Daddy, Daddy!?
Author : KaiHun_9488/exoKaiHun/god88xpeachboy
Pairing : KAIHUN/SEKAI (UKE SEHUN!)
Rated : T - Slight M (for LOTS of BAD/ SWEARING WORDS)
Warning : UKE!SEHUN, TOP!KAI, YAOI, MPREG! Slight-Marriedlife, TYPOS AHEAD, DLDR!
NO BASH, NO COPY, NO PLAGIARISM OKAY!
[ JAN LUPA BACA A/N, REVIEW and Follow me on twitter god88xpeachboy] THANK CHU 3
~ KaiHun_9488 Present ~
ENJOY EVERYONE ~
~ Chapter 8 ~
.
.
.
.
.
.
[Previous Chapter]
Untuk sesaat mereka hanya saling menempelkan bibir mereka. Tidak berani untuk bergerak sedikitpun saja. Dan ketika Jongin memutuskan bahwa mereka berdua membutuhkan lebih, tiba-tiba saja Jongin menyadarinya. HE KISSED SEHUN! ASDFGHJKL!
.
.
.
[SEHUN POV]
Okay, someone please tell me this isn't a dream... Nope, Ini bukan mimpi Sehunnie... Jongin, pria tampan nan sexy, ayah dari Narie, he fuckin really kissed you, on the mouth. YES YESSS, fuckin finally! Aku kira Jongin benar-benar dense, ternyata dia juga memiliki perasaan yang—
Ouch!
What the hell?! The fuck is happening good lord? My precious butt hurts so bad.. hueeee TT
[SEHUN POV END]
Kalian mau tau kenapa bokong nan indah Sehun bisa sakit ? Itu karena setelah Jongin menyadari bahwa ia dengan tanpa sengaja mencium Sehun, atau disengaja(?), okay itu tidak mungkin, pria berkulit tan itupun secepat mungkin menggeser tubuhnya, yang malah membuat tubuh Sehun tersingkir dari atasnya dan tepat jatuh dengan keadaan bokong yang mencium lantai yang keras. Ugh, it looked hurts tho.
Jongin dengan dengan keadaan kacau, berdiri dengan posisi yang aneh di sebelah kursi, dengan nafas yang terpacu dengan cepat, muka yang flushed, mata yang mengerjap-ngerjap aneh, dan he sweats a lot. Bahkan kaus yang sedang dipakai Jongin sekarang terasa basah. Well kalau menurut pandangan Sehun sih sebenarnya Jongin terlihat kacau yang menggairahkan.
Sehun dengan posisi yang masih terduduk dengan mengenaskan, memandan Jongin dengan pandangan sayunya dari arah bawah, sambil memandang lelaki manis itu seperti memiliki perdebatan yang hebat dengan dirinya sendiri. Shit, Jongin terlihat lebih tampan bila dia berkeringat~ god, I really want to lick all of those sweat from Jongin's body till nothing left.. Ughhh.. pasti rasanya akan sangat panas... Okay Sehun back to topic..
Dengan perlahan Sehun pun berdiri, sambil mengelus dan memijit-mijit bokong montoknya.
Jongin pun meringis tidak enak saat ia menyadari bahwa ia sama sekali tidak membantu Sehun berdiri. Merasa bersalah Jongin pun berjalan mendekat kearah Sehun.
" Maaf, Sehun-ah... Aku tidak bermaksud untuk menyakiti mu, hanya saja tadi itu hal yang tiba-tiba dan aku dengan spontannya melakukan itu.. I'm so sorry, I really do" Jongin pun berbicara dengan muka yang bersalah.
Mendengar ucapan Jongin, Sehun tersenyum simpul. Dia sama sekali tidak marah, yeah tbh slightly dissapointed because, sepertinya Jongin tidak merasakan sesuatu saat tadi mereka berciuman. Huff... sepertinya hanya aku yang memiliki perasaan ini... Begitulah pikir Sehun.
