*MEET*
CKLEK
Pintu utama itu terbuka, menampilkan 2 orang dewasa dan seorang gadis kecil yang menatap kagum rumah megah itu. Pasangan suami istri itu tersenyum gemas menatap gadis berumur 10 tahun yang tak henti-hentinya bergumam "woah" sambil menatap berbinar seisi rumah megah itu.
"Ayo, sayang! Kita masuk. Mulai sekarang rumah ini, rumah hani juga" ujar sungmin memegang bahu Luhan.
"Benarkah? Hani bisa tinggal disini?" Tanyanya mendongak menatap ayah dan ibu barunya.
Ya. setelah kejadian penolakan Luhan, setiap hari Sungmin selalu bersabar dan terus menunggu, ia terus menerus membujuk Luhan yang hanya bisa menangis menunggu kedua orang tuanya yang tak pernah datang. Dan tepat 3 harinya, Luhan membuka pintu dan berhambur memeluk Sungmin yang juga menangis. Gadis itu mrnangis keras sambil menyebut "Baba.. Mama" berulang-ulang, sampai ia mulai merasa tenang dan ikut kedua orang yang terus memintanya memanggil dengan sebutan "Appa & Eomma". Sulit memang tapi perlahan-lahan Luhan mengangguk dan mencoba beradaptasi. Awalnya Sungmin bertanya kenapa ga dia itu tiba-tiba membuka pintu dan berhambur memeluknya, dengan mulut penuh makanan gadis itu menjawab "Baba dan Mama tadi datang, mereka bilang kalau mereka akan pergi jauh dan sangaaat lama. Hani ptak usah khawatir, justru kalau Hani
"Ya,sayang. Ini rumah Hani juga." Balas Kyuhyun mengelus kepala Luhan sayang.
"Kalau begitu ayo masuk" Sungmin menggenggam tangan Luhan dan mengajaknya masuk.
"Chanyeol! Sehun! Cepat turun dan sapa keluarga baru kita" panggil Kyuhyun dengan suara bergema.
DRAP DRAP DRAP
"Apakah Chani akan dapat adik lagi, ayah?" Tanya seorang anak berumur 10 tahun dengan mata bulat dan kuping lebarnya.
Dia Chanyeol, anak sulung dari Kyuhyun dan Sungmin. Ia sangat berharap mendapat adik perempuan, setelah mendengar cerita ayahnya tentang kedatangan seseorang yang akan menjadi salah satu keluarga mereka. Bahkan ia lari terbirit-birit setelah kuping lebarnya mendengar suara pintu utama terbuka, padahal ia sedang buang air dikamar mandi. Haha..
"Tidak, dia akan menjadi teman sekolahmu" Kyuhyun mengelus surai kecoklatan Luhan yang bersembunyi dibalik punggung Sungmin setelah mendengar teriakan Chanyeol. Kau ketakutan oleh raksasa, hehh.. Luhanie?
" Woah! Tapi Chani ingin adik perempuan lagi. Tapi tak apalah.. hei, chingu-ya... jangan bersembunyi.. aku ingin melihatmu" ujar Chanyeol yang berusaha melihat Luhan dibalik tubuh ibunya. Karena penasaran ia berlari kebelakang tubuh ibunya, namun orang yg bersangkutan dengan cepat berlari kedepan. Dengan cepat Chanyeol kembali kedepan dan mengagetkan sang Luhan yang tak siap hingga terjatuh.
"Ah.. maafkan Chani. Chani nakal ya? ayo Chani bantu"
Chanyeol menjulurkan tangannya sambil menatap Luhan yang masih menunduk. Tapi, tak lama kemudian Luhan mengangkat kepalanya dan menatap Chanyeol. Gadis itu meraih tangan Chanyeol, lalu Chanyeol menarik Luhan agar berdiri, tapi karena ia menarik terlalu keras atau tubuh Luhan yang ringan, gadis itu justru menabrak tubuh Chanyeol, dan dengan reflek anak laki-laki itu memeluk pinggang Luhan dan berusaha mengembalikan keseimbangannya.
"Hyung?" Panggil suara lain yang baru datang.
