Flashback
Disebuah rumah mewah atau yang sering kita sebut Mansion, terlihat seorang wanita sedang berjemur dipinggir kolam. Walau ia sebut itu berjemur tapi jika kalian lihat wanita tersebut bebaring diatas kursi pantainya yang dia letakkan didaerah pelataran rumahnya. Yah.. Istilanya atapnya menutupi matahari yang berniat memanaskan kulitnya hari ini. Dia mommy kita, Lee Sungmin atau yang kita sebut Oh Sungmin sekarang. Istri dari Oh Kyuhyun. Dengan kulit seputih dan smulus pantat bayinya itu tetap membuatnya terlihat baby face walaupun umur hampir kepala empat.
Tiba-tiba seorang anak umur 17 tahun muncul dari dalam rumah mewah tersebut dan duduk tepat disamping wanita tersebut. Bukan itu bukan suami mesumnya, itu anaknya yang mirip dengan suaminya. Lihat saja bagaimana datarnya muka mereka berdua. Udah datar untung mulus dan licin, udah seperti lantai rumah dah tuh wajah.
"ibu.. "
"oh.. Sehunnie? Ada apa? "
"apakah aku boleh mengatakan sesuatu? "
"ada apa sayang? Apakah ada yang kau butuhkan? Atau_"
"tidak... Tidak ada yang aku butuhkan ibu.. Aku hanya ingin menceritakan sesuatu pada ibu. "
"hmm? Curhat nih? Tumben.. Ayo.. Ada apa sayang? "
"Ibu... Aku.. Aku.. "
"Ada apa sayang? Katakan saja jangan takut. Biarkan ibu tahu masalahmu agar ibu dapat membantumu. "
"Hahh... Baiklah.. Ibu.. Aku... Aku menyukai nuna.. "
"ohh.. Astaga anakku ternyata sedang jatuh cinta. Ohh astagah.. Ibu tak menyangka sehun ibu bisa suka sama orang, gadis lagi. Jadi.. Siapa nuna yang kau maksud? "
"nuna... Luhan Nuna"
"Apa!? "
"Chanyeol?! "
.
.
.
.
.
"Chanyeol?! "
"Appa!? " bagai drama india dengan efek berlebihan. Sehun berbalik dan melihat Ayahnya yang menyipit menatapnya dari kejauhan. Apa Chanyeol-hyung sudah pulang?
"eo? Sehunnie? " Kyu-appa berjalan menghampiri Anak dan istrinya. Matanya menyipit menatap Sehun.
"kenapa appa memanggil chanyeol-hyung? D-disini tidak ada_" ia panik karena takut ucapannya didengar Chanyeol. Ia menatap ibunya yang melihat-lihat sekitar mencari Chanyeol.
"aahh.. Maaf, dari jauh kau terlihat seperti Chanyeol. Maka dari itu aku memanggil Chanyeol, ternyata kau sehunnie. Sepertinya, benar apa yang dikatakan sekertaris Lee. Aku butuh kacamata sekarang"
Hahh... Nafas lega Sehun dan Sungmin-eomma keluarkan. Jantung mereka berdegub kencang saat Kyuhyun memanggil nama Chanyeol, sedangkan mereka sedang berbincang tanpa tahu apa-apa jika tiba-tiba Chanyeol muncul dan mendengarkan pembicaraan mereka. Tentu saja mereka takut jika Chanyeol memergoki Sehun sedang curhat pada Sungmin tentang Luhan. Akan ada pergelutan di ring tinju.
"A-Hahaha... Kenapa kau lucu sekali sayang. Ayo aku antar kau beli kacamata, sebelum tokonya tutup. " dengan canggung Sungmin menarik suami tercintanya pergi.
"hmm"
"sehunnie.. Kita bicarakan ini lagi nanti ya.."
"hmm"
.
.
.
.
.
MALAM HARI
Didalam kamar suami istri ini terlihat si Bapak yang sudah menginjak umur 50 tahun sedang asik bersama kacamata barunya. Tak dapat hilang senyum gila dari wajah keriputnya. Walau telah keriput ia tetap tampan, pikir istri cantiknya. Tiba-tiba istri cantiknya duduk disamping suaminya yang masih saja tersenyum sambil mbersihkan kacamata barunya.
"yeobo...!" panggilnya dan duduk bersandar pada kepala tempat tidur seperti suaminya.
"hm? " oke.. Dia tak menatap istrinya dan sibuk dengan kacamatanya, hal itu membuat Sungmin-eoma cemberut.
"apa yang harus aku lakukan pada kedua anak kita? " bersandar manja pada bahu kokoh suaminya berharap mendapat perhatian.