" It's okay Jongin, no big deal. Lagi pula, Jongin tentang...ehm, k-kiss tadi itu... uhm.. I mean eh.." Ucap Sehun dengan terbata-bata dan muka yang memerah, dan jangan lupa jari-jari lentiknya meremas-remas ujung bajunya dengan gugup.
Jongin tersentak mendengar ucapan Sehun. Mulutnya ternganga tidak percaya. Seriously ? Sehun, kau benar-benar ingin membicarakan ciuman tadi, disaat kita berdua sama-sama masih canggung ? Woah.. he really brave.. Itulah yang dipikir Jongin saat ini.
Dengan susah payah Jongin menutup mulutnya dan menegak air liurnya. Dengan nafas yang berat Jongin memberanikan diri mengeluarkan suaranya.
" Okay, firstly aku mintaa maaf bila aku dengan lancang nya mencium mu, It's not my intention to kissed you, itu semua purely kecelakaan semata, okay memang tidak terlihat seperti kecelakaan, I mean ehh.. maksud ku.. idontknowwhat'sgoingonmyheadijustsuddenlyhavethisurgetokissyouwhenyoulookedsoperfectly—"
"Calm down Jongin...take a breath.. breath in..out.. Alright, you okay now ? Jadi.., bisakah kau mengulangi apa yang kau katakan karena aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan, you're too fast Jongin.." Selagi mengucapkan itu Sehun dengan tenang mengusap-usap punggung tegap Jongin, berharap dengan melakukan ini dapat menenangkan Jongin.
Dalam hati Jongin menggerutu dengan keadannya sekarang ini. Bagaimana memalukannya dan bodohnya dia, hampir saja spilling everything out, didepan pria manis yang berdiri dengan cemas melihat keterpurukan Jongin. C'mon Jongin, take a damn mouthful breathe.! Jfc I'm such a messed right now. Sejak kapan aku berubah 180 derajat dari Kim Kai yang mampu menaklukkan setiap manusia dengan beberapa detik saja, menjadi seorang Kim Jongin yang sangat memalukan?! You do looked like a loser and an A+ weirdo Jongin..Get a grip and say something normal, oh god please..
" Yeah, maksudku adalah maaf, semua tentang ciuman tadi itu hanyalah ketidak sengajaan, tidak ada maksud dibaliknya... Jadi, aku harap kau tidak perlu memikirkannya. Maaf bila hal itu membuat mu terganggu.. oh ya sepertinya juga ini sudah larut malam. Kau pasti lelah, aku pun juga jadi, let's just go to sleep yeah ? Good night Sehun-ah.." Setelah mengucapkan itu, dengan cepat Jongin berjalan masuk kekamarnya, mengunci pintu kamar, dan meloncat diatas tempat tidurnya.
"Oh god, I feel like a jerk right now. Kenapa sih aku bodoh sekali ? WHY JONGIN, JUST WHY?! Kau jelas-jelas menciumnya, dan.. apa tadi?! Ketidak sengajaan ? Bullshit! Aghh I hate myself so much.." Lihatlah bahkan Jongin sekarang terlihat seperti lelaki yang depresi, dia terus saja menggerutu dan mengacak-acak rambutnya yang memang dari awal sudah berantakan. Sepertinya hanya karena lelaki semanis Sehun, dunia Jongin turning upside down dengan cepat. Biarkan sajalah Jongin dengan tingkah bodohnya.
Dilain sisi, Sehun duduk terdiam dipinggir kasur Narie. Dia hanya memandang kearah dinding dengan tatapan kosong. Hatinya sedang berkecamuk. Apa yang dikatakan Jongin barusan, benar-benar menyakiti hatinya. Dia berpikir mungkin ini akan menjadi awal untuk hubungan mereka menuju lebih serius. Tapi harapannya hanyalah tingggal harapan, sepertinya hanya Sehun yang selalu merasakan getaran-getaran setiap kali dia bersama Jongin. something never really changed, I still feel captivated and still get lost in those deep and captivating gaze, Jongin. Sehun tertawa, tapi entah kenapa air matanya pun ikut terjatuh.
The next morning, 8 a.m.
Chirp..chirp..chirp..
Tap..tap..tap..
