.

.

.

.

.

MarkChan/MarkHyuck

Cast : Mark Lee, Lee Haechan, NCT, Other.

Rate : T

Warn! : BxB, tidak jelas, typo, dll.


Karena kalian kasih saran ke aku, Mark sama Minhyung dibedain jadi aku bedain yaaa~

.

.

.

.

Gila.

Minhyung mabuk dengan aroma Haechan.

Ia mengangkat kepalanya dari leher Haechan. Menatap wajah damai Haechan, tangannya memegang rahang Haechan sedikit menarik kebawah agar mulut itu terbuka.

Sebut saja Minhuung gila tapi memang itu kenyataannya. Dibanding mencium, Minhyung malah menuangkan saliva miliknya kedalam mulut Haechan yang terbuka. Tidak hanya mulut, pipi, leher dan dada Haechan mengkilap karena terkena saliva milik Minhyung.

Setelah selesai Minhyung menatap karyanya dengan puas. Tak sengaja matanya menatap nipple milik mungil Haechan, tangannya meraba dua nipple tersebut. Mengelus dan menekannya dengan lembut. Hingga Ia merasakan tubuh dibawahnya menegang dan bergetar karena menerima rangsangan yang ia berikan.

.

.

.
.

"Nghh uhh." Haechan mendesah sambil sedikit mendongakkan kepalanya. Responnya ini membuat Minhyung menghentikan segala aktivitasnya.

Minhyung menatap adik tingkatnya dengan sendu, ia menghela napas kasar lalu beranjak dari atas tubuh Haechan. Tak lupa ia membereskan kekacauan yang ia perbuat kepada pemuda manis itu. Setelah selesai, ia lalu beranjak menuju kamar mandi.

Tidak perlu ku jelaskan, kalian sudah tau apa yang akan Mark perbuat 'kan?

Minhyung keluar dari kamar mandi, ia menatap jam dinding. Pukul 1 dini hari, masih cukup untuknya tidur beberapa jam ke depan.

Ia melesakkan tubuhnya di atas kasur dan memejamkan mata; mencoba untuk tidur.

.

.

.

.
.

Mark membuka matanya, mengedipkan kelopak matanya beberapa kali untuk menyesuaikan cahaya matahari masuk ke dalam indra penglihataannya.

Ia menengok ke arah nakas, melihat sepucuk surat berada di atasnya. Dengan cepat Mark mengambil surat tersebut dan membacanya.

Hyung, maaf aku duluan. Ada jadwal mendadak tadi pagi. Aku sudah membuatkan sarapan untuk hyung, ada di meja. Kalau sudah dingin, dihangatkan saja.

-Fullsun

Mark mengulum senyum, dadanya terada hangat saat membaca surat tersebut. Apakah ia jatuh cinta terhadap pemuda tersebut? Entahlah, masih terlalu dini untuk menjawabnya.

Tapi Mark juga merasakan perasaan yang aneh. Perasaan posesif datang saat melihat Haechan berinteraksi dengan orang lain selain dirinya, merasa gairah tertentu saat melihat Haechsn sedang tertidur dengan pertahanan minimnya.

Mark merasa aneh, belum pernah ia merasakan ini sebelumnya. Bahkan dengan mantan-mantan pacar dahulunya. Perasaan ini... muncul dari dalam dirinya dengan tiba-tiba...

Ada apa dengan dirinya...?

.

.

.
.

SKIP

Haechan melipat kedua tangannya di atas meja, membenamkan kepalanya disana. Ia menggigit bibir bawahnya kuat-kuat, badannya bergetar saat kembali mengingat kejadian tadi malam.

Haechan termasuk orang yang sensitif dengan suara dan kegaduhan saat tidur, ia bisa langsung terbangun.

Haechan terbangun saat malam tadi.

Apakah ia mendengar percakapan antara Minhyung dan Doyoung? Ia mendengarnya, semuanya.

