TIME MACHINE
Naruto © Masashi Kishimoto
Pair : Naruto, Hinata dan Tim 7
Genre : Adventure, Romance maybe
Rated : T
Warning : Typo(s), OOC, dan kesalahan lainnya.
Newbie, kritik dan saran diterima dengan sangat terbuka.
ENJOY
Di gerbang utama desa Konoha, tengah berdiri lima pemuda dengan penampilan yang berbeda. Mereka adalah Naruto, Kiba, Shikamaru, Choji dan Neji. Kelima pemuda ini mendapatkan misi dari sang pemimpin desa Konoha yang tidak lain adalah Godaime Hokage, Tsunade Senju. Misi mereka kali ini untuk menjemput kembali Sasuke Uchiha yang dikabarkan telah "Diculik" oleh Shinobi desa lain
.
"Waw, pakaianmu tidak seperti biasanya Naruto?" tanya Kiba yang tengah berjalan mendekat ke arah Naruto. Naruto memang tidak lagi menggunakan jaket dan celana tiga perempat orange. Saat ini dia menggunakan baju biru terang tanpa lengan dengan kerah menutupi lehernya. Kedua tangannya ditutupi Magnetic Shuriken Glove (MSG) berwarna biru gelap. Dipunggungnya tergantung sebuah katana sepanjang 80 cm. Hal yang terlihat berbeda juga terlihat di pelindung kepala yang tidak lagi dia gunakan di tempat seharusnya. Kali ini dia meletakannya di kerah depan bajunya. Celana yang dia gunakan masih dengan model yang sama hanya saja warnanya kali ini biru gelap. Perubahan penampilan ini membuatnya semakin mencolok dengan keadaan Naruto yang menjadi pendiam.
Sang Uzumaki muda bahkan tidak mengindahkan pertanyaan Kiba. Dia masih memikirkan tentang mimpinya semalam. Sekeras apapun dia berpikir tidak ada alasan logis yang mampu memecahkan masalah tersebut.
"Hei, kenapa kau diam saja? Kau terlihat murung. Apa karena kau belum sarapan?" cecar Kiba.
"Jika kau lapar, di dalam tasku ada banyak makanan. Kau bisa memakan bekalku Naruto. Tapi jangan ambil keripik kentang. Itu khusus untukku" Choji yang berbadan besar mendekat dan menyodorkan tasnya. Hanya dia yang membawa tas punggung saat menjalankan misi.
"Bukankah isi tasmu hanya keripik kentang Choji?" timpal Shikamaru. Sang ketua tim dan satu-satunya Chunin dalam tim penyelamat itu. Choji tampak mengarahkan matanya ke atas tanda jika dia berpikir.
"Kau benar. Maaf Naruto" jawab Choji akhirnya. Hal itu hanya dibalas gelengan kepala oleh anggota tim yang lain.
"Aku membawa cukup bekal. Kau bisa memakannya jika kau mau" Neji Hyuga, si jenius pemilik doujutsu Byakugan menyodorkan bekal makanannya.
"Aku tidak apa-apa teman-teman, terima kasih" ucap Naruto mencoba meyakinkan.
Shikamaru sebagai ketua tim akhirnya memberikan perintah "Baiklah, jika tidak ada masalah kita berangkat sekarang dengan formasi yang tadi aku tentukan-"
"NARUTO" potong gadis berambut pink yang tengah berlari mendekat. Air mata tampak mengalir deras di kedua pipinya. Entah sejauh apa dia telah berlari, yang jelas dia terlihat kehabisan nafas dibuatnya. Hal itu terlihat jelas saat dia sudah berada tepat di depan Naruto. Shikamaru menyadari situasinya lalu memberikan kode pada yang lain untuk sedikit menjauh dan memberi ruang kepada Naruto dan gadis itu yang tidak lain adalah Sakura Haruno.
"Aku mohon" Kata-kata itu keluar di tengah-tengah isak tangis dan keadaan nafas yang terengah-engah. Tangan gadis bunga musim semi itu menggenggam erat pakaian bawahnya.