Pagi-pagi sekali, sudah terdengar suara ketukan sepatu yang bergerak kesana-kemari. Seorang lelaki berkulit tan dan tampan, Jongin, dengan cepat bersiap-siap untuk segera beranjak dan pergi ke kantor tercintanya. Entah kenapa saat bangun tadi, nyali Jongin menciut untuk bertatap muka dengan Sehun, sehingga Jongin memutuskan untuk lebih melarikan diri dengan menyibukkan diri di kantor. Padahal seminggu yang llau, Jongin sendiri mengatakan kepada Lay Hyung bahwa dia akan mengambil cuti untuk 2 minggu, namun sepertinya Jongin lebih memilih bekerja daripada harus berada seruangan dengan Sehun. Kalian berpikir aku mau melewati pagi yang canggung dengan Sehun, Ha! Not a chance. Itulah yang dipikir Jongin.Maka dari itu sebelum Sehun dan Narie bangun, Jongin sudah keluar dari rumah dan meninggalkan kedua mahluk manis yang masih tertidur lelap.
[Jongin's Apartement] 9 a.m.
Eunghh.. huhh... Terdengar helaan nafas dari seorang pria manis. Setelah terbangun dari tidurnya yang melelahkan, —karena Sehun terus memikirkan perkataan Jongin semalaman—, dengan perlahan Sehun mendudukkan dirinya. Mengusap-usap matanya untuk menghilangkan rasa kantuk, Sehun pun mengalihkan perhatiannya kearah putri manisnya yang masih tertidur lelap, lengkap dengan aliran putih yang terlihat disekitar wajah imutnya. Sehun terkekeh kecil, seketika melupakan kesedihannya, dan dengan perlahan dan penuh kasi sayang ia membangun Narie, putri manisnya.
Dengan perlahan Sehun mengusap-usap punggung Narie, dan tangan lainnya digunakan untuk menyapukan rambut yang menutupi wajah Narie. Perlahan Sehun menundukkan wajahnya dan mengecup kening, pipi, dan bibir manis Narie. Ini merupakan kebiasaan Sehun saat membangunkan putri kecilnya, Narie akan lebih cepat bangun bila dibangunkan dengan ciuman manis dari Mommy tercintanya.
" Muah..muahh.. Wakie wakiie up, sweetheart.. The sun has been up, putri kecil Mommy seharusnya sudah bangun sekarang~" Sehun berkata dengan nada manja.
Dengan perlahan mata Narie pun mengerjap-ngerjap, membiasakan pandangannya yang langsung dihujam dengan sinar matahari pagi, as soon as her eyes opened. Mengusap matanya sebentar, kemudian dengan cepat menampilkan senyum yang cerah ketika matanya melihat Mommy tercinta yang sedang memperhatikan tingkah lakunya. Narie pun mendudukkan diri didepan Mommynya.
" C'mon Mom, let's pray together to God ~ Aku sangat rindu berdoa bersama Mommy. Aku tidak bisa berdoa dengan Daddy, karena sepertinya Daddy bukanlah tipe orang yang religous.. " Ucap Narie diakhiri dengan mem-poutkan bibirnya.
" Aigoo~ Pintarnya putri Mommy.. hehe.. Okay, shall we pray now ?"
Setelah mengucapka itu, Sehun mengambil kedua tangan Narie, kemudian mereka berpegangan tangan, menundukkan kepala dan menutup mata mereka. Sehun pun memimpin doa yang penuh khidmat dipagi yang cerah itu. Oh, jangan lupa Vivi yang dengan setia duduk didekat kaki Narie. Di akhir doa, Narie melantunkan harapannya kepada Tuhan. Yang pastinya membuat hati Sehun bergetar, melihat ketulusan hati putri kecilnya.
" God, I hope everyone around me will always be happy. Especially for my mommy, daddy, Uncle Chanyeol, Auntie Baekhyun, and Vivi~ Tuhan kumohon Kau selalu melindungi mereka dimanapun mereka berada, dan jangan buat mereka semua bersedih, karena kalau mereka bersedih itu membuat hatiku sedih.. Thankyou God for everything, and Amen."
