Hey There...

Terimakasih untuk kalian yang sudah dengan rela mau memberi author gaje ini saran-saran dalam rangka untuk memperbaiki cerita ekspetasi fantastis yang kurang terterapkan dalam seri canon kedua anime oleh masashi kishishimoto-san dan sakurako-san.

Karena itu author berusaha membuatkankan kalian cerita tidak bermanfaat ini.

Selamat membaca.

Dari divisi tulis menulis author akumatsukami mempersembahkan...

Simaklah dan nikmatilah.

Inilah dia!

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .


Sayap Kanan Gedung Utama MBI.

Natsuo bukan orang terbaik yang ingin menjaga dunia untuk tetap diselamatkan sejak kekasih LGBTnya dibunuh sendiri oleh dunia dan dia ditinggalkan sendirian untuk sisa waktunya. Dipilih sebagai Ashikabi oleh wanita yang mungkin menjadi senjata terkuat untuk melawan dunia dan mengambil peran penting daam permainan konyol yang disebut S-plan, rencana sekirei, jelas tidak ada dalam mimpinya sebelumnya. Keadaan mentalnya membuatnya menjadi tangan kanan game master, Minaka Hiroto, sehingga disipliner skuad generasi ketiga ada dibawah genggaman tangannya. Menawarkan kesempatan untuknya bisa benar-benar membawa kehancuran pada dunia yang dibencinya.

Sulit dipercaya, tapi itu semua membuatnya... senang?.

Karasuba, sekirei #04, sekirei hitam adalah favoritnya. Tapi wanita itu tidak bisa dijadikan pion dalam rencana kecilnya. Wanita itu adalah kartu liar yang tidak mungkin dia kendalikan. Dia adalah tipe orang yang akan membunuh hanya untuk kesenangan kecilnya. Zero four telah menunjukkan padanya berulang kali bahwa dia tidak akan ragu untuk mendaratkan nodachi tajam di leher ashikabinya tanpa penyesalan yang layak. Bagaimanapun Natsuo tidak cukup berani untuk menguji teorinya sebelum rencananya selesai.

Tapi tetap saja ada hal yang mengganggunya tentang sekirei tipe pedang itu. Minaka sudah memperingatkan bahwa sayapnya telah diikat. Natsuo tidak pernah mengerti tentang hal itu dan dia tidak pernah diizinkan untuk bertanya lebih lanjut.

"Maaf, apakah anda tahu dimana ruangan Direktur Hiroto?." Sebuah suara maskulin menginstrupsi sesi berpikirnya dan dia dihadapkan dengan wajah seorang pria pirang pucat dengan senyuman polos yang mengganggu. Bukan karena ketulusan senyum itu dipertanyakan, tapi cara pria itu tersenyum agak terlalu mirip dengan Karasuba untuk sebuah kenyamanan. Untuk beberapa saat Natsuo tertegun.

"apa ada yang salah.?" Pria itu memiringkan kepalanya. Bingung dengan tanggapan Natsuo.

"Ah tidak, maaf." Natsuo akhirnya berhasil pulih dan menyadari bahwa pria pucat itu menanyakan arah ke kantor game master, Minaka. "Biarkan saya akan mengantarkan anda menemui direktur." Dia menawarkan.

"Tentu. Terima kasih tuan..."

"Natsuo... Natsuo Ichiomi. Tangan kanan direktur"

"Naruto Namikaze."

"Baiklah Namikaze-san, tolong ikuti saya."


Mereka berjalan dalam keheningan. Siapapun pria bernama Naruto Namikaze ini pasti cukup penting karena dia bisa mendapatkan akses ke sayap kanan gedung utama MBI. Sayap kanan gedung utama MBI adalah bagian sensitif yang menjadi titik operasi sekaligus tempat tinggal bagi anggota skuad disiplin. Sekarang itu agak mencurigakan untuk selera Natsuo. Tapi keamanan ditempat itu sudah memberi Natsuo perkiraan kemungkinan terendah jika Naruto adalah penyusup atau sejenisnya.

Natsuo mengamati teman seperjalanan singkatnya,pria itu aneh dan menawan disaat yang bersamaan memiliki aura misterius yang mengikutinya. Itu tidak bisa dibantu, Natsuo berjuang mendorong rasa penasarannya menjauh.

"Jadi kalau boleh tahu, ada urusan apa anda dengan direktur?." Dan gagal, mulutnya sudah melepaskan bom itu.

"Hmm?... Ini agak rumit, Saya rasa." Jawab Naruto kalem.

"Kalau begitu sayang sekali." Natsuo mendesah kecewa dalam hati.

"Tapi terimakasih. Saya beruntung bertemu tangan kanan direktur ditempat itu." Natsuo dikejutkan oleh ucapan terima kasih tiba-tiba pria itu. Dia jelas tidak mengharapkannya dari orang seperti Naruto berterima kasih meskipun untuk tangan kanan direktur sepertinya.

"Tidak masalah, Namikaze-san."

"Naruto saja cukup, Ichinomi-san."

"Hanya jika anda melakukan hal yang sama, Namikaze-san."

