TIME MACHINE

Naruto © Masashi Kishimoto

Pair : Naruto, Hinata dan Tim 7

Genre : Adventure, Romance maybe

Rated : T

Warning : Typo(s), OOC, dan kesalahan lainnya.

Newbie, kritik dan saran diterima dengan sangat terbuka.

Ringkasan Arc, takut lupa HaHaHa (udah lama sangat ini)

Naruto dan keempat temannya mencoba membawa kembali Sasuke yang telah diculik oleh Ninja dari desa Otogakure. Kini mereka dihadapkan pada ketiga musuh lain setelah sebelumnya telah berhasil mengalahkan salahsatu musuh yang bernama Jirobu.

Chapter sebelumnya

'Benar, ini demi keberhasilan srategi yang sudah kau buat, Naruto' batin Shikamaru.

Shikamaru berjalan dengan tangan dimasukan ke dalam saku celananya. Setelah berada di samping ketiga Bunshin Naruto, dengan percaya diri pemuda Nara itu memprovokasi musuh di depannya.

"Tidak ada yang perlu dijelaskan. Yang jelas, anggota terpenting kami sedang dalam perjalanan kembali ke desa dengan membawa Sasuke. Dan kami di sini untuk menahan kalian selama mungkin untuk keberhasilannya" ucapnya sambil tersenyum meremehkan.

Naruto ikut tersenyum bersama Shikamaru.

"Yosh! Pertarungan yang sebenarnya baru saja akan kita mulai" ucapnya dengan semangat.

Senyum bersemangat tergambar jelas dari seluruh anggota tim penyelamat. Sedangkan wajah kesal tengah ditunjukan oleh para Shinobi Otogakure.

ENJOY

Tim penyelamat Sasuke kini bersiap menghadapi pertarungan sesungguhnya dengan para penculik yang tersisa. Berbeda halnya dengan tim penyelamat, para penculik merasa sangat kesal dan marah. Mereka merasa dipermainkan oleh musuh di hadapan mereka. Apalagi musuh yang mereka hadapi kali ini hanya sebatas anak-anak.

Para penculik ingin membalaskan dendam mereka dengan keji kepada para bocah dihadapan mereka. Untunglah ada pemimpin mereka yang masih mementingkan keberhasilan misi daripada balas dendam. Kidomaru sang pemimpin, memerintahkan anggotanya untuk membiarkan anak-anak di depan mereka dan fokus mengejar Naruto yang membawa lari Sasuke.

Kidomaru merentangkan tangannya untuk menghalangi kedua temannya yang hendak menyerang. "Cukup! Tidak ada waktu untuk ini. Temukan anak pirang yang membawa Sasuke dan segera kembali ke markas. Itu misi Kita" Ucapnya. Merekapun langsung bergerak menjauh dan mengacuhkan musuh di belakang mereka.

Shikamaru sebagai ketua tim penyelamat, mengkomando timnya untuk bergerak mengikuti dan menghadang tim penculik. Pergerakan ketiga musuh sangat cepat hingga meninggalkan mereka cukup jauh di belakang.

Saat melopat di dahan pohon, Naruto melirik ke arah Kiba. Tanpa harus bertanya Kiba mengerti harus melakukan apa.

"Akamaru!" panggilnya pada anjing di atas kepalanya sambil melempar pil merah ke arah mulut si anjing.

Akamaru yang memakan pil itu berubah menjadi berwarna merah.

"Henge" ucap Kiba sambil membentuk segel tangan. Berubahlah Akamaru menjadi seorang Kiba yang kini berada disampingnya. Kedua Kiba itu sedikit bejongkok dan memposisikan tangannya membentuk gaya cakaran yang saling mengarah ke arah tubuh orang disampingnya. Tak berselang lama Bunshin Naruto tadi melompat dan berdiri di antara tangan Kedua orang Kiba.

"GATSUGA COMBO" teriak Kiba sambil melemparkan Naruto yang berada di atas tangannya dan Akamaru. Kekuatan tolakan dari jutsu Kiba membuat Naruto melesat ke depan dengan kecepatan tinggi.