Setelah berdoa, dengan erat Sehun memeluk tubuh kecil Narie. Disaat-saat seperti ini, Sehun merasa bangga sekaligus tidak menyesal menghabiskan masa-masa mudanya, instead ikut berpesta setiap hari dan menikmati masa muda, Sehun lebih memilih mempertahankan kehamilannya dan dengan jerih payahnya membesarkan putri kecilnya seorang diri, tanpa bantuan seorang pasangan, hanya mendapat dukungan dari kedua orang tuanya, dan teman-teman terdekatnya. Tidak salah dia mendidik dan menyayangi Narie dengan sepenuh hati, tiada hari tanpa Sehun mengucap syukur atas kehadiran seorang malaikat kecil untuk menyemangati hidupnya. Yang Sehun tau, sampai kapan pun Sehun akan memperjuangkan Narie, meskipun banyak rintangan yang menghadang.. Itulah kasih tulus dari seorang Sehun, seorang Ibu dari putri kecil dan manis, yang sekarang mulai beranjak besar.
— — — — — — 88 X 94 — — — — — —
Balé Studio | Jongin's Office. 1 p.m
"Huhhh..."
Sudah terhitung yang kesekian kalinya, Kim Jongin mengeluarkan helaan nafasnya mulai ia masuk kekantor nya hingga sekarang. Tampaknya pria tampan itu masih saja menyesali perkataannya kemarin malam. Dan hal ini tentu saja tak luput dari penglihatan sahabat dekatnya, Park Chanyeol yang kebetulan mampir sejenak ke studio dance Jongin, untuk melihat keadaan sahabat dekatnya.
" Okay.. cukup sudah kau membuang-buang nafas tidak bergunamu, Jong. Berhenti terlihat seperti kau adalah pria termalang didunia, when in fact sebagian dari populasi di Korea rela memuja tanah yang kau injak. Now, talk to me. Apa yang membuat mu segusar ini ? Narie ? Atau.. Sehun.. ?" Ucap Chanyeol sambil menatap wajah nelangsa Jongin, yang sialnya terlihat semakin jelek, setidaknya menurut Chanyeol begitu, karena menurut dirinya, hanya Park Chanyeol-lah satu-satunya pria tertampan di seluruh Korea ini. Ha! How narcicsstic you are Park Chnyeol, keep dreaming on.
Kai mengehla nafas, lagi. Setelah menimbang-nimbang cukup lama, akhirnya ia membernaikan diri untuk mengeluarkan isi pikirannya yang bisa dikatakan sangat berantakan.
" Aku.. I don't know Chanyeol, aku merasa aneh dengan diriku sendiri. Ini seperti bukan diriku, tapi sialnya, aku selalu terlihat seperti pecundang tiap kali aku berhadapan dengan Sehun. Padahal kami baru saja saling bertemu, hack, aku bahkan baru benar-benar mengenalnya. Aku.. aku merasa sangat kacau dan baru kali ini, I feel like a big jerk, ketika tanpa sengaja aku membuat Sehun bersedih. " Jongin pun mengacak-acak rambutnya yang sudah tertata rapi. Pria bermarga Kim itu, terlihat kacau, quite literally if you say.
Chanyeol yang melihat keadaan Jongin terlihat sangat kacau, pun merasa kasihan sehingga dia memutuskan untuk memberikan a lil bit advice, yang mudah-mudahan dapat membantu menjawab dan membuka pikiran sempit sahabat dekatnya ini. Geez, this troubled kid is really fuckin dense. Itulah yang dipikir Chanyeol dalam hati.
" Jongin-ah, aku mengatakan ini bukan hanya sebagai sahabat dekatmu, tetapi juga sebagai Hyung mu dan juga sebagai orang yang bisa dikatakan cukup dekat dengan Sehun. Jadi, menurut ku kau, Kim Jongin, mulai jatuh hati pada our Sehunnie.. It's okay tho. Kurasa itu ide yang bagus, karena kalian juga sudah mempunyai seorang gadis manis bernama Narie sebagai putri kalian, jadi tidak aneh bukan pada akhirnya kalian bersama-sama, dan membentuk kelurga kecil yang perfect untuk perkembanagn Narie ? " Ucap Chanyeol sambil terus memandang Jongin. Sedangkan Jongin, lebih memilih memandang kearah tumpukan kertas berisi laporan keuangan perusahaannya.