"Aku mohon selamatkan Sasuke-kun" pintanya.
Naruto menghela nafas pelan.
'keadaan ini benar-benar buruk. Ini misi pertamaku dan aku harus menyelamatkan pasangan anak kecil ini? ditambah aku baru saja mengalami mimpi yang mengerikan' batinnya.
"Aku akan berusaha Sakura" ucap Naruto kecil.
"Berjanjilah! Berjanjilah kau akan membawa pulang Sasuke. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya kau yang bisa menyelamatkannya. Kau adalah sahabatnya. Sedangkan aku- aku hanya bisa menangis. Aku tidak bisa melakukan apapun untuk menyelamatkannya. Aku- aku tidak berguna. Aku mohon-" "Sakura" Naruto memegang pundak Sakura dengan tangan kanannya.
"Kami di sini untuk melakukan hal yang kau minta. Kau pulanglah dan tenangkan dirimu! Aku akan berusaha membawa Sasuke pulang-" 'aku rasa' lanjutnya dalam hati.
Naruto melepaskan tangannya dari pundak Sakura. Dia berbalik lalu melangkah mendekat ke arah teman-temannya. "Naruto" gumam Sakura. Entah apa yang saat ini tengah dia rasakan. Kedua teman satu timnya seakan berubah di saat yang bersamaan.
Tim penyelamat itu kemudian berangkat dengan formasi yang telah ditentukan oleh Shikamaru. Kiba dan Akamaru berada di depan karena mempunyai penciuman tajam yang mampu melacak keberadaan musuh. Choji di urutan kedua. Shikamaru di urutan ketiga atau di tengah-tengah tim sebagai pemberi komando. Naruto di urutan ke empat dan Neji di tempatkan di belakang karena memiliki byakugan yang mampu melihat lebih luas.
Di tengah perjalanan, saat matahari sudah berada di puncak singgasananya, Shikamaru menghentikan pengejaran dan mengarahkan tim untuk istirahat. Hal ini disebabkan dia merasa ada yang tidak beres dengan Naruto dan memutuskan untuk berbicara dengannya. Sejak keberangkatan mereka dari desa, tidak bahkan sejak mendengarkan instruksi langsung dari Godaime Hokage, Naruto terus berdiam diri. Kali ini pun Naruto memisahkan diri dari tim. Dia duduk sendiri di bawah pohon besar yang teduh.
"Apa kau masih ingat intruksi Hokage?" tanya Shikamaru yang tanpa Naruto sadari sudah berdiri di sampingnya. Shikamaru bersandar pada pohon dan melipat tangannya di dada menunggu Naruto menjawab.
"Bawa pulang kembali Sasuke ke Konoha. Walau menurut informasi dari Sakura, Sasuke pergi dengan kemauannya sendiri. Ada kemungkinan para penculik itu adalah suruhan Orochimaru, salah satu dari sannin legendaris seperti Tsunade-Sama. Dia dianggap penghianat desa dengan buronan tingkat S. Bahkan dia telah membunuh Hokage ketiga saat insiden beberapa bulan yang lalu" jelas Naruto walau masih dengan keadaan yang sama.
"Jadi kau mendengarkan dengan baik, huh?" tanya Shikamaru.
Lagi, tidak ada balasan dari Naruto.
"Apa ini yang menjadi pikiranmu?" lanjut sang bocah dari Klan Nara itu.
"Tidak juga. Sulit untuk mengatakannya pada kalian"
Dengan helaan nafas, Shikamaru mencoba memberikan saran pada Naruto.