Dua buah Shuriken Naruto munculkan dan berputar cepat di masing-masing punggung tangannya. Dia melempar keduanya ke arah tiga orang musuh tidak jauh darinya.

"Shuriken Kagebunshin" Naruto membentuk segel Kagebunshin dengan tangannya.

Kedua Shuriken yang tengah terbang tiba-tiba bertambah banyak dalam sekejap hingga berjumlah ratusan.

Menyadari hal tersebut, Tayuya langsung bertindak dengan memanggil raksasa sebagai tameng. Ratusan Shuriken menghujam deras ke tubuh sang raksasa hingga mampu mendorongnya ke arah belakang. Mau tak mau hal itu membuat ketiga ninja penculik itu berpencar untuk menghindari tubuh raksasa yang jatuh mengarah mereka.

Kidomaru yang melompat ke arah yang sama dengan Sakon memerintahkan temannya itu untuk menghentikan para ninja Konoha yang direspon oleh Sakon dengan mengangkat kedua tangannya setinggi bahu 'Mau bagaimana lagi' pikirnya. Kidomaru melompat menghampiri Tayuya dan beranjak pergi meninggalkan Sakon.

"Tidak akan aku biarkan" Bunshin Naruto yang berhasil mendarat di sebuah pohon setelah melakukan serangan tadi, melihat kedua musuhnya yang mencoba lari tersebut dan langsung melompat untuk menyusul. Namun tanpa disadari Sakon sudah berada disampingnya untuk menyerang. Dia mengayunkan tangannya untuk memukul tepat ke arah wajah Naruto. Sesaat sebelum tangannya bertemu dengan Pipi Naruto, Dia terpental menjauh dan menabrak sebuah pohon karena terkena serangan jutsu Gatsuga milik Kiba dan Akamaru.

"Bisa apa Kau tanpa aku, Naruto?" ucap Kiba sombong ketika mendarat tepat di samping Naruto.

"Ya, ya, ya. Kau memang penolongku Akamaru" balas Naruto tidak mengindahkan keberadaan Kiba.

"AKU YANG MENOLONGMU, BOCAH DUREN!" Hardik Kiba tidak terima dan dibalas oleh Naruto dengan menutup kedua telinganya.

Di tengah perselisihannya dengan Kiba, Naruto melihat Shikamaru yang baru saja tiba namun tidak berhenti melainkan terus bergerak kedepan mengejar kedua musuh yang melarikan diri. Keduanya hanya berkomunikasi dengan anggukan sebagai tanda bahwa Naruto dan Kiba bertugas untuk membereskan musuh mereka di sini.

Naruto menurunkan kedua tangannya dari telinga. Raut mukanya berubah serius dan matanya memandang lurus ke arah musuh yang masih terlihat kesakitan tidak jauh darinya.

"Kiba, Kita tidak punya waktu untuk bersantai. Musuh ini cukup Kuat" Naruto mengingatkan Kiba dengan nada yang datar.

Sekejap raut wajah Kiba ikut berubah "Sejujurnya saja, aku hanya mencoba menghilangkan takut dengan bertidak bodoh" Kiba melihat kedua tangannya "Kau lihat kedua tanganku tidak bisa berhenti gemetar" lanjutnya. Mata Kiba menatap ke arah Akamaru yang ternyata sudah kembali berubah menjadi seekor anjing yang menggonggong menyemangati sebagai respon terhadap percakapan kedua bocah di sampingnya.

Di depan sana Sakon mencoba untuk bangkit.

"Bocah Sialan" ucap Sakon geram. Makian itu membuat Ketiga musuhnya kembali fokus padanya.

"Aku akan mencincang kalian, bocah-bocah tengik" lanjutnya menghardik. Saat itu muncul satu kepala Lagi di samping bahunya.

"Kau lengah, Sakon" ucap Kepala itu.

"Urusai Ukon" balas Sakon.

