Naruto
.
.
.
Rate: M
Disclaimer: Mashashi Kishimoto
Genre: Adventure, Friendship, Action, Humor, Romance
Warning: Typo, OC, Gaje, SemiCanon, OOC, masih jauh dari kata sempurna
Summary: Naruto tak tahu siapa orang tuanya, dia sendirian sejak awal. Pertemuan dengan Sandaime Hokage membuat hidupnya berubah. Di tengah latihan dia sadar memiliki Kekkai Genkai, yaitu Futton gabungan dari kedua elemen nya Katon dan Suiton. Dan dia mempunyai impian yaitu menjadi Shinobi terhebat di Konoha.
Chapter 3
Sang Mentari mulai menampakkan dirinya pada desa Konoha. Kicauan burung menjadi musik merdu di pagi hari. Hari ini merupakan hari bagi tim 11 untuk melewatiSurvival Trainingyang akan diberikan oleh Anko. Ini merupakan kesempatan bagi mereka untuk menunjukan hasil latihan mereka selama ini.
Di apartemen tokoh utama kita tampak Naruto telah bersiap menuju ke Training Ground 22. Naruto mengenakan kaos hitam dengan di lapisi jaket berwarna putih yang senada dengan rambut nya, sementara celana dia mengenakan celana standar Anbu berwarna gelap dan sepatu Shinobi berwarna hitam.
"Membuat Onigiri seperti nya enak, sekalian aku akan memberikan nya pada anggota ku". Gumam Naruto, lalu dia beranjak dari tempat nya berdiri dan pergi ke dapur untuk membuat sarapan.
.
-Skip Time-
.
"Pagi Momo, Ken." Sapa Naruto
"Pagi Naruto." Sapa balik Momo tersenyum setelah menjawab sapaan dari Naruto.
"Hmm. Pagi Naruto". Sapa Ken, lalu dia melihat kearah bungkusan di tangan Naruto. "Apa yang kau bawa Naruto?". Tanya Ken
"Kebetulan sekali. Kalian belum sarapan bukan. Karena Anko Sensei belum datang ini makan lah aku membuatkan nya untuk kalian" Naruto menyodorkan kepada tim teman nya makanan yang bawa.
"Oee! Naruto, kau kemarin tidak mendengarkan perkataan Kakashi-sensei." Ujar Ken.
"Tapi Kakashi-Senseimelarang kita untuk sarapan." Ujar Momo membenarkan perkataan Ken barusan.
"Kakashi-Sensei yang melarang kita sarapan, bukan Anko-Sensei. Ingat kita di bawah bimbingan Anko-Sensei" Jelas Naruto. "Lagipula kalau kalian tidak sarapan kalian akan cepat kelelahan, ini ambillah."
Beberapa menit kemudian setelah Momo dan Ken menghabiskan makanan nya Anko akhirnya tiba di sana dengan menggunakan Shunsin.
"Ara ara~, seperti nya kalian bersemangat sekali". Kata Anko setelah melihat kearah anak didik nya.
"Seperti yang kau lihat Anko-Sensei". Balas Ken dengan semangat, diantara teman nya yang lain seperti nya dialah yang paling semangat
"Baiklah, aku akan memulai ujiannya dan peraturannya adalah.." Anko memotong perkataannya membuat semuanya sedikit ketakutan.
"Mengambil lonceng ini dariku dan batas waktunya sampai tengah hari. Dan barang siapa yang gagal aku akan mengembalikannya ke akademi." Jelas Anko sambil memperlihatkan dua lonceng.
"TapiSensei,kenapa loncengnya cuman dua?." Tanya Naruto sementara yang lain mengangguk.
"Aku kan sudah bilang barang siapa yang tidak mendapat lonceng akan ku kembalikan ke Akademi itu berarti salah satu dari kalian akan kembali ke akademi." Semuanya langsung memasang wajah ketakutan.
"Kalian kuperbolehkan menggunakan Kunai dan Shuriken bahkan jika kalian mengusai sebuahNinjutsu kalian boleh menggunakannya. Atau bisa dibilang kalian seolah-olah ingin membunuhku." Tambah Anko.
Anko lalu berjalan menuju batang pohon dan menaruh sebuah jam di atasnya. "Baiklah aku akan menyetel hingga tengah hari." Setelah menyetel Anko lalu berjalan ke tengah-tengah. "Ujian...DIMULAI."