"hm? Apa maksudmu? "
"hahh... Seminggu ini, aku telah mendengar cerita percintaan kedua anak kita. "
"oh! Bukankah itu bagus? Dia lebih memilihmu dibandingkan aku yang jauh lebih banyak pengalaman umtuk menakhlukkan wani_ Aww.. Kenapa kau mencubitku"
Sungmin mencubit tak main-main sakitnya.
"Dengarkan dulu orang bicara, dasar narsis"
"ma-maaf. Lalu apa yang salah dengan itu? Bukankah bagus ternyata mereka menyukai perempuan? Dari pada_Aww..kenapa kau mencubitku lagi"
"diam dan dengarkan perkataanku sampai selesai. Dasar bodoh"
"hei.. Nilai rapotku lebih bagus dari pada dirimu_ eum.. silahkan nyonya besar. Saya akan tutup mulut"
"Hahhh... Masalahnya adalah.. Mereka menyukai orang yang sama"
"orang yang sama? Siapa"
"anak perempuan kita "
"luhanieku? Mereka berdua suka pada Luhan? " Kyu-Appa terkejut dengan bodohnya.
"Ya.. Dan sekarang aku bingung. Apa yang harus aku lakukan pada kedua anak kita? "
"hm.. "
"sayang, bukannya aku menolak mereka untuk menyukai Luhan. Hanya saja.. Aku tak mau salah satu dari mereka terluka karena jika pada suatu hari nanti Luhan akan memilih satu diantara mereka ataupun menikah dengan orang lain. Aku tak mau mereka menyakiti diri mereka sendiri karena masalah ini"
"jika.. Kita serahkan Luhan pada Sehun. Yang akan terjadi Chanyeol akan marah, anak itu lebih suka main fisik saat ia marah. Dan Jika kita serahkan Luhan pada Chanyeol. Sehun tidak akan mengatakan apapun dan hanya diam, tapi dia pasti akan memendamnya dan dia akan menyakiti diri sendiri. Sehun tipe anak yang menerima apa adanya. "
"itu juga yang masuk dalam pemikiranku. Lalu apa yang harus kita lakukan? Memilih mereka bertarung atau merelakan satu anakmu menyakiti diri sendiri. "
"jika kau orang luar, kau akan memilih Chanyeol karena mereka akan berfikir Sehun bisa mencari pengganti Luhan yang lebih baik dan hidup bahagia. Tapi jika aku sebagai ayahnya, aku akanemilih menyerahkan Luhan pada Sehun. Karena mungkin Chanyeol akan membenci Sehun seumur hidupnya, tapi dia tidak akan mungkin menyakiti Sehun sampai Sehun mati dihadapannya. Karena kita tahu sendiri bukan, disaat Sehun merusak mainan Chanyeol dulu, tentu dia marah. Tapi ia tidak akan bisa mengabaikan Sehun sebagai adiknya dan ia akan merasa baikan setelah beberapa hari. Tapi saat Embul Kucing kesayangan Sehun mati, kau masih ingat apa yang dilakukannya? "
"dia sengaja menenggelamkan dirinya didalam bathup dengan alasan embul merindukannya. Hah... Anak itu benar-benar berbahaya. "
"kau paham maksudku sekarang bukan? "
"Hahh.. Ya, aku mengerti. Tapi.. Tetap saja aku sebagai ibunya akan merasa tersakiti jika kedua anakku juka merasa tersakiti. Aku tak mau mereka saling menyakiti satu sama lain, tapi aku juga tak mau merelakan salah satu anakku untuk itu.. Hiks.. Apa yang harus aku lakukan.. Hiks"
"sudahlah sayang.. Kita pikirkan hal ini lagi.. Ya? "
"hm.."
"nah, ayo sekarang kita tidur saja.. "
"ya"
-Apakah pilihan yang aku pilih ini tepat untuk kedua anakku?
FLASHBACK END
.
.
.
.
*Malam Hari Di Kantor Tuan Oh*
TOK TOK TOK
"Masuk!"
CKLEK
"Tuan Oh, maaf kalau saya lancang. Tapi ini sudah hari kedua anda tidur dikantor dan tidak pulang kerumah. Saya sarankan untuk anda pulang sekarang. "
Muncul Yixing dengan seragam kantornya menatapi Sehun yang terlihat seperti orang gila karena kerjaan. Bahkan dia tidak mandi pagi ini.
"Hyuungg~" oke aegyo. Selalu begitu. Kali ini aegyomu tak akan mempan. Batin Yixing.