"Dengar! Tidak masalah jika kau tidak ingin memberi tahu aku ataupun teman-teman yang lain. Tapi jika masalahmu membuat kau seperti ini dan merugikan tim, maka aku akan bertindak. Sasuke bukanlah sahabatku, bahkan aku tidak tahu kami bisa disebut teman atau tidak. Jujur saja aku juga tidak begitu suka dengannya. Tapi dia sahabatmu bukan? Dan dia juga warga desa Konoha. Karena itulah aku dan teman-teman yang lain akan berusaha sebaik mungkin untuk misi ini. misi untuk menyelamatkan teman sesama warga Konoha. Kami di sini menyimpan semua masalah kami di desa dan fokus dengan misi kali ini. Choji misalnya, dia meninggalkan keinginannya untuk memborong keripik kentang spesial yang hanya ada hari ini untuk menjalankan misi. Kiba menunda untuk memandikan Akamaru. Neji mungkin membatalkan acara keramasnya, entahlah aku tidak yakin. Dan aku harus meninggalkan tidur siangku untuk menyelamatkan orang yang bahkan bukan temanku. Jadi, bagaimana dengan mu, Naruto? bisakah kau meninggalkan dulu masalahmu dan fokus pada misi? Jika tidak, kau akan membahayakan tim. Dan aku benar-benar benci hal merepotkan seperti itu".
Untuk pertama kalinya hari itu Naruto bisa tersenyum.
'Bocah-bocah ini benar-benar menganggap enteng ya? Dunia ini benar gila' batinnya.
Naruto menarik nafas dalam dan berteriak "APANYA YANG MENINGGALKAN MASALAH DI DESA. KALIAN HANYA MEMIKIRKAN HAL SEPELE. AKU HARUS MENINGGALKAN RAMEN EDISI SPESIALKU UNTUK MISI INI. MASALAHKU LAH YANG PALING BERAT"
Teriakan Naruto terdengar sampai ke anggota lain yang tengah duduk sepuluh meter dari posisinya.
"HAH? JADI HANYA KARENA RAMEN KAU MURUNG SEPANJANG HARI? DASAR BOCAH BERKUMIS!" teriak Kiba. "URUSAI" balas Naruto tidak mau kalah. Tentu hal ini membuat yang lain ikut tertawa.
"Oh, jadi kau sudah kembali?" Shikamaru menaikan alisnya untuk meledek Naruto.
Naruto akhirnya memutuskan untuk meninggalkan sejenak masalahnya. Dia tidak ingin sampai membuat anggota yang lain jatuh dalam keadaan berbahaya hanya karena masalahnya. Dia yakin akan menemukan jawaban dari masalahnya, cepat atau lambat.
"Terima kasih, Shikamaru" ucap Naruto tulus.
Shikamaru tersenyum dan memutuskan untuk duduk di sebelah Naruto.
"Tidak masalah. Jadi apa kau punya sebuah ide untuk menyelesaikan misi ini?" tanyanya kemudian.
"Hah? Kenapa bertanya padaku?" ucap Naruto bingung.
"Aku dengar dari Kiba, kau berubah jadi pintar sekarang. Dan karena kau sudah kembali seperti sebelumnya, mungkin kau punya suatu ide" Mendengar perkataan Shikamaru, Naruto meletakan tangan kanannya di dagu untuk berpikir. Sesaat kemudian wajah Naruto menjadi berbinar "Mungkin ada" ucapnya.
"Begitukah? Jelaskan padaku!" perintah Shikamaru.
Ω
Di tempat lain, keempat penculik Sasuke baru saja selesai dengan ritual mereka untuk memberikan setengah cakra mereka kepada sasuke yang tengah berada di dalam tong bersegel setelah sebelumnya Sasuke meminum pil pembangkit kutukan. Hal ini bertujuan untuk membangkitkan potensi penuh dari segel kutukan yang ada pada leher Sasuke.
"Astaga, ini benar-benar melelahkan. Kenapa kita tidak melakukan ini saat tiba di markas saja?" ucap seorang wanita dalam kelompok penculik itu. Dia adalah wanita satu-satunya di sana.
"Ini perintah Orochimaru-sama. Dia membutuhkan wadah yang sudah siap untuk tubuh selanjutnya" timpal pimpinan mereka. Dia adalah pria dengan rambut diikat ke atas seperti halnya Shikamaru. Pemimpin itu bernama Kidomaru.