Tim 11 menghilang bersama-sama. Sementara Anko masih diam ditempatnya.
"Momo dan Ken bisa menekan chakranya hingga level ini, namun Naruto aku tidak dapat mendeteksinya." Gumam Anko. 'Kuharap mereka mengetahui maksud dari tes ini'. Batin nya
TAKK
'Kuat sekali tendangan Naruto.' Batin Anko menahan tendangan Naruto menggunakan kedua tangannya.
Naruto lalu memutar tubuhnya sambil mengayunkan kaki kirinya, tetapi dengan refleksnya cepat, Anko melompat kebelakang untuk menghindari tendangan tersebut.
"Taijutsumilikmu lumayan juga, Naruto." Ucap Anko lalu mengeluarkan ular-ular nya dari balik lengan baju nya, "Aku akan serius jadi bersiaplah Naruto." Sambung Anko.
"Itu yang aku tunggu, Anko-Sensei." Ucap Naruto lalu melesat dengan cepat. Anko sedikit terkejut melihat kecepatan Naruto.
Naruto kini berada di depan Anko dan bersiap melakukan pukulan dengan tangan kanannya. Anko yang menyadari Naruto akan memukulnya langsung memerintahkan ular-ular nya untuk menahan pukulan Naruto sehingga pukulannya berhasil ia tahan.
TAKK
Naruto tersenyum karena pukulannya berhasil ditahan oleh ular-ular Anko, sementara Anko menyeringai, "Kekuatan dan kecepatanmu sebanding denganChunnin,Naruto."
"Benarkah itu Sensei". Tanya Naruto lalu ia melompat ke belakang sambil memberi kode dengan jarinya entah pada siapa.
Anko yang melihat gerakan jari Naruto bersiap apabila ada serangan dari anak didiknya yang lain.
Sraakk
Dan benar saja belum tiga detik setelah Naruto memberi isyarat pada teman nya, terlihat seorang perempuan bersurai hitam panjang melesat dengan sangat cepat sambil membawa Katana yang di arahkan nya pada Anko.
Anko yang melihat kecepatan Momo tentu saja terkejut karena melihat kecepatan Genin yang sudah setara dengan Chunnin bahkan lebih. Tidak ingin mati konyol dengan cepat ia menghindari tebasan Katana milik Momo dengan mengorbankan ular-ular nya yang harus rela mati dan kehilangan kepalanya terkena tebasan Katana barusan.
Splaashh
"Tidak kena, tapi ini belum selesai". Gumam Momo.
Kembali ke tempat Anko. Kini ia bernafas lega karena bisa lolos dari maut. 'Hampir saja, aku tidak menyangka Momo mempunyai kecepatan yang sangat luar biasa'. Batin Anko kagum dengan kecepatan anak didik nya.
"Ini belum berakhir Sensei". Teriak salah seorang anak laki-laki di atas pohon yang saat ini membuat Handseal lumayan cepat.
Katon: Hosenka no Jutsu
Muncul peluru-peluru api menuju kearah Anko yang sudah bersiap dengan Handseal nya.
Doton: Doryuheki
Muncul dinding tanah milik Anko untuk menahan serangan peluru api yang di lancarkan Ken.
Boom! Boom! Boom!
Terdengar suara dentuman di hutan itu. Setelah asap mulai mereda kini terlihat dinding tanah yang di ciptakan oleh Anko masih berdiri kokoh.
Stap! Stap!
Belum sempat bernafas lega Anko kembali di kejutkan oleh 2 Kunai bekertas peledak yang menancap di samping kiri nya. Dan
Boom! Boom!
Kertas peledak itu meledak lalu terlihat Anko terlempar akibat dari ledakan itu dan menabrak salah satu pohon di hutan itu.
"Ugh, sial. Aku terlalu meremehkan mereka" Ujar Anko sedikit tertatih.
Tap! Tap! Tap!
Naruto, Momo dan Ken kini muncul mengepung Anko yang saat ini sedang kelelahan. Terlihat kini mereka memegang senjata masing-masing sambil jaga-jaga apabila Sensei nya kembali menyerang.
Poft!
"A-apa!? Bunshin!". Teriak Ken dengan nada kaget.