"Hahh.. Kenapa kau tak kembali dan menjemput istri dan anak-anakmu pulang? Melihatmu seperti ini juga menyakitu juga beberapa orang yang sayang padamu. Masalahmu dengan WuFan sudah selesai, lalu mengapa kau tetap saja bersikap seperti ini? Apa kau tak mencintai istrimu? "
"Siapa yang bilang aku tak mencintainya? A-Aku sangat-sangat mencintainya. Dia adalah Anugerah bagiku, bagaikan Malaikat dimataku. Dia begitu indah sampai aku yang hanya manusia biasa ini tak cocok untuk bersanding dengannya. Akan lebih baik jika nuna menikah dengan Chanyeol hyung... "
"Sehun-ah, ada beberapa alasan mengapa kedua orangtuamu memilih menikahkanmu dengan Luhan. Pertama kau yang menghamili_"
"Tapi kan bisa sajakan mereka menikahkan Nuna dengan Chanyeol hyung. Dari segi umur dia sangat matang dan faktanya mereka saling mencintai satu sama lain. Aku hanyalah orang yang bertepuk sebelah tangan, hyung. Dan hal itu akan tetap seperti itu. Dan setelah semua ini terjadi.. Aku menjadi pelakor..? "
"Heii! Dengarkan aku. Bisa saja kedua orangtuamu menikahkan Luhan dengan Chanyeol. Tapi mereka takkan mengambil resiko lebih besar untuk kehilangan anak kandung mereka. "
"Chanyeol hyung memang bukanlah anak kandung ayah dan ibu, tapi chanyeol hyung adalah anak pertama mereka. Chanyeol hyung justru memiliki hak lebih banyak dariku yang hanya anak kedua."
"Sehun! Berhenti menyepelekan dirimu sendiri. Kau juga memiliki hak untuk hidup sesuai apa yang kau mau. Jangan hanya berkata 'Ya' pada setiap apa yang orang katakan. Kau memiliki kebahagiaanmu sendiri. "
"..."
"Sekarang pulang! Aku tak mau melihatmu berada disini. Yang ada nanti kau akan membangun kamar disini. Pulang! "
"Hyung... Kau mengusirku? "
"Ya! Pergi! "
Yixing menarik kerah Sehun seperti mengangkat kucing. Pria berdimple itu begitu perihatin dengan adik sekaligus bos nya itu. Dia masihlah terlalu kecil, tapi otaknya yang lebih dari kata encer itu begitu berguna untuk perusahaan ini. Kehidupannya yang sedang berantakan bukanlah alasan dia untuk memyerah begitu saja. Dia harus bangkit, tapi siapa orang yang bisa membuatnya bangkit kembali?
.
.
.
.
Brem.. Brem.. Cekittt.. Eh?
Sebuah Mercedes-Benz GLC klasik terlihat memasuki garasi mobil sebuah rumah besar nan mewah. Kalian pasti sudah mengetahui siapa pemilik mobil tersebut, bukan?. Ya dia adalah pria tampan kita Oh Sehun. Pria tampan nan jangkung itu keluar daei mobilnya dengan indahnya,oh bukan.. Yang pasti dia lewat pintu, okey.
Terlihat guratan kelelahan diwajahnya. Kantung mata yang menghitam menghiasi mata hitamnya seperti pelangi terbalik. Dia berjalan perlahan menuju pintu rumahnya. Sekilas ia melihat lampu rumahnya yang menyala. Oh, pasti ia lupa mematikan lampu beberapa hari yang lalu. Lalu apa ini, hidung mancungnya mencium bau-bau aneh roby. Eh bukan, hidung mancungnya mencium bau masakan yang terlihat begitu lezat untuk lambung dan usus-ususnya. Ahh, pasti tetangga sedang masak samgyetang. Hm.. Perut sixpacknya mulai bergetar mengeluarkan bunyi-bunyi goib. Untung saja masih ada ramyeon instan didapur, mayanlah.. Pikir pria tampan kita.
CKLEKK
Eh? Mengapa bau samgyetang semakin kuat dari sini? Apa Haowen yang memasaknya? Ahh, tidak mungkin. Haowen sudah beberapa hari ini tinggal dengan Luhan, dan tidak mungkin juga Haowen memasak. Memasak ramyeon saja malah jadi bubur kebanyakan air pula. Hahh.. Tunggu lalu siapa yang sedang memasak didapur?. Kaki-kaki panjangnya mulai berlari menuju dapur bahkan ia sampai tak melepas sepatu. Kenapa ruangan-ruangan ini begitu bersih, siapa yang membersihkannya?. Dengan jiwa yang penasaran dan jantung yang berdegub karena takut jika itu adalah maling yang numpang masak karena lapar. Siapa kau!
