Date?

.

.

.

.

.

MarkChan/MarkHyuck

Cast : Mark Lee, Lee Haechan, NCT, Other.

Rate : T

Warn! : BxB, tidak jelas, typo, dll.

Enjoy!


Haechan mengernyitkan dahi saat merasa cahaya matahari menerpa wajahnya, menggeliat pelan lalu membuka matanya perlahan. Ia menengok ke arah kiri dan mendapati bahwa Mark sedang sibuk dengan kegiatannya di dapur kecil dalam kamar mereka. Mungkin ia sedang memasak sesuatu?

Haechan turun dari kasurnya, menghampiri Mark yang sedang asyik berkutat degan peralatan dapur.

"S-sunbae.." Cicitnya pelan

"Hm?" Jawaban singkat dilontarkan oleh Mark.

Haechan refleks menggeleng kepalanya "A-ah bukan apa-apa." Sejujurnya ia ingin membahas kejadian malam hari tadi, namun ia ingat bahwa Mark sendiri yang bilang untuk tidak membahas kejadian itu sebelum dia yang memulai.

Bukankah Haechan anak yang baik?

"Oh ya tadi pagi aku melihat kertas yang ditempel di pintu." Mark menuangkan sup didalam panci ke dua mangkok yang ia bawa, "jadi namamu Donghyuck?"

"Ya, tapi Sunbae bisa memanggilku Haechan." Haechan mengekor dibelakang Mark saat pemuda tersebut berjalan menuju ruang makan dengan membawa dua mangkok berisi sup tersebut. "Sup ini, Sunbae yang memasak?" Tanya Haechan sambil melihat-lihat ruang makan tersebut. Sederhana. Hanya ada sebuah meja dan 4 buah kursi. Memang apa yang kalian harapkan dari kamar asrama? Bukankah seperti ini saja sudah sangat mewah?

"Bukan. Ini makanan ibuku, dia selalu berkunjung kesini setiap dua hari sekali." Mark meletakkan sup tersebut lalu menarik salah satu kursi, kemudian mendudukan dirinya disana. "Bagaimana kau sendiri, Haechan? Kau bisa memasak?" Mark menatap Haechan yang masih berdiri dengan tatapan 'cepatlah duduk'.

Diberi tatapan seperti itu, buru-buru Haechan mendudukan dirinya di kursi. "Aku bisa memasak sunbae." Jawabnya.

"Hyung."

"Ya?"

"Panggil aku Hyung."

"O-oh. Baiklah Mark s-hyung."

"Oh ya Haechan, apa hari ini kau tidak ada kesibukan? Mau pergi ke taman bermain denganku, mungkin?" Entah angin darimana, tiba-tiba Mark mengajak Haechan pergi.

"Taman bermain!? Aku mau, hyung! Astaga sudah lama aku tidak refreshing." Haechan langsung bersemangat mendengar tawaran dari Mark.

Sudah tidak canggung lagi dengan sunbae-mu, Haechan?

Melihat reaksi Haechan, Mark tertawa pelan. "Baiklah, sekarang kita habiskan dulu makanan ini. Baru kita bersiap-siap."

Setelahnya, hanya ada kegiatan memakan makanan. Terkadang disisipkan percakapan tentang kehidupan pribadi mereka.

Taman Bermain

Mark menelan salivanya, gugup.

Bagaimana tidak?

Beruang manis ━Haechan, di sampingnya ini tampak begitu imut sekaligus tampan.

Hm, ia sekarang setuju dengan anggapan kakaknya, bahwa laki-laki tampak lebih tampan saat memakai baju berwarna hitam.

"Hyung kau ingin menaiki wahana apa saja?" Tanya Haechan.

"Hm..? Aku ikut denganmu saja."

Mendengar jawaban dari Mark, mata Haechan langsung berbinar. Ia langsung menarik tangan Mark dan tersenyum lebar. "Ayo hyung!"

Dan Mark bersumpah, bahwa tidak ada yang lebih manis di dunia ini selain senyuman seorang Lee Haechan.

Huh, bucin.

.

.

.

Roller Coasters, Tornado, Hysteria, Rumah Hantu, dan sebagainya sudah dikunjungi oleh Mark-Haechan, terkadang mereka juga membeli makanan ringan saat merasa lapar. Dan berakhir lah mereka disini, wahana bianglala.

"Hyung, pemandangannya indah ya." Ujar Haechan lirih. Mark menganggukan kepalanya.

"Hyung tatap aku!" Pinta Haechan, sontak Mark menolehkan kepalanya dan

Cup!

Dengan gerakan cepat, Haechan mengecup pipi Mark.

"H-haechan?" Mark jadi salah tingkah.

"A-ah, jangan berpikiran aneh hyung. K-kecupan itu hanya untuk tanda terimakasihku!" Pipi dan Telinga Haechan memerah karena malu.

"Tidak apa-apa." Mark menanggapi dengan tawa kecilnya.

.

.

.

.

Mark menaruh tubuh Haechan di atas kasurnya. Jangan memikirkan hal-hal aneh dulu.

Haechan tadi tertidur di mobilnya saat perjalanan pulang.

Karena Mark tidak tega, yah terpaksa ━sebernanya tidak, Ia menggendong Haechan.

Tidak tega untung membangunkan, katanya

Huh, bucin. (2)

"Mimpi indah." Ujar Mark sambil menyelimutkan Haechan.

11.00 PM

Mark terbangun karena merasa haus. Ia terpaksa meninggalkan pulau kapuk tercintanya lalu pergi ke dapur untuk mengambil minum.

Setelah dirasa cukup, ia kembali ke kasurnya. Ah, sebelumnya ia menengok ke arah Haechan. Mark tersenyum kecil lalu menghampiri tempat tidur milik Haechan.

Mark duduk dipinggiran kasur Haechan, menatap sang pemilik kasur dalam-dalam.

Entah setan apa yang merasukinya, tapi Mark dengan tidak sopannya mengangkat dagu milik Haechan dan sedikit membuka mulut dan mencium bibir pemuda tersebut.

Ciuman itu memanas.

Mark menelusupkan lidahnya ke goa hangat milik Haehan, menjilat gigi dan menghisap lidah beruang manis tersebut.

"N-nghh.." Tubuh Haechan bergetar pelan karena menerima perlakuan tersebut, dan detik itu juga Mark melepaskan tautan bibirnya dan bibir Milik Haechan.

"Hari ini 'Mark' sudah melaksanakan kerjanya dengan baik, bukan?" Mark menyeka saliva disudut bibir Haechan.

"Kau akan jadi milikku, aku mencintaimu

.

.

.

.

.

Donghyuck-ah." Mark mengusap pelan kepala milik Haechan dan kembali menuju kasur miliknya

TBC

Since you were there, even if you just smiled, I was happy.
It was disturbing, but I could relax.
Together with you, even just walking, made me happy.
But even if we weren't together at all, we were able to be together. - ! .!#.*


Hmm...

Mungkin kedepannya bakal naik rating?

Btw, makasih yang sudah review!