Sometimes, a short story can explain better than the long one.
Baby, I've warned you.
Jadi, sebelum aku keluar dari neraka, aku berbuat sesuatu yang menarik. Aku kembali di setubuhi, 8 kali dalam kurun waktu 2 jam terakhir. Ah, aku kuat juga kalau di pikir-pikir.
Di tengah hentakan penis keras pamanku, aku menyusun kegiatan yang menyenangkan. Nah, sebaiknya ku selesaikan sekarang, karna aku benar-benar tak sabar.
Paman menghentakkan penisnya kuat-kuat, aku tahu, dari penisnya yang sudah berkedut-kedut, paman akan segera datang. Jadi, aku mencoba mengalihkan rasa sakit dengan mencium bibirnya. Awalnya kami hanya berciuman seperti biasa. Dan aku, akan membuatnya lebih menarik.
Ku masukkan masing-masing kedua jari tanganku ke mulut paman. Si bodoh ini taunya malah menghisap jari-jariku, dan aku mengerang karena penisnya menggesek prostatku dengan telak. Paman menyeringai, aku pun. Tapi belum sampai seringainya habis, dengan sekuat tenaga aku menarik jari tanganku ke arah berlawanan. Menenggelamkan tanganku ke tenggorokkannya. Paman tersedak, dan aku dengan girang menarik keluar tulang lehernya. Wah, aku yang tidak pernah mengenyam bangku sekolah baru tahu kalau tulang leher bentuknya seperti ini.
Paman berhenti bergerak di bawah sana, matanya melotot, mulutnya menjadi besar dan aku tak bisa menahan tawaku. Tapi sial, aku belum keluar sama sekali. Jadi, aku gerakkan sendiri pinggulku naik turun mencapai kepuasan, sampai akhirnya aku mengejang, dan foila, aku terkekeh, paman masih enak juga walau lehernya putus.
Aku menatap penis paman yang sudah lemas, tatapanku mengarah pada gunting kuku di samping nakas. Ya sudah aku pakai itu saja untuk melepaskan benda menyebalkan yang sering membuat pantatku sakit. Kau tahu? kegiatan ini benar-benar menyenangkan, kenapa aku tidak kepikiran dari dulu saja sih.
Penis paman ku pasangi tali, kemudian aku mengikatnya di semak-semak dekat gardu listrik. Untuk kenang-kenangan, pikirku.
Nah, sekarang aku sudah keluar dari neraka. Sekarang aku siap untuk mencari malaikatku!
..
..
Tuan penolong, ayo kita bermain!