" Well, to be honest Jongin, bukan maksudku untuk playing cupid for you atau menyembunyikan rahasia ini.. Well, sejujurnya dari awal semua rencana mengenai Sehun menitipkan putri kesayangannya bersamamu, ayah kandungnya, dan juga Sehun yang sekarang tinggal di apartemenmu.. itu semua adalah ide ku dan Baekhyun. Sebenarnya, Sehun sudah cukup lama mengetahui dimana keberadaanmu, yah semenjak aku menjalin hubungan dengan Baekhyun, yang kebetulan bershabat dekat juga dengan Sehun sedari kecil. Jadi jika dihitung-hitung semenjak 4 tahun yang lalu ? Tapi, karena Sehun merasa tidak enak untuk tiba-tiba masuk ke kehidupan mu yang 'perfect' dia lebih memilih untuk bungkam dan berjuang seorang diri membesarkan putri kalian. Yah tentu saja dibantu oleh aku dan Baekhyun juga. "
Chanyeol pun melanjutkan ucapannya, saat dilihatnya Jongin hanya diam mendengarkan.
" Dan tahun lalu, saat Narie merayakan ulangtahunnya yang ke 6, ia menanyakan tentang keberadaan ayahnya, dan akhirnya Sehun menceritakan semuanya, tentang mu, well minus about the one-night stand thing. Semenjak itu, aku dan Baekhyun pun determined untuk mempertemukan Narie dengan mu, dan mungkin sekaligus menyatukan kau dengan Sehun..? " Ucap Chanyeol yang diakhiri lebih seperti pertanyaan. Bukannya apa, hanya saja Chanyeol takut Jongin akan marah karena mencampuri urusan hidupnya.
Untuk waktu yang cukup lama, mereka sama-sama terdiam. Hanya keheningan yang mengisi ruang besar kantor Jongin.
" Huhh.. Kurasa kau ada benarnya Hyung. Tapi untuk soal perasaan untuk Sehun, aku masih belum begitu yakin. Kami baru saja mengenal, tidak mungkin dengan cepat aku bisa jatuh cinta padanya. Kau tau kan, tidak mudah bagiku untuk merasakan sesuatu romantically atau terikat pada sebuah hubungan serius ? Mungkin aku butuh waktu yang cukup banyak untuk mencari tau, apakah aku benar-benar sudah jatuh hati padanya... " Ucap Jongin dengan suara yang kecil.
Chanyeol pun hanya bisa tersenyum maklum, lalu menepuk pundak Jongin sebagai maksud bahwa dia mendukung apapun itu keputusan Jongin.
" Jadi.. Semuanya sudah jelas kan ? So, stop those gloomy face. Ayolah, Jong tunjukkan wajah sombong mu itu, kau benar-benar tidak cocok bertingkah layu. " Ucap Chanyeol dengan senyum main-main.
" Sebenarnya.. bukan hanya itu sih masalahnya, Hyung.. hehe.. Aku.. ya aku 'sepertinya' mencium Sehun dibibir, dan dengan bodohnya mengatakan bahwa itu hanya ketidak sengajaan..." Balas Jongin dengan ragu-ragu.
Dengan wajah kesal dan kepalan tangan yang pura-pura diacungkan dihadapan Jongin, Chanyeol membalas. " WHAT?! Fuck you Kim Jongin! Aku kira masalahnya hanya tentang perasaan complicated mu ternyata karena kau melakukan tindakan bodoh, LAGI! Woah... kalau bukan karena aku sudah menganggapmu seperti adik kandung ku aku pasti sudah menghajarmu.. Cih.."
Jongin, dengan tampang tak berdosanya, meringis malu sambil menggaruk-garuk kepalanya yang todak gatal.