"Eh, hunah!" Chanyeol langsung melepaskan pelukannya dan menatap Sehun yang berdiri tak jauh darinya. "Lihat! Dia akan jadi nunamu" ujar Chanyeol sambil menunjuk-nunjuk Luhan.
Pipi Chanyeol bersemu merah saat mencuri pandang kearah Luhan yang masih menunduk. Gadis kecil itu juga bersemu ternyata. Ternyata saat dalam posisi berpelukan-atau Chanyeol memeluk Luhan- mata mereka berdua sempat bertatapan sebelum Sehun datang dengan suara cemprengnya.
"Baiklah anak-anak ini Luhan, mulai sekarang Luhan akan jadi keluarga kita" Kyuhyun memperkenalkan Luhan yang masih setia menundukkan kepalanya.
"Shireo" suara penolakan keluar dari bibir Sehun.
"Hunna, apa maksudmu?" Chanyeol menghampiri Sehun, namun Sehun justru mundur dan menatap tajam Luhan yang juga menatapnya terkejut. Hal itu membuat Chanyeol berhenti dan menatap adiknya bertanya.
"Aku tak menginginkannya. Tak akan ada yang bisa menggantikan nuna. Bahkan dia sekalipun. Tidak ada" Sehun berlari masuk kembali kekamarnya.
Luhan terkejut melihat penolakan Sehun terhadapnya. Ia semakin menundukkan kepala setelah Sehun pergi. Lagi-lagi air mata jatuh membasahi pipinya.
"Sehun!" Chanyeol mengejar Sehun yang diikuti oleh Kyuhyun.
"Maafkan sehun, ia memang seperti itu setelah saudari kembarnya meninggal. Jangan menangis lagi, sayangku" Sungmin memutar tubuh Luhan dan memeluk gadis kecil itu.
"Maaf.. hiks..." Luhan bergumam lirih sambil menangis dipelukan Sungmin. Sang ibu hanya dapat menghela nafas berat.
"Sepertinya ini akan sulit."
.
.
.
"Dia mengalami trauma akan bentakan keras, hingga membuat mentalnya terguncang. Tapi saya tak mengerti kenapa ia tak mau berbicara, menurut saya dia sendirilah yang tak ingin berbicara sehingga respon ke otak membuatnya untuk terus diam." Jelas dokter anak tersebut kepada Luhan dan Sungmin.
"Bagaimana mungkin Ia memerintah otaknya untuk terus diam sedangkan kita merangsangnya untuk bicara. Bahkan senyum saja tak ia keluarkan, kami berusaha untuk membuatnya tertawa. Namun ia hanya tersenyum sekilas seakan ia tak memiliki rasa untuk tertawa!" Sungmin menjelaskan panjang lebar tentang keadaan Ziyu 2 minggu ini. Bahkan Chanyeol sang Mood Maker saja dibuat kewalahan karena sikap cuek gadis kecil ini. Ya, pria itu telah tau siapa Ziyu sebenarnya.
"Apa tak ada cara untuk menyembuhkan anak saya, dokter?" Tanya Luhan kepada psikiater yang hanya bisa menatapnya sendu.
"Ini kemauan dari anak itu sendiri, kita hanya perlu membantunya dengan sering bicara padanya, tapi saya tidak menjamin kalau ini akan berhasil karena trauma yang dialaminya membuat mentalnya terguncang dan hal ini cukup sulit untuk disembuhkan bila tidak ada niat dari anak itu sendiri untuk melupakan traumanya."
Ucapan psikiater itu terus berputar dikepala wanita bernama Luhan itu. Sudah 2 minggu-setelah kejadian itu- Ziyu tak mau berbicara, hal itu membuat semua orang dirumah merasa resah. Ziyu bahkan cuek dengan sekitar, diajak bicara pun kalau tidak mengangguk ya menggeleng. Ini benar-benar membuat Luhan merasa bersalah, ini karena ia tak bisa menjaga anak itu dengan baik. Seakan-akan perasaan gadis itu telah hilang dan dibekukan, hal pun terjadi sampai sekarang.