"Bukankah dengan menghabiskan waktu untuk ritual kita dapat dikejar oleh Shinobi Konoha?" Wanita itu kembali melayangkan pertanyaannya. Dia adalah Tayuya.
"Kau benar-benar tidak berpikir panjang ya, wanita pemarah?" Kali ini pria kurus dengan rambut putih yang menjawab. Nama pria itu adalah-
"Urusai, Sakon! Aku tidak bertanya padamu" Pria yang dipanggil Saon itu hanya mengangkat kedua tangan untuk menutup telinganya dari teriakan Tayuya.
"Sudahlah! Sebaiknya kita pergi sekarang dan mencari makanan. Aku lapar" Anggota terakhir yang berbadan besar akhirnya angkat bicara.
"Yang kau pikirkan hanya makan, dasar gendut" Tayuya menyemprot pria besar itu.
"Namaku Jirobu, nona pemarah" balas pria besar itu yang akhirnya diketahui bernama Jirobu.
Mereka adalah Shinobi dari otogakure yang merupakan desa bentukan Orochimaru. Keempatnya dikenal sebagai Shinobi yang mampu menggunakan fuinjutsu, diantaranya Formasi metode penghalang, Formasi empat kabut ungu hingga Formasi empat api ungu yang dulu digunakan saat Orochimaru mengalahkan Hokage ketiga. Merekalah yang membuat para Shinobi Konoha tidak mampu mendekat untuk membantu Sandaime Hokage.
"Bisakah kalian hentikan pertengkaran ini?" Sang pemimpin mengeluarkan perintahnya.
"Untuk pertanyaanmu sebelumnya, Tayuya. Tugas kita tidak hanya membawa Sasuke ke markas. Tapi juga untuk mencegah kita diikuti oleh musuh. Orochimaru-sama tidak ingin markasnya diketahui oleh musuh. Dan saat keadaan memburuk, Sasuke akan siap bertarung bersama kita dengan kekuatan penuhnya. Kita akan membunuh semua Shinobi konoha yang telah mengikuti kita" lanjut sang pemimpin dengan senyuman jahatnya.
Ω
Kembali ke tempat tim penyelamat
"Sebenarnya apa yang mereka berdua bicarakan?" Kiba mengomentari dari jauh pembicaraan Naruto dan Shikamaru.
Karena penasaran dia tidak tahan untuk bertanya pada Neji "Hei, bisakah Byakugan-mu membaca gerak bibir mereka? Aku penasaran apa yang mereka bicarakan" "Tidak bisa. Setahuku hanya Sharingan yang bisa membaca gerak bibir" jawab Neji.
"Mungkin saja penciumanmu bisa membaca aroma dari pembicaraan mereka, Kiba" "Itu mustahil, gendut" jawab Kiba. Dan mulailah perdebatan kecil mereka hingga akhirnya semua anggota itu dipanggil oleh Shikamaru untuk medengarkan rencana yang telah disusun oleh dirinya dan Naruto. Mereka duduk membuat lingkaran dan siap mendengarkan penjelasan rencananya.
"Naruto, jelaskanlah pada mereka!" peritah Shikamaru.
"Kenapa aku?"
"Karena lebih mudah dijelaskan oleh si pemilik ide, kan?"
"Hm? Ide dari Naruto?" Neji Sedikit bingung dengan perkataan Shikamaru. Namun kali ini Kibalah yang menjawab "Bukankah aku sudah cerita tentang perubahan Naruto?".
"Bisakah-Krauk-kau mulai-Krauk-saja, Naruto?" Choji menengahi mereka dengan mulut yang penuh dengan keripik kentang.
"Baiklah aku mulai. Pertama, Choji berhentilah makan sebelum aku menjelaskan! Aktifitasmu mengganggu penjelasanku. Dan Kiba, berhentilah untuk bercerita tentangku pada yang lain! Aku sudah pernah bilang hal itu padamu sebelumnya"
Dengan malas Kiba menjawab "Iya-iya" dan Choji memasukan keripik kentangnya ke dalam tas.