Mereka terus berbicara sepanjang jalan melewati koridor dan berbelok melalui beberapa tikungan hingga memasuki lift. Natsuo menekan tombol teratas gedung dan mereka terdiam beberapa saat sebelum Naruto kembali bicara.

"Tapi ini sungguh tidak terduga, saya tidak berencana menemukan Ashikabi dari Displiner Skuad langsung secepat ini. saya benar-benar beruntung."

Mata Natsuo terbelak kaget pada implikasi itu. Dia menatap tajam pria pucat yang sekarang memiliki senyuman geli diwajah sakit-sakitannya.

Statusnya sebagai ashikabi tidak pernah menjadi pengetahuan umum, terlebih lagi pria pucat itu berhasil mengetahui langsung posisinya sebagai ashikabi dari skuad disiplin. Bagimana orang itu tahu?, mungkinkah dari namanya atau jabatannya. Tapi itu tidak mungkin, Minaka sudah memastikan informasi semacam itu tidak ada di database MBI karena keadaan khusus tertentu yang memungkinkan dia diincar dan terbunuh jika terjadi kebocoran informasi yang dalam prosesnya akan merusak rencana sekirei. Siapa... siapa sebenarnya...

"Siapa sebenarnya saya kan. Tenang saja kamu akan segera tahu."

XXXX

Mikogami Mansion.

Hayato adalah orang yang sangat sibuk. Remaja itu seharusnya menikmati masa pubernya dan bersenang-senang. Akan tetapi, dia harus menjalani tugasnya sebagai pewaris sah Mikogami coporation setelah kakaknya tercinta memilih untuk menimpakan segala urusan dan tanggung jawab ini dan itu padanya. Jadi karena itulah dia terpaksa terduduk dibelakang meja kerja suci kantor kepala keluarga Mikogami dimana seharusnya Naruto Namikaze duduk bersama setumpuk dokumen keterlibatan hubungan perusahaan keluarganya dengan berbagai perusahaan penting yang akan mendukung kerja sama untuk mendukung bisnis masing-masing pihak.

Terlepas dari segala bentuk kekaguman dan pemujaan serta cintanya pada sang kakak, Hayato tidak bisa tidak membenci kakaknya yang menempatkannya pada posisi ini. Dalam kepalanya dia sudah melepaskan semua kutukan pada sang kakak sejak dia duduk di kursi empuk turunan leluhurnya enam jam yang lalu.

Tapi untuk kekecewaannya, Mutsu, sekirei berjenis kelamin pria tulen yang sendari tadi berdiri disampingnya itu tidak menunjukkan ketidaknyamanan apapun. Hayato jelas tidak senang dengan prestasi itu.

Bosan dengan keheningan yang memekakkan telinga, Ashikabi muda itu menyambar syal Mutsu dan menyeret sekireinya keluar dari ruangan pengap itu. Pintu terbanting keras dibelakangnya.

"Kita pergi berkeliling Mutsu!.''

Benar, ada hal yang seharusnya lebih dia perhatikan dibandingkan dengan setumpuk omong kososong menyebalkan diatas meja itu. MBI memberinya kabar bahwa Mitsuha telah dikalahkan, lebih-lebih lagi gadis itu dilukai dengan sangat parah. Tingkat 4. Dan itu benar-benar membuatnya marah.

Dia harus menemukan pelakunya secepat mungkin.

XXXX

Jembatan Timur Shinto Teito.

Terjadi keributan dan kemacetan panjang di lalu lintas menuju jembatan besar wilayah Timur Shinto Teito. Dikarenakan petugas keamanan khusus MBI yang memblokir jembatan untuk melalukan pemeriksaan ketat untuk menemukan buronan atau pembunuh yang terdeteksi berada diwilayah itu. Kemacetan telah berlangsung lama dan para pengemudi kendaraan yang tidak puas mulai mengajukan berbagai keluhan dan protes keras. Sepertinya tidak memperhatikan sepasang pria dan wanita muda terlihat menyelinap melalui kerumunan yang ribut. Tapi si wanita sepertinya benar-benar takut dan gugup, nafasnya terenggah-enggah.

"Bodoh, jangan bernafas seperti itu!." Si pria berbisik memperingatkan.

Mereka mencoba sekuat tenaga untuk terlihat normal dan lolos dari kecurigaan petugas keamanan khusus MBI. Usaha mereka sia-sia saat petugas keamanan khusus mencoba menghentikan mereka.

"CEPAT LARI!" dan mereka berlari menjauh.

"Oi,Tunggu."mereka dikejar.

"jangan lihat belakang!."Tapi mereka terus berlari.

Mereka mencoba tapi seorang wanita berambut perak berantakan tiba-tiba saja memblokir jalan pelarian mereka.

"Sekirei no. 95, Kunoh." Wanita itu bergumam datar.

"Si-Siapa orang ini?." Si pria berkata waspada. Sementara Kunoh ketakutan disampingnya.

"Aoi Sekirei..."


To be Contined

Uyeeer

terima kasih sudah membaca.

salam sejahtera

sampai jumpa!