Kuroko no Basuke (c) Fujimaki Tadatoshi
Warning : Yaoi, Shonen-ai , OCC, typo, dll.
By : Kiruna Neophilina Phantomhive
*0*0*0*0*
#Sei-chan, jaga Tet-chan yah...
"Ha'i Kaa-sama,"
#Jangan ditinggal!
"Kaa-sama..."
#Ya?
"Kau tidak percaya padaku?"
#Tentu saja, kaa-sama percaya pada Sei-chan!
"Tapi, ini sudah ke 25 kalinya kaa-sama berkata seperti itu,"
#Eh? Hehehehe...sumimasen. Jaa..tolong yah. Onii-sama~
'Pip'
Seijuurou pun menghela nafasnya, ia tahu kalau ibu tirinya itu sangat khawatir pada anak kandungnya yang sudah lama ia cari. Akashi Masaomi dan Aoi Tetsumi menikah saat Seijuurou berumur 7 tahun, dan beberapa bulan setelah menikah Tetsumi bermaksud untuk bertemu dengan anak kandungnya yang ikut dengan mantan suaminya. Namun, saat berada dikediaman suaminya.
Ternyata sang suami sudah meninggal, dan Tetsuya pun menghilang. Sudah 10 tahun ia mencari anaknya namun tidak juga ketemu, bahkan untuk seorang Akashi yang memiliki banyak koneksi. Namun, saat itu seorang informan Akashi menemukan kehadiran Tetsuya . Tetsumi pun langsung bertindak, dan mentutaskannya secara hukum.
"Tetsuya..." panggil Seijuurou pada Tetsuya yang duduk berjauhan dengannya dijok mobil. Sedangkan yang dipanggil hanya, menolehkan kepalanya dari melihat jalan dari kaca kearah manik heterocome sang kakak tirinya. "Apa aku terlihat menjijikan dimatamu? Sampai kau duduk berjauhan denganku," tanyanya.
Gemetar
"S,sumimasen deshita..." cicit Tetsuya, yang kemudian menundukan kepalanya.
Seijuurou pun tersenyum, ia tidak tahu. Tidak tahu, apa yang telah terjadi selama 10 tahun itu pada Tetsuya hingga membuatnya seperti ini. "Tetsuya, kalau nanti disana ada yang macam-macam denganmu. Kau bilang padaku yah. Pastikan smarthphone-mu selalu aktif, aku akan selalu mengabarimu..." ucap Seijuurou, sambil mengelus surai baby blue Tetsuya.
"H,ha'i..."
*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*
'Enak yah~, mereka bisa pergi ke sekolah...'
'Apa kita bisa? Ah...tapi, sayang uangnya jika dipakai untuk keperluan sekolah. Untuk makan saja susah!'
'Tapi, tapi, suatu saat nanti. Pasti. Kita akan bisa pergi ke sekolah! Apa kau mau berangkat, belajar, dan duduk denganku saat itu terjadi, Kuroko?'
'Tentu!'
"Tetsuya, kau tidak apa-apa?" tanya Seijuurou sambil menepuk pundak Tetsuya dengan nada sedikit khawatir, karena Tetsuya tampak kosong selama perjalanan ke ruang guru.
"Ha'i..." jawab Tetsuya, yang sudah sadar dari kenagan lamanya.
'Tenang saja, aku akan mewakili impianmu..'
*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*
"Ha'i minna! Hari ini kita kedatangan murid baru, silahka- lah? Mana murid barunya?" tanya Ruri Sensei saat tidak menemukan sang murid baru disampingnya.
"Aku disini, sensei..." jawab Tetsuya, yang berada dibelakang Ruri Sensei.
Ruri sensei pun langsung merinding, ketika menyadari murid yang dicarinya ternyata kehalangan dirinya. "Nah, silahkan perkenalkan dirimu!" ucapnya.
"Ku-Akashi Tetsuya, yoroshiku onegaishimasu.."
'Akashi?'
"Ano, boleh aku bertanya?" tanya seorang murid bersurai navy, dan berkulit tan.
"Ya, Aomine-san. Kau boleh bertanya.." jawab Ruri Sensei, yang sebenarnya tidak ada sesi tanya pada perkenalan, tapi berhubung masih awal-awal masuk sekolah. Tidak apa-apalah...tidak membuang waktu.
"Kau siapanya Akashi?" tanya Aomine Daiki, nama murid yang tadi bertanya pada Tetsuya.
Siapa yang tidak kenal Akashi?
Mungkin orang kudet yang tinggal di gua...
"Um...adik?" jawab Tetsuya, yang malah menjawab dengan nada bertanya.
"Ya! Sesi tanya jawabnya, bisa dilanjut saat istirahat. Sekarang kita mulai pelajarannya!"
*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*
"Yo! Namaku, Aomine Daiki. Salam kenal yah, Tetsu!" ucap Aomine sambil berjalan kebangku Tetsuya, setelah jam istirahat tiba. Sedangkan Tetsuya hanya membalasnya dengan anggukan kecil, maniknya yang tampak gelap itu memandang Aomine dengan pandangan yang tidak dapat diartikan, bagi Aomine sendiri. Jika dilihat lebih lama, ia seperti tenggelam di lautan yang gelap dan tak berujung.
'Drrt...Drrt...'
#Tetsuya, apa kau sudah dapat teman?
"Ha'i, baru saja..."
#Daikikah?
