No parts are missing. You look for details? These are details.

Babe I've warned you.


Si Ibu pemilik rumah tersenyum ramah kepadaku. Di tangannya sudah ada kue dan segelas susu coklat. Aku terharu sekali, tak pernah ada orang lain yang memperlakukanku layaknya manusia. Dulu bibi malah pernah mencampurkan makanan mong-mong untuk di berikan kepadaku. Hasilnya aku muntah dan sakit selama dua minggu. Karna itulah paman marah dan menyudahi hubungannya dengan bibi.

Tidak, paman bukannya marah karena bibi membuatku sakit. Dia marah karena bibi membuat badanku terlalu lemas untuk meloncat-loncat di atas tubuh paman.

Kau ingin tahu detailnya? Aku ingin menceritakannya, karna itu seru tapi bagaimanapun kue dan susu coklat tidak sepantasnya di abaikan, kan?

Ibu pemilik penginapan sekarang sudah tahu namaku, beliau mengelus puncak kepalaku dengan sayang.

Aku bilang kalau aku akan mengganti susu dan kue ini dengan yang lebih enak. Agar Ibu itu bahagia di sisa umurnya.

Setelah berbenah, nampan berisi kue dan susu tersebut diangkat di bawa pergi. Jadi sekarang aku sendirian lagi.

Malam pertama di penginapan, aku mimpi bertemu paman. Hmm, bukan paman sih pastinya. Kalian ingatkan penis paman yang ku gantung tempo hari? Nah, aku bermimpi penis itu mendatangiku. Perlahan masuk ke dalam lubangku dan menggenjotnya tanpa henti. Rasanya aku ingin sekali di sentuh, apa yang harus ku lakukan?

Mataku berat ketika terbangun. Celanaku sempit dan lubangku gatal. Aku akan cari penginapan lain, di sini terlalu sunyi dan tak ada namja seorang pun selain aku. Menyebalkan.

Tapi sebelum pergi, dengan senyum secerah matahari aku mengetuk pintu kamar Ibu pemilik penginapan ini. Aku sudah menyiapkan susu dan roti untuk sarapan. Ibu pemilik penginapan menerima dan memakannya dengan sangat semangat. Dia menenggak susunya sampai habis, tapi belum sampai tetes terakhir dia sudah terbatuk kesakitan. Hei, apa susunya tidak enak?

Ku pukul tengkuknya agar batuknya reda, tapi taunya dia malah tersungkur. Hihi, pukulanku terlalu keras ternyata. Aku segera bergegas mengecek lehernya. Mengelus dan mengurutnya pelan, sampai terasa sesuatu mengganjal di dalam sana. Aku tersenyum kepada Ibu pemilik penginapan yang tampak semakin kesakitan. Ku bantu mengelus lagi lehernya, dengan sedikit ku tekan. Ini hanya serpihan kaca, bibi, kataku. Ibu pemilik penginapan tahunya malah tersentak kaget, jadi ku tuntun dia untuk berbaring dan memberinya minuman lain. Ini air cuka bibi, aku jamin rasanya akan semakin sakit. Iya kan? Tanyaku sambil mengusap peluhnya yang semakin banyak. Tak sampai lima menit, Ibu pemilik penginapan itu jadi tenang. Nafasnya berhenti.

Aku jadi bangga, bisa menemani si pemilik penginapan ini di detik-detik terakhirnya.

Setelah menyelimuti dan membereskan darah serta kekacauan yang dibuat Ibu pemilik penginapan tadi, aku baru beranjak pergi.

Baekhyun kau memang anak pintar. Sekarang Ibu itu sudah tenang, kasian sekali kan orang sebaik dia harus menderita dengan hidup terlalu lama di bumi? Nah, sekarang aku sudah menyelamatkannya.

..

..

Karna aku sedang bangga pada diriku sendiri, aku jadi ingin menawarkan sesuatu. Kalian ingin ku selamatkan juga tidak?