Ulang tahun Uzumaki Corp digelar di ballrom Hotel Uzumaki, Hotel bintang lima terbaik di Tokyo.
Para karyawan dan pemilik saham terlihat bersuka cita, tentu bukan hanya karena kejayaan abadi milik Perusahaan saja. Karena tiga hari lalu Sang Direktur muda dengan suksesnya sudah membangun cabang Hotel Uzumaki di London. Saking meriahnya, suara musik klasik seperti teredam oleh tawa dan pembicaraan para tamu.
Sedangkan Sang Direktur muda, Uzumaki Naruto yang digadang-gadang sebagai salah satu orang berpengaruh di Jepang, sedang mencondongkan tubuhnya pada sebuah pagar tralis tangga. Mata biru jernihnya menatap ke lantai bawah yang digunakan sebagai ruang Pesta. Pesta ini akan benar-benar dimulai setengah jam lagi, Naruto sudah malas sebenarnya. Tapi dengan sangat sadar matanya terus tertuju pada pintu masuk, berharap seseorang yang sejak tadi ditunggunya penuh minat segera muncul.
"Baka."
Naruto menoleh pada sebuah suara yang memanggilnya pelan, mendapati sang kakak Karin tengah memandangnya penuh tanya.
"Sedang apa kau? Sebaiknya kau cepat turun, acara akan dimulai." Ucap Karin seraya mengikuti arah mata Naruto yang kembali menatap pada pintu kedatangan tamu.
Karin sedikit terkekeh, berpikir kalau adiknya itu tengah menunggu Hinata melintas di otaknya. "Jangan bilang kau menunggu Sasuke? Atau..." Karin segera menggantung ucapannya, berusaha melihat reaksi yang mungkin diberikan adiknya.
"Ya, aku menunggu Hinata."
Wow, rasanya Karin benar-benar ingin tertawa. Adiknya yang super playboy itu seperti pria yang baru saja jatuh cinta. Menggelikan.
Lalu sosok Hinata yang datang bersama Sasuke menarik atensi dua Uzumaki yang sejak tadi menatap.
Karin harus mengakui bahwa Hinata benar-benar cantik, lekuk tubuhnya tampak sempurna dengan gaun mermaid tanpa lengan itu. Uh, Karin harus mengakui kalau tubuh karyawannya itu memang indah. Lihat saja para tamu yang mulai diam, dan menatap Hinata penuh minat. Membuat gadis cantik itu semakin merapat di sisi Sasuke.
Beda hal dengan Karin yang dipenuhi rasa kagum dan minat pada Hinata, tatapan Naruto menajam, menatap marah pada kebersamaan Hinata dan Sasuke. Terlebih pada pakaian Hinata yang sudah membangkitkan jiwa binatang buas tamu pestanya. Naruto benar-benarbmengutuk gaun yang pasti mahal itu.
"Teme, berani sekali kau memamerkan milikku..." Desis Naruto marah, membuat giginya berderak.
"Tenanglah Naruto." Ucap Karin ketika menyadari nafas Naruto yang memburu.
"Kau tidak lihat?!" Tunjuk Naruto marah pada Hinata yang menjadi pusat perhatian para tamu Hotel. "Dia jadi seperti pelacur!"
Karin menghela nafas, adiknya benar-benar gila. Akan gawat kalau ia mengamuk di acara formal seperti ini. "Tenagkan dirimu, kau harus tahu akan gawat untuk citramu kalau kau mengamuk di sini, sekarang!"
Teriakan Karin membuat Naruto tutup mulut, mau tak mau ia harus menelan lagi amarahnya, membuat rasa sesak di dadanya. Bagaimana pun benar apa kata kakaknya itu, di sini bukanlah tempat untuk meluapkan amarahnya.
"Sebaiknya kau lekas turun, kau akan segera di panggil untuk penyambutan."
A New Heart
Hinata merasa tersanjung ketika Sasuke membukakan pintu mobil untuknya, mengulurkan tangan padanya. Benar-benar seperti Pangeran dan Hinata sebagai Sang Putri. Sudah sangat lama ia tak merasakan perasaan dihormati dan dihargai seperti ini. Jiwa kelas atas Hinata muncul, membuat aura wanita berkelas miliknya bangkit tanpa ia sadari.