Kiba yang melihat fenomena itu melotot tidak percaya "H-hei, itu apa, Naruto? Ada kepala muncul di bahunya" respon Kiba dengan terbata-bata. Sedangkan Naruto hanya menatapnya dengan raut wajah datar. Dia menerawang jauh ke kejadian sebelumnya ketika dia menyamar menjadi Neji dan melakukan serangan kepada Sakon. Ada keganjilan di sana, dia yang seharusnya mendaratkan serangan telak namun ada sesuatu menghalanginya. Kini dia yakin inilah jawabannya.

Tiba-tiba Sakon melopat menerjang ke arah mereka dan mencoba memukul Kiba. Naruto masih bisa menolong dengan mendorong Kiba, dia menangkap tangan Sakon yang tadi digunakan untuk memukul dan mencoba meninju wajah Sakon dengan tangan kirinya. Sayang tangannya berhasil ditangkap oleh Ukon. Kiba ikut menyerang dengan mencoba menedang ke arah perut Sakon saat keadaannya sedang melayang, namun kini Sebuah tangan muncul dan menangkap kaki Kiba.

"Akan ku patahkan Kakimu bocah" ucap Sakon Sambil berancang-ancang memukul kaki Kiba.

Naruto yang masih ditahan tangannya tentu tidak bisa menolong Kiba. Untunglah Akamaru datang menolong Kiba dengan jutsu Air kencingnya yang tepat mengenai wajah Sakon dan Ukon, membuat mereka melepaskan Naruto dan Kiba karena merasakan jijik yang amat sangat pada kencing tersebut.

"Kiba, ikuti aku!" perintah Naruto yang meloncat menjauh. Tentu saja hal itu dituruti oleh Kiba dan Akamaru.

"JANGAN LARI!" Sakon mengejar sambil mengusap-usap wajahnya.

Ω

Sementara itu di tempat lain.

Kidomaru dan Tayuya yang tengah melompat diantara dahan pohon dikagetkan dengan sebuah ledakan tepat di pohon yang mereka pijak. Tidak berhenti di sana, ketika mereka mencoba menghindar , lagi- lagi ledakan terjadi di pohon tempat mereka mendarat. Tidak pernah disangka oleh seorang Kidomaru, jalan yang dia dan Tayuya akan lewati ternyata terdapat jebakan yang telah dipasang oleh Naruto asli. Hal ini membuat mereka terhenti dan berhasil disusul oleh Shikamaru, Neji dan kedua bunshin Naruto.

Kidomaru yang tidak ingin membuang waktu lebih lama lagi untuk berusan dengan tim penyelamat dari Konoha, memutuskan untuk mencoba menghentikan musuh dengan tangannya sendiri. Dia mengeluarkan hewan Kuchiyose berbentuk seekor laba-laba raksasa tepat di atas kepala tim penyelamat yang menyerang dengan mengeluarkan ratusan laba-laba kecil. Hal ini membuat para Ninja Konoha sibuk memusnahkan Laba-laba yang jatuh ke arah mereka. Selain serangan laba-laba, dari arah samping muncul puluhan benda emas berbentuk kunai meesat ke arah para tim pengejar. Kesempatan itu dimanfaatkan oleh Tayuya untuk kabur.

Kali ini Neji bergerak cepat menggunakan Hakkesho Kaiten untuk menyelamatkan teman-temannya. Dia menangkis semua kunai itu dengan berputar dan membentuk kubah setengah lingkaran. Tidak hanya mementahkan serangan Kunai, namun jutsu itu mementalkan semua laba-laba yang jatuh. Bunshin Naruto tidak tinggal diam. Dengan kemampuan sensoriknya dia mampu menemukan Kidomaru yang bersembunyi. Dengan sunshin miliknya dia bergerak cepat hingga tiba-tiba muncul di dekat Kidomaru diikuti serangan langsung dari sebuah pedang yang dia ayunkan ke arah musuhnya tersebut. Hal itu cukup mengejutkan Kidomaru, namun dia berhasil menangkis serang Naruto dengan menggunakan Kunai emas yang melesat dari mulutnya menuju ke arah Naruto. Untunglah Naruto masih mampu menangkisnya dengan pedang. Disaat Kidomaru ingin menyerang kembali Naruto dengan Kunainya, Neji menerjang ke arahnya dari samping.