"Sejak kapan?" Tanya Naruto entah pada siapa.
"Sejak tadi". Ucap seorang perempuan yang tiba-tiba muncul di atas pohon sambil membuat Handseal dengan cepat.
Katon: Goukakyu no Jutsu
Anko menyemburkan bola api tidak terlalu besar lewat mulut nya kearah mereka bertiga.
"Sial! Semuanya menghindar!" Teriak Naruto. Mendengar perintah dari Naruto membuat Momo dan Ken melompat jauh ke belakang untuk mengindar.
BLAARRR
Bola api tersebut hanya mengenai tanah kosong sementara mereka bertiga berhasil selamat dari Jutsu Sensei nya tersebut.
Setelah beberapa detik kini asap bekas Jutsu tadi mulai menipis dan terlihatlah tanah gosong serta lubang yang tidak terlalu besar.
'Bagaimana nasib ku kalau aku terkena bola api barusan'. Batin Ken ketakutan setelah menatap bekas serangan Sensei nya.
"Baiklah, kalau begitu kita gunakan rencana B". Ucap Naruto dan di beri anggukan oleh rekan setim nya.
Setelah mendengar perkataan Naruto barusan membuat Anko menyeringai senang. 'Menarik, aku akan meladeni kalian'. Batinnya.
Anko langsung memasang kuda-kuda bertarung setelah melihat Momo dan Ken melesat ke arahnya. 'Kali ini Naruto berada di belakang, apa rencana mereka selanjutnya.' Batin Anko.
Ken melesat ke arah samping kanan Anko sementara Momo ke samping kiri Anko. Ken melancarkan serangan pertama dengan melakukan tacking di kaki Anko dan dengan cepat Anko langsung melompat ke udara, namun itulah yang diinginkan oleh Ken membuat ia tersenyum. Anko yang melihat cengiran Ken langsung menyadari bahwa Momo kini berada di samping bersiap menebas Anko dengan Katana nya.
TRAANK
Anko menangkis katana milik Momo menggunakan kunai yang dengan cepat ia keluarkan dari kantong ninja nya. Namun serangan Ken dan Momo belum selesai sampai disitu. Ken memberi kode pada Momo lalu membuatHandseal.
Katon: Goukakyu no Jutsu
Momo yang diberi kode oleh Ken langsung melompat menjauh dan bersamaan dengan itu bola api yang dikeluarkan Ken siap mengenai Anko yang masih berada di udara dan dengan cepat Anko juga membuatHandsealdengan cepat.
Katon: Goukakyu no Jutsu
BLAARR
Kedua bola api beradu dan dengan cepat Naruto langsung berlari menuju tempat pertarungan sambil mengambil beberapa Kunai dari kantong nya.Sementara Anko sudah mendarat sempurna berada jauh dari Ken dan Momo.
Belum sempat empat detik mendarat di tanah Anko kembali di kejutkan oleh Naruto yang sudah bersiap melemparkan Kunai yang di lapisi kertas peledak.
Kai!
"Kuso!" Cicit Anko
BLAARRR
Setelah asap bekas serangan tadi mereda, kini terlihat ular berwarna ungu sebesar pohon pisang melilit tubuh Anko.
"Lagi-lagi mengakhiri serangan dengan kertas peledak". Ucap Anko sambil menyeringai yang kini terlihat baik-baik saja setelah ular besar tersebut melepaskan lilitan nya.
"Naruto! Apa yang kau lakukan hah!" Teriak Ken "Kenapa kau tidak menyerang nya dengan Kekkai Genkai mu!". Sambungnya.
"Maafkan aku Ken, aku tidak ingin melukai Sensei dengan Jutsu tersebut". Balas Naruto menyesal. Padahal dirinya lah yang sudah menyusun strategi ini.
"Cih! Naif sekali kau bocah". Kata Anko setelah mendengar perkataan Naruto barusan. "Kalau begitu, aku yang akan melukaimu". Sambung nya, lalu melesat dengan cepat kearah Naruto.
Melihat Anko melesat kearah nya membuat Naruto memasang kuda-kuda bertahan dengan kunai di tangan nya untuk menyambut serangan dari musuhnya.