"Bukankah ini berlebihan?" Hinata tersenyum, memandang malu pada Sasuke yang meletakkan tangan Hinata di lengannya.
"Tidak juga." Jawab Sasuke tak peduli, membiarkan langkahnya lebih lambat dari biasanya agar tetap bisa berjalan bersisian dengan Hinata. "Ngomong-ngomong, gaun itu membuatmu lebih cantik."
Tanpa Sasuke tahu kalimat pujian yang terdengar viasa itu dengan sukses membuat sang Hyuuga malu setengah mati, Hinata sedikit menunduk, menyembunyikan wajahnya yang mulai memanas. Seolah semua peredaran darahnya berkumpul di sana.
"Aku cukup ahli dalam memilih pakaian untuk wanita. Bukankah begitu?"
"Ya." Andai Sasuke tahu bahwa meski hanya kata 'ya' Hinata bersusah payah untuk mengucapkannya.
Hinata tidak pernah memperkirakan bahwa kedatangannya dengan Sasuke akan menjadi pusat perhatian seperti ini. Maksudnya tidak dengan cara semua orang diam dan memandangnya selama beberapa detik. Hanya beberapa detik, tapi sanggup membuat Hinata merasa sedang dikuliti. Senyuman yang dipersiapkannya selama satu jam dilatih di depan cermin kamarnya luntur seketika. Tatapan itu membuat Hinata tak nyaman, Hinata semakin mengeratkan tangannya pada Sasuke. Sedikit melangkahkan kakinya supaya lebih dekat dengan Sasuke. Mencari perlindungan dan rasa aman dari tatapan srigala lapar.
Lengannya nyeri ketika Hinata semakin mengeratkan tangannya. Sasuke tidak buta dan tak peka menyadari kalau para tamu memperhatikan mereka. Ralat. Tapi memperhatikan Hinata. Mungkin karena ini pertama kalinya Sasuke datang dengan seorang wanita, biasanya ia datang bersama kakaknya. Tampaknya membawa Hinata bukanlah langkah yang bagus. Karena Sasuke sendiri agak bingung harus berbuat apa.
"Seperti janjimu, kau datang dengan kekasihmu ya Sasuke."
Entah kenapa agak kesal ketika Naruto datang di saat yang tepat. Membuat dirinya menjadi umpan perhatian para tamu yang sejak tadi memandangi Hinata. Meski kalimat penekanan pada kata kekasih dengan sukses membuat kasak-kusuk para tamu wanita muda yang dibawa oleh Ayah kaya raya mereka sedikit mengganggu, Sasuke tetap menpertahankan wajah kalemnya.
"Selamat atas Ulang tahun perusahaanmu ya Naruto." Sasuke mengulurkan tangan untuk berjabat dengan Naruto, dan dibalas olehnya.
"Terima kasih juga sudah datang."
Naruto memperhatikan Hinata yang menatapnya dari ekor matanya. Andai gadis itu datang bersamanya dan ditatap seperti itu oleh pria lain, sudah barang tentu Naruto akan mengamuk, atau setidaknya memberikan jasnya untuk menutupi kelebihan Hinata. Lihatlah rambutnya yang sedikit digelung dengan tusukan rambut perak yang cantik. Membuat ceruk dan leher Hinata terlihat jelas.
Naruto tidak bisa berbohong kalau dirinya juga tergoda, membuat tanda merah kepemilikan di sana. Menyesap wangi lavender khas Hinata, mendaratkan tangannya pada dada Hinata yang montok.
Tapi pikiran buruk itu dengan cepat ditepis Naruto. Ini acara formal, ia harus bisa menahan diri. Harus!
Maka dengan senyuman di paksakan Naruto berucap, "Silahkan nikmati pestanya Sasuke." Melepaskan jabat tangan itu, Naruto masih berdecak ketika matanya menatap punggung mulus Hinata yang terbuka.
Lalu para Om-om Tua rekan bisnisnya mulai menghampirinya, mengenalkan putri mereka. Berharap sang Direktur muda berminat meminang.
A New Heart
Naruto mulai meneguk gelas berisi wine miliknya. Punggung tegapnya ia senderkan pada tembok putih gedung, bersembunyi untuk menatap Hinata yang sejak tadi terus mengekori Sasuke. Memberikan senyuman persahabatan pada teman-tan kolega Ayah Sasuke. Yang sudah jelas pasti tengah memuji gadis itu.