Setiap hari ia menulis semua yang ingin ia katakan di note kecil yang dibelikan oleh Luhan. Oh ya, Luhan sudah tak tinggal dirumah orangtuanya (orangtua Sehun), ia memegang usaha milik kedua orangtuanya (orangtuanya) yang selama ini dipegang oleh Sungmin. Cafe minuman itu memiliki 2 lantai, lantai bawah sebagai tempat pelanggan dan lantai 2 diubah menjadi tempat tinggal yang nyaman. Selama ada Ziyu, Luhan akan melakukan semua hal agar anak itu nyaman dan bahagia. Sebenarnya saat Luhan masuk SMA Sungmin berniat memberikan cafe itu kepada Luhan, namun ditolak oleh Luhan. Luhan justru bekerja sebagai pelayan disana. Dan mulai hari itu Cafe dengan nama "Caramel Brown Cafe" kembali ke pemilik yang sebenarnya, walau dengan paksaan. Ia diancam oleh Sungmin, ibu dua anak itu berkata akan membakar Sehun hidup-hidup dan memotong 'anu'nya untuk makan anjing tetangga sebelah. Luhan dengan berat hati harus menerima cafe itu dari pada melitat 'anu' Sehun dilahap anjing hitam galak milik tetangga mereka.
5 tahun sudah Luhan tinggal berdua dengan Ziyu, dan 5 tahun juga ia tak pernah mendengar suara anak bungsunya, 5 tahun juga ia melihat Ziyu sekolah dengan seragam perempuan. Rambut gadisnya ini sama sepertinya, panjang bergelombang, namun bewarna dark brown. Ziyu telah menjadi gadis cantik nan anggun, walau dalam kebisuan yang tak nyata. Gadis berumur 15 tahun ini -resmi 15 tahun bulan lalu- telah masuk SMA tahun ini, Ziyu adalah salah satu anak dengan IQ luar biasa atau diatas rata-rata. Jadi jangan heran jika gadis ini akselerasi.
HANWOO Senior High School
"... setelah ini kalian bisa melihat papan pengumuman yang berada disamping pintu aula, disana berisi pembagian kelas kalian. Setelah melihatnya segeralah masuk ke kelas masing-masing, jangan berkeliaran karena hari ini perkenalan dengan teman satu kelas kalian dan juga wali kelas kalian. Sekian, dan terima kasih. Kalian bisa bubar." Sambutan dari kepala sekolah itu disambut dengan tepuk tangan yang meriah. Tak lama kemudian semua anak bubar untuk masuk ke kelas dan beberapa lainnya berjalan kearah nad ng begitu juga Ziyu.
BRUGH
"Maaf!" Ucap seorang pria yang tak sengaja menyenggol Ziyu yang berjalan pelan menuju papan pengumuman. Ziyu yang ditabrak hanya menunduk lalu membungkuk sekilas sebelum kaki rampungnya kembali berjalan. Pria tadi menatap kepergian Ziyu sejenak sebelum ikut melangkah menuju kantin menemui temannya.
2 Minggu telah berlalu
Sudah 2 minggu Ziyu bersekolah disini, dan sudah sama 14 hari ia SAMA SEKALI tak memiliki TEMAN. Bukan, bukan karna teman-teman sekelasnya tak mau berteman dengannya, tapi karena setiap ada anak yang mencoba berteman dengannya selalu ia abaikan hingga tak banyak anak yang menganggapnya sombong. Tapi hal itu tak dipermasalahkan olehnya, tiap ibunya menanyakan bagaimana harimu disekolah? Apakah kau mendapat teman yang banyak? Mereka baik? Ziyu akan selalu mengangguk untuk menjawabnya, walau Luhan sendiri tahu kalau gadisnya itu telah berbohong. Anak yang malang.
Pulang sekolah adalah waktu paling menyenangkan bagi anak-anak sekolah. Karena mereka bisa pulang dan disuguhi makan hangat oleh ibu mereka. Namun mun gh kin mereka harus berbasah-basah diri dulu untuk sesi makan kali ini. Hujan, hujan yang terjadi disiang hari di daerah seoul. Hanya ada beberapa anak beruntung yang membawa payung atau jas hujan atau sangat beruntung dengan adanya mobil. Semua orang sibuk dengan kegiatan masing-masing, begitu pula dengan Ziyu yang berdiri menatapi hujan di depan pintu keluar. λΉ„ (hujan) adalah salah satu musim kesukaan gadis tanpa suara ini. Meneyjukkan tapi menyakitkan. Itu pikirnya tentang hujan. Dinginnya air hujan yang menenangkan tapi akan sakit bila kau kejatuhan rinai hujan yang deras. Simple saja.