"Begini rencanaku…"
Ketiga anggota tim penyelamat fokus mendengarkan rencana yang disampaikan oleh Naruto. Disela-sela penjelasan, terkadang Kiba bertanya atau bahkan mengatakan hal konyol lainnya. Penjelasan Naruto cukup panjang dan terkadang sulit dimengerti oleh anggota yang lain. Saat itulah Shikamaru akan menengahi dan membantu memberikan penjelasan yang lebih mudah dimengerti oleh anggotanya.
Setelah sekitar 30 menit, Naruto dan shikamaru selesai membahas rencana mereka. Sang ketua tim berdiri dan memutuskan untuk melanjutkan pengejaran.
Ω
Di kantor Hokage desa Konoha. Sang Godaime memerintahkan Shizune mengirim elang untuk memberi pesan pada Kakashi yang sedang menjalankan misi. Isi pesan itu adalah untuk membatalkan misi yang sedang dijalankan dan menggantinya dengan misi menjemput para tim penyelamat berserta Sasuke kembali ke Konoha.
"Aku harap mereka baik-baik saja" ucap sang Godaime. Dia tengah melihat ke langit lewat kaca yang ada di ruangannya. "Semoga bocah misterius itu tidak melakukan hal yang tidak-tidak" lanjutnya.
Ω
Kegelisahan Tsunade memang beralasan. Karena memang Shinobi muda dari desanya akan segera menghadapi sebuah pertarungan. Setelah hampir dua jam mereka melanjutkan pengejaran, mereka berhasil menyusul para penculik. Keempat penculik tengah melompat dari dahan ke dahan untuk kembali ke markas mereka di desa Otogakure. Mereka tampak melompat beriringan dengan sang ketua berada di tengah sambil membawa sebuah tong yang berisi Sasuke. Tim penyelamat menyembunyikan hawa keberadaann mereka dan mendekat diam-diam. Mereka adalah Naruto, Shikamaru, dan Neji. Berkat kemampuan Byakugan dari Neji, mereka bisa tahu bahwa tong itu berisi Sasuke dan orang pembawa tong itulah target mereka. Setelah merasa para penculik berada dalam jarak serang yang ideal, tanpa basa-basi Naruto langsung mencoba menyerang Kidomaru yang sedang membawa tong yang ditempati oleh Sasuke dengan pedangnya. Serangan tiba-tiba itu cukup mengejutkan, namun reaksi cepat Sakon mampu menangkis serangan Naruto, dia menangkap tangan kanan Naruto yang tengah mengayunkan pedang dengan tangan kiri dan berhasil melindungi ketuanya.
"Apa ini? Konoha mengirim para bocah?" ledek Sakon. Naruto merasakan cekraman kuat pada lengannya hingga dia tidak bisa menahan pedangnya untuk tidak terlepas. Kali ini Sakon berbalik melancarkan tinjuan ke arah Naruto.
"NARUTO" Tidak disangka Kiba yang berlari dibawah dengan cepat melemar pedang Naruto yang tadi terjatuh. Naruto menangkapnya dengan tangan kiri, mengayunkannya pada Sakon. Namun hal itu masih kalah cepat dengan gerakan menghindar Shinobi berambut putih itu. Hal terbaiknya adalah Naruto berhasil lepas dari cengkaraman Sakon yang melompat menjauh.
Saat mereka semua mendarat di tanah serangan lain pun datang dari Tayuya yang akan menggunakan senjatanya yang berupa sebuah suling. Kemampuan tayuya adalah mampu memanggil Kuchiyose menggunakan sulingnya. Dan lagi seseorang dari tim Naruto menutup celah dengan melancarkan serangan berupa lemparan kunai beruntunnya. Jelas saja, Tayuya harus menghindarinya dan kesulitan untuk menggunakan jutsunya. Pelakunya adalah Neji sang jenius Hyuga. Di saat-saat kritis, sang mimpin dari penculik mengeluarkan serangan aneh berupa panah yang siap membidik para anggota penyelamat. Di saat itu lah pemimpin dari tim penyelamat bertindak. Dia melempar empat buah kunai yang sudah diikatkan kertas peledak ke arah keempat penculik. Namun Jirobu menahan serangan berbahaya itu dengan doton miliknya. Tanah tiba-tiba muncul dan membentuk benteng yang melindungi para Shinobi Oto.