Ada rasa sesak ketika harus melihat Hinata berada cukup jauh darinya sedangkan Naruto sendiri dengan menyedihkan hanya bisa menatap. Bila ia mendekat, Naruto sendiri tidak bisa menjamin apa yang akan ia lakukan pada Hinata.
"Kalau saja aku menyadari lebih awal, apa kita akan baik-baik saja?"
Tbc
Apakah ini bagus? Cukup lama buat Ritsu untuk ngelanjutinnya. Terima kasih sudah menunggu.. Juga support yang diberikan.. SeeU~ terima saran.. Sankyuu
Big Hug for : HNisa Sahina : Kayaknya pairnya NH, soalnya aku kasian ama Naruto xD, momo yui-chan : maaf gak kilat upnya x'( Reza Juliana322 : Gak janji SH soalnya aku kok kesian ama Naruto, saya juga bosen kalo ada bully hehe.. Morita Naomi : Maaf baru next.. gak Uttaran lovers sih,, cuma ngikutin tren emak-emak yg lain GoldWins : Gak hilang, cuma lama Up NurmalaPrieska : Makasih pengertian soal pilihan SH atau NH :) Muki : udah lanjut Guest : maaf kalo nanti gak SH, soalnya masih galau juga xD Hikari : udah lanjut, Hurt juga masih proses lagi Mikku hatsune : Gak janji SH :') ana : Maaf banget lama up nya... Soalnya lumayan bkngung lanjutinnya, ideku pasaran :'( Ffn yang lain segera di Up, ini dulu ya yang Up... Senengnya gak cuma aku doang yang udah punya buntut xp.. Gpp seneng kok dikritik, biasanya Ritsu bikin dadakan hehe jujua : udah lanjut Rapita Azzalia, Guest : Gak janji SH ya? Masih galau... ame : Hurt udah up beberapa waktu lalu hehe clareon : Bnenerin typo itu sulit hehe, alesan xD Belum bisa jelas pairnya soalnya aku suka keduanya.. suka ama moment SH ya? Tapi gimana ya Sasuke ke Hinata? xp nana chan : udah lanjut,, duh seneng kalo kamu suka dik :) sasuhina always : bkan sepertinya, tapi emang seru! #plakk pecinta NH : bisa jadi NH xD hinataholic, Namelia Baby niz 137 : udah lanjut Eve Seven : Udah lanjut, ihh sama suka ya kalo Naruto Badass x3 hyuga ashikawa : udah lanjut nih teh... sasuhina69, Kawaii Uchiga : Masih bingung SH atau NH x'D oortaka : udah lanjut nih... Naruto itu Badass,, :3 Hyugahime : udah lanjutt ppkarismac, .faris, Kurumi Keiko, Miss Utun : sudah dilanjutt Sabaku rennee, samiyatuara09, Mishima, Yumiko Harvey, Green Oshu, hellenfaringga, ilminursaskiajp : udah UP x3 Reza Juliana322 : Naruto udah tobat wkwkwk Narulita706 : aduh senengnya disebut keren xD coba tebak Sasuke bakal suka Hinata gak yaa? NurmalaPrieska : Harus wow supaya banyak yang baca xp Namelia : lama karna buntu ide kak :) Baby niz 137 : udah lanjut, aduh anak perawan galau ama Sasuke yang so sweet xp BYE-chan : saya ada buntu ide dan cek kesehatan hehe Ozellie Ozel : makasih udah baca kilat x3 keiKo-buu89 : maaf kalo nanti mengecewakan ya? Masih bingung pair soalnya Taomio : cerita udah diusahakan panjang loh hehe Hywga : penasaran ya siapa yg ngehasut Naruto? Penasaran ya kenapa Naruto perkosa Hinata? Makanya baca terusss x'D HipHipHuraHura : asikk macam narkoba ya ketagihan? Hehe nih dikasih Up nya x3 : wah sampe di kasih tau typo nya arigatouu x3 udah update nih hehe Guest : gausah nyumpahin segala... Ngefans kok tsundere gitu... Ckckck... Nih udah di up, pasti nunggu banget kan? Aku ngerti kok kata-katamu adalah kata-kata kagum.. sankyuu :** wkwkwk