TRANKK
TRANKK
TRANKK
Adu kenjutsu menggunakan kunai pun tak terelakan. Kini terlihat Naruto sedang tertekan karena serangan Anko yang tidak main-main.
Melihat Naruto yang sedang terpojok rekan nya tidak tinggal diam. Momo melesat kearah Anko yang saat ini sibuk bertarung dengan Naruto. Anko melirik kearah murid perempuan nya yang saat ini melesat dengan cepat kearahnya, dengan sigap dia menendang Naruto pakai kaki kanan nya dan membuat Naruto terlempar lalu menghadap ke samping kiri untuk menyambut serangan dari Momo.
"Rasakan ini Sensei"
Surasshu No Tsuki
Dengan kecepatan yang dimiliki nya Momo mengayunkan Katana nya dari atas ke bawah sehingga tebasan nya berbentuk seperti bulan sabit. Dan dengan sigap Anko bertahan dengan Kunai nya.
TRAANKK
KRAKK
Kunai milik Anko patah setelah berbenturan dengan Katana Momo.
"A-apa!". Kaget Anko setelah melihat Kunai nya terbelah dua sementara Katana Momo masih melesat kearah dada Anko. Tidak ingin terkena tebasan Katana Anko dengan kecepatan Jounin nya serta pengalaman nya yang bertahun-tahun jadi Ninja melompat jauh ke belakang untuk menghindar.
Shuriken Kage Bunshin no Jutsu
Dari arah belakang Anko puluhan Shuriken mengarah ke target nya. Serangan dadakan dari Ken tersebut tentu saja membuat Anko kaget.
'Cih! Mereka tidak memberikan aku waktu' Batin Anko kesal.
Dengan cepat dia mengambil dua Kunai yang berada di Kantong ninja nya.
TRAANKK
TRANKK
CRAASHH
Anko terkena Shuriken di lengan nya dan membuat Anko kehilangan konsentrasi. Melihat Anko terkena serangan Ken barusan Naruto dengan cepat melesat kearah Anko dengan tangan kosong.
BUGH
Naruto berhasil menendang bagian perut Anko sehingga dia terlempar ke belakang sejauh empat meteran. Menatap Anko dengan tatapan dingin Naruto lagi-lagi melesat kearah Anko yang saat ini kelelahan.
Naruto mengarahkan tinju ke wajah Anko dan dengan cepat dia memiringkan kepala nya sehingga pukulan Naruto hanya mengenai angin. Tidak ingin musuh nya bernafas lega, Naruto mengayunkan tangan satu nya ke perut Anko. Dan
BUGH
Lagi-lagi Anko terkena serangan di perut. Belum sempat memegang perut nya yang sakit terkena pukulan Naruto tadi, Anko harus menghindari serangan Momo yang tiba-tiba. Dengan sangat lihai Anko menghindari tebasan demi tebasan dari Momo. Melihat Momo yang kehilangan keseimbangan setelah serangan nya berhasil dia hindari, Anko dengan cepat menangkap tangan Momo yang saat ini memegang katana lalu menendang bagian pinggang Momo.
BUGH
.
-Skip Time-
.
"Baiklah. Kalian ku nyatakan lulus". Ucap Anko lalu tersenyum menatap kearah anak didiknya yang saat ini sedang berbaring akibat kelelahan melawannya.
"Ugh, benarkah itu Sensei?". Tanya anak laki-laki berambut perak jabrik yang saat ini keadaan nya terlihat sangat menyedihkan.
"Tentu saja" Balas Anko dengan singkat.
"Sejak kapan kalian mengetahui tujuan tes ini?". Tanya Anko pada anak didik nya.
"Setelah kami mencoba mengalahkan mu satu lawan satu". Jawab Naruto
"Maksud mu?"
"Setelah satu jam tes di mulai kami baru menyadari bahwa mengalahkan Sensei sendirian itu sesuatu yang mustahil. Jadi kami berinisiatif untuk mengalahkan Sensei dengan kerja sama yah walaupun kami tetap kalah. Dan lonceng yang ada pada Sensei itu hanya pengecoh saja bukan." Jelas Naruto dan di beri anggukan oleh yang lain.
Setelah mendengar penjelasan salah satu murid nya membuat Anko tersenyum bangga.