Mark? Minhyung? Berbeda kepribadian? Dia dulu pernah bertemu dengan Minhyung?

Memikirkannya saja sudah membuat kepala Haechan ingin pecah saja.

"Haechan-ah?"

Haechan tersentak, menatap ke arah orang yang memanggilnya. Itu Jaemin.

"Ada apa denganmu? Kau sakit? Dari tadi hanya melamun saja." Jaemin menatapnya dengan khawatir.

Baechan menggeleng pelan, "Aku tidak apa-apa, Jaem. Hanya memikirkan sesuatu tadi." Lalu tersenyum agar meyakinkan Jaemin percaya dengan ucapannya.

"Ah! Aku ke toilet dulu sebentar." Haechan bangkit dari kursinya.

.

.
.

Haechan memandang pantulan wajahnya di cermin, lalu membasuh tangannya dengan air.

"Haechan ya?"

Haechan menoleh ke arah orang yang memanggilnya.

Doyoung.

Haechan membungkukkan badannya, "Doyoung hyung temannya Mark hyung?"

Doyoung mengangguk lalu tersenyum. "Mau menemaniku membeli makan malam tidak?" Tawarnya.

Haechan terdiam, menimang ajakan Doyoung. "Baiklah aku mau hyung."

.

.

.

Disinilah Doyoung dan Haechan, sebuah restauran sederhana. Namun membuat pengunjung yang datang selalu puas dengan kualitas dan kuantitas makanannya.

"Haechan kau ingin makan apa?" Tanya Doyoung.

Haechan membolak-balik daftar menu, "Hm... Aku ingin nasi goreng kimchi... dan aku ingin membeli dua porsi gimbap!"

Doyoung mengernyitkan dahinya, "Gimbap?"

Haechan mengangguk mantap, lalu tersenyum malu. "Untukku dan Mark hyung di asrama~"

Doyoung menghela napas "Walaupun kau sudah tau rahasia Mark, kau tetap bersikap seperti biasa ya."

Senyuman Haechan memudar, ia mengepalkan tangannya. "Aku... Aku tidak tahu. Aku tidak bisa membenci Minhyung-hyung, aku tidak tau apa yang membuatnya seperti itu."

Haechan menatap Doyoung, lalu tersenyum, manis. "Yang bisa aku lakukan sekarang adalah memperlakukan mereka dengan adil. Aku tidak keberatan jika Minhyung-hyung ingin bersamaku, tanpa ada perantara siapapun. Sekalipun itu Mark hyung."

Haechan menarik napas dalam dalam, "Karena... Aku mencintai mereka berdua... hyung."

Doyoung menarik Haechan ke dalam pelukannya, mengelus punggung pemuda itu. Bermaksud memberinya semangat. "Mark dan Minhyung beruntung memilikimu, Haechan ah."

.

.

.

Haechan berjalan menulusuri koridor asrama, setelah sampai di depan pintu kamarnya. Ia mengambil kunci lalu membuka knop pintu.

Haechan mengerutkan dahinya, heran melihat kamarnya gelap. Apa Mark belum pulang?

Ia melirik jam tangannya, sudah pukul 9. Pasti Mark sudah pulang, lagipula kalau dia pulang telat. Pasti akan memberi tahunya.

Ia menyalakan lampu, lalu meletakkan bungkusan berisi gimbap di meja dapur.

Setelah itu, Haechan pergi ke kamarnya, berniat mengganti baju lalu membersihkan diri.

Ia memutar knop pintu.

Kret!

"Mark-? MARK HYUNG, ASTAGA!"

TBC

Haloo. Terimakasih sudah membaca dan review cerita gak jelas ku :") Makasih juga udah kasih semangat buat aku heheehe. thank u so much.. maaf juga kalau setiap chapternya gak memuaskan (?) kalian. aku penulis baru, masih noob dalam mengembangkan cerita. hehe