dipihaknya.
"Kamu bohong ya..." sebuah suara berbisik manis dibelakangnya. "...Naruto". oh, tiket kematiannya. Takami tidak akan membantu. Naruto melihatnya sudah melakukan baca-tulis di notebooknya. Berpura-pura tidak menyadari kehadirannya dan aura jahat Karasuba.
Yume mencoba melindunginya. Jelas tidak berhasil. Punggungnya kaku, Karasuba meletakkan dagunya dibahu Naruto. Pedang kesayangannya sudah siap untuk merobek lehernya.
"Biar kujelaskan!." Naruto berkata serius. Berbalik untuk menghadap Karasuba. Tepat ketika Karasuba mencondongkan wajahnya kedepan.
itu terjadi...
Naruto hanya diam ketika mendengar Karasuba mengatakan sesuatu. Dia tidak bisa melihat ekspresi apa yang ditampilkan diwajah gadis perak itu. tapi bibirnya sedikit bergetar
"Ini adalah janji...dari pedangku, memusnahkan semua musuh ashikabiku!."
Dan Naruto membeku
xxxx
Omake.
Mikogami Mansion
Siang ini Naruto sudah memasuki kamarnya untuk tidur siang rutin meski jam masih menunjukkan pukul sepuluh pagi. Sebagai adik kecil yang berbakti Hayato telah memerintahkan pelayan setempat untuk tidak mengusik tidur sang kakak dengan cara apapun kecuali jika terjadi kebakaran, banjir, atau gempa dasyat yang akan mengancam keselamatan sang kakak.
Sementara itu didampingi sekirei rusak no. 07 Akitsu juga Mutsu, Hayato mengambil peran sebagai ashikabi baik hati dengan membuat obat penawar untuk rambut satu-satunya sekirei bergender pria dalam barisan koleksinya.
Neraka pasti mendingin jika dia membiarkan pink menodai citra kesatrianya. Apalagi jika kesatria itu tidak akan keluar satu langkahpun dari kamarnya. Akibat perwarna rambut ajaib kakak laki-lakinya.
Perlu diketahui bahwa,...
Selain Jenius, kakaknya menyukai pranks. Atau mungkin karena kejeniusannya itulah sang kakak malah menjadi prank master. Itu adalah sebuah misteri bahwa fakta orang jenius pasti gila, 99% benar.
"Mikogami, bagaimana pendapatmu tentang Sensei?." Mutsu masih mencoba mempelajari hubungan antara ashikabinya dengan pelaku pengerusakan warna rambutnya.
"Sensei?." Hayato balik bertanya acuh. memfokuskan perhatiannya pada zat netral ditangannya.
"Naruto." Mutsu menjelaskan.
"Pria pucat dengan kipas mematikan." Akitsu mencoba sedikit humorーTapi nada datarnya membuat itu terdengar anehーSambil berniat membantu menjabarkan maksud si no. 05.
Kedua pria didalam ruangan lab yang kini mereka huni, menjadi kaget. Pertanyaannya adalah; sejak kapan sekirei berelemen es itu memiliki humor dalam sistemnya?. Itu benar-benar tidak nembantu karena fokus Hayato terkikis hingga kadar zat kimia untuk penawar penyakit rambut pink Mutsu kelebihan. dan-
BOOOM!
Itu meledak!.
Ketiga orang itu terpaku dan membeku, diam tak bergerak, karena berbagai alasan pendukung yang tepat.
Hayato, Karena wajahnya hampir terbakar.
Mutsu yang meratapi kematian penyelamatnya.
Dan Akitsu... baiklah dia selalu diam.
"Satu Minggu"Kata gadis itu datar. Tanpa maksud apa-apa.
Mengingatkan Mutsu akan penderitaannya yang akan datang.
xxxx
Cukuplah sampai disitu.
Naruto : itu ciuman yang singkat .
Karasuba : Kubunuh kau Author!
(KYAAaaa Taskete! )
bye~