"Baiklah besok kita Tim 11 akan berkumpul disini jam 8 pagi untuk melaksanakan misi pertama kita." Ucap Anko lalu menghilang diikuti kepulan asap.
Kini seluruhJouninpembimbing tengah berada di rungan Hokage. Mereka berkumpul untuk melaporkan hasil ujian kelulusan yang mereka lakukan pada murid bimbingan mereka.
"Tim 8 Lulus." Kata Kurenai
"Tim 10 Lulus." Kata Asuma
"Tim 7 Lulus." Ucap Kakashi dan sontak semuanya langsung terkejut mengingat Kakashi belum pernah meluluskanGenin.
"Bagaimana dengan Tim 11 Anko?" Tanya Minato pada Anko.
"Mereka lulus dengan sempurna Hokage-sama". Jawab Anko.
"Apa maksudmu dengan sempurna?" Tanya Asuma.
"Kerja sama mereka sangat sempurna ditambah lagi kemampuan dan pemikiran mereka, mereka bertiga sudah setara dengan Chunnin. Yah walaupun aku tidak terlalu serius melawan mereka." Sekali lagi semua orang yang berada di ruangan tersebut terkejut.
"Baiklah kalau begitu, karena semuanya sudah melapor, kalian semua boleh pergi." Kata Minato setelah pulih dari terkejutnya.
"Baik Hokage-sama." Jawab semuanya lalu menghilang menggunakanShunshin.
.
-Skip Time-
.
Setengah bulan telah berlalu setelah melakukan tes kerja sama tim, kini terlihat tim 11 dan 7 sedang berada di Kantor Hokage untuk untuk mengambil misi hari ini.
"Oh ayolah Tou-san berikan kami misi yang lebih menantang" Ucap seorang anak berambut kuning cerah memohon pada pria dewasa di depan nya.
Misidiberikan kepada ninja tergantung pada tingkatan yang mereka miliki. Di sebuah desa, misi terbagi menjadi lima rank, masing-masing rank memiliki kesulitan dan kepentingannya masing-masing.
Misi D-rank. Diberikan kepada genin. Misi ini tidak berbahaya sama sekali dan hanya berisi tugas-tugas biasa. Contohnya pekerjaan rumah tangga, bertani, menjaga anak, dan mencari barang yang hilang. Bayaran untuk misi D-rank adalah 5.000 sampai 50.000 ryō.
Misi C-rank. Diberikan kepada genin yang berpengalaman atau chunnin. Misi ini memiliki kemungkinan untuk bertarung dengan bandit. Contohnya melindungi orang dari bandit, menyelidiki sesuatu, menghadapi bandit dan pencuri, dan menangkap hewan buas. Bayaran untuk misi C-rank adalah 30.000 sampai 100.000 ryō.
Misi B-rank. Diberikan kepada chunnin yang berpengalaman. Misi ini memiliki kemungkinan untuk bertarung dengan ninja. Contohnya melindungi orang dari ninja, menyusup, dan membunuh ninja lain. Bayaran untuk misi B-rank adalah 150.000 sampai 200.000 ryō.
Misi A-rank. Diberikan kepada jounin. Misi ini menyangkut masalah kepentingan desa dan apapun yang dapat mengancam keamanan dan pertahanan. Contohnya melindungi orang penting atau VIP, melawan sebuah pasukan ninja atau ninja yang berbahaya. Bayaran untuk misi A-rank adalah 150.000 sampai 1.000.000 ryō.
Misi S-rank. Diberikan kepada jounin yang berpengalaman. Misi ini menyangkut rahasia desa atau rahasia negara dan apapun yang sangat berbahaya bagi desa, negara, bahkan dunia. Contohnya membunuh orang penting atau pejabat, membawa dokumen yang sangat rahasia, dan melawan ninja S-rank. Bayaran untuk misi S-rank adalah lebih dari 1.000.000 ryō.
Selama mereka sudah resmi menjadi Genin mereka hanya diberikan oleh Yondaime misi Rank-D. Seperti membantu petani, membersihkan kebun warga dan masih banyak lagi.
Mendengar permintaan anak tersebut, Minato menatap serius orang bermasker didepan nya.
"Apa mereka sudah siap Kakashi?"
"Ha'i, mereka sudah siap Sensei". Balas Kakashi dengan nada tegas.