"Hakke Kusho" ucapnya sembari menyerang Kidomaru. Serangan Itu membuat tubuh Kidomaru terpental sejauh beberapa meter.

Hal menguntungkan yang didapat dari kejadian itu adalah kedua tindakan yang Neji dan Bunshin Naruto lakukan memberikan kesempatan pada yang lain untuk pergi meninggalkan Neji dan Bunshin Naruto Untuk mengejar Tayuya.

Tidak seberapa jauh setelah Shikamaru dan Bunshin Naruto bergerak mengejar, di tengah jalan ternyata Tayuya berhenti dan menunggu tim penyelamat yang mengejarnya. Dia tidak mengindahkan perintah Kidomaru dan memilih bertarung dengan sisa tim penyelamat.

Tayuya merasa harus memberi pelajaran terhadap musuh yang telah membuat kemarahannya memuncak karena bocah-bocah ini beberapa kali berhasil membodohi timnya.

"Cukup sampai di sini bocah" ucapnya geram.

"Untunglah aku tidak harus direpotkan untuk mengejar tante ini" Shikamaru mendarat di dahan pohon sambil mengorek kupingnya, dan tidak lupa dengan tatapan malasnya.

"KAU MENYEBUTKU APA?" teriak Tayuya.

"Astaga, tidak usah teriak. Tante merepotkan"

"KAU AKAN BENAR-BENAR AKU CINCANG ANAK SIALAN" Tayuya mengepal tangannya geram.

Naruto yang berdiri di samping Shikamaru hanya menatap bingung ke arah Shikamaru. 'Apa anak ini tahu kita sedang di situasi yang buruk untuk membuat musuh marah?' pikirnya.

Ω

Kiba dan Naruto VS Sakon

Naruto, Kiba serta Akamaru telah tiba di sebuah area bebatuan di dekat sungai.

"Kenapa kita kesini?" tanya Kiba.

"Kombinasimu dengan Akamaru akan lebih baik di tempat terbuka seperti ini. Terlalu banyak pohon di sana. Itu akan mengganggu" jelas Naruto. Penjelasan itu dapat diterima oleh Kiba. Diapun merasakan kesulitan untuk menggunakan Gatsuga di hutan.

"Dengar, waktu Kita tidak banyak. Aku tidak tahu kapan akan menghilang, walau terus-menerus menerima cakra dari Bunshinku. Tidak ada cara lain selain langsung menyelesaikan ini dengan cara itu" lanjutnya. Kiba yang mendengar hal itu langsung panik dibuatnya.

"Hah? Kau yakin? Kau harusnya tahu jika cara itu gagal, Kami bisa saja akan mati" protes Kiba.

"Aku tahu, Tapi tidak ada cara lain Kiba" Naruto mengepalkan tangannya dengan amat keras.

"Tidak! A-aku menolak, maaf Naruto. Aku tidak bisa membahayakan nyawa Akamaru unt- AAWWW" Ucapan Kiba terpotong ketika Akamaru menggigit tangannya.

"Akamaru? K-kau?" Kiba melihat bimbang ke arah Akamaru. Dia mengerti, Akamaru bermaksud meyakinkannya untuk melakukan itu.

"Mereka datang" sela Naruto sambil membalikkan badannya.

Sakon mendarat tidak jauh dari mereka. Penampilannya kini berbeda. Seluruh tubuhnya berwarna coklat dan terdapat tanduk di sebelah kanan keningnya, begitupun Udon yang setia di bahunya.

"Ketemu kalian, Anak Nakal" ucapnya sinis.

Tanpa berkata apapun Naruto mencabut pedang di punggungnya dan berlari menerjang ke arah Sakon. Tangannya yang lain mengambil peledak dari saku Ninjanya. Dia melemparnya ke arah Sakon, lalu muncullah asap mengepul yang begitu banyak di sekitar sakon. Naruto memejamkan matanya, memfokuskan kemampuan sensornya untuk mendeteksi keberadaan musuh.

"Ninpo : Pedang Kesunyian" ucapnya.

