Will you like it if I show my true color?

Babe, I've warned you


Aku mencintai orang-orang. Bibi yang sudah mati, paman yang ku lepas tulang lehernya, bahkan mong-mong yang berakhir di perutku. Aku menyukai mereka semua.

Apalagi bibi yang ku berikan sarapan tadi. Beliau orang baik, tapi kesepian. Dia sering di hujat karena sang suami lebih memilih janda muda daripada menghabiskan hidup bersamanya untuk mengurus penginapan sederhana ini. Jadi, aku membantunya untuk mendapat ketenangan. Jauh dari manusia-manusia yang memperlakukannya dengan buruk.

Aku juga mencintai kedua orang tuaku, yang entah dimana. Meskipun aku ini keponakan asli paman, tapi dia tidak pernah bercerita apapun mengenai mereka.

Paman dan bibi merawatku, karena mereka tidak memiliki keturunan. Awalnya bibi menyayangiku, tapi kemudian dia berubah ketika pertama kali paman memperlakukanku secara berbeda.

Waktu itu kalau tidak salah umurku 5 atau 6 tahun. Paman tiba-tiba menghampiriku yang sedang bermain. Dia mengajakku ke kamar.

Paman bilang dia kepanasan, jadi dia melepas baju dan celananya. Paman telanjang. Lalu paman mengajakku mandi. Aku mau saja, kebetulan itu musim panas yang sangat panas.

Tapi sebelum masuk ke kamar mandi, paman malah menarikku ke tempat tidur. Dia menindihku. Aku mencoba berontak, karena badannya tergolong berat untuk bocah seusiaku. Namun, dia tidak memperbolehkanku.

Paman mulai menciumiku. Dimulai dari leher dan turun ke dada. Rasanya geli, dan ada rasa lain yang tak bisa ku jelaskan.

Punggunku melengkung ketika dia menghisap putingku. Ah, enak sekali.

Aku tersentak ketika sesuatu mencoba masuk ke lubang belakangku. Ku lihat paman memasukkan jari-jarinya. Sangat pelan, sampai ku rasakan jarinya menyentuh bagian-bagian di dalam sana.

Paman kemudian melumuri lubangku dengan lube, juga penisnya. Kakiku telah mengangkang dengan lebar. Paman memasukkannya dalam sekali sentakan.

Dan bibi telah memperhatikan kami dari sodokan yang pertama. Maaf bibi, rasanya terlalu nikmat untuk di tolak.

Setelah kejadian itu, aku menjadi bulan-bulanan. Tak hanya paman, tapi juga bibi. Bahkan terkadang mereka melakukannya bersama.

Ah sudah ah, aku sudah sangat ingin di sentuh. Ibu pemilik penginapan juga sudah berbaring dengan selimut yang ku berikan.

Sekarang aku akan mencari tempat menginap yang lain, jangan lupa, aku butuh seseorang untuk menyentuhku.

..

..

Kira-kira aku harus mencari orang yang seperti apa ya yang bisa ku ajak meloncat-loncat bersama?