-DUAR-
Ledakan itu cukup besar hingga menciptakan kepulan asap dari tanah yang melindungi para penculik.
"Waw, kunai itu benar-benar berbeda" ucap Kiba setelah keempatnya berkumpul.
"Lumayan, Naruto" Kini Shikamaru yang memuji.
"Biasa saja, hahaha" Naruto yang dipuji melipat tangannya kebelakang kepala dan terus tertawa.
"Tetaplah fokus teman-teman! Musuh kita ada di depan"
"Tidak usah kaku begitu Neji, mungkin saja mereka sudah kalah kan?" Kiba meraih pundak kanan Neji dan bersandar di sana.
"Kiba benar, Siapa yang akan selamat dari ledakan sebesar itu? Hahaha" Shikamaru ikut melakukan hal sama di pundak Neji yang lain.
Tiba-tiba saja Tanah bergetar di sekeliling mereka. Tanah dibelakang terangkat membentuk benteng setengah lingkaran dan dengan cepat mengurung mereka. Cepatnya kejadian itu membuat tim penyelamat tidak mampu menghindar di dalamnya.
"Hei apa-apaan ini?" teriak Kiba.
"Hahaha, kalian terlalu percaya diri bocah" Suara itu berasal dari luar kubah. Dia adalah Jirobu.
"Bagaimana rasanya berada di dalam jutsuku, bocah tengik? Aku akan menyerap semua cakra kalian" ucapnya lagi.
Di dalam kubah para anggota tim terlihat panik, terutama Kiba yang tidak mau diam.
"Shikamaru bagaimana ini? Mereka belum kalah" tanyanya.
"Tenanglah! Dari yang terdengar, dia hanya sendiri. Ada kemungkinan anggota yang lain telah kalah. Jika kita bisa berhasil keluar, akan mudah bagi kita untuk mengalahkannya" Shikamaru duduk dan memposisikan dirinya untuk berpikir dengan tenang.
"Oh, kalian mengira kami selemah itu? Hahaha, baiklah aku tidak tahan untuk memberitahu kalian bocah lemah. Ketiga temanku sudah pergi sejak ledakan tadi terjadi. Cukup aku saja yang menghadapi bocah lemah seperti kalian. Aku akan memakan semua cakra kalian. Hahaha" Tawa Jirobu begitu besar hingga terdengar sampai pada ketiga temannya.
"Sepertinya dia bersenang-senang?" ucap Tayuya yang tengah melompat di depan anggota lainnya.
"Seharusnya kita bermain-main dulu dengan mereka" Sakon tampak membungkukkan badannya lesu karena tidak bisa menghibur diri dengan para ninja yang dianggap mainannya.
"Keberhasilan misi kita lah yang paling penting" Sang ketua tim ikut berbicara. Wajahnya yang tenang berubah menjadi serius.
"Lagi pula, aku merasa ada yang aneh" Kata-kata ketua itu membuat kedua anggotanya mengerutkan alis mereka bingung.
Tidak berselang lama setelah berbicara akan firasatnya, dia dan kedua anggotanya dikejutkan dengan penampakan empat orang bocah yang sedang berdiri di atas dahan sebuah pohon sepuluh meter di depan mereka. Hal itu sontak membuat mereka berhenti pada sebuah dahan pohon yang berbeda.
"Oh, akhirnya datang juga" ucap bocah berambut nanas yang sedang bersandar pada pohon dan memasukan kedua tangannya di saku.
Salah satu bocah yang berambut pirang mengangkat tangannya lalu menguap "Kalian lama sekali, apa ada hal yang mengganggu perjalanan kalian?" tanyanya.