Naruto melancarkan serangan pedang bertubi-tubi ke arah Sakon. Serangan itu datang dari segala arah. Kanan, kiri, depan dan juga belakang, serangan Naruto layaknya penjara yang mengurung pergerakan musuh. Sakon berusaha menangkis serangan-serangan Naruto. Namun dengan tidak diketahui dari mana datangnya, membuatnya kesulitan.

Di sisi lain Kiba dan Akamaru tengah berkonsentrasi mengumpulkan cakra. Akamaru teah kembali menjadi seorang Kiba. "Astaga si kepala duren itu seenaknya saja. Jika aku sampai mati, aku akan menghantui dia sampai kiamat" gerutu Kiba yang dibalas geraman dari Akamaru di sampingnya. "Iya-iya, astaga. Kau jadi sama cerewetnya, Akamaru"

Ukon mencoba melindungi tubuh Sakon dengan melapisi seluruh tubuh Sakon dengan selnya yang mengkeras. Namun tetap saja serangan Naruto terasa Sakit ditubuhnya. Tangan, Kaki, punggung, perut semuanya mengalami Luka akibat serangan Naruto "Sialan kau, Bocah" ucap Sakon.

"Sakon, ke atas!" perintah ukon dengan memunculkan Kakinya di belakang Kaki Sakon. Dorongan yang dihasilkan menjadi lebih kuat. Hingga mereka berhasil keluar dari kepungan asap yang membumbung tinggi.

"KIBA, SEKARANG!" teriak Naruto.

Setelah berhasil keluar, Sakon dan udon melihat ke arah yang sama. Mereka melihat sesuatu, namun itu bukanlah bocah yang mereka lihat sebelumnya. Mereka melihat seekor anjing raksasa dengan dua kepala tengah menatap mereka tajam. Gigi-gigi besar kedua kepala anjing itu saling beradu seperti tengah geram.

"A-apa itu?" tanya Sakon yang hanya dibalas umpatan oleh Ukon 'inikah yang bocah pirang itu incar?' pikir Ukon.

"Ku kenalkan pada kalian, jutsu baruku. Jinju Konbi Henge: SOTORO" ucap salah satu kepala anjing itu.

Tanpa membuang waktu, Anjing itu berlari kencang dan melompat ke arah Sakon.

"Rasakan ini. GAROGA" teriak Kiba.

Anjing raksasa itu berputar dan berubah menjadi bor raksasa. Terbang dan menerjang cepat ke arah Sakon. Menubruk tubuh sang musuh yang hanya bisa berteriak kesakitan. Medorongnya menggerus tanah hingga merobek tubuh Sakon menjadi dua.

"AAAAARRRRRGGGGGGGHHHH" teriakan menggema terdengar dari dalam kepulan debu yang dihasilkan dari tanah yang tertabrak.

"Sugoi" Naruto hanya mampu terkagum-kagum dengan apa yang dihasilkan Oleh jutsu Kiba dan Akamaru.

TBC

Saya muncul lagi, Hahaha. Ampas emang Author satu ini. Drafnya sih udah dibuat, tapi males aja ngelanjutin cerita ini. Apa lagi udah kerja, ya pulang kerja tidur lah. Eh kagak juga sih, kebanyakan maen moba analog. Hahaha.

Mohon maaf semuanya kalo lama (kaya ada yang nunggu aja). Tiga chapter ke depan mah aman lah.

Sekilas info...

Saya coba memberi penjelasan tentang jutsu-jutsu yang digunakan di chapter ini. Siapa tahu ada yang lupa atau mungkin juga belum tahu.

Jinju Konbi Henge : Sotoro

Kombinasi perubahan binatang dan manusia : Serigala raksasa berkepala dua. Dengan Jutsu ini Kiba dan Akamaru mampu menggunakan teknik yang jauh lebih kuat dari Gatsuga. Teknik atau jutsu itu adala Garoga.

Garoga

Hampir sama dengan Gatsuga namun dengan skala yang lebih besar dan daya hancur yang jauh lebih mengerikan.

Terima kasih sudah membaca.

Sekali lagi, Saran dan Kritiknya silahkan.