TUK.. Tuk..Tuk..
Suara langkah kaki terdengar menggema di lorong sekolah yang menghubungkan kelas dan pitu keluar. Tuk, tuk, tuk, suara sepatu yang semakin besar menandakan ada orang yang berjalan mendekat kearah Ziyu. Terlihat siluet hitam diantara remang-remang lorong yang semakin mendekat. Ziyu menahan napas dan membalikkan badannya sambil memejamkan mata. Ia takut, ia takut itu adalah orang jahat, ia takut bila itu sesuatu yang tak kasat mata ia takut bila itu sesu_ Akhh...
"Ohh, kau! Gadis yang kutabrak waktu itu." Seorang pria menatap penuh tanya pada Ziyu yang mulai membuka matanya perlahan dan menatapnya. "Apa kau msedang sakit?" Tanyanya lagi.
Ziyu hanya diam dan menatap badge yang ada di seragam pria itu. Oh dia kakak kelas 11, tidak dia tidak boleh memiliki masalah dengan kakak kelas jika ia masih ingin hidup bersama dengan ibu tersayangnya. Gadis itu membungkuk dan kembali menghadap kedepan sambil menunduk.
GREPP.. PLAK
Ziyu menatap takut pada pria itu setelah ia memegang pundaknya berniat untuk mengajaknya mengobrol. Entak sesaat setelah tangan sunbae itu berada di pundaknya dengan reflek ia menyingkirkan tangannya, inginnya hanya menggeser tangan itu namun karena kaget jadi terkesan seperti menampar tangan sunbae itu. Keduanya terdiam beberapa lama sambil bertatapan.
"Tae Oh!" Muncul suara lain dari arah lorong menuju kearah mereka berdua. Merasa terpanggil pria yang ada dihadapan Ziyu menoleh dan sedikit berjalan mendekati temannya yang telah berdiri beberapa meter darinya dan Ziyu. Jangan tanyakan bagaimana keadaan Ziyu, gadis itu telah menunduk dengan tangan gemetaran, hal ini terjadi lagi. Tangan kirinya menggenggam tangan kanannya yang telah memukul tangan sunbae tadi.
"Sedang apa kau disini? Aku mencarimu dari tadi! Ayo pulang!" Ajak sang teman pada Tae Oh.
"Seharusnya aku yang bicara seperti itu, aku menunggumu dari tadi disini." Nalas Tae Oh yg tak terima disalahkan.
"Hah.. sudah lupakan!. Siapa dia?" Tunjuk teman Tae Oh kepada Ziyu yg masih menunduk takut.
"Dia gadis yg kutabrak waktu itu!" Tae Oh berujar sambil menatap Ziyu.
"Aku tak peduli. Ayo!" Pria iti berjalan meninggalkan Tae Oh yang masih menatapi Ziyu. Dan baru tersadar saat temannya itu telah berada sangat jauh darinya.
"Yak! Haowen. Tunggu!" Tae Oh segera berlari mengejar teman yang dia panggil Haowen itu dan menyisakan Ziyu yang menatap kaget kearah dua pria yang berjalan berdampingan itu.
Ziyu menatap punggung pria yang sangat dikenalinya itu. Orang yang sangat menyayanginya selain ibunya, orang yang selalu ada menemaninya disaat ia bersedih, juga orang yang selalu tersenyum walaupun ia terluka. Haowen, kakak lelakinya yang paling ia sayangi setelah ibunya. Haowen hyung..
Tess.. hiks..
.
.
.
.