"Aku rasa sudah cukup dengan bercandanya" Bocah rambut panjang itu berdiri sambil melipat tangannya di dada.
"Ayolah, kau bicara seperti itu dengan gaya berdiri yang sombong, Neji" ucap Kiba yang diikuti tawa dari anggota yang lain.
"Kalian" Tayuya merasa geram dengan tingkah empat bocah di depannya.
Mereka adalah Shikamaru, Naruto, Neji dan Kiba.
"Hei,hei. Bukankah para bocah itu menipu kita?" ucap Sakon dengan diselingi tawa saat berbicara.
"Aku sudah tahu hal itu, Sakon. Tapi bagaimana mereka bisa ada di sini?" Tanya Tayuya geram.
"Kalau hal itu mana aku tahu" jawab Sakon dengan mengangkat kedua tangannya setinggi dada.
"Biarkan aku yang menjawab" Naruto mengangkat tangannya tinggi.
Ketiga penculik menatap tajam pada bocah Uzumaki tersebut.
"Emmm, sebelum itu apa kalian tidak merasa aneh dengan tiga pohon tempat kalian berdiri?" lanjutnya. Mendengar itu, sontak mereka merasakan hal janggal dan melirik ke batang utama pohon.
"I-ini" "Brengsek" ucap Kidomaru dan Tayuya bersamaan. Sedangkan Sakon hanya tertawa dengan apa yang dialaminya.
"A-aku tidak bisa bergerak" Tayuya kembali berbicara.
Muncullah tiga bunshin Shikamaru dari pohon yang ketiga penculik itu singgahi. Bocah Nara itu sudah menjerat mereka dengan jutsu kagemane khas Klannya. Di saat genting seperti ini, Kidomaru masih tetap tenang dan mampu berpikir jernih.
"Kalian cukup hebat menyiapkan jebakan ini. Aneh juga melihat Klan Nara menggunakan Kagebunshin. Jadi keempat bocah tadi juga hanya bunshin?" ucap sang ketua.
"Yah, begitulah" ucap Naruto yang melompat ke pohon yang berada di belakang Kidomaru. Hal ini dikuti oleh Neji dan Kiba yang juga melompat ke pohon di belakang Sakon dan Tayuya.
"Keempat orang tadi hanya kagebunshin miliknya" tunjuk Neji pada Naruto.
"Dan akting menirunya benar-benar buruk, hahaha" timpal Kiba.
Sedangkan Shikamaru bergerak untuk mengambil tong yang tengah didendong oleh Kidomaru.
"Aku pinjam tong ini ya paman? Dan tolong jangan remehkan Klan Nara!" ucap Shikamaru bersamaan dengan tangannya meraih tong itu.
Saat keempat anggota tim penyelamat akan pergi Kidomaru kembali berbicara "Jika mereka hanya bunshin, mereka pasti sudah menghilang sekarang. Itu artinya kalian akan kembali berhadapan dengan Jirobu yang sedang menuju ke sini"
Ucapan itu menghentikan gerakan Naruto dan membuatnya berbalik.
"Soal itu aku tidak yakin" Sesaat setelah mengatakan itu. Terdengar ledakan besar dari arah Jirobu berada. Tentu saja hal ini membuat ketiga Shinobi oto semakin bingung.
"Aku lupa memberi tahu kalian, ada satu lagi anggota kami di sana" lanjut Naruto.
Ditempat Jirobu, terlihat Choji dengan tangannya yang membesar berhasil memukul telak Jirobu tepat di bagian punggung. Pukulan yang diperkuat dengan pil milik klan Akamici berwarna hijau itu membuat Jirobu terdorong hingga menembus kubah miliknya sendiri.
"Hoi, Naruto! Maaf lama. Aku harus menghabiskan keripik kentangku dulu. Kau baik-baik saja?" tanya Choji dari depan lubang di kubah tanah itu.
Kembali ke tempat Kidomaru. Saat ini sang ketua benar-benar marah besar pada kelima bocah yang sudah berhasil menipu mereka.
"Kalian akan aku siksa, bocah nakal" geramnya.