" Ayolah, hyung bantu aku untuk memperbaiki keadaan ini. Aku benar-benar merasa bersalah pada Sehun. Apalagi tadi pagi aku tidak sempat bertatap mukanya karena aku sangat malu. Pasti Sehun merasa kesal dan marah atas sikap kurang ajar ku.. huhuhu.. " Ucap Jongin dengan manja. Yah, kenyataannya semanly atau segagah apapun Jongin dihadapan banyak orang, tak bisa dipungkiri bahwa dia tetaplah seorang adik yang manja bagi Chanyeol.
" Ya sudah.. Kali ini aku akan membantu mu, tapi ingat Jong kalau lagi kau berbuat bodoh dan menyakiti Sehun, bukan aku yang akan maju, tapi Baekhyun. Kau tau sendiri betapa Baekhyun menyayangi Sehun dan Narie. Jadi sebaiknya jaga sikap mu, if you don't want Baekhyun kill you in a second. " Peringat Chanyeol kepada Jongin.
" Yes, yess.. Okay Chan hyung, I swear I won't do anything stupid again. Promise. Sekarang beritau aku apa yang harus aku lakukan.. ayooo " Ucap Jongin tidak sabar.
" Nah, kau kan sebenarnya masih di masa cuti, yang artinya besok hingga beberapa hari kau bebas melakukan apapun. Bagaiman kalau kau meminta maaf pada Sehun, dengan cara membawa dia dan Narie untuk berlibur ke pantai ? Sehun dan Narie, sangat suka menghabiskan waktu dipantai apalagi Narie. Dia sudah lama ingin belajar berenang di pantai katanya. Haha.. Jadi, bagaimana ? You in or nah ? " Tanya Chanyeol.
Dengan muka sumringah, Jongin mengangguk setuju dengan saran Chanyeol. Dia yakin Sehun pasti akan memaafkannya, terlebih dia juga bisa bersenang-senang dan semakin mengenal lebih dalam dengan Sehun juga Narie.
" Nice, Hyung! Aku setuju. Woah, kau memang yang terbaik Hyung. Thanks ya hyung, aku pasti membalas kebaikanmu, tapi kapan-kapan ya. Hehe.. " Setelah mengucapkan hal itu Jongin pun berlari dengan cepat keluar ruang kantornya, meninggalkan Chanyeol yang bersungut-sungut karena ucapan kurang ajar Jongin.
- God88 X PeachBoy -
Malam harinya, saat ini Sehun dan Narie sedang asyik, seperti biasa menghabiskan waktu dengan menonton K-Drama favorit mereka baru-baru ini, yang dimainkan oleh aktor favorite merek berdua Do Kyung Soo, yang berjudul 100 Days My Prince. Saat asyik-asyiknya fangirling-ria terhadap ketampanan Lee Yool, terdengar suara pintu apartemen Jongin yang terbuka menandakan adanya orang yang masuk. Kemudia terdengar bunyi pintu ditutup, diikuti suara ketukan kaki yang beralaskan slipper, kemudian muncul lah Jongin dengan keadaan yang sedikit berantakan dan wajah lelahnya. Kemeja yang setengah keluar dari celana, kedua kancing paling atas yang terbuka sehingga memperlihatkan sedikit dada bidang dengan warna kulit tang yang dihiasa sedikit lelehan keringat, dan juga rambut yang acak-acakkan. Namun sesaat setelah matanya melihat kedua malaikat yang indah, sedang menoton K-drama dengan heboh, wajahnya yang lelah langsung tergantikan dengan senyum yang teduh. Melihat Sehun dan Narie tertawa bahagia, seketika menghapuskan lelahnya.
Spertinya Sehun dan Narie terlalu serius memperhatikan ketampanannya Lee Yool, sehingga tidak menyadari bahwa pria tampan yang bermarga Kim itu sudah berdiri didekat mereka sejak beberapa menit yang lalu. Itu adalah Narie yang pertama kali menyadari keberadaan Jongin, dengan cepat dia turun dari atas sofa, dan meloncat dengan heboh kepelukan Daddynya. Untung Jongin cepat tanggap, menahan berat tubuh Narie.