Sudah 10 tahun lebih Luhan tinggal dengan keluarga barunya. Ia dengan mundah berbaur dengan semua orang disana, tapi tidak dengan satu orang. Dia sangat sulit untuk menerimanya sebagai salah satu keluarganya. Dia adalah orang yang juga menyebabkan beberapa luka dibagian tubuh Luhan, seperti lutut, dahi, tangan, dll. Dia melakukan semua hal agar Luhan segera pergi dari rumahnya. Namun, semua rencananya selalu gagal karena gadis keras kepala itu selalu mengadu pada kedua orangtuanya bahwa ia terluka karena kecerobohannya, dan hal itu semakin membuat anak itu geram. Sehun, tak tahukah kau bahwa Luhan akan selalu menangis dimalam hari karena perbuatanmu. Mungkin, jika kau bertanya pada Sehun, aku yakin jawaban seperti ini yang ia berikan "Apa peduliku, dia telah mengganggu kehidupanku dan keluargaku".
Luhan baru saja pulang dari kampusnya, ia memasuki rumah itu dengan tenang. Sebelumnya ia mendapat telepon dari eomma dan appanya yang mengatakan akan pergi ke Jeju dan akan pulang besok, sama halnya dengan Chanyeol yang sedang menangani bisnisnya yang ada di Busan. Ia juga berjanji akan pulang besok pagi-pagi sekali. Oke, rumah terasa sangat sunyi. Astaga, dimana Sehun, ini sudah malam dan dia belum pulang dari sekolah atau dia sudah pulang lalu pergi lagi, Luhan tak tahu. Dengan ragu-ragu ia menelepon Sehun, namun tak ada jawaban. Dengan rasa khawatir akhirnya Luhan menunggu Sehun pulang hingga tertidur di sofa.
CKLEK..BLAM
Suara pintu yang dibanting membangunkan Luhan dari tidur cantiknya. I a menengok jam yang menunjukan pukul 11.37 malam lalu berjalan kearah seseorang yang berjalan sempoyongan kearah tangga.
"Sehun, kenapa kau baru pulang? Ini sudah malam. Dari mana saja?" Tanyanya sambil menggaet tangan Sehun yang hampir saja terjatuh di anak tangga kelima.
"Lepaskan aku.. bukan urusanmu." Sehun melepaskan pegangan Luhan dengan kasar lalu kembali berjalan menaiki tangga. Luhan terbelalak saat mencium bau alkohol dari tubuh Sehun.
"Hun.. kau mabuk?" Tanyanya yang masih mengekori Sehun yang telah berada didepan pintu kamar.
"Kenapa kau mabuk-mabukan? Itu tak baik untuk tubuh." Lanjutnya sambil membantu Sehun membuka pintu dan menuntunnya sampai ke kasur.
BRUK
"Apa maumu, hah? Kenapa kau selalu mengganggu hidupku?" Sehun dengan kasar membanting Luhan kekasur lalu menindihnya. Luhan yang terkejut atas sikap Sehun semakin berontak saat Sehun mulai menggerayahi tubuhnya.
"Se-se-sehunna.. apa yang kau lakukan. Hentikan" Luhan mencoba menghentikan pergerakan tangan Sehun yang mencoba membuka kaos yang dipakainya.
"Selama ini kau masih bisa bertahan karena aku hanya memberimu pelajaran kecil. maka dari iti aku akan membuat kau mengerti bagaimana aku sangat membencimu"
Dengan kasar Sehun merobek pakaian Luhan dan melakukan memperkosa Luhan dengan kasar. Luhan tak bisa melakukan apa-apa, ia hanya bisa pasrah tanpa bisa melawan, karena melawan sekalipun ia tetap kalah dari Sehun. Air mata lagi-lagi mengalir tanpa henti, teriakan yang terus ia lantangkan justru semakin membuat pria itu menggila. Siapapun Tolong Luhan.
CKLEK
"Aku pulang... " teriak seorang pria dari pintu utama sambil clingak-clinguk mencari orang-orang penjaga rumah.
"Luhanie? Hunnah? Dimana kalian?" Chanyeol semakin masuk dan menaiki tangga menuju kamar Sehun. Saat ia memasuki kamar adik sematawayangnya, ia mencium bau alkohol dan juga bau_
"Tunggu dulu, aku seperti mengenal bau ini. Ini bau_ shit, siapa yang anak ini hamili." Chanyeol yang Sangat marah itu menghentikan gerakan tangannya yang hendak memukul adiknya saat telinganya mendengar suara shower dan teriakan kamar mandi. Dengan segera ia berlari kekamar mandi yang berada tepat disamping kamar sang adik.