"Baiklah, untuk tim 7 aku akan memberikan kalian misi Rank-C, yaitu mengantar seorang pembuat jembatan menuju ke Nami no Kuni. Dan seperti nya dia sudah tiba" . Ucap Minato setelah mendengar seseorang mengetuk pintu.
"Anda boleh masuk Tazuna-san". Kata Minato.
Mendengar namanya di panggil Tazuna langsung masuk ke ruangan tersebut. Pakaian nya sama seperti Canon.
"Tazuna-san mereka adalah tim yang akan mengawal anda". Ucap Minato sambil menunjuk kearah tim 7.
"Apa anda bercanda Hokage-sama. Mereka hanya anak-anak". Ejek Tazuna setelah memperhatikan tim yang akan mengawalnya.
"Hey Oji-san! Jangan menilai seseorang dari penampilan nya". Bela Menma dan dibalas anggukan oleh kedua rekannya.
"Baiklah, aku akan menunggu kalian di gerbang 30 menit lagi". Ucap Tazuna.
"Baiklah, tim 7 persiapkan perlengkapan kalian. Kita akan berkumpul di gerbang 30 menit lagi".
"Ha'i Sensei". Ucap mereka serempak lalu berpamitan pada Yondaime Hokage dan tim 11.
Setelah semuanya keluar kini tersisa Minato dan tim 11 saja lagi yang berada di ruangan tersebut.
"Untuk tim 11, aku juga akan memberikan kalian misi Rank-C. Yaitu mengantarkan surat ini ke desa Padi". Jelas Minato lalu memberikan gulungan itu pada Anko dan di sambut baik olehnya
"Apa isi surat ini Hokage-sama?". Tanya Naruto.
"Itu adalah surat kerja sama antara desa Konoha dan desa Padi". Jawab Minato "Dan kalian akan ditemani oleh seorang Chunnin, dia sudah menunggu kalian di gerbang desa". Sambung Minato
"Souka". Gumam Naruto
"Baiklah, tim 11 bersiaplah. Ku tunggu kalian di gerbang 20 menit lagi".
"Ha'i". Balas mereka secara tegas.
"Kami pamit undur diri Hokage-sama".
.
-Di Suatu Tempat-
Tap
Tap
Tap
Tap
Gelap. Hanya kegelapan yang terlihat di tempat itu, namun itu tidak menghalangi langkah kaki seseorang yang tidak di ketahui identitas nya tersebut. Dengan sangat santai orang tersebut berjalan, kini sampailah dia di depan pintu yang terlihat sangat usang. Tangan pucat nya terangkat untuk mendorong pintu tersebut.
Krieettt
Bunyi decitan pintu itu mengalun merdu di tempat gelap tersebut. Terlihat orang misterius itu sedang berlutut pada orang di depan nya.
"Bagaimana perkembangan nya?" Tanya orang yang berdiri didepan orang misterius tersebut dengan nada datar.
"Perkembangan nya lumayan pesat Tuan". Balas orang misterius dengan nada yang tidak kalah datar nya.
"Souka". Gumam orang yang di sebut Tuan barusan. "Kalau begitu awasi dia terus, jangan sampai dia tertangkap orang-orang itu" Perintah orang tersebut.
"Ha'i". Balas orang misterius tadi lalu menghilang.
.
.
.
-To Be Continued-
.
.
.
List:
Nama: Shimazu Naruto
Elemen: Katon, Suiton
Kekkai Genkai: Futton
Status: Genin
Senjata: -
Usia: 13-14
Nama: Hirai Momo
Elemen: Raiton
Kekkai Genkai: -
Status: Genin
Senjata: Katana
Usia: 13-14
Nama: Sarutobi Ken
Elemen: Katon, Doton
Kekkai Genkai: -
Status: Genin
Senjata: -
Usia: 13-14
Nama: Mitarashi Anko
Elemen: Katon, Doton, Fuuton
Kekkai Genkai: -
Status: Jounin
Senjata: -
Usia: 27-28
Mohon maaf apabila chapter ini kacau.
Serta masih banyaknya Typo yang bertebaran, GaJe, Alur berantakan dan lainnya.
Author dengan senang hati menerima Saran dan Kritikan.
Jadi lebih dan kurang mohon di REVIEW, FAV, dan FOLLOW.
Terimakasih.