" Daddy~! Welcome back home~ I've missed you so much! Mommy too right ? " Ucap Narie dengan tersenyum lebar, yang diakhiri dengan mata bulatnya yang mengerjap-ngerjap polos memandang kearah Mommynya, seakan berharap Sehun mengiyakan perkataannya. Jongin pun juga ikut memandang kearah Sehun, entah kenapa ikut tertarik melihat rekasi Sehun.
Awalnya agak ragu mengiyakan, namun saat ia melihat wajah Jongin yang, mungkin terlihat berharap(?), okay biarkan Sehun dengan fantasinya okay, akhirnya dengan agak ragu Sehun menganggukkan kepalanya sedikit. Kemudian diikuti oleh senyum yang sederhan namun tetap saja manis. Kemudian Sehun berucap,
" Welcome home, Jongin. " Dengan suara yang halus dan ekspresi wajah yang teduh.
Melihat itu, Jongin tak kuasa mengontrol debaran jantungnya yang seketika berubah lebih cepat dari biasanya. Deg deg deg deg deg.
Dengan muka yang sedikit memerah tak karuan, tanpa sengaja Jongin menceploskan semuanya, tanpa berpikir panjang lagi.
" SEHUN-AH AYO KITA BERLIBUR KEPANTAI DAN BERSENANG-SENANG~! " Dan karena sangkin groginya Jongin malah berakhir mengutarakan semuanya dengan berteriak. Setelah menyadari apa yang dikatakannya, Jongin meringis canggung. Yah, bodoh sekali kau Kim, ini terlalu cepat. Ah, shit shit. Whatever sudah kepalang tanggung juga kalau kutarik ulang. Hahh.. Rutuk Jongin dalam hati.
"..."
" WHAT?!", " YEYYYY~"
Kira-kira itulah tanggapan yang berbeda yang keluar dari sepasang Mommy dan anak itu. Sehun dengan muka terkejut bercampur bingung, dan Narie yang sudah berteriak bahagia, sambil berlari memutari Daddy nya yang sedari tadi berdiri kaku.
Sepertinya besok akan menjadi hari yang menyenangkan sekaligus penuh debaran bagi Jongin dan Sehun. Let's just see in next chapter, alright ?
- TO BE CONTINUED -
.
.
.
[A/N] Halo semuanya~ I'm so sorry it take a long time for me to finally updating this story again.. T.T. Bukan maksudku untuk melalaikan cerita ini, tapi kehidupan di dunia nyata benar-benar menghabiskan hampir seluruh waktuku. Bahkan aku baru sadar bahwa aku mempunyai cerita yang harus dilanjutkan. Hehe. Anyway, karena kemaren adalah ulang tahun Kim Jongin, sebagai hadiah ulang tahun aku memutuskan untuk mengupdate cerita ini. Maaf kalau hanya bisa segini ya, sudah lama aku tidak menulis dan membuat penulisan ku semakin jelek dan kaku. Mohon dimaklumi, namanya juga masih belajar. '/\' Semoga kalian terhibur dengan chapter ini ya. Oh ya, bukan berarti karena Jongin udah 'dating' aku bakal berhenti ngeship KaiHun apalagi sampai membenci Jongin, karena sampai kapan pun aku bakal tetap mendukung dan mencintai Jongin dan KaiHun ~ Oh ya aku bukannya fully mensupport hubungan dia dan si Jen tapi aku hanya menghargai pilihan Jongin. Tolong jangan membenci our Nini Bear ~ ;_; . Supaya aku semangat dan cepat update nya, Tolong Berikan aku Review yang banyak dan kalau kalian suka cerita ini bisa Favoritkan dan di Follow ~
Okay, see you in next chapter, bye for now sweeties~ 3
P's Ooh ya, kalau kalian punya akun Twitter, kalian bisa berteman dan berbica apapun di Twitter dengan ku, find me on Twitter [ god88xpeachboy ]. Let's spacing out for sekai 3 Kalau mau minta follback tinggal DM ya.