DOK .. DOK
"Luhan apa kau ada didalam? Jika benar jawab aku, ini aku Chanyeol." Chanyeol berteriak sambil menggedor-gedor pintu. Tak ada jawaban, yang ia dengar justru suara tangisan. Ia jadi khawatir.
"Luhan, jika benar itu kau. Jawab aku, ada apa denganmu? Jawab aku" Chanyeol semakin menggila saat samar-samr ia mendengar suara Luhan.
"To-tolong aku.. hiks" suaranya terdengar pilu, membuat Chanyeol kehabisan kesabaran dan langsung mendobrak pintu.
BRAKK
"Ada ap_ astaga Lu.. ada apa denganmu?" Chanyeol langsung mematikan shower dan memakaikan handup pada tubuh Luhan yang hanya memakai baju yang robek dan basah. Matanya menjalar kebagian tubuh Luhan, kissmark dimana-mana. Apa ini..
"Brengsek! Aku akan membunuhmu Oh Sehun!" Chanyeol yang geram dan marah dibuat meneteskan air mata menatap Luhan yang ketakutan.
"Maafkan aku, aku tak ada disaat kau membutuhkanku. Aku takkan membiarkan Sehun menyakitimu lagi. Karena aku akan selalu ada untukmu Luhan. Aku mencintaimu."
"TIDAK! TIDAK, AKU TAKKAN MEMBIARKAN SEHUN MENIKHI LUHAN" Chanyeol berteriak dihadapan kedua orangtuanya.
"Chanyeol-ah.. Sehun yang berbuat, jadi biarkan dia yang bertanggung jawab." Ucap sang ibu sambil menenangkan anak sulungnya.
"Tapi kenapa harus Sehun? Aku bisa menjaga Luhan lebih baik. Aku tak mau Sehun menyakiti Luhan lagi." Ujarnya tak terima
"Ini hukuman untuknya, dua yang berulah dia yang bertanggung jawab. Ini juga bisa membuat Sehun berlatih kesabaran dan merubah sikapnya. Kau harus mengerti" Sang ayah menjawab sambil menatap lesu anak sulungnya. Ia tahu bahwa Chanyeol menyukai Luhan. Tapi perbuatan Sehun diluar dugaannya sehingga ia terpaksa membuat keputusan seperti ini.
"Sshh..ARGGHH.."
BRAKK
"Kenapa selalu dia yang menyakiti orang-orang yang aku sayangi. Dan sampai kapan aku harus terus mengalah untuknya?"
.
.
.
TBC
Oke, ini aneh... bom udah gg kepikiran apa-apa buat nulis ini... udah Mentok.. tapi udah ada beberapa chapter.. tapi updatenya masih lama. Maaf ya kalo ada yang gg suka ama cerita bom. Bom cuma ingin buat tulisan untuk menghibur ajah...
Oh ya , orang ketiga udah kelihatankan? Hihi..
Ziyu juga udah kenal sama Haowen..
Oh ya.. untuk chapter selanjutnya aku mau ngasih beberapa pengertian buat bacanya.. kan karena Ziyu gg bisa ngomong nih...
Petik satu (') itu artinya Ziyu nulis di kertas
Petik dua (") itu artinya ngomong... oh ya jangan kepikiran kalo Ziyu ngomong..
Diliat aja di chapter selanjutnya..
Aku Kasih sedikit deh..
"Aku ibu Tae Oh, saya juga wali dari Oh Haowen. Karena ayahnya tak bisa datang hati ini, mohon pengertiannya."
"Aku ibu dari Oh Haowen, namaku Luhan. Maaf saya baru datang"
"Ibu.. aku.. sangat merindukanmu. Sangat"
'Aku akan menemui seseorang , eomma bicara saja dengan teman mama'
"Jika kau tak bisa menjaganya, biar aku yang menjaganya. Selama ini aku terus mengalah untukmu, Mulai hari ini aku tak akan lagi mengalah. Jika suatu hari kau menyesal. Jangan harap aku akan membiarkan kau mendekati Luhan. Ingat itu baik-baik Oh Sehun."