"Ha'i"
#Biarkan aku bicara pada Daiki
"Aomine-kun, ia ingin berbicara denganmu.." ucap Tetsuya, sambil meneyrahkan smarthphone-nya.
"Ada apa Akashi?"
#Aku titip Tetsuya, hari ini ada rapat OSIS mendadak. Aku akan menyusul, makan dikantin...
"Baiklah.."
#Nyawamu taruhannya, Daiki!
'Pip'
"Hora yo..." ucap Aomine setelah merinding sesaat sambil menyerahkan smartphone pada pemiliknya,setelah mendengar ancaman raja iblis. "Kita, akan makan di kantin bersama. Akashi, sedang ada rapat OSIS mendadak. Tenang saja, ia akan menyusul..." lanjutnya.
"AOMINNEECHIIII!"
'BLETAK'
"Hiddoissu!" ucap seorang bersurai blonde dengan bulu mata lentiknya, sambil memegang kepalanya yang baru saja dijitak.
"Kau, berik tahu! Ayo Tetsu,"
"Are? Siapa namamu? Kamu lucu bangetttt!" ucap Kise Ryouta nama pemuda itu, dan langsung menerjang Tetsuya. Namun sebelum berhasil diterjang, Tetsuya sudah berhasil menghindar dan bersembunyi dibalik Aomine. Sehingga membuat Kise terjungkal.
"Abaikan saja..."
"HIDOIIISSUU!"
*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*
Sebelum dimasukan ke sekolah, Tetsuya sudah diberikan fasilitas terlebih dahulu oleh keluarganya. Seperti smarthpohne misalnya, pertama kali membeli benda itu. Tetsuya cukup kesulitan, namun dengan bantuan sang kakak, ia kini mahir menggunakannya. Serta kartu debit, yang tadinya akan diberikan. Namun, keluarga itu yakin. Tetsuya pasti tidak akan menggunakannya. Sehingga mereka memberikannya dalam bentuk cash. Namun, tentu saja Tetsuya tidak membawa semuanya. Ia hanya membawa uang jaga-jaga, dan uang makan saja.
Namun jumlah uang yang ia bawa, sangatlah...
Sedikit?
Sedikit untuk kalangan seperti keluarga Akashi. Tetsuya tidak mau, merepotkan mereka. Jadi ia akan menghemat semua uang pemberian mereka. Ia tidak mau hutangnya, semakin banyak.
"Tetsu, kau yakin hanya makan sandwich dan minum sekotak susu vanila? Kurasa, kau harus banyak makan..." ucap Aomine, disela kegiatan makannya dan melihat si baby blue yang sedang menikmati makanannya.
"Aomine benarssu! Apa kau mau udang punyaku?" tawar Kise pada Tetsuya yang duduk disebelahnya.
"Jangan Tetsu! Lebih baik kau makan udon punyaku saja! Ini enak loh~," ucap Aomine, sambil mendorong mangkuk berisi udonnya, kehadapan Tetsuya.
"Tidak!tidak! udangku lebih enak!" ucap Kise, sambil mendorong piring kecil berisi udang goreng miliknya, kehadapan Tetsuya.
"Udon!"
"Udang!"
"Udon!"
"Ud-"
"Daiki, Ryouta...apa yang kalian lakukan pada adikku, hm?" tanya Seijuurou dengan aura mencekam disekitarnya.
"K,kita tidak melakukan apa-apa kok!"
"B,benarssu!"
'Ckris'
"Benarkah?" tanya Seijuurou lagi, kali ini tangannya sudah memainkan sebuah gunting.
"Mereka tidak melakukan apa-apa..." ucap Tetsuya, membela mereka berdua. Sebenarnya Tetsuya ingin mebela mereka berdua dari tadi. Hanya saja mulutnya masih sibuk mengunyah makanan.
"Tetsuya, dimana makananmu?" tanya Seijuurou, yang hanya melihat sebungkus plastik yang sepertinya bungkus sandcwich dan sekotak kecil susu vanila.
"Sudah habis,"
"Itu bukan Tetsuya,"
"Tapi, aku sudah kenyang. Lagi pula, sebentar lagi akan masuk kelas..."
"Kalau begitu, beli sebungkus lagi..."
"Perutku sudah tidak muat..."
"Tetsuya, apa kau mau sakit lagi?"
'Deg'
"Ni-..."
.
.
.
.
"Aku mengerti..."
"Anak pintar..." puji Seijuurou, sambil mengelus lembut surai baby blue itu. Sebenarnya ia, sedikit kecewa. Karena ia yakin tadi, Tetsuya akan memanggilnya dengan kata 'Nii-sama' .
*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*
Sepajang jam perlajaran berikutnya, Tetsuya hanya bisa merutuki dirinya sendiri. Berani-benarninya ia, hampir memanggil Akashi dengan panggilan 'Nii-sama'. Memangnya dirinya itu siapa? Ia bahkan tidak berhak menyandang nama Akashi.
*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*
'Drrt...Drrtt...'
From : Okaa-sama
Subject : Tetsuya
Eri-chan, gimana kabarmu? Kau tahu? Hari ini, hari pertama 'kakak'mu ke sekolah loh~
(Gambar Tetsuya dengan seragam SMA Teikou)
Dia manis bukan~? Eri-chan, semangat yah sekolahnya!
"Selalu saja..." ucap seorang anak perempuan, yang langsung melempar smarthphone -nya ke sofa.
TBC
*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*
TERIMA KASIH DUKUNGANNYA!
JANGAN LUPA BACA FANFIC-KU YANG LAIN YAH~