"Sebelum itu, cobalah untuk selamat dari ledakan selanjutnya, Jaa ne" ucap Naruto sebelum kembali melompat untuk menyusul ketiga temannya yang sudah lebih dahulu meninggalkan area itu.
Di bawak kaki masing-masing ketiga Shinobi oto itu telah terpasang kertas peledak. Pelakunya tentu saja Neji, Kiba dan Naruto. Kertas itu mulai menyala dan siap untuk meledak.
"Awas kalian, bocah" ucap Kidomaru sebelum ledakan besar kembali terjadi.
-DUAARRR-
Saat Naruto berhasil menyusul ketiga temannya untuk kembali ke tempat Choji, tiba-tiba instingnya merasakan sesuatu yang berbahaya mendekat. Dia melirik ke belakang dan melihat sebuah panah emas melaju dengan kecepatan tinggi ke arah dirinya dan Kiba.
"Sial" gumam si pirang.
Dengan reflek yang cepat Naruto mendorong Kiba dan menjatuhkan dirinya sendiri untuk menghindari serangan mematikan itu, hingga membuat panah itu hanya melesat melewati mereka berdua. Serangan susulan pun datang, seorang raksasa berlari dengan pemukul di tangannya menyerang dua anggota tim yang lain. Pemukul itu diayunkannya ke arah Neji dan Shikamaru yang tengah berdiri di atas dahan dan belum menyadari apa yang sebenarnya terjadi. Dengan susah payah Naruto mengeluarkan Shuriken peledak dari sarung tangannya dan melemparnya ke arak kaki sang raksasa. Shuriken itu menancap dan meledak, menyebabkan raksasa itu kehilangan keseimbangan dan membuat pukulannya meleset dari target. Tidak berhenti di sana ternyata Sakon melompat ke arah Shikamaru dan Neji. Dia melancarkan tendangannya pada Neji, namun masih mampu ditahan oleh si pemilik Byakugan. Tidak disangka ada kaki kedua yang menyerangnya hingga membuat Neji tidak sempat bereaksi mengakibatkan dirinya terkena telak tendangan itu di area perut dan membuatnya terlempar. Hal serupa terjadi pada Shikamaru, dia berhasil diserang dan membuat genggamannya terlepas dari tong yang sejak tadi dia pertahankan dengan susah payah. Tong itu terjatuh yang kemudian ditangkap oleh Kidomaru.
"Aku ambil kembali tong-nya, bocah nakal" ucapnya.
Naruto terjatuh tidak jauh dari Kiba, di atas mereka berdiri Tayuya yang terlihat berbeda dari sebelumnya. Sedangkan Shikamaru dan Neji terlempar cukup jauh, namun mereka masih bisa melihat seorang Sakon yang juga berdiri di atas pohon dengan penampilan yang lagi-lagi berbeda.
"Jangan meremehkan kekuatan Shinobi dari Otogakure! Karena jika kami serius, kalian bisa terbunuh, bocah nakal" Kidomaru tidak hanya berubah secara penampilan, namun juga sifatnya yang ikut berubah.
Ketiga anggota penculik itu telah mengeluarkan kekuatannya. Tubuh mereka dipenuhi tanda hitam seperti tato. Inilah yang sering disebut dengan tanda kutukan dari Orochimaru.
Shikamaru menyadari sesuatu, dia mengkhawatirkan Choji yang berada sendirian dengan musuh yang dianggap telah kalah. Dia menoleh ke belakang. Kemudian terdengar teriakan keras dari arah tersebut.
-AAAAARRRRGG-
"Cho-choji" ucap keempat Shinobi tim penyelamat bersamaan.
Senyuman jahat itu terukir di bibir para penculik dan geraman kesal menahan amarah terlukis di wajah para anggota tim penyelamat.
TBC
Author note :"Ya Tuhan yang Maha Esa. Semoga mereka bisa selamat. Amin"
Terima kasih sudah membaca.
Sekali lagi, Saran dan Kritiknya silahkan.