"Oh, kau sudah pulang? "
Sebuah suara membuat langkah kakinya terhenti. Ia berbalik dan melihat seorang wanita sedang menggendong keranjang isi pakaian kotor yang menupuk. Wanita itu begitu cantik sampai bibir mungil Sehun tak dapat tertutup.
"..."
"Astaga.. Apa yang kau lakukan dengan rumahmu. Ada begitu banyak botol minuman dan baju yang tak dicuci. Apa kau juga memakai baju yang tak dicuci berhari-hari? Astaga, kenapa kau jadi jorok sekali, sehun-a? "
"Lu-Luhan? A-Apa yang_"
"Cepat mandi! Aku memasak makanan kesukaanmu. Jadi, segeralah mandi. Aku tunggu kau didapur. "
"Lu? "
"Tunggu apalagi. Cepat mandi! "
"Y-Ya"
DRAP DRAP GEDEBUG
"OH SEHUN HATI-HATI DENGAN TANGGANYA JANGAN TERBURU-BURU"
"Hm!"
BLAM
Terlihat sebuah senyum cantik muncul diwajah wanita Cantik kita satu ini. Kalian mau tahu apa yang terjadi bukan?. Tunggu saja dan lihat apa yang akan terjadi.
.
.
.
.
Sehun berjallan perlahan dengan handuk dikepala dan rambut yang basah. Kaos oblong berwarna putih polos dan trening adalah pilihannya. Tak lupa sandal kesayangannya saat didalam rumah. Swalow.
"Kau sudah selesai? "
"hm. "
"duduklah! "
"hm. Terimakasih telah menyiapkan air panasnya. "
"ya.. "
Sehun pun duduk dihadapan istri cantiknya. Mantan kali, ups. Dengan sengaja kdua mata elangnya menatapi setiap jengkal istrinya. Masih cantik sama seperti dulu, pikirnya. Lagi dan lagi Sehun dibuat jatuh cinta pada wanita ini.
"Lu kenapa_"
"sstt.. Diam. Kita akan bicara nanti. Aku akan bertanya dan kau akan menjawab setiap pertanyaanku sampai aku puas dengan jawabanmu. Tanpa ada kebohongan lagi. Dosamu sudah terlalu besar karena berselingkuh dariku. Jadi aku harap kau sadar dan tak membohongiku lagi. Sekarang, makanlah! "
"hm. "
"makanlah.. "
Perlahan Sehun mulai mengambil sumpitnya dan mengapitnya disela jarinya. Menyiduk nasi lalu memakannya. Astaga.. Apakah nasi seenak ini. Mengapa aku baru menyadarinya sekarang, pikirnya. Sumpitnya kembali meraih nasi lebih banyak dan memakannya. Dalam hatinya 'akhirnya, aku bisa makan nasi'. Tiba-tiba sebuah daging panggang dengan sedikit saus ada diatas nasinya. Perlahan kepala hitam itu terangkat menatapi istri cantiknya yang ternyata telah meneteskan air matanya.
"hiks.. Mengapa.. Kau begitu kurus?.. Hiks.. Apa kau hanya makan ramyeon? Hiks.. Ramyeon tak baik untuk kesehatanmu.. Hiks.. Kau harus makan sayur, buah, ikan, dan daging. Kau harus makan yang banyak. "
"..."
Sehun hanya terdiam dan kembali menatapi nasinya. Tangannya mulai mengambil sendok, dan mulai menciduk nasi dan daging yang diberi Luhan. Tangannya mulai bergerak untuk makan. Masakan Luhan sangatlah enak. Ia takkan meninggalkan sedikitpun. Sesekali ia melirik Luhan yang masih mengusap airmatanya. Setelah ini, semua rahasia akan terbongkar. Aku janji, aku akan mengatakannya. Karena sekarang semua masalah telah selesai. Tapi, bisakah aku mengharapkanmu lagi?. Hati Sehun begitu ingin merangkul wanita cantik ini. Namun apadaya siapa dia. Apakah Luhan masih mengamggapnya suami?.
.
.
.
.
TBC... Fact 3 next chap
Minna... Maafkeun. Baru bisa update nih.. Ada yang kangen gk? *kagak*
Makasih ya 😅
Makasih yang tetep aja doyan baca ini padahal ini masihlah debut pertama ff hunhan milik bom.
Betewe.. Hunhan udah ada lampu ijo nih..
Ada yg bisa nebak apa yang akan ditanyakan oleh luhan pada bojonya?
Kalo tau komen aje..
Kalo gk tahu komen aje juga.. 😂
Kalo gak mau makasih udah mau capek2 baca walau cuma sedikit.. 감사합니다.
Tunggu chap selanjutnya